The Happiness Moment in My Life – Part 2

Author  : Vay ^_~

Cast       : Super Junior; Shinee; Park Min Jee/Ga Eul

Category: Love/Friens series; Chapter


Sore itu gerimis. Aku mengintip keluar dari balik tirai jendela kamar. Entah sudah berapa kali aku melakukan itu. Ya, aku menunggu oppa-oppa ku datang. Mereka belum juga pulang dari tadi pagi. Aku sungguh bosan tidak ada mereka yang menemaniku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk jalan-jalan. Aku berkeliling dorm. Sambil jalan-jalan aku pun menghapal jalannya, karena takut nyasar. Semua orang yang aku lewati terus memandangku. Apakah aku aneh? Pikirku curiga. Aku terus berjalan tanpa memperdulikan mereka. Akhirnya aku sampai didepan sebuah pintu. Aku ingat benar, kalau aku pernah kesini. Aku mencoba membuka pintu itu. Lagi, aku melihat remaja laki-laki yang waktu itu aku lihat. Saat aku sedang mengintip, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Aku kaget setengah mati. Reflex aku memukul-mukul orang yang mengagetkanku. Aku terus memukulnya karena panik. Saat dia mulai merintih kesakitan, aku berhenti memukulnya. Aku menatapnya dan memasang wajah memelasku.

“Kamu siapa?” ucapku setengah berteriak.

“Kau gadis yang dibawa oleh Leeteuk hyung bukan?” ucapnya sambil senyum-senyum.

Kali ini aku benar-benar tidak mengerti.

“Hai, namaku Key.” ucapnya mengajakku berkenalan sambil membungkukkan badannya.

“Namaku Ga Eul.” Jawabku masih bingung. Pikiranku masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan.

“Ayo!” dia mengajakku kedalam ruangan itu. Seakan dia tahu apa yang aku inginkan. “Hai guys!” dia menyapa teman-temannya yang berada di dalam. “Kenalkan, namanya Ga Eul. Dia gadis yang dibawa Leeteuk oppa kesini. Dia sangat lucu. Aku bertemu dengannya di depan pintu. Dia sedang mengintip kita latihan.”

Tanpa basa-basi, teman-temannya memperkenalkan diri mereka masing-masing padaku.

“Hai, namaku Minho.”

“Namaku Taemin. Aku lebih muda darimu, jadi aku harus memanggilmu nuna.”

“Namaku Onew.”

“Namaku Jonghyun.”

“Kau berasal dari mana” ucap Key ramah padaku.

“Aku dari Jejudo.”

Aku menghabiskan waktu bersama mereka disana. Onew, Key, Minho, Jonghyun, dn Taemin. Mereka juga merupakan sebuah grup boy band. Namanya Shinee. Aku memang kurang tahu tentang mereka. Aku hanya pernah mendengar nama grup mereka saja. Aku pun menemani mereka latihan. Mereka pun tidak kalah baik dengan para member Suju. Tidak terasa, jarum jam menunjukkan pukul 08.00 malam.

“Aku lapar. Pantas saja sudah jam delapan. Ayo kita makan!” ajak Minho. Aku mengangguk setuju. Karena dari tadi siang aku belum makan apapun. Mereka mengajakku ke sebuah restoran. Selama di Seoul, aku belum pernah keluar dari dorm. Karena para member Suju tidak punya waktu untuk mengajakku jalan-jalan. Mereka terlalu sibuk. Suasana malam kota Seoul benar-benar indah. Karena terlalu asik mengobrol kami jadi lupa waktu. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam.

“Ga Eul, pakai jaketku.” Key memberikan jaketnya padaku saat kami akan pulang. Udara malam itu memang sangat dingin. Karena akan memasuki musim dingin. Kami baru sampai di dorm pukul satu pagi. Keadaan dorm benar-benar sudah sepi dan gelap. Hanya ada beberapa satpam yang sedang jaga malam. Sebelum kembali ke kamarnya, mereka mengantarku terlebih dahulu. Kamar mereka berada di lantai sepuluh.

Saat masuk kamar, semua member Suju ada disana. Wajah mereka terlihat sangat cemas. Ada apa? Mata mereka secara bersamaan langsung menatap kearahku. Mereka terlihat marah. Aku tidak sanggup menatap mereka satu persatu. Leeteuk oppa yang menurutku tatapannya paling menakutkan. Aku takut. Aku menundukkan kepalaku saat masuk kamar. Kyuhyun oppa mendekatiku dan memapahku masuk kedalam kamar dan mendudukkan ku di sofa. Sepertinya hanya dia yang terlihat tidak marah. Aku terus menunduk. Para member Shinee pun tidak luput dari tatapan mereka yang menakutkan.

“Mianhae . . .!” ucap Minho.

“Darimana saja kalian? Kemana kalian bawa Ga Eul?” ucap Leeteuk oppa dengan nada tinggi. Baru kali ini aku lihat, Leeteuk oppa semarah itu. Para member Shinee menundukkan kepalanya. Bukan hanya Leeteuk oppa yang memarahi mereka, tapi member Suju lain memarahi mereka kecuali Kyuhyun oppa. Dia masih berada di sampingku dan menenangkanku. Aku benar-benar takut. Aku tahu mereka marah karena mereka sangat mengkhawatirkan aku.

“Sekarang kalian kembali ke kamar kalian!” ucap Heechul oppa. Mereka membalikkan badan kemudian keluar dari kamar. Aku mengejar mereka keluar.

“Tunggu!” Mereka menghentikan langkah mereka dan menghadap padaku. Wajah mereka terlihat sedih. “Mianhae . . . Kamsahamnida . . .!” aku membungkukkan badanku.

“Tidak apa-apa. Kami baik-baik saja. Masuklah ke kamar, udaranya sangat dingin.”

Aku kembali ke kamar. Perasaanku masih takut. Aku takut kena marah oppa-oppa ku. Tapi aku memberanikan diri masuk. Aku lihat tatapan mereka mereka menyiratkan kekecewaan. “Mianhae . . .!!” ucapku dengan penuh rasa menyesal. Tanpa terduga, Leeteuk oppa memelukku erat. Dan memapahku ke tengah ruangan. Aku seperti penjahat yang akan diintrogasi oleh polisi.

“Kamu pergi kemana bersama mereka?” ucap Leeteuk oppa lembut.

“Aku hanya menemani mereka latihan dan makan malam bersama mereka.”

“Kenapa kau tidak ijin dulu pada kami?” kali ini Yesung oppa yang berbicara, tak kalah lembut.

“Kalian pergi sejak pagi. Aku sungguh bosan, jadi aku berkeliling dorm dan bertemu mereka. Aku tidak bisa memberi tahu kalian karena aku tidak memiliki nomor telpon kalian. Mianhae . . .!” aku benar-benar takut. Aku berusaha menahan air mataku keluar.

“Sudahlah, kalian jangan menanyainya terus. Kalian tidak lihat dia udah hampir mau menangis. Lagi pula, biarkan saja dulu dia istirahat. Dia baru pulang.” Ucap Hankyung oppa membelaku.

Tiba-tiba Leeteuk oppa memelukku. “Mianhae . . .! sekarang kau istirahat!” Leeteuk oppa memapahku ke kasur dan menyelimutiku. Seketika lampu kamar dimatikan, aku mulai teridur.

@@@

Aku kaget, semua member sedang berkumpul dikamar saat aku membuka mataku.

“Selamat pagi. Kau sudah bangun?” ucap Kangin oppa.

“Ada apa? Kenapa semuanya berkumpul disini?”

“Ada yang mau kami bicarakan padamu.” Ucap Shindong oppa. Wajahnya tampak serius.

“Tentang apa?” aku sungguh takut, kalau mereka tahu aku berbohong pada mereka.

“Kemarin malam, kami ditegur oleh pihak perusahaan. Kau tidak boleh tinggal lagi disini.” Jelas Sungmin oppa.

Aku menundukkan kepalaku. Apa artinya aku harus kembali ke Jejudo?

“Kau tidak perlu sedih seperti itu!” ucap Kyuhyun oppa seraya mendekatiku. Aku mendongakkan  kepalaku menatap wajah Kyuhyun oppa. Ada sebuah senyuman disana. “Kami sudah menyiapkan apartement untukmu. Letaknya diseberang gedung ini kok. Jadi kamu bisa setiap hari kemari!” jelasnya.

“Sekarang kau cepat mandi. Setelah itu kami akan mengantarmu kesana.”

“Ok!” tidak apa-apa aku tidak bisa tinggal bersama mereka, asalkan aku bisa tetap dekat dengan mereka. Oppa saranghae . . .!!

Saat kami membuka pintu, kami langsung berhadapan dengan ruang tamu yang cukup besar. Dan ada dua buah kamar tidur disana. Dan sebuah dapur yang minimalis berada di pojok ruangan.

“Kami sengaja tidak mengisi apartement ini dengan barang-barang. Karena kami ingin kamu yang menata apartement ini.” Ucap Wooky oppa.

“Ayo kita pergi sekarang!” ucap Donghae oppa.

“Kemana?” tanyaku bingung.

Para member menyeretku keluar apartement. Aku masih tidak tahu mereka akan membawaku kemana. Akhirnya kami berhenti disebuah mall. “Kita mau ngapain kesini?” tanyaku bingung. Ditambah lagi dengan dandanan mereka. “Kalian lagi ngapain?”

“Kami lagi nyamar. Kalau kami tidak melakukan ini. Kami bisa mati.” Ucap Leeteuk oppa. Owh, aku mengerti. Mereka melakukan ini untuk menghindari para E.L.F. setelah mereka selesai berdandan, kami baru keluar dari mobil. Semua mata tertuju pada kami. Alasannya, yang pertama, kok bisa gadis seimut aku bersama mereka yang dandanannya aneh, dan yang kedua, mereka pasti berpikir dari mana para makhluk aneh ini datang.

“Oppa, kalian mempermalukan aku.” Aku mengerucutkan bibirku.

“Tenanglah, lagi pula mereka tidak mengenalimu. Yang penting, hari ini kau bisa jalan-jalan bersama kami. Kami sengaja membatalkan semua acara kami hanya untukmu. Kau senang bukan?” ucap Eunhyuk.

Aku menganggukkan kepalaku. Toko yang pertama kami datangi adalah toko handphone. Setelah itu kami berkeliling mall mencari barang-barang untuk mengisi apartementku. Pulang dari mall kami langsung ke apartement. Kami belanja banyak barang.

“Hyung, barang-barangnya sudah datang.” Teriak Kyuhyun oppa dari mulut pintu. Barang-barang yang kami pesan sudah datang, seperti meja, kasur, kursi, dan barang-barang lainnya. Satu-persatu barang dimasukkan.

“Barang-barangnya sudah ada. Sekarang tinggal kamu tata. Kami akan membantumu.” Ucap Sungmin oppa semangat.

“Baiklah kalau begitu. Sekarang aku akan membagi tugas. Donghae oppa, Eunhyuk oppa, Kibum oppa dan Kyuhyun oppa di kamar utama. Hankyung oppa, Heechul oppa, dan Eeteuk oppa di kamar yang satunya. Kangin oppa dan Wooky oppa di dapur. Dan sisanya di ruang tamu. Gimana, ada yang mau protes?” semuanya menggeleng dan berjalan menuju tempat yang ditentukan. “Oppa bukan ke kiri tapi ke kanan. Tapi . . . kayanya emang bagus ke kiri deh. Coba ke kiri lagi oppa.”

“Hya . . . Ga Eul, kamu maunya apa? Meja ini berat tahu.” Ucap Sungmin oppa.

“Mianhae oppa . . .” bukan hanya Sungmin oppa yang kena kecerewetanku, tapi semua member. Kami baru selesai pada pukul 07.000 malam. Aku memasakan makanan untuk mereka. Karena terlalu lelah, malam itu mereka menginap di apartement.

Aku lihat jarum jam menunjukkan pukul 05.00 pagi. Aku keluar kamar. Kulihat Leeteuk oppa, Heechul oppa, Hankyung oppa, Yesung oppa, Kangin oppa dan Shindong oppa tertidur di ruang tamu. Aku mengambil mantel dan beberapa selimut di kamar. Setelah menyelimuti mereka, aku keluar dari apartement. Aku pergi ke pasar dan membeli beberapa sayuran. Saat aku pulang mereka belum juga bangun.

“Kasihan, pasti mereka kelelahan.” Gumamku saat mereka masih tertidur pulas. Aku mulai memasak. Kulihat Eunhyuk oppa keluar dari kamar. Dia berjalan kearahku. “Selamat pagi oppa. Tidurmu nyenyak?” tapi semakin mendekat, kulihat mata Eunhyuk oppa masih tertutup. “Oppa!” Panggilku sekali lagi agak keras. Eunhyuk oppa masih menutup matanya. “Oppa ngelindur ya?” ucapku sambil cengar-cengir. Dengan segera aku mengambil hanphoneku. Aku merekam Eunhyuk oppa.

“Oppa!” ucapku menggoda Eunhyuk oppa.

“Wae . . .?” tak kusangka oppa menjawabnya. Aku makin cekikikan saja.

“Oppa kenapa sudah bangun?”

“Aku mencium bau makanan.”

“Oppa lapar?”

“Ne.”

“Mau aku suapi?”

“Ne.”

Kemudian aku menyuapinya dan masih merekamnya. “Oppa sudah kenyang?”

“Ne.” setelah memberinya makan dan minum. Eunhyuk oppa kembali ke kamar dan melanjutkan tidur. Aku benar-banar tidak tahan ingin tertawa. Tapi aku menahannya, karena takut member yang lain terbangun.

Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 pagi. Aku membangunkan semua member. “Oppa ayo bangun. Bukankah jam delapan nanti, oppa aja pekerjaan?” terlebih dahulu aku membangunkan Leeteuk oppa.

“Ani . . .”

Kesabaranku sudah habis. Kali ini aku membangunkannya dengan paksa. Barulah mereka semua bangun. Jam setengah delapan mereka semua sudah siap. Aku menghidangkan makanan yang aku masak tadi di meja.

“Aneh, kenapa aku tidak lapar? Tapi rasanya sudah kenyang sekali.” Ucap Eunhyuk oppa.

“Hyukjae, sepertinya kamu tidur sambil berjalan lagi. Kemudian makan tanpa sadar lagi.” Ucap Donghae oppa.

Aku ketawa-ketiwi mendengar obrolan mereka.

“Ga Eul, sepertinya kau tahu sesuatu?” selidik Siwon oppa.

“Ne.” aku tidak bisa menghentikan tawaku. “Ayo kita makan. Nanti kalian terlambat.”

Berada di apartement sendirian rasanya membosankan sekali. Oppa lagi pada ngapain ya? Aku teringat dengan kejadian tadi pagi. Aku tertawa sendiri. Apa aku sms Eunhyuk oppa?

Oppa, kalau ada waktu datanglah hari ini ke apartement. Ada yang ingin aku tunjukkan padamu. Jangan mengajak yang lainnya, datanglah sendiri.

Beberapa menit kemudian, ada sms balasan dari Eunhyuk oppa.

Wae . . .?! kita baru bertemu tadi pagi. Kau sudah kangen padaku? Baiklah aku akan datang sendirian. Aku akan datang pada jam makan siang, jadi siapkan makanan untukku.

“Oppa kenapa belum datang? Lama sekali.”

Ting . . . tong . . .

Terdengar suara bel berbunyi. Aku segera berlari menuju pintu. “Oppa, kenapa lama sekali?”

“Mianhae . . . aku harus memberi alasan kepada yang lain untuk pergi.”

“Lalu apa yang kau jadikan alasan untuk bisa pergi dari mereka?”

“Kamu tidak usah tahu. Itu rahasia laki-laki. Jadi kenapa kau tiba-tiba menyuruhku datang?”

“Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

Kami duduk di ruang tamu. Kemudian aku mengeluarkan handphone dan menunjukkan rekaman video tadi pagi.

“Apa ini? Kau sungguh tidak sopan.”

“Mianhae . . . soalnya kau lucu sekali.”

“Pantas saja tadi pagi aku tidak lapar.”

“Mianhae . . . kau belum makan kan? Aku sudah menyiapkan makan untukmu. Sekarang makanlah!”

“Kau mau menyogokku dengan makananmu ini?”

“Ani . . . ayo cepat makanlah.” Eunhyuk oppa makan lahap sekali.

“Ga Eul, au enapa dak emasak ging?”

“Apa yang kau katakana oppa? Aku tidak mengerti. Telan dulu makananmu!”

“Kenapa kau tidak memasak daging untukku? Aku kan sudah mengangkat barang kemarin aku lelah sekali.” Ucap Eunhyuk oppa setelah menelan makanannya.

“Apa katamu? Oppa, aku tahu kau tidak boleh makan daging kalau kau tidak menang penghargaan.”

“Mereka kan tidak tahu. Asalkan berat badanku tidak bertambah terlalu banyak. Mereka tidak akan tahu.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan memasak daging untuk kalian. Tapi seminggu sekali ya?”

“Kau memang dongsaengku yang paling manis dan baik.”

“Jadi kau memujiku kalau ada maunya saja?”

“Ani . . . dari pertama mengenalmu. Aku tahu kau itu baik.” Ucap Eunhyuk oppa sambil cengengesan. Aku mengerucutkan bibirku.

@@@

Malam ini sendiri lagi. Mereka sedang apa ya disana? Aku menatap gedung SM yang tepat berada didepan gedung apartementku. apa aku kesana saja? Sebelum aku pergi ke SM, aku memasak makanan untuk mereka.

Aku kini berada di meja recepcionist.

“Maaf para member Suju sedang keluar.” Ucap recepcionist itu ramah. Ada perasaan kecewa dalam hatiku. Aku memutuskan untuk kembali ke apartement. Tepat saat aku berada di depan pintu keluar ada yang memanggilku.

“Ga Eul!” aku membalikkan tubuhku. Ternyata Minho yang memanggilku. Aku tersenyum padanya. Dia berlari mendekatiku. “Ga Eul, bagaimana kabarmu? Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatmu di dorm.”

“Iya, aku sekarang tinggal di apartement yang ada di seberang jalan.”

“Kau mau bertemu dengan Leeteuk hyung ya?”

Aku mengangguk. “Yang aku tahu, mereka sedang pergi keluar kota. Mereka tidak memberitahumu?” aku menggeleng. “Apa yang kau bawa di tanganmu itu?”

“Oh, ini makanan yang aku masak untuk para oppaku. Tapi mereka tidak ada.”

“Malam ini kami tidak ada acara. Bolehkah kami main ke apartementmu?” aku mengangguk senang. “Kalau begitu aku menelpon yang lainnya dulu.”

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya member Shinee yang lain dating. Kami pun langsung ke apartementku.

“Wah, apartementmu nyaman sekali? Kau pintar memilih.” Ucap Onew yang langsung membantingkan tubuhnya ke sofa.

“Bukan aku yang memilihnya. Tapi opp-oppaku.” Ucapku dari dapur. Sedang menyiapkan makanan untuk mereka.

“Wanginya tercium sampai depan.” Key dating menghampiriku.

“Kau sedang apa disini. Ayo tunggu didepan saja.” Ucapku agak ketus.

“Hya, kau ketus sekali. Aku hanya ingin membantumu.”

“Kalau begitu bawa piring-piring itu kedepan.” Key mengikutiku dari belakang. “Makanan sudah siap.” Ucapku saat memasuki ruang tamu.

“Wah, wangi sekali.” Ucap Taemin.

Malam itu aku tidak jadi sendirian, ada Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin yang menemaniku.

“Ga Eul kami pulang dulu. Kamsahamnida makan malamnya. Lain kali bolehkan kami dating lagi?” ucap Jonghyun.

“Tentu.” Ucapku yang berdiri dibalik pintu. Setelah mengantar mereka pulang, aku langsung menutup pintu dan menyambar handphone yang berada di meja ruang tamu. Berharap salah satu oppaku menghubungiku. Tidak ada. Aku kecewa sekali. “Kenapa mereka belum telpon aku sih? Terus, kenapa mereka tidak bilang padaku kalau ada acara di luar kota.” Aku mencoba menghubungi mereka, dan hasilnya tidak satupun dari mereka yang handphonenya aktif. “Bengong sendirian lagi deh.” Ucapku sambil memandang keluar jendela.

Ting . . . tong . . .

Aku langsung berlari membuka pintu, berharap itu mereka,

“Annyong hashimnikka?” ternyata seorang kurir. Ucapku dalam hati. Kurir itu membungkukkan badannya. Aku pun membalasnya. “Ada kiriman untuk anda.” Kurir itu memberikan sebuah bingkisan padaku. “Tolong tanda tangan disini untuk tanda bukti penerimaan.”

Aku segera masuk kedalam. Ini dari siapa? Perasaan gak ada yang tahu aku di Seoul. Apa mungkin dari oppa? Aku segera membukanya. Ternyata boneka beruang dan jumlahnya tiga belas. Ada secarik kertas disana.

Dear my dongsaeng . . .

Maaf kami pergi tanpa pamit. Kami pergi pagi-pagi sekali. Kalau kami harus bilang dulu padamu, kami takut kau masih tidur dan akan mengganggu tidurmu. Sebagai permintaan maaf, kami kirimkan tiga belas boneka beruang untukmu. Anggaplah itu kami. Kami tidak bisa menghubungimu karena disini tidak ada signal telpon. Selama kami disini, kami akan sering mengirimimu hadiah untuk menemanimu. Jangan sembarangan membawa masuk orang kedalam rumah. Hati-hati di rumah! Mianhae . . .!Saranghae . . .!

Leeteuk oppa, Heechul oppa, Hankyung oppa, Yesung oppa, Kangin oppa, Shindong oppa, Sungmin oppa, Eunhyuk oppa, Donghae oppa, Siwon oppa, Wooky oppa, Kibum oppa, Kyuhyun oppa ^_^

Aku mengerucutkan bibirku setelah membaca surat dari mereka, “Mereka tega. Beraninya meninggalkanku sendiri disini.” Gerutuku. Selama seminggu aku terus mendapatkan bingkisan dari mereka. Macam-macam yang mereka kirimkan untukku. Gantungan kunci, patung-patung kecil, topi, baju, dan banyak lagi. Dan setiap sekali kirim, setiap barang selalu berjumlah tiga belas. Aku senang, tapi kalau begini terus aku bosan juga. “Kenapa sih mereka belum juga pulang.”

Ting . . . tong . . .

“Ah paling kurir lagi. Apa lagi yang mereka kirim untukku?” aku berjalan malas-malasan menuju pintu. Aku sengaja memperlambat langkahku. Saat aku membuka pintu, aku kaget. Bukan orang yang ada di depanku, tapi sebuah boneka Beruang yang besar.

“Waaa . . . “ aku berteriak kemudian menutp pintu dan berlari ke kamar. Aku langsung menutupi seluruh tubuhku dengan selimut. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, pintunya belum dikunci. Aku gak berani kembali lagi hanya untuk mengunci pintu, aku terus bersembunyi di balik selimut sambil menangis.

Klek . . . terdengar suara pintu terbuka. Jangan-jangan beruang tadi yang masuk. Bagaimana ini? Aku takut. Aku tidak merasakan selimut yang menutupi tubuhku. Aku mencoba membuka mata, dan benar saja. Selimut yang tadi kugunakan untuk menutupi tubuhku sekarang sudah tidak ada. Kemana? Aku rasa keaadaan sudah aman. Aku membuka mataku dan bangkit dari posisi tubuhku yang tertidur. Aku mengusap air mataku dan mencoba mengatur napas. Saat aku bangun.

“Waaaa . . .” aku berteriak lagi. Sekarang bukan hanya Beruang yang ada di hadapanku, tapi Dinosaurus, Monkey, Pig, Sapi, Kelinci, Kodok, Kucing, Penguin, Anjing, Panda, Burung Hantu, dan Harimau. Mereka semua sedang berjajar didepanku. Aku menutup mata dengan kedua tanganku sambil menangis.

“Ga Eul, gwaenchanayo?” aku kenal suara itu. Gak mungkin Leeteuk oppa ada disini. Itu pasti hanya halusinasiku saja. Mungkin karena aku kangen padanya. Aku terus menangis. Aku merasakan ada yang mengoyang-goyangkan tubuh. Ini bukan mimpi. Aku mendongakkan kepalaku. “Oppa . . .!” benar itu Leeteuk oppa. Aku langsung memeluknya. Aku menangis di disandarannya.

“Ga Eul, kau kenapa?” ucapnya lembut.

“Tadi ada banyak sekali binatang disini. Mereka besar-besar.”

“Itu bukan binatang. Tapi kostum binatang. Itu kami.”

Aku langsung melepaskan pelukanku dari Leeteuk oppa. “Wae . . .?! oppa keluar sekarang!” aku berteriak pada Leeteuk oppa. Leeteuk oppa terlihat sekali kaget melihatku yang tiba-tiba marah. Leeteuk oppa menurutiku. Setelah Leeteuk oppa keluar, aku langsung mengunci pintu kamar dari dalam. Aku mengurung diri di dalam kamar semalaman sambil terus menangis. Kudengar suara Sungmin oppa, Siwon oppa, Kibum oppa, Eunhyuk oppa, Kyuhyun oppa membujukku keluar. Aku tetap diam dalam posisiku. Karena terlalu lelah, akhirnya aku tertidur.

Cahaya matahari masuk kedalam kamarku dengan bebas. Tanpa terhalangi tirai jendela. Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Saat melihat keadaan ruang tamu. Binatang-binatang itu masih ada. Mereka sedang tertidur.

“Waaa . . .” aku berteriak lagi. Kemudian kembali masuk ke kamar. Saat mendengar teriakanku, binatang-binatang itu terbangun.

“Ga Eul . . .!” aku tahu benar itu suara Heechul oppa. “Gwaenchanayo?” ucapnya sedikit berteriak dari luar kamar.

“Kenapa binatang-binatang itu masih disini?”

“Ga Eul, itu bukan binatang. Itu hanya kostum binatang.” Kali ini Leeteuk oppa yang berbicara.

“Aku tidak mau tahu. Kalau kalian ingin bertemu denganku lagi, buang binatang-binatang itu!”

Setelah menunggu kurang lebih selama tiga puluh menit mereka memanggilku lagi. “Ga Eul, kami sudah menyingkirkan kostum binatang itu. Sekarang keluarlah!” ucap Shindong oppa dari luar.

Aku keluar dari kamar. Shindong oppa menyambutku di depan pintu dengan raut wajah khawatir. Kemudian menuntunku bergabung di ruang tamu bersama yang lainnya. Raut wajah mereka terlihat sekali kalau mereka sedang khawatir.

“Ga Eul, gwaenchana?” ucap Kangin oppa sambil memberikan segelas air padaku. Aku duduk diantara Siwon oppa dan Kibum oppa. Siwon oppa merangkulku.

“Ga Eul, ada apa denganmu? Matamu sembab, kau menangis semalaman?” ucap Siwon oppa. Aku diam tidak langsung menjawab.

“Ga Eul, maafkan kami kalau kami sudah membuatmu takut.” Ucap Kyuhyun oppa.

“Saat aku berumur sepuluh tahun. Aku pernah di culik oleh orang yang berkostum. Jadi semenjak itu, aku selalu takut dengan kostum-kostum seperti itu.”

“Mianhae . . .” Hankyung oppa mendekatiku dan memegang tanganku. Aku mengangguk.

“Oppa tidak salah, aku saja yang babo tidak memberitahu kalian sebelumnya.” Ucapku sambil memukul-mukul kepalaku.

“Hyaa hentikan! Kalau kau melakukan itu, kau akan bertambah babo.” Ucap Kibum oppa sambil menghentikan tanganku.

“Makanan dating . . .!” ucap Wooky oppa yang dating dari dapur.

“Wooky oppa masak?” ucapku heran.

“Aku jarang memasak saja. Padahal aku suka memasak.”

“Dia hanya bisa masak ramen.” Ucap Kyuhyun oppa.

Aku dan member lain tertawa mendengarnya. Sementara Wookie oppa hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

To be continue . . .

4 thoughts on “The Happiness Moment in My Life – Part 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s