There’s an Angel [Wings 3]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

SARANG POV

“Sarang-ah, belikan mocca-late untukku!” teriak Teuki oppa dari balik meja OSIS nya.

“aaah~! Aku juga ya, mocca-late!” Hee Chul sunbae ikut-ikutan menyuruhku.

Aku mendengus kesal dan segera ke cafetaria untuk membelikan pesanan dua namja egois itu. Bukankah katanya aku menjadi asisten OSIS? Kenapa aku merasa seperti menjadi pesuruh mereka??

“Sarang-ah, mau ke mana kau?” Youn Ji unnie muncul tiba-tiba dan menghentikan langkahku.

“aku mau ke cafetaria,” jawabku datar.

“jinjja? Tapi kau hampir saja menabrak tembok.” Youn Ji unnie menunjuk ke depan dan aku sangat terkejut ketika menyadari hidungku hanya beberapa milimeter dari tembok! Sepertinya aku terlalu asyik melamun tadi.

Akhirnya Youn Ji unnie menemaniku membeli minuman dan membantu membawanya ke ruang OSIS. Youn Ji unnie benar-benar baik!! Tidak seperti kedua chingunya yang sangat kejam.

“loh, kok jadi green tea? Tadi kan aku pesan mocca-late!” omel Hee Chul sunbae begitu aku menyodorkan tehnya. Aku langsung bersembunyi dibalik Youn Ji unnie.

“yaa! Tidak usah cerewet. Yang tersisa hanya itu!” Youn Ji unnie balik mengomeli Hee Chul Sunbae, sunbae hanya menekuk wajahnya dan mulai menegak minumannya.

“Teukie-ah, nih mocca-late mu.”

“yaaa! Kenapa Teukie dapat mocca late dan aku tidak? Dasar pilih kasih!” Hee Chul sunbae kembali mengomel.

“kau ini tidak bisa berhenti mengomel ya? Kau kan tidak ada yang perlu dikerjakan. Teukie dari semalam sibuk mengurus bahan rapat, dan nanti sore akan ada rapat dengan sekolah lain, jadi dia butuh banyak kafein dibandingkan kau.”

Aku hanya diam dan memperhatikan pertengkaran Youn Ji unnie dan Hee Chul sunbae, mereka lucu sekali. Tanpa sadar aku mengeluarkan tawaku.

“yaaaa! Apa yang kau tertawakan?” o-oh! Sekarang Hee Chul sunbae meluapkan kemarahannya padaku. Aku segera menutup mulutku rapat-rapat dan mengetik proposal yang disuruh Teukie oppa untuk kuketik.

 

LEE TEUK POV

Hari ini aku memang super sibuk. Nanti sore akan ada rapat dengan OSIS Kim High School. Minggu depan kami akan mengadakan festival kebudayaan. Dan aku berharap kami bisa mengadakan sebuah acara yang bekerjasama dengan Kim High School. Dari semalam aku terus mempersiapkan bahan rapat dibantu oleh Youn Ji. Dia memberiku ide agar membuat pertunjukan drama gabungan, karena Kim High School memang sangat membanggakan team drama mereka, tapi kami juga pastinya tidak kalah.

“Teuki unnie, sudah pukul 3, bukankah kau harus segera pergi ke Kim High School?” Sarang berdiri tepat di depan mejaku. Buru-buru aku melirik jam tangaku, benar saja! Sudah pukul 3, rapat akan dimulai setengah jam lagi.

“Younie, Chullie, ayo! Kita harus segera ke Kim High School..” aku memasukkan berkas-berkas yang kubutuhkan untuk menyakinkan sekolah itu agar mau bekerja sama dengan kami, karena memang banyak sekolah yang mau bekerja sama dengan mereka.

“mworago? Nado? Aissssh!” omel Hee Chul yang masih asyik berbaring di sofa ruang OSIS. Dengan sigap Youn Ji menarik telinga Hee Chul, mau tidak mau dia berdiri dan yang selalu terjadi seperti biasanya, mereka adu mulut. Mereka ini, tiada hari tanpa bertengkar. Aku membiarkan adu mulut mereka dan menoleh ke arah Sarang.

“Sarang-ah, kau juga ikutlah.” Ajakku.

“waeyo?”

“kau kan asistenku, kau harus ikut ke manapun aku pergi. Lagi pula Eun Hye-ssi tidak bisa ikut rapat. Anggap saja kau menggantikan dia.”

Sarang hanya mengangguk dan segera mengikutiku keluar dari ruang OSIS. Terdengar derap langkah dua orang lain dibelakangku, mereka tetap saja adu mulut selama perjalanan ke area parkir. Aku hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuan dua anak kecil itu.

“Younie, kau dengan Chullie, Sarang, kau ikut aku.”

“yaa! Jamkaman! Kau menyuruhku untuk pergi bersama Chullie? Kau mau membunuhku?” Youn Ji memelototiku.

“lalu, kau mau melihat Sarang mati bersamanya?” Ucapku cepat.

“kau bawa mobil kan? Kita bisa pergi bertiga, biarkan saja Hee Chul mati sendirian.” Begitu mendengar kata-kata Youn Ji, Hee Chul langsung memukul kepala Youn Ji, tidak keras sih, tapi cukup untuk membuat Youn Ji meringis.

“kau tidak lihat mobil baruku ini? Cuma muat untuk menampung 2 orang saja. Kecuali kau mau duduk di dalam bagasi.” Candaku.

Youn Ji terdiam sesaat dan akhirnya menghela nafas pasrah.

“baiklah, aku akan ke neraka bersama Hee Chul.” Suaranya terdengar sangat berat.

“mianhae jagiya, nanti akan kubelikan cd lagu kesukaanmu.” Aku mengacak rambut Youn Ji pelan, dan kini dia tersenyum lebar. Senang dengan penawaranku, aku tau dia sangat tergiur dengan penawaran itu.

“baiklah, dengan senang hati aku akan pergi dengan Hee Chul.”

“kajja.” Aku langsung menarik tangan Sarang dan mendudukkannya dikursi penumpang. Dengan cepat kulajukan mobilku meninggalkan area parkir.

 

HEE CHUL POV

“kenapa diam saja? Mau pergi atau tidak?” aku menyodorkan helm pada Youn Ji, tapi dia hanya diam saja, membuatku kesal.

“haaa! Araseo!” dia mengambil helm yang kusodorkan dan naik ke atas motorku.

“tampangmu seperti akan kusiksa saja!” ocehku.

“memang! Kalau diantar kau, rasanya seperti siksaan!”

“yaaa! Jangan berkata seperti itu! Nanti kau benar-benar kusiksa! Pegangan yang erat.” Perintahku.

“sudah.”

Apa aku tidak salah dengar? Dia bilang dia sudah? Tapi aku sama sekali tidak merasakan tangannya dipinggangku. Aku menoleh ke belakang dan melihat dia mencondongkan tubuhnya sedikit ke belakang, sementara kedua tangannya menggenggam erat ekor motorku.

“aiissssh! Kau akan jatuh kalau tidak memegangku.”

“sirheo! Aku tidak mau memegangmu. Sudahlah, ayo kita berangkat, nanti kita telat. Jangan ngebut araseo!?” bentaknya.

Aku hanya berdecak pelan, kemudian memakai helm dan mulai menjalankan motor. Jangan salahkan aku kalau kau tidak mau berpegangan yang erat!

Begitu aku melajukan motor dengan kecepatan super duper tinggi, samar-samar kudengar Youn Ji mengatakan sesuatu, tapi tidak terdengar jelas karena deru angin yang sangat kuat.

“mwo!!!? Aku tidak dengar!! Besarkan suaramu!!” teriakku.

“yaaaa! Kim Hee Chul pabo!! Turunkan kecepatannya!”

kurasakan tubuh Youn Ji mendekati punggungku, aku tertawa kecil dan sengaja menambahkan kecepatanku. Youn Ji yang terkejut dan tidak berpegangan langsung meraih kedua bahuku untuk dijadikan pegangan. Sekarang wajahnya sedikit menempel di pundakku.

“YAAA! Kau mau membunuhku ya???” suaranya terdengar sangat jelas karena sekarang dia berteriak ditelingaku!

“kalau kau tidak mau mati, pegang pinggangku dengan erat!!” balasku.

Youn Ji tidak bergerak dari posisinya, aku kembali menambahkan kecepatanku sedikit.

“kyaaaaaa!” teriak Youn Ji dari belakang, dan kini kedua tangannya melingkar dipinggangku, terkunci erat diperutku.

Aku tersenyum penuh kemenangan.

 

YOUN JI POV

Begitu sampai di Kim High School, aku segera turun dari motor, dan langsung mengomeli Hee Chul, tapi dia hanya tertawa saja. Menjengkelkan. Aku terus mengoceh tanpa sadar ada sebuah suara yang tiba-tiba suara muncul dibelakangku.

“Youn Ji? Oh Youn Ji kan?” tanya suara itu.

Aku membalikkan badan dan melihat sumber suara.

“nuguseyo?” tanyaku.

“aigooo! Jahat sekali, kau sudah tidak ingat siapa aku?”

aku melihat Hee Chul, mungkin saja dia tau siapa namja itu, tapi Hee Chul hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dia tidak kenal namja itu.

“Ye Sung imnida.” Dia tersenyum padaku.

“aah! Ye Sung-ssi, jeongsohamnida. Kita hanya bertemu satu kali, jadi aku aku tidak begitu mengingat wajahmu. Sedang apa kau di sini?” tanyaku berbasa-basi.

“aku Ketua OSIS di sini.”

“aah! Jinjja?“

belum sempat Ye Sung-ssi menjawab, mobil Teukie sampai dihadapan kami. Waaah! Seberapa cepat Hee Chul melajukan motornya tadi?

Aku masih hidup setelah dibonceng dia itu adalah sebuah keajaiban. Teukie juga seharusnya berpikiran seperti itu. Kalau aku sampai mati, aku pasti akan menghantuinya!

“Youn Ji unnie, kalian cepat sekali sudah sampai!” teriak Sarang.

Aku hanya tersenyum pahit, tawa Teukie langsung meledak begitu melihat reaksi.

Aku menatapnya dengan tatapan mengancam dan Teukie langsung menutup mulutnya, tapi tubuhnya masih bergetar karena menahan tawa.

Ye Sung-ssi dan Sarang sama-sama bingung dengan apa yang ditertawakan oleh Teukie.

 

LEE TEUK POV

Setelah melalui rapat yang panjang dan sangat amat melelahkan, akhirnya rapat selesai pukul 7 malam. Tapi rasa lelah ini tergantikan karena akhirnya Kim High School bersedia bekerjasama dengan kami. Mulai besok, team drama Kim High School akan datang ke sekolah kami dan memulai latihan drama.

Sebelum pulang ke dormitory, kami berempat menyempatkan diri untuk makan malam dulu.

Dengan sangat terpaksa aku harus membiarkan Hee Chul membonceng Youn Ji, karena aku tidak mungkin membiarkan Sarang dibawa kebut-kebutan oleh Hee Chul.

Sarang pasti akan pingsan! Sarang terlihat sangat rapuh, tapi Youn Ji gadis yang sangat kuat dan tegar. Meski begitu, aku tetap saja merasa seperti mengumpankan Youn Ji pada monster.

Setelah selesai makan malam, aku membiarkan Youn Ji dan Hee Chul pulang lebih dulu, sementara Sarang kupaksa untuk menemaniku berbelanja kebutuhan OSIS.

Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, begitu selesai berbelanja, ternyata sudah jam 10 malam. Pintu gerbang dorm pasti sudah ditutup, tapi untung saja aku punyi kunci gerbangnya, satu lagi fasilitas yang diberikan untuk OSIS.

Aku menyimpan barang belanjaan dibagasi dan memutar masuk ke kursi pengemudi. Kulihat Sarang sudah duduk disebelahku, memejamkan matanya dan bersandar. Tanpa kusadari, aku terus menatapnya, tidak bergeming.

“Teukie unnie, apa yang kau lakukan?” Sarang membuka matanya perlahan-lahan, dan menggosok matanya yang mulai mengantuk. Tapi dia langsung berhenti dari aktivitasnya begitu melihat wajahku mendekatinya, semakin lama semakin dekat.

“u-unnie, waeyo?” tanyanya gugup.

“bukankah sudah kubilang panggil aku oppa kalau kita sedang tidak di sekolah?”

meski cahaya didalam mobil begitu redup, aku masih bisa melihat kedua pipinya yang sedang memerah.

“o-oppa! Sudah malam, kita harus segera pulang!”

aku tidak menanggapinya dan terus mendekatkan wajahku padanya, saat jaraknya sudah sangat-sangat dekat, Sarang menutup matanya dengan cepat, sedikit menunduk, dia kelihatan ketakutan.

Rasanya aku ingin sekali tertawa, tapi aku menahannya. Aku meraih seat-belt nya dan memasangkannya. Begitu terdengar bunyi klik, Sarang membuka matanya satu persatu dan mendapatiku sedang menatapnya dengan tawa yang siap meledak.

“oppa! Kau mengerjaiku lagi!!” omel Sarang.

“mianhae, mianhae..” jawabku disela-sela tawaku yang meledak.

Sarang hanya menekuk wajahnya. Aku mengacak rambutnya pelan dan mulai melajukan mobilku ke dorm.

Selama perjalanan pulang, tidak ada percakapan antara aku dan Sarang. Bukan karena dia masih ngambek padaku, tapi dia tertidur. Sepertinya dia sangat cape.

Begitu sampai di dorm, aku tidak tega membangunkan Sarang karena dia tidur sangat lelap. Akhirnya kugendong Sarang hingga ke kamar kami dan membaringkannya di tempat tidur.

Mungkin aku juga sangat kelelahan saat itu, atau mungkin aku sudah gila. Sebelum meninggalkan Sarang dan beranjak ke tempat tidurku, aku mengecup kening Sarang dan membelai rambut panjangnya.

 

SARANG POV

Meski sudah saatnya pulang, tapi sekolah masih saja ramai. Hampir seluruh murid masih sibuk di kelas masing-masing, membahas dan mempersiapkan kebutuhan festival yang hanya tinggal satu minggu lagi. Aku sendiri tidak bisa ikut kegiatan kelasku karena aku harus membantu persiapan drama gabungan.

“Sarang-ah! Kau lama sekali, aku hampir mati kelaparan.” Rengek Hee Chul sunbae begitu aku sampai di ruang klub drama, aku kebagian mengurusi konsumsi.

“mian sunbae, tadi aku bingung mau beli apa saja.” Kuberikan sekantong makanan khusus untuk Hee Chul sunbae.

“kau ini berlebihan sekali sih, kau kan hanya melihat latihan anak drama, masa bisa kelaparan juga?” Youn Ji unnie muncul dari balik bahu Hee Chul sunbae. Dan tidak usah dipertanyakan lagi, mereka kembali adu mulut. Aku meninggalkan mereka dan pergi ke ruang OSIS untuk memberikan minuman milik Teukie oppa.

“Teukie unnie, ini minuman untukmu.”

“letakkan saja di meja. Sarang-ah, tolong fotocopy kan kertas ini,1 lembar saja di ruang sebelah.”

“ne.” aku mengambil kertas yang disodorkan Teukie oppa dan segera ke ruang sebelah.

 

HEE CHUL POV

Lagi-lagi hari ini adu mulut dengan Youn Ji. Tapi baguslah, itu membuat moodku jauh lebih baik setelah menunggu Sarang yang datang membawakan makanan untukku. Aku menghentikan langkahku ketika melihat Sarang di ruangan sebelah OSIS.

“Sarang? Sedang apa?” aku melangkah masuk.

“sunbae, Teukie unnie memintaku untuk fotocopy kertas ini satu lembar, tapi aku tidak tau bagaimana cara menggunakan mesin fotocopy ini.” Sarang terlihat panik.

“oh, tekan saja tombol yang ini, kemudian yang ini dan terakhir yang ini. Araseo?”

“ne, gomawo sunbae.”

Dengan santai aku melangkah ke ruang OSIS. Teukie mendongak sebentar untuk melihatku, kemudian kembali terbenam dengan dokumen-dokumennya.

“kyaaaaaaaaaaaa!” suara teriakkan Sarang terdengar dengan nyaring. Dengan cepat Teukie mendongakkan kepalanya, melihatku. Aku hanya mengangkat bahu tanda tidak tau.

Tanpa sepatah katapun Teukie segera berlari ke ruang sebelah.

Beberapa menit kemudian Sarang masuk ke ruang OSIS, diikuti Teukie tepat di belakangnya. Mereka berdua melihat ke arahku.

“Sunbae! Kau mengerjaiku!!” omel Sarang.

“mwo? Aku melakukan apa?”

“tombol-tombol yang tadi kau beritaukan itu malah memfotocopy sebanyak seratus lembar.” Wajah Sarang yang menekuk membuatku tidak bisa menahan tawa.

“mian, mian, aku hanya sedang ingin bersenang-senang saja.” Tawaku meledak dan Sarang tambah menekuk wajahnya.

“mian, oke?” aku mengelus kepala Sarang pelan. Dengan enggan Sarang mengangguk dan memaafkanku.

 

YOUN JI POV

Ada yang aneh, pikirku. Aku merasa Hee Chul agak berbeda jika dia bersama Sarang. Dia bukan tipe orang yang akan nyaman dengan sembarangan orang. Tapi dia terlihat nyaman ketika bersama Sarang, apakah Hee Chul menyukai?? Dia bisa jatuh cinta juga ya?

Pikiranku terus melayang-layang tidak jelas, sampai-sampai aku tidak sadar kalau aku sudah berada di kamar Teukie. Tapi baik Teukie maupun Sarang tidak terlihat di kamar.

Baru saja aku duduk di tepi tempat tidur Teukie, dia muncul dari balik pintu kamar mandi.

Aku memandangnya dari kepala hingga kaki.

“waah, tumben sekali kau langsung pakai baju dari kamar mandi? Bukankah biasanya kau hanya pakai handuk saja dan berkeliaran di kamarmu sebelum tidur?”

“mau bagaimana lagi, telingaku sakit mendengar teriakan Sarang. Ada apa?” Teukie membiarkan rambutnya yang masih basah berantakan.

“hanya mau memberitaumu, persiapan setting drama hampir selesai sudah lebih dari 50%, sepertinya bisa siap beberapa hari sebelum pementasan.”

“kau juga ikut melakukan persiapan setting itu? Kau ini kan yeoja, bisa tidak sih tidak melakukan kegiatan yang berbahaya? Apa kau juga ikut mempersiapkan settingan lampunya?”

aku hanya tersenyum bodoh, sementara Teukie lagi-lagi menghela nafasnya.

“terkadang aku berharap sifat pemalas Chullie ada padamu. Pokoknya jangan ikut membantu yang berbahaya. Klub drama kan banyak namja, biar mereka saja yang melakukannya.” Omel Teukie.

“tapi mempersiapkan setting itu menarik, aku tidak mau hanya menonton mereka melakukannya saja. Aku kan juga mau ikut bersenang-senang dengan mereka.”
Lagi-lagi Teukie menggelengkan kepalanya, “kalau saja kau lebih aktif melakukan kegiatan lainnya dari pada kegiatan berbahaya seperti itu.”

“kegiatan lain apa?”

“menangkap hati Chullie.” Jawabnya datar.

“MWOO!? Micheoso?? Tidak akan bisa!!”

“aissssh! berhentilah berteriak! Mau kuberitau caranya untuk menangkap hati Chullie?” dia tersenyum nakal ke arahku. Pertanda buruk nih!

 

SARANG POV

Sepertinya malam ini Teukie oppa juga akan lembur, apa lebih baik kubelikan minuman untuknya?

Aigoooo~! Sarang-ah! Apa sih yang sedang kau pikirkan? Kenapa aku jadi selalu memikirkan dia? Bukankah pada awalnya aku ingin melaporkan dia pada guru tentang identitasnya? Sampai sekarang pun aku tidak tau alasan kenapa Teukie oppa menyamar seperti itu. Jangan-jangan dia itu biseks? Omo, omo, omo~! Andwea!

Sudahlah, aku harus berhenti berpikir yang tidak-tidak. Lebih baik aku segera kembali ke kamar dan tidur.

Setelah memasukkan kode dan membuka pintu, aku dikejutkan oleh sebuah pemandangan yang berhasil membuat mataku terbuka sangat lebar.

Aku menutup mulutku, menahan teriakan yang siap keluar dari mulutku. Entah suara apa yang kubuat hingga Teukie oppa dan Youn Ji unnie menoleh padaku. Posisi mereka masih tidak berubah sejak ketika aku masuk. Tangan kanan Teukie oppa melingkar erat di sekitar pinggang Youn Ji unnie membuat tubuh mereka menempel rapat, sementara tangannya yang lain mengangkat dagu Youn Ji unnie, begitu dekat dengan wajahnya.

Aku tidak bisa berpikir apapun saat ini, aku memilih segera berlari keluar dari kamar sebelum aku melakukan hal-hal aneh.

Setelah mencapai pintu, kudengar umpatan pelan yang dilontarkan oleh orang yang kutabrak di pintu kamar, tapi aku tidak menggubrisnya dan terus berlari, aku sendiri tidak tau ke mana kakiku membawaku pergi, mataku pun tidak bisa melihat keadaan di sekelilingku karena sekarang mataku telah dipenuhi oleh airmata.

 

To Be Continue . . .


PREVIEW FOR CHAPTER 4~~

Hee Chul POV

“Youn Ji unnie ke toilet bersama Eun Hye sunbae. Youn Ji unnie bilang dia mual.” Jawab Sarang.

“mual? Dia tidak apa-apa kan?” Teukie terlihat panik. Apa-apaan sih dia? Kenapa dia harus mengkhawatirkan Youn Ji?

“sudahlah, jangan panik. Toh bukan pertama kalinya dia seperti ini. Mungkin pencernaannya kembali terganggu. Lagipula dia kan tahan banting” Jawabku sedikit jengkel.

“Chullie-ah, cara bicaramu itu… kau juga tau kan kalau sebenarnya Youn Ji itu lemah?” balas Teukie.

“lemah? Cewek perkasa seperti dia bisa lemah juga? Aku tidak tau kalau dia punya kelemahan.” Emosiku membuncah.

“yaaaa! Chullie-ah!!” suara Teukie pun meninggi. Dengan kesal kubanting minuman kaleng yang kupegang dan keluar dari ruangan itu tanpa menunggu Youn Ji kembali dari toilet.

10 thoughts on “There’s an Angel [Wings 3]”

  1. aaarrrrggghhh!!!
    BIKIN PUSING!!!!
    t’llu kBwah prsaan.a….
    o(>x<)o
    *ngamuk*jdi youn ji tuh suka ma Heechul….
    trus Sarang thu suka ma Leeteuk..
    trus heechul.a ska ma sarang???
    trus leeteuk?? suka ma sarang????
    //plakplak *ngasal nebak aj nie ank*

    kbnykn cmmnt nie,,
    hehehe,,mian-mian
    ^.^/Hwating part 5.a eonni~

  2. hohoho ceritanya makin seruuuu…
    Sarang kayanya patah hati ne makanya sampe ngeluarin air mata. Hahaha🙂

    makin seru, lanjut baca ah🙂

  3. sarang nya salah paham.. T.T
    Itu kan eeteuk oppa mau ngajarin youn ji onnie…

    Pii eeteuk oppa emank perhatian am youn ji onnie… *sok tw

    chullie oppa iiang tabah oo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s