The Last Time Part 6

Sebelumnya . . .

Dengan cepat korogoh isi tasku mencari obat penghilang sakit kepala yang diberikan dokter. Tentu saja itu bukan aspirin yang kukatakan barusan. Itu obat untuk penyakitku. Aku duduk sejenak menunggu obatku bekerja. Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya sakit di kepalaku hilang juga. Aku melangkah keluar ruangan menyusul member yang lain. Saat aku masuk kedalam studio, semua menatapku.

“Waeyo?” ucapku tertawa.

“Hyung, kwaench’ana?” ucap Sungmin.

“Wae? Aku sudah makan aspirin.”

“Ani, aku hanya khawatir saja.” Aku mengacak rambut Sungmin lembut supaya tatanan rambutnya tidak rusak.

THE LAST TIME Part VI

Heechul POV

Kami baru saja menyelesaikan promo kami di SBS, selanjutnya kami harus harus menghadiri Strong Heart. Saat kami akan masuk ke ruang tunggu, kami bertemu dengan Hodong hyung, kami semua menyapanya.

“Annyeong haseyo!” ucap kami tak bersemangat karena sudah terlalu lelah. Tapi sepertinya Hodong hyung tersinggung dengan sikap kami, tapi dia berusaha menutupinya dengan tawanya.

“Annyesong haseyo hyung! Bagaimana kabarmu?” tiba-tiba saja Leeteuk yang memang baru datang menyapa Hodong hyung sambil membungkukkan badannya 90 derajat. Dia selalu bisa mencairkan suasana. Kulihat raut wajah Hodong hyung yang memaklumi.

“Jungsu-ah gomawo!” ucapku dalam hati.

Yesung POV

“Annyeong . . .!” ucap kami bersama saat bertemu dengan Hodong hyung. Saat bertemu dengannya, kami sedang benar-benar kelelahan sehingga kami menyapa dengan wajah muram. Aku bisa merasakan, Hodong hyung tersinggung dengan sikap kami yang agak acuh. Tapi tiba-tiba Leeteuk hyung yang memang baru bergabung dengan kami, tiba-tiba saja menyapa Hodong hyung dengan semangat. Hodong hyung langsung lupa dengan perasaan tersinggungnya terhadap kami karena sapaan Leeteuk hyung.

“Hyung . . . gomawo!” ucapku dalam hati.

Setelah menyapa Hodong hyung, kami masuk ke dalam ruang tunggu untuk di make up. Seperti biasa, sambil menunggu kami melakukan aktifitas apa saja yang bisa kami lakukan. Kualihkan pandanganku pada Leeteyk hyung yang sedang membaca sebuah majalah. Aneh, ada yang aneh dengan raut wajahnya. Raut wajahnya pernuh dengan kesedihan, beban, takut, kehilangan, dan banyak lagi. Leeteuk hyung yang sepertinya merasa diperhatikan olehku, menoleh sambil tersenyum padaku. Akupun membalasnya. “Hyung, ada apa denganmu?”

“Yesung-ah, ada apa? Kau mau bicara padaku?” ucap Leeteuk hyung tiba-tiba yang membuyarkan lamunanku.

“Aniyo hyung, aku hanya ingin menatap hyung saja.” Ucapku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Ayo cepat, sekarang giliranmu untuk di make up!” aku berjalan menuju meja rias menggantikan Ryeowook yang baru saja selesai di make up.

“Super Junior, 10 menit lagi!” ucap salah satu staff.

“Ayo semuanya!” ajak Leeteuk hyung tersenyum. Kulihat ada keterpaksaan disana.

Hodong hyung membuka acara dengan sempurna dengan ditemani Lee Seung Gi.

“Malam ini kita kedatangan Super Idol Korea, siapa lagi kalau bukan Super Junior . . .” ucap Hodong hyung pada awal acara. Semua penonton di studio bertepuk tangan untuk kami.

“Annyeong haseyo, urineun Super Junior . . .” ucap Leeteuk hyung seperti biasa dengan semangat.

“Oeo . . .” timpal kami bersama.

“Ah . . . senang sekali rasanya kalian semua bisa berkumpul dalam satu acara seperti ini.”

“Tidak semua hyung. Kami hanya bersepuluh.” Ucapku dalam hati sambil menunduk menahan tangis. Cepat-cepat kuangkat kepalaku dan menatap kamera sambil tersenyum. Kemudian kualihkan pandanganku pada member lain, sepertinya merekapun melakukan hal yang sama denganku saat Hodong hyung mengatakan itu. Kutatap lekat-lekat Leeteuk dan Heechul hyung, mereka sepertinya sangat berusah untuk menahan tangis. Tentu saja, karena orang yang paling dekat dengan merekalah yang tidak ada di tengah-tengah kami saat ini.

“Leeteuk, bagaimana promo album baru kalian?” Hodong hyung memulai pembicaraan.

“Ne hyung, promo album kami berjalan dengan lancar.”

“Aku dengar, single pertama kalian Bonamana menempati urutan pertama?”

“Ne, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan album ke-4 ini.”

“Leeteuk, ada satu pertanyaan yang ingin sekali aku katakana. Tapi, kau boleh untuk tidak menjawabnya. Bagaimana tanggapan Hankyung, Kangin, Kibum tentang album baru kalian?” Leeteuk hyung tidak langsung menjawab, dia menundukkan kepalanya. “Kalau kau tidak mau menjawabnya juga tidak apa-apa.” Ucap Hodong hyung yang sepertinya tidak enak hati telah menanyakan hal itu pada Leeteuk hyung.

“Aniyo, aku akan menjawabnya.” Mata Leeteuk hyung sedikit memerah. “Meskipun mereka tidak ikut serta dalam pembuatan album kali ini, tapi mereka selalu mensuport kami. Tidak terkecuali Hankyung.”

“Aku dengar Kangin diskors karena kasus yang menimpanya kemarin, benarkah itu?”

“Ne.”

“Ah~ Leeteuk, mianhae bila aku bertanya seperti itu!”

“Kwaench’ana!” Leeteuk hyung mengangguk.

Acara malam ini berjalan dengan lancar. Jam sudah menunjukkan jam 9 malam. Kami semua kembali ke dorm, kecuali Leeteuk hyung dan Eunhyuk karena mereka harus siaran radio. Jadi kami berpisah di SBS dan menggunakan mobil yang berbeda.

“Hyung, hati-hati!” ucapku saat Leeteuk hyung masuk kedalam mobil yang lain. Dia hanya melambaikan tangannya dan tersenyum.

Kami benar-benar kelelahan karena kegiatan kami hari ini. Benar-benar tidak ada jam istirahat untuk kami. Bahkan makan pun kami lakukan dalam mobil. Saat sampai di dorm, semua tidak langsung masuk kedalam kamar. Kami semua rebahan di ruang tengah. Benar-benar tidak ada tenaga untuk menggerakkan kaki menuju kamar. Sampai akhirnya kami semua tertidur di ruang tengah.

Eunhyuk POV

“Hyung, malam ini aku tidur di lantai atas ya!” pintaku pada Leeteuk hyung saat kami sampai di dorm.

“Waeyo? Kau mau tidur dimana?”

“Kan masih ada kamar hankyung hyung yang kosong. Aku mohon! Kalau aku tidur di kamarku sendiri, mereka pasti tidak mau membukakan pintu dorm untukku.”

“Baiklah.”

Perlahan Leeteuk hyung membuka pintu dorm karena tidak mau mengganggu member lain yang aku yakini mereka semua sudah tidur. Tentu saja, selain sekarang sudah jam 2 pagi, mereka pasti kelelahan karena jadwal hari ini. Leeteuk hyung tidak langsung menyalakan saklar lampu, justru langsung berjalan menuju ruang tengah. Leeteuk hyung menempelkan jari telunjuk pada bibirnya, menandakan kalau aku tidak boleh bersuara sedikitpun. Tiba-tiba Leeteuk hyung berhenti dan membuatku terkejut.

“Waeyo hyung?”

“Diam, mereka semua sedang tidur. Bantu aku menyelimuti mereka!” aku mengangguk setuju.

Saat kami pulang, member lain sudah tertidur di ruang tengah. Siwon pun ada disana. Leeteuk hyung memintaku untuk menyelimuti mereka, benar-benar menyusahkan. Tidak tahu apa, kalau aku sudah capek. Tapi kulihat raut wajah Leeteuk hyung yang menyelimuti mereka smabil tersenyum tulus. Aku jadi malu dibuatnya.

“Eunhyuk, kau tidur di kamarku saja. Disini sudah tidak ada tempat untukmu lagi.”

“Ne, lalu hyung dimana?”

“Kau tidak usah pikirkan aku. Cepat masuk kamar!”

“Aniyo, aku tidak mau. Aku tahu, hyung pasti akan tidur disini juga. Aku pun akan tidur disini.”

“Kau memang keras kepala. Baiklah, cepat ambil bantal dan selimutmu!” aku berlari kecil menuju kamar Leeteuk hyung mengambil bantal dan selimut disana.”

Sungmin POV

Kubuka mataku yang sedikit berat karena masih mengantuk. Kutatap jam ditanganku, “Sudah jam 6 pagi.” Gumamku. Kuputar pandanganku ke setiap sudut ruangan, ternyata kami tertidur di ruang tengah. Kulihat semua member memakai selimut, termasuk aku. “Siapa menyelimutiku?” lalu kulihat Leeteuk hyung yang sedang tidur sambil terduduk dengan kaki yang ditekuk dan tangan yang terlipat. Wajahnya tenggelam di dalamnya. Dia hanya memakai kaus yang kemarin dia pakai tanpa memakai selimut. Akupun lihat Eunhyuk yang tertidur pulas disamping Leeteuk hyung. Ingin rasanya kupukul kepala anak itu karena membiarkan Leeteuk hyung tidur dengan posisi seperti itu. Perlahan kubangunkan Ryeowook utnuk memasak sarapan pagi.

“Wookie, bangun! Kita harus memasak sarapan pagi.”

“Waeyo hyung?” ucapnya sambil mengucek-ngucek matanya supaya bisa melihat dengan jelas.

“Ayo kita masak!” bisikku pelan agar tidak membangunkan member yang lain.

“Ne.” dengan cepat kami berdiri dan berjalan menuju dapur. “Tapi hyung, kita belum belanja.”

“Benarkah?”

Ryeowook mengangguk yakin, “Persediaan terakhir sudah kita pakai kemarin.”

“Hhhh . . .” aku menghela napas dan berjalan menuju lemari es, berharap ada keajaiban. “Wookie!”

“Waeyo hyung?!”

“Lihat!” kusuruh Wookie melihat lemari es sudah penuh dengan bahan makanan. “Siapa yang membelinya?” Wookie menggeleng.

“Sudahlah hyung, kita memasak saja. Nanti kita tanyakan pada mereka saat sarapan pagi.

Satu persatu member mulai bangun dari tidurnya saat kami sedang sedang memasak.

“Sungmin-ah, Leeteuk hyung kenapa tidur seperti itu?” ucap yesung hyung saat menghampiri kami di dapur.

“Molla, saat aku bangun dia sudah seperti itu. Aku tidak mau mengganggunya.”

Sarapan pagi sudah siap, tapi Leeteuk hyung belum juga bangun. Tidak ada yang berani membangunkannya. “Eunhyuk-ah, kau kan pulang bersama Leeteuk hyung. Kenapa kau tidak suruh dia tidur dikamar?” aku sedikit memarahi Eunhyuk.

“Hyung, jangan memarahi aku! Setelah menyelimuti kalian semua, Leeteuk hyung menyuruhku untuk tidur di kamarnya. Tapi aku tidak mau, karena aku tahu dia pasti akan tidur bersama kalian di ruang tengah. Aku membawakan bantal dan selimut untuknya. Tadi malam, ruang tengah benar-benar penuh dan sempit. Hanya tinggal tersisa untuk satu orang, aku sudah mencoba mengalah untuk Leeteuk hyung. Tapi dia tidak mau, dia malah mengancam akan membiarkanku tidur di luar bila aku tidak menuruti perintahnya. Akhirnya aku tidur dan Leeteuk hyung tidur dengan posisi seperti sekarang ini.”

“Lalu kenapa dia tidak memakai selimut?”

“Sebelum aku tidur, aku lihat dia memakai selimut. Tapi entah kenapa, pagi ini dia tidak memakainya.” Jelas Eunhyuk.

Jam sudah menunjukkan pukul 7, tidak satupun dari kami berani membangunkan Leeteuk hyung dari tidurnya. Makanan sudah siap di meja makan, hanya tinggal disantap saja. Tapi kami tidak berani makan karena Leeteuk hyung yang belum bangun. Akhirnya kami menunggu sampai Leeteuk hyung bangun. Kulihat raut wajah hyung dan dongsaengku yang sudah kelaparan. Aku mendekati Leeteuk hyung dan duduk disampingnya. Member lain mengikutiku dan kini posisi kami sudah mengelilingi tubuh Leeteuk hyung.

To Be Continue . . .

By           : Vay ^_^

Cast       : Super Junior/Friends

 

 

9 thoughts on “The Last Time Part 6”

  1. teukie oppa, bangun yah~ bangunn~~ jangan sampe ga bangun~
    aku ga rela 😦 nanti ga ada yang bisa nglarang kyu~ kyu kan nakal ga ktulungan 😦
    kalo ga ada oppa gmna donk nasib member suju yang lain? *d jitak gara2 komen gapen*

    eonni~ ini harus d lanjutin ! aku ga sabar baca lanjutannya ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s