There’s an Angel [Wings 2]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: mian author lama banget publish chapter 2 nya >.<” mian buat yang nunggun2 kelanjutannya *reader: siapa yang nunggu?*

dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

SARANG POV

Ough! Rasanya kepalaku sakit sekali. Selama sisa pelajaran hari ini aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Kejadian di ruang OSIS terus saja terngiang dibenakku. Saat jam istirahat pun aku tidak berani keluar dari kelasku, takut kalau bertemu lagi dengan sunbae.

Bagaimana mungkin orang yang kukagumi sebagai sosok seorang malakait ternyata hanyalah seorang namja brengsek, mesum, tidak tau diri, bermuka dua, dan.. dan.. dan..

Aakh! Aku tidak tau kata-kata apa yang tepat untuk mendeskripsikan dia!

Ottohkae? Apakah aku harus diam saja dan membiarkan dia membohongi seluruh sekolah tentang jati dirinya? Tapi jika aku mengatakannya pada orang lain, dia bilang dia akan menyebarkan foto itu pada semua orang!

Omo! Aku tidak mau itu terjadi, itu sangat memalukan!

Karena terlalu asyik melamun, aku hampir saja melewatkan halte bus-ku.

Aku segera berlari turun sebelum pintu bus tertutup. Aku berjalan sendirian selama hampir 8 menit sebelum sampai di dorm.

Gedung Park Dormitory memang sangat besar, karena seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 3 diharuskan untuk tinggal di asrama meskipun rumah mereka dekat dengan sekolah.

Gedung sebelah kiri adalah dorm yeoja, gedung di sebelah kanan adalah dorm namja. Park Dormitory ini memiliki 8 lantai, masing-masing dorm yeoja dan dorm namja mempunyai total 110 kamar, memang bukan kamar yang terlalu besar untuk ditempati oleh dua orang, tapi cukup nyaman menurutku. Di setiap lantai disediakan satu kamar mandi. Jadi penghuni dorm hanya boleh menggunakan kamar mandi di lantai masing-masing. Itu satu-satunya hal yang mengganggu, kami harus mengantri kalau mau pakai kamar mandi. Sementara di tengah-tengah gedung yang merupakan pintu masuk utama, terdapat banyak tempat-tempat seperti ruang nonton, ruang tamu, perpustakaan, cafetaria, kolam renang, gym, dan taman terbuka diatap gedung yang bisa dikunjungi oleh penghuni dorm yeoja dan dorm namja.

Di sana, kami semua bisa saling bercengkrama. Tapi diatas pukul 9 malam, tidak ada yang diizinkan untuk berada di gedung utama, semua penghuni dorm harus kembali ke dorm masing-masing.

Aku mendapatkan dorm di lantai 3, tapi aku sama sekali belum bertemu dengan teman sekamarku. Semoga saja teman sekamarku adalah orang yang menyenangkan. Aku belum mendapatkan teman di sini, kecuali para sunbae OSIS itu.

“annyeong haseyo, Oh Youn Ji imnida.” Sapaku begitu masuk ke dorm.

Kulihat seorang yeoja mungil sedang duduk di meja belajar dan menatap layar komputer, dia menoleh dan tersenyum padaku.

“annyeong, Sung Rin imnida. Kau tinggal di kamar ini?” Balasnya.

“ne.. waah, senang sekali bisa sekamar denganmu.” Aku balas tersenyum selebar mungkin, dia menangguk.

“kau di kelas berapa?” tanyanya.

“aku di kelas 1-3, kau?”

“aku juga di kelas 1-3!”

“jinjja? Aku tidak tau!”

“yah, hari ini kan hari pertama, jadi semua orang masih canggung. Baiklah, mari berteman baik mulai dari sekarang.”

Aku menganggukkan kepalaku dengan semangat, kemudian dia kembali fokus menatap komputernya. Aku meletakkan tasku dan melihat ke sekeliling. Loh? Mana barang-barang yang sudah kubawa beberapa hari lalu?

“Sung Rin-ah, kau tau di mana barang-barangku?” aku menunjuk lemari pakaian yang kosong. Sung Rin hanya menggeleng

“molla, begitu aku sampai, memang tidak ada barang-barang milikmu, makanya aku bingung ketika kau masuk. Kupikir aku tinggal sendirian di kamar ini.”

Belum sempat aku menjawab, kudengar pintu dorm diketok, aku beranjak dan membukakan pintu.

“Youn Ji unnie..” kataku pelan.

“Youn Ji sunbae.” Sung Rin bangkit dari duduknya dan menyapa Youn Ji unnie.

“kajja!” kata Youn Ji unnie sambil menarik tanganku dan mengambil tas yang kuletakkan diatas tempat tidur.

“unnie! Kita mau kemana?”

“ke kamar dorm-mu!”

“loh, bukankah itu kamarku?” aku menunjuk kamar tempat ku beranjak.

“kau tidak tau kalau ada perubahan pembagian kamar?”

aku hanya menggeleng, kemudian begitu sampai di lift, unnie menekan tombol 8.

Aku terperanjat melihat kamar-kamar yang ada dilantai 8. tidak seperti lantai-lantai lainnya yang memiliki masing-masing 15 kamar dan 1 kamar mandi dan terdapat gedung utama sebagai pemisah dorm yeoja dan dorm namja, di lantai 8 ini, terdapat 10 kamar yang menyatukan gedung kiri dan kanan, jadi tidak ada gedung utama yang memisahkan lantai ini.

Dan kamar dilantai ini jelas terlihat mewah dari kamar-kamar lainnya, kalau kamar-kamar di bawah memerlukan kunci, maka kamar di lantai ini menggunakan password untuk masuk ke dalamnya.

Aku terus mengikuti Youn Ji unnie hingga dia berhenti di kamar terakhir, kulirik ke ruangan disebelah yang merupakan ruangan terujung. Ruangan ini tidak terlihat seperti ruangan lainnya di lantai ini.

Sambil mengetikkan kode, Youn Ji unnie melihat aku yang sedang melirik ke ruangan terujung itu.

“itu ruang rapat internal OSIS.” Youn Ji unnie seolah bisa membaca pikiranku dan menjawab apa yang ingin kutanyakan padanya.

“nah, pintunya sudah terbuka, masuklah, room-mate mu sedang menunggu.” Youn Ji unnie tersenyum padaku sambil membuka pintu kamar nomor 220. “ahh, kode kamarmu 210909, jangan lupa ya.”

“tunggu dulu unnie! Kamar di lantai ini terlihat sangat mewah, kenapa aku bisa dipindahkan ke sini?” tanyaku ragu.

“lantai 8 ini adalah kamar khusus anggota OSIS dan mantan anggota OSIS, jadi tentu saja fasilitasnya berbeda dengan kamar biasa lainnya.”

“eeh? OSIS? Tapi aku kan bukan anggota OSIS?” tanyaku heran.

“sebentar lagi kau juga akan bergabung, jangan takut, santai saja. Oh iya, kamarku tepat disebelah kamarmu, nomor 219, aku tinggal dengan Shin Eun Hye. Kalau butuh bantuan, panggil aku saja ya. Kamar Hee Chul ada di sebelahku, 218. bye.”

Setelah Youn Ji unnie masuk ke kamarnya, kulangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam ‘kamar’ baruku, aku sungguh terperanjat dengan kamar baruku. Kamar ini jelas lebih besar dari kamar-kamar yang ada dibawah.

Kalau kamar di bawah menggunakan ranjang tingkat untuk menghemat tempat, kamar ini tidak perlu repot-repot meggunakan ranjang tingkat. Karena meskipun menggunakan dua single bed, kamar ini masih saja luas. Kedua single bed itu ditengahi sebuah meja kecil yang diletakkan lampu tidur diatasnya.

Sementara di depan single bed tersebut terdapat sebuah sofa dan meja minimalis yang menghadap ke tv plasma yang tertempel di dinding dilengkapi dengan speaker dan dvd player.

Di sudut ruangan di dekat pintu masuk, terdapat lemari yang cukup besar, sementara disudut lain terdapat meja komputer.

Huuh! Aku sungguh kagum dengan kamar ini, tidak seperti kamar asrama saja, terlalu mewah untuk sebuah asrama!

Ah, ngomong-ngomong, mana teman sekamarku ya?

Byuuur! Aku mendengar suara air yang mengalir dari balik pintu kamar mandi, apakah dia sedang mandi?

Kudekati pintu kamar mandi secara perlahan-lahan. Tiba-tiba saja suaru guyuran airnya berhenti dan pintu kamar mandi terbuka.

Omona~! Aku hampir saja pingsan! Aku melihat seorang namja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya. Sementara handuk lainnya digunakan untuk menggosok rambutnya yang basah. Dia menatapku, tapi pandanganku justru tertuju ke tubuh yang tidak berbalut apapun!!

“jangan menatapku seperti itu, nanti kau mimisan.” Katanya datar.

Aku segera memalingkan wajahku dari tubuhnya dan menunduk. Dia berjalan melewatiku dan duduk di salah satu single bed.

“duduklah.” Katanya.

Entah mantra apa yang dia berikan, alih-alih menolak, aku justru mengikuti perintahnya dan duduk di single bed satunya lagi, dihadapan dia. Aku masih belum berani mendongakkan kepalaku untuk menatapnya, wajahku pasti sangat merah sekarang.

“hey, mulai sekarang kita akan sekamar. Dengan begini, aku jadi bisa mengawasimu, jadi jangan pernah coba-coba berpikir untuk memberitaukan identitasku pada orang lain. Kalau tidak, akan kubuat hidupmu seperti di neraka, araseo?”

“n-ne …” jawabku terbata-bata.

Kemudian hening sesaat. Aku penasaran, apakah sunbae sudah beranjak dari tempatnya? Begitu aku mendongakkan kepalaku, aku melihat sunbae masih duduk dihadapanku dan memandangku dalam diam, aku jadi salah tingkah.

“Hy-Hye Teuk sunbae, kau tidak mau pakai bajumu?” tanyaku, disatu sisi bingung karena tidak tau harus berkata apa, tapi disisi lain aku merasa risih melihat dia topless begitu.

“kenapa? Kau grogi?” sunbae tertawa kecil disela-sela ucapannya, dia membuatku tambah gugup!

“a-aniyo sunbae.”

Sunbae bangkit dari duduknya dan mendekatiku. Aku tidak bisa lari kemana-mana, sementara sunbae terus mendekatkan wajahnya ke arahku, aku hanya bisa merendahkan tubuhku serendah mungkin hingga akhirnya aku terbaring diatas tempat tidur, tapi sunbae masih saja mendekatkan wajahnya.

“su-sunbae!” aku menahan tubuh sunbae dengan tanganku agar dia tidak semakin mendekat, tapi itu justru membuatku semakin salah tingkah, wajahku semakin memanas.

Dan cuplikan-cuplikan di ruang OSIS kembali muncul dan memperparah kondisi jantungku.

Kudengar sunbae tertawa kecil, kemudian dia membisikkan sesuatu ke telingaku, dekat sekali sehingga aku bisa merasakan desah nafasnya di leherku.

“bukankah sudah ku bilang panggil aku Teukie? Kalau kita tidak sedang di sekolah, kau boleh memanggilku Teukie oppa kok.”

“sunbae, menyingkirlah dariku.” Aku mencoba untuk menenangkan debar jantungku yang semakin menggila.

“panggil aku Teukie oppa..” sunbae masih saja berbisik ditelingaku, mau tidak mau aku harus mengikuti keinginannya agar dia bersedia menyingkir dariku.

“o-oppa.. Teukie oppa.”

Teukie oppa tersenyum kecil dan tiba-tiba saja muncul suara namja lain.

“yaaa! Otak mesum!” namja itu menarik tubuh Teukie oppa menjauh dariku, aku selamat!

“pakai bajumu!! Dasar genit.” Ternyata namja itu adalah Hee Chul sunbae.

Teukie oppa hanya tersenyum lalu mengambil bajunya dari dalam lemari dan kembali masuk ke kamar mandi.

Aku membenarkan posisiku dan kembali duduk di single bedku.

“selamat bergabung dengan OSIS Park High School ya.” Hee Chul sunbae duduk di sampingku. Aku merasa otakku masih sulit untuk bereaksi sekarang, aku hanya mengangguk kecil, tiba-tiba aku sadar ada sebuah pertanyaan yang mengganggu benakku.

“kenapa aku tiba-tiba masuk menjadi anggota OSIS?” tanyaku.

“supaya kau bisa satu kamar dengannya sehingga dia bisa lebih mudah mengawasimu untuk tidak membocorkan rahasianya.”

“lalu, apa sunbae tidur di kamar ini sebelumnya?” tanyaku lagi, dia menggeleng.

“aniyo, aku tidur di kamar 218, sendirian. Aku tidak bisa tidur dengan orang lain, dan Teukie tidak suka tidur dengan orang lain. Jadi kami berdua awalnya tidur sendirian. Tapi sekarang tidak lagi, karena dia sudah punya room-mate. Karena akan bergabung dengan OSIS, kau akan bekerja sebagai asisten Teukie, kerjaanmu adalah membantunya”

“bukankah itu adalah tugas sunbae sebagai wakil OSIS?”
”wakil OSIS itu hanyalah jabatan saja, tapi aku tidak suka terlibat dengan urusan OSIS. Aku hanya akan membantu jika aku ingin saja, makanya Teukie sangat butuh asisten yang dapat membantu dia.” Jawabnya dengan senang hati.

Hatiku melongos mendengar jawabannya. Dasar sunbae egois.

LEE TEUK POV

Aku mengunci pintu kamar mandi dan segera berpakaian. Disela-sela aktivitasku, aku teringat pada hoobae-ku itu, Lee Sarang.

Begitu dia meninggalkan ruang OSIS tadi pagi, aku langsung mencari datanya, salah satu keunggulan menjadi ketua OSIS, aku bisa mengakses data seluruh siswa di sini.

Aku sengaja memasukkannya ke OSIS dan berada di kamar yang sama denganku. Aku harus memastikan dia tidak akan membocorkan rahasiaku. Ini penting untuk masa depanku.

Tiba-tiba saja bayang wajah Sarang kembali terbersit di benakku. Aku hanya ingin mempermainkan dia saja tadi, tapi aku hampir saja terbawa suasana ketika melihat wajahnya yang bersemu merah.

Aku bukanlah namja yang mudah terbawa suasana begitu saja, aku menyebutnya sebagai penguasaan diri. Tapi Sarang bisa dengan mudahnya menggoyahkan penguasaan diriku. Aku rasa aku harus berhati-hati dengannya mulai dari sekarang.

“Teukie-ah!! Eh? Sedang apa kalian?” kudengar suara Youn Ji yang sepertinya berada dikamarku. Aku segera keluar dan benar saja, aku mendapati Youn Ji berada di kamarku.

“Younie-ah, ada apa?”

“ada yang ingin kubicarakan denganmu, tapi begitu aku masuk, aku melihat kedua makhluk ini sedang asyik tertawa.” Youn Ji menunjuk Hee Chul dan Sarang yang sedang menahan tawa.

“baiklah, apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku, berpura-pura tidak mempedulikan Hee Chul dan Sarang.

“bisa kita bicara diluar saja?” tanya Youn Ji.

“geure, aku pakai wig-ku dulu.”

Aku duduk didepan cermin dan mulai memasang wig-ku, dibantu Youn Ji.

“berhati-hatilah. Hee Chul pasti sedang membicarakan kejelekanmu pada Sarang.” Youn Ji menunjuk Hee Chul.

“yaaa! Kalau kau bilang yang tidak-tidak, kau akan tau akibatnya.” Aku mengancam Hee Chul.

Hee Chul merepatkan bibirnya dan mengerakkan tangannya seolah-olah sedang mengunci mulutnya.

“Sarang-ah, kami keluar dulu ya, berhati-hatilah dengan Hee Chul.” Kini giliran Youn Ji yang memperingati Sarang, Sarangn hanya mengangguk.

“yaa! Memangnya aku apaan? Sebaiknya kau suruh Sarang berhati-hati pada Teukie. Kalau tidak kejadian yang tadi pasti akan ada lanjutannya lagi.” Ejek Hee Chul dan Sarang hanya merona merah.

“kejadian apa?” tanya Youn Ji bingung.

“kajja!” aku langsung merangkul Youn Ji dan membawanya keluar dari kamar tanpa membiarkan Hee Chul menceritakan kejadian tadi padanya.

To Be Continue . . .


PREVIEW FOR CHAPTER 3~~

Lee Teuk POV

Sarang hanya menekuk wajahnya. Aku mengacak rambutnya pelan dan mulai melajukan mobilku ke dorm.

Selama perjalanan pulang, tidak ada percakapan antara aku dan Sarang. Bukan karena dia masih ngambek padaku, tapi dia tertidur. Sepertinya dia sangat cape.

Begitu sampai di dorm, aku tidak tega membangunkan Sarang karena dia tidur sangat lelap. Akhirnya kugendong Sarang hingga ke kamar kami dan membaringkannya di tempat tidur.

Mungkin aku juga sangat kelelahan saat itu, atau mungkin aku sudah gila. Sebelum meninggalkan Sarang dan beranjak ke tempat tidurku, aku mengecup kening Sarang dan membelai rambut panjangnya.

Iklan

18 thoughts on “There’s an Angel [Wings 2]”

  1. huwaaa
    Teukie oppa knp jd cwe gtu?
    Pntes kmrn wig q ad yg ilank
    Trnyta d ambil teukie oppa toh?
    Ckckck
    Oppaaa!!
    Kmbalikan kejantananmuuu
    *apasih?

  2. hohoho ternyata diem2 teukie oppa terbawa suasana. Huhui seneng deh ngbayanginnya…
    Yoook lanjut baca, biar gak penasaran 🙂

  3. ternyata benar duqaan qu..
    Sarang sekamar am eeteuk oppa..
    XDD

    truz ada typo dikit..
    Wkt sarang memperkenalkan namanya..
    Sarang imnida, jadi Oh Youn Ji imnida..

    Pertama nya ngerasa aneh kok youn ji nya ad 2..
    Truz dibaca laqi baru ngerti..
    Maklum kadang otak qu laload…
    :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s