The Last Time Part 9

Sebelumnya . . .

“Sebenarnya ada apa diantara kalian?” ucap Sungmin hyung heran. Kulirik Eunhyuk hyung dan Donghae hyung menundukkan kepala karena takut. “Ya! Magnae, ada apa? Ceritakan pada kami!”

THE LAST TIME Part IX

“Sebenarnya, kami sedang bertaruh.”

“Bertaruh?” otomatis semua mata hyungku menatapku dengan tatapan, ‘apa yang mereka lakukan? Katakana pada kami!’.

Flash Back

“Magnae, kau mau kemana?” Tanya Eunhyuk hyung padaku.

“Aku mau ke dorm atas, disini berisik sekali.”

“Kebetulan kalau begitu.” Ucap Donghae hyung tersenyum licik.

“Wae? Aku tahu maksud kalian, aku tidak mau disuruh yang macam-macam.” Tolakku.

“Aniyo, kali ini pekerjaan mudah. Tidak akan membutuhkan tenaga yang banyak.” Jelas Eunhyuk hyung.

“Ne, kami akan membelikanmu PSP yang baru kalau kau mau mengerjakan apa yang kami perintahkan.” Ucap Donghae hyung.

“Akan aku pertimbangkan kalau itu tidak terlalu sulit.” Ucapku antusias.

“Kau hanya perlu mengorek informasi.”

“Informasi? Kan sudah ada internet, kenapa harus aku? Bukankah kalian hobi main internet.”

“Ya! Babo, bukan informasi seperti itu.” Kepalan tangan Eunhyuk mendarat dengan mulus dikepalaku.

“Kau hanya perlu mengorek informasi tentang Eeteuk hyung. Kau tahu kan sikapnya akhir-akhir sedikit berubah. Dia jadi lebih protektif pada kita.” Jelas Donghae hyung.

“Lalu kenapa harus aku?”

“Karena kau yang paling muda.” Jawab mereka bersamaan dan berhasil membuatku kaget setengah mati.

“Bagaimana, kau mau tidak?” tawar Eunhyuk hyung.

“Molla, itu tidak sopan. Kalau mau, tanyakan sendiri padanya. Jangan suruh aku!”

“Ya! Kau mau PSP baru tidak?” aku berpikir kembali tentang tawaran kedua hyungku itu. Kapan lagi mereka baik padaku, apalagi Eunhyuk hyung yang super pelit itu.

“Baiklah, tapi aku tidak bertanggung jawab kalau Eeteuk hyung tahu.”

“Ne, kami yang akan bertanggung jawab.” Jawab mereka lagi bersamaan. Mereka seperti anak kembar saja. Selalu saja berdua.

Flash Back End

“Ya! Eunhyuk, Donghae! Jadi kalian menjadikanku bahan taruhan?” ucap Eeteuk hyung berteriak pada mereka.

“Kau juga magnae!” tiba-tiba Heechul hyung berteriak padaku.

“Ya! Hyung, kenapa aku juga dimarahi?”

“Kenapa kau mau menerima tawaran mereka?”

“Kan jarang-jarang hyung, Eunhyuk hyung mau mengeluarkan uangnya untuk membelikanku PSP.”

“Benar juga.” jawab Heechul hyung enteng dan mengacak-ngacak rambutku sambil tersenyum. “Memang tidak salah kalau magnaeku ini memiliki IQ di atas rata-rata.” Aku tersenyum senang.

“Hyung ampuuuuun!” terdengar teriakan Eunhyuk hyung dan Donghae hyung yang mendapat jitakan dari Eeteuk hyung. Sementara semua member tertawa melihat tingkah mereka. Syukurlah, paling tidak suasana ruangan ini sudah berubah. Meskipun harus ada korban.

Leeteuk POV

Akhirnya hari ini datang juga. Show pertama di Seoul. Saat ini kami sedang bersiap-siap di back stage, kulihat member lain sedang bersiap-siap, termasuk Kyuhyun. Kali ini dia bisa sedikit tahan tidak pacaran PSP-nya, baguslah. Aku bisa mendengar teriakan ELF dari back stage, sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini. Rasa semangat yang sepertinya sudah hilang entah kemana, sejak . . . ah aku sudah lupa sejak kapan.

“Super Junior 3 menit lagi!” ucap salah satu staff. Kami mengangguk mengerti, sebelum kami semua naik ke panggung aku mengumpulkan semua member, manager, dan para staff untuk berdoa demi kelancaran Super Show kali ini. Setelah selesai berdoa, kami naik ke panggung. Suasana di ruangan besar itu sangat ramai karena teriakan ELF. Saat kami naik panggung, tidak ada satupun ELF yang tahu kalau kami sudah di atas panggung karena lampunya dimatikan, hanya ada cahaya warna biru yang hasilkan dari lampu-lampu yang dibawa ELF. Setelah kami semua sudah benar-benar siap, lampu yang menerangi panggung tiba-tiba menyala. Kudengar teriakan-teriakan ELF di setiap sudut gedung. Music mulai mengalun, lagu yang pertama kami nyanyikan A Man in Love. Kami mendapat sambutan meriah dari para ELF. Kami menyanyikan hampir semua lagu kami mulai dari album pertama sampai album keempat kami dengan lancar. Termasuk lagu-lagu dari setiap sub-group.Sampai pada lagu terakhir Shining Star, kami semua disebarkan di setiap sudut ruangan. Sementara aku duduk di tengah-tengah panggung. Music mulai mengalun, lagupun mulai dinyanyikan.

shining star! like a little diamond, makes me love nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

Aku tidak bisa lagi melanjutkan lagunya, lagu ini selalu saja berhasil membuatku menangis. Aku lihat Heechul sudah menundukkan kepalanya, karena menahan tangis. Sementara member yang lain masih bertahan melanjutkan lagunya meskipun kadang-kadang merekapun terputus. Kudengar suara-suara para ELF yang meneriakan nama Hankyung, Kangin dan Kibum. Itu semakin membuatku ingin menangis. Akupun melihat banyak ELF yang ikut menangis bersama kami.

[rap] oh! day by day hangsang neh gyutteh geudehga muhmooluh jwuh
stay in my heart noonbooshin shining my love

neul barago itjyo hangsang guhgi ehsuh ooseum jitgileul ddeut moleul ohehwa iyoo ubneun mioomeh himi deuluhdo duh muh gosseul bwayo ijeh shijak ijyo oolgo shippeul dden nehgeh gidehyo boojok hajiman geudeul jikilgeh yo

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

[rap] shining star taeyang boda balga hessal gateun geudeh noobit cheun nehgeh hyooshikeul jwuh jichyuh isseul dden neh mameul balkyuh jwuh promise midgilo heh unjedeun neh pyuni dweuh joolgeh noogoo boda duh keun sarangeulo neh jakeun uhggeh gamssa joolgeh

sarangeun geuluhkeh chueum soon gan boottuh chajawa gajang gippeun gosseh nalawa nal ddeugub geh heh byunhaji anneun ddullim geudehneun

shining star! like a little diamond, makes me love nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh hangsang hamggeh halgguhla

shining star! like a little diamond, makes me love nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh hangsang hamggeh halgguhla til the end of time

Konser kami kali ini berhasil, kami berterima kasih atas kedatangan para ELF. “Kamsahamnida!” ucapku pada para ELF. “Kamsahamnida, Karena kalian sudah datang dan selalu mendukung kami. Karena kalianlah kami masih bisa bertahan sekarang ini.” Ucapku sambil berurai air mata. Kuserahkan mic pada Heechul, karena aku sudah tidak bisa melanjutkan kata-kataku lagi. Satu persatu member mengucapkan terima kasih kepada ELF.

Kami semua melepas lelah di back stage. Aku membantingkan tubuhku ke sofa ruang tunggu dan menutup mataku mencoba tidur sebentar. Tidak berapa lama aku merasakan tubuhku bergetar. Ada apa ini? Apa ini hanya sebuah mimpi?

“Hyung . . . hyung bangun!” kudengar suara panic Kyuhyun memanggilku. Perlahan kubuka mataku.

“Wae?”

“Hyung bangun, ada gempa!” aku langsung membelakkan mataku.

“Mwo?”

“Ne, ayo cepat keluar!” aku langsung bangkit dan menarik Kyuhyun keluar dari ruangan. Tapi langkah kami terhenti karena balok kayu yang jatuh dihadapan kami.

“Aaaaa . . .” ucap kami bersamaan karena kaget.

“Hyun, kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.

“Ne, ayo  hyung kita cepat keluar.”

Dari kejauhan aku melihat orang-orang sudah berlarian keluar melalui tangga utama ataupun tangga darurat. Atap-atap gedung mulai berjatuhan. Aku melindungi kepalaku dengan tangan agar tidak terkena reruntuhan atap gedung. Brakk . . . kudengar suara benda jatuh dan seketika itu pula aku kehilangan keseimbangan tubuhku dan merasakan susuatu menindih kakiku. Seketika aku jatuh dan tergeletak di lantai.

“Hyung!” ucap Kyuhyun saat melihat tubuhku yang terjatuh, dia kembali mendekatiku. Dia berlari ke belakang tubuhku, aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Aku merasakan sakit yang sangat di bagian kakiku. “Aaaaa . . .” kudengar suara teriakan Kyuhyun dan membuatku semakin panic.

“Kyuhyun-ah, ada apa?” aku berteriak.

“Hyung, kakimu tertimpa balok kayu. Aku akan mencoba mengangkatnya dari kakimu.”

“Kyuhyun-ah, kemari!”

“Waeyo?”

“Gedung akan segera rubuh, kau sebaiknya selamatkan dirimu!”

“Tapi hyung?!”

“CEPAT!”

Kyuhyun menatap nanar ke arahku, aku balik menatapnya yakin agar dia meninggalkanku. Akhirnya dia menurut juga. aku merasakan goyangan yang sangat besar dari gedung, kakiku pun semakin sakit karena balok kayu yang menindihku itu semakin menekanku. Sementara aku terus berusaha melindungi kepalaku agar tidak tertimpa reruntuhan. Tiba-tiba aku merasakan seperti ada yang memukul tengkuk leherku, seketika pandanganku menjadi kabur hingga akhinya menjadi gelap. Mungkin ini adalah akhir hayatku, aku tidak perlu menjalani chemotherapy untuk penyakit saat ini aku derita.

“Mianhae! Gomawo!” ucapku sambil tersenyum sampai akhirnya mataku benar-benar tertutup.

Heechul POV

Aku langsung berlari keluar gedung saat gempa terjadi. Tak terkecuali member-member yang lain, setelah mengabsen satu persatu member aku baru sadar Leeteu dan Kyuhyun tidak ada.

“Shindong, mana Jungsu dan Kyuhyun?” ucapku panic pada Shindong yang kelelahan karena berlari.

“Tadi Kyuhyun ada di belakangku, tapi Eeteuk hyung . . .” ucap Shindong menggantung. “Tadi Eeteuk hyung sedang tidur di sofa!” jawabnya tak kalah panic.

“Mwo?” tanpa aba-aba aku langsung berusaha masuk kedalam gedung, tapi Shindong menahanku.

“Hyung jangan, terlalu berbahaya!”

“Kau mau membiarkan Jungsu mati? Kau mau kehilangan satu member lagi?”

“Kalau hyung memaksa masuk, hyung pun bisa-bisa akan mati. Lebih baik sekarang kita menunggu dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa pada Eeteuk hyung.” Aku memikirkan kata-kata Shindong barusan. Aku sadar apa yang dikatakannya memang benar. Aku menunduk pasrah dan menatap nanar gedung di depanku yang sepertinya akan rubuh.

“Aku mohon selamatkan Jungsu!” ucapku dalam hati, tapi ingatan kembali pada Kyuhyun. “Tapi Kyuhyun dimana?” tanyaku lagi pada Shindong. Sekali lagi aku mencari Kyuhyun di setiap kerumunan orang. Dan hasilnya nihil. Member lain berkumpul mengerumuniku dan menanyakan tentang Kyuhyun dan Eeteuk.

“Hyung, Kyuhyun dan Eeteuk hyung tidak ada. Dimana mereka?” Tanya Siwon cemas. Aku tidak sanggup menjawab pertanyaannya kalau Jungsu ada di dalam gedung yang akan segera rubuh itu. “Hyung jawab aku!” Siwon berteriak padaku. Aku masih tidak sanggup menjawab, aku memalingkan tatapanku pada gedung yang akan rubuh itu. Member lain mengikuti dan menatap seakan-akan mereka mengatakan kalau, ‘Hyung, jangan katakana kalau Eeteuk hyung masih ada di dalam’. aku mengangguk cepat untuk menjawab tatapan mereka. Tidak ada yang berani menerobos masuk kedalam karena terlalu berbahaya, karena gempa masih terjadi. Sepertinya lama sekali gempa ini berhenti. Kulihat seseorang keluar dari gedung dengan berlari-lari, kufokuskan mataku untuk melihat siapa yang keluar itu. Ternyata Kyuhyun, aku langsung berlari mendekatinya dan memeluknya. Tapi saat kulihat wajahnya, dia menangis.

“Kyuhyun, wae?” tanyaku cemas.

“Mianhae!” Kyuhyun jatuh terduduk dihadapan kami semua sambil menangis.

“Katakan ada apa?” aku semakin cemas dengan sikap Kyuhyun.

To Be Continue . . .

9 thoughts on “The Last Time Part 9”

  1. Andwaeee!!!
    Tidaaakkkk!!!
    Nooooo!!!

    Teukieee!! *plak
    *apasihdaritaditeriakgaje

    Huhuhuhu
    Slamatkan teukie plzz….
    Jgn biarkan teukie matiii
    *guncang2 author

    Makin seru!!
    Lnjutanx CEPETANNN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s