The Last Time Part 10

Sebelumnya . . .

“Kyuhyun, wae?” tanyaku cemas.

“Mianhae!” Kyuhyun jatuh terduduk dihadapan kami semua sambil menangis.

“Katakan ada apa?” aku semakin cemas dengan sikap Kyuhyun.

THE LAST TIME Part X

“Hyung . . . Eeteuk hyung . . .” bicaranya menggantung tapi aku tahu apa yang ingin dikatakannya. Bahwa Eeteuk masih didalam. “Tadi saat kami berusaha keluar bersama, kaki Eeteuk hyung tertimpa balok kayu. Aku sudah mencoba menyingkirkannya tapi tenagaku tidak terlalu kuat, akhirnya Eeteuk hyung menyuruhku untuk keluar dan menyelamatkan diri.” Kami semua jatuh terduduk mendengar penjelasan Kyuhyun, kami mulai menangis menyesal karena kami terlalu egois dan tidak ingat akan Jungsu.

Selama kurang lebih selama 5 menit, gempa sudah benar-benar berhenti. Kami langsung masuk kedalam gedung untuk menyelamatkan Jungsu. Kyuhyun menunjukkan arah dimana Jungsu jatuh. Jalan yang kami lewai tidak mudah karena terhalang atap-atap gedung yang berjatuhan. Cukup lama sampai kami menemukan Jungsu. Saat sampai di tempat Jungsu jatuh, banyak sekali balok-balok yang menimpa tubuhnya. Kami bersama-sama menyingkirkannya sambil terus berurai air mata. Kulihat tubuhnya terbaring tidak berdaya, tangannya terlipat di atas kepalanya untuk melindunginya. Darah mengucur dari kakinya yang sobek karena tertimpa balok. Setelah tubuhnya terbebas, aku langsung memegang denyut nadinya. Meskipun lemah, tapi aku masih bisa merasakan denyut nadinya.

“Dia masih hidup!” ucapku pada member lain. Kami langsung membawa Jungsu keluar gedung untuk dibawa kerumah sakit.

Jungsu langsung ditangani dokter. Kini kami sedang menunggu di depan ruangan yang bertuliskan UGD. Kami semua cemas dengan keadaan Jungsu, luka kakinya cukup parah. Aku menoleh ke lorong-lorong rumah sakit saat mendengar suara langkah berlari menuju kami. Kulihat Kangin dan Kibum datang, Kangin langsung mendekatiku dan Kibum mendekati Donghae.

“Hyung, bagaimana keadaannya?” Tanya Kangin cemas dengan keringat yang mengucur di seluruh wajahnya. Dia pasti sangat cemas, karena yang sedang berada di dalam ruangan itu adalah hyung sekaligus sahabat yang paling dekat dengannya.

“Jungsu sudah ditangani dokter, tenanglah! Darimana kalian tahu tentang keadaan Jungsu.” Tanyaku pada kangin dan Kibum.

“Aku tahu dari Donghae hyung.” Jelas Kibum.

“Aku tahu dari Siwon.” Ucap Kangin.

Baguslah, masih ada member yang berpikiran tenang. Sehingga bisa memberitahu mereka. Tiba-tiba handphone bergetar tanda telepon masuk. Kulihat layar HP-ku siapa yagn menelpon, tapi hanya ada sederet nomor disana.

“Yoboseyo?”

“Hyung!” sebuah suara lirih terdengar dari seberang sana. Dan aku tahu benar itu suara milik siapa.

“Hankyung-ah!” ucapku tak sanggup menahan tangis.

“Aku sudah tahu tentang keadaan Eeteuk hyung. Aku tahu dari televisi, bagaimana keadaannya?”

“Dia masih di ruang UGD, doakan dia agar bisa selamat.”

“Tentu saja. Mianhae, aku tidak bisa kesana sekarang. Karena aku sedang mempersiapka album solo baruku.”

“Ne.” jawabku singkat menundukkan kepala kecewa. “Kau juga harus menjaga kesehatanmu!” aku berusaha tidak terdengar menangis. Saat aku sudah benar-benar tidak tahan menahan tangisku, kuberikan HP-ku pada Siwon. Awalnya dia sedikit bingung tapi dia menerimanya. Setelah tahu yang mnelpon itu Hankyung, aku memberi tanda padanya agar tidak memberitahu kalau aku menangis. Akhirnya Siwonlah yang mengobrol dengan Hankyung, disambung dengan member yang lain. Sementara aku berlari ke toilet agar bisa menangis disana. Setelah tenang aku kembali bergabung dengan member yang lain. Siwon memberikan HP-ku.

“Hyung tenanglah, Hankyung hyung akan kemari bila dia ada waktu luang.” Ucapnya tersenyum padaku. Aku tidk yakin akan hal itu.

Setelah menunggu kurang lebih selama 3 jam, akhirnya dokter keluar dari ruang UGD. Kami langsung menyerbunya untuk mengetahui keadaan Jungsu.

“Dok, bagaimana keadaan Jungsu?” Tanyaku cemas.

“Operasi berjalan lancar, kami berhasil menghentikan pendarahannya. Untuk sementara dia akan masuk ruang ICU, karena dia masih perlu perawatan intensif dari kami.” Jelas dokter itu kemudian meninggalakan kami. Aku menghela napas lega. Beberapa menit setelah operasi, Jungsu keluar dari ruang UGD untuk dipindahkan ke ruang ICU. Kami mengikuti dari belakang.

“Hyung, sebaiknya kalian pulang dulu ke dorm. Aku tahu kalian pasti lelah sekali setelah konser tadi.” Tawar Kangin padaku. “Biar aku yang menemani Eeteuk hyung. Jangan sampai kalian semua sakit!”

“Ne, kau benar. Kami akan pulang, besok pagi aku akan datang lagi untuk membawakan pakaian ganti Jungsu.”

Akhirnya kami semua kembali ke dorm, termasuk Kibum. Karena dia masih ada jadwal syuting.

Kangin POV

Jam sudah menunjukkan pukul 10 PM. Tapi Eeteuk hyung belum juga sadar akibat obat bius bekas operasi tadi. Aku menatap nanar kearahnya. Tentu aku merasa sedih tapi sekaligus merasa bersalah.

“Eeteuk hyung, cepatlah bangun. Bogoshipo! Aku sudah datang, kau harus bangun. Eeteuk hyung, tahukah kau? Bulan depan aku akan menjalankan kewajiban Negara untuk ikut wamil. Kau tidak boleh sakit bila saat itu tiba, kau dan yang lainnya harus mengantarku. Tahun depan aku akan menunggumu, kita akan bersama-sama lagi disana. Eeteuk hyung, bangunlah! Bukalah matamu, lihat aku ada disini.” Tanpa terasa air mataku mengalir dan membasahi tangan Eeteuk hyung yang sedari tadi aku pegang.

Kumerasakan sesuatu yang dingin di punggung tanganku. Perlahan ku membuka mataku dan menatap Eeteuk hyung yang tersenyum padaku. Sejenak ku mengerjap-ngerjapkan mataku agar dapat melihat dengan jelas.

“Hyung, kau sudah sadar? Aku akan memanggil dokter.” Segera kuberlari keluar kamar rawat Eeteuk hyung dan memanggil dokter. Aku kembali ke kamar Eeteuk untuk kembali menemaninya. Kurang lebih menunggu selama 5 menit, seorang dokter dan suster datang untuk mengecek keadaan Eeteuk hyung dan aku keluar. Kuhubungi Heeechul hyung bahwa Eeteuk hyung sudah sadar.

“Hyung, apa yang dikatakan dokter?” tanyaku tak berapa lama setelah dokter keluar ruangan.

“Dia hanya menyuruhku istirahat. Nanti siang aku akan dipindahkan ke ruang rawat biasa.”

“Kira-kira kapan hyung diperolehkan pulang?”

“Molla, karena jahitan di kakiku cukup panjang.”

“Aku sudah memberitahu Heechul hyung dan yang lainnya. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang.”

“Kangin-ah, bagaimana keadaanmu? Kau terlihat semakin gemuk saja.”

“Dan hyung semakin terlihat kurus. Kudengar, hyung akhir-akhir ini sering sakit.”

“Hanya karena kelelahan.”

“Hyung harus jaga kesehatan, kalau hyung sakit siapa yang akan membela kami?” Eeteuk hyung tidak menjawab, dia hanya tersenyum kecut.”Hyung, ada yang ingin aku ceritakan. Tapi nanti sajalah, saat member yang lain sudah datang.”

Eunhyuk POV

Semua pasang mata memperhatikan kami, saat kami berjalan di lorong rumah sakit untuk menjenguk Eeteuk hyung. Tentu saja, karena kami adalah Super Junior. Dengan langkah cepat kami terus melewati lorong-lorong rumah sakit. Eeteuk hyung di rawat di ruang ICU dan itu terletak di lantai 4. Kubuka pintu kamar Eeteuk hyung dengan cepat. Kulihat Kangin hyung dan Eeteuk hyung sedang mengobrol. Aku langsung berhambur memeluk Eeteuk hyung dan kudengar dia meringis kesakitan.

“Ah~ Eunhyuk-ah, kau terlalu erat. Aku tidak bisa bernapas.”

“Mianhae hyung, aku terlalu bersemangat. Aku sangat senang hyung sudah sadar.” Aku melepaskan pelukanku.

“Tapi kau tidak perlu memelukku seerat itu.”

“Ha ha ha ha . . . mianhae hyung!” ucapku tertawa. Diikuti suara tawa dari member yang lain.

“Nanti siang, Eeteuk hyung akan dipindahkan ke ruang rawat biasa.” Ucap Kangin hyung disela-sela tawa kami.

“Benarkah?” ucap kami tidak percaya. Eeteuk hyung hanya tersenyum mengangguk yakin.

“Syukurlah kalau begitu.” Ucap Heechul hyung. “Aku sudah membawakan pakaianmu.” Ucap Heechul hyung sambil menunjukkan tas besar yang dibawanya.

“Manager hyung?” Tanya Leeteuk hyung menatap kami satu persatu.

“Tenang saja, manager hyung sudah mengatur semuanya. Kau tenang saja tentang jadwal kita.” Heechul hyung menjawab dengan pasti pertanyaan Leeteuk hyung yang sedikit menggatung.

“Sebaiknya sekarang Leeteuk hyung sarapan dulu, Kangin hyung juga. aku sudah membuatkan bubur dan sup kaki sapi.” Ucap Ryeowook menunjukkan rantang makanan yang dia bawa.

“Kau memang pintar, tahu saja kalau aku sudah lapar. Tapi kenapa sup kaki sapi?” protes Kangin hyung.

“Aku kan membuatkan ini untuk Eeteuk hyung. Bukan untukmu.”

“Ya! Beraninya kau berbicara tidak sopan seperti itu padaku.”

“Sudah-sudah, sekarang kita sarapan dulu Kangin-ah. Kalau kau tidak suka sup kaki sapi, kau beli saja kimchi di kantin rumah sakit.” Ucap Eeteuk hyung melerai pertengkaran kecil mereka. Kami semua tertawa melihat tingkah Kangin hyung, sudah lama kami tidak merasakan kehangatan seperti ini. Meskipun sebenarnya tetap saja ada yang kurang.

“Kangin-ah, bukankah ada yang ingin kau bicarakan pada kami?” ucap Eeteuk hyung di sela-sela makannya. Kami semua menatap Kangin hyung penasaran, seketika itu pula raut wajah Kangin hyung berubah. Dia meletakkan sumpit dan mangkuk makannya ke meja. Kangin hyung hanya menunduk, sepertinya dia sedang merangkai kata-kata yang akan dibicarakannya. Kangin hyung mengangkat kepalanya dan menatap kami satu persatu dengan serius. Dia menghela napas.

To Be Continue . . .

11 thoughts on “The Last Time Part 10”

  1. onnie~ pendek banget part yang ini mah -,- *dgetok*

    apa yang mo d omongin kangin ya?
    tentang dia yg mo wamiL kah?
    ehehe~
    dtunggu part sLanjutnya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s