My Mr. Vampire [1st Bite]

Author ::: Yuyu a.k.a Oh Youn Ji

A/N :::: ini 1st ff yang aku post di blog ini^^~ buat para reader, dont be silent reader please, need yours comment, no bashing~

HAPPY READING🙂

YOUN JI POV

“aaaaaaaaaakh! Menyebalkan! Eomma dan appa menyebalkan!” teriakku.

Aku berdiri di tepi sungai yang sangat sepi, tentu saja. Sekarang kan sudah larut malam, orang yang masih lalu lalang sangatlah sedikit. Banyak dari mereka yang sudah larut dalam alam mimpinya.

Sementara aku, masih terjaga. Aku tidak bisa tidur, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar dan melepas penat.

Menjadi anak tunggal itu sangatlah tidak enak! Sungguh! Tidak ada saudara untuk diajak bercerita dan bermain, menjadi satu-satunya harapan keluarga, itu membuatku stress!!

Dan karena itulah aku terdampar di sekolah itu! Kim Academy! Aku tidak punya alasan khusus kenapa aku tidak menyukai sekolah itu. Satu-satunya alasanku hanyalah karena itu adalah sekolah pilihan orangtua ku. Aku tidak ingin menjadi boneka mereka dan melakukan semua sesuai keinginan mereka. Aku punya jalan hidupku sendiri.

Tapi aku sama sekali tidak bisa memberontak. Menyebalkan sekali kan? Berapa banyak anak-anak sepertiku yang punya penderitaan yang sama?

“huuuh! Di mana aku?” aku terus berjalan tanpa memperhatikan sekitarku, dan tau-tau aku sudah berada di tempat yang tidak kukenal.

“aku memang bernasib sial.” Omelku sambil menendang batu kecil yang ada di depanku.

“auww!”

Eeh? Sepertinya aku mendengar suara seorang namja.

“yaaaaa! Berani-beraninya kau menendang batu ke arahku!” omel namja itu.

Omo~ namja itu sangat tampan!

“mianhae, aku tidak tau kalau batunya mengenaimu, gweanchana?” tanyaku.

“setidaknya batu itu tidak akan bisa membuatku mati.”

Aigoooo! Namja ini sangat tampan, tapi mulutnya tajam sekali. Bukan tipeku.

“aku kan sudah minta maaf.”

“daripada kau minta maaf, lebih baik kalau kau tidak menendang batu sembarangan.”

“ ne, ne, besok-besok aku tidak akan menendang batu ke arahmu lagi.”

“mwo? Kau pikir aku masih mau bertemu denganmu? Aku harus menjauhimu kalau aku mau selamat.” Namja itu mencibir.

“aisssh! Jinjja!” omelku.

“ngomong-ngomong, sedang apa kau malam-malam di jalanan begini?”

“jalan-jalan. Kau sendiri?” tanyaku balik.

“belanja.” Katanya singkat sambil mengangkat paperbag belanjaannya.

“eeh? Malam-malam begini belanja?” tanyaku heran. Kulirik jam tanganku. “sekarang sudah hampir jam 1 pagi, dan kau baru saja belanja?”

“apa urusannya denganmu? Kau sendiri jalan-jalan jam segini, yeoja aneh.”

Aku tidak membalas perkataannya, aku memperhatikan dia dari atas kepala hingga ke kakinya. Dia memakai pakaian yang menutup seluruh tubuhnya dari leher hingga ke lututnya, dia juga mengenakan sarung tangan.

“waaah! Kau vampir ya?” teriakku.

“mworago? Vampire?” dia juga ikut berteriak.

“karena kau memakai jubah yang menutup seluruh tubuhmu dan sarung tangan. Kalau kau bukan vampire kenapa kau tidak berbelanja di siang hari saja?” sergahku.

“yeoja aneh, kalau begitu, bukankah kau juga vampire? Kenapa kau jalan-jalan di malam hari bukannya di siang hari? Malam-malam keluar pakai baju setipis itu, kau pasti sedang mencari mangsa untuk kau hisap darahnya kan?”

“hahaha!” aku tertawa terbahak-bahak dan namja itu hanya melihatku dengan kesal, “kau ini berhayal terlalu tinggi!” kataku akhirnya setelah berhasil menahan tawaku.

“aissssh! Kau itu yang penghayal tingkat tinggi!” namja itu terlihat lebih kesal dan berlalu meninggalkanku yang masih sibuk tertawa.

“yaaaa! Tuan vampire, mau ke mana kau? Menghisap darah manusia?”

“menjauh dariku atau darahmu yang akan kuhisap sampai habis! Oh iya, ini namanya mantel, bukan jubah! Pabo!”

HEE CHUL POV

Aku masuk ke rumah dengan kunci yang kubawa. Rumah tampak sangat sepi. Sepertinya semua pelayan sudah tidur. Aku berlari kecil menaiki tangga menuju lantai 3 ke kamarku.

Langkahku terhenti di sebuah ruangan. Kulihat lampunya masih menyala. Kuketok pintu tersebut dan membukanya sebelum mendapatkan jawaban.

“halabeoji, sudah hampir jam 1, kau belum mau tidur?” aku berdiri di depan pintu dan menatap halabeoji dari balik meja kerjanya.

“ya, masih banyak yang harus dikerjakan. Kau sendiri?”

“aku baru pulang belanja, aku mau tidur sekarang.” Jawabku.

“baiklah, selamat malam.”

“selamat malam halabeoji.”

Setelah selesai menyapa halabeoji, aku masuk ke kamarku dan mengeluarkan beberapa kaleng minuman dari paperbag yang kubawa dan kumasukkan ke kulkas kecil yang ada di ujung kamarku.

Meskipun punya banyak pelayan yang siap melayaniku, aku lebih suka untuk belanja sendiri karena aku bisa membeli apapun sesuai keinginanku.

Aku melepaskan mantel dan sarung tanganku, hanya menyisakan kaos dan celana panjang di tubuhku.

Aku mencoba untuk tidur, tapi aku belum mengantuk. Hari ini aku terbangun jam 3 sore, jadi agak sulit bagiku untuk tidur sekarang meski aku memaksa mataku untuk memejam selama beberapa puluh menit.

Akhirnya aku menyerah dan mencari kaset untuk kutonton. Hampir semuanya sudah kutonton lebih dari 3 kali dan aku sudah sangat bosan dengan film yang itu-itu saja.

Sepertinya besok aku harus membeli beberapa kaset baru, pikirku. Mataku tertuju pada sebuah kaset berjudul UNDERWORLD. Cerita tentang vampire dan lycans.

Vampire? Aku tersenyum kecil mengingat yeoja aneh tadi. Dia bilang aku vampire? Padahal dia sendiri yang keluyuran tengah malam. Yeoja seperti dia pasti mudah sekali tertipu. Apakah dia baik-baik saja ya? Tapi yeoja aneh seperti dia, pasti tidak akan ada namja yang mau mengganggunya kan?

YOUN JI POV

“hoaaam!” aku menuruni tangga dengan mengenakan seragam baruku.

“Younie-ah, kau sudah bangun?”

“eomma? Tumben eomma belum berangkat kerja?” aku melirik jam, kalau-kalau aku bangun kepagian.

“hari ini eomma sengaja berangkat ke kantor agak siang. Mama mau melihatmu memakai seragam Kim Academy.”

Aku hanya menghela nafas pelan dan mulai menyantap sarapanku.

“aigoooo~ kau cantik sekali memakai seragam ini. Tidak salah kalau eomma menyuruhmu masuk ke sana.”

Aku diam dan tidak merespon kata-kata eomma, sementara eomma terus sibuk menjepretkan kameranya ke arahku, kupercepat makanku. Begitu selesai menyantap sarapan aku segera berpamitan dengan eomma dan pergi ke sekolah.

Hari pertama berlangsung biasa saja. Tidak ada yang menarik, lebih tepatnya sangat membosankan.

Setelah jam pulang sekolah, aku tidak langsung pulang. Aku memutuskan untuk ke perpustakaan terlebih dahulu.

Aku menyapa pustakawan yang sedang menatap layar komputernya. Aku menyusuri rak buku satu per satu untuk mencari buku yang ingin kubaca. Yah, aku memang suka sekali membaca untuk menghabiskan waktu luangku. Aku suka membaca buku fiksi maupun non-fiksi. Bagiku masing-masing dari buku itu memiliki daya tarik tersendiri. Setelah cukup lama menyurusi rak buk satu per satu, akhirnya mataku menangkap buku yang cukup menarik bagiku. Bukunya cukup tebal.

Aku membaca summary yang ada di belakang sampul buku dan semakin tertarik dengan novel itu. Kulirik jam yang terpasang di dinding perpustakaan, baru jam setengah 2. lebih baik aku baca dulu sebentar sebelum meminjam buku ini.

Semakin banyak halaman yang kubaca, semakin aku larut dalam novel tersebut. Aku merasa seolah-olah aku telah masuk ke dalam dunia lain, hingga suara gaduh dari luar perpustakaan berhasil menarikku kembali ke dunia nyata.

Aku merasa kesal dengan suara gaduh tersebut dan memutuskan akan meminjam buku ini untuk kubawa pulang. Aku bis membaca dengan tenang di rumah, tanpa gangguan sedikit pun.

Kuregangkan tubuhku yang terasa pegal, aku melirik keluar jendela. Kemudian kulirik jam, sudah jam 4 sore lewat, hampir tiga jam aku berada di perpustakaan. Omona! Sudah selama itu aku di sini?

Aku segera mengambil tasku ditangan kiri dan memegang novel yang ingin kupinjam di tangan kanan. Begitu sampai di meja pustakawan, aku mengatakan ingin meminjam buku dan menyerahkan buku yang kupegang. Sambil menunggu pustakawan itu menulis sesuatu di bukunya, aku kembali mendengar suara gaduh yang tadi menggangguku.

Sudah sore begini, memangnya masih ada siswa yang betah di sekolah? Kecuali aku tentunya, aku betah berada di manapun asalkan ada buku yang bisa kubaca.

Dua namja berlalu di depan pintu perpustakaan yang terbuka. Mereka saling bercakap-cakap satu sama lain, terkadang terdengar suara tawa mereka. Mereka terlihat ‘berbeda’. Entahlah, mereka seperti memiliki aura yang sangat special. Bukannya aku punya indera keenam untuk melihat aura mereka loh, aku hanya merasa sepertinya mereka berbeda, mungkin dari cara mereka berjalan? Terlihat sangat anggun.

Pustakawan tersebut tiba-tiba menyodorkan buku yang ingin kupinjam. Kuambil buku itu, ragu-ragu sesaat, kemudian aku memutuskan untuk bertanya pada pustakawan itu.

“eh, chogi, songsaenim, siapa dua orang namja yang lewat tadi? Memangnya jam segini masih ada kegiatan ekskul ya?”

pustakawan itu menggeleng.

“kegiatan ekskul sudah harus berakhir jam 4.” Kata pustakawan itu.

“jadi, mereka ..?” aku menggantungkan kalimatku.

“mereka adalah siswa kelas malam.”

“mworago? Siswa kelas malam?” tanyaku bingung. Pustakawan itu mengangguk.

Apa maksudnya? Tapi aku memutuskan untuk tidak bertanya lagi dan langsung melangkah keluar perpustakaan. Dari depan pintu perpustakaan, kulihat dua orang namja tadi masih berjalan di koridor dan bersiap untuk berbelok. Ketika tidak bisa melihat punggung mereka lagi, aku membalikkan badanku dan bermaksud untuk pulang. Begitu membalikkan badanku, aku merasakan kepala menabrak sesuatu yang keras tapi hangat. Aku mengusap-usapkan tangan kananku ke keningku yang terasa sedikit nyeri sambil mendongak untuk melihat apa yang kutabrak. Omo! Aku menabrak seorang namja.

“cheongsohamnida.” Kataku.

‘aissssh! Kau tidak punya mata ya?” nada menyebalkan itu. Sepertinya aku pernah mendengarnya sebelumnya, tapi di mana ya? Aku mencoba untuk mengingat-ingat ketika namja itu berjalan melewatiku.

“aaaah! Tuan vampire semalam!” teriakku sambil membalikkan badan untuk melihat namja itu, dia berhenti dan memunggungiku. Sedetik kemudian di berbalik, menatapku sambil mencoba untuk mengingat sesuatu, kedua alisnya saling bertautan.

“haa! Yeoja anhe yang semalam!” dia berteriak kecil dan menunjukku dengan telunjuknya.

“waah! Tidak kusangka kita bisa bertemu lagi.” Kataku.

“ kau sangat sial.” Katanya sambil menyilangkan tangannya di depan dada.

“apa maksudmu?” tanyaku bingung. Dia tersenyum dan mendekatiku.

“apa kau tau? Orang-orang menganggap bahwa jika mereka melihat wajah hantu, berarti mereka sial. Padahal sebenarnya hantu itulah yang sial.” Lagi-lagi dia tersenyum, sangat manis. Tapi aku tidak punya waktu untuk menikmati senyumannya, karena aku sedang berusaha mencerna kata-katanya. Barulah setelah mengerti maksud perkataannya, wajahku langsung berubah cemberut.

“maksudmu aku ini hantu? Dasar tidak sopan!”

“kau sekolah di sini juga?” tanyanya tanpa terpengaruh dengan omelanku. Aku hanya mengangguk.

Namja itu memegang badge nama yang terpasang di seragamku.

“kelas siang rupanya.”

“bagaimana kau bisa tau kalau aku ikut kelas siang?” tanyaku heran.

“badge kelas malam dan kelas siang kan berbeda.” Jawabnya enteng sambil menunjuk badge ku. Aku melihat badge ku sendiri kemudian melihat badge yang dipakainya. Aku mengerutkan keningku.

“apa yang yang beda?” tanyaku.

“badge kelas siang berwarna silve, sementar badge kelas malam berwarna gold. Pabo! Memangnya kau buta ya?” dia berdecak kecil.

“oh, benar juga ya!” aku tersenyum bodoh.

“yaa! Hee Chul-ah, sedang apa kau di sana?”

aku melirik dari balik bahunya dan melihat dua orang namja yang tadi melewati perpustakaan kini berjalan ke arah kami.

“tidak sedang apa-apa, kalian mau ke mana?”

“kami mau mau ke cafetaria, mau ikut?” tanya namja yang satu lagi.

“kalau begitu, aku pulang dulu.” Aku segera berjalan pergi meninggalkan mereka.

HEE CHUL POV

“kalau begitu, aku pulang dulu.” Yeoja itu langsung berjalan pergi meninggalkanku.

Sebuah tepukan mendarat dibahuku, kedua chinguku kini telah berdiri disampingku.

“siapa yeoja itu?” tanya Dong Hae dengan bersemangat.

“anak kelas siang.” Jawabku santai.

“wah, aku jarang melihatmu berbicara dengan yeoja, ada apa ini?” Han Kyung ikut bertanya.

“memangnya aneh ya?” tanyaku polos.

“aneh banget!!” jawab Dong Hae dan Han Kyung berbarengan. Mereka ini sungguh menyebalkan. Membuatku sebal saja! Aku bersiap meninggalkan mereka dan berjalan ke kelas, tapi mereka langsung mengapit kedua lenganku dan menahan langkahku.

“jangan ngambek dong!” bujuk Han Kyung.

“ayo! Kita makan saja! Hari ini aku sudah janjian dengan ketua kelas 2-7 untuk makan bersama.” Dong Hae langsung menarikku mengikutinya.

“ketua kelas 2-7? Cewek yang seksi itu?” tanya Han Kyung tidak percaya sementara Dong Hae mengangguk dengan bersemangat.

“aigoooo! Kalian ini, yang dipikirkan hanya yeoja saja!” kataku kesal.

“yaaa! Hee Chul-ah, kami semakin gencar mendekati para yeoja kan juga karena kau.” Omel Dong Hae

“mwo? Memangnya aku kenapa? Apa hubungannya denganku?”

“karena para yeoja mengira kau gay! Dan mereka mengira kita terlibat cinta segitiga!” teriak Han Kyung.

“gay!!? Micheoso!” teriakku.

“karena itulah, kami harus agresif mendekati para yeoja, biar mereka tau kalau kami ini namja tulen!”

yeoja memang makhluk yang paling merepotkan. Ngomong-ngomong soal yeoja, yeoja aneh itu namanya Oh Youn Ji ya? Kalau aku tidak melihat badge nama nya mungkin aku tidak akan tau nama. Aku tersenyum kecil. Yaaa! Jamkanman! Memang kenapa kalau aku tidak tau namanya? Apa peduliku?

“yaaa! Waktu kalian melihat badge kelas siang dan kelas malam, apa kalian langsung bisa mengetahui perbedaannya?” tanyaku pada mereka ketika kami memasuki cafetaria.

“tentu saja. Perbedaan warnanya kan sangat mencolok.” Jawab Han Kyung.

“waeyo?” tanya Dong Hae.

“yeoja tadi, masa dia tidak tau perbedaan badge nya.”

“jinjja?? Kok bisa?”

“entahlah, tapi aku rasa aku tau alasannya!”jawabku bersemangat.

“mworago?” jawab Han Kyung dan Dong Hae bersamaan.

“karena yeoja itu aneh!” aku tersenyum sendiri mendengar jawabanku. Dong Hae dan Han Kyung terdiam, mereka saling bertatapan beberapa detik kemudian berjalan meninggalkanku tanpa berbicara apapun.

“yaaaaa!”aku berlari mengejar mereka.

To Be Continue . . .

23 thoughts on “My Mr. Vampire [1st Bite]”

  1. wah~
    pengen donk masuk kelas malam~
    Lanjut chingu~
    ^0^/

    kls mlm i2 untk siswa tertentu or ????

  2. kyaa~ keren😀
    aku baru perna baca ff chul yg gg nyentrik *mianbow bias chul

    lanjut yaa, eonni ^^ aku ga sabar😀

  3. kya…
    Qren..
    Mw msuk klz mlem, byar bsa deket ma hae oppa..
    Mw… Mw… Mw…
    Lnjtn na jgn lma lma ea chingu..
    Hehehe..

  4. Widih..
    Ada yeobo sya tak?
    Kyu loh..
    Mau dong kyu dmsukkin..
    Hohoho..
    Annyeong shinn imnida aka lee minhae aka kyu yeojachingu..
    Jeosonghamnida~*klo g slah ini kta slam knal d,,

  5. Ahh sukaa !
    Penasaran cerita selanjutny ,
    Kelas malam ? Kelas siang ? apa istimewany kelas malam , haha😀 penasaran

    d tunggu part selanjutny onnie🙂

  6. ahaha😀.
    Ffnya lumayan lucu, bisa bikin ketawa sendiri. Pd aneh si, masa jalan2 n blanja udah tengah malem? Hmhmhm -,-

    lanjut baca ah… ^^,

  7. ou..
    Ff ini berhubungan dgn manga vampire knight toh..
    Pii bukan nya vampire knight blom tamat iia..??

    Nice ff onnie…
    #Baca part 2 nya..

  8. aku kira ceritanya tentang vampire gitu,ternyata eh ternyata cuma sebutan yoo jin ajja, tapi seru koq, lucu pasangan serasi yang satu vampire yang satu hantu.heheheheh#peace

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s