I Love U Teacher

Title : I Love U Teacher
Author : Sherly aka HyunJae
Cast : Sherly
Donghae “Super Junior”
Hyukjae “Super Junior”
Jessica “SNSD”
Genre : Romance
Rate : PG 13
Lenght : Oneshoot
Setelah saya membuat ff tentang Seungri sekarang giliran Abang Donghae. Hehehe~ ini ff rada geje kyknya coz rada gmn ghitu… hehehe~ Selamat baca ya!!! Jangan Lupa comment2. Gomawo😀
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~Donghae POV~
Huff…hari ini ,malas sekali sekolah. Aku bosan dengan selalu berpindah dari satu sekolah kesekolah lain. Ya, ini semua karena aku harus menuruti Appaku yang harus berpindah-pindah! Akupun enggan masuk kedalam kelas walapun bel masuk sudah berbunyi. Akupun merebahkan diriku dibawah pohon.

“Hy…kau kenapa tidak masuk kedalam kelas???” tanya seorang perempuan di tidak tampak seperti murid karena tidak memakai seragam sepertiku.

“Ya…kenapa kau bengong??? Sedang apa kau disini??? Bel masuk sudah berbunyi. Aku sepertinya belum pernah melihatmu disini??? Apa kau murid baru???” perempuan itu membuyarkan lamunanku dengan pertanya an bertubi-tubi.

“Ne….saya murid pindahan” kataku singkat.

“Ayo, cepat masuk kelas sudah mau dimulai” katanya itu sambil menarik tanganku. Diapun mengantarku keruang kepala sekolah dan ternyata dia wali kelasku. Ternyata dia guru, tapi kenapa dia tampak muda ya??? Padahalkan guru-guru biasanya sudah agak berumur.

“Nah, ini kelasmu” katanya tersenyum, manisnya….aiss apa yang aku pikirkan diakan guruku. Lalu diapun membuka pintu kelas dan membuat semuanya hening ketika kami masuk kedalam kelas.

“Teman-teman….sekarang Kakak akan memperkenalkan teman kalian yang baru tolong perhatiannya” kata guru itu. Tunggu dia tadi manggil muridnya teman??? Dan dia bilang kakak??? Aku jadi bingung.

“Ayo, masuk!” ajaknya akupun masuk kedalam, seluruh pandangan kearahku terutama anak-anak perempuan yang langsung merapikan diri mereka, mungkin karena aku tampan makannya mereka mencari perhatian. Keke~

“Annyeonghaseyo….Donghae imnida” kataku memperkenalkan diri.

“Donghae sekarang kau boleh duduk.” kata guru itu lagi. Akupun mengambil tempat duduk paling belakang dekat jendela.

“Hy…Hyukjae imnida” kata seseorang yang duduk didepanku.

“Hy…Donghae imnida” kataku membalasnya. Hyukjae pun mengajaku berkenalan.

“Ya, Hyukjae nanti saja kalo mau ngobrol” kata guru itu lagi.

“Ne…Nuna” kata Hyukjae langsung memerhatikan kedepan. Nuna…aiss aneh sekali, tapi akupun tidak mempedulikan dan langsung memerhatikan kedepan.

*Istirahat*
“Donghae apa kamu mau kekantin???” ajak Hyukjae.

“Ne, Sekalian kau antar aku keliling ksekitar sini ya!!” kataku, diapun mengangguk. Setelah kekantin kami pun berkeliling sekolah.

“Hyuk…boleh aku tanya??” kataku.

“Boleh….” katanya dengan mulut penuh makanan.

“Guru yang jadi wali kelas kita kenapa muda sekali sebagai seorang guru??? Lalu dia memanggil kalian dengan teman??? Terus kenapa kamu memanggilnya Nuna??? Dan lainnya juga???” tanyaku penasaran. [ Lainnya berarti memanggil Onnie bagi yg perempuan]

“Ya, kau kalo naya satu-satu napa banyak begitu langsung nayanya” katanya sambil manyun, akupun hanya tersenyum sambil menunggu jawabanya.

“Memang Nuna itu lebih muda dari guru-guru umumnya. Umurnya ja baru 20 tahun, hanya beda 2 tahun dari kita makannya dia manggil kita teman-teman dan kita memanggilnya Nuna atau Onnie” katanya menjelaskan.

“Oh…kok bisa dengan umur semuda itu dia jadi guru??? Mana guru SMA lagi??” tanyaku semakin penasran dengan guru itu.

“Karena dia hanya SD selama 5thn SMP dan SMA hanya 2thn dan kuliah hanya 2thn. Bisa dibilang Sherly nuna sangat pintar” katanya sambil mengunyah lagi… *Anggep aja bisa beghitu ya. Hehehe :D*

“Terus…” sebelum aku bertanya lagi ada anak perempuan yang menghampiri kami yang membuat aku berhenti bertanya.

“Hy….boleh gabung???’ tanyanya.

“Jessica imnida” katanya padaku sambil tersenyum.

“Donghae imnida” kataku

“Kalo mau gabung-gabung aja” kata Hyukjae tampaknya dia kurang suka.

“Gomawo” kata Jessica sambil tersenyum. Kamipun mengobrol tapi hanya aku dan Jessica saja karena Hyukjae sepertinya tidak tertarik dengan obrolan ini. Akupun akhirnya juga hanya mendengarkan Jessica bercertia tentang keluarganya yang bisa dibilang tajir. Aku agak kurang suka dengan perempuan yang membanggakan kekayaan mereka. Pantas Hyukjae tampak tidak senang. Karena sudah bel kamipun akhirnya masuk kedalam kelas.

*Pulang Sekolah*
“Donghae kau ingin bareng tidak???” tanya Jessica yang menghampiriku.

“Maaf, aku sudah janji pulang dengan Hyukjae” kataku, dan Hyukjaepun tersenyum.

“Kalo begitu kalian naik mobilku saja” katanya lagi.

“Terimakasih atas tawarnanya tapi aku lebih suka naik bis” kata Hyukjae.

“Lain kali saja” kataku lalu pergi bersama Hyukjae. Saat kami akan pulang aku dipanggil oleh walikelasku. Ya, Sherly nuna yang memanggilku. Wae??? Kenapa aku jadi juga memanggilnya Nuna??? Akupun masuk dan Hyukjae menungguku diluar.

“Wae???” tanya Hyukjae saat melihaku keluar dari ruang guru.

“Mulai besok aku ada kelas tambahan” kataku lemas

“Oh…memang kenapa dengan nilai-nilaimu???” tanyanya lagi agak bingung.

“Karena aku sering pindah-pindah sekolah sehingga nilaiku banyak yang harus diperbaiki” kataku lemas.

“Tenang saja belajar dengan Sherly nuna akan menyenangkan kok!! Dan membuat kita mengerti tentang pelajarannya” kata Hyukjae menghiburku.
~END POV~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Esok harinya*

~Sherly POV~
Aku harus memberikan materi untuk Donghae hari ini. Akupun mempersiapkan bahan yang digunakan untuk nanti mengajrnya. Setelah mempersiapkannya aku menuju kelas, disana dia sudah menunggu dia sedang duduk diatas meja sambil memandang keluar jendela.

“Maaf apa kamu sudah menunggu lama Donghae???” tanyaku

“Anyio Bu…” katanya lalu duduk dikursinya

“Tidak usah panggil aku Ibu panggil saja nuna karena jarak umur kita tidak terlalu jauh!” kataku tersenyum.

“Ne…nu…na” katanya agak canggung.

“Baiklah kita mulai pelajarannya ya!” kataku, diapun mengangguk. Aku pun mulai mengajarnya dia mengikuti dengan baik. Sudah hampir 2 jam kami berkutik dengan soal matematika. Akupun menyudahi pelajaran tambahanya.

“Gomawo untuk pelajaranya” kataku tersenyum

“Seharusnya aku yang bilang seperti itu” katanya tersenyum kecut karena mungkin dia merasa tersindir. Lucu sekali tampangnya. Akupun terkekeh melihat ekspresinya.

“Nuna kenapa tertawa??” tanyanya.

“Anyio, wajahmu lucu” kataku tersenyum. Wajahnya pun memerah. Aigoo…dia semaki Lucu sekali. Akhirnya kamipun pulang. Aku membereskan meja guruku dulu sebelum pualang. Kemudian aku berjalan untuk pulang.

Tin…tin…tin…

Aku melihat kearah bunyi kelakson itu. Motor itupun menghampiriku, lalu pemiliknya membuka kaca helmnya.

“Nuna, mau bareng tidak???” tanya pengendara motor dari aku liat ternyata dia Donghae.

“Anyio…aku jalan kaki saja lagi pula aku bisa naik bus” kataku tersenyum.

“Sekarang sudah mau malam Nuna, sebaiknya kau antar saja” tawarnya lagi.

“Em….” aku berpikir sejenak.

“Sudah tidak usah banyak berpikir Nuna nanti tambah kemalaman dan Nuna dicariin oleh Ummanya Loch” ktanya tersenyum. Aku dapat melihat senyumnya dari balik helmnya.

“Aiss….harusnya akukan yang ngomong seperti itu. Lagi pula Ummaku ada didesa jadi dia tidak akan khawatir” kataku terkekeh. Donghaepun terus memaksa untuk mengatarku, akhirnya akupun diantarnya pulang.

“Gomawo Donghae” kataku tersenyum.

“Ne….”katanya lalu pergi.

*diruang tamu*
Aku hanya tinggal sediri ditempat ini karena orang tuaku tinggal didesa. Akupun makan lalu memeriksa hasil ulangan tadi.

2010 Big Bang Uh huh
It goes L-O-LL-I-P-O-P
It goes L-O-LL-I-P-O-P

Aku memeriksa sms dihandphoneku. Dari siapa ini aku nggak kenal nomornya. Akupun membaca sms nya.

‘Annyeong Nuna, aku Donghae. Apa Nuna sibuk??? Ada yang ingin aku tanyakan’
Oh…Donghae

‘Anyio…kau mau naya apa??’ balasku.

2010 Big Bang Uh huh
It goes L-O-LL-I-P-O-P
It goes L-O-LL-I-P-O-P

‘tentang soal no 10 yang Nuna berikan kenapa aku mendapatkan hasilnya desimal ya??? Padahal seharusnyakan tidak desimal’ tanyanya. Akupun langsung menelephonenya.

“Yoboseo….” katanya dari ujung telephone sana

“Donghae…bagian mana yang tidak bisa?” tanyaku.

“Nuna aku tidak bisa kalo tidak dijelaskan secara Langsung???” katanya.

“Em…bagimana ya!” kataku bingung.

“Bagaimana kalau aku kesana saja???” tanyanya. Akupun masih diam

“Diam berarti iya.” katanya langsung menutup telephonenya. Aisss….anak ini main nutup telephone aja sebelum aku selesai berbicara.
~END POV~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Donghae POV~
Akupun pulang setelah mengantarkan Sherly Nuna.

“Ya, kau yang tidak tahu diri” teriak Umma.

“Apa kau bilang?? Aku bekerja juga untuk kalian” kata Appaku dengan suara yang tidak kalah tinggi. Hah…selalu seperti itu bertengkar terus. Akupun tanpa mempedulikan mereka langsung masuk kedalam kamarku. Merekapun bertengkar semakin hebat. Aku lelah medengar pertengkaran mereka. Akupun ingin pergi tapi kemana??? Akupun sms Hyukjae untuk mengajaknya mai tapi dia tidak bisa akhirnya aku meminta no handphone Sherly nuna. Akupun minta tolong untuk dia mengajariku, walapun sebenernya aku mengerti semua yang diajarkannya tadi. Tapi aku mencari alasan untuk pergi dari rumah ini. Kamipun janjian dirumahnya.

*Rumah Sherly*
Tok…tok…tok…
Akupun mengetuk pintu rumahnya, lalu ada seseorang yang membukakan pintunya. Sherly nunapun menyambutku dengan senyuman lalu menyuruhku masuk.

“Mau minum apa Donghae???” tanyanya sambil menuju kedapur.

“Apa saja Nuna asal jangan Bir saja karena aku belum cukup umur” kataku asal. Diapun tertawa..

“Ya, mana mungkin aku memberikanmu itu” katanya, diapun datang lagi dengan membawa dua gelas minuman dan beberapa cemilan.

“Nah, mana yang tidak kamu ngerti???” tanyanya lagi. Akupun ingin mengambil buku, tapi aku lupa kalo aku ksini tidak bawa apa-apa.

“Eh….nuna aku lupa bawa bukunya. Tadi aku buru-buru” kataku sambi menggaruk kepalaku yang memang tidak gatal. Jujur memang aku buru-buru kesini karena males mendengarkan pertengkaran orang tuaku. Sherly nuna pun bingung.

“Ya, sudah aku masih ada buku nanti pakai punyaku saja” katanya. Akupun diajarinya lagi. Agak bosan sich karena aku sudah mengerti tapi inilah satu-satunya alasanku untuk dapat pergi. Sebenarnya bisa saja aku pergi dengan Hyukjae tapi dia katanya mau pergi menemani Orangtuanya. Aku menjadi iri dengan Hyukjae, akupun mengenang masa-masa saat keluargaku yang harmonis.

“Donghae…kenapa kau melamun???” tanya Sherly Nuna yang membuyarkan lamunanku.

“Guwenchana” kataku tersenyum yang dipaksakan.

“Sepertinya kau bosan ya???” tanyanya lagi.

“Anyio Nuna” kataku menggelengkan kepala.

“Ah…sudah lebih baik kita akhiri pelajarannya hari ini” katanya lalu membereskan buku-buku.

“Nuna…akukan belum mengerti.” kataku sambil memegang tanganya untuk mengentikan membereskan bukunya.diapun menghentikan aktifitasnya lalu memandang tanganku lalu memandangku. Deg….kenapa jantungku tiba-tiba berdebar-debar seperti ini??? Akupun langsung melepaskan tanganku.

“Mianhae” kataku. Daipun tersenyum mengangguk lalu membereskan buku-bukunya lagi.

“Nuna….” kataku memohon agar hari ini jangan selesai sampai disini karena aku tidak ingin pulang.

“Sebaiknya kita mencari udara segar” katanya lalu memakai jaketnya.

“Kaja” ajaknya. Akupun menyalakan mesin motorku. Entah aku ingin membawanya kemana.

“Nuna kita mau kemana??” tanyanya

“Em…kemana saja yang kamu suka untuk menghilangkan stres mu itu” katanya dengan tersenyum yang sangat manis. Dia sungguh lucu dan manis sekali. Aku menyukainya. Tunggu aku bilang aku menyukainya??? Aku Jatuh Cinta padanya. Akupun tersenyum lalu melaju motorku dengan cepat. Aku membawanya kepuncak.

“Wah….udaranya segar sekali” katanya sambil merentangkan tangannya. Akupun turun dari motor lalu menghampirnya.

“Apa yang membuatmu tidak konsentarasi tadi??? Apa kau ada masalah???” tanyanya yang membuat aku diam.

“Kau boleh bercerita padaku” katanya sambil tersenyum padaku. Aku masih diam saja.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak ingin cerita. Kau bisa menghubungiku kalo kau memang ingin bercerita” katanya sambil menepuk pundakku. Aku ingin bercerita tapi aku….

“hufff….udara disini agak dingin ya!” katanya sambil meniup tangannya lalu menggosok-gosokan agar hangat. Akupun melepaskan jaketku lalu memakaikan kepadanya. Diapun menoleh heran padaku. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Gomawo” katanya tersenyum. Aku dan diapun memadang lampu-lampu rumah yang menyala dari atas sini. Terlihat sangat indah.

~END POV~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Sherly POV~
“Ayo kita pulang” kataku

“Anyio Nuna aku masih mau disini sebentar lagi” katanya agak memohon.

“Baiklah” kataku tersenyum. Kami pun masih menikmati udara malam yag semakin dingin. Aku melihatnya sedang melipatkan tangannya karena kedinginan. Akupun melepaskan jaketnya.

“Ini jaketmu. Seharusnya kalau kau kedinginan tidak usah memberikan jaket itu padaku” kataku sambil memberikan jaketnya lagi. Dia menghiraukanku lalu tiba-tiba dia lalu langsung menarikku kedalam pelukannya. Dia memelukku dengan erat. Akupun tersentak karenanya kemudian aku membiarkan dia memelukku. Aku merasakan kehangatan dan kepedihan didalam hatinya. Aku tahu kalau dia pasti ada masalah, tapi aku tidak ingin ikut campur kalo dia tidak memberitahukannya padaku. Akupun menepuk punggungnya seperti ingin menenangkannya. Aku apakah aku jatuh cinta padanya??? Tidak boleh dia adalah muridku. Aku tidak boleh seperti ini. Akupun langsung melepaskan pelukkannya. Dia pun akhirnya mau melepaskannya.

“Ayo, kita pulang Nuna” katanya sambil menuju motornya. Kamipun akhirnya pulang.
~END POV~

~Author POV~
Hampir dua bulan Sherly memberikan kelas tambahan pada Donghae, mereka semakin lama sangat dekat. Dan sudah beberapa bulan ini Jessica mengejar Donghae. Tapi Donghae tidak menghiraukannya karena yang dia cintai hanya Sherly beghitu juga sebaliknya, namun akan banyaknya halangan yang akan mereka hadapi nantinya..

*Sekolah*
“Donghae hari ini apa kau ada acara???” tanya Jessica.

“Ne…aku ada kelas tambahan” kata Donghae tersenyum

“Apa sehabis pulang kelas tambahan juga tidak bisa??” Tanya Jessica lagi.

“Mianhae sepertinya aku tidak bisa. Aku ada janji” Donghaepun lalu pergi meninggalkan Jessica.

“Kau pikir aku tidak tahu, kalau kau menyukai Sherly Onnie! Makanya itu kau selalu menghindar dariku” guman Jessica.

“Bagaimana ya cara aku agar memisahkan mereka???” pikirnya. Diapun tersenyum sinis saat mendapatkan idea.

~Pulang sekolah~
“Donghae hari ini adalah hari terakhir aku memberikan kelas tambahan padamu” kata Sherly sambil membereskan bukunya setelah mengajar Donghae. Donghaepun tampak tidak suka karena dia akan jarang hanya berduaan dengan Sherly.

“Donghae….” kata Sherly membuyarkan lamunan Donghae.

“Ne….” katanya

“Guwenchana??” tanya Sherly lagi.

“Ne….guwenchana” kata Donghae tersenyum.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu” Sherlypun pergi, tapi langkahnya terhenti karena tangan Donghae menahannya lalu menariknya dalam pelukannya.

“Nuna…anyio…Sherly…jangan tinggalkan aku” kata Donghae sambil memeluk Sherly dengan erat.

“Donghae…lepaskan” kata Sherly berusaha melepaskan diri dari pelukkan Donghae, tapi tenaga Donghae lebih kuat sehingga Sherly tidak dapat lepas.

“Sherly…maukah kau menjadi yeojachinguku??” tanya Dongahe yang membuat Sherly terteguh.

“Dongahe…” kata Sherly bingung sebenarnya dia ingin tapi banyak hal yang membuatnya tidak mungkin menerima Donghae.

“Mianhae Donghae aku tidak bisa” Sherlypun melepaskan diri dari pelukan Donghae.

“Wae???” tanya Donghae sambil melihat kearah mata Sherly, tapi Sherly membuang mukannya untuk tidak melihat mata Donghae.

“Sherly….liat aku. Katakan kalau kau tidak mencintaiku. Aku tahu kau memiliki perasaan yang sama denganku” Donghae memegang wajah Sherly untuk menatap matanya.

“Aku mohon kau harus mengerti Donghae. Kita adalah guru dan murid walaupun usia kita tidak jauh berbeda, tapi tetap saja aku gurumu” kata Sherly yang hampir menanggis. Dongahae pun memeluknya dengan erat malah semakin erat sambil membelai rambut Sherly.

“Aku yakin kita bisa mengatasi ini semua. Kita rahasiakan ini dari mereka. Arraso” katanya lalu mencium kening Sherly. Sherly hanya diam saja.

“Diam berarti iya!” kata Donghae lalu dia mendekatkan wajahnya pada Sherly. Dongahepun mencium Sherly dengan Lembut. Awalnya Sherly tidak membalasnya, tapi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia juga mencintai Donghae. Donmghaepun senang karena Sherly membalasnya.
~END POV~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Beberapa hari kemudian*
~Donghae POV~
Sudah satu minggu aku jadian dengan Sherly. Betapa senangnya karena aku ada teman berbagi. Kami berpacaran diam-diam tidak ada yang tahu bahkan Hyukjae yang bisa dibilang sahabatku tidakku beritahu.

“Donghae….” akupun menengok kearah yang memanggilku.

“Ne…Jessica!” kataku dia pun menghampiriku.

“Apa aku bisa bicara denganmu??” tanyanya, akupun menaikan alisku.

“Itu, ada hal yang penting yang ingin aku katakan” katanya lagi sambil menarik tanganku menuju atap sekolah.

“Ada apa???” tanyaku bingung

“Emmm…aku…” katanya malu-malu

“Ne….” akupun tidak sabar dengan apa yang ingin dia katakan. Karena aku sekarang harus menemui Sherly.

“Aku suka padamu, maukah kamu jadi namjachinguku???” tanyanya Langsung yang membuat aku agak kaget.

“Mianhae Jessica aku sudah mempunyai seseorang diahtiku. Mianhae, aku yakin kau akan mendapatkan namja yang lebih baik dariku” kataku tersenyum sambil mengacak poninya lalu pergi meninggalkannya.
~POV END~

~Author POV~
Jessicapun telah menyatakan perasaannya tapi ditolak oleh Donghae. Dia merasa sakit hati, dia tahu ini semua pasti karena Sherly Onnie. Diapun akan menjalankan rencananya.

*Taman*
“Donghae…bagimana kalau kita ketahuan??” tanya Sherly dengan hati-hati, karena mereka sedang berjalan-jalan ditaman. Dan Sherly takut ada murid lain yang mengenali mereka.

“Sekarang kau tidak perlu memikirkan itu, walaupun nanti akan ketahuan aku akan tetap bersamamu disisimu.” Kata Donghae sambil menggengam tangan Sherly.

“Chagiya apa kamu mau es krim???” tanya Donghae mengalihkan pembicaraan. Sherylpun mengangguk. Mereka berjalan sambil memakan es krim. Lalu duduk disebuah taman.

“Chagiya aku mau es krim mu donk!!!” kata Donghae manja.

“Huh….kamu kan juga punya tapi kenapa masih minta padaku?!” kata sherly cemberut tapi tetap saja memberikan pada Donghae.

“Chagiyaku memang baik” Donghaepun tersenyum lalu ingin memakan es krim milik Sherly, tapi Sherly memajukan es krim nya sehingga mengenai hidung Donghae. Sherlypun tertawa lalu lari.

“Ya….Chagiya” kata Donghae berusaha mengejar Sherly. Akhirnya Sherlypun tertangkap Donghae.

“Hahahaha…mau lari kemana kau sekarang” Donghae tertawa penuh kemenagan. Donghaepun ingin mencium Sherly tapi ditahan oleh Sherly. Donghaepun manyun, akhirnya Sherly mencium pipi Donghae lalu kabur lagi. Tanpa mereka sadari, kalau mereka telah diikuti dan semua gerak gerik mereka diphoto.

*Esok harinya*
~Sherly POV~
Akupun berangkat mengajar seperti biasanya. Akupun sampai disekolah, saat aku berjalan menuju ruang guru kenapa semua mata menatapku dengan jijik bahkan mereka berdeck kesal sambil melihatku dengan tatapan sinis. Ada apa ini??? Apa aku salah memakai pakaian??? Akupun menuju ruang guru, hal sama yang aku dapati tatapan dari setiap guru padaku.

“Nona Sherly anda dipanggil oleh kepala sekolah” kata Guru Han

“Ne…..”kataku langsung menuju ruang kepala sekolah. Akupun masuk keruang kepala sekolah dan disana sudah ada Donghae. Apa yang terjadi??? Apa mereka mengetahui semuanya??? Akupun menjadi cemas dan takut.

“Bapak memanggil saya” kata saya lemah. Kepala sekolahpun melempar photo-photo diatas meja dengan kencang yang membuat aku dan donghae tersentak. Akupun melihat photo-photo itu. Itu adalah photoku dengan Donghae ditaman kemarian, akupun menjadi lemas tapi ditahan oleh Donghae. Donghae menggengam tanganku dengan erat. Dia membuatku menjadi lebih tenang karena dia ada disisiku.

“Apa kalian mau membuat malu sekolah ini dengan membuat secandal seperti ini??” tanya Kepala Sekolah dengan suara yang keras.

“Mianhae…” kataku namun Donghae diam saja aku menarik tanggannya untuk meminta maaf tapi dia masih diam.

“Apa dengan maaf kalian bisa memperbaiki kesalahan kalian???” tanya kepala sekolah lagi

“Saya akan memperbaikinya Pak” kataku.

“Dengan cara apa???” tanyanya dengan masih kesal. Akupun hanya terdiam Donghaepun masih diam saja.

“Apapun yang terjadi kami akan tetap bersama” kata Donghae mengeratkan genggamannya.

“Donghae…” kataku Lirih

“Ya….kau apa yang kau katakan??? Kau benar-benar ingin membuat malu sekolah ini???” kepala sekolahpun menjadi marah lagi.

“Aku tidak peduli dengan apa yang kalian katakan.” kata Donghae yang meninggikan suaranya.

“Donghae…” kataku lagi

“Apa kau akan tetap bersamaku???” tanya Donghae, akupun ragu aku memadangnya akupun akhirnya mengangguk. Karena aku mencintainya dan ingin dia ada dsisiku untuk selamanya.

“Aku akan tetap bersamanya Pak, apapun yang terjadi walapun anda atapun yang lainnya tidak suka.” kataku dengan mantap. Donghaepun tersenyum menatapku.

“Ya….kalian” kepala sekolah ingin memukulku tapi tangannya ditahan oleh Donghae.

“Hari ini kami akan mengundurkan diri dari sekolah ini” kata Donghae lalu menarikku keluar dari ruangan kepala sekolah. Kamipun berjalan dengan banyak orang yang memandang kami ada yang sinis tapi sekarang ada juga yang tersenyum.

“Donghae…” panggil Hyukjae. Aku dan Donghaepun menoleh.

“Chukae…”kata Hyukjae sambil memeluk Donghae. Aku dan Donghaepun berpandangan bingung.

“Walaupun kau tidak memberitahuku, tapi aku ikut senang dengan hubungan kau dan Nuna. Nuna Chukae” kata Hyukjae sambil tersenyum kearahku. Akupun membalas senyumnya.

“Mianhae Hyukjae, aku tidak bermaksud memberi tahumu.” kata Donghae merasa tidak enak begitu juga denganku.

“Tidak apa-apa, aku ngerti kok. Akupun akan sepertimu kalo ada diposisimu.” Kata Hyukjae tersenyum.

“Gomawo Hyukjae” kata kami. Donghae menarik tanganku dan pergi meninggalkan sekolah. Walapun masih banyak orang yang membicarakan kami, tapi kami tidak peduli. Karena kami saling mencintai satu sama lain. Kamipun kepakiran.

“Donghae kita mau kemana???’ tanyaku masih bingung.

“Kemana saja asal aku tetap bersamamu” Kata Donghae tersenyum dan membuat wajahku memerah. Diapun menyalakan mesin motornya. Akupun naik keatas motornya.

“Saranghaeyo” kata Donghae.

“Nado Sarangheyo” kataku sambil memeluknya dengan erat. Diapun melajukan motornya.

~THE END~

19 thoughts on “I Love U Teacher”

  1. hwaa~~~
    donghae berani bgt blg gtu ke Kplh sklh~
    ckckckckck
    good job dha!!!
    khekhekhe^^v

  2. huwaaaa,,,salut2 deh ama hae & gurunya ..
    mending kluar trus cari skul baru, mash bejibun kok skul yg lain…hahha
    nice story^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s