THE HAPPINESS MOMENT IN MY LIFE [last part]

Part 1 Part 2

Author  : Vay ^_~

Cast       : Super Junior; Shinee; Park Min Jee/Ga Eul; Lee Jin Ah; Yi Jeong

Category: Love/Friens series; Chapter


“Sudah sebulan . . . bagaimana keadaan Jejudo sekarang?” gumamku sambil memandang keluar.  jendela. Terdengar suara pintu di ketuk. Aku beranjak dari dudukku kemudian berjalan ke pintu. Aku membukanya.

“Hai . . .” ternyata Key yang dating.

“Wae? Kemana yang lainnya? Kau dating sendiri?”

“Ya, aku sengaja dating kesini. Ini, aku membawakanmu makanan.” Key memberikan bungkusan yang ada di tangannya.

“Masuklah.” Ajakku. Sementara Key berjalan menuju ruang tamu, aku berjalan ke dapur. Menyiapkan camilan untuknya. “Ada apa kau tiba-tiba dating kesini.” Ucapku saat memasuki ruang tamu. Kemudian duduk di sofa.

“Hya . . . apa aku harus lapor dulu sebelum aku dating kesini?” ucap key tanpa memandangku.

“Ani . . . bagaimana kalau aku tidak ada saat kau dating?”

“No problem, aku bisa menunggumu sampai pulang.”

“Kau nekat sekali, sebenarnya ada apa?”

Key beranjak dari duduknya. Dia mendekatiku dan menatapku dalam-dalam. Punggung tangannya mengusap pipiku lembut. Jantungku berdebar keras, wajahku pun memerah. “Ga Eul, saranghae . . .” Key memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya padaku.

Andwae . . . andwae . . . bukan Key yang aku cintai. Aku harus menahannya.

Wajah Key semakin mendekat. Aku menjauhkan wajahku dari. Key membuka matanya.

“Wae . . .” Tanya Key heran.

“Mianhae . . . tapi aku tidak mencintaimu. Kalau kita teruskan ini, kita berdua akan sama-sama terluka. Mianhae . . .”

“Aku pulang dulu.” Key mengambil jaket kulitnya yang tergeletak di atas sofa kemudian berjalan keluar apartement.

“Mianhae . . .”

Dorm SUJU.

Terdengar suara pintu diketuk. Kyuhyun beranjak dari kasurnya kemudian membuka pintu.

“Wae . . . kau tiba-tiba dating?” Tanpa dipersilakan, Key langsung masuk ke kamar Kyuhyun. “Wae, wajahmu murung sekali? Baru ditolak gadis ya?” Key mengangguk.

“Gadis mana yang berani menolakmu?”

“Dongsaengmu, Ga Eul.”

Deg, Kyuhyun benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan Key barusan. Jantungnya berebar keras.

“Apa yang dikatakannya?” ucap Kyuhyun berusaha tenang.

“Dia hanya berbicara, ‘dia tidak mencintaiku’.”

“Lalu?”

“Aku tidak mendengarkan penjelasannya lagi, aku langsung pergi.”

“Tenanglah, seorang laki-laki ditolak oleh wanita. Itu sudah biasa.”

“Ga Eul berbeda dengan gadis lain.”

“Ne.”

“Hyung, maukah kau membantuku?”

“Wae?”

“Bujuk dia agar mau berpacaran denganku.”

“Andwae . . .”

“Kenapa?”

“Kau tidak boleh memaksakan hati seseorang.”

Key menundukkan kepalanya kecewa. “Hyung, aku kembali ke kamar dulu.”

“Key!” panggil Kyuhyun sebelum Key keluar dari kamar.

“Wae?”

“Sejak kapan kau dekat dengan Ga Eul? Setelah malam itu, kau masih suka berhubungan dengannya?”

“Ne, setiap Hyung dan yang lainnya tidak ada. Kami selalu menemaninya.”

“Kami?”

“Ne, aku, Onew hyung, Jonghyun hyung, Minho dan Taemin.”

“Baiklah, hati-hati!”

“Kyun, di depan tadi aku bertemu dengan Key. Wajahnya terlihat sedih. Kau habis memarahinya?” ucap Sungmin yang baru dating.

“Ani, dia curhat padaku kalau dia baru ditolak seorang gadis.”

“Key ditolak seorang gadis? Aku tidak percaya.”

“Gadis itu, dongsaeng kita Ga Eul.”

“Wae?” Sungmin terbelalak kaget. “Sejak kapan mereka dekat? Kukira setelah malam itu, mereka tidak pernah bertemu lagi.”

“Aku kira juga begitu.”

“Kita harus cerita ke yang lainnya.”

“Andwae!” teriak Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Ada yang harus aku bicarakan padamu. Aku hanya akan cerita ini padamu saja.”

“Kau, menyukai Ga Eul?” selidik Sungmin.

Kyuhyun tidak menjawab. Wajahnya memerah padam. “Ah, ternyata benar. Dongsaengku ini.”

“Hyung-ah, kau jangan cerita kepada yang lain.”

“Ne . . .” ucap Sungmin sambil tertawa.

Ternyata, Key belum pergi. Key mendengar semua pembicaraan Kyuhyun dan Sungmin.

“Kalau Ga Eul menolak Key, mungkin Ga Eul menyukai seseorang. Dan pertanyaannya sekarang, siapa?” ucap Sungmin. “Bagaimanapun, kita harus membicarakan ini kepada yang lain. Kita tidak perlu membicarakan perasaanmu kepada yang lain.” Ucap Sungmin berusaha menenangkan Kyuhyun

Selesai latihan, Leeteuk mengajak para dongsaengnya ke apartement Ga Eul.

“Tunggu.” Ucap Sungmin. “Ada yang mau aku dan Kyuhyun bicarakan pada kalian.”

“Wae?” ucap Siwon.

“Ini tentang dongsaeng kita Ga Eul.”

“Ada apa?”

“Kemarin Key menyatakan cinta padanya.” Ucap Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa tahu?” ucap Shindong.

“Kemarin Key cerita padaku.”

“Lalu?” ucap Hankyung.

“Ga Eul menolaknya.”

“Aku dan Kyuhyun menyimpulkan, kalau Ga Eul mencintai seseorang.”

“Sejak kapan Ga Eul berhubungan dengan Key? Aku kira setelah malam itu, mereka tidak pernah bertemu lagi.”

“Setiap kita sibuk atau pergi keluar kota, Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin yang selalu menemani Ga Eul. Kita tidak tahu tentang itu.”

“Aku mohon, saat kita dating kesana. Jangan tanyakan soal ini padanya. Aku takut akan menyakiti hatinya.” Ucap Sungmin.

@@@

Aku sedang memasak saat terdengar suara pintu diketuk. “Siapa?” ucapku sedikit berteriak dari dalam. segera aku membuka pintunya.

“Ga Eul-ah, apa yang sedang kau lakukan? Lama sekali kau membuka pintu?” ucap Yesung oppa sambil mengacak-acak rambutku seraya masuk kedalam apartement.

“Oppa . . .” ucapku manja sambil merapikan rambutku. Satu persatu member Suju masuk. Mereka melakukan hal yang sama dengan Yesung oppa. Jadi aku harus merapikan rambutku beberapa kali. Setelah semuanya masuk, aku menutup pintu dan langsung berjalan ke pintu.

Sungmin oppa dating menghampiriku di dapur. “Ga Eul-ah,,, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Wae?”

“Hmm,,,” belum sempat Sungmin oppa bicara, Kyuhyun oppa dating.

“Hyaa,,, hyung-ah. Kau sedang apa disini? Kau dicari Hankyung hyung.”

“Baiklah. Ga Eul, saranghae . . .” ucap Sungmin oppa sambil senyum-senyum kemudian meninggalkanku dan Kyuhyun oppa di dapur.

“Oppa, jangan menontonku saja. Ayo bantu aku!”

“Ne,,,”

“Oppa kau kenapa? Lesu sekali, kau sedang ada masalah?”

“Ne,,,”

“Cerita padaku!”

“Ani,,, kalau aku cerita kau akan menertawaiku.”

“Ani,,, aku tidak akan menertawakanmu. Kau sedang jatuh cinta?”

“Ne.” ucap Kyuhyun oppa pendek. Deg, aku benar-benar kaget mendengarnya. Siapa? Gadis mana yang dicintai kyuhyun oppa? “Ga Eul-ah, kenapa kau malah melamun?”

“Ani,,, oppa aku pergi ke toilet dulu. Kau diam disini, jaga masakannya.”

“Ne.”

Aku berlari ke toilet. Melewati oppa-oppaku di ruang tamu yang sedang bermain. “Ga Eul-ah, kau mau kemana? Jangan berlari seperti itu!” ucap Kibum oppa.

“Aku mau ke toilet.” Aku menangis disana tanpa mengeluarkan suara.

“Ga Eul-ah, apa yang sedang kau lakukan didalam? Aku mau ke toilet.” Ucap Eunhyuk oppa dari luar.

“Ne.” aku segera membasuh wajahku agar tidak terlihat baru menangis.

“Kau lama sekali didalam.”

“Mian,,,!” aku segera keluar dan langsung melangkah ke dapur.

“Kau lama sekali?” gerutu Kyuhyun oppa.

“Mian,,,” aku langsung mengambil alih masakanku.

“Ga Eul-ah, cepat. Kami semua sudah lapar.” Ucap Donghae oppa yang menyusulku ke dapur.

“Ne. oppa bantu aku bawa ini semua.”

“Ne.” ucap Kyuhyun oppa dan Donghae oppa bersamaan.

@@@

Shinee

“Key, kenapa wajah murung seperti itu?” ucap Minho

“Aku tidak apa-apa. Tidak usah pedulikan aku.”

“Kau kenapa? Cerita pada kami!” ucap Onew.

“Hyung, kau sedang ada masalah?” ucap Taemin.

“Ani,,,” Key berteriak kepada teman-temannya kemudian pergi.

“Minho, setelah dia tenang cobalah bicara padanya.” Ucap Jonghyun.

“Ne,,,”

Key mengurung diri di kamar. Saat Minho masuk, Key sedang melamun di jendela. Pandangannya tertuju lurus ke gedung yang ada di seberang. Key tidak sadar dengan kedatangan Minho. Minho mendekati Key kemudian menepuk pundaknya. Key terperangah kaget.

“Wae,,,” ucap Key kesal.

“Mian,,, ceritakan padaku apa masalahmu!”

“Ani,,, itu tidak penting.”

“Hyaa, kau saudarku, kau juga sahabatku. Kalau kau ada masalah, kau harus cerita. Jangan dipendam sendiri.”

“Aku baru di tolak seorang gadis.” Ucap Key akhirnya.

“Gadis mana yang bisa membuatmu sampai seperti ini?”

“Ga Eul.” Ucap Key pendek.

“Wae?”

Key mengangguk, “Tapi sebenarnya bukan karena aku ditolak aku seperti ini, ternyata Kyuhyun hyung juga menyukai Ga Eul.”

“Lalu yang dipilih Ga Eul Kyuhyun hyung?”

“Ani,,,” Key menggeleng. “Dia tidak memilih siapapun, karena Kyuhyun hyung tidak menyatakan cintanya pada Ga Eul. Ga Eul tidak mengetahui perasaan Kyuhyun hyung.”

Minho mengangguk-ngangguk mengerti. “Lalu apa yang kau permasalahkan sekarang?”

“Siapa laki-laki yang dicintai Ga Eul, sampai-sampai dia menolakku.”

“Sudahlah, lebih baik kau tidak tahu. Kalau kau tahu, perasaanmu akan lebih sakit lagi.”

Key, I’m sorry! Aku tidak bisa memberitahukan ini padamu. Sebenarnya akupun sudah menyatakan cintaku pada Ga Eul. Dia pun menolakk.Ssebenarnya aku tahu siapa yang dicintai oleh Ga Eul. Mianhae . . .!!

@@@

Apartement

Dari dalam kamr mandi, aku mendengar handphoneku bordering tanda SMS masuk. Aku segera menyelesaikan mandiku.

“Dari Sungmin oppa. Ada apa ya?”

Ga Eul, kau ada di apartement tidak hari ini? Aku mau kesana. Ada yang ingin aku bicarakan padamu.

Aku segera membalasnya.

Ne,,, aku ada di apartement. Biasanya juga seperti itu kan? Apa yang mau oppa bicarakan padaku? Oppa mau makan apa? Nanti akan aku buatkan.

Setelah menunggu beberapa menit, SMS balasan dari Sungmin oppa dating.

Kau memang dongsaengku yang paling baik. Hehehehe . . . aku mau daging. Disini tidak bisa makan daging.

Terdengar suara bel dari luar, “Mungkin itu Sungmin oppa.” Aku segera berlari menuju pintu dari dapur. “Oppa . . .” ucapku sambil membuka pintu, “Minho?” bukan Sungmin oppa yang dating, tapi Minho. “Ada apa?”

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu, ini soal Key.”

“Key?”

“Minho?” ucap Sungmin oppa yang baru dating. Dia melihat Minho dan aku yang masih berada di mulut pintu. Melihat Sungmin oppa dating, Minho langsung ijin pulang.

“Ga Eul, nanti sajalah kita bicara lagi. Kau sedang ada tamu. Hyung apa kabar?” ucap Minho sambil membungkukkan badannya didepan Sungmin oppa.

“Minho, ternyata kau sering main kesini selama kami tidak ada?”

“Ani,,,” ucap Minho agak gugup.

“Ayo masuk!” Sungmin oppa merangkul Minho kemudian membawanya masuk. Aku mengintip dari balik pintu dapur, terlihat wajah Minho yang pucat karena merasa tegang, sebaliknya dengan Sungmin oppa yang senyum-senyum menonton acara TV.

“Minho,,,” ucap Sungmin oppa tiba-tiba sampai membuat Minho kaget.

“Ne,,,”

“Kau jangan tegang seperti itu, aku tidak akan memakanmu. Lagi pula Ga Eul sedang memasak untuk kita.”

“Ne”

“Kau dari tadi mangatakan kata itu terus, tidak ada kata-kata lain?”

“Ani,,,”

Aku kasihan melihat Minho, akhirnya kuputuskan untuk bergabung bersama mereka. Kebetulan masakanku sudah matang.

“Makanan sudah siap . . .”

“Dongsaengku ini memang pintar masak. Wangi sekali masakanmu.”

“Ayo kita makan!”

Kulihat wajah Minho tidak setegang tadi. Mungkin karena ada aku. Selesai makan aku langsung mebereskan bekas makan kami, kemudian aku bergabung dengan mereka di ruang tamu.

“Ga Eul-ah, kenapa kau tidak pernah bilang pada kami, kalau kau masih suka bertemu dengan Minho dan yang lainnya?”

“Mianhae oppa, mana sempat aku cerita. Sedangkan oppa dan yang lainnya dating kesini hanya untuk makan dan menengokku saja. Setelah selesai makan, oppa dan yang lainnya langsung pulang.jadi mana sempat aku cerita.”

“Mianhae, kalau begitu aku akan bilang pada yang lainnya. Kalau dating kesini bukan hanya untuk makan. Minho, kau dan teman-temanmu selalu bertemu dengan kami di dorm. Kenapa tidak pernah cerita pada kami?”

“Mianhae hyung! Aku dan yang lainnya takut kalau cerita kepada kalian.”

“Kenapa takut? Gara-gara kejadian malam itu?”

Minho hanya mengangguk.

“Sewaktu aku dating tadi, aku dengar ada yang ingin kau bicarakan pada Ga Eul.”

“Ani.” Minho dengan cepat menjawab pertanyaan Sungmin oppa.

“Katakanlah sekarang, aku ingin mendengarnya.”

“Oppa . . .” ucapku. “kasihan Minho, lihatlah dia. Sangat tegang.”

“Minho, relax ok!” ucap Sungmin oppa sambil tertawa berusaha mencairkan suasana.

“Hyung, aku pulang dulu. Satu jam lagi aku ada latihan, aku harus siap-siap.”

“Baiklah.”

Minho langsung pergi, sebelumnya berpamitan dengan Sungmin oppa. Aku mengantarnya sampai pintu.

“Minho.” Ucapku sebelum Minho pergi. “Mianhae . . .”

“Ne. nanti malam bolehkan aku menelponmu?” aku hanya mengangguk. Setelah Minho pergi, aku langsung menutup pintu dan kembali ke ruang tamu menemani Sungmin oppa.

“Oppa, harusnya kau tidak melakukan itu pada Minho. Kasihan dia.”

“Hyaa, aku melakukan apa? Aku hanya mengajak dia mengobrol.”

“Tapi pertanyaan yang kau berikan padanya, membuat dia takut.”

“Ne. Mianhae!”

“Katanya ada yang ingin oppa bicarakan padaku?”

“Aku sudah tahu. Key menyatakan cintanya padamu.”

Aku benar-benar kaget mendengar pernyataan Sungmin oppa barusan. “Darimana oppa tahu? Key yang bilang pada oppa?”

“Ani, tapi Kyuhyun yang cerita.”

“Darimana Kyuhyun oppa tahu?”

“Key yang cerita pada Kyuhyun oppa.”

“Lalu?”

“Key meminta bantuan Kyuhyun untuk membujukmu, agar kau mau menerima cintanya. Tapi kyuhyun tentu saja tidak mau.”

“Kenapa?”

“Karena Kyuhyun mencintaimu.”

Rasanya seperti ada yang memukul jantungku dengan keras. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sungmin oppa.

“Mwo?”

“Ne. Kyuhyun menyukaimu. Aku kesini karena ingin memberitahumu tentang itu. Kau menolak Key, karena kau sudah menyukai laki-laki lain. Siapa laki-laki itu? Aku harus tahu, karena aku oppamu.”

Aku menundukkan kepalaku. Aku bingung harus menjawab apa pada Sungmin oppa. Aku tidak bisa menjelaskannya.

“Sudahlah, kalau kau tidak bisa menjawab sekarang. Aku tidak memaksa, lagi pula kalau kau tidak cerita pun tidak apa. Tapi kau adalah dongsaengku yang harus aku lindungi. Aku hanya tidak mau kau salah memilih.”

“Ne.” ucapku masih menundukkan kepalaku.

“Sudah sore, aku pulang dulu. Aku masih ada latihan. Tenangkanlah dirimu.” Sungmin oppa mengecup lembut kepalaku yang masih tertunduk kemudian langsung pergi. Aku tidak mengantarnya Karena suasana hatiku yang masih tidak tenang.”

@@@

Super Junior

“Dari tadi aku mencoba menghubungi Ga Eul, tapi tidak diangkat.” Ucap Leeteuk agak cemas.

“Mungkin dia sedang keluar, dan tidak membawa handphonenya.” Ucap Siwon

“Nanti sore setelah latihan, lebih baik kita kesana. Aku khawatir padanya. Perasaanku tidak enak.” Ucap Leeteuk.

“Hyung, mianhae . . . aku tidak bisa ikut.” Ucap Kyuhyun.

“Kau mau kemana?” ucap Leeteuk.

“Aku sedang ingin istirahat di dorm. Tidak ingin pergi kemana-mana.”

“Ne, baiklah.”

Selesai latihan para member Suju langsung menuju apartement Ga Eul, kecuali Kyuhyun. Saat di lobi apartement, seorang security mendekati mereka.

“Maaf, tuan-tuan ini dari Super Junior bukan?” ucap security itu.

“Ne, benar. Ada apa?”

“Maaf, tapi ada titipan untuk tuan-tuan dari kamar 9449.”

“Itu kan kamar Ga Eul?” ucap Kibum.

Mereka semua berjalan menuju meja recepcionist.

“Security tadi bilang ada titipan untuk kami dari nomor 9449?” ucap Leeteuk.

“Ne, benar.” Recepcionist itu kemudian mengambil kunci kamar apartement yang dia gantung di dinding. “Ini kunci kamar nomor 9449.”

“Tidak ada lagi?” ucap Kibum kepada recepcionist tersebut.

“Ani,,,”

Mereka langsung bergegas menuju kamar Ga Eul. Saat mereka masuk ke dalam apartement, keadaan apartement masih sama seperti sebelumnya. Bersih. Mereka semua berpencar ke setiap sudut ruangan. Dapur, kamar, kamar mandi. Ga Eul tidak ada dimanapun.

“Hyung, Ga Eul tidak ada.” Ucap Sungmin.

“Hyung, aku menemukan ini.” Siwon memberikan sebuah amplop berwarna biru kepada Leeteuk.

Leeteuk menerimanya, “Dimana kau mendapatkan ini?”

“Di kamarnya.”

Semua member berjalan menuju ruang tamu. Mereka berkumpul disana. Leeteuk membuka amplop berwarna biru itu. Ternyata sebuah surat. Leeteuk membacakannya dengan keras.

Dear oppa . . .

Mianhae . . . hanya itu yang bisa kukatakan pada kalian. Kalian terlalu baik untuk aku bohongi. Aku sudah berbohong pada kalian. Sebenarnya aku masih mempunyai keluarga dan namaku yang sebenarnya adalah Min Jee. Aku berbohong pada kalian karena aku ingin berada di dekat kalian. Kalian oppa-oppa ku yang paling baik. Aku tidak membawa apapun yang sudah kalian berikan padaku. Aku pergi karena minggu depan aku harus melakukan sesuatu untuk orang tuaku. Tolong jangan cari aku. Kalau kalian melakukan itu, akan berat sekali untukku.

Sarabghaeyo . . .

Ga Eul/Min Jee

“Kita harus mencarinya!” ucap Shindong oppa sedikit emosi. Bukan karena marah, tapi karena khawatir.

“Kau tidak baca isi surat Ga Eul? Dia tidak ingin kita mencarinya.” Ucap Hankyung.

“Itu isi suratnya. Bukan isi hatinya.” Ucap Yesung.

Tanpa diketahui member yang lain, saat Leeteuk membacakan surat ga Eul. Sungmin menyelinap keluar. Dia menelpon Kyuhyun yang saat itu ada di dorm.

“Kyun . . .”

“Yeoboseo . . .” jawab Kyuhyun.

“Kau masih di dorm?”

“Ne, wae?”

“Ga Eul tidak ada. Dia pergi.”

Kyuhyun langsung menutup teleponnya.

“Kyun . . . kau masih disana? Dia menutup teleponnya.” Selesai menelpon Kyuhyun, Sungmin kembali ke dalam.

Mereka masih berkumpul disana. Memikirkan jalan keluar.  Tiba-tiba . . . terdengar suara pintu terbuka dengan keras. Ternyata Kyuhyun, tubuhnya dibasah karena keringat.

“Kyun, kau . . .” ucap Ryeowook.

“Mana Ga Eul?” ucapnya masih terengah-engah.

“Dia pergi.” Ucap Kangin sambil menundukkan kepalanya.

“Sungmin hyung, kau tidak mengatakan kepadanya kan?” ucap Kyuhyun berteriak pada Sungmin.

“Hyaa, Kyun kau tidak sopan. Kau jangan berteriak seperti itu pada hyungmu.” Ucap Donghae.

Sungmin tidak menjawab, dia menundukkan kepalanya. Sepertinya dia sadar, kepergian Ga Eul karena perbuatannya. Semua mata menatapnya. Dia duduk terkulai lemas di sofa, tidak lama kemudian dia mulai meneteskan air matanya.

“Sungmin, apa yang kau lakukan pada Ga Eul.” Ucap Leeteuk lembut sambil mendekati Sungmin. Sungmin langsung memeluk Leeteuk, dan menangis di pelukan Leeteuk. “Sudahlah, tenangkan dirimu.”

Sungmin sudah mulai tenang, kemudian dia menceritakan apa yang dikatakannya kepada Ga Eul. “Kemarin sore aku dating kemari. Aku juga bertemu dengan Minho.”

“Minho?” ucap para member bersamaan.

“Ne. Aku, Minho, dan Ga Eul makan bersama disini. Kami mengobrol, tapi kemudian Minho pulang duluan. Setelah Minho pulang, aku menceritakan bahwa Kyuhyun . . .” Sungmin menatap Kyuhyun sejenak. “Aku bilang kalau Kyuhyun mencintai Ga Eul.” Sekarang semua mata member beralih  menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Sungmin, bahwa Sungmin menceritakan isi hatinya pada Ga Eul.

@@@

Pulau Jejudo

Akhirnya, setelah selama satu bulan pergi dari sini. Di tempat kelahiranku. Aku menatap sebuah rumah, halaman rumahnya penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran. Cat tembok rumah yang berwarna biru muda menambah keindahan rumah itu. Ada seorang wanita setengah baya disana sedang menyiram bungan. Aku mendekatinya perlahan. Wajah wanita itu sudah mulai keriput karena usianya.

“Eomma!” ucapku lembut. Eomma membalikkan tubuhnya, kemudian dengan cepat memelukku dan menangis di pelukanku.

“Kau kemana saja? Eomma kira kau sudah mati. Jin Ah dating sendiri tanpa dirimu. Dia hanya membawa dompet dan handphonemu.” Ucap Eomma masih menangis.

“Mianhae eomma, aku tidak akan melakukannya lagi.”

Eomma membawa secngkir the di tangannya untukku. “Minumlah!” ucap eomma lembut. Aku meminumnya. Rasanya seperti terlahir kembali. Berada di kampung halaman bersama keluarga memang  menyenangkan. “Jadi, selama ini kau dimana?”

“Mianhae eomma. Selama ini aku berada di Seoul.”

“Kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal bersama Super Junior.”

“Wae?”

Aku hanya mengangguk membenarkan ucapanku.

“Min Jee.” Aku memalingkan pandanganku pada asal suara.

“Appa.” Aku berlari pada appa kemudian memeluknya erat. “Mianhae appa.” Aku menangis dipelukannya.

“Sudahlah, ayo duduk!” appa menuntunku duduk di sofa. “Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu sehat?” ucap appa sambil tersenyum. Terlihat sama sekali tidak marah.

Aku mengangguk, tidak sanggup menjawab karena aku masih menangis. “Yi Jeong terus mencarimu. Sebenarnya kau kemana?”

“Selama ini aku ada di Seoul.”

“Kau membuat kami semua khawatir. Sebenarnya apa yang terjadi padamu?”

Aku menceritakan kejadian yang aku alami selama sebulan ini kepada appa dan eomma.

“Sekarang kau istirahatlah dulu. Eomma akan menelpon Yi Jeong, kalau kau sudah pulang.”

“Tidak usah eomma. Biar aku saja yang menelpon Yi Jeong oppa.”

“Ne.” aku keluar dari rumah. Menatap pantai yang berhadapan langsung dengan rumahku. Aku menekan sebuah nomor di layar handphoneku yang lama. Yang sebelumnya sudah diberikan eomma padaku.

“Yeoboseo?” ucap suara seorang laki-laki dengan lembut tapi penuh dengan harap.

“Oppa.” Ucapku lembut.

“Min Jee?”

“Ne.”

“Kau sudah pulang?”

“Ne oppa.”

“Kalau begitu aku kesana sekarang.”

“Tidah usah. Hari ini aku baru pulang, aku mau istirahat. Jadi jangan hari ini. Mianhae . . .”

“Ne. kalau begitu aku tidak akan dating. Istirahatlah. Besok pagi aku akan dating sambil membawa bubur kesukaanmu. Kau mau kan?”

“Ne.”

Aku menutup sambungan teleponnya. Kemudian melanjutkan memndangi laut. Yang ada dipiranku saat ini hanyalah oppa-oppaku di Super Junior. Bagaimana keadaan mereka setelah membaca suratku? Mereka akan marah atau khawatir padaku? Sudahlah, aku yakin mereka marah padaku. Aku tidak boleh memikirkan mereka lagi. Itu akan membuatku susah untuk melepaskan masa lajangku. Ya, minggu depan aku dan Yi Jeong oppa akan menikah. Karena itulah aku memutuskan untuk pulang hari ini. Hubunganku dan Yi Jeong oppa sudah berjalan selama lima tahun. Tidak adil kalau aku meninggalkannya begitu saja. Dia sudah sangat baik padaku. Dan karena alasan itulah aku tidak menceritakan isi hatiku pada Sungmin oppa kalau aku juga mencintai Kyuhyun oppa. Itu hanya akan membuat Kyuhyun oppa sakit hati. Lebih baik begini. Mereka membenciku.

“Annyong . . .” terdengar suara laki-laki dari depan rumah. Lembut. Aku berlari dari dapur. Aku tahu betul itu suara siapa.

“Yi jeong oppa!” ucapku langsung memeluk Yi Jeong oppa. Dia menangkapku. “Aku kangen sekali pada oppa.”

“Aku juga. Ini aku membawa bubur kesukaanmu.” Yi Jeong oppa memberikan sebuah bungkusan kepadaku.

“Kita makan di halaman depan, ok!”

Kemudian kami berdua berjalan ke halaman depan. Kami makan bubur yang dibawa Yi Jeong oppa bersama-sama. Aku sangat senang ternyata Yi Jeong oppa masih seperti yang dulu. Dia tidak bertanya banyak padaku. Dia hanya bertanya tentang keadaanku saja.

Seminggu Kemudian . . .

“Min Jee-ah, kau cantik sekali memakai gaun itu.” Ucap Jin Ah sahabatku.

Aku menatap cermin dihadapanku. Ya, aku rasa aku memang cantik. Aku tersenyum.

“Min Jee-ah, kau sudah siap?” ucap eomma dari balik pintu. “Kalau begitu keluarlah! Yi jeong sudah datang, kini dia sudah berdiri di depan altar”

“Ne.” aku keluar didampingi Jin Ah.

Aku berjalan menuju altar, kulihat Yi Jeong oppa sudah ada disana. Dia memakai jas dan celana putih. Tampan sekali. Sesekali aku menengok ke belakang, berharap Leeteuk oppa dan yang lainnya tiba-tiba dating untuk menghadiri pernikahanku. Yi Jeong oppa menyambutku dengan tangannya sambil tersenyum. Inilah saatnya kami mengucapkan janji pernikahan yang akan mengikat kami.

“Min Jee, apa kau menerima Yi jeong menjadi suamimu?” ucap pendeta pernikahan kami. Aku tak langsung menjawab, kutengokkan sekali lagi kepalaku ke pintu. Tidak ada . . .

”Min Jee . . .” aku terkejut. Aku mendongak ke arah pria tua yang menjadi pendeta pernikahanku.

“Aku . . .  aku . . .” oppa, kalian benar-benar tidak dating?

“Tunggu . . .” aku mendengar suara seorang laki-laki dari arah pintu. Kutengokkan kepalaku.

“Oppa . . .” aku tertegun. Aku tidak bisa berbicara dan melangkahkan kakiku.

Mereka berjalan ke tengah ruangan. Semua orang yang ada disana bebisik memanggil nama mereka, “Super Junior . . . sedang apa mereka disini?”

“Ga Eul, kau mau menikah. Tapi tidak memberitahu oppamu. Tidak sopan.” Ucap Shindong oppa.

Air mataku mulai mengalir. Mereka semakin dekat denganku.

“Babo.” Leeteuk oppa mengetuk pelan kepalaku. Aku mengeluh sakit. “Kau bilang kami keluargamu, tapi kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau akan menikah?”

“Oppa . . . mianhae.” Aku langsung memeluk Leeteuk oppa. Dan menangis di pelukannya.

“Dia calon suamimu?”

Yi Jeong oppa menundukkan badannya dihadapan Leeteuk oppa dan yang lainnya. Setelah lepas dari pelukan Leeteuk oppa, aku menatap satu persatu member Super Junior. Wajah mereka terlihat senang dan kecewa karena aku tidak memberitahu tentang pernikahanku. Saat aku menatap Kyuhyun oppa, hatiku miris sekali melihatnya. Tidak ada kesenangan di raut wajahnya, melainkan hanya kekecewaan dan kesedihan yang kulihat disana. Mianhae oppa . . . Jujur, sebenarnya akupun mencintaimu. Tapi Yi Jeong oppalah yang menurutku pantas mendampingiku. Saat aku memandangnya, dia berusaha tersenyum padaku. Tapi aku tahu, itu hanya untuk menutupi kesedihan hatinya.

Aku melanjutkan pernikahanku dengan Yi Jeong oppa. Aku senang akhirnya mereka dating, mendampingiku di saat pernikahanku. Tapi kenapa mereka bisa tahu rumahku dan acara pernikahanku?

_The End_

4 thoughts on “THE HAPPINESS MOMENT IN MY LIFE [last part]”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s