True Love

Titel        : True Love

Author  : Sherly aka Ji Yon (ganti nama author. Hehe~)

Cast         : Kwon Ji Yon

Vero “Jinjo”

Lee Jinki “SHINee”

Member Jinjo

Genre     : Romance &

Rate         : PG 15

Lenght    : Oneshoot.


Ff ini aku buat karena aku kangen ma Vero “Jinjo” walapun hanya bertemu tiga hari dia membuat aku terpesona. Keke~

Mohon maaf kalo ff ini rada Geje karena saya kerjakan dengan cara membuatnya ngebut semalam. Hanya dalam waktu 5 jam jd rada Geje. Dan maaf-maaf kalo ada salah penulisan atau kata-kata.Hehe~

Selamat membaca & Please Commenty ya😀 Jangan jadi silent reader jadikan aku g tahu kalo ff ini bagus or jelek kalo kalian g comment. Jadi Please tinggalkan jejak kalian dengan comment. Gomawo ^o^

 

~Someone POV~

Aku merasa tubuhku ringan….entah apa yang terjadi padaku??? Saat aku membuka mata aku melihat sosok sepertiku terbaring ditempat tidur rumah sakit badanku dipenuhi selang pernafasan dan alat-alat kedokteran lainnya. Bukankah itu aku??? Apa yang terjadi padaku??? Kenapa ini???

Krek….aku mendengar pintu kamar dibuka. Seorang namja masuk dengan membawa buklet bunga mawar. Jinki Oppa…itu Namjachinguku, aku merindukannya. Aku ingin menghampirinya dan memeluknya tapi aku tak bisa. Aku malah menembus tubuhnya.

“Chagiya….mianhae.” katanya sambil mengelus rambutku, tentu dia mengelus diriku yang terbaring ditempat tidur.

“Oppa…ini aku Oppa. Aku Ji Yon” kataku berusah memanggil Jinki Oppa tapi dia tidak mendengarkanku.

“Mianhae….Ji Yon” aku tersentak saat Jinki Oppa hanya memanggil namaku.

“Mianhae…aku tidak sanggup untuk menunggumu lagi” katanya agak terisak. Aku merasa lemas, walaupun mungkin aku tak terlihat dan seprti bayangan. Tapi hatiku merasa sakit. Sangat sakit…

“Oppa, apa yang kau katakan” kataku ingin memegang pundaknya tapi tidak bisa

“Oppa…jelaskan padaku???” kataku berusaha terus memeganggnya. Diapun bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Aku hanya menangis meratapi apa yang terjadi padaku.

“Oppa…kenapa kau tega padaku” kataku masih terisak walapun tidak ada air mata yang jatuh kelantai. Tapi aku menangis sekeras-kerasnya walapun tidak ada yang mendengarkanku.

~END POV~

 


*Drom*

~VERO POV~

Hari ini sungguh melelahkan. Ya, karena aku adalah member Jinjo, kami adalah B-Boys freestyle dance. Kami mengikuti lomba dance dari nasional bahkan sampai internasional. Dan hari ini aku harus manggung dalam satu hari dua kali penampilan, rasanya badan ini seperti mau hancur saja. Akupun merebahkan badanku dikasurku.

Hiks….hiks…hiks…

Akupun terbangun saat mendengar tangisan seorang wanita. Akupun mencarinya tapi tidak ada.

Hiks…hiks…hiks…

Aku benar-benar mendengarkan suara tangisan. Akupun mencari sumber suara tersebut. Aku melihat seorang yeoja duduk disofa.

“Siapa kau???” tanyaku. Dia hanya diam dan  masih sambil terisak.

“Kenapa bisa masuk kedalam dromku??” tanya ku lagi.

“Ya, Vero kau sedang bicara dengan siapa malam-malam seperti ini??” tanya Stony yang keluar dari kamarnya.

“Itu…tadi aku melihat ada yeoja yang menangis disi….” kataku terhenti saat aku ingin menunjuk kearah yeoja itu tapi tidak ada

“Kau mungkin bermimpi Vero” kata Stony lalu masuk kedalam kamarnya.

“Aneh aku tidak mimpik kok. Apa hanya halusinasiku saja??? Ah, sudahlah sebaiknya aku istirahat” akupun kembali kekamar.

“Hya….” teriakku saat melihat yeoja yang menangis tadi ada dikamarku.

“Ya….siapa kau??? Apa kau hantu???” tanyaku gugup.

“Aku bukan hantu” katanya sambil tersenyum. Dia cantik dan manis sekali.

“kenapa kau diam saja???” tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Anyio…kau kenapa ada disini? Kalau kau bukan hantu lalu kau apa?” tanyaku bingung.

“Aku…tubuhku ada dirumah sakit. Aku sedang koma disana. Dan kenapa aku disini??? Karena ini adalah drom aku dan pacarku!!” katanya. Akupun hanya mengangguk.

“Lalu kenapa kau lebih tepatnya kalian ada didromku?” tanyanya.

“Kami membeli tempat ini sekitar sebulan yang lalu” kataku.

“Siapa yang menjualnya??” tanyaku bingung.

“Molla aku tidak tahu temanku yang membelinya” kataku. Diapun hanya terdiam.

“Apa yang menyebabkan kau seperti ini???” tanyaku

“Aku mengalami kecelakaan sekitar 5 bulan yang lalu dan aku koma sampai sekarang” katanya menunduk.

“Lalu pacarmu??” tanyaku lagi. Dia masih terus menunduk aku dapat melihat tubuhnya bergetar. Dia menanggis, aku berusaha mendekatinya dengan ragu. Aku ingin memegang pundaknya tapi tidak bisa.

“Dia meninggalkanku sendiri” katanya terisak.

“Mianhae….aku membuatmu sedih” kataku merasa tidak enak

“Sudah lupakan saja sebaiknya kau istirahat. Sepertinya kau lelah” katanya lalu pergi menghilang. Akupun merebahkan tubuhku. Aku memejamkan mataku  tapi aku tidak bisa tidur. Siapa nama yeoja tadi?? Kenapa dia masih ada dipikiranku??

~END POV~

~Someone POV~

“Ya, Vero…semalam kau bicara dengan siapa sich??? Berisik banget tahu” kata F.E yang agak kesal.

“Mianhae…kemaren aku ditelphone temanku” katanya berbohong. Tentu saja kalau dia jujur berbicara dengan yeoja mereka pasti akan bertanya macam-macam apalagi yeoja itu seperti hantu. *Author : Akukan bukan hantu*

“Huh…kau ini. Lain kali jangan berisik” kata F.E kemudian kekamar mandi.

“Skim Hyung…apa kau tahu siapa yang menjual drom ini???” tanya Vero pada Skim yang sedang sarapan.

“Kenapa kau tanya itu??? Bukankah kau orang yang bukan ingin tahu sesuatu!!” tanya Skim bingung

“Aku hanya ingin tahu hyung” kata Vero memohon.

“Ya….” teriak Vero sambil menunjuk kearah belakang Skim. Semua memberpun kaget kemudian melihat kearah yang ditunjuk Vero

“Ada apa???” tanya Octopus  bingung.

“Ada apa denganku???” tanya Skim yang bingung karena dia ditunjuk

“Anyio….”kata Vero berbohong. Sebenarnya dia kaget saat melihat sosok yeoja yang semalam ada dibelakang Skim.

“Tanyakan padanya siapa yang menjual drom ini” kata Yeoja itu lagi. Akupun menurut.

“Hyung siapa yang menjual drom ini???” tanya Vero lagi.

“Aiss…kau ini. Baiklah yang menjual drom ini seorang namja. Katanya dia menjual drom ini karena banyak kenangan tentang pacarnya” kata Skim.

“Memang pacar namja itu kemana???” tanya Vero lagi yang menjadi penasaran.

“Katanya sich pacarnya koma sudah hampir 5 bulan” kata Skim lagi.

“Terus namja itu kemana???” tanya Vero.

“Ya….kau ini banyak tanya sekali” kata Skim agak kesal karena makannya terganggu.

“Aku kan hanya tanya Hyung” kata Vero lalu pergi.

~END POV~

~Ji Yon POV~

Aku mengikuti namja itu. Ya, aku mengikuti Vero masuk kedalam kamarnya. Dia merebahkan badannya dikasurnya dan aku hanya duduk dsamping tempat tidurnya.

“Vero…gomawo” kataku

“Untuk apa???” tanyanya dan mengambil posisi duduk.

“Kau sudah menayakan siapa  yang menjual drom ini” kataku menunduk.

“Mianhae…apa aku membuatmu sedih???” tanyanya lagi. Aku tahu dia merasa bersalah.

“Anyio…guwenchana” kataku berusaha tersenyum.

“Oh, ya kau sudah tahu namaku. Sekarang aku ingin tahu namanmu” katanya

“Kwon Ji Yon imnida. Kau bisa memanggilku Ji Yon” kataku tersenyum

“Hm…baiklah Ji Yon dari pada bosan disini bagaimana kalo kita menjengukmu lalu jalan-jalan” katanya lalu bangkit dari tempat tidurnya.

“Apa kau tidak ada jadwal latihan???” tanyaku, dia menggeleng.

*Rumah Sakit*

“Ini kamarku” kataku sambil menunjuk kamar yang aku tempati.

“Masuklah” kataku menyuruh vero masuk.

“Kau lebih cantik aslinya ya???” katanya membuatku bersemu malu.

“Gomawo” kataku.

“Oh, ya aku bawa bunga Lavender ini sangat bagus untuk aroam terapi. Aku suka wangi bunga Lavender. Ah, sebaiknya aku ganti bunga ini sepertinya bunga ini sudah lama” katanya lalu mengganti bunga yang ada disamping tempat tidurku. Ya, sudah lebih dari satu minggu dia tidak menjengukku. Akupun menahan tangisku.

“Ya…kenapa kau menagis lagi???” tanya panik saat melihatku menangis.

“Gwenchana” kataku

“Kau selalu bilang gwenchana tapi sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja” kata Vero berusaha mencari informasi dariku.

“Baiklah kalo kau tidak mau memberitahukannya padaku” katanya yang mengerti bahwa aku tidak ingin membahasnya.

“Aku akan kesini tiap hari untuk menemanimu” katanya tersenyum. Akupun membalas tersenyum.

~END POV~

~Jinki POV~

Sudah hampir sebulan aku tidak mengunjunginya. Bagaimana keadaannya apa dia sudah sadar???

“Chagi apa yang kau pikirkan” tanya yeojachinguku yang membuyarkan lamunanku.

“Anyio…aku hanya memikirkan temanku yang dirawat dirumah sakit” kataku tersenyum. Ya, setelah aku meninggalkan Ji Yon aku berpacaran dengan seorang Yeoja yang bernama Suli.

“Apa kau mau mengunjunginya???” tanyanya lagi.

“Em…mungkin nanti saja” kataku.

“Ayo, sebaiknya kita makan” kataku merangkul Suli masuk kedalam restoran.

*Rumah sakit*

Hari ini aku akan menengoknya. Aku sudah membawakan bulket mawar kesukaannya. Akupun langsung masuk tampa mengetuk pintunya. Disana aku masih melihat dia terbaring dan masih sama seperti sebelumnya. Akupun ingin mengganti bunganya, tapi itu bunga Lavender dan aku tidak tahu Ji Yon menyukai bunga itu siapa yang membawanya.

“Tuan Jinki sudah lama anda tidak kesini” kata seorang suster yang bias merawat Ji Yon.

“Ne…” kataku tersenyum.

“Bagaimana keadaanya sekarang?” tanyaku.

“Nona Ji Yon jauh lebih baik semenjak temannya kesini” kata suster itu.

“Teman???” tanyaku bingung.

“Ya, temannya seorang namja yang baik. Dia selalu membawakan bunga Lavender untuk nona katanya wanginya untuk aroma terapi dan dia selalu mengajak ngobrol nona walapun tidak ada respon dari nona tapi kondisi nona jadi jauh lebih baik” jelas suster itu

“Oh, pantas ada bunga Lavender disini. Baiklah kalo begitu aku pamit” kataku membungkuk pada suster lalu pergi.

~END POV~

~Someone POV~

Vero membawkan bunga Lavender lagi untuk Ji Yon dan disaat itu Jinki berjalan. Saat Jinki melihat namja membawa Lavender dia pikir itu namja yang akan mengunjungi Ji Yon. Tapi dsaat dia Lihat ternyata namja itu menuju kamar lain. Jinkipun pergi dari rumah sakit.

*kamar inap*

“Wing….”teriak Vero saat masuk kamar temannya.

“Kau ini tidak perlu teriak-teriak ini rumah sakit” kata Wing yang membuat Vero manyun.

“Huh…sudah baik aku jenguk dan membawakan ini malah seperti itu” kata Vero masih cemberut.

“Habis kau kerjaannya terik-teriak” kata Fleta, yang lainnya hanya tertawa saja.

“Gomawo….” kata Wing tersenyum.

“Kapan kau boleh pulang??” tanya Skim pada Wing.

“Mungkin besok aku sudah pulang. Karena cederanya tidak parah” kata Wing

“Vero bagaimana dengan keadaan Yeojamu???” tanya Octopus.

“Yeoja???” tanya semua member Jinjo berbarengan.

“Sejak kapan Vero punya Yeoja??” tanya F.E bingung.

“Aku tidak punya Yeoja” kata Vero mengeles.

“Lalu siapa yeoja yang kau kunjungi itu??” tanya Octopus lagi.

“Dia, hanya temanku kok” kata Vero sambil memainkan handphonenya.

“Kalau hanya teman kenapa kau menjaganya penuh dengan kasih sayang??” Veropun hanya diam saat ditanyai seperti itu.

“Ya…kalian membuat aku bingung” kata Stony yang dianggukin member lain.

“Jadi beberapa hari ini aku melihat Vero mampir kekamar seorang yeoja yang sepertinya koma. Dan Vero merawat yeoja itu dengan kasih sayang” kata Octopus menjelaskan dan semua mengangguk mengerti. Sedangkan Vero terlihat mukannya memerah.

“Apa kau akan menunggu sampai yeoja itu sadar??” tanya Stony. Veropun mengangguk yakin.

“Kami hanya berdoa yang terbaik untukmu saja” kata Skim sambil menepuk pundak Vero

~END POV~

~Ji Yon POV~

Sudah sebulan ini aku bersama dengan Vero dia selalu membuatku tertawa dan melupakan masalahku. Hari ini katanya dia ingin mengajaku jalan-jalan.

“Ji Yon…” panggil Vero

“Ne…”kataku tersenyum

“Ayo, kita jalan” katanya sambil mengandengku. Aku kaget saat dia bisa mengandengku. Kenapa dia bisa menyentuhku???

“Kenapa masih diam saja???” tanyanya. Akupun menunjuk kearh tangannya yang mengenggam tanganku.

“Mwo??? Kok bisa???” tanynya yang juga bingung.

“Molla…”kataku sambil mengangkat bahu.

“Ya, sudahlah ayo kita jalan-jalan” katany terus mengandengku. Selama perjalanan kami tidak banyak bicara. Karena aku takut dikira Vero bicara sendiri saat berbicara denganku. Kami bermain ditaman bermian.

“Kamu mau naik itu??” tany Vero menunjuk bianglala. Akupun mengangguk. Aku terdiam saat aku mendapati sosok yang aku kenal sedang dengan yeoja.

“Jinki Oppa” kataku yang membuat Vero menengok kearah yang aku liat. Aku tidak tahan air matakupun mengalir dengan sendirinya.

“Oppa, kenapa kau tega seperti itu” kataku saat melihat mereka bermesraan dan ingin berciuman, tiba-tiba saja Vero menarikku kedalam pelukannya. Aku hanya menaggis dipelukannya.

“Sudah jangan kau pikirkan namja seperti itu” kata Vero menenangkanku. Veropun melepaskan pelukannya lalu berjalan kearah Jinki.

Bukkk….aku melihat Vero menonjok Jinki hingga Jinki tersungkur.

~END POV~

~Jinki POV~

Akupun berjalan-jalan dengan Suli kami hari ini berkencan. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku saat aku membalikan badanku aku menerima pukulan mulus mendarat dipipiku.

“Ya….siapa kau? Apa maksudmu?” tanyaku pada namja itu.

“Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kau tahu ada seorang yeoja yang sedang sedih melihatmu seperti ini. Dia berjuang untuk bertahan hidup tapi kau malah bersenang-senang” kata namja itu

“Siapa maksudmu??” tanyaku bingung

“Aiss…kau bahkan lupa namnya” diapun memukulku lagi. Bukk….

“Ini untuk Ji yon. Aku harap saat dia sadar dia tidak melihatmu lagi” kata namja itu pergi. Akupun menyeka darah yang keluar dari ujung bibirku.

“Chagi siapa Ji Yon??? Apa hubungannya denganmu??” tanya Suli

“Dia pacarku” kataku.

“Kita putus…” kata Suli lalu meninggalkanku. Aku hanya masih diam menunduk sambil mengacak-acak rambutku.

~END POV~

~Vero POV~

Setelah aku menghajar namja itu aku mencari Ji Yon yang tiba-tiba pergi begitu saja. Aku melihatnya menaiki Bianglala akupun buru-buru mengejarnya untuk masuk.

“Ji Yon….”panggiku. dia hanya masih diam menunduk.

“Lupakan namja itu” kataku sambil mengelus rambutnya.

“Aku…..” kataku terhenti rasanya sulit untuk mengatakannya.

“Aku baik-baik saja” katanya berusaha tersenyum

“Aku mencintaimu” akhirnya aku memberanikan diri untuk mengatakannya. Diapun kaget saat mendengarnya. Lalu kemudia dia tersenyum.

“Entah mengapa saat aku melihat Jinki Oppa seperti tadi aku menagis  hatiku sakit. Tapi aku tidak begitu sakit seperti pertama aku dia menyakitiku. Karena aku sadar bahwa ada sesorang yang telah mengisi hatiku lebih banyak dari pada Jinki Oppa, yaitu kau Vero” katanya tersenyum sangat manis.

Akupun senang lalu memeluknya, akupun mendekatkan wajahnya lalu menciumnya dengan lembut aku merasakan bibirnya yang dingin.

“Vero….”katanya

“Vero…” panggilnya lagi saat aku melihatnya sebagian tubuhnya menghilang.

“Ji Yon….apa yang terjadi??” tanyaku

“Vero….” panggilnya dan dia menghilang begitu saja. Akupun bingung apa yang terjadi padanya. Tiba-tiba handphoneku berbunyi.

“Yoboseo….” kataku

“Jinja…..” kataku senang.

“Baiklah aku akan kesana” kataku lalu berlari secepatnya

~END POV~

~Someone POV~

Ji Yon membuka mataku perlahan-lahan. Dia merasakan seseorang mengenggam tangannya.

“Chagi…kau sudah bangun???” panggil seseorang.

“Oppa…” panggil Ji Yon.

“Ne…chagi aku disini” katanya sambil masih mengenggam tangan ji Yon.

“Oppa aku kenapa?” tanya Ji Yon

“Kau sudah hampir 6 bulan tidak sadarkan diri karena kecelakan itu” kata Jinki.

“Gomawo Oppa sudah menjagaku selama ini” kata Ji Yon tersenyum, Jinkipun membalas tersenyum. Ji Yon tidak tahu bahwa ada seseorang yang terluka mendengarnya. Setelah seminggu Ji Yon sadar dia diperbolehkan pulang.

“Oppa sebelum pulang aku ingin jalan-jalan” kata Ji Yon.

“Tapi kau harus istirahat” kata Jinki

“Hanya sebentar saja Oppa” katanya memohon dan Jinkipun setuju mengangguk.

*Di Taman*

Di sana sedang rami karena ada acara freestyle dance. Ji Yon dan Jinkipun  kesana untuk melihatnya. Ji Yon merasa seperti pernah mengenal mereka terlebih dengan namja yang memakai topi merah.

“Auw…..aaaaaa…” rintih Ji Yon sambil memeganggi kepalanya.

“Cahgi….gwenchana???” tanya Jinki panik

“Kita kerumah sakit sekarang” kata Jinki memapah Ji Yon. Namun Ji Yon berhenti lalu melepaskan tangan Jinki.

“Aku ingat sekarang apa yang terjadi selama aku koma” kata Ji Yon menatap Jinki

“Apa maksudmu???” tanya Jinki bingung.

“Oppa kau meninggalkanku” kata Ji Yon agak berteriak.

“Ji Yon itu….”

“Sudah…Oppa. aku tidak ingin membohongi diriku kalau aku menyukai seseorang. Mianhae Oppa” kata Ji Yon meninggalkan Jinki yang masih diam.

~END POV~

~Vero POV~

Sudah seminggu aku tidak mengunjungi Ji Yon. Ya, yang aku tahu dia tidak ingat padaku. Bahkan dia tidak tahu siapa yang memberikan bunga Lavender padanya.

“Vero…ayo yang semangat” kat Octopus memberikan semangat

“Hwating…” kata F.E dan mereka semua memberikanku semangat. Kami hari ini akan melakukan aksi disebuah taman. Kamipun memulai aksi kami, sampai suatu suara mengehentikan kami…

“VERO…….” teriak seorang gadis yang tentu aku kenal suaranya. Saat aku melihat kearah suara itu aku mendapati Ji Yon berada disana. Dia langsung berlari memelukku.

“Vero….bogoshipo” kata Ji Yon masih memeluku akupun membalas pelukannya.

“Kau ingat padaku??” tanyaku bingung.

“Tentu saja, walapun aku sempat melupakanmu. Tapi aku tidak akan melupakan orang yang membuatku terbangun dari mimpi panjangku dan yang selalu menjagaku dengan penuh cinta” katanya memelukku lagi. Akupun senang.

“Hy…sudah belum bermesraanya???” tanya Skim, kamipun sadar telah menjadi pusat perhatian orang langsung melepaskan pelukan kami. Hehe~

“Ji Yon imnida” kata Ji Yon memperkenalkan diri pada member lain.

“Nah, Ji Yon bagaimana kalau kau melihat aksi kami” kata Wing yang disetujui dengan anggukan Ji Yon. Ji Yon pun senang melihat aksiku. Terlebih lagi aku senang karena ada dia disisiku.

~THE END~

*Ternyata cinta sejatilah yang membangunkan Ji Yon dari tidur panjangnyanya. Karena Cinta Vero yang begitu besar dan tulus*

9 thoughts on “True Love”

  1. uwa~~~
    cinta-cinta-cinta~
    *nyanyi gaje*

    T^T
    kq onew tega bgt sih ninggalin eonni~
    T^T,,pdhl lgi koma…
    mntg” eonni koma trus dy keluyuran gitu????
    *GAK TRIMA ONEW DIBILANG KAYAK GITU (isi hati para Shawol-Onew)*
    khekhekhe,,mian-mian… *bowbow*

    nice FF eonni~
    dTggu krya slnjt.a
    ^0^/Hwating eonni~

  2. Waduh, kyknya sy sLh ngambiL cast nich! Keke….

    Mianhae deh kaLo sLh cast. Hehe…

    @Andri : Kyu wLpn muka eviL tp dia g cocok jg dsitu. Mukannya poLos, pdhL diam2 menghanyutkan. Hehe…

  3. huwaaaaa….kerennnn
    untung aja inget, klo ngga kan kasihan bgt vero,
    nah buat jinki oppa…lain kali jgn maen ninggalin ya,,akhirnya kamu sndiri yg ditinggalin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s