Fragolla taste [part 1]

 

Fragolla taste [part 1]

Author: andri_gamekyu

Part >> GADUH

Gadis itu mendengus. Dia berdiri sambil memegang jeruji besi yang membatasi luar sekolah dengan lapangan sepak bola di sekolah. Gadis itu kembali mendengus. Dia memasukkan tangannya ke jaket tipis yang membalut tubuhnya yang mungil itu, dan berjalan pelan ke bawah pohon oak. Gadis itu duduk disana, merenung, lalu kembali menatap lapangan sepak bola. Menatap salah satu pemain di lapangan itu. Gadis itu mendengus keras. Untuk apa aku disini? pikirnya kesal, sambil menatap pemain yang banyak di soraki penonton. Gadis itu menatap tribun penonton yang di penuhi cewek-cewek. Kenapa sih? pikir gadis itu. Kenapa banyak yang menyoraki ‘DIA’?

“Kyuhyun~~ saranghae-yo!!”

Hwaiting, Kyuhyun-ah!!!”

“Kyuhyun, fight!

Gadis itu mendesah. Sabar, Minhyo… sabar… kau menunggunya disini, bukan karena apa-apa, tapi karena kau tidak punya teman di rumah. Ya, gadis ini bernama Minhyo. Jung Minhyo. Minhyo menatap sisi pohon oak yang lain, laut. Dia mendengus keras. Ibu kemana lagi?

Saat pulang sekolah, Minhyo hanya menemukan selembar catatan di apartmen dia dan eomma-nya. Isi dari catatan itu adalah :

Sayang, eomma pergi. Ibu pergi dengan teman, kau tahu kan? Maaf ya, eomma mungkin tidak pulang hari ini. Sayang, eomma.

Karena catatan itulah, sekarang Minhyo ada di sini, di sekolah untuk menunggu Kyuhyun itu pulang. Tetapi, dia malah harus menunggu cowok itu selesai latihan sepak bola, baru bisa pulang -,-

Eomma, tidak pernah betah di rumah sejak Minhyo mulai remaja. Dirinya tidak pernah mengkhawatirkan kondisi Minhyo seperti dulu. Sekarang, dia hanya meninggalkan sebuah catatan, uang lalu pergi entah kemana bersama laki-laki tak jelas. Setiap hari eomma diantar pulang oleh orang yang berbeda, bahkan Minhyo pernah melihat eomma-nya dengan seorang pria di dalam mobil sedang berciuman. Dari situ dia mulai tidak menghargai eomma-nya, dan membenci eomma-nya.

***

“Kyuhyun! Tembakkan bolanya!!” teriak Donghae, tetapi tidak dihiraukan Kyuhyun. Pandangan Kyuhyun jauh dari lapangan bola. Dia melihat gadis yang sedang duduk di bawah pohon oak, Minhyo.

“Oiy, Kyuhyun! Apa yang membuatmu melamun?! Tidak biasanya kau melepas bola begitu saja! Apa yang kau lihat?!” teriak pelatih dari pinggir lapangan. Kyuhyun tersadar dari lamunannya, langsung membungkuk.”Mianhae-yo, songsaenim! Aku akan berusaha lebih giat lagi!” seru Kyuhyun, lalu berlari mengejar bola.

Donghae memperhatikan tingkah laku sahabatnya itu. Aneh, tidak biasanya Kyuhyun melamun seperti itu. Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia melamun? Apa yang dilihatnya? Benar-benar aneh. Donghae pun mengikuti arah pandangan sahabatnya tadi. Pohon oak? Tunggu, di bawah pohon itu ada seorang gadis. Donghae menajamkan pandangannya. Matanya membelalak. Minhyo?

***

Kyuhyun tersenyum di ruang ganti. Gadis itu, Minhy0, sedang menunggunya! Dia yakin itu, karena pandangan mereka bertemu tadi, dan gadis itu memalingkan wajah. Apa bibi Yoora keluar lagi? Ah~ tidak penting. Yang penting adalah, aku harus segera keluar dan melihat gadis itu.

“Minhyo!” seru Kyuhyun, memanggil Minhyo yang sudah berdiri dari posisi duduknya semula.

“Yak~! Cho Kyuhyun! Kau lama sekali! Aku hampir kering menunggumu disini!” teriak Minhyo, sebal.

Kyuhyun tidak menanggapi teriakan gadis itu. Dia asyik dengan pikirannya sendiri. Minhyo bilang, dia hampir kering menungguku di sini. Berarti dia sudah lumayan lama menungguku dan aku tahu, Minhyo adalah anak yang tidak suka menunggu. Apa ini pertanda baik?

“Kyuhyun!!” teriakan gadis itu membuatnya kembali ke alam nyata.

mwoya?” tanya Kyuhyun, sok innocent.

“Gak ada, ayo pulang,” ajak Minhyo, lalu berjalan pelan membelakangi Kyuhyun.

“Minhyo!” panggil Kyuhyun. Minhyo diam saja, tetap berjalan membelakangi namja itu.”Minhyo-ah!” panggilnya lagi. Minhyo tetap diam, tetapi ia tersenyum. Ia penasaran, kenapa namja itu tidak mengejarnya?

“Hyo-ah!”

Kali ini langkah Minhyo terhenti. Telinganya terasa digelitik mendengar nama kecilnya di sebut.pelan-pelan ia berbalik.”Ne! ada apa?”

“Kenapa kau menungguku?”

“Eh?”

“Kenapa kau menungguku?” tanya Kyuhyun lagi. Minhyo tertegun. Apa maksudnya kalimat itu? Minhyo menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan sebal.”Mauku! kau tidak ingin kutunggu? Dasar tidak tahu terima kasih! Padahal aku sudah hampir mati bosan menunggumu!”

Tanpa di duga, Kyuhyun tersenyum.”Gomapseumnida, Hyo-ah!”

“Hei, ada apa denganmu, Kyu? Kau sakit?” tanya Minhyo, sambil tersenyum jahil. Perlahan ia mendekat.

aniyo~ aku tidak sakit, ayo pulang.”

Minhyo tersenyum. Terbersit keinginan untuk mengerjai Kyuhyun.”Hei, Kyu-sshi!”

“Ye?” tanya Kyuhyun, sambil tersenyum lebar.

“Kau ingat saat kita mandi bersama di onsen 8 tahun lalu?” tanya Minhyo, jahil.

“Ya, jadi kenapa?” Kyuhyun balik bertanya, bingung.

“Aku bohong soal aku tidak melihat ‘itu’-mu,” jawab Minhyo, senyumnya mengembang.”Kau ingat kan? Yang kau menyuruhku untuk tidak melihatmu, sebenarnya aku mengintip. Haha.”

“Eh?!”

***

Minhyo dan Kyuhyun sudah lama bersama, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Ibu mereka berdua berteman baik. Minhyo dan Kyuhyun seperti mempunyai ikatan yang kuat. Sejak lahir, mereka selalu bersama. Dulu, Kyuhyun mengenal Minhyo sebagai cewek yang kuat, jarang menangis, dan selalu melindunginya. Saat Kyuhyun diganggu teman-teman yang lebih besar darinya, Minhyo selalu menolongnya. Kadang harus sampai berkelahi. Anehnya, Minhyo selalu menang.

Dulu, Minhyo lebih tinggi dari Kyuhyun. Selalu melindungi Kyuhyun, padahal Kyuhyun lebih tua, jadi saat itu Minhyo yang mengambil alih embel-embel ‘kakak’, walau tidak pernah diakui Kyuhyun.

Dulu sekali, saat mereka masih berumur 6 tahun. Mereka mencoba melakukan ‘pelarian’ dari rumah. Sebenarnya ini ajakan Minhyo, yang memang sangat nakal (dulu). Lalu mereka mampir di sebuah onsen yang tidak terlalu jauh dari rumah. Mereka berdua mandi gratis di sana karena sudah malam dan tidak ada yang menjaga onsen itu. Saat itulah Minhyo mengintip Kyuhyun.

Mw0?! Kau mengintip?!” teriak Kyuhyun kaget.

“Ye, keren kan? Hahaha. Tapi, karena tidak mengerti, jadi aku tidak peduli,” jawab Minhyo, lalu kembali berjalan.

“Hyo-ah!”

Minhyo melirik ke belakang. Melihat namja itu siap menyerukan sesuatu. Tetapi, saat dia berbicara, KTX yang lewat di belakang Minhyo membuatnya tidak mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Apa?! Aku tidak dengar!” seru Minhyo.

Kyuhyun menghampirinya lalu tersenyum.”Tidak dengar? Kalau begitu tidak ada siaran ulang untuk nona sepertimu,” ucapnya.

“Cih! Terserah deh, ayo pulang.”

Minhyo memperhatikan Kyuhyun. Kyuhyun sudah lebih tinggi darinya. Dia benar-benar tinggi sekarang. Wajahnya tidak kekanak-kanakan lagi. Tangannya sudah tidak mungil seperti dulu. Dia berubah.

“Ada apa, Hyo-ah? Kau terpesona dengan ketampananku?” tanya Kyuhyun dengan pedenya.

“Hah? Jangan harap.”

***

Minhyo duduk di bangkunya, sambil memakan camilan. Temannya, Yeon Yuuri langsung mendampratnya.”Pencuri! kenapa kau ambil camilanku?!”

“Eh?! Aku tidak sudi mengambil camilanmu itu ya! Ini camilanku tau!” teriak Minhyo tak mau kalah.

“Bohong!” seru Yuuri, lalu mengaduk-aduk isi tasnya.

“Eh, iya… masih ada sih,” gumamnya pelan, lalu menutup tasnya.

“Makanya, jangan asal nuduh,” ucap Minhyo, lalu memeletkan lidahnya.

“Minhyo! Kemari kau!!” teriak Yuuri, murka. Minhyo segera menjauh, tetapi dia kalah cepat. Yuuri mencubit pinggangnya.”Kyaa~ sakit bego~!” teriak Minhyo sambil memegang pinggangnya.

“Jangan cari gara-gara dengan Yeon Yuuri ya!”

“Biar saja, hakku untuk cari gara-gara denganmu!” seru Minhyo, lalu berlari sebelum di hajar Yuuri.

“Minhyooooo! Kembali kau anak kurang ajar!!!” teriak Yuuri.

“Mana mungkin aku mau kembali kan!?” balas Minhyo.

***

“Ah~ akhirnya istirahat juga,” gumam Minhyo, lalu merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena duduk terus dari tadi.

“Oiy, Minhyo.. ada yang mencarimu!” seru teman sekelas Minhyo. Minhyo yang baru saja melepas lelah, kembali tegang lagi.”Siapa?” tanyanya malas.

“Adik kelas.”

“Hmpft… baik-baik, aku akan nyamperin diaa…,” ucap Minhyo, akhirnya.

Minhyo melihat adik kelas yang menunggunya. Seorang cewek, hatinya lega. Cewek ini manis. Rambutnya gelombang sampai sebahu, dibiarkan tergerai. Tubuhnya juga mungil, manis benar.

“Mmm… Jung Minhyo-sunbae?” tanyanya.

“Ne, nugu…?”

“Ah! Park Rihyo. Kelas 1-4.”

“Oke, ada apa mencariku?” tanya Minhyo, to the point.

To Be Continue

Iklan

8 thoughts on “Fragolla taste [part 1]”

  1. hae!!!! ngegantung banget,,
    lagi seru-serunya baca malah berhenti disitu!!!!!
    aish,,=3=

    Lanjut saeng!!!!
    penasaran tgkt tggi nih~~~
    >3<

    1. huahahaha~
      sbnernya sih part satuny ga brnti d stuu…
      mngkin ffny kpanjangan . wkwkwk

      oke deh~
      dtunggu ya, eonn 😀

      1. hooooh…
        tapi mlh FF klo pnsrn gni bqg jdi seru~
        hohohoho~

        tetap setia menunggu saeng~
        ^0^/Hwating

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s