There’s an Angel [Wings 6]

SARANG POV

“hoaaaaam!” aku menguap lebar dan mengucek-ucek mataku yang masih mengantuk.

“omo~ kepalaku sakit sekali.” Ringisku begitu aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur.

“tentu saja, kau mabuk berat kemarin. Nih, minumlah ini, bisa membuatmu merasa lebih baikan.” Teukie oppa menyodorkan gelas padaku, dengan patuh kuteguk isinya sampai habis, tidak tersisa setetespun. Aku mencuri pandang dan mendapati Teukie oppa sedang menatapku, membuatku jadi salah tingkah.

“waeyo oppa?” tanyaku bingung.

“semalam, apa kau ingat apa yang terjadi semalam?”

“semalam? Memangnya ada apa? Aku tidak ingat apa-apa.” Aku mencoba mengingat, tapi tidak ada satupun memori yang kuingat. Aku pasrah dan hanya menggeleng kepalaku.

“sudahlah, lupakan saja.” Teukie oppa mengibaskan tangannya ke udara dan berlalu pergi.

Memangnya apa yang terjadi semalam??

“Sarang-ah! Kau baru bangun?” beberapa menit kemudian Youn Ji unnie menghambur masuk ke kamar.

“ah, ne unnie. Aku baru bangun.”

“cepat mandi, biar aku yang mengemasi barang-barangmu.” Youn Ji unnie menarikku turun dari tempat tidur dan mendorongku ke kamar mandi.

“mengemasi barangku? Untuk apa unnie?” tanyaku panik.

“loh? Teukie tidak memberitaukanmu?”

aku menggeleng dengan cepat.

“mulai hari ini kan liburan musim panas kita dimulai, jadi Teukie mengajak kita untuk berlibur di villanya yang ada di tepi pantai. Chullie, Teukie dan Eun Hye sudah menunggu di bawah, kau cepatlah siap-siap.” Ujar Youn Ji unnie sambil mengeluarkan beberapa bajuku dari lemari dan memasukannya ke ransel kecil. Aku menuruti kata-katanya dan segera mandi secepat mungkin.

“mian, aku kelamaan.!” Aku berlari secepat mungkin begitu selesai mandi. Tapi tidak ada siapapun kecuali Teukie oppa. Ke mana yang lainnya?

“sudah siap? Kajja.” Teukie oppa langsung mengambil posisi di balik kemudi. Setelah meninggalkan lingkungan sekolah cukup jauh, Teukie oppa yang mengenakan kemeja hitam dan celana jeans langsung membuka wignya.

“ke mana yang lainnya?” hampir satu jam aku membendung rasa penasaranku, tapi pada akhirnya tetap saja aku tidak bisa menahan diri dan bertanya.

“Youn Ji dan Eun Hye naik mobil Chullie.” Jawabnya singkat.

“ah~ ne. aku tidak tau kalau oppa punya villa.” Kataku lagi, mencoba untuk mencairkan suasana.

“kau kan tidak pernah bertanya padaku.” Jawabnya singkat—lagi-lagi.

Aku yang merasa kesal hanya melihat keluar jendela dan menggembungkan kedua pipiku.

“mianhae, apa aku membuatmu kesal?”

“oppa sangat aneh hari ini. Apa oppa sedang marah padaku? Apakah ketika aku mabuk semalam, aku melakukan sesuatu yang tidak pantas hingga membuat oppa marah?” tanyaku panjang lebar.

“aniyo, aku tidak marah padamu. Tentang semalam, apakah itu bisa disebut sesuatu yang tidak pantas ya?” Teukie oppa tersenyum kecil. Meski aku tidak mengerti apa maksud kalimat terakhirnya, setidaknya aku merasa lega karena oppa tidak marah padaku.

“kalau begitu, kenapa oppa sangat aneh hari ini?” aku menatapnya dengan sungguh-sungguh. Tawa di wajahnya lenyap dan digantikan dengan keraguan.

“aku.. aku sudah lama tidak ke villa itu, jadi aku sedikit gugup.” Sebuah senyum terukir kembali diwajahnya, tapi senyum yang penuh dengan paksaan.

***

“waaah~ villanya cantik sekali!” teriakku begitu kami sampai di villa itu. Villa itu besar sekali, tapi terlihat sederhana.

“johae?” Teukie oppa berdiri disampingku dan ikut memperhatikan villanya sendiri. Aku menoleh ke arahnya dan memberikan anggukan serta senyum yang super lebar padanya. Dia ikut tersenyum dan mengelus puncak kepalaku.

“yaaaa~! Kalian tidak mau masuk ya?” teriak Chullie oppa dari beranda lantai 2, di sampingnya Youn Ji unnie memukul kepalanya.

“kau ini mengganggu saja sih.” Omel Youn Ji unnie padanya, “Sarang-ah, ayo masuklah, dan lihat kamar kita.” Lanjut unnie padaku.

Aku mengiyakan dan segera masuk ke kamar tempat Youn Ji unnie dan Chullie oppa berada.

“ayo, ke sini, lihat pemandangannya.”

Aku mengikuti kata-kata Youn Ji unnie dan berjalan menuju beranda kamar, benar-benar cantik.

Dari sini terlihat jelas air pantai yang berwarna biru cerah.

“ya, Youn Ji-ah, apa kita tidak bisa tidur sekamar?” tanya Chullie oppa dengan wajah memelas.

“mwoo? Micheoso? Siapa yang mau tidur sekamar denganmu? Andwea! Aku akan tidur dengan Eun Hye dan Sarang!” omel Youn Ji unnie.

“aigooo, yeojachinguku galak sekali sih.”

Aku tertawa kecil melihat mereka yang sama sekali tidak berubah.

“ya, kau apakan Teukie?” tanya Chullie oppa, spontan aku menghentikan tawaku.

“mwo?” tanyaku polos.

“aissssh~ kenapa sih Teukie harus pindah kamar asrama. Aku tidak suka tidur dengannya.”

“apa maksudmu oppa?” tanyaku bingung.

“Loh? Teukie juga tidak memberitaumu? Dia bilang dia akan pindah ke kamar asrama Hee Chul, dan kau bisa tidur sendirian di kamar asramamu.” Lanjut Youn Ji unnie.

Ikemwoya? Ada apa dengan Teukie oppa? Bukankah dia bilang dia tidak marah padaku? Kenapa dia harus pindah kamar? Tanpa pikir panjang aku segera berlari keluar mencari Teukie oppa. Tapi Teuki oppa tidak ada disetiap ruangan di villa. Di pintu depan aku berpapasan dengan Eun Hye sunbae dan dia bilang kalau Teukie oppa sedang berjalan-jalan di sekitar villa.

Aku memang tidak tau jalan di sini, tapi aku nekat berlari mencarinya.

“oppa!!!” teriakku begitu mendapati sesosok punggung yang sangat kukenal. Dia berbalik dan melihatku dengan ekspresi bingung.

“Sarang? Waeyo? Kenapa kau kehabisan nafas seperti itu?” tanya Teukie oppa dengan wajah paniknya.

“benarkah itu? Kau akan pindah kamar asrama?” tanyaku tanpa mempedulikan pertanyaannya.

“ne, biarpun aku menyamar menjadi yeoja, aku tetap saja seorang namja. Tidak baikkan kalau kita terus tidur sekamar? Lagipula kau pasti juga merasa tidak nyaman sekamar denganku. Jadi aku memutuskan untuk pindah.” Teukie oppa memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan memandang lurus ke mataku.

“oppa tidak takut aku akan membocorkan rahasiamu?”

“aniyo, aku tau kau tidak mungkin melakukannya. Kau kan yeoja yang baik.”

“geundae—“ kata-kataku terputus ketika mendengar suara seorang yeoja yang meneriakan nama Teukie oppa.

“Teukie-ah!!? Benarkah itu kau?” suara yeoja itu, Teukie oppa menoleh ke sumber suara yang berasal dari belakangnya. Begitu Teukie oppa menoleh, yeoja itu langsung memeluknya dan membuatku terbelalak.

“gomawo~ gomawo karena kau telah kembali, Teukie-ah, bogoshipo.” Yeoja itu semakin mengeratkan pelukannya.

“nado bogoshipo …” balas Teukie oppa dan balas memeluknya.

 

LEE TEUK POV

“Teukie-ah!!? Benarkah itu kau?” sebuah suara yang masih terdengar familiar bagiku meski hampir satu tahun sudah berlalu. Aku menoleh ke belakang dan mendapati sesosok yeoja yang mampu membuatku diam seribu bahasa. Dia langsung menghambur dan memelukku.

“gomawo~ gomawo karena kau telah kembali, Teukie-ah, bogoshipo.” Dia semakin mengeratkan pelukannya padaku. Aku ragu sesaat, aku ingin mendorong dia dan melepaskan diri dari pelukannya, tapi aku juga sangat merindukannya.

“nado bogoshipo …” balasku dan memeluknya.

“Sarang-ah~~ jangan tiba-tiba berlari keluar rumah seperti itu, kami mengkhawatirkanmu tau.” Terdengar suara Younie.

“Eun Joo noona ..” kali ini terdengar suara Chullie yang lebih tepat seperti bisikan, tapi cukup keras untuk bisa kudengar.

Baik aku maupun dia melepaskan pelukan kami.

“annyeong, Chullie-ah, Younie-ah.” Sapanya dan tersenyum hangat pada mereka. Tapi mereka berdua justru mematung di samping Sarang. Sarang, kulihat tatapannya yang entah mengapa menyakiti hatiku.

“unnie, lama tidak bertemu.” Ujar Younie sambil mendekati kami.

“mianhae, sudah lama tidak memberi kabar pada kalian.” Dia menatap Younie dan Chullie bergantian, kemudian tatapannya terhenti tepat di Sarang. Beberapa detik kemudian, dia balik menatapku dengan tatapan penuh tanya.

“Sarang, perkenalkan, dia Baek Eun Joo. Noona, dia Lee Sarang… hoobaeku.” Aku menambahkan kata ‘hoobae’ di detik-detik terakhir. Eun Joo noona hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Sarang.

FLASHBACK

“Teukie-ah, kau sedang apa?” kepala noona menyembul dari pintu kamarku yang setengah terbuka.

“noona-ah, masuklah.” Jawabku girang. Noona masuk dan duduk dihadapanku sambil melihat beberapa barang yang berserakan di tempat tidurku.

“apa ini?” tanyanya sambil mengangkat sebuah wig.

“noona, aku akan menyamar menjadi yeoja dan menjalani masa-masa SMA ku. Appa bilang kalau aku berhasil, dia tidak akan memaksaku untuk mengurusi perusahaannya.”

“jinjja? Baguslah kalau begitu, uri Teukie akhirnya bisa menjalankan kehidupannya sendiri.” Noona mengacak-acak rambutku dan membuatku tertunduk malu.

“noona~” kataku pelan.

“ah, mianhae. Noona tau sekarang kau tidak suka lagi kalau noona memegang kepalamu.”

“Eun Joo-ah..” panggilku lagi, kali aku memanggil namanya.

“ne?” noona terlihat terkejut karena biasanya aku selalu memanggilnya noona.

“Baek Eun Joo, saranghaeyo.” Kataku mantap dan memberanikan diri untuk menatapnya. Orang-orang mungkin akan berpikir bagaimana mungkin aku menyukai seorang noona yang terpaut 3 tahun diatasku, tapi itulah yang kurasakan saat ini.

***

“yaaa, Teukie-ah, kau masih pacaran dengan Eun Joo noona?” tanya Chullie ketika kami sedang beradad di ruang OSIS.

“tentu saja, kami sangat rukun. Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“aniyo~”

“kotjimal. Ada apa?”

“hmm~ sebenarnya kemarin waktu aku dan Youn Ji sedang makan siang, kami bertemu dengan noona. Dia sedang bersama namja lain dan bergandengan tangan.” Jawab Chullie.

“maldo andwea. Selama satu tahun kami pacaran, dia tidak pernah membohongiku. Bagaimana mungkin dia selingkuh?” aku mencoba menepis jauh-jauh pikiran untuk mempercayai kata-kata Chullie. Noona tidak mungkin mengkhianatiku, tapi Chullie juga tidak mungkin membohongiku.

Pikiranku kalut, dan yang bisa menenangkan pikiranku hanyalah noona. Kuputuskan untuk ke rumahnya. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan penuh, aku ingin sesegera mungkin bertemu dengan noona.

Begitu sampai di rumah noona, aku tidak langsung turun. Aku melihat noona sedang berdiri di depan rumahnya, bersama namja yang tidak ku kenal dan mereka sedang berciuman. Setelah beberapa menit mereka mengakhiri ciuman mereka dan namja itu pergi. Noona masih berdiri di depan rumahnya dan menunggu hingga mobil namja itu tidak terlihat lagi, begitu noona hendak masuk ke dalam rumah, aku turun dari mobil, mata noona membelalak lebar melihat kedatanganku yang tiba-tiba.

“Teukie-ah ..”

“apakah yang dikatakan oleh Chullie benar? Apakah yang kulihat tadi benar? Noona, kau mengkhianatiku?”

‘aniyo, Teukie-ah..” noona memegang lenganku, tapi kutepis dengan kasar.

“lalu apa yang kulihat tadi? Berciuman?” tidak pernah aku merasa semarah ini, dan aku tidak ingin melampiaskannya di hadapaan noona.

“mianhae, jeongmal mianhae Teukie-ah.” Noona menutup mulutnya sendiri dengan tangannya dan mencoba untuk meredam suara tangisannya.

“noona, waeyo? Apakah kau tidak pernah mencintaiku? Sekali saja?” tanyaku.

“saranghae, neomu neomu saranghae, Teukie-ah. Aku dan namja itu, kami sudah berpisah, itu hanyalah ciuman perpisahan. Jebal, Teukie-ah.”

“sudah berapa lama?” tanyaku putus asa.

“mwo??”

“sudah berapa lama kau dan dia bersama?”
”hampir satu setengah tahun ..” jawabnya pelan.

“mwooo? Satu setengah tahun? Noona! Kalau kau dan dia sudah berpacaran, lalu kenapa kau menerimaku?” bentakku.

”aku juga sangat menyukaimu Teukie-ah, tapi aku takut kalau kau hanya mempermainkanku atau perasaanmu padaku akan cepat memudar. Tapi aku sadar bahwa perasaanmu padaku sangat tulus, karena itu aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan namja itu.”

“maldo andwea. Noona, kita juga sebaiknya berakhir saja. Orang yang bahkan tidak bisa mempercayai perasaanku, bagaimana aku bisa yakin kalau aku akan berakhir bahagia dengannya?” tanpa kusadari airmataku mulai mengalir perlahan-lahan.

“mianhae, Teukie-ah, mianhae. Berikan aku kesempatan sekali lagi, jebal.” Noona menarik tanganku ketika aku hendak berjalan pergi meninggalkannya.

“Teukie-ah, jika kau memaafkanku, datanglah ke villa itu, tempat kita pertama kali bertemu. Aku akan menunggumu.” Noona pun melepaskan tangannya dan membiarkan aku pergi.

END OF FLASHBACK

 

YOUN JI POV

“Sarang-ah, gweanchana?” tanyaku. Aku, Hee Chul dan Sarang kembali ke villa lebih dulu sementara Teukie dan Eun Joo unnie, pergi entah ke mana.

“ne, gweanchana unnie.”

“nih, minum dulu.” Hee Chul dengan berbaik hati menyodorkan segelas air pada Sarang. “kau sih, kemarin kan sudah aku bantu buat nembak Teukie, kenapa kau malah gak bilang ke dia? Pabo!” lanjutnya.

“bagaimana kalau dia menolakku? Aku kan takut.”

“lebih baik ditolak daripada dia sama sekali tidak tau perasaanmu padanya, Sarang-ah.” Ujar Hee Chul dengan gaya ‘sok-dewasanya’.

“aaaarg! Oppa berisiki!!” teriak Sarang dan berlari ke kamar.

‘yaaaaa! Kau bilang aku apa? Cari mati ya!?” Hee Chul berdiri dan siap mengejar Sarang, tapi segera kutarik tangannya hingga dia terduduk kembali.

“sudahlah, biarkan dia sendirian dulu. Apa menurutmu Teukie masih menyukai Eun Joo unnie?” tanyaku ragu.

“maksudmu, siapa yang disukai Teukie? Noona atau Sarang? Entahlah, kau tau sendirikan, sejak putus dengan noona, dia tidak pernah pacaran lagi, dekat dengan yeoja selain kau dan Eun Hye pun tidak. Tapi, dia bisa dekat dengan Sarang. Kurasa Sarang ada kesempatan untuk memenangkan pertarungan ini.”

‘pertarungan? Memangnya mereka lagi diadu? Dasar aneh. Tapi aku juga tidak akan setuju kalau Teukie dan noona balikan lagi. Bisa-bisa dia menyakiti Teukie lagi.”

“benar, benar.”

***

“selamat pagi.” Sapaku begitu menuju ruang makan. Beberapa jenis makanan sudah terhidang rapi di meja. Loh, siapa yang masak? Eun Hye dan Sarang kan masih di kamar, tidak mungkin kalau Teukie dan Hee Chul yang memasak semua ini.

“pagi, Younie-ah~” balas sebuah suara yang menjawab pertanyaanku.

“unnie, sedang apa kau di sini?” tanyaku.

‘aku memasakkan sarapan untuk kalian.”

“apa Teukie tau?”

“dia tau, dia ada di dapur sekarang.” Eun Joo unnie meletakkan sepiring makanan di meja dan kembali ke dapur. Kuintip dapur, Teukie berdiri di samping Eun Joo unnie dan terus memperhatikan Eun Joo unnie memasak. Apakah artinya, Teukie dan Eun Joo unnie memang berbaikan lagi? Andwea! Jangan sampai Sarang melihat ini, bisa patah hati dia.

“Youn Ji unnie? Sedang apa kau?”

terlambat, batinku.

 

SARANG POV

“Youn Ji unnie? Sedang apa kau?” tanyaku begitu mendapati Youn Ji unnie sedang mengintip dapur.

“Sarang-ah, jangan lihat. Ayo kita ke kamar saja.” Youn Ji unnie berusaha menghalangiku untuk melihat ke dapur

“Tunggu unnie, aku juga ingin melihat apa yang kau lihat.” Tolakku, begitu mendapat celah dan melihat ke dapur, ternyata Teukie oppa sedang bersama unnie itu. Benar kata Youn Ji unnie, seharusnya aku tidak perlu melihatnya. Itu hanya akan membuatku sedih saja.

Kami berenam sarapan bersama, Eun Joo unnie terus saja menempel di samping Teukie oppa, sementara oppa tidak terlihat risih atau berusaha menjauh darinya.

Yaaaa, Lee Sarang! Apa sih yang kau harapkan? Sudah jelas oppa masih menyukainya.

“Sarang waeyo?” tanya Youn Ji unnie yang melihatku hanya memain-mainkan sarapanku saja.

“aniya, aku sedang tidak lapar.” Elakku. Aku berjalan ke dapur dan menyimpan kembali sarapanku. Mereka semua sudah selesai sarapan dan beranjak keluar villa untuk bermain di pantai, sementara aku memilih untuk mencuci piring dulu sebelum pergi. Meski alasan sebenarnya adalah aku tidak ingin melihat Eun Joo noona dan Teukie oppa bersama.

“kalau kau mencuci sambil melamun seperti itu, bisa-bisa piringnya pecah semua.” Bisik Teukie oppa tepat di samping daun telingaku, membuatku merasa geli.

“oppa, sedang apa kau di sini?” tanyaku bingung. Setauku tadi mereka semua sudah pergi.

“aku mengkhawatirkanmu, makanya aku kembali lagi.” Jawabnya santai.

Dia membantuku menyelesaikan kegiatan mencuci dan mengantarku ke tempat semua orang bermain.

“Teukie-ah.” Panggil Eun Joo unnie yang melambaikan tangan padanya. Teukie oppa balas melambai dan menghampirinya. aku sendiri menghampiri Youn Ji unnie, Chullie oppa dan Eun Hye unnie, aku bergabung bersama mereka dan ikut bermain. Sesekali kulirik ke arah Teukie oppa, mereka tertawa bersama, tidak jarang Eun Joo unnie mengacak rambut Teukie oppa dan Teukie oppa membalasnya. Tapi hal terakhir yang kulihat sudah tidak mampu kutahan lagi, aku melihat Teukie mengelus pipi Eun Joo unnie, aku melihat mereka berpelukan.

“unnie, sebaiknya aku kembali ke villa sekarang. Aku merasa tidak sehat, mian.” Kataku cepat dan langsung berlari meninggalkan mereka.

 

To Be Continue . . .


PREVIEW FOR CHAPTER 7

Lee Teuk POV

“oppa, berhentilah bersikap baik padaku.” Kata Sarang pelan.

“sepertinya kau benar-benar sakit. Memangnya salah kalau aku bersikap baik?” tanyaku bingung.

“tidak salah, tapi kalau oppa berbuat baik padaku, itu salah! Karena oppa hanya akan membuatku tambah membencimu! Jadi berhentilah bersikap baik padaku!” suara Sarang sedikit meninggi membuatku terkejut.

“Sarang-ah, apa aku berbuat salah padamu? Kenapa kau marah padaku?”
”ya, oppa berbuat salah padaku. Jadi menjauhlah dariku oppa!” teriak Sarang lagi, kali ini suaranya kembali meninggi.

“kau ingin aku menjauh darimu? Sungguh? Kau tidak akan menyesalinya?” tanyaku bersungguh-sungguh.

 

6 thoughts on “There’s an Angel [Wings 6]”

  1. waduh?? Kok jadi tambah ribet??
    Teukie oppa gimana si? Suka ma sarang ato eunjoo?

    Ahh oppa payah ni -,-
    gak seru ah klo oppa ma eunjoo. Lebih baek ma sarang.

    Hmhmhm lanjut ah… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s