My Mr. Vampire [3rd bite]

AUTHOR                              ::: Yuyu

YOUN JI POV

“Youn Ji-ah, ayo pulang.” Ajak Eun Hye. Memang akhir-akhir ini kami sering bersama-sama, bisa dibilang kami berteman sekarang.

“mian, hari ini tidak bisa pulang bersama, aku mau ke perpustakaan dulu.” Tolakku.

“gweanchana, aku akan menemanimu.”

“tidak perlu. Biasanya aku suka lupa waktu kalau sudah di perpustakaan. Nanti kau malah tidak bisa naik bus yang sama dengan namja yang kau sukai itu.” Wajahnya langsung bersemu merah.

Begitu dia pulang, aku langsung ke perpustakaan untuk mengembalikan buku dan meminjam buku yang lain.

Sudah hampir seminggu sejak acara makan malam dengan keluarga Kim. Kupikir appa dan eomma sudah membatalkannya, aku sempat merasa senang beberapa hari terakhir ini. Tapi ternyata aku salah besar!

Tadi pagi eomma bilang kalau besok mereka akan pindah ke LA, memperluas usaha mereka dan aku akan ‘dibuang’ di rumah keluarga Kim, tunanganku itu. Aku merengek agar diizinkan tinggal sendiri di rumah, tapi mereka bilang kalau rumah kami sudah mereka sewakan pada orang lain, dan orang tersebut akan mulai pindah ke rumahku mulai besok setelah appa dan eomma berangkat.

Aku tau appa dan eomma memang tidak pernah mengkhawatirkanku, tapi apa yang mereka pikirkan hingga meninggalkanku dengan orang yang sama sekali asing bagiku?

Aku malas pulang, jadi aku memutuskan untuk menghabiskan waktu diperpustakaan saja. Kalau aku tidak perlu pulang ke rumah, pasti lebih bagus lagi!

Fuuuh! Aku merasa seseorang meniup leherku, refleks aku langsung memegang leherku yang terkeana tiupan dan menoleh ke samping.

“tuan vampir? Sedang apa kau di sini?” tanyaku begitu melihat Hee Chul duduk di sampingku, sejak kapan?

“kau ini bacanya serius sekali sih. Aku masuk dan duduk di sampingmu pun kau tidak sadar.” Dia menarik buku yang kubaca dan membaca judulnya.

“jangan ganggu aku.” Kataku ketus.

“aku juga tidak ingin mengganggumu, tapi kita harus bicara. Ini tentang masa depan kita.”

Aku mengerti apa yang ingin dibicarakannya. Pasti tentang pertunangan itu. Aku mengangguk dan mempersilakan dia berbicara.

Dia mengeluarkan selembar kertas dan menyodorkannya padaku.

“surat kontrak?” tanyaku. Dia menganguk.

Surat itu berisi tentang pertunangan kontrak kami. Kami tidak boleh memberitaukan tentang pertunangan kami pada siapapun, biarkan menjadi rahasia keduabelah keluarga. Kami bebas berhubungan dengan siapapun tanpa boleh dilarang oleh salah satu pihak. Keduabelah pihak harus saling bekerja sama agar keluarga tidak curiga. Harus saling membantu guna melancarkan hubungan.

Ehm, tidak buruk juga. Aku menandatangani kertas tersebut dan mengembalikannya pada Hee Chul, tepat pada saat hpnya berdering.

“yeoboseyo? Ne, halabeoji. Mwo? Geundae, halabeoji.. yeoboseyo? Yeoboseyo???” suara Hee Chul meninggi, pustakawan langsung meliriknya dan menyuruhnya untuk tenang.

“waeyo?” tanyaku.

“coret syarat pertama. Sepertinya kita tidak bisa merahasiakan hubungan kita di sekolah. Halabeoji bilang dua hari lagi, hari minggu, akan digelar pesta pertunangan kita. Dan beliau sudah menyebarkan seluruh undangan.” Katanya frustasi.

Aku tidak bisa berkata-kata lagi.

HEE CHUL POV

Dong Hae dan Han Kyung dari tadi hanya sibuk menanyakan tentang tunanganku. Tidak tau kalau aku sudah sangat kesal apa?

Hari yang melelahkan. Begitu sampai rumah, kulihat para pelayan sedang sibuk mempersiapkan pesta akbar yang akan segera digelar. Dikaki tangga, kulihat dua buah koper yang siap diangkut oleh salah seorang pelayan. Aku menghentikan dia dan bertanya.

“koper siapa itu?”

“ini koper milik Nona Oh, Tuan Muda.”

Nona Oh? Oh Youn Ji? Dia tinggal di sini?

“Chullie-ah, kau sudah pulang? Bagaimana harimu?” halabeoji berdiri di tangga. Aku segera menghampirinya.

“halabeoji, Youn Ji pindah ke sini?”

“ya, orangtuanya ke LA, jadi daripada dia sendirian, bukankah lebih baik kalau dia tinggal bersama kita? Toh setelah kalian menikah kalian juga akan tinggal bersama.”

Aku tidak menanggapi perkataan halabeoji. Aku sedang kesal. Nanti kalau kujawab, takutnya malah akan membuat halabeoji marah padaku.

Setelah masuk kamar dan mengganti pakaianku dengan kaos yang nyaman, aku mengetuk kamar yang berada tepat di depan kamarku.

“masuk.” Jawabnya dari dalam.

Aku membuka pintu dengan perlahan dan mendapati Youn Ji sedang membereskan barang-barangnya, lantai kamarnya berserakan banyak barang yang belum dirapikan. Dia hanya melihatku beberapa detik kemudian kembali dengan kesibukannya. Aku duduk di pinggir ranjangnya. Mengamati kamar ini sesaat lalu mengamati dia yang berkutat dengan lemarinya.

“eh? Apa ini?” aku mengambil jam kecil yang ada diatas meja. “kau membawanya dari rumahmu ya? Kau pikir rumah kami tidak ada jam apa?”

“aku lebih suka memakai jam digital daripada jam analog.” Jawabnya singkat.

Aku meletakkan jam tersebut dan kembali memperhatikan Youn Ji. Sekarang dia bangkit dari duduknya dan siap berjalan, tapi entah apa yang diinjaknya, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan menjadi oleng.

“kyaaaaaaaaaa!”

Aku segera berdiri untuk menangkapnya sebelum terjatuh ke lantai, tapi terlambat. Youn Ji jatuh, menimpaku. Tapi untungnya aku mendarat di atas tempat tidur, jadi tubuhku tidak hancur berkeping-keping.

“ah, kamsahamni ..” Youn Ji mengangkat kepalanya dan mengucapkan terima kasih. Tapi kata-katanya terpotong ketika mata kami bertemu, wajah kami sangat dekat hingga aku bisa merasakan desah nafasnya.

“Nona, saya .. omona! Cheongsohamnida! Saya tidak tau Tuan Muda sedang bersama nona.” seorang pelayan masuk ke kamar Youn Ji yang pintunya tidak terkunci. Dia buru-buru meminta maaf ketika melihat kami, maksudku posisi kami.

Bagaimana pelayan itu tidak terkejut? Kami berdua sedang berbaring diatas tempat tidur, dan tanganku memeluk erat pinggang Youn Ji. Youn Ji segera berdiri dan aku kembali duduk diatas tempat tidur.

“ada apa?” tanyaku.

“Tuan Besar menyuruh saya untuk memberikan beberapa gaun kepada Nona Youn Ji untuk digunakan pada pesta pertunangan kaliam.”

“geure, kalau begitu aku kembali ke kamarku. Sampai jumpa besok.”

AUHTHOR POV

2 hari berlangsung dengan sangat cepat bagi Hee Chul dan Youn Ji. Hari pertunangan mereka tiba. Tuan Kim mengadakan pesta besar-besaran yang dihadiri banyak orang-orang penting dan teman-teman satu sekolah mereka.

Meskipun hari masih sangat pagi, Youn Ji sudah terbangun. Suasana rumah semakin ramai saja karena pelayan yang sibuk mondar-mandir untuk memastikan tidak ada yang kurang dalam persiapan pesta pertunangan nanti.

Tidak ada yang bisa dikerjakan, Youn Ji pun merasa bosan merasa sangat bosan. Dia memutuskan untuk mengajak Hee Chul melakukan sesuatu yang menyenangkan.

Tok!! Tok! Tok!! Berapa kalipun pintunya di ketuk, Hee Chul tidak juga keluar dari kamarnya. Dengan kesal Youn Ji langsung masuk tanpa menunggu izin dari pemiliknya terlebih dahulu.

“omo!! Dia masih tidur? Ini kan sudah hampir jam 11, aigooo! Ternyata dia pemalas sekali. Yaaa! Irona, ppali!” Youn Ji menguncang tubuh Hee Chul agar terbangun.

Hee Chul hanya menarik selimutnya lebih tinggi dan menutup seluruh tubuhnya.

“baiklah, akan kukeluarkan seluruh tenagaku.” Dengan sekuat tenaga Youn Ji menarik selimut yang dipakai Hee Chul.

“kyaaaaaaaaaaa!” teriak Youn Ji begitu berhasil menarik selimut Hee Chul, dia melihat Hee Chul yang topless.

“aissssh, berisik!” Hee Chul menarik tangan Youn Ji hingga You Ji jatuh menindih Hee Chul, tangan kiri Hee Chul melingkar erat di pinggang Youn Ji.

“yaaa! Pervert!!!” Youn Ji memukul-mukul Hee Chul, tapi Hee Chul tetap tidak melepaskan pelukannya.

“hei, dengar ya, kau yang masuk ke kamarku dan menarik selimutku, jadi siapa yang pervert? Dan kuberitau satu hal lagi, jangan bangunkan aku sebelum jam 1 siang, araseo?”

“wae? Gaya hidupmu itu sangat tidak sehat. Harusnya kau itu bangun pagi!”

Seorang pelayan yang masih sibuk membawa buket-buket bunga melihat Youn Ji menuruni tangga dengan senang, sementara tak jauh dibelakangnya, Hee Chul berjalan dengan malas-malasan.

“Tuan Muda, anda bangun pagi sekali hari ini.” Kata pelayan itu.

“mwo?? Pagi? Matahari bahkan sudah hampir berada diatas kepala, dan kau bilang pagi?” Youn Ji bingung mendengar pertanyaan pelayan itu.

“diamlah, kau cerewet. Ini masih sangat sangat pagi bagiku!!” sembur Hee Chul.

***

Para tamu undangan sudah mulai berdatangan pada pukul 6 sore, memenuhi kebun rumah keluarga Kim. Hee Chul pun dengan sangat terpaksa menemani Tuan Kim untuk menyapa para undangan.

Ketika seluruh tamu undangan sudah datang, Tuan Kim memberikan sedikit kata sambutan dan mempersilakan Hee Chul untuk naik ke atas panggung dan menyambut tunangannya.

Hee Chul begitu terperangah ketika melihat Youn Ji muncul dengan mengenakan mini dress berwarna peach. Dia tidak menyangka ternyata Youn Ji bisa terlihat begitu cantik.

Ketika Youn Ji bergabung diatas panggung, para tamu bertepuk tangan dan memuji Youn Ji.

Acara selanjutnya berlangsung lebih cepat. Youn Ji memasangkan cincin tunangan di jari Hee Chul dan Hee Chul memasangkan cincin tunangan di jari Youn Ji. Kemudian para tamu undangan mulai memberikan selamat dan bersulang dengan mereka.

“itu, yeoja yang di kelas siang kan?” tanya Dong Hae.

Hee Chul hanya mengangguk dan meneguk wine nya yang entah sudah gelas ke berapa.

“waah, tidak kusangka dia bisa secantik itu.” Puji Han Kyung.

“yaa! Dia itu tunanganku. Jangan berani macam-macam padanya.”

Dong Hae dan Han Kyung terkejut mendengar kata-kata yang dilontarkan Hee Chul. Hee Chul sendiripun terkejut kenapa dia bisa berkata seperti itu, mungkin karena dia sudah minum terlalu banyak wine pikirnya.

“araseo, araseo, kami tidak akan berani macam-macam pada yeojamu.” Han Kyung menepuk pundak Hee Chul pelan.

HEE CHUL POV

“Chullie-ah, berdansalah dengan tunanganmu.” Halabeoji menghampiriku sambil menggiring Youn Ji.

“mwo? Berdansa? Geundae, aku tidak bisa berdansa!” protes Youn Ji.

Halabeoji hanya melihatku dalam diam, aku mengerti maksudnya.

“haa, sudahlah, ikut aku.” Aku langsung menarik Youn Ji yang masih sedikit memberontak. Begitu sampai di tengah dan disorot lampu, Youn Ji berhenti memberontak dan hanya melihat sekelilingnya.

Dengan cepat tangan kananku meraih pinggangnya dan tangan kiriku menggenggam tangannya.

“apa yang kau lakukan?” bisiknya.

“tentu saja berdansa pabo!” aku ikut berbisik.

“aku kan sudah bilang aku tidak bisa berdansa.”

“ikuti saja gerakanku.”

Dengan kikuknya, Youn Ji mengikuti langkahku, lucu sekali dia, hihihi, pasti akan menyenangkan kalau aku bisa mengerjai dia kapan-kapan.

“auuwwh~!” aku memekik tertahan ketika kakinya menginjak, tepat di kakiku!

“mian, mian, aku tidak sengaja.” Katanya panik.

“pabo sekali sih kau ini, aku kan bilang ikuti gerakanku, bukannya menginjak kakiku!” omelku kesal.

“yaaa! Aku kan sudah minta maaf, dan aku sudah bilang sejak awal kalau aku tidak bisa berdansa!! Kau yang menarik dan memaksaku!”

Yeoja ini sungguh menyebalkan! Apa tadi aku bilang dia lucu? Kutarik lagi kata-kataku, dia sama sekali tidak ada lucu-lucu!

“sudahlah, aku tidak mau berdansa denganmu lagi.” Dengan kesal kutinggalkan dia sendirian.

YOUN JI POV

Apa-apaan sih dia itu? Seenaknya saja meninggalkanku sendirian. Dengan wajah yang ditekuk, aku menyingkir dari lantai dansa.

“loh? Mana Hee Chul?” tanya seorang namja, yang sepertinya teman Hee Chul. Aku menunjuk punggung Hee Chul yang sudah semakin mendekati rumah.

“kudengar mulai besok kau akan pindah ke kelas malam, kalau begitu mari kita berteman, Lee Dong Hae imnida.”

“Han Kyung imnida.”sapa teman-temannya. Mereka berdua terlihat lebih bersahabat dan lebih normal dari si Tuan Vampire itu!!

***

Pesta kemarin berakhir pukul 11 lebih. Gara-gara tidur kemalaman, hari ini aku jadi bangun kesiangan, untung saja mulai hari ini aku masuk kelas malam. Sudah jam 9, dan cacing-cacing dalam perutku lagi-lagi berkonser ria. Apa mereka tidak bisa menunggu sebentar saja? Huuh!

“selamat pagi, Nona Oh. Sarapan anda telah kami siapkan.” Seorang pelayan, yang kukenal bernama Eun Hye, langsung menyambutku dengan ramah begitu aku sampai di ruang makan. Dan benar saja, satu set hidangan sarapan yang sangat ‘wah’ sudah tersaji dihadapanku.

“kamsahamnida.” Dengan cepat aku memakan sarapanku. Pelayan itu masih saja berdiri di sampingku, aku merasa sedikit risih karena diperhatikan ketika sedang makan.

“aah, Hee Chul mana? Apakah dia sudah sarapan duluan?” tanyaku sambil mengunyah makananku.

“animida, Tuan Hee Chul tidak akan bangun sebelum jam 1 nona.”

“waeyo??”

“Tuan muda memang selalu bangun jam segitu nona, dari apa yang kudengar, Tuan Muda tidak bisa terkena sinar matahari, makanya Tuan Kim mendirikan Kim Academy, khusus agar Tuan Muda bisa bersekolah di malam hari.”

Aku mengangguk-angguk mengerti. Jadi itu alasannya ada kelas siang dan kelas malam? Tapi kenapa dia takut matahari? Apakah dia benar-benar vampire? Memangnya vampire itu beneran ada ya??

To Be Continue . . .

22 thoughts on “My Mr. Vampire [3rd bite]”

  1. wah~~~
    heechul i2 sbnr.a vampirkan??(nebak)
    or kna pnykt Anorexia Nervosa???? (gak ada hbgn.a kali)
    =.=’a

    PENASARAN nie eonni~
    kpn lnjt.a???

  2. eon knpa chulie pa gga sa kna mthari.??
    Ap dy kna pnykd trtntu yg bwd dy gga bsa kna mthri.???
    Mkin seruu eon,,,d tnggu lnjtn na

  3. Chingu masih ada lanjutannya ya??
    penasaraaaaaannnnn….
    suka suka sukaa.. ^^
    jadi kepikiran, kalo cerita ini dibikin film…seru!
    dibikin lagi ya chingu… semangat!!

  4. eonni…. knp blum dilanjutin lagi??????
    padahal critanya seru dan bikin penasaran niii……
    siapa sih, heechul sebenernya???
    ditunggu loh eonni…

  5. waaaaaah seruuuu…
    Akhirnya mereka tunangan juga.
    Chukkae ya…

    Eh eh, kok heechul ga bisa kena sinar matahari? Wae? Kaya vampir aja.

    Ayooo ditunggu lanjutannya… 🙂

  6. akhiornya mid kelar juga *curcol* aku baca ini kemaren tapi sayang hapeku gak mau kompromi buat komen jadi baru sekarang deh lewat pc huhu … aku lagi suka main castnya hee hee eh dapet yang kayak gini. DAEBAK thoor lanjut lanjut aku tunggu lhooooooo

  7. Hallo eonni,,
    my mr.vampire kpan mw d lnjut? ato udh d lnjut?
    tpi kalo udh d lnjut koq aq cari” ngg ad ya,
    kalo blm d lnjut, kpan mw d lanjut eon??*reply please…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s