There’s an Angel [Wings 1]

AUHTOR ::: Yuyu a.k.a Oh Youn Ji

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Ye Sung [Suju]

OCs :::

Lee Sarang

Oh Youn Ji [author]

Shin Eun Hye

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading 🙂

SARANG POV

Hari ini adalah hari pertama sekolah. Yeyy! Aku sangat menantikan hari ini. Setelah belajar sangat giat  akhirnya aku bisa lulus tes di Park High School. Mulai hari ini aku akan tinggal di asrama dan memulai hidup mandiri. Itu adalah sekolah elite yang berisikan banyak orang-orang terkenal. Tapi bukan itu yang memotivasiku untuk masuk ke sana, melainkan …

“yaaa! Sarang-ah, cepat sarapan, kau hampir terlambat!” teriak eomma dari bawah.

“ne!!” jawabku setelah melirik jam, aku hampir terlambat!

Segera kuambil tasku dan berlari turun ke dapur, kusambar segelas susu yang sudah disiapkan eomma di meja makan. Dengan sangat cepat kuteguk habis susu tersebut dan mengambil roti yang juga disiapkan oleh eomma, kugigit roti tersebut sambil berlari ke pintu dan memakai sepatu.

“eomma, aku pergi!” teriakku sambil terus berlari ke halte bus. Semoga saja aku belum ketinggalan bus.

“aaaakh! Bus! Tunggu aku!” aku masih beberapa meter dari halte bus, tapi kulihat sudah ada bus di sana dan bersiap untuk berangkat. Sial! Tidak akan terkejar.

“tunggu!” teriakku lagi. Pintu bus hampir saja tertutup, tapi muncul sebuah tangan yang membuka kembali pintu bus yang hampir tertutup. Alhasil, pintu bus pun terbuka kembali. Kulihat sesosok namja berkulit putih yang sangat manis, berdiri tepat di depan pintu, dia terlihat seperti malaikat!

“yaaa! Kau mau naik atau tidak? Ppali!” teriak namja itu. Aku pun tersadar dari lamunanku dan segera masuk ke bus. Untung saja.

“kamsahamnida.” Ucapku sambil sedikit membungkuk, namja itu tidak merespon dan terus berjalan hingga ke kursi paling belakang, mendudukkan dirinya sendiri di sebelah kanan yeoja yang terlihat sangat anggun.

Yeoja itu melihatku dan melambaikan tangannya, menyuruhku duduk di sebelahnya kirinya. Aku pun segera mengikuti perintahnya dan duduk di sebelahnya.

“annyeong, kau siswi di Park High School ya?” tanya yeoja itu bersemangat sambil memperhatikan seragamku.

“ne, aku siswi kelas 1.” Jawabku sambil tersenyum lebar.

“waaah! Kau imut sekali! Perkenalkan, chonun Oh Youn Ji imnida!”

“Lee Sarang imnida. Kau juga siswi di Park High School ya?”

“ne, aku kelas 2.”

“kelas 2 berarti kau sunbae ku. Sunbae annyeong.” Aku menundukkan kepalaku sedikit dan memberi salam.

“tidak perlu memanggilku sunbae, panggil saja unnie, araseo?”

“ah, geure.” Kemudian mataku teralih pada namja tadi, dia mengenakan earphone di telinganya dan memejamkan matanya. Apakah dia tertidur?

“dia Kim Hee Chul, sekelas denganku.” Kata Youn Ji unnie tanpa perlu kutanyakan.

“ah, araseo.” Aku mengangguk-angguk kecil lalu memusatkan perhatian lurus ke depan.

Beberapa menit kemudian bus berhenti dan kami berjalan kurang lebih 2 menit untuk mencapai gerbang sekolah. Aku mengucapkan salam perpisahan kepada Youn Ji unnie, sementara namja itu hanya berlalu dan meninggalkanku tanpa berbicara satu kata pun.

Aku segera berlari ke arah papan pengumuman dan mencari namaku di daftar pembagian kelas. Kelas 1-3

Setelah mencari kelasku dan meletakan tasku, aku mengikuti beberapa yeoja yang berjalan ke aula karena ada upacara penyambutan siswa baru.

Begitu memasuki aula, suasananya sudah sangat ramai dan penuh sesak. Dengan susah payah akhirnya aku medapatkan tempat duduk yang sangat strategis untuk melihat ke panggung. Kubuka kertas susunan acara yang sudah diberikan beberapa hari yang lalu ketika kami membawa barang-barang yang akan kami gunakan di asrama. Acara pertama adalah kata sambutan dari Kepala Sekolah, kemudian di susul dengan perkenalan anggota OSIS dan kata sambutannya. Huufff! Pasti sangat membosankan, keluhku dalam hati.

Aku hampir saja tertidur ketika acara selanjutnya dimulai, kulihat Youn Ji unnie naik ke atas panggung, diikuti oleh Hee Chul sunbae, dan dua orang yeoja lainnya yang tidak kuketahui namanya. Malaikatku! Batinku.

“annyeong, Oh Youn Ji imnida, sekretaris OSIS, kelas 2-2. senang melihat kalian semua.” Suara Youn Ji unnie membuatku lebih fokus lagi memperhatikan mereka berempat. Setelah Youn Ji unnie selesai berbicara, yeoja di sebelah unnie mulai memperkenalkan dirinya.

“chonun Shin Eun Hye imnida, annyeong! Bendahara OSIS, kelas 2-1. nice to meet you!”

“Kim Hee Chul imnida, Wakil Ketua OSIS, kelas 2-2.” Sunbae ternyata memang orang yang sangat ketus, aku membatin dan mulai tertawa kecil.

“annyeong haseyo, chonun Park Hye Teuk imnida. Saya adalah Ketua OSIS di sini, kelas 2-4. senang sekali bisa melihat hoobae-hoobae semua. Mari kita berteman baik.” Yeoja yang bernama Hye Teuk itu membungkuk kecil diikuti dengan anggota lainnya, dan diikuti ogah-ogahan oleh Hee Chul sunbae. Setelah mereka turun dari panggung dan keluar dari aula, aku pun menyusup keluar untuk mencari mereka. Akhirnya aku bisa menemukan malaikatku lagi, aku tidak boleh membiarkannya pergi lagi!

Gawat! Di mana aku sekarang? Aku masih belum begitu hapal dengan seluk beluk sekolah ini, jangan sampai aku tersesat deh.

“jinjja?” terdengar suara seorang yeoja dari belokan koridor.

“kau tidak percaya padaku?” sebuah suara namja lain menjawab, seperti suara Hee Chul sunbae. Aku berbelok dan mendapati Youn Ji unnie, Hee Chul sunbae dan Hye Teuk sunbae sedang berjalan santai dan berbincang-bincang.

Kukerahkan seluruh keberanianku dan mengikuti mereka.

“sunbae! Johaeyo!” aku berdiri tepat di belakang mereka dan membungkukkan badanku, tapi aku bisa merasakan mereka bertiga membalikkan badannya dan menghadap ke arahku.

“nugu?” tanya Hee Chul sunbae. Kuangkat wajahku dan menatap mereka bertiga.

“Sarang?” tanya Youn Ji unnie.

“kau kan yeoja yang di bus tadi.” Hee Chul sunbae menunjukku dengan ragu-ragu, dan aku hanya bisa mengangguk.

“wah, wah, wah, Chullie-ah. Baru satu hari, tapi kau sudah menjerat siswi kelas 1.” Hye Teuk sunbae tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ani-aniyo! Yang kumaksud bukan Hee Chul sunbae!” kataku secepat mungkin sebelum mereka salah paham.
”mwo?” tanya Youn Ji unnie, kemudian melihat sekelilingnya dan kembali menatapku, “jadi siapa yang kau maksud? Satu-satunya namja di sini hanya dia.” Youn Ji unnie menunjuk ke arah Hee Chul sunbae.

“maksudku adalah Hye Teuk sunbae.” Jawabku tegas.

“aku?” mata Hye Teuk sunbae terbelalak dan dia mulai terbatuk-batuk kecil, kemudian melanjutkan, “tapi aku ini yeoja, bagaimana mungkin kau menyukaiku?”

“ani-aniyo! Bukan suka seperti itu. Maksudku, aku menyukai sunbae karena sunbae sangat cantik, anggun dan baik hati. Aku ingin menjadi yeoja seperti sunbae.”

“menjadi seperti ku? Sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya.”

“apakah sunbae lupa? Setengah tahun yang lalu sunbae menolongku dari gangguan nappeun namja di taman. Sejak saat itu aku selalu ingin menjadi seperti sunbae, makanya aku memutuskan untuk masuk ke sekolah ini. Sunbae, bolehkah aku menjadi temanmu?”

“mian, sepertinya aku memang sudah lupa. Tapi baiklah, mari berteman!” Hye Teuk sunbae mengulurkan tangannya dan dengan segera kusambut uluran tangannya. Kami berjabat tangan tanda persahabatan kami dimulai.

“bolehkah aku memanggilmu unnie? Hye Teuk unnie?” tanyaku begitu kami selesai berjabat tangan.

“panggil saja Teukie unnie” dia tersenyum padaku dan berjalan pergi diikuti dengan Youn Ji unnie dan Hee Chul sunbae.

Aaaaakh! Betapa beruntungnya aku bisa berteman dengan malaikatku. Yah, sejak dia menolongku hari itu, bagiku dia adalah malaikat yang diutus untuk turun ke bumi dan menyelamatkan manusia-manusia tidak berdaya seperti ku!!

KIM HEE CHUL POV

“tidak apa-apa kau berteman dengannya?” tanyaku pada Teukie begitu kami sudah cukup jauh dari hoobae itu.

”gweanchana, dia bukan ancaman, kenapa harus takut?” jawabnya santai.

“bagaimana kalau kau ketauan oleh dia?” tanyaku panik.

“jangan khawatir, tidak akan terjadi hal seperti itu. Meskipun itu terjadi, aku akan tetap memikirkan segala cara agar harta itu tetap jatuh ke tanganmu.”

“kau menyebalkan! Kau tau yang kumaksud bukan tentang harta itu.” Omelku.

“araseo, araseo, aku kan hanya bercanda, gitu aja kok marah sih.”

“dia sedang bad mood, tadi pagi mood nya drop karena aku.” Jawab Youn Ji sambil tertawa, aku diam dan tidak mempedulikannya.

“mwo? Bagaimana bisa? Apa yang kau lakukan?” tanya Teukie pada Youn Ji karena tau aku tidak akan menjawabnya.

“tadi pagi kulihat Sarang hampir terlambat, jadi kusuruh dia untuk menahan pintu bus sebelum pintunya tertutup agar Sarang bisa naik, dan dia melakukannya dengan setengah hati. Selama perjalanan dia tidak mau berbicara denganku, bahkan sampai sekarang dia masih belum mau berbicara denganku.” Youn Ji berpura-pura kesal.

“wah, ternyata namjachingu-ku bisa menjadi hero juga ya. Hebatnya.” Teukie memasang tampang cute nya dan menempel padaku.

“aissssh! apa-apaan sih! Lepaskan aku!” setelah bergelut beberapa saat, akhirnya aku bisa melepaskan diri dari Teukie dan melarikan diri secepat mungkin dari mereka berdua.

“yaaa! Jagiya! Kau mau ke mana? Kenapa meninggalkanku?” kudengar Teukie berteriak di belakangku, tapi tidak berusaha mengejarku. Kudengar suara cekikikan Youn Ji dan Teukie beberapa detik sebelum aku naik ke lantai atas.

Huuh! Mereka berdua selalu saja merusak moodku.

Tepat saat bel tanda masuk berbunyi, Youn Ji muncul diambang pintu dan bernyanyi riang.

“senang sekali ya sudah membuatku bad mood?” sindirku.

“aigooo~ masih ngambek ya? Mian, mian, aku kan hanya ingin menolong Sarang.” Youn Ji duduk di sampingku dan mengeluarkan bukunya.

Pelajaran pertama hanya 40 menit, tapi rasanya seperti 4 jam, sangat membosankan. Rasanya ingin sekali bolos! Kukeluarkan hp-ku dan diam-diam mengirimkan sms ke Teukie.

[To : Teukie]

hey, bagaimana pelajaran pertama-mu?

[From : Teukie]

sangat membosankan T__T aku hampir saja tertidur!!

[To : Teukie]

ayo bolos!

[From : Teukie]

mwo??

[To : Teukie]

BOLOS, B-O-L-O-S! pabo!

[From : Teukie]

yaaa! Jangan panggil aku pabo. Geure! Ayo bertemu di ruang OSIS, aku akan bilang kalau kita ada rapat OSIS.

Kumasukkan hp-ku ke dalam saku celana ketika mendengar suara bel.

Begitu songsaenim keluar dari kelas, kuangkat kedua tanganku tinggi-tinggi, meregangkan tubuhku dan menguap sebesar mungkin.

“senangnya menjadi anggota OSIS.” Kataku sambil memasukkan buku-buku ke dalam tas.

“sejak kapan kau bersyukur menjadi ketua OSIS? Biasanya kau selalu mengutuknya.” Youn Ji melihatku dengan tatapan aneh.

“tidak juga, kadang-kadang menjadi anggota OSIS juga mengasyikan. Ayo, kita pergi ke ruang OSIS.”

“untuk apa?” tanya Youn Ji.

Aku berdiri dan mendekatkan mulutku ke telinga Youn Ji.

“bolos.” Bisikku. Youn Ji langsung memegang telinganya dan kulihat wajahnya memerah. Aku tersenyum dan langsung menarik tangannya, “kkaja!”

Begitu sampai di ruang OSIS, ternyata Teukie sudah ada di sana dan senang meneguk jus strawberry-nya.

“yo! Cepat sekali kau sampai.” Sapaku.

“kelasku kan dekat dengan ruang OSIS.” Teukie masih saja asyik meneguk minumannya sambil membaca majalah.

Aku mengambil hp Teukie yang diletakkannya begitu saja di meja dan duduk di tepi jendela yang terbuka.

“yaa! Hentikan kebiasaanmu duduk di sana, itu sangat berbahaya. Ini kan lantai 5, bagaimana kalau kau jatuh?” omel Youn Ji.

“aku tidak akan jatuh, tenang saja.” Aku mulai sibuk mengotak-atik hp Teukie. Membuka folder lagunya, karena biasanya dia yang paling up to date tentang lagu baru dan selera lagunya juga bagus.

“omo! Teukie-ah! Jus strawberry-mu tumpah!” teriak Youn Ji.

“aissssh!” omel Teukie.

“kau ini seperti anak kecil, masa minum saja bisa tumpah seperti itu.”

“ada seragam yang bersih di loker, kau ganti saja seragammu.” Kulihat Youn Ji berjalan ke arah loker dan mengeluarkan seragamnya yang lain dan memberikannya pada Teukie.
”wahh, ternyata Youn Ji sangat baik ya.” Ejekku.

“tentu saja, aku hanya tidak bisa baik padamu.” Balasnya.

Tidak lucu!

SARANG POV

“hei, kau yang duduk di sebelah sana!” teriak songsaenim.

Omo! Apakah songsaenim tau kalau aku melamun dari tadi dan tidak memperhatikan pelajarannya?

“ye, songsaenim?” tanyaku ragu-ragu.

“tolong bawakan ini ke ruang OSIS di lantai 5 ya.” Songsaenim menunjuk sejumlah kertas yang ada di mejanya.

Ruang OSIS? Apakah Teukie unnie ada di sana?

“ne, songsaenim. Akan kubawakan ke ruang OSIS!!” teriakku dengan sangat bersemangat.

“geure, semangat sekali kau ini ya.” Songsaenim tertawa melihatku, diikuti oleh teman-teman sekelas lainnya.

Aku hanya tersenyum malu dan menggaruk-garuk kepalaku yang sama sekali tidak gatal. Begitu songsaenim menghilang di balik pintu, aku langsung mengambil kertas-kertas itu dan menuju ruang OSIS.

Eeeh? Pintunya tidak di kunci? Bolehkan kalau aku langsung masuk saja?

Begitu pintu ruang OSIS kubuka, kulihat Youn Ji unnie sedang duduk dan membaca majalah, Hee Chul sunbae duduk di jendela yang terbuka dan memegang sebuah hp merah di tangannya, sementara di tengah ruangan kulihat Teukie unnie. Tapi ada yang aneh! Rambutnya pendek! Tidak panjang dan bergelombang seperti tadi pagi. Kulihat seragam Teukie unnie yang sama sekali tidak terkancing, dan dadanya datar! Sangat datar!

Omo~! Apa-apaan ini?

“kyaaaaaaaaaaa!” teriakku dan tanpa sadar menjatuhkan kertas-kertas yang kubawa hingga berserakan di lantai. Ketiga orang yang berada di ruang OSIS serentak menoleh ke arahku dan menyebut namaku.

“Sarang!”

Namja berdada datar itu langsung berjalan ke arahku, menarikku masuk ke ruang OSIS dan langsung mengunci pintu, kemudian melemparkan kuncinya dan ditangkap dengan mulus oleh Youn Ji unnie.

“Teukie unnie, ani, sunbae! Kau adalah namja! Bagaimana mungkin kau bisa menipu semua orang?” kataku panik.

“diamlah, yang harus kau lakukan hanyalah tutup mulutmu dan berpura-pura kau tidak melihat semua ini, araseo?” ancam sunbae.

“andwae! Aku harus melaporkannya ke guru. Kalian tidak bisa—” belum selesai aku berbicara, kurasakan sesuatu yang lembab dan hangat menempel di bibirku. Aku terkesiap dan mencoba untuk melepaskan diri, tapi sunbae justru menarik pinggangku agar semakin merapat dengannya. Semakin aku memberontak, sunbae semakin mempererat pelukannya.

Klik! Klik! Klik!

Kudengar bunyi kamera beberapa kali, sunbae kemudian melepaskanku yang hanya bisa melongo.

“kalau kau berani melaporkan hal ini kepada siapapun, kupastikan foto itu akan tersebar luas.” Kata sunbae sambil mengarahkan telunjuknya ke suatu sudut di ruangan ini, mataku mengikuti arah telunjuknya.

Kulihat Hee Chul sunbae mengarahkan layar ponsel tersebut ke arahku. Omo! Itu fotoku dan sunbae saat berciuman tadi! Eeh, maksudku ketika Teukie sunbae menciumku secara paksa!

Aku tidak tau harus bagaimana lagi, micheoso! Ini mimpi buruk! Teriakku dalam hati. Aku berlari ke pintu *yang entah sejak kapan terbuka lagi* dan keluar dari ruang OSIS. Aku berlari sekencang yang aku bisa agar tidak ada seorang pun yang menyusulku.

YOUN JI POV

“yaaa! Kenapa kau pintunya dan membiarkan dia keluar?” teriak Hee Chul padaku.

Aku mengembalikan kunci ruang OSIS pada Teukie, “lalu? Kau mau mengurung dia di sini dan membiarkan dia terus berteriak-teriak histeris?”

“kau juga sih!! Kenapa tadi tidak kunci pintu dulu sebelum ganti baju?” kini Hee Chul malah mengomel ke Teukie.

Teukie menghela nafas dan merapikan seragamnya kemudian duduk dan mulai memakai wig-nya kembali.

“Teukie-ah, apakah ancamanmu itu akan berhasil?” tanyaku sembari membantu dia memakai wig.

“semoga saja. Tapi, bagaimanapun juga aku harus tetap berjaga-jaga.”

Setelah selesai memakai wig, Teukie segera bangkit dan mengambil laptopnya, mencari sesuatu di dalamnya.

“Youn Ji, kemarikan hp mu.” Perintah Hee Chul

“untuk apa?” meskipun tidak di jawab, aku tetap saja memberikan hp ku padanya. Aku berdiri disampingnya dan melihat apa yang dia lakukan.

“untuk apa kau mengirimiku foto kissu Teukie dan Sarang?” tanyaku.

“untuk jaga-jaga. Bagaimana kalau foto yang ada di hp Teukie hilang atau terhapus? Bisa-bisa yeoja itu akan mengadu pada songsaenim.” Kata Hee Chul, masih sibuk mengotak-atik hp ku meskipun dia sudah selesai mengirim foto itu ke hp ku, totalnya ada 4 foto.

“kirim saja ke hp mu sendiri.”

“sudah kok, aku juga sudah simpan di laptop Teukie, tapi tetap saja untuk jaga-jaga.” Jawabnya datar.

Aku hanya menangguk kecil dan bersiap meninggalkannya dan melihat apa yang sedang dikerjakan Teukie di laptopnya, tapi tiba-tiba saja Hee Chul menarik tanganku.

“ada apa?” tanyaku agak kasar.

“siapa Ye Sung ini? Kenalan barumu?”

aku melirik hp ku, ternyata dia membuka inbox-ku.

“ne, dia teman kenalan appa. kami bertemu beberapa hari yang lalu di sebuah party. Wae?”

“jangan-jangan appa mu mau menjodohkan kalian?”

“mollayo, aku tidak peduli.”

“yaaa! Jangan mau dijodohkan dengan orang sembarangan, kau bahkan belum mengenal baik dengan dia, bagaimana kalau dia ternyata maniak? Bagaimana kalau dia punya segudang sifat jelek? Bagaimana kalau—“ belum selesai dia bicara dengan ‘bagaimana’nya, aku segera membekap mulutnya.

“kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku tidak akan bertunangan dengan siapapun. Tapi sekarang aku merasa sangat kasihan pada Shin Eun Hye.”

“kasihan pada Shin Eun Hye? Waeyo?”

“karena dia mendapat tunangan sepertimu, namja yang punya segudang sifat jelek!” aku menjulurkan lidahku ke arahnya dan segera keluar dari ruang OSIS.

“yaaaaa! Oh Youn Ji!” aku mendengar teriakan Hee Chul, tapi aku tidak mempedulikannya dan terus berjalan semakin menjauhinya.

To Be Continue . . .

14 thoughts on “There’s an Angel [Wings 1]”

  1. 1st lgi?
    Yee..
    Lanjut2
    itu teukie y?
    Prtmany g tralu ngerti soalny nmany hye teuk. Trus aku liat k castny ko g da nma hye teuk,eh pas nyadar trnyta pke wig
    weleh2.. Lanjutin!

  2. Aigo~
    jdi kbyg betapa cntk.a leader kita satu ini
    *kita? kamu aja kali*

    Teuki
    >///<jadi ingt bonamana~
    (lumer di tempat)

    Next Part!!!
    ^^Hwating/

  3. omo, teukie oppa kenapa bisa nyamar jadi cewek ya?? Aigo aigo…
    Bikin penasaran aja deh…

    Lanjut baca ah, biar gak penasaran 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s