FF: The One I Love

Annyeong chingudeul ^^ naneun vvi imnida, hehehe . ini ff pertamaku yg aku kirim k blog ini ^^ selamat membaca, smoga kalian sukaa ^.^ enjoy~

Cast:
CHO KYUHYUN
Me as PARK MINRAE
LEE SUNGMIN
CHOI RIN RIN

Jika suatu saat kalian dihadapkan pada dua pilihan

Mana yang akan kalian pilih ?

Orang yang mencintai kalian dengan setulus hati,

Atau orang yang kalian cintai?

————-<3❤ <3————-

Author POV

“Minrae!” panggil seseorang. Orang itu berlari sambil melambai-lambaikan selembar kertas. Minrae tersenyum geli melihatnya.

“Lihat! Aku dapat nilai seratus di ulangan biologi!” ujarnya riang. Raut wajah Minrae berubah menjadi cemberut

“Ah, bohong! Coba lihat!” katanya sambil merebut kertas ulangan Kyuhyun. Kyuhyun tertawa penuh kemenangan.

“Ahh, tidak sia-sia aku bangun jam empat pagi hanya untuk belajar biologi. Hahaha,” lanjutnya bangga.

“Aaaaahhh…! Ini tidak mungkin! Pasti seongsaenim salah memberi nilai!” ucap Minrae tidak terima. Kyuhyun merangkul Minrae dan tertawa kencang

“Hahaha. Sudahlah Minrae, terima saja bahwa kenyataannya aku lebih pintar dibandingkan dengan kau!” katanya meledek.

Minrae melepaskan rangkulan Kyu. “Aaaaa… ini tidak mungkin, tidaaakk!” teriak Minrae lebay. Kyuhyun kembali tertawa.

“Ayo, ayo tepati janjimu. Sepulang sekolah nanti, kau harus mentraktirku es krim sepuasnya! Hahaha,” ujar Kyu dengan penuh kemenangan.

Badan Minrae langsung lemas dibuatnya. Ia tau siapa Kyuhyun. Jika ia mentraktir Kyu, dalam sekejap isi dompetnya langsung ludes atau bisa disebut kere. (?)

————-<3❤ <3————-

Minrae POV

~Introduce~

Namaku Park Minrae. Aku gadis berusia 17 tahun yang bersekolah di Super Senior High School. Aku memiliki 2 sahabt laki-laki yang sangat setia padaku. Mereka adalah Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Aku bersahabat dengan mereka sejak aku masuk sekolah ini. Tetapi Kyuhyun dan Donghae sudah bersahabat sejak mereka masih SMP.

Cho Kyuhyun, sahabat paling kurang ajar yang pernah aku temui. *dbakar bini Kyu*

Tidak henti-hentinya ia mengerjaiku setiap hari, dan tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai aku menangis. Kejam? Ya, dia memang kejam. Sampai-sampai ia dijuluki evil prince oleh seisi sekolah, saking isengnya dia. Tapi sebenarnya ia orang yang baik. Ia selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkah bodohnya. Ia selalu ada disisi ku, disaat sedih ataupun suka. Dan sahabatku yang satu lagi…

Ya, Lee Sungmin. Entah perasaan apa yang aku rasakan terhadap Sungmin, tapi mata ini selalu tertuju padanya. Sama seperti Kyu, ia orang yang baik, selalu bisa membuat ku tertawa, dan selalu ada untukku. Tapi satu hal yang special darinya, yang Kyuhyun tidak miliki. Ia selalu bisa membuatku nyaman jika aku berada disisinya.

Entah perasaan apa ini, tapi aku berharap aku tidak memilik perasaan khusus terhadap Sungmin. Karena kami sahabat. Selamanya…

~End of Introduce~

————-<3❤ <3————-

“Minrae, ayo!” ajak Kyu sambil merangkulku. Aku tidak menggubrisnya. Aku mencari Donghae.

“Sungmin mana?” tanyaku.

“Entahlah,” jawab Kyu singkat. “Mau dicari?”

Aku mengangguk. Kami mencarinya ke seluruh penjuru sekolah, tetapi Sungmin tetap tidak ditemukan. Saat sedang asyik mencari, tiba-tiba hpku bergetar. Ada satu pesan dari Sungmin.

Minrae, mianhae, aku tidak bias ikut jalan-jalan bersamamu dan Kyu. Aku pulang duluan, ada acara keluarga. Mian…

Begitulah smsnya.

“Yahh, Sungmin tidak bisa. Nggak seru ah,” gumamku sedikit kecewa. Aku segera menghampiri Kyuhyun yang juga sedang mencari Sungmin.

“Kyu, Sungmin tidak bisa ikut. Katanya ada acara keluarga,”

“Oh, ya sudah. Kalau begitu kita berdua saja. Lagi pula kau kan hanya berjanji mentraktir kepadaku. Sungmin tidak. Hahaha,” ucapnya puas. Aku menimpuknya dengan buku yang aku bawa.

“Aww, sakiit,” keluh Kyu sambil mengelus-elus kepalanya.

“Ayo jalan. Cerewet,” kataku sambil pergi meninggalkannya.

————-<3❤ <3————-

“Minrae, aku mau itu!”

“Iya, ambil sana,” jawabku pura-pura cuek. Padahal ketika aku membuka dompet, hati ini rasanya seperti diiris sebilah pisau. *lebay*

Hari ini aku dan Kyuhyun jalan-jalan ke Myungdong. Kami terus keluar masuk toko dan melihat-lihat. Hanya melihat-lihat. Dan bukan kami, tepatnya aku. Karena kalau aku membeli sesuatu, uangku akan habis dengan cepatnya, mengingat begitu rakusnya Kyuhyun. Aku harus rela menahan air liurku yang hampir menetes jika melihat makanan enak atau barang-barang yang menarik.

Kyuhyun kembali dengan dua cup es krim di tangannya. Ia menyodorkan satu untukku, tapi ku tolak.

“Kau harus mau. Sini aku suapin,” katanya sambil menyodor paksa es krim ke mulutku.

“Enggak Kyuuu!!” teriakku. Aku meninggalkannya yang tertawa di belakang.

“Hei, Minrae! Tunggu!”

Saat sedang asyik berjalan, aku melihat ada sebuah kalung berliontin anjing yang di pajang di dalam toko yang sangat lucu. Untuk yang kesekian kalinya, air liurku hampir menetes.

“Minrae?” panggil Kyuhyun menyadarkan lamunanku.

“Hah? Apa?”

“Kau melihat apa?” tanyanya sambil menjilati es krimnya.

“Ah, aniyo. Aku hanya melihat-lihat saja,” aku memungkir. “Ayo Kyu, jalan lagi,”

“Kau duluan saja, aku masih mau membeli sesuatu. Hehe,” ujar Kyu. “Tunggu aku di taman sebelah sana,”

Aku hanya menurut. Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini?, ucapku dalam hati ketika kembali melihat makanan yang menggiurkan.

Tak lama, aku sampai di taman yang aku tuju. Aku duduk di salah satu bangku, dan mulai mengeluarkan i-pod ku untuk mendengarkan music. *ya iyalah, masa mau bwt nguleg?*

nae sarmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamkke majubomyeo saranghal su itdamyeon

dasi ireoseol…

“Minrae,” panggil seseorang. Saat aku menoleh, aku melihat sesuatu yang berwarna abu-abu keputihan, empuk, dan menggeliat-geliat. Seperti …. Cicak?

“Kyaaa!!” aku melempar cicak yang dibawa Kyuhyun. “Kyuuu!!”

Aku berlari mengejar Kyuhyun yang tertawa terbahak-bahak. Sial!

“Kyuuu !!! Bagaimana kalau nanti aku jantungan ha ?? Mau tanggung jawab ??” omelku. Kyuhyun bukannya meminta maaf malah tertawa terbahak-bahak melihat mukaku yang kesal. Mukaku jadi tambah cemberut.

“Aaahh, ngambek,” ucapnya. Aku membelakanginya dan membuang muka.

“Jangan marah dong. Aku kan hanya bercanda,” mohon Kyu. Aku tetap diam.

“Bercandamu tidak lucu tau,” jawabku singkat. “Aku benci cicak! Kau tau itu!”

“Iyaa, mian… Aku tidak akan menakutimu lagi. Mianhae,”

Aku tetap diam. Ini adalah kesekian kalinya aku marah karena kejahilan Kyu.  Lagi pula dapat dari mana tuh cicak?

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan mendekatiku. Ia membungkuk dan… Kurasakan sesuatu yang lembut menempel di pipiku. Aku melirik sebentar.

Omo~, ternyata yang lembut ini adalah … bibir Kyu ? Kyu menciumku…

“Sudah tidak marah lagi?” Tanya Kyuhyun dengan evil smile-nya.

Aku hanya memasang tampang cengo. Bingung dengan apa yang barusan Kyuhyun lakukan padaku.

“Minrae?”

“Minrae?”

“Mau aku cium lagi?” goda Kyuhyun yang membuatku sadar dari lamunan.

“Andwae!! Kyuu, apa yang kau lakukan barusan ha ?? Tadi kau berjanji tidak akan mengagetkanku lagi??” omelku sambil memukul-mukul badan Kyu.

“Memangnya kamu kaget? Bukannya senang ya?” goda Kyuhyun.

“Kyuu!!” aku berteriak malu. Yang diteriakin malah tertawa senang.

“Malu tauu,” ujarku manyun.

“Tapi suka kaaann??” goda Kyu lagi.

“Aaarrggghhh !! Ayo pulang!” benar-benar malu aku sekarang. Tapi tiba-tiba saja Kyuhyun menarikku untuk duduk kembali. Kyuhyun mngeluarkan sesuatu berwarna perak dari kantong celana seragamnya. Aku melihat kalung berliontin anjing yang tadi aku lihat di dalam toko, tapi sekarang ada di depan mataku.

“Kyu, ini…”

“Ini kan barang yang sangat kau inginkan? Yang kau lihat di toko perhiasan tadi?” Tanya Kyuhyun. Aku mengangguk.

“Bagaimana kau bisa tau?” tanyaku heran.

“Aku tau seperti apa kau. Ayo berbalik,” aku hanya menuruti perkataan Kyuhyun. Kyuhyun memasangkan kalung tersebut di leherku.

“Nah, sudah,” aku berbalik menghadap Kyuhyun.

“Baguskah?” tanyaku.

“Jelek. Terlalu bagus untukmu,” ucap Kyuhyun dengan sadisnya. Aku hendak melepas kalung itu, tetapi Kyuhyun mencegahnya.

“Hahaha, aku hanya bercanda Minrae. Bagus kok,” ucapnya. Aku tersenyum lebar.

“Gomawo, Kyu,” kataku sambil tersenyum. Kyuhyun hanya tersenyum sebagai jawaban.

“Sepertinya sudah sore. Ayo pulang,” ajak Kyuhyun. Aku mengangguk tanda setuju.

————-<3❤ <3————-

“Aku pulang!”

Hm, sepi sekali. Tak ada yang menjawab.

Aku berputar-putar di dalam rumah, mencari keluargaku. Tetapi rumah sama sekali kosong, tak berpenghuni. Tapi eomma menulis sebuh note yg d temple pada kulkas.

Minrae, eomma dan appa pergi menjenguk halmeoni yang sedang sakit. Mungkin besok pagi kami baru pulang. Hankyung oppa juga sedang pergi, mungkin nanti malam baru pulang. Kau jaga rumah baik-baik ya sayang ^^

With Love,

eomma & appa

Huft, lagi-lagi sendirian di rumah. Eomma dan appa sibuk terus akhir-akhir ini. Hankyung oppa juga sedang hangat-hangatnya dengan Li Yin jie jie. Pastilah mereka kencan hari ini.

Aku langsung berlari ke kamarku untuk segera mandi dan beristirahat. Ketika sedang asyik ngemil, tiba-tiba ada suara klakson mobil yang berisik di depan rumahku. Aku segera membuka tirai jendela kamarku dan melihat siapa yang seenak jidat membunyikan klakson di depan rumahku dengan sangat berisik.

“Sungmin,”

————-<3❤ <3————-

“Nih,”

Sungmin menempelkan es krim yang sangat dingin ke pipiku. Oh God~ es krim lagi

“Gomawo,” aku langsung melahap es krim tersebut dengan nikmat.

“Bagaimana tadi jalan sama Kyu?” tanya Sungmin.

“Tak usah di tanya. Seperti tidak tau Kyu saja,” ceritaku. “Janjinya hanya beli es krim, eh malah beli makanan lain,” Sungmin tertawa mendengar keluhanku. Tiba-tiba Sungmin mendekat dan memegang liontin kalung yang tadi Kyuhyun belikan untukku.

“Hmm, sepertinya aku belum pernah melihat kalung ini,” ujarnya bingung.

“Oh, iya memang. Ini dari Kyu. Tadi ia membelikannya untukku,” jelasku.

“Ohh,” jawabnya singkat. Suasana hening.

“Katanya tadi ia menciummu ya?” tanya Sungmin yang membuat ku tersedak.

“Uhuk, uhuk… Uhuk,”

“Mi, mian Minrae. Gwaenchanayo?” Sungmin menepuk-nepuk punggungku.

“Ah, ya. Gwaenchana,” jawabku sambil menenangkan diri. setelah tenang, aku mulai berbicara.

“Dari mana kau tau?” tanyaku menyelidik.

“Kyu sendiri yang bilang,” jawab Sungmin dengan polosnya.

“Aaaaarrrgghhh, Kyuuu !!” teriakku kesal. Kenapa sih bocah tengil itu harus bilang-bilang sama Sungmin ??

Sungmin yang melihat reaksiku hanya tertawa. “Begini Minnie-ah, biar aku jelaskan,” ujarku dengan panik. “Aku marah ketika ia menakut-nakutiku dengan seekor cicak, lalu tiba-tiba saja ia menciumku. Jangan salah paham dulu, Minnie,”

Sungmin malah tertawa. “Kau ini kenapa Minrae-ah? Biasa aja kali, tak ada yang perlu di jelaskan,” kata Sungmin. “Tak ada kesalah pahaman. Kita ini kan sahabat,”

Hah? Iya, kenapa aku jadi aneh begini? Kenapa aku harus menjelaskannya pada Sungmin? Kenapa aku jadi takut Sungmin salah paham? Sungmin tidak akan salah paham, kita kan sahabat…

“Minrae, sebenarnya Kyuhyun itu,” tiba-tiba saja omongan Sungmin terputus. Aku memperhatikannya dengan heran.

“Kyuhyun kenapa, Minnie?” tanyaku penasaran.

“Ah, aniyo. Tidak, tidak apa. Tidak jadi,” ucapnya agak gugup. Aku manyun

“Ohh, begitu yaa, mulai main rahasia-rahasiaan sama aku. Okee,” kataku agak kesal.

“Minrae, ini rahasia laki-laki, kau harus mengerti. Suatu saat nanti kau pasti akan mengetahuinya,” jelas Sungmin sambil tersenyum. Entah kenapa melihat senyuman Sungmin rasa kesalku menjadi hilang. Aku ikut tersenyum.

“Baiklah. Tunggu saatnya aku tau. Hha,”

Aku menyenderkan kepalaku di bahu Sungmin. Rasanya nyaman sekali, beda jika aku sedang bersama Kyuhyun.

“Minnie, apakah ada seseorang yang spesial di hatimu?” tanyaku tiba-tiba.

“Kenapa tiba-tiba kau tanya seperti itu Minrae?” tanya Sungmin.

“Tidak, tidak apa. Aku hanya ingin jika ada, kau menceritakan siapa dia. Aku ingin kau berbagi denganku dan Kyuhyun. Kau kan yang paling diam diantara kami,”

Sungmin tertawa. “Baiklah, putri kecilku. Aku akan menceritakannya jika ada,” jawabnya sambil mengelus-elus kepalaku.

To be Continued…

4 thoughts on “FF: The One I Love”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s