My Mr. Vampire [2nd Bite]

AUTHOR ::: Yuyu a.k.a Oh Youn Ji

A/N ::: makasih banget buat reader yg udah comment di part sebelumnya^^ comment kalian sangat dihargai :]

YOUN JI POV

“aku pulang” aku sudah terbiasa menyapa sebelum masuk rumah, meskipun tidak ada seorang pun di rumah. Aku menghela nafas dan langsung masuk kamarku untuk mandi.

Setelah mandi selama beberapa menit, aku mengambil novel yang kupinjam dan menuruni tangga menuju dapur. Aku harus menyiapkan makan malamku sendiri, tapi tidak ada bahan makanan yang tersisa di kulkas.

Biar sajalah, toh aku belum lapar. Aku berjalan ke ruang nonton dan mulai menempatkan diri senyaman mungkin agar bisa membaca dengan tenang.

Hanya butuh beberapa menit bagiku untuk terhanyut dalam buku yang kubaca.

Sudah hampir setengah buku kubaca ketika aku mendengar cacing-cacing diperutku berkonser ria.

Omo! Sudah jam 9 lewat? Aku kelaparan!

Aku memutuskan untuk meletakkan novel diatas meja dan segera menggambil jaket dan dompetku tanpa perlu repot-repot mengganti hotpant ku.

Aku berkeliling sendirian di dalam supermarket, aku memilih-milih beberapa bahan makanan yang kuperlukan. Aku sudah biasa belanja bahan makanan sendirian. Appa ku mendirikan perusahaan kecil-kecilan, dan eomma ikut membantu appa, untuk mengurangi biaya gaji karyawan katanya. Biasanya mereka selalu pergi pagi-pagi sekali dan pulang sangat larut.

Aku bebas ke manapun tanpa ada orang yang akan mengomeliku, selarut apapun itu.

Sementara aku tidak punya teman, maksudku teman yang sangat dekat. Aku berteman dengan semua orang, tapi hanya sekedar berhubungan dengan mereka, tidak benar-benar menjadikan mereka sebagai salah satu bagian dari hidupku.

Kalian pikir hidupku ini kesepian dan menyedihkan? Tidak! Aku justru senang dengan hidupku.

Setelah membayar belanjaanku di kasir, jam menunjukkan pukul 10. kalau masak sendiri, aku sudah keburu mati kelaparan nih. Lebih baik aku makan diluar saja deh.

Aku menelusuri jalanan yang masih cukup ramai, melihat kalau-kalau ada tempat makan yang enak. Aku memutuskan untuk masuk ke sebuah café kecil dan sederhana, tapi terlihat menyenangkan.

Begitu aku masuk, pelayan café tersebut langsung menghampiriku dan memperlihatkan menu padaku. Aku pun memesan makanan. Tidak dibutuhkan waktu yang lama hingga pesananku datang karena café cukup sepi saat itu.

Setelah memanjakan perutku, aku kembali menelusuri jalan yang tetap ramai dengan perasaan senang.

“yaaaa!” langkahku terhenti ketika mendengar seseorang berteriak dibelakangku.

“neo!?” balasku ketika melihat orang tersebut.

“kau ini suka sekali keluyaran malam-malam.”

“kau sendiri juga keluyuran malam-malam. Aah! Aku tau kau pasti sedang mencari mangsa kan?” balasku.

“mangsa apa?”

“kau kan vampire, penghisap darah.”

“aaaaish! Micheoso! Kau ini.. daya imaginasimu sudah terlalu liar! Kau tidak lihat aku masih memakai seragam sekolah? Aku ini baru pulang sekolah.” Dia mengacak-acak rambutnya sendiri.

Dia berjalan melewatiku sambil memegangi tasnya.

“hei!” aku mengejarnya dan menyeimbangkan langkahku dengannya.

“mwo?” tanyanya ketus.

“aku baru tau kalau Kim Academy itu ada kelas siang dan kelas malam.”

“kasihan sekali kau!”

“hei! Aku ini serius tau!” omelku.

“Kim Academy kan sangat terkenal, masa kau tidak tau?”

“sejak awal aku memang tidak menaruh minat pada sekolah itu. Jadi ceritakan tentang kelas siang dan kelas malam.” Paksaku.

“kelas siang dimulai dari jam 8 sampai jam 1, kegiatan ekskulnya sampai jam 4 sore. sementara kelas malam dimulai dari jam 5 sampai jam 10 malam, ekskulnya dimulai jam 3 sore. Kelas siang berisi orang-orang dari kalangan menengah ke bawah, sedangkan kelas malam berisi orang-orang dari kalangan menengah ke atas.”

“oh, ternyata seperti itu toh.”

“hei, kenapa kau mengikutiku terus?”

“eh? Benar juga ya? Baiklah, aku pulang, bye!”

HEE CHUL POV

Benar-benar yeoja aneh. Dia keluyuran malam-malam, apakah orangtuanya tidak mengkhawatirkan dia? Dia kan seorang yeoja, pakai celana pendek seperti itu lagi. Aisssh! Kenapa juga aku harus mengkhawatirkan dia?

“selamat datang tuan muda.” Seorang pelayan tua membungkukkan badannya begitu melihatku sampai di rumah. Aku mengangguk kecil dan memberikan isyarat agar dia melanjutkan pekerjaannya.

“Chullie-ah, kau baru pulang?” aku melihat halabeoji sedang duduk di ruang nonton.

“ne, halabeoji. Halabeoji sedang menonton apa? Kenapa tidak ada suaranya?” aku mengambil remote tv dan hendak menambah volume suaranya, tapi halabeoji langsung mencegahku.

“biarkan saja, duduklah dulu.” Katanya

Tidak biasanya halabeoji ini. Firasatku tiba-tiba menjadi tidak enak.

“ada apa halabeoji?” aku duduk di samping.

“Chullie-ah, kau tau kan kalau halabeoji sangat menyayangimu? Kau satu-satunya keluarga yang halabeoji punya. Halabeoji ingin melihat kau bahagia.”

“tentu saja halabeoji, aku juga ingin agar halabeoji bahagia.” Aku tersenyum manis pada halabeojiku.

“appa dan eomma-mu pun pasti berpikir seperti itu ketika mereka melakukannya.”

“melakukannya? Melakukan apa halabeoji?”

“ketika mereka menjodohkanmu.”

“menjodohkanku? Mwo!!!!?” aku langsung berdiri saking kagetnya. Halabeoji menyuruhku untuk duduk lagi.

“ne, sebelum meninggal, mereka memberikanku surat, mengatakan bahwa mereka ingin menjodohkanmu dengan anak teman mereka. Chullie-ah, halabeoji tau kau pasti tidak ingin dijodohkan dan berpikiran halabeoji sangat jahat karena memaksamu untuk menerima perjodohan ini, tapi ini adalah permintaan terakhir dari mereka, anakku dan menantuku yang juga merupakan appa dan eomma mu.”

Aku hanya terdiam memikirkan apa yang halabeoji katakan. Permintaan terakhir mereka…

Aku mengingat ketika supir membawaku ke rumah sakit 10 tahun yang lalu untuk melihat appa dan eomma yang terakhir kalinya. Waktu itu aku menangis terisak-isak dan terus menggenggam tangan mereka. Eomma membisikkan permintaan terakhirnya ditelingaku, memintaku agar menuruti kata-kata halabeoji dan memenuhi permintaan terakhir yang mereka sampaikan pada halabeoji.

“mian, Chullie-ah, halabeoji tidak bisa memberikan pilihan padamu, kecuali menerima perjodohan ini.” Halabeoji beranjak pergi dan menuju ke ruang kerjanya meninggalkanku sendirian.

AUTHOR POV

“hoaaam!” Youn Ji menguap lebar diakhir jam pelajaran ke 4. begitu songsaenim keluar dari kelas, seluruh siswa juga ikut keluar untuk pergi ke cafetaria.

“hei, kau Oh Youn Ji kan?” seorang yeoja menyapa Youn Ji.

“ne, ada apa?” tanya Youn Ji.

“aku duduk di belakangmu, namaku Shin Eun Hye.” Sambil menunjuk kursi dibelakang.

“oh, senang berkenalan denganmu.” Youn Ji tersenyum kecil.

“kau mau ke cafetaria?” tanyanya.

“tidak, aku mau ke toilet.”

“nanti kalau kau mau ke cafetaria, gabung saja sama kami.” Eun Hye dan seorang yeoja lainnya pun pergi meninggalkan Youn Ji yang mulai beranjak ke toilet.

“eeh? Tuan vampire? Sedang apa kau di sekolah jam segini?” Youn Ji langsung menghampiri Hee Chul begitu melihatnya di koridor.

Hee Chul mengenakan topi dan kacamata, serta sarung tangan dan mantel yang cukup panjang. Siswi-siswi yang melihat kedatangan Hee Chul langsung berteriak histeris dan berbisik. Seolah tidak terganggu dengan sekitarnya, Hee Chul terus berjalan dalam diam, bahkan tidak menggubris kata-kata Youn Ji.

“yaaaa! Aku ini sedang berbicara denganmu, kenapa kau malah diam saja? Kau bisu atau tuli?” geram Youn Ji.

“yaaaaa! Apa kau bisa tidak berisik sekali saja? Kau ini menyebalkan sekali! Kau tidak tau kalau aku sedang kesal ya?” maki Hee Chul.

“ye! Mana ku tau, kau kan tidak bilang kalau sedang kesal!”

“kalau begitu berhentilah mengikutiku!!”

“siapa yang mengikutimu? Dasar tuan besar kepala, aku mau ke toilet tau!” Youn Ji langsung berbelok ke kiri, Hee Chul berbelok ke kanan ke kantor kepala sekolah.

YOUN JI POV

Seharian ini aku merasa kesal sekali, ini semua gara-gara tuan vampir besar kepala itu! Menyebalkan.

“aku pulang!” sapaku begitu masuk rumah dan membuka sepatu.

“Younie, kau ke mana saja? Kenapa baru pulang?” appa muncul dari ruang nonton.

“hp mu juga kenapa tidak aktif? Kami jadi tidak bisa menghubungimu.” Eomma menyusul di balik bahu appa.

Aku mengeluarkan hp dan ternyata hp ku tidak ada baterainya. Tidak biasanya appa dan eomma mencariku, dan tidak biasanya mereka ada di rumah jam segini.

“mian, baterai hpku habis, tadi aku dari toko buku, ada apa?”

“cepat mandi dan ganti pakaianmu, kita akan makan malam diluar.” Eomma mendorongku menaiki tangga.

Makan malam? Ada apa sih dengan orangtuaku? Tidak biasanya mereka seperti ini. Kepalaku dipenuhi berbagai pertanyaan, tapi tetap saja aku menuruti perkataan eomma, termasuk untuk memakai gaun konyol ini!!!

Appa mengendarai mobilnya membawa kami ke sebuah restoran elite.

Begitu sampai di depan restoran, para pelayan langsung melayani kami dan menuntun kami ke sebuah ruangan VIP.

Aku duduk diantara appa dan eomma, menatap kursi didepanku yang kosong. Siapa sih yang mereka tunggu? Setelah menunggu selama beberapa menit, tenggorokan mulai kering.

Aku mengangkat gelas wine dimeja dan meneguknya, tepat ketika eomma berkata padaku, “ah! Younie, mereka datang. Tunanganmu sudah datang!”

Byurrr! Wine yang belum sampai ketonggorokanku menyembur keluar dan membuatku sedikit terbatuk-batuk. Tunangan? Ikemwoya?

Aku berbalik dan melihat siapa yang eomma bicarakan, masih sambil terbatuk-batuk kecil. Mataku terbelalak. Jika bisa copot, kurasa mataku ini sudah copot dan berguling-guling dilantai.

“neo!?” teriak kami bersamaan.

“mianhae, aku permisi ke toilet dulu.” Aku segera berlari keluar dan masuk ke toilet cewek. Aku membersihkan tanganku yang terkena wine tadi, kemudian menatap bayanganku sendiri di cermin.

“apakah sekarang tanggal 1 april? Kenapa appa dan eomma malah membuat lelucon mengerikan seperti itu. Bertunangan, aku? Dengan tuan vampir itu? Mustahil!”

Aku membalikkan tubuhku dan bersandar pada wastafel, mencoba untuk menghibur diriku sendiri.

“tenang Youn Ji, ini semua tidak nyata. Ini hanya mimpi! Kalau bukan mimpi, ketika aku keluar nanti, namja yang kulihat tadi pasti bukan si tuan vampir itu.” Aku mengepalkan kedua tanganku, memberi semangat pada diriku sendiri.

“sudah selesai ngobrol dengan diri sendirinya?” omo! Begitu aku keluar dari toilet cewek, kulihat tuan vampir itu bersandar di samping pintu toilet.

“sedang apa kau di sini? Mengejutkanku saja.”

“jadi, kau belum tau bahwa kita dijodohkan?” dia tidak menjawab pertanyaanku, malah justru bertanya balik. Aku mengangguk.

“itu hanya lelucon kan?” aku tertawa garing.

“kuharap juga begitu.” Dia tidak berbicara apa-apa lagi dan langsung berjalan kembali ke tempat para orangtua menunggu.

Makan malam itu berlangsung sangat lama. Tidak ada diantara aku maupun tuan vampire itu yang berbicara, kecuali ketika appa dan eomma menyuruhku.

Setelah pulang dan masuk ke dalam rumah, aku langsung meledak.

“eomma, appa! Apa-apaan ini ! kalian membuat perjodohan tanpa persetujuanku!” teriakku.

“eomma tidak mempedulikanku dan langsung beranjak kedapur untuk mengambil air minum.

“tenanglah Youn Ji. Kenapa kau harus marah-marah sih? Cucu tuan Kim itu sangat tampan dan sangat baik, kau tidak akan menyesal jika harus bertunangan bahkan menikah dengannya.” Appa dengan tenangnya duduk di sofa dan berbicara denganku.

“appa! Sekarang ini sudah zaman modern, tidak ada lagi jodoh-menjodohkan. Lagipula appa salah, Kim Hee Chul itu sama sekali tidak baik!!! Dia itu sangat arogan dan tidak menyenangkan, mudah ge-er dan sifatnya aneh” omelku panjang lebar.

“waah, ternyata kau sudah dekat sekali dengan Kim Hee Chul itu ya?” eomma muncul dari dapur.

“tidak peduli apapun alasanmu, kau tidak boleh menolak pertunangan ini. Pertama karena kami telah berjanji pada orangtuan Kim Hee Chul ketika kalian masih kecil, bahwa kami akan menjodohkan kalian. Dan kedua, karena keluarga Kim itu kaya. Tuan Kim berjanji akan membantu mengembangka usaha kami setelah kalian bertunangan.” Appa meneguk air yang dibawakan oleh eomma.

“tapi appa …”

“tidak ada tapi-tapian. Kau tau peraturan dikeluarga kita. Yang appa katakan adalah mutlak, tidak boleh dibantah.” Appa memutuskan kata-kataku.

“aaaaaakh! Jeongmal micheoso!!!!” rutukku sambil berlari masuk kamar.

To Be Continue . . .

12 thoughts on “My Mr. Vampire [2nd Bite]”

  1. akuu masih penasaran , haha , ntar youn ji ny ikut kelas siang tetap atau kelas malam ..? Haha aku mau baca part selanjutny🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s