There’s an Angel [Wings 4]

AUHTOR ::: Yuyu

Genre ::: Romance

Cast :::

Lee Teuk [Suju]

Kim Hee Chul [Suju]

Lee Sarang [Ocs]

Oh Youn Ji [Ocs / author]

Shin Eun Hye [Ocs]

A/N ::: dont be silent reader & no bashing^^ gomawo, happy reading :)

HEE CHUL POV

“yaaaaa!” umpatku ketika kurasakan bahu Sarang menubrukku. Dia tidak menggubrisku dan terus saja berlari keluar. Ada apa dengan dia?

“aneh sekali sih dia –“ kata-kataku terhenti ketika melihat Youn Ji dan Teukie, inikah yang membuat dia menjadi aneh?

Baik Youn Ji maupun Teukie menatapku dalam diam, sama sekali tidak bergerak. Kupalingkan wajahku dan berlari secepat mungkin untuk mencari Sarang. Di mana dia? Malam-malam begini lari entah ke mana. Hampir saja aku menyerah ketika kulihat Sarang duduk di pinggir kolam renang di lantai dasar.

Kudekati dia tanpa berkata-kata, dan langsung mendudukkan diriku di sampingnya, menjulurkan kakiku ke dalam kolam renang.

Selama beberapa menit, tidak ada satupun dari kami yang berbicara, Sarang tenggelam dalam pikirannya dan aku asyik memercikan air di kakiku, satu-satunya suara yang ada ditengah-tengah kami.

“Teukie, johae?” tanyaku memecah keheningan.

“ne?? an-aniyo!” sangkal Sarang.

“kalau kau tidak menyukai dia, lalu kenapa kau menangis melihat Teukie dan Youn Ji??”

Sarang menatapku penuh arti, lalu menghela nafas.

“molla~ aku tidak begitu kenal dengan Teukie oppa, lagipula kami baru saja bertemu.“

“cinta itu, bukan tentang berapa lama, atau siapa yang duluan, tapi tentang hati. Jangan pikirkan apapun, pikirkan saja, apa kau menyukai Teukie atau tidak?”

Tatapan Sarang kembali menerawang entah ke mana, dia mencoba dengan sangat keras untuk menemukan jawaban dari pertanyaanku. Lalu dia menatapku dan tersenyum manis.

“ne, aku menyukainya.”

“bukanlah lebih baik kalau kau mengakuinya seperti ini? Perasaanmu jadi lebih lega kan?”

“ne, lega sekali.” Lagi-lagi dia tersenyum.

“kenapa, kenapa harus Teukie? Kenapa bukan aku? Orang yang disukainya …” kataku pelan, lebih kepadaku diriku sendiri.

“mian, sunbae, kau bilang apa??” tanya Sarang.

“aniyo, aku tidak bilang apa-apa.”

Sarang, kalau saja aku bisa sepertimu, mengakui perasaanku sendiri. Tapi aku terlalu takut untuk mengakuinya, tidak pada orang lain, bahkan pada diriku sendiri. Aku tidak akan pernah bisa mengakui perasaanku ini.

“sunbae, apakah Youn Ji unnie dan Teukie oppa pacaran?” tanya Sarang.

“molla, aku tidak peduli tentang hubungan mereka, yang pasti mereka adalah chingu terbaikku.” Kataku cuek. “ah, matta. Karena sekarang kau menyukai Teukie, kurasa tanpa foto itupun, kau pasti tidak akan mengadu pada songsaenim kan??”

“foto? Foto apa?” tanya Sarang bingung.

“foto kissu-mu dan Teukie.” Wajah Sarang langsung memerah begitu mendengar kata ‘kissu’.

“bagaimana rasanya kissu dengan Teukie? Menyenangkan? Tapi aku lebih hebat dari dia, kau mau coba?” godaku sambil mendekatkan wajahku padanya.

“sunbae!!” teriak Sarang.

“hahaha, araseo, aku hanya bercanda.”

“geundae, sunbae, boleh aku tau kenapa Teukie oppa menyamar menjadi yeoja?”

kulihat raut wajah Sarang kembali serius sekarang. Tidak apa-apa kan kalau kuberitaukan padanya? Toh aku yakin dia tidak akan membocorkannya pada siapapun.

“aku dan Teukie adalah saudara sepupu. Tapi sejak kecil aku sudah tinggal serumah dengannya karena orangtuaku sudah meninggal. Appa—appa Teukie yang menjadi appaku juga—ingin Teukie menjadi pewaris dari Park Corp, tapi Teuki ingin berkecimpung di dunia entertain. Tentu saja Appa sangat menentangnya. Dan terjadilah tantangan konyol ini, kalau Teukie berhasil menghabiskan masa SMA nya selama 3 tahun sebagai yeoja tanpa diketahui identitasnya oleh orang lain kecuali aku dan Youn Ji, maka Appa tidak akan melepaskan hak warisnya padaku.”

“pada sunbae? Lalu, apa sunbae ingin mengurusi perusahaan itu? Apa sunbae tidak punya sesuatu yang sunbae ingin lakukan?”

pertanyaan Sarang sontak membuatku menatapnya, cukup lama hingga Sarang merasa risih dan bertanya mengapa.

“mian, baru kali ini ada orang yang menanyakan apa yang kuinginkan. tidak peduli apapun itu, kalau Teukie berhasil masuk dunia entertain seperti keinginannya, aku pasti akan mengambil alih Park Corp dengan baik.”

Sarang mengangguk-angguk kecil mendengar jawabanku.

“sudah malam, kembalilah ke kamarmu dan tidur. Jangan tunjukkan wajah seperti tadi pada Teukie, meskipun kau merasa terluka, kau tetap harus terlihat tegar, araseo?”

“araseo sunbae.”

“ah, satu lagi, jangan panggil aku sunbae, panggil aku oppa, Chullie oppa.”

“bolehkah?”

Aku tersenyum lebar dan mengangguk mengiyakan pertanyaan Sarang.

“araseo Chullie oppa!” ulang Sarang.

“good!”

 

YOUN JI POV

“Sarang-ah, kejadian kemarin malam itu—“ belum selesai aku bicara, Sarang sudah memotong pembicaraanku.

“gweanchana unnie. Mian, aku jadi mengganggu dan membuat kalian khawatir.” Sarang tersenyum manis padaku.

Meski dia bilang tidak apa-apa aku tetap saja merasa bersalah padanya. Seolah-olah aku merebut Teukie darinya, padahal mereka kan tidak ada hubungan special. Ini semua gara-gara Teukie pabo itu! Aku jadi merasa canggung dengan Sarang.

“Sarang-ah, Youn Ji-ah..” suara Eun Hye membuyarkan lamunanku.

“ne, Eun Hye-ah, wae?” tanyaku.

“mianhae, aku tidak bisa ikut membantu kalian. Nih, aku bawakan makanan untuk kalian semua.”

“waaahm gomawo Eun Hye sunbae. Akan kuberikan pada anak-anak drama, tuh mereka sedang istirahat.” Sarang terlihat bersemangat sekali dan langsung berlari menuju sudut ruangan tempat kumpulnya anak-anak drama yang sedang bersantai.

“Youn Ji-ah, pertunanganku dan Hee Chul sudah dibatalkan.”

“mwoo? Bagaimana bisa? Bukankah appa—Eun Hye adalah saudara tiriku—paling susah dibujuk?”

“ne, memang. Tapi ternyata Hee Chul juga meminta pada Park Ahjussi agar pertunangan kami dibatalkan. Apakah kau senang?” Eun Hye menyenggol tangaku.

“waeyo? Kenapa aku harus senang?” aku pura-pura tidak mengerti apa yang dikatakannya.

“aigoo~ masih tidak mau mengakuinya juga, kalau kau menyukainya?”

“Eun Hye-ah~~”

“araseo, aku tidak akan mengungkit hal ini lagi.”

Aku memang tidak suka kalau pembicaraan kami jadi menyerempet tentang Hee Chul. Tapi syukurlah, pertunangan mereka dibatalkan, karena aku tau, ada orang lain yang sedang di tunggu Eun Hye, Jin Ki oppa.

Sementara aku dan Eun Hye masih asyik bercerita, Sarang sudah kembali ke tempat kami lagi, bersama Hee Chul. Hee Chul sama sekali tidak melihatku dan langsung mengobrol dengan Eun Hye. Apakah dia juga salah paham tentang kejadian semalam??

“aaaah~ Chullie oppa! Itukan untuk Teukie unnie, kenapa malah kau minum?” omel Sarang.

“untuk Teukie? Tapi di minuman ini tidak ada namanya, berarti aku juga boleh minum dong.”

“tapikan …” Sarang memanyunkan mulutnya.

“berikan minuman yang lain pada Teukie, ara?”

“ne, araseo.”

Sejak kapan mereka sedekat ini? Chullie oppa? Hee Chul tidak pernah membiarkan orang lain—selain teman dekatnya—memanggilnya Chullie, apalagi dengan sebutan oppa. Ada apa ini? Ada sesuatu yang aneh dalam diriku. Aku merasa seperti kehilangan seluruh tenagaku. Ada sesuatu yang tidak kuketahui apa itu, tapi membuat perutku sangat tidak nyaman.

 

HEE CHUL POV

“Youn Ji-ah, wae?” tanyaku begitu melihat Youn Ji menutup mulutnya dengan satu tangan, wajahnya juga terlihat pucat.

’unnie, gweanchana?” Sarang ikut panik melihat Youn Ji.

“Eun Hye-ah, aku mual, temani aku ke toilet ya.”

“ne, kajja.”

Kulihat Eun Hye membantu Youn Ji berdiri dan mereka pun beranjak dari ke toilet. Kenapa dia tiba-tiba seperti itu?

“loh, kok Cuma kalian berdua saja? Mana Youn Ji?” Teukie muncul dari pintu yang berlawanan dari tempat Youn Ji keluar. Kulihat ekspresi Sarang sedikit berubah ketika Teukie bertanya tentang Youn Ji.

“Youn Ji unnie ke toilet bersama Eun Hye sunbae. Youn Ji unnie bilang dia mual.” Jawab Sarang.

“mual? Dia tidak apa-apa kan?” Teukie terlihat panik. Apa-apaan sih dia? Kenapa dia harus mengkhawatirkan Youn Ji?

“sudahlah, jangan panik. Toh bukan pertama kalinya dia seperti ini. Mungkin pencernaannya kembali terganggu. Lagipula dia kan tahan banting” Jawabku sedikit jengkel.

“Chullie-ah, cara bicaramu itu… kau juga tau kan kalau sebenarnya Youn Ji itu lemah?” balas Teukie.

“lemah? Cewek perkasa seperti dia bisa lemah juga? Aku tidak tau kalau dia punya kelemahan.” Emosiku membuncah.

“yaaaa! Chullie-ah!!” suara Teukie pun meninggi. Dengan kesal kubanting minuman kaleng yang kupegang dan keluar dari ruangan itu tanpa menunggu Youn Ji kembali dari toilet.

Apa yang salah? Aku tidak mengatakan apapun yang salah. Youn Ji memang bukan cewek lemah. Setidaknya, itulah yang Youn Ji tunjukkan padaku. Siapa bilang aku tidak khawatir? Aku sangat khawatir, aku takut kalau kejadian itu terulang lagi, aku takut kalau sampai Youn Ji dilarikan ke rumah sakit lagi karena masalah pencernaan yang dialaminya. Aku takut melihat tubuhnya yang kurus tidak bertenaga terbaring di rumah sakit.

 

LEE TEUK POV

“yaaaa! Chullie-ah!!” suaraku meninggi mendengar respon darinya. Bagaimana bisa dia tidak mengkhawatirkan Youn Ji? Dengan kesal, Chullie membanting minuman kalengnya dan berlalu pergi. Semua pasang mata menatap ke arah kami dan ketika mereka melihat Chullie dengan tampang kesalnya, mereka memilih berpura-pura tidak melihat daripada harus menjadi sasaran amarahnya yang tidak jelas itu.

“mian, Sarang-ah..” aku merasa tidak enak karena harus membiarkan Sarang melihat Chullie yang bad mood seperti itu.

“tidak perlu minta maaf unnie. Unnie, apa kau sangat mengkhawatirkannya?” Jawabnya pelan.

“ne, tentu saja aku sangat mengkhawatirkannya.” Jawabku tanpa menutupi rasa khawatirku. Kulihat Sarang menundukkan kepalanya.

“wae?” tanyaku lagi

Sarang hanya menggeleng pelan

“Youn Ji unnie!!” pekik Sarang begitu Youn Ji menghampiri kami, dipapah oleh Eun Hye.

“Youn Ji, gweanchana? Eun Hye-ah, dia kenapa?” tanyaku bertubi-tubi pada Youn Ji dan Eun Hye.

“gweanchana, dia baik-baik saja. Mungkin dia hanya kecapekan, makanya dia merasa mual.” Jawab Eun Hye.

“jeongmal gweanchana?” aku masih saja ragu dan menempelkan telapak tanganku di keningnya, Youn Ji hanya tersenyum lemah. Tidak biasanya dia seperti ini, jadi membuatku tambah khawatir.

“mana Hee Chul?” tanyanya.

“Hee Chul, dia ada urusan.” Aku berbohong. Aku tidak ingin dia sedih kalau kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

 

SARANG POV

Kulihat Teukie oppa menempelkan telapak tangannya pada Youn Ji unnie. Kelihatannya Teukie oppa benar-benar menyukainya. Ottokhae? Aku merasa sangat sedih, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sarang-ah, kau masih ada kelas?” tanya Teukie oppa. Aku hanya menggeleng.

“Youn Ji-ah kau istirahat saja ya, biar Sarang yang menggantikanmu membantuku, Sarang kajja.”

Aku dijadikan pengganti Youn Ji unnie ya? Apa aku tidak bisa menjadi nomor satu, oppa??

Aku mengikuti Teukie oppa dan masuk ke kamar kami.

“tolong ketik surat-surat ini ya.” Teukie oppa menyerahkan setumpuk kertas padaku. Aku menuruti kata-katanya dan mengetik surat itu secepat mungkin.

“nih, surat nya sudah kuketik.”

“gomawo.” Ucapnya, tanpa menoleh ke arahku karena matanya terus tertuju pada dokumen-dokumen lainnya. Aku memilih duduk di sampingnya dan memperhatikan dia bekerja tanpa berbicara sepatah katapun.

“Sarang-ah, waeyo?”

“ne? apa? Aku kan tidak bilang apa-apa.” Tanyaku bingung.

“karena kau tidak bilang apa-apa makanya aku jadi khawatir padamu. Biasanya kan kau cerewet sekali.”

“tidak ada apa-apa kok.” Bohongku.

“jinjja? Apakah kau sakit?” tau-tau, tangan Teukie oppa memegang keningku. Jantungku berdebar sangat kencang! Apa wajahku memerah sekarang? omo~ oppa, kumohon jangan sentuh aku seperti ini~

“aku tidak sakit.” Dengan cepat kutepis tangan Teukie oppa. “aku mau tidur saja” lanjutku, berdiri dari sofa. Tapi, lagi-lagi oppa menyentuhku, dia menarik tangaku hingga aku kembali duduk di sofa.

“oppa!!!” teriakku, ketika kurasakan kedua tangannya mulai menggelitiki pinggangku.

“hahaha.. oppa! Geli.. haha, apa yang kau lakukan?” tanyaku disela-sela tawaku.

“aku tidak akan berhenti sebelum kau mengatakan ada apa denganmu.” Teukie oppa masih saja sibuk menggelitikiku. Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya sangat geli! Kubalas menggelitiki perutnya, membuat dia ikut tertawa kegelian bersamaku.

“yaaa! Sarang-ah, haha, hentikan, haha!” dengan satu gerakan, Teukie oppa menindihku diatas sofa. baik aku maupun Teukie oppa, tidak ada yang bergerak. Aku terus menatap matanya yang juga terus menatapku. Nafas kami sama-sama memburu karena habis tertawa tadi, perlahan-lahan oppa mendekatkan kepalanya padaku.

Otakku seperti berhenti bekerja, aku tidak tau harus berbuat apa. Apakah aku harus memukulnya dan berlari pergi? Tapi, aku juga ingin merasakan bibir lembutnya lagi~

Semakin Teukie oppa mendekat, aku mulai memejamkan mataku. Nafas Teukie oppa kini terasa semakin hangat di wajahku, menandakan bahwa bibir kami sedikit lagi akan beradu.

 

To Be Continue . . .

 

PREVIEW FOR CHAPTER 5

Lee Teuk POV

“Telpon appa dan katakan padanya kalau kau menghamili Sarang.” Kata Chullie dengan santai.

“MWOOOO?” aku dan Sarang teriak hampir berbarengan.

“ayolah, kan kau yang memulai semua ini, kau harus bertanggung jawab.” goda Eun Hye.

“geure Teukie-ah, jangan lari dari kenyataan.” Younie tertawa kecil di samping.

Aku melirik Sarang yang wajahnya kini memerah, tidak bisa berkata apa-apa. Aissssh~ jinjja, benar kata mereka, kan aku yangm memulai, bagaimanapun aku harus bertanggung jawab. Dengan berat hati kutekan nomor telpon appa.

“appa, aku menghamili Sarang!” kataku. Dengan cepat kuputus sambungan telpon sebelum appa sempat bereaksi.

10 thoughts on “There’s an Angel [Wings 4]”

  1. mwo???
    My yeobo menghamili sarang?
    Yeobo ah~
    Maw kau kmnakan ank qta d rmh???
    *alay mode on

    Lanjut chinguuuu

  2. Tumben Heechul oppa kata-kata nya dewasa *di hajar Heechul sama istri nya*
    MWO!!!
    Leeteuk hamilin Sarang
    GAWAT *PLAK*
    Oppa cepat tanggung jawab SEKARANG

    Di tunggu part 5 nya chingu

  3. hahahaa .
    teuk oppa nelfon appanya cuma ngomong gitu aja langsung di matiin . hahaa .
    Ku tunggu part lanjutannyaa ^^

  4. OMO!!!
    TEUKI!!! ANDWAE!!!!!
    >x< *berontak sndri*
    (yuyu eonni "udah terlanjur")

    hya~sprtinya heechul mulai….
    hehehe~ nunggu part 5.a aj dhe,,
    dripda asl nebak~

    o^^Fighting eonni!!!

  5. Gyaaa!! Pstikan ff lnjutan anda nc! Hahahaha.. Ngapain tu sarang ma teuki?? Hyah! Lanjuut.. Aku jga cmburu pas adegan teuki ma youn.. Aku ska n ff..

  6. hohoho makin seruuuu…
    Ternyata heechul oppa ma younji saling suka. Tapi mereka mengira kalo cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Hmhmhm knapa gak ngomong langsung aja si? Jadinya kan gak salah paham kaya gini. Hmm…

    Teukie oppa? Apa yang kau lakukan? Aigo aigo…

    Lanjut baca ah, biar gak penasaran🙂

  7. eeteuk oppa ngamilin sarang.. lol
    ckckkckckckkck

    pii saeng qak nqerti am preview nya..
    Kok haruz ngasi tw appa nya oppa..
    Pazti ad hal laen deh.. *sok tw melulu

    lanjut baca part 5 deh biar qak asbak.. X)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s