[FF/ongoing/PG-15] Ring Ding Dong – Chapter 2 “Dark Angel”

Title : Ring Ding Dong (Prolog)
Subtitle : Dark Angel
Author : Miki
Author’s blog: http://miki501.wordpress.com/
Rating : PG-15
Genre : Fantasy, Romance
Location : South Korea
Language : Indonesian
Pairing : SHINee
Special Performance :
– Park Hyunhae Acha as Minji
– Ran Hyunsaeng Acha as Yunha
– Dwita Nitoayu Astari as Hyunri
– Dinianty Poullyne as Shinrin
– Chan Chan Greenpeas as Sunmi
– f(x)
– The Grace
– Super Junior

Disclaimer: I don’t own the SHINee members either f(x). They belongs to SM Entertainment. But the plot is pure mine. All the things happen in this story just a fictional

Ring Ding Dong

Dark Angel

Kelima kakak beradik itu masuk ke mobil. Jonghyun duduk di belakang kemudi. Disebelahnya duduk Key. Ketiga lainnya duduk di belakang. Hyunri yang sejak tadi diam-diam mengikuti Key di belakang dengan mantap mengetuk kaca jendela mobil di sebelah Key yang langsung diturunkan oleh Key.

“Mau apa?” tanyanya dingin seperti biasa.

“Ini, buku matematikamu.” Hyunri menyerahkan sebuah buku catatan di depan wajah Key.

“Kenapa bisa ada di kamu?” Key mengambil buku tersebut dan memasukkannya ke dalam tas.

“Anu… tadi…”

“KEY!!!” Seorang gadis mendorong badan Hyunri dan menempati dirinya di posisi Hyunri sebelumnya. “Key! Kau melupakan ini.”

Gadis itu memberikan sebuah handphone hitam pada Key. Dengan tidak sabar Key mengambil benda itu dan segera menaikkan kembali kaca mobilnya. Sebagai gantinya, kaca mobil di sebelah minho diturunkan dan wajah tampannya keluar.

“Bye Hyunri. Hati-hati di jalan,” kata Minho.

“Minho! Kok aku tidak disapa?!” Gadis di sebelah Hyunri mengerucutkan bibirnya.

“Ah, bye Luna.” Minho menutup kaca mobilnya dan mobil melaju dengan kecepatan tinggi melewati gerbang sekolah.

“Huh, Minho pilih-pilih cewek sekali sih,” ujar Luna. “Kau beruntung diperhatikan olehnya.” Lune menyenggol sikut Hyunri.

Ah masa? Rasanya tidak kok, batin Hyunri.

==========================

============
Hyunri mengamati dirinya di depan cermin di kamarnya. Berkali-kali ia melirik dirinya sendiri di cermin yang sedang mengenakan gaun hitam pendek dan mengenakan sepatu hak tinggi. Berkali-kali juga ia memeriksa riasan wajahnya atau membetulkan rambutnya.

“Cih, repot juga pesta Sunmi ini. Ya sudahlah.” Hyunri mengambil topengnya dan segera pergi menuju pesta Sunmi.

Pesta diselenggarakan di rumah Sunmi yang besar. Isi rumah dihias dengan berbagai lampu-lampu warna-warni. Di setiap sudut ruangan disediakan makanan ringan dan soda. Taman belakangpun dihias segala rupa sehingga malam itu menjadi malam yang meriah. Seluruh kelas 2 dan 3 diundang olehnya. Semuanya mengenakan topeng, sesuai permintaan Sunmi. Hyunri mendatangi Sunmi dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Setelah itu ia meletakkan kado darinya di meja khusus lalu mendatangi setiap meja makanan. Ia mengambil sedikit kue saus strawberry dan mencicipinya. Tidak jauh darinya tampak Key sedang berbincang serius dengan Donghae, teman sekelas mereka. Meski Key sedang memakai topeng emas, ia tetap saja mengenalinya karena potongan rambut ekstremnya Key. Tanpa disadarinya Hyunri tersenyum sendiri melihat Key berada di situ. Hyunri mendekatinya.

“Key!” Hyunri mengembangkan senyum lebar berharap dapat respon manis dari Key. Tetapi lagi-lagi ia gagal. Key memasang wajah cemberutnya lagi seperti biasa.

“Kau membuntutiku ya?” Key mengamati penampilan Hyunri yang tidak biasa. Dari ujung kaki sampai ujung kepalanya lalu tersenyum kecut. Ia bahkan tidak menanyakan siapa yang ada di balik topeng tersebut. Itu tandanya Key sudah tahu.

“Tidak.”

“Kalau begitu jangan mengikutiku terus.” Key mengajak Donghae ke taman belakang tanpa menoleh maupun menyapa Hyunri lagi.

“Bye Hyunri,” ujar Donghae sekilas.

Kenapa sih Key itu? Dingin sekali, kata Hyunri. Ia mengambil asal minuman yang ada di depannya dan meneguknya. Hmm, cola. Hyunri meneguk habis satu gelas itu hingga kekesalannya hilang.

“Nona cantik, mau berdansa denganku?”

Seseorang mengulurkan tangannya di belakang Hyunri. Hyunri menoleh dan melihat sesosok tubuh jangkung dengan rambut panjangnya diikat kuda. Hyunri mengerutkan dahinya, berpikir siapakah yang ada di hadapannya.

“Nona Hyunri?” Hyunri serentak tahu siapa sosok itu.

“Minho?!”

Minho tersenyum dan menggandeng Hyunri ke lantai dansa. Tetapi Hyunri menahannya dan berkata bahwa ia tidak bisa dansa. Akhirnya Minho mengajaknya ke taman belakang. Diluar tidak terlalu banyak tamu seperti di dalam. Hyunri bisa melihat Key di salah satu pojok taman. Bukan bersama Donghae, tetapi bersama Luna.

“Itu Key. Kita kesana ya.” Minho menuntun Hyunri mendatangi Key dan Luna. Sepertinya Luna sedang mengatakan sesuatu yang pernting dan Key mendengarkannya dengan seksama karena saat Minho dan Hyunri mendatangi mereka, ia langsung menghentikan bibirnya dan terlihat kecewa.

“Kau lagi?” Key melihat dengan sinis pada Hyunri.

“Minho! Luna! Key! Hyunri! Acara pemotongan kue akan segera dimulai. Ayo masuk!” Stephanie memanggil keempatnya dari dalam dan melambai-lambai pada mereka.

“Ayo Hyunri.” Minho menggandeng lengan Hyunri tetapi langsung dilepas oleh Hyunri.

“Aku disini saja. Di dalam terlalu pengap.” Minho melihat Hyunri sesaat tetapi akhirnya masuk juga.

“Key, masuk yuk.” Luna mengajak Key yang dari tadi terus memperhatikan penampilan Hyunri.

“Tidak. Kau saja.” Key mengucapkannya tanpa menoleh pada Luna dan terus menatap Hyunri. Luna berbisik sesuatu dan memandang sinis pada Hyunri dan masuk menyusul Minho.

Hyunri duduk di bangku taman. Di bawah sebuah pohon besar. Ia tidak sadar sejak tadi Key terus memandanginya dengan tatapan aneh. Key mendekatinya dan duduk di sebelah Hyunri. Hyunri menoleh sebentar pada Key lalu menoleh ke bawah, ke kakinya. Key meraih satu lengan Hyunri dan memperhatikannya dengan seksama.

“Kau mau apa, Key?”

Key tetap memperhatikan lengan Hyunri. Ia menekan pergelangannya, mendekati nadi. Semakin ditekan, semakin dalam. Kuku telunjuk Key hampir menembus kulit Hyunri.

“Mau apa kau?” Hyunri menarik lengannya dan bangkit berdiri menjauhi Key ke pinggir kolam renang. Satu tangannya memegangi lengannya yang perih tergores kuku Key.

Key menghampiri Hyunri. Seluit cahaya menerangi wajah Key dan Hyunri hampir saja menjerit melihat rupa wajah Key sekarang. Putih pualam dengan lingkaran mata hitam di bawah matanya, seperti orang mati. Wajahnya tampak kontras dengan rambutnya yang hitam pekat. Tetapi itu belum seberapa dibandingkan sorot mata Key. Sorot kelaparan dan kehausan akan sesuatu. Sorot ingin membunuh.

Hyunri terus mundur sementara Key terus mendekatinya. Tubuh Hyunri hanya tinggal berjarak beberapa inchi dari pinggir kolam. Ia tidak bisa mundur atau maju. Bagaimana ini?

“AAAAAAAAAAAAAAARRRRGGGGHHHHH!!!!”

Suara jeritan dari dalam ruangan membuat Hyunri kaget dan saat itu juga, tanpa perlu menunggu Key yang hampir menyentuhnya, ia terjatuh ke dalam kolam. Key diam sementara saat mendengar jeritan itu. Ia mengenal jeritan itu. Jeritan ketakutan yang sangat ia kenal. Jerit ketakutan yang selalu ia dengar tiap malam. Sial, siapa yang melakukannya di saat seperti ini? Key berlari masuk ke dalam, mencari sosok yang sejak tadi menghantui pikirannya. Jangan-jangan dia melakukannya lagi.

Key melewati Sunmi yang sedang dikelilingi oleh teman-temannya. Gadis tampak pucat, sama seperti dirinya saat itu. Tetapi berbeda dengan Key. Jika Key pucat seperti orang mati. Maka Sunmi pucat karena ketakutan.

“Sunmi! Apa yang terjadi?” Key menanyakan dengan arogan pada Sunmi. Sunmi memandang Key dan ia hampir mulai menangis ketakutan.

“Tangan-tangan itu….”

“Kenapa tangan-tangan itu?” Key mengguncang-guncang tubuh Sunmi.

“Key! Hati-hati dong!” Stephanie melepaskan tangan Key dari tubuh Sunmi.

“Saat… saat aku sedang membagikan potongan kue, tiba-tiba seluruh tubuhku tidak bisa bergerak. Dan… sebuah tangan meraba-raba wajahku dan menggoreskan ssesuatu di leherku.” Stephanie langsung memeriksa leher Sunmi dan disana dengan jelas terlihat bekas goresan dalam panjang.

“Aku tidak lihat apa-apa saat kau di atas sana,” kata Stephanie.

“Siapa yang saat itu ada di sekitarmu?” tanya Key.

“Donghae, Minji sunbae, Minho, Stephanie, Kangin, dan Onew sunbae.”

Orang itu!

Key melihat sekeliling, melewati setiap sosok tamu, tetapi sosok yang dicarinya tetap tidak ada.

Sial, dia sudah pergi.

=====================================

Minho mencari sosok yang dicarinya. Ia sudah melihat sesisi ruangan, tetapi tidak ada. Di taman belakangpun tidak ada. Kemana orang itu? Tidak mungkin kan sudah pergi lagi? Tiba-tiba matanya menangkap bentuk aneh tergenang di dasar kolam. Minho mendekati untuk lebih melihatnya dengan jelas.

HYUNRI???!!!

Minho menceburkan dirinya ke dasar kolam itu dan menangkap tubuh Hyunri. Ia mendorong tubuh Hyunri ke pinggir kolam dan meraba-raba tubuh Hyunri yang sudah mulai membiru. Gawat, sudah satu menit lebih ia di dalam. Bagaimana ini? Ia tentu tidak bisa membuat napas buatan. Karena ia sama sekali tidak bernapas. Minho memikirkan berbagai cara. Percuma saja menghubungi ambulans saat ini. Pasti tidak akan sempat. Berarti, tidak ada jalan lain. Hanya itu satu-satunya.

Key, tamatlah riwayatmu jika terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan pada gadisku ini.

Minho mengangkat tubuh Hyunri di kedua lengannya. Ia menoleh ke dalam ruangan. Sudah sepi. Hampir semua tamu sudah pulang karena kejadian tadi. Minho menutup matanya.

Ini demi keselamatan Hyunri. Demi gadisku. Demi Hyunri-ku.

Sepasang sayap hitam lebar muncul dari punggung Minho. Sayap itu semakin lebar menyamping. Minho mengepakkan sayapnya dan menjajakkan kakinya ke tanah. Ia melayang ke atas, semakin tinggi, melebihi penglihatan normal manusia.

Bertahanlah Hyunri. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi terhadapmu. Kuatkanlah dirimu, Hyunri.

TO BE CONTINUED

=====================================

Don’t be silent readers. Comments kamu sangat diharapkan oleh author.

11 thoughts on “[FF/ongoing/PG-15] Ring Ding Dong – Chapter 2 “Dark Angel””

  1. maaf klo slama ini q jadi silent reader coz q baca dari hp, n klo mau comment harus reload *sayang pulsa gitu* tp klo ada ksempatan ngenet d warnet q sempet2 ngomen dah palagi klo ceritanya bgus!!!! Keep Hwaiting Admin” q tunggu nie lanjutan critanya. . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s