The Last Time Part 4

Sebelumnya . . .

“Aku sudah selesai.” Ucap Leeteuk hyung kemudian meninggalkan meja makan dan mengambil air minum di dapur. “Kalau kalian masih ada kegiatan pergilah! Aku baik-baik saja, tidak perlu ditemani seperti anak kecil saja.”

“Hyung memang seperti anak kecil. Hahahahaha . . .” ucap Eunhyuk hyung kemudian tertawa disambung tawa member lain. Sementara Leeteuk hyung hanya merespon dengan gelengan kepala dan langsung masuk ke kamarnya.

THE LAST TIME Part IV

Kangin POV

Selesai makan, kulihat Teuki hyung masuk ke kamarnya. Aku berlari mengejarnya. “Hyung, aku ingin bicara.” Teuki hyung menghentikan langkahnya dan menoleh padaku.

Dia menatapku dalam, “Masuklah!” akhirnya. “Apa yang mau kau bicarakan?” ucapnya saat kami sudah berada di dalam.

“Aku . . . aku . . . aku . . . mianhae hyung! Aku selalu membuat masalah.” Tiba-tiba saja Teuki hyung memelukku dan menangis. “Hyung . . .?!”

“Kangin . . .” akhirnya setelah tangisnya reda dan melepaskan pelukannya. “Aku gagal . . . aku seorang leader yang bodoh.”

“Hyung kenapa berkata seperti itu? Hyung adalah leader terbaik, kami bersyukur hyung yang menjadi leader kami.”

“Berhasil? Aku ini leader bodoh yang tidak bisa mempertahankan keutuhan keluarganya, anggotanya, dan tidak bisa menjaga dongsaeng-dongsaengnya dengan baik. Itu yang disebut leader terbaik?” tangis Leeteuk hyung kembali pecah.

Aku memeluknya, “Hyung mianhae!” akupun turut menangis.

“Mianhae, karena tadi aku memukulmu.” Ucap teuki hyung di sela-sela tangisnya.

“Kweanch’ana hyung, aku memang pantas mendapatkannya.”

Pagi ini Leeteuk hyung mendapat telpon dari manager Kim. Katanya, tuan Lee ingin bertemu denganku.

“Kangin . . .” kudengar suara Leeteuk hyung dari luar kamarku. Aku membukakan pintu untuknya.

“Ada apa hyung?”

“Tuan Lee So Man ingin bertemu denganmu. Aku akan menemani, sekarang cepatlah bersiap-siap!”

“Ne.”

Kurang lebih selama 30 menit, aku sudah siap. “Kau sudah siap?” Tanya Leeteuk hyung saat aku keluar kamar.

“Ne.”

Aku dan Leeteuk pergi menemui tuan Lee di kantornya.

‘’’

Leeteuk hyung mengetuk pintu kantor tuan Lee. “Masuklah!” jawab sebuah suara dari dalam ruangan.

“Annyeong . . .” sapa Leeteuk hyung padanya yang sedang duduk di kursi empuknya.

“Eeteuk, kenapa kau ikut kemari? Bukankah aku hanya memintamu untuk menyuruh Kangin datang kemari?”

“Ne, tapi aku adalah leader Super Junior dan hyungnya, jadi aku harus tahu apa yang terjadi pada anggota dan dongsaengku.”

“Kudengar kau sakit?”

“Ne, tapi keadaanku sudah lebih baik.”

“Kangin, kali ini kau buat masalah apa lagi?”

“Minhae, malam itu aku sedangmabuk. Jadi aku tidak memperhatikan jalan.”

“Untuk saja anak itu tidak mati, hanya mendapat luka yang tidak terlalu berat. Ini yang ketiga kalinya kau membuat onar. Sebenarnya apa yang kau inginkan. Sesuai perjanjian kita dulu, bila kau sudah melakukan kesalahan fatal sebanyak tiga kali, kau akan diskors.

“Skors? Tapi Super Show akan dilaksanakan sebulan lagi.

“Itu akibat dari perbuatanmu, aku sudah memperingatkan.”

“Tuan Lee!” ucap Leeteuk hyung.

“Ada apa?” Tanya tuan Lee sinis.

“Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan Kangin.”

“Hyung?!” aku menatap heran Leeteuk hyung.

“Maksudmu apa? Kau memang seorang leader, tapi disaat ini kau jangan berlaga sebagai pahlawan kesiangan.”

“Sebagai gantinya biarkan aku yang di skors.”

“Lucu, itu tidak mungkin. Apa yang akan dikatakan ELF nanti? Leader Super Junior tidak ikut show.”

“Sama saja kan? Hankyung dan Kibum jelas-jelas tidak bisa ikut show, kenapa aku tidak?”

“Aku tidak ijinkan, kau tetap ikut show dan Kangin aku skors. Sekarang kalian boleh kembali.”

Shindong POV

“Kalian darimana sepagi ini?” tanyaku pada Leeteuk dan Kangin hyung. Kulihat raut wajah Kangin hyung yang murung, dan Leeteuk hyung yang kecewa. Ada apa dengan mereka? Saat kutanyapun, mereka tidak menjawab. Leeteuk hyung langsung masuk ke kamarnya dan Kangin hyung duduk di sofa ruang tengah. Kudekati Kangin hyung untuk mengetahui apa yang terjadi. “Kangin hyung, ada apa?” ucapku sambil merangkul pundaknya.

“Hhhhh . . .”

“Kenapa seperti itu?”

“Aku di skors.” Jawabnya dengan tatapan kosong.

“Maksudmu?”

“Aku di skors karena kasus kemarin, dan akibatnya aku tidak bisa ikut Super Show.”

“Itu berarti, kita melaksanakan Super Show hanya dengan 10 member?”

“Ne.”

“Dia memang tidak punya hati.”

“Leeteuk hyung tadi meminta, kalau dia saja yang di skors untuk menggantikanku.”

“Mwo?”

“Ne, tapi tentu saja tuan Lee tidak setuju. Akupun tidak setuju. Sudahlah, aku memang harus bertanggung jawab.”

“Sabar hyung, semua pasti ada hikmahnya.”

“Ne.”

Pagi ini kulihat Kangin hyung keluar kamar sambil membawa sebuah koper besar di tangannya.

“Hyung, kau mau kemana?”

“Aku akan pulang ke rumah orang tuaku. Aku di skors, jadi untuk apa aku disini?”

Kulihat Leeteuk hyung pun keluar kamar, ekspresi wajahnya datar seperti sudah tahu apa yang akan terjadi. “Kau sudah siap Kangin-ssi?”

“Ne hyung!”

“Shindong, panggil semua member!”

“Ne.”

Kupanggil semua member untuk berkumpul di ruang tengah. Ekpresi wajah mereka sama semua saat melihat Kangin hyung.

“Hyung, kau mau kemana, liburan? Kenapa tidak ajak-ajak aku?” ucap Kyuhyun manja. Kangin hyung hanya tersenyum getir melihat kemanjaan si magnae.

“Kalian semua . . . sudah berkumpul?” aku tahu yang dirasakan Leeteuk hyung sekarang, dia pasti merasa adanya ketidaklengkapan di antara kami. Tidak ada Hankyung hyung dan Kibum disini. “Karena kejadian kemarin, Kangin diskors. Itu artinya dia tidak bisa ikut dialbum baru kita. Hari ini, dia akan pulang ke rumah orang tuanya.”

“Ne, aku harap kalian tetap bersemangat!” Kangin hyung menahan tangisnya. Tapi, Hyukjae yang memang gampang tersentuh sudah menangis entah sejak kapan. Karena aku tidak memperhatikannya. “Mianhae, karena aku selalu merepotkan kalian. Mianhae, karena aku selalu membuat kalian cemas. Karena ulahku, kalian semua ikut terkena dampaknya.

Semua member termasuk aku memeluk Kangin hyung. Tangis yang sedari kami tahan, akhirnya jatuh juga. Leeteuk hyung yang berusaha tegar, hanya menatap kami sambil menangis tanpa ikut memeluk Kangin hyung seperti kami. Setelah kami melepaskan pelukan kami dari kangin hyung, barulah Leeteuk hyung mendekati Kangin hyung dan mendekapnya erat. Air mata yang keluar menjadi lebih deras dari mata keduanya.

Kibum POV

Kubuka pintu dorm pelan, karena takut membangunkan member yang lain. Seluruh ruangan gelap. Tentu saja, ini sudah jam 2 pagi. Mereka semua pasti sudah tidur. Kulewati setiap ruangan dorm menuju kamarku.

“Kau baru pulang?” kudengar suara seseorang, tapi siapa? Datangnya dari dapur. Aku tidak sanggup untuk menoleh. Kudengar langkah kaki yang semakin mendekat, keringat dingin mulai mengucur dari tubuhku. Aku ingin berlari ke kamar, tapi tidak bisa. Rasanya kaku sekali, kaki ini tidak mau digerakkan. ‘ayolah!’ pikirku. Kurasakan sebuah tangan memegang pundakku. Aku tidak berani untuk membalikkan tubuhku. “Hei . . .” suara itu memanggilku lagi, tapi kali ini aku seperti kenal dengan suara itu. “Kim Kibum, kau kenapa?” aku merasa itu suara Leeteuk hyung, jadi aku memberanikan diri membalikkan tubuhku sambil memejamkan mata. “Kenapa kau menutup matamu seperti itu?”

Kubuka mataku pelan-pelan, “Hyung?! Hhhhhh . . . syukurlah!”

“Kenapa?”

“Kukira siapa yang memanggilku, ternyata hyung. Kenapa hyung belum tidur?” aku menghela napas lega.

“Aku baru mengambil minum dari dapur. Kau tumben sekali pulang kesini? Tidak pulang kerumahmu?”

“Aniyo, rasanya aku ingin kesini saja. Aku rindu dorm.”

“Oh . . . kalau begitu istirahatlah!” ucap Leeteuk hyung sambil tersenyum. “Kibum-ah!” panggil Leeteuk hyung menghentikan langkahku.

“Ne.”

“Kalau kau ada masalah, ceritalah padaku atau hyungmu yang lain. Sekarang istirahatlah, besok kau pasti masih ada jadwal lagi.”

“Hyung!” kali ini aku yang menghentikan langkahnya.

“Ne.”

“Hyung sudah mau tidur?”

“Ani, setelah terbangun tadi aku jadi tidak ngantuk. Waeyo, kau mau cerita sesuatu padaku?” aku tidak menjawabnya. Aku takut akan mengganggu jam istirahatnya. Karena aku tahu, jadwal kegiatannya sama banyaknya seperti aku. Tiba-tiba Leeteuk hyung menarik tanganku menuju ruang tengah, tempat biasa para member berkumpul.

“Ceritakanlah!”

“Mianhae hyung!”

“Waeyo?” ucap Leeteuk hyung agak tertawa. Mungkin, dia kira aku bercanda atau dia ingin mencairkan suasana.

“Mianhae, karena aku telah menjadi member yang tidak baik. Aku selalu bolos dalam setiap perform SUJU. Bahkan, di Super Show nanti mungkin akupun tidak akan ikut kalian. Mianhae, karena aku hyung menjadi terbebani.”

“Hei . . .” Leeteuk hyung menatapku serius. “Sebagai hyungmu, aku ingin kau istirahat bila kau merasa lelah. Tidurlah bila kau merasa mengantuk. Aku tahu kegiatanmu banyak sekali, sehingga menyita semua tenaga dan waktumu hanya untuk bekerja. Aku mengerti dengan semua kegiatanmu itu. Katakanlah pada kami bila kau merasakan itu semua. Lakukanlah segala kegiatan yang cocok dengan umurmu sekarang.” (aku inget kata-kata Kangin di Relay Talk, kalau gak salah jauh-deket kata-katanya kaya gitu.)

“Gomawo hyung!” ucapku kemudian memeluknya erat dan menagis di pelukannya. Akupun merasakan sedikit basah di pundakku. Leeteuk hyung menangis.

“Kibum-ah, kau tahu kan tentang kasus Kangin kemarin? Tuan Lee akhirnya mengskors dia, tadi siang dia pulang ke rumah orang tuanya. Dia titip salam untukmu. Sekarang istirahatlah!” Leeteuk hyung melepaskan pelukannya sambil tersenyum. Kulihat matanya yang merah, mungkin aku juga.

“Hyung, mianhae! Andai saja aku tidak terlalu sibuk, aku pasti bisa mengantarkan Kangin hyung.”

“Kau jangan menyesal seperti itu, kami tahu tentang kesibukanmu.”

“Hyung pun harus begitu. Hyung harus bicara pada kami semua bila hyung mempunyai masalah. Hyung adalah leader terbaik diantara semua leader.” Leeteuk hyung tidak menjawab, dia hanya tersenyum. Aku dan Leeteuk hyung berpisah menuju kamar kami masing-masing.

To Be Continue . . .

6 thoughts on “The Last Time Part 4”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s