THE LAST TIME Part 2

Sebelumnya . . .

Leeteuk POV

Beberapa menit setelah Sungmin pergi, dokter yang memeriksaku datang dengan senuah amplop besar warna cokelat. “Selamat sore Leeteuk!”

“Sore dokter! Itu hasil lab?” ucapku menunjuk amplop yang dibawanya.

“Ne, kau bisa melihatnya sendiri. Aku akan meninggalkanmu.”

Aku menerima amplop yang diberikan dokter. Aku menatap lekat-lekat ampolop itu. Aku ragu untuk membukanya. Tapi aku sangat penasaran sekali. Kubuka amplop itu pelan-pelan, kukeluarkan kertas yang ada didalamnya . . .

THE LAST TIME Part II

By           : Vay ^_^

Cast       : Super Junior/Friends

Aku mengabaikan semua tulisan paling atas, mataku langsung tertuju pada tulisan yang bercetak tebal dan besar. POSITIF – KANKER OTAK.

Untuk kedua kalinya, aku merasa tersambar petir. Badanku lemas seketika. Kertas yang aku pegang tadi terjatuh dari tanganku. Aku merasakan sesak di dadaku. Aku tidak bisa bernapas. Kurobek hasil laboratoriumku sambil menangis. Dengan cepat kubereskan kertas-kertas yang kurobek tadi agar Sungmin tidak melihatnya. Akupun mencuci wajahku agar tidak terlihat baru menangis.

“Hyung, aku bawakan pesananmu.” Ucapnya saat masuk kamarku sambil tersenyum.

“Gomawo! Kau beli apa?”

“Aku juga beli kimchi, tapi aku beli jus anggur. Ayo kita makan bersama hyung!”

“Ne.”

“Sungmin-ah, kau sepertinya senang sekali hari ini. Ada apa, ceritakan padaku!”

“Aniyo, tidak ada apa-apa. Aku hanya senang saja melihat hyung tersenyum seperti itu.”

“Kau ini.” Aku mengacak-ngacak rambut Sungmin.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

“Sungmin-ah, kau tidak ada jadwal hari ini? Kau sudah menemaniku selama 10 jam.”

“Hmm . . .” kulihat sepertinya dia memikirkan sesuatu.

“Aku tahu kau ada siaran di Sukira untuk menggantikan aku kan? Pergilah, aku tidak apa-apa. Jangan sampai membuat ELF menunggumu.”

“Tapi hyung, aku bisa digantikan oleh yang lain.”

“Carilah udara segar diluar. Aku tahu, kau sudah bosan disini.” Aku tersenyum meyakinkannya.

“Kalau begitu aku akan menelpon Donghae untuk menemanimu.”

“Tidak usah.”

“Kalau hyung tidak mau. Aku tidak akan pergi, dan membiarkan ELF menungguku.”

“Ne, baiklah aku mengalah.” Sungmin tersenyum bangga karena menang dariku. Sungmin langsung menelpon Donghae untuk datang menemaniku.

“Hyung, aku sudah menelpon Donghae. 1 jam lagi dia akan datang. Aku pergi hyung!”

“Ne, hati-hati di jalan!” Sungmin melambaikan tangannya sebelum menghilang dari balik pintu.

Aku memencet lagi tombol untuk memanggil suster ke kamarku.

“Selamat malam. Bagaimana keadaanmu? Ada apa?” Tanya suster itu ramah.

“Aku ingin bertemu dokter.”

“Ne, aku akan memanggilnya.”

Beberapa menit kemudian, dokter itu datang. “Selamat malam, ada apa?”

“Aku sudah tahu hasilnya. Aku mohon, jangan beritahu keluargaku. Cukup kita dan tuhan yang tahu akan penyakitku ini.”

“Kenapa?”

“Sebentar lagi Super Junior akan menggelar Super Show, aku tidak mau karena penyakitku ini akan mengganggu jadwal latihan kami.”

“Baiklah kalau itu maumu. Beritahu saja kalau aku terlalu lelah, dan besok aku ingin pulang.”

“Ne, tapi kau harus makan obat teratur. Aku akan mengatur jadwal chemotherapy untukmu.”

“Secepat itukah?” dokter itu mengangguk yakin. “Aku akan melakukan chemo, setelah jadwal tour show kami selesai. Aku mohon beri aku waktu, 6 bulan saja. Selesai itu, sedikit demi sedikit aku akan meninggalkan kegiatan keartisanku.”

“Baiklah kalau itu maumu. Akupun akan mencari donor tulang belakang untukmu.”

“Tidak, aku tidak ingin dioprasi, itu percuma saja. Karena aku pasti mati.”

“Tapi setidaknya . . .”

“Dokter, aku tidak mau.” Ucapku tegas.

“Baiklah. Sekarang kau istirahatlah, besok kau sudah boleh pulang.”

Donghae POV

Aku membuka perlahan-lahan pintu kamar Leeteuk hyung dirawat. Kulihat dia sudah tidur. Aku masuk kedalamnya. Dengan langkah kecil aku mendekati kasurnya. Dia tidur dengan pulas, seperti bayi. Aku berjalan menuju sofa disudut kamar, dan mencoba untuk tidur disana.

“Donghae . . . Donghae . . . Donghae . . .!” kudengar suara seseorang memanggilku. Suaranya tidak asing bagiku, suara Leeteuk hyung. Darimana suara ini berasal? Mimpi atau kenyataan? Aku mencoba membuka mataku yang masih mengantuk. “Donghae . . .!”

“Ah, hyung kau sudah bangun?” aku mendekati Leeteuk hyung.

“Maaf mengganggu tidurmu. Kau datang jam berapa?”

“Kalau tidak salah, aku datang jam 10 malam. Saat aku datang, hyung sudah tidur.”

“Bisa bantu aku membereskan baju-bajuku di lemari kedalam tas ini?”

“Mwo? Hyung mau kemana? Ini masih jam 8 pagi.”

“Aku mau pulang. Kau bawa mobil kan?”

“Tapi, apa hyung sudah diijinkan pulang?”

“Ne, kemarin dokter bilang padaku.”

“Aku tidak percaya, kau masih pucat begini.”

“Aniyo, aku tidak bohong.”

“Baiklah aku percaya.” Aku memasukkan semua baju-baju hyung kedalam tasnya.

‘’’

“Hyung tunggu disini, aku ambil mobil dulu.” Ucapku saat kami sampai di lobi rumah sakit.

“Ne, aku bukan anak kecil Donghae-ah.” Aku tersenyum padanya. Aku mengambil mobilku yang terparkir di halaman rumah sakit. Kulajukan sampai depan pintu rumah sakit untuk menjemput Leeteuk hyung.

Selama diperjalanan, Leeteuk hyung tidak banyak bicara. Tidak seperti biasanya. Ada apa dengannya? kami saling diam, aku konsentrasi menyetir dan Teuki hyung hanya menatap kosong keluar jendela. Hanya alunan lagu Shining Star yang terdengar di mobilku sampai kami di dorm. Sebelum sampai di dorm, aku menelpon Eunhyuk untuk menjemput kami di depan dorm.

“Hyung, akhirnya kau pulang.” Ucap Eunhyuk menyambut Teuki hyung dan langsung menuntunnya masuk kedalam gedung. Aku langsung memarkirkan mobilku di basemen gedung dan membawa tas milik Teuki hyung. Saat masuk kedalam dorm, kulihat semua member diam. Kulihat Teuki hyung menatap Knagin hyung dengan tatapan marah, sementara Kangin hyung menunduk dan memegang bibirnya yang berdarah. Ada apa? Jangan bilang kalau . . .

Eunhyuk POV

“Ah, hyung aku senang kau sudah pulang. Dorm terasa sepi tidak ada kau.” Godaku pada Teuki hyung agar dia tersenyum.

“Kau merasa sepi karena tidak ada orang yang bisa kau jahili kan?” Teuki hyung akhirnya tertawa. Aku lega.

Kami masuk kedalam lift dan memencet tombol bertuliskan angka 13.

“Akhirnya . . .” gumam Teuki hyung saat kami berada didepan pintu dorm. “Suara apa itu?” ucap Teuki hyung saat mendengar suara ribut-ribut dari dalam dorm. Dengan cepat Teuki hyung membuka pintu dorm. Semua member minus Hankyung hyungdan Donghae sedang berkumpul disana. Kulihat Heechul hyung sedang memarahi Kangin hyung. Teuki hyung tidak langsung masuk dan bergabung dengan mereka, dia malah bersembunyi dibalik tembok. Aku memegang tangan Teuki hyung. Teuki hyung mengangguk meyakinkanku kalau tidak akan terjadi apa-apa.

“Masalah Hankyung saja belum selesai, sekarang kau sudah menambah masalah baru. Untung saja Jungsu tidak ada disini. Kalau dia tahu apa yang kau perbuat, dia sudah menghabisimu.” Ucap Heechul hyung sambil teriak-teriak. Heechul hyung kelihatannya memang lemah lembut, tapi kalau sudah marah tidak aka nada yang berani melawannya.

“Hyung, mianhae!” ucap Kangin hyung sambil menangis. “Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Percuma saja. Kau sudah diberi kesempatan berkali-kali, tapi kau tetap saja melakukan hal yang sama.”

“Aku mohon, jangan beritahu Teuki hyung. Dia sedang sakit, aku tidak mau membebani pikirannya.”

“Bodoh, tentu saja aku tidak akan memberitahunya.”

“Itu sama saja akan membunuhnya pelan-pelan dengan masalahmu.” Ucap Yesung hyung datar tapi menyakitkan.

“Apa yang aku tidak boleh tahu?” tiba-tiba Leeteuk hyung masuk. Semua pasang mata di ruangan itu menatapnya tidak percaya.

To Be Continue . . .

3 thoughts on “THE LAST TIME Part 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s