1st FF Love Relay part 1.1 dan 1.2

Author : meiying

Love Relay (You and Me)
Cast: Lee Donghae, Henry Lau, Sunhi, Hyoin, Lee Sungmin (cameo)

part 1.1 First memory.

Theme song : Reset (super junior), You and Me (super junior M)

*sunhi pov*
Kemarin, kami tepat dua tahun kami jadian.
Aku, Sun hi, dua tahun yg lalu, di tempat ini café ini, menerima donghae menjadi pacarku.
Suara lagu terdengar di café ini, menghentak mengingatkanku akan memory tentangnya.

~[Rap] geudehyuh mooseun malilado heh yo geuri oomeh gaseumsoki mi uh geudehdo geulutago tell me
neh shimjangi mumchwuh bulyuh soomi makyuh neh sangchuhneun amooljiga ana
oneuldo geudeh ubneun binjali goosuk goosuk gadeukhi noonmooli mejjyuh~
(Trans: you.. please say something, that your heart is aching with longing too, like me.. tell me, my heart stops.. i can’t breathe.. my wounds don’t heal, i patch up the empty holes you left with tears today too)

Café ini penuh dengan kenangan.
Café ini adalah tempat pertama kami bertemu, pertama kami berkenalan, pertama kami berciuman, pertama kami kencan, pertama merayakan hari jadian kami dan kemarin untuk pertama kalinya pula aku marah dengannya.

~hokshilado geudeh guhgi olgga neh senggak gaggeumina halgga goonggeumheh michil gut gatta
ilun neh mam geudehneun algga saranghae saranghae yaksokhalggeh son ggwak jabeulgeh
miane miane dol ahwajo press the reset~
(trans: by any chance, would you go there? think about me occasionally? thinking this, i go crazy. do you know this heart of mine? i love you i love you. i promise you.. i’ll hold your hand tight. i’m sorry i’m sorry.. come back to me. press the reset)

Memory, ya sudah seharusnya aku selalu mengingat semua kenangan tentang kami.
Donghae pemilik café ini, dan aku adalah pelanggan tetap café ini. Itu hubungan kami pada awalnya.
Mulanya aku tak tahu ia pemilik café ini. Yang kutahu ia bekerja disini sebagai waiter. Waiter yg begitu tampan dan membuatku speechless pada saat pertama melihat senyumnya..
Mengingat-ingat cara kami berkenalan, itu membuatku tersenyum sendiri.
*sunhi pov end*

*flashback*two years ago*

*sunhi pov*
Ini kafe yang baru pertama kali aku masuki, dan aku datang kesini untuk mencoba kopinya. Hyo in bilang, kopi disini enak dan wafelnya bisa membuatku ketagihan. Haha,, anak itu pandai membuatku penasaran. Apalagi dia bilang, selain itu, waiternya cakep dan berguna untuk menjernihkan mata. Hyo in, hyo in… adikku memang paling pintar membujukku. Aku mendengar hyo in berkata padaku, “onni, kapan kau mau main ke café itu? Aku mau mengenalkanmu pada pacarku?”
“pacarmu? Kapan kamu jadian, kenapa kamu tidak cerita padaku?” aku balik bertanya.
Hyo in malah tersenyum dan berkata,” hmm.. onni, mianhae, aku lupa cerita ya? Aku baru jadian seminggu yang lalu.. a~ aniya~ tepatnya 8 hari hmm.. 4jam.. 23 menit.. hmm, sebentar berapa detik yah”
Aku tertawa lagi melihatnya serius melihat jam tangannya dan sibuk menghitung waktu.
“oke, sekarang bagaimana? Aku tidak ada kuliah atau tugas..” ajakku padanya.
“jinjja?Ayo pergi, aku akan menelpon pacarku kalau kita akan datang.” Senyumnya riang dan sibuk dgn handphonenya.
Begitulah, dan sekarang kami berdua ada disini. Café yg hyo in bilang padaku.

~Ni de wei xiao wo de yong bao, Shi xing fu de pei liao, Xiang ka fei da pei ban lu de mei miao~
(trans: Your smile, my hug, Are ingredients to happiness, Wonderful just like how coffee matches its companion)

Aku melihat ke sekeliling café, ya tempat ini cukup nyaman. Mungkin benar kata hyo in, aku bisa ketagihan dan sering datang kesini. Feeling-ku terkadang tepat akan suatu hal.
“maaf nona.. nona.. mau pesan apa?” suara ini membuyarkan lamunanku.
Aku menoleh. Sekarang berdiri di depanku seorang pemuda, hmm.. mungkin umur kami tidak beda jauh.
Pemuda itu berbadan tegap. Wajahnya lembut dan senyumnya manis.
Mata kami tak sengaja bertatapan.. entah berapa detik aku terdiam dan kami saling berpandangan.
Aku.. suka.. matanya.. aigoo~ sunhi-ya! Kamu sedang berfikir apa?
*sunhi pov end*

~Ni de hu nao wo de wan xiao, Wei yang qi de zui jiao, Ni tiao pi yi xiao wo jia su xin tiao~
(trans: Your mischief, my teasing, Slightly upturned corners of our mouths, Your mischievous smile makes my heartbeat race)

*donghae pov*
Nona ini mau pesan atau tidak sih? Tapi entah kenapa aku ngga bisa melepaskan mataku dari wajahnya.
Ya~ lee donghae! Kamu sedang bekerja! Bukan waktunya untuk tebar pesona.. apalagi menggoda pelanggan café..
Tapi, omona, aku ngga bisa bilang apa apa lagi..
*donghae pov end*

*hyo in pov*
Ini orang-orang kenapa sih? Yg satu dipanggil diam aja. Malah bengong. Yg ini bukannya nanya lagi mau pesan apa, malah ikutan bengong. Aigoo~
“onni..! mau pesan apa?” tanyaku membuyarkan lamunan mereka. Sunhi onni menoleh terkejut, begitu pula dengan waiter ini. Ahaha wajah mereka begitu lucu..
Onni menjawab, “ eh~ ya~ hyo in~ah kamu mengagetkanku!”
Waiter itu berkata, ”hm, ya, nona, jadi, mau pesan apa?”
Ya ampun mereka salting. Hahaha.. jadi mereka ini saling terpesona rupanya.
Bagus! Jadi aku makin ada alasan untuk sering ke café ini. Hahaha.. aku harus memberitahu henry soal ini. Aku akan menyuruhnya membantuku menjodohkan mereka..
“hmm.. ice cappucinno ada?” Tanya onni pada waiter itu.
Waiter itu tersenyum manis pada onni, yah menurutku dia sengaja tersenyum begitu padanya, dan menjawab,
“ya ada. Ada lagi? Wafelnya? Disini kami menyediakan wafel special.”
Onni berpaling padaku dan bertanya, “kamu mau pesan apa hyoin-ah? Onni baru ke sini dan ngga tahu apa yg enak”
Aku menjawab sekenanya, “mollayo, onni Tanya saja sama dia” aku menunjuk waiter itu.
Waiter itu kembali memandang onni, “apa mau saya yg pilihkan nona?”
“ah~ begitu lebih baik.”jawab onni padanya.
*hyo in pov end*

*donghae pov*
Aku berjalan ke dalam dapur café. Ya lee donghae! Apa sih yg kamu pikirkan? Sadar lee donghae! UH!
Hmm.. apa yg harus kubuat untuknya ya? Wafel rasa coklat? Strawberry? Keju? Blueberry? Hmm.. apa, apa??
Aku menggaruk kepalaku asal.
Henry melihatku dan berkata, “hyung! Ada apa?”
“aah~ aniyo, gwenchanayo. Oh iya, pacarmu tuh datang. Oh iya sepertinya dia bersama kakaknya. Kamu kenal dia?”
“kakak? Molla, aku juga ngga perna ketemu tuh. Eh hyung, aku izin kesana sebentar ya”
“araso. Tapi jgn lama ya. Siapa tau ada pelanggan lain yg datang” aku mengijinkannya.
“komawo hyung. Mumpung sepi hyung. Hehehe..” kulihat ia berlalu keluar dari dapur.
Dia henry, bekerja part time di café ini. Aku pemilik café ini, memang tidak begitu terkenal sih, tapi ya sudah cukup lumayan ramai pelanggan lah.. aku sudah lulus kuliah, sedangkan henry baru masuk kuliah tahun kemarin.
Ah yang harus kupikirkan adalah, apa rasa wafel yg harus kubuat?
*donghae pov end*

*henry pov*
Hyo in. yaph. Kami baru jadian seminggu yg lalu. Anaknya lucu, terkadang ceroboh.
Tadi dia menelponku dan bilang akan datang. Dan hyung bilang dia sudah datang dengan kakaknya. Aku tahu hyoin punya kakak. Tapi aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Kira-kira seperti apa ya kakaknya?
Ah itu dia. Hwhw.. hyo in melambaikan tangannya ke arahku. Aku pun menghampirinya.
*henry pov end*

*sunhi pov*
Aku melihat hyoin melambaikan tangannya ke orang di belakangku. Ah, pasti itu pacarnya.
Haha, seperti apa dia ya. Aku pun menoleh melihat seorang pemuda yg sekarang berada di depanku.
Pemuda ini kan..? dia bahkan juga terkejut melihatku disini.
Ya ampun sedang apa henry disini? Dia, dia pacar adikku? Pacar?? Koq bisa?
*sunhi pov end*

part 1.2 First memory.

Theme song : You’re my only girl (super junior), You and Me (super junior M)

*hyo in pov*
xixixixi.. pacarku datang..! aku menarik tangan henry dan menyuruhnya duduk di sampingku.
Aku melihat sunhi onni. Eh, knapa lagi onni ku ini? Apa dia kaget karna pacarku ini manis? Haha..
Henry, yaph! Dia pacarku. Wajahnya manis, terlalu manis menurutku. Chubby! Yeah itu juga yg terbesit di pikiranku pertama kali saat melihatnya. Bahkan rasanya, aku ingin mencubit pipinya.
Namun, wajahnya bisa berubah serius saat ia memakai kacamata bingkai hitam kesukaannya. Aigooo~ omona, nae namjachingu-ya!
Aku hendak berbicara, namun ku lihat wajah henry sama kagetnya dengan wajah onni.
Henry bertanya padaku, “jagiya. Dia, kakakmu?” aku mengangguk.
“onni, ini henry. Pacarku.” Kataku pada sunhi onni mengenalkan henry padanya.
Tapi jawaban yg ngga aku duga, ia mengangguk, dan berkata,” ya, aku tahu dia henry. Aku mengenalnya. Bahkan kenal dekat dengannya.”
Apa? Apa kenal dekat? Apa maksudnya?
“apa maksudmu onni?” aku bingung dan menatap henry, “jagiya, kamu mengenal nae onni?”
Henry mengangguk dan menjawab, “ne, apa yg onni mu bilang itu benar”
HAA?! Kenal. Mereka sudah kenal. KENAL?
Bahkan onni bukan cuma bilang kenal saja. Tapi KENAL DEKAT. Maksudnya??
Aku hendak berbicara namun tiba-tiba waiter itu datang,
“permisi nona-nona. Ini pesanannya. Ini nona, saya pilihkan chocolate cheese wafel untukmu. Semoga nona suka.”
Semua menoleh ke arah waiter itu. Ah, waiter pengganggu! Uh..
Henry menjawab sambil bercanda, “hyung! Mana pesananku? Kenapa ngga sekalian membawakannya untukku?”
Waiter itu menjawab, “lebih baik kau cepat, dan kembali bekerja mochi”. Waiter itu tersenyum lagi. Aish! Tebar pesona kau pada nae onni. Aku melihat onni juga tersenyum padanya. Hei? Bukannya ini waktu kalian menjelaskan padaku apa yg sebenarnya terjadi??
Sunhi onni berkata padanya, “oh~ komawo ya, pilihanmu rasa wafelmu tepat, ini rasa favorite ku”
Lalu onni menoleh pada henry dan berkata, “ya! mochi, knapa kau ngga bilang kalau ini tempat kau bekerja? Aku kan bisa mengunjungimu..” wait, mochi? Kayaknya aku pernah dengar nama itu. DI MANA ya?
Henry tertawa pada onni. Waiter itu juga ikut tersenyum. APA SIH?
Heii..?? ada apa ini? Koq aku merasa yg paling ngga tau apa apa ya? Hei jawablah pertanyaanku..
Mereka tertawa apa sih? Hello? Aku kan pacar henry? Tapi rasanya aku yg paling bodoh di sini?
Aku memberanikan bertanya, “hmm.. kalian sudah kenal?”
Henry menoleh padaku dan berkata, “ne, jagiya, akan kujelaskan. Hyung, duduklah disini bersama kami. Ya- Sunhi~ya! Geserlah sedikit, biar hyung bisa duduk disana.” Henry menyuruh waiter itu duduk. Henry memanggil nama onni langsung, jadi benar mereka sudah kenal dekat?
Lalu.. He? Ngapain lagi si waiter ini ikut duduk? Mau arisan juga disini? Aduhhh, henry cepat jelaskan..
*hyoin pov end*

~You’re my only, my only, my oh oh oh oh only girl. ‘Cause I fall in, I fall in, I fall in love.
You’re my only, my only, my oh oh oh oh only girl. ‘Cause I fall in, I fall in, I fall in love~

*henry pov*
Hehe.. kulihat wajah yeojachingu ku bingung. Aku sendiri juga kaget, jagiya. Oke! Akan kujelaskan.
“mari kukenalkan dulu. Ini donghae hyung. Dia pemilik café ini. Hyung, ini ya, kau tahu yeojachingu ku, hyo in. dan ini onni nya, sun hi.”
“annyeong haseyo choneun lee donghae imnida”
“annyeong, sun hi imnida”
“annyeong, hyo in imnida” hahaha.. aku tahu hyoin masih bingung. Sunhi cuma tersenyum-senyum melihat hyoin cemberut. Aku mengacak rambut hyo in dan dia malah bilang, “oppa, jelaskan, cepat”.
Kami semua tertawa kecil mendengar jawaban hyoin. Dia semakin cemberut dan memandangku kesal.
“jadi, sunhi itu nae chingu. Kami bahkan sekampus dan sekelas. Begitulah.”
Hyoin masih menatapku curiga. Aku mendengar sunhi berkata,
“hyoin~ah, mochi benar. Kami teman kuliah. Kamu masih ingat aku pernah cerita kalau aku punya teman yg kupanggil mochi? Ya dia orangnya.”
Lalu hyoin menjawab,”HOO! Aku tahu, ya mochi! Ya, ya, ya!” ia terlihat mengerti dan tersenyum riang.
Hyung bertanya, “wah jadi sebenarnya kalian sudah kenal?” aku dan sunhi tertawa kecil lalu mengangguk.
Hyoin menggandeng tanganku dan bertanya memastikan, “jinjja?” aku mengangguk dan melihatnya tertawa riang.
“ah. Begitu! Aku kira onni mau bilang kalau kalian sudah kenal karna kalian berpacaran atau apalah. Aku kan takut”
Hyung berkata pada hyoin, “hyoin-shi, tak perlu khawatir, aku berani jamin namjachingu mu ini gakan selingkuh. Hahaha.. tak usah takut, disini aku yg akan menjaganya dari godaan gadis-gadis yg datang”
“hyung ini, memangnya cuma aku yg dicari gadis-gadis itu? Hyung lebih popular tau dariku!” aku membantah perkataannya.
Donghae hyung tertawa lagi. Hmm, selagi donghae hyung lagi bagus suasana hatinya.. hehehe.. boleh kan kalau aku minta ijin pulang lebih awal? Siapa tau kan hyung mengizinkan? Hehe..
“hyung..” aku memanggilnya. Donghae hyung melihatku.
“ne, waeyo?”
“hyung, aku ijin pulang duluan ya, lagian café sudah sepi.” Hyung melihat jam dinding.
“hmm.. kamu ini..”
“hyung… ah begini saja, ya~ sunhi~ya, tolong bantu gantikan aku kali ini ya. Waktu itu kan kamu pernah janji padaku akan membantuku, oke?”
Sunhi memandangku, cemberut, dan akhirnya berkata, “aish, ya! Kalian ini ada waktunya pacaran dan kerja. Henry selesaikan dulu kerjamu baru kau kuizinkan kencan dengan hyoin.”
Hyoin berkata, “aaahhh onni, bantu henry ya, lagipula kira-kira satu jam lagi café akan tutup, oh ya, henry, mana temanmu itu? Koq dia ga keliatan?”
Hyung menjawab, “oh? Sungmin hyung? Dia sedang ada urusan.”
“hyung? Jadi boleh kan? Aku kan cuma pulang lebih awal satu jam hyung”
“oke sana pergi, jaga adikku ya baik baik. Aku akan menggantikanmu bekerja disini sampai café ini tutup. Ok?”
Whoa.. sunhi mau membantuku. Tiba-tiba hyoin membisikkan sesuatu padaku, oh, lalu aku mengangguk.
“sunhi~ya, komapta! Oh ya, hyung, nanti antar sunhi pulang ya. Ayo jagiya, kita pergi. Bye” aku mengajak hyoin meninggalkan café itu.
*henry pov end*

*donghae pov*
Lho? Koq aku jadi ditinggal berdua? Mereka sengaja ya?
“sunhi-shi, tidak perlu bekerja menggantikan mochi. Aku akan menutup café ini sekarang.”
Dia menjawab, “ah gwenchanayo. Ngga perlu ditutup sekarang, masih satu jam lagi kan? Lagipula tidak ada pelanggan yg datang lagi. Duduk saja dan mengobrol”

~~ Ai shi jie li xing fu de chuan di, Shui shi shui di de tian mi, Yi dui yi jiu wo he ni, you and me~~
(trans: Love is a relay, the passing on of happiness, Sweetness anytime and anywhere, One-to-one, just me and you, you and me)

Handphoneku berbunyi.
“aku angkat telepon ini dulu ya, sunhi-shi” kataku padanya. Ia mengangguk.
“yoboseyo, nuguseyo?” seseorang kemudian menjawabku.
*donghae pov end*

*sunhi pov*
Hmm.. sialan mochi dan hyoin. Mereka asyik pacaran, aku malah harus menggantikan mochi kerja di sini.
Ngga apa sih, toh aku ngga disuruh ngapa-ngapain. Hehe..
Hm, siapa ya yg nelpon donghae-shi kelihatannya dia begitu kesal?
Aku mendengar perkataannya pada si penelpon itu.
“YA! Tak usah kau ikut campur masalahku lagi! AKU SUDAH CAPEK MENDENGAR PERKATAANMU!”
Aduh siapa sih sampai marah seperti itu? Donghae-shi, kau ini ada masalah apa?
*sunhi pov end*

*back to present, now*

*sunhi pov*
“YA~ sunhi-ya! SUNHI-ya!” teriakan seseorang mengagetkanku dari lamunan. Ah ya tadi aku melamunkan masa laluku saat pertama bertemu dengan donghae.
Aku melihat donghae sedang berdiri di depanku. Ia memakai seragam waiter yg sama, ya seperti itu. Kemeja putih, rompi hitam. Dan masih senyum yg sama. Uh! Oppa! Berhenti tersenyum seperti itu. Aku..
*sunhi pov end*

TBC~~~~~

One thought on “1st FF Love Relay part 1.1 dan 1.2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s