The Last Time Part 8

Sebelumnya . . .

“Sudahlah, ayo kita maaf pada Eeteuk hyung!” ajak Kyuhyun sambil berjalan masuk ke kamar Eeteuk hyung. Dan aku melangkah keluar dorm untuk membeli bubur.

THE LAST TIME Part VIII

Kyuhyun POV

Hari Minggu memang hari yang ditunggu-tunggu oleh semua member, karena hari ini kami libur. Seperti biasa, aku mengambil PSP favoritku dan berjalan menuju dorm.

“Hyung?” ucapku saat melihat Eeteuk hyung sedang melamun di ruang tengah.

“Kyu, kau mau main PSP ya? Ya sudah, aku masuk kamar dulu.”

“Yang lainnya kemana hyung?”

“Mereka sedang berkumpul di dorm bawah, kau sendiri kenapa ada disini?”

“Itu dia, karena mereka berisik sekali di bawah, jadi aku kesini.”

“Itu kau sudah tahu, kenapa Tanya padaku lagi?”

“He he he . . . kan basa-basi hyung.” Ucapku malu sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. “Hyung, mau kemana?” cegahku saat Eeteuk hyung akan melangkah pergi.

“Aku sudah bilang kan? Aku mau masuk ke kamar.”

“Hyung, temani aku disini!”

“Andwae, menemanimu aku malah akan jadi obat nyamuk. Nanti kau malah pacaran sama PSP-mu itu.”

“Ya! Hyung, aku janji tidak akan begitu, lagi pula aku memang ingin bertemu denganmu. Hyung, bogoshipo!”

“Mwo? Ya! Game Kyu, aku geli kau berbicara seperti itu. Ya sudah, aku temani.” Eeteuk hyung kembali ke sofa dan menemaniku. Aku hanya senyum-senyum karena telah menang darinya. “Benar kan, kau malah asik dengan pacarmu itu. Aku ke kamar saja.”

“Sudah sebulan.” Ucapku singkat sambil menundukkan kepala dan berhasil menghentikan langkah Eeteuk hyung. Kulirik sedikit respon Eeteuk hyung, dia pun menundukkan kepalanya. Aku berdiri mendekati Eeteuk hyung dan memeluknya dari belakang. Tanpa terasa air mata jatuh dan membasahi pundak Eeteuk hyung. Dia tetap diam dan pasrah tubuhnya di peluk olehku.

“Ya! Magnae, apa yang kau lakukan? Kau menangis dan membasahi bajuku.” Tiba-tiba Eeteuk hyung berbalik dan mengomeliku. Aku hanya menatap nanar, melihat responnya yang di luar dugaanku.

“Hyung, aku mohon.” Aku kembali memeluknya, Eeteuk hyung berusaha melepaskannya tapi aku semakin erat memluknya. Akhirnya selama kurang lebih 15 menit posisi kami tidak berubah. Aku pun terus menangis di pelukannya.

“Magnae, kau tidak pegal? Kita sudah berdiri kurang lebih 15 menit. Kau pun tidak berhenti menangis. Aku akan membuatkan teh untukmu.” Akhirnya pelukanku terlepas, Eeteuk hyung mendudukanku di sofa. Aku menghapus airmataku yang tidak mau berhenti dengan punggung tanganku. “Ini minumlah agar kau tenang.” Tidak lama Eeteuk hyung datang dan memberikan secangkir teh hangat.

“Gomawo hyung!” ucapku tersenyum.

“Sebenarnya ada apa denganmu?” tanyanya bijak, padahal dia tahu alasanku menangis.

“Hyung kenapa masih menanyakan alasanku menangis, padahal hyung tahu kenapa aku menangis.” Ucapku setelah tenang. Dia tidak menjawab hanya tersenyum dan mengelus lembut rambutku. Aku menatap heran kearahnya. Kemudian Eeteuk hyung berjalan menuju balkon dorm dan menatap langit cerah sambil tersenyum. Aku menghampirinya.

“Kalau kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?” ucapnya saat aku telah berdiri disampingnya. Aku menunduk tidak bisa menjawab pertanyaannya, karena jujur aku tidak mengerti dari maksud pertanyaannya. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku? Katakanlah!”

“Hyung, apa kau tidak merindukan mereka?”

“Siapa?”

“Hyung jangan berpura-pura babo, hyung tahu siapa yang aku maksud.” Ucapku agak kesal.

“Maksudku, siapa yang tidak merindukan mereka?”

“Tapi, hyung selalu terlihat ceria di depan kami. Hyung tidak pernah mengeluh, atau menangis karena tidak ada merindukan mereka. Hyung yang selalu menghibur kami setiap kami sedang mengingat mereka. Hyung selalu menyemangati kami agar tetap bekerja secara profesional. Dan masih banyak lagi yang hyung korbankan untuk kami.” Ucapku sedikit berteriak. Dan respon Eeteuk hyunghanya tersenyum tulus padaku. Ada apa dengannya?

“Kyuhyun-ah, aku ingin sekali melakukan hal-hal yang kau sebutkan itu. Tapi aku seorang leader, tempat dimana kalian mengeluh, menangis, tertawa, bahagia, dan bersedih. Kalau aku melakukan yang seperti kau katakan barusan, kalian akan lari kemana? Disaat semua orang sedih dan menangis, aku harus tetap berdiri tegar dihadapan kalian. Siapa yang akan jadi sandaran nantinya kalau aku sendiri menangis dan bersedih.” Jelas Eeteuk hyung menatapku masih dengan senyumnya. Sementara aku berbalik menatapnya heran. Aku mencerna setiap kata yang diucapkan Eeteuk hyung, benar memang apa yang dikatakannya. Akupun akan melakukan hal yang sama, bila aku seorang leader. Aku tidak boleh terlihat lemah di depan member-memberku.

“Tapi kau tetap saja seorang manusia Jungsu.” Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan kami. Kami berbalik badan dan mendapati Heechul hyung berjalan mendekati kami. Dibelakangnya para hyungku yang lain mengikuti sambil berurai air mata. Eeteuk hyung hanya tersenyum menyambut kedatangan Heechul hyung dan member yang lain. Setelah mendekat, Heehul hyung langsung mendekap erat Eeteuk hyung, sambil menangis.

Setelah semua orang tenang, kami berkumpul di ruang tengah. Saat dipeluk Heechul hyung tadi, kulihat Eeteuk hyung sedikit menitikkan air mata. Dia memang orang yang tegar dan kuat. Suasana menjadi sedikit canggung di antar semua member.

“Eunhyuk hyung, Donghae hyung!” panggilku pada kedua hyungku itu. Reflesk mereka menatapku dengan raut wajak kalau mereka mengatakan, ‘Wae?’. “Kalian tidak lupa janji kalian padaku kan?” ucapku sambil memberikan senyum evilku pada mereka.

“Ya! Game Kyu, disaat seperti ini kenapa kau malah membahas itu?” ucap Donghae hyung yang sepertinya ketakutan.

“Ne, ini bukan waktunya.”

“Sebenarnya ada apa diantara kalian?” ucap Sungmin hyung heran. Kulirik Eunhyuk hyung dan Donghae hyung menundukkan kepala karena takut. “Ya! Magnae, ada apa? Ceritakan pada kami!”

To Be Continue . . .

By           : Vay ^_^

Cast       : Super Junior/Friends

4 thoughts on “The Last Time Part 8”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s