Fragolla Taste [part 4]

Kyuhyun berlari dengan perasaan galau. Dia merasa benar-benar bersalah, bersalah telah menyakiti gadis itu. Gadis yang ingin ia lindungi, gadis yang ia sayangi.

Kyuhyun berhenti tepat di depan gang menuju tempat pemberhentian bus. Dia melihat siluet dua manusia. Namja dan yeoja… pikir Kyuhyun. Dia menajamkan pandangan matanya. Namja itu mendekatkan wajahnya ke wajah si yeoja, semakin lama semakin dekat. Pandangan Kyuhyun mengabur, dia tidak tahan melihat adegan di depannya. Saat wajah namja dan yeoja itu hanya berjarak beberapa senti, Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya dan pergi dari tempat itu. Dia berjalan ke coffee house dengan perasaan tak menentu.

***

-Coffee house-

“Mana Minhyo?” tanya Donghae.

Kyuhyun duduk di kursinya, tanpa menjawab pertanyaan Donghae. Dia menatap kosong kursi yang tadinya di duduki Minhyo, lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Mana Minhyo, Kyu?” tanya Jungsoo.

“Dia sudah pulang,” jawab Kyuhyun, suaranya tercekat.

“Darimana kau tahu?” tanya Hankyung.

Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.”Aku melihatnya tadi,” jawab Kyuhyun, lalu air mata membasahi kedua telapak tangannya.

Fragolla Taste [part 4]

BETWEEN FRIEND AND LOVE

-Keesokan harinya di sekolah-

~Cho Kyuhyun PoV~

“Kyu~ tunggu!” seru Minhyo di belakangku.

Aku hanya melengos pergi tanpa menghiraukannya. Tak kudengar lagi langkah kakinya yang sudah akrab di telingaku. Aku mengumpat pelan. Menyesal dengan sikapku sendiri.

“Hei, Kyuhyun…”

Aku menoleh. Bukan Minhyo yang kulihat, melainkan si murid baru… Shin Hanna. Aku memaksakan diri tersenyum.”Ne? ada apa?”

“Kau tidak ingat aku?” tanyanya.

Aku mengerutkan alis.”Mianhae, aku tidak ingat…,” jawabku.

Dia menghela nafas, lalu tersenyum tipis. Dia terlihat sangat kecewa, lalu dia mengangguk sekali.”Yah~ aku akan membantu ingatanmu.”

“Aku adalah yeoja yang menyatakan perasaanku padamu dua tahun yang lalu, Kyunnie…,” ucapnya dengan wajah tertunduk.

“Ha… Hanna yang itu??!” tanyaku kaget.

Aku terdiam. Hanna yang dulu tidak seperti ini. Hanna yang dulu… sangat lucu dan manis. Namun sekarang dia berubah drastis. kharisma dan aura wanitanya lebih menonjol. Dia bukan Hanna yang kukenal.

“Ne, Kyunnie… aku berubah untukmu,” jawab Hanna, menatapku.

Berubah… untukku?? Apa maksudnya??

“Maksudmu apa, Hanna?” tanyaku, membalas tatapannya.

“Aku ingin kau berpaling padaku. Tidak pada yeoja lainnya. Aku ingin kau menyukaiku.”

~End of PoV~

***

-Koridor sekolah-

~Jung Minhyo PoV~

Aku melihat Kyuhyun dan Hanna sedang berbicara. Wajah Kyu terlihat sedikit kuyu, seperti tidak tidur semalaman. Diam-diam aku menguping pembicaraan mereka.

“Aku ingin kau berpaling padaku. Tidak pada yeoja lainnya. Aku ingin kau menyukaiku,” ucap Hanna.

Aku menggigit bibirku. Jadi… Hanna benar-benar menyukai Kyuhyun? Astaga… aku tidak percaya.

“Yak~ Minhyo-ah!” panggil seseorang, Key.

“Ah! Key!” balasku, tersenyum lebar.

“Kenapa kau diam disini?” tanya Key, penasaran.

Aku hanya menggaruk-garuk kepala, salah tingkah.”Ehm… itu, ada yang berbicara di koridor… jadi aku tidak enak melewati mereka,” jawabku.

“Oh~ pernyataan cinta kah?” tanya Key, ikut mengintip.

“Yak! Babo saram! Jangan terlalu menjulurkan kepalamu seperti itu!” ujarku sambil menarik tangan Key.

“Ah~” Aku kehilangan kata-kata karena wajah Key hanya beberapa senti dari wajahku. Aku menatapnya terus, karena tidak bisa mengalihkan pandanganku.

Mwo? ada sesuatu yang aneh di wajahku?” tanya Key.

“Ah… aniyo…” jawabku, terbata-bata.

“Hehe. Wajahmu merah seperti tomat,” ucap Key sambil menoel pipiku, pelan.

“Hyaa~ jangan lakukan itu! Aku malu tahu!” seruku, sambil mendorong Key menjauh. Key hanya tertawa.

“Ah… Minhyo, Kibum?” tanya Kyuhyun dengan Hanna di sebelahnya.

“Kyuhyun!” seruku sambil mendesah lega.

“Kyunnie~ ayo ke kantin!”  ajak Hanna, sambil menatap Minhyo dengan pandangan sedingin es.

“Ne, chagiya,” jawab Kyuhyun, lalu tersenyum tipis kearahku dan Key.

Mwo? Chagiya? Apa aku tidak salah dengar? CHAGIYA? Jadi mereka sudah jadian, begitu? Heh? Cepat sekali. Hanna saja baru 2 hari pindah ke sekolah ini~

“Mereka… sudah jadian?” tanya Key, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Molla,” jawabku.

“Haha~ ya sudah. Bagaimana kalau kita ke kantin juga?” ajak Key.

Aku mengangguk,”ne, kajja”

~End of PoV~

***

-Kantin sekolah-

~Cho Kyuhyun PoV~

“Yak~ Kyu, kau kenapa?” tanya Hanna.

Aku hanya menatapnya.”Molla~” jawabku seadanya, lalu kembali menatap minumanku.

“Kau… merasa terpaksa dengan permintaanku?” tanya Hanna, lagi.

Aniyo… aku juga sedang berusaha melupakan yeoja itu,” jawabku.

“Lalu, kenapa kau seperti ini?”

Molla~ aku bingung.”

Aku melihat Kibum dan Minhyo berjalan memasuki kantin sambil tertawa. Mereka berdua terlihat akrab sekali. Kejadian kemarin kembali berkelebat dalam benakku. Aku menggeleng pelan.

Aku tidak terlalu jelas melihat namja dan yeoja kemarin malam itu, karena sekitar situ sangat gelap. Tapi aku yakin bahwa yeoja yang kulihat adalah Minhyo. Namun, kalau soal namja-nya… aku tidak bisa memastikan. Aish~ buat apa pula aku memikirkan itu?

“Kyu… kau melamun lagi,” ucap Hanna, ada nada sedih di dalam suaranya.

Aku tersenyum setengah. Sebenarnya, aku tidak ingin menerima Hanna… karena aku hanya menganggap dia teman. Tapi, aku tidak mungkin menolaknya untuk kedua kali. Aku juga berpikir… mungkin, mungkin aku bisa melupakan Minhyo jika bersama Hanna.

Mianhae,” kataku, lalu mengelus rambutnya canggung.

“Yak~ kalian pacaran tidak bilang-bilang ya~” tegur Minhyo sambil berkacak pinggang di samping meja kami.

“Minhyo…,” ucap Hanna, pelan. Dia kelihatan tidak suka dengan Minhyo.

“Ah~ kebetulan, Hanna! Aku mau berbicara sesuatu,” ujar Minhyo cepat. Dia menarik tangan Hanna, lalu menjauh dariku dan Kibum.

“Ada apa dengan mereka?” gumamku.

“Minhyo mau minta maaf dengan Hanna,” jawab Kibum tanpa di minta.

“Heh? Untuk apa?” tanyaku.

“Yah~ bagaimana ya? Minhyo cerita padaku, bahwa dia akan membantu Hanna untuk menjadi manajer, tapi… klub sepak bola malah menariknya jadi manajer,” jawab Kibum sambil mengangkat bahunya.

“Serius?” tanyaku, tak percaya.

Baru kali ini aku tahu bahwa seorang Minhyo mau membantu orang lain. Benar-benar di luar dugaan…

~End of PoV~

***

~Jung Minhyo PoV~

Aku menarik Hanna ke sudut kantin yang sepi. Lalu aku membungkuk pada Hanna, meminta maaf,”Mianhae, Hanna-sshi! Aku bukan bermaksud untuk mengingkari janji, tapi klub sepak bola memilihku tanpa persetujuanku. Aku tidak mau kita bermusuhan saat kita baru memulai persahabatan…”

“Minhyo…”

Aku menatap Hanna dengan tatapan memohon.”Mianhae~ cheongmal mianhae!” ujarku, kembali membungkuk.

“Yak~ sudahlah, tidak usah di permasalahkan,” ucap Hanna.

Cheongmal?” tanyaku, memastikan.

“Ne, aku juga salah karena terlalu mencurigaimu. Aku berpikir, kau akan merebut Kyu dariku, tapi kau tidak akan berbuat seperti itu kan?” ujar Hanna.

“Tidak akan, aku berjanji,” jawabku, mantap.

Gomawo-yo!” seru Hanna, lalu memelukku.

“Bantu aku menaklukkan hati Kyunnie ya~” pinta Hanna.

“Ye, pasti aku bantu,” jawabku, lalu membalas pelukannya.

“Yak~ aku juga mau di peluk Minhyo,” ucap seseorang di belakangku.

Hanna melepaskan pelukannya, lalu terkekeh.”Hehe. maaf, Kibum-ah! Aku lancang pada yeojachingu-mu,” gumamnya.

Mwo? Yeojachingu?” tanyaku, tak mengerti.

Yeojachingu? Kami tidak pacaran,” timpal Key.

Cheongmal?!” tanya Hanna dan Kyuhyun bersamaan.

“Ne, kami tidak pacaran. Hanya teman dekat,” gumamku, lalu tersenyum lebar.

~End of PoV~

***

~Key PoV~

Kenapa? Kenapa saat Minhyo berkata kami hanya teman dekat, hatiku terasa sakit? Aku sepertinya tidak suka dia berkata seperti itu.

“Key, kau kenapa?” tanya Minhyo.

“Ah? Eh…” aku tidak tahu harus bilang apa.

“Kau sakit?” tanyanya lagi, lalu menempelkan dahinya ke dahiku.

Wajahku memanas.”Aku tidak sakit,” jawabku, langsung menjauh darinya. Aku memalingkan wajahku, takut dia melihat wajahku yang memerah.

“Yak~ Kim Kibum? Kau sakit! Wajahmu merah sekali!” ujarnya, lalu menarik tanganku.

Aish~ dia melihatnya! Syukurlah dia menganggapku sakit.

“Key…,” panggil Minhyo tiba-tiba, masih membelakangiku.

“Ne?” jawabku, singkat. Dia menggeleng pelan.”Tidak jadi deh.”

Aku menarik tangannya.”Ada apa?” tanyaku sambil membalikkan tubuhnya, menghadapku. Aku tercengang, dia menangis.

“Ada apa? Hyo, ceritakan padaku,” ujarku, sambil mengguncang bahunya pelan.

Dia menggeleng,”Aniyo… aku hanya merasa kesepian,” jawabnya.

“Kesepian?”

“Ne, eomma-ku tidak pernah pulang dari seminggu yang lalu, entah kemana perginya. Sekarang, Kyu juga akan meninggalkanku, dia akan lebih sering bersama Hanna…,” ujarnya, sambil menghapus air matanya.

“Masih ada aku kan?” gumamku, sambil menyunggingkan senyum manis.

Gomawo,” ucapnya, lalu membalas senyumku.

~End of PoV~

***

-Pulang sekolah-

~Cho Kyuhyun PoV~

“Kyuuu~ tunggu!!” seru Minhyo, kali ini aku segera menghentikan langkahku.

“Ne! cepatlah!” balasku.

“Kyu, kenapa kau cuek sekali seharian ini?” tanya Minhyo saat kami berjalan beriringan.

Aniyo…” jawabku, singkat.

“Kyu, jujur. Aku tahu kalau kau berbohong,” ujar Minhyo, menatapku tajam.

“Aku… aku tidak suka melihatmu ciuman di jalanan, walaupun jalanan itu sepi,” gumamku, sambil memalingkan wajah.

“Mwo? Apa katamu? Ci-ciuman? Heh? Kapan? Dimana?” tanya Minhyo. Kuberanikan diriku untuk menatapnya.

Yang kulihat di wajah Minhyo adalah ekspresi kaget dan tidak percaya. Aku mengangkat sebelah alisku.

“Ya, di gang menuju tempat pemberhentian bis, di Sinchon street, kemarin,” jawabku.

“Eh? Aku tidak pernah kesana kemarin,” gumamnya.

“Maksudmu?”

“Aku ke rumah Yuuri malam itu, kau tahu kan kalau rumah Yuuri di dekat situ?” ujarnya, masih dengan tampang kagetnya.

“Ja… jadi yang kemarin kulihat itu siapa?” tanyaku.

Mollayo~” kata Minhyo sambil mengangkat bahunya.

“Tapi… yeoja itu benar-benar mirip kau!” ujarku, tak ingin langsung mempercayainya.

Aish! Aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah berciuman di jalan umum!” seru Minhyo, naik darah.”Kau bisa bertanya pada Yuuri!”

“Masa aku hanya berimajinasi?” gumamku pada diriku sendiri.

“Mungkin kau melihat eomma-ku,” kata Minhyo, matanya menatap ke depan.

Eomma?” tanyaku bingung.

“Ne, dia tak pernah pulang sejak seminggu lalu,” jawab Minhyo, menatapku lalu tersenyum setengah.

Mwo? Serius?”

“Ne, sudahlah tidak usah membahasnya,” gumam Minhyo lalu berjalan di depanku.

Kalau di pikir-pikir kembali… memang postur tubuh yeoja kemarin tidak seperti Minhyo. Yeoja itu lebih pendek dari Minhyo. Lagipula, rambut Minhyo itu lurus, tidak bergelombang seperti yeoja semalam. Tidak salah lagi, itu Yoora ahjumma.

Aku sudah salah sangka. Aku kembali menyakiti hati gadis ini. aku kembali mengoyak luka di hatinya. Babo saram!

~End of PoV~

***

~Jung Minhyo PoV~

Eomma babo! Kenapa ciuman di tempat umum sih? walaupun sepi, lihat-lihat tempat dong… apa yang dikatakan teman-temanku yang lain jika mereka mengira eomma adalah aku?

Orang-orang saja mengira aku saudara kembar dengan eomma karena aku dan dia terlalu mirip. Aku menyesal lahir dari rahim seorang ibu seperti dia. Aku benci eomma…!

“Hyo… mianhae-yo…” ucap Kyu di belakangku.

“Ne,” jawabku sambil menoleh ke belakang, tersenyum.”Oya, kenapa tidak bersama Hanna?” tanyanya.

“Hanna? Oh… erm… dia dijemput supir pribadinya tadi,” jawabku.

“Oh~ hari minggu kau ada acara tidak?” tanya Minhyo, sambil tetap berjalan di depanku.

“Ngg~ ada, aku akan pergi dengan Hanna… wae?

“Ah~ aniyo,” jawabnya.

~End of PoV~

***

~Author’s PoV~

Sore itu, Minhyo tidak langsung pulang ke rumah. Dia berpisah dengan Kyuhyun di tempat pemberhentian bus, dia ingin pergi kemana saja asal bisa melepas penatnya.

“Minhyo-sunbae?” sapa seseorang di dalam bus, Rihyo.

“Rihyo? Duduklah,” ucap Minhyo sambil menunjuk kursi kosong di sampingnya.

“Minhyo-sunbae~ chukkae!” ujar Rihyo sambil tersenyum lebar.

Mwo?

“Kau kan manajer baru klub sepak bola,” gumam Rihyo.

Andwae~ jangan bicarakan itu,” ucap Minhyo, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bagaimana kalau kita rayakan, sunbae?” tawar Rihyo.

“Hah? Rayakan? Kau tak marah padaku karena sudah merebut posisi itu darimu?” tanya Minhyo bertub-tubi.

Aniyo~ mana mungkin aku marah pada sunbae favoritku~”

Cheongmal?

“Ne, sudahlah. Kita rayakan ya? Aku tahu tempat minum soju yang enak,” ujar Rihyo.

“Hei! Kau masih kelas 2 SMP berani minum soju ya?”

“Tentu, di rumahku banyak persediaan soju. Sunbae tidak pernah minum?”

Minhyo menggeleng keras.”Mana mungkin, bisa di penggal kepalaku,” jawabnya.

“Ah~ sekali-sekali coba saja, sunbae~

“Iya, iya…,” kata Minhyo, sambil memutar bola matanya.

~End of PoV~

to be continue…. ^^

Iklan

8 thoughts on “Fragolla Taste [part 4]”

  1. aigo~~
    bhya,,
    ngajak mabuk tuh~

    ckckckck,,
    kyun” baboya~
    jdi cwo kq gk tegas!!!
    klo gk suka nolak aja!!!!
    (kebawa perasaan bca nie ff)

    hehehe,,
    drpga crht pnjg lbr,,
    mndgn
    PART 5.a jgn lama yach!!!!
    saeng^0^/

    1. iya, bahaya tu hoobae-nya 😄

      iya nih, kyuuu~ baboyaa!! *dgetok*

      sippp ^^ aku usahain onn .
      mdhn aja aku bisa cpet publish 😀

  2. Ahh..
    Kyu babo!!
    Mnding ama gw jah..*ralat*
    mnding ama Minhyo jah..
    Dripda ama hanna!!
    Huh.. Babo!!*author: u kli yg babo! Bkan kyu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s