The Last Time Part 7

Sebelumnya . . .

Jam sudah menunjukkan pukul 7, tidak satupun dari kami berani membangunkan Leeteuk hyung dari tidurnya. Makanan sudah siap di meja makan, hanya tinggal disantap saja. Tapi kami tidak berani makan karena Leeteuk hyung yang belum bangun. Akhirnya kami menunggu sampai Leeteuk hyung bangun. Kulihat raut wajah hyung dan dongsaengku yang sudah kelaparan. Aku mendekati Leeteuk hyung dan duduk disampingnya. Member lain mengikutiku dan kini posisi kami sudah mengelilingi tubuh Leeteuk hyung.

THE LAST TIME Part VII

Leeteuk POV

Aku merasa ada yang memperhatikanku. Perlahan kuangkat kepalaku. Kulihat semua dongsaengku sedang mengelilingku.

“Apa yang kalian lakukan?” tanyaku heran.

“Hyung, kenapa kau seperti ini?” ucap Yesung.

“Waeyo?”

“Hyung kenapa tidur disini?” ucap Ryewook.

“Kenapa hyung tidur dengan posisi seperti ini?” ucap Kyuhyun.

“Kenapa hyung tidak membangunkan kami saja?” kali ini Donghae yang berbicara.

“Hyung, kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini?” ucap Siwon.

“Sebenarnya ada apa dengan kalian?” ucapku dengan nada tinggi. Mereka semua tertunduk. “Waeyo?” mereka masih diam. “Kenapa diam saja? Sudahlah, aku mau mandi.” Ucapku langsung beranjak dari dudukku. Tapi . . . “Awww . . .”

“Hyung . . .!” ucap mereka bersamaan.

“Kwaench’anayo, aku baik-baik saja.” Ucapku sambil tersenyum, untuk menghilangkan rasa cemas mereka. Aku masuk ke kamarku dengan langkah sedikit gontai, mungkin karena pengaruh posisi tidurku yang salah.

“Hyung, kami akan menunggumu untuk sarapan.” Ucap Sungmin sebelum aku masuk kedalam kamar. Kutatap  jam dinding di ruang tengah.

“Jam 8.” Gumamku. “Kalian sarapan duluan saja!”

“Tapi hyung!” timpal Sungmin.

“Aku bilang, kalian sarapan duluan!” ucapku lagi dengan nada tinggi kemudian melangkah masuk kedalam kamar.

Aku langsung menjatuhkan tubuhku ke tempat tidr, rasanya nyaman sekali. Tidak lama, Donghae masuk dengan wajahnya yang ditekuk. “Ya! Kau kenapa? Marah padaku karena tadi aku membentak kalian?”

“Aniyo!” Donghae menggeleng cepat.

“Lalu kenapa?” Tanyaku penasaran.

“Hyung kenapa selalu seperti ini? Hyung selalu mengorbankan diri hyung demi kami semua?”

“Ya! Donghae-ah, kenapa kau berbicara seperti itu? Aku ini leader, jadi sudah seharusnya aku melakukan apapun demi keutuhan keluarga kita, grup kita.”

“Hyung!” tiba-tiba Donghae memelukku dan menangis.

“Ya! Kau ini seorang namja, jangan cengeng!” ucapku sambil mengusap kepalanya lembut.

Donghae melepaskan pelukannya dariku, “Mianhae, gomawo!” aku tidak menjawab pernyataannya hanya sebuah senyum yang tersungging di bibirku. “Hyung, katakana pada kami bagaimana perasaanmu sekarang! Aku tahu, hyung menanggung beban yang sangat berat. Berbagilah dengan kami hyung!”

“Anak nakal, sok tahu. Sudahlah, sekarang kau sarapan dulu. Aku tunggu kalian di studio dance untuk latihan jam 10, sekarang aku mau mandi. Cepat keluar!” ucapku sambil mendorong tubuh Donghae keluar kamar.

“Tapi hyung . . .!!”

Aku langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. kudengar Donghae terus memanggil-manggil namaku dari luar, tapi tak kupedulikan. Aku sudah tidak sanggup menahan air mata ini keluar. Aku menangis dalam diam, agar tidak ada yang tahu aku menangis. Setelah mulai tenang, aku langsung melangkah ke kamar mandi. Jam menunjukkan pukul 9 saat aku keluar kamar mandi, kupilih kaos yang dihadiahkan Kangin untukku di hari ulang tahunku minggu kemarin. Aku melangkah keluar kamar, kulihat mereka masih bermain-main di meja makan.

“Kalian sudah selesai sarapan?” ucapku tersenyum.

“Hyung, mau sarapan sekarang? Aku sudah memisahkan bagian hyung.” Ucap Sungmin.

“Tidak perlu, jam 10 aku tunggu kalian di studio dance untuk latihan. Hari ini kita tidak ada jadwal di luar. Kita latihan dance.” Ucapku seraya melangkah keluar dorm.

“Tapi hyung belum sarapan.” Ucap Sungmin yang tidak kupedulikan dan terus berjalan keluar dorm.

Heechul POV

Aku menatap heran pada Jungsu. Ada apa dengannya?

“Hyung, Eeteuk hyung kenapa? Akhir-akhir ini dia agak aneh.” Ucap Kyuhyun yang membuyarkan lamunanku. Aku hanya menggeleng menjawab pertanyaannya.

“Sudahlah, kalian semua sudah selesai sarapan kan? Ayo kita latihan, jangan sampai Jungsu menunggu kita.”

Kami semua keluar dorm menuju studio dance, untuk latihan. Aku berjalan bersama Siwon dan Shindong.

“Hyung, aku merasa memang ada yang aneh dengan Eeteuk hyung. Apa karena memikirkan Kangin hyung dan Hankyung hyung?” ucap Siwon pada Shindong.

“Molla, bisa saja. Tapi memang benar apa katamu, Eeteuk hyung biasanya suka tidur lebih dulu dari pada kita. Sarapanpun, biasanya dia yang selalu semangat dari pada kita.” Timpal Shindong, Siwon hanyak mengangguk setuju.

“Hyung, soal tidur aku setuju tapi untuk soal makan. Aku tidak setuju.”

“Wae?”

“Karena, setahuku yang selalu bersemangat makan itu hyung, bukan Eeteuk hyung. Heechul hyung setuju denganku kan?” kepalan tangan Shindong berhasil mendarat dengan mulus si kepala Siwon. “Aww…”

“Mau lagi?” tantang Shindong.

“Andwae! Lagi pula yang aku katakana benar kan?” Shindong menatap tajam Siwon. “Ok ok ok … mian!” Siwon langsung lari meninggalkanku dan Shindong karena takut kena pukul Shindong lagi.

Kini kami sudah berada di depan pintu studio dance. Aku memutar knp pintu perlahan. Saat kami masuk, “Jungsu . . .!” teriakku saat melihat Jungsu terkapar tidak berdaya di lantai.

“Hyung . . .!” ucap dongsaeng-dongsaengku yang lain.

“Siwon, panggil dokter!” aku berteriak pada Siwon.

Sambil menunggu dokter datang, aku membopong Jungsu ke dorm dan membaringkannya di kasur.

“Bagaimana keadaan Jungsu dok?” tanyaku pada dokter saat dia keluar kamar Jungsu.

“Dokter, hyung ingin bertemu denganmu.” Ucap Donghae saat keluar dari kamar Jungsu.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, dokter itu keluar. “Dok bagaimana keadaannya?” tanyaku lagi yang belum sempat dokter itu jawab.

“Dia hanya kelelahan, kalian harus memperhatikan jadwal makan dan tidurnya. Dia terlalu memforsir tenaganya hingga kelelahan.”

“Ne.” ucap kami bersamaan.

Ryeowook POV

Aku mengetuk pintu kamar Eeteuk hyung agar bisa masuk kedalamnya.

“Masuk!” ucap sebuah suara dari dalam. setelah dipersilakan masuk oleh yang punya kamar, akupun masuk kedalamnya. “Wookie, ada apa?” tanyanya tersenyum.

“Hyung, aku buatkan bubur untukmu. Tadi pagi hyung tidak sarapan, jadi hyung pingsan kan.” Ucapku duduk disampingnya.

“Ne, gomawo!”

“Mau kusuapi?”

“Aniyo, aku bukan anak kecil Wookie-ah!”  ucapnya tertawa diikuti olehku. Kulihat makannya lahap sekali.

“Hyung, kau tidak makan sudah berapa hari? Lahap sekali.” Eeteuk hyung tidak menjawab hanya sebuah senyuman manis darinya untukku, karena mulutnya sedang penuh dengan bubur yang kubuatkan untuknya. Senang rasanya bisa melihatnya makan selahap itu, sudah lama aku tidak melihatnya seperti itu.

“Wookie, buburnya masih ada tidak?” tiba-tiba Eeteuk hyung membuyarkan lamunanku.

“Ne?”

“Aku Tanya, buburnya masih ada tidak?”

“Masih ada, memangnya kenapa hyung?”

“Aku ingin tambah.” Ucapnya sambil menyodorkan mangkok yang kosong padaku.

“Mwo? Cepat sekali hyung menghabiskannya. Kurang dari lima menit, bahkan lebih cepat dari rejor terakhir Shindong hyung.”

“Mungkin karena pengaruh obat, sudahlah cepat aku lapar.”

“Ne.” segera aku keluar kamar Eeteuk hyung dan lari menuju dapur.

“Wookie-ah, ada apa? Kenapa kau lari-lari seperti itu?” Tanya Yesung hyung yang kebetulan ada di dapur. Aku tidak menjawabnya, aku langsung membuka tutup panci bubur yang kubuat.

“Mwo?” aku benar-benar kaget melihat panci yang sudah bersih tak tersisa. “Hyung, kemana larinya bubur yang aku buat?”

“Ya! Kau jangan menatapku seakan-akan aku yang melakukannya. Mereka yang melakukannya.” Ucap Yesung hyung menunjuk Shindong, Eunhyuk hyung dan si magnae Kyhyun. Aku langsung menghampiri mereka.

“Ya! Apa yang kalian lakukan dengan buburku? Bukankah kalian sudah makan?” aku memaki mereka, tidak perduli kalau mereka adalah hyungku.

“Wookie-ah, mereka meminta untuk masuk kedalam perut kami ini. Kami tidak bisa menolak.” Ucap Shindong hyung memasang wajah innocentnya.

“Hyung kan bisa ijin dulu atau minta dibuatkan lagi. Bubur itu untuk Eeteuk hyung.”

“Kau kan bisa membuatnya lagi.” Timpal Eunhyuk hyung.

“Butuh waktu lagi, Eeteuk hyung mau makan.”

“Lho, bukankah barusan hyung baru mengantarkan bubur ke kamar Eeteuk hyung?” kali ini Kyuhyun yang berbicara.

“Sudahlah, sebaiknya kalian sekarang minta maaf pada Eeteuk hyung. Aku akan membeli saja di kedai depan.”

“Mwo? Wae? Kenapa kita harus minta maaf?” Tanya Shindong hyung.

“Eeteuk hyung ingin makan lagi. Tapi kalian sudah menghabiskannya, biar tahu rasa. Kena marah kalian oleh Eeteuk hyung.” Ucapku menyeringai.

“Hyung, ini karena kau!” ucap Eunhyuk hyung pada Shindong hyung.

“Ne.” kali ini Kyuhyun yang berbicara.

“Mwo? Kenapa kalian menyalahkanku? Aku hanya mengajak kalian, dan kalian juga mau kan?”

“Sudahlah, ayo kita maaf pada Eeteuk hyung!” ajak Kyuhyun sambil berjalan masuk ke kamar Eeteuk hyung. Dan aku melangkah keluar dorm untuk membeli bubur.

To Be Continue . . .

By           : Vay ^_^

Cast       : Super Junior/Friends

 

5 thoughts on “The Last Time Part 7”

  1. Huff….untung Tukie Oppa g apa2. Keke~

    Wah, kasian bgt Tukie Oppa keLelaha. Aiss….itu magnae, shindong ma Laki aye Hyukjae kurang ajar bubur buat Oppa aku dmakan. Huh…

    Kira2 mereka dmarahin g ya???? Ditunggu ff seLanjutnya ya Saeng😀

  2. aigo~
    syukurlah…
    teukie gak kambuh penyakitnya…
    *mksd.a???*

    khekhekhe,,
    Lanjut!!!!!
    ^0^/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s