There’s an Angel [Wings 7] Last

LEE TEUK POV

“Teukie-ah” kulihat noona melambai padaku. Aku membalas dan segera berjalan ke arahnya. Kami duduk berdampingan diatas pasir pantai sambil melihat Younie, Chullie, Eun Hye dan Sarang bermain air bersama.

“Teukie-ah, aku rasa aku sama sekali belum berubah. Apakah kau sudah berubah?” tanya noona tiba-tiba. Aku sempat terkejut dengan pertanyaannya dan menoleh ke arahnya, tapi tatapan noona masih terpaku lurus ke depan.

“mollayo. Tapi aku rasa aku sudah berubah noona. Sebenarnya aku tidak berencana untuk ke sini, tapi kata hatiku mengatakan padaku untuk tidak terus menghindar.” Balasku.
”aigoooo~ dongsaengku sekarang sudah jadi dewasa rupanya.” Kali ini noona menatapku dan mengacak rambutku. Aku memegang tangannya, menghentikan dia mengacak rambutku. Kulihat matanya berair.

“aku masih sama, Teukie-ah, aku masih sama seperti Eun Joo yang kau kenal dulu. Eun Joo yang menyukaimu. Tapi aku bukan lagi Eun Joo yang egois. Aku tidak ingin menyakitimu lagi Teukie, aku hanya berharap kau bisa bahagia sekarang.” balas noona.
”aigooo, sepertinya noona ku juga sudah bertambah dewasa.” Balasku, kini aku yang mengacak-acak rambutnya. Noona berpura-pura marah dengan kelakuanku, tapi akhirnya dia tertawa.

“akankah kau bahagia bersamanya?” tanya noona serius.

“bagaimana menurutmu noona?” aku balik bertanya pada noona. Noona mengangkat bahunya dan kembali menatap lurus.

“entahlah, aku tidak yakin. Tapi kalau kau bersama denganku, kau pasti akan bahagia.” Jawab noona penuh percaya diri.

“mwooo? Noona memang tidak berubah, masih saja percaya diri seperti sebelumnya.” Ejekku.

“Teukie-ah, kau harus bahagia bersamanya, araseo?”

“ne noona. Aku pernah menyukaimu dan aku tidak menyesali itu. Mianhae, karena aku kembali bukan untuk bersama noona lagi, tapi justru untuk mendapat restu noona.” Kataku lirih.

“gweanchana. Yang terpentingkan kau bahagia.”

“noona, aku akan mendoakan semoga kau mendapatkan namja lain yang jauh lebih baik dariku.”

“keurom, aku akan mendapatkan namja yang 100 kali lebih baik darimu.” Noona terkekeh mendengar kata-katanya sendiri. Aku hanya bisa tertawa kecil dan menggeleng-geleng melihat kelakuan noona yang masih seperti anak kecil. Kualihkan lagi padanganku ke arah teman-temanku. Kulihat Sarang berlari pergi, diikuti oleh Chullie dan Younie.

Aku menghampiri Eun Hye yang terpaku melihat mereka berlarian.
”waeyo?” tanyaku.

“kata Sarang dia sedang tidak sehat dan mau kembali ke villa duluan, dan dia berlari begitu saja.”

Apakah dia sakit. Batinku. Dia memang sudah terlihat agak aneh sejak tadi pagi.

Aku menyusul mereka kembali ke villa, kulihat Younie dan Chullie sedang duduk di ruang tamu.

“mana Sarang?” tanyaku langsung pada mereka berdua. Mereka sempat kaget melihat kemunculanku, tapi mereka kompak menunjuk kamar.

Aku mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban.

“sedang apa dia di sini? Bukankah dia sedang bersenang-senang dengan Eun Joo noona?” suara Chullie yang berjarak beberapa meter dariku terdengar sangat jelas.

“mana ku tau, kenapa aku harus peduli?” balas Younie cuek.

“tapi apa kau tidak berpikir ini aneh? Diakan berbaikan dengan noona, kenapa dia harus peduli pada Sarang?” lanjut Chullie.

“mungkinkah Eun Joo unnie sudah tidak mau pada Teukie?”

“yaaaa! Berhentilah bergosip dibelakangku!!” teriakku kesal. Sarang juga belum menjawabku, karena pintu tidak terkunci, kuputuskan untuk membukanya dan masuk. Sarang yang sedang berbaring di tempat tidurnya langsung terbangun, kedua matanya basah karena menangis.

“Sarang-ah, waeyo?” tanyaku sambil mendekatinya.
”oppa, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“aku mengkhawatirkanmu lagi. Kau sakit?” kuletakkan telapak tanganku di keningnya, tapi buru-buru ditepis oleh Sarang.

“oppa, berhentilah bersikap baik padaku.” Kata Sarang pelan.

“sepertinya kau benar-benar sakit. Memangnya salah kalau aku bersikap baik?” tanyaku bingung.

“tidak salah, tapi kalau oppa berbuat baik padaku, itu salah! Karena oppa hanya akan membuatku tambah membencimu! Jadi berhentilah bersikap baik padaku!” suara Sarang sedikit meninggi membuatku terkejut.

“Sarang-ah, apa aku berbuat salah padamu? Kenapa kau marah padaku?”
”ya, oppa berbuat salah padaku. Jadi menjauhlah dariku oppa!” teriak Sarang lagi, kali ini suaranya kembali meninggi.

“kau ingin aku menjauh darimu? Sungguh? Kau tidak akan menyesalinya?” tanyaku bersungguh-sungguh.

Sarang tertunduk dan memikirkan kata-kataku. Baru saja dia mendonggakkan kepalanya dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, kuraih pinggangnya dan dalam hitungan detik aku telah berhasil melumat bibir mungil miliknya. Sarang meronta-ronta dan mencoba untuk melepaskan diri dariku, meski pada akhirnya dia menyerah dan tidak melawanku lagi. Kuakhiri ciumanku ketika kurasakan kami berdua sama-sama kehabisan nafas. Sarang tertunduk lagi dan tidak berani menatapku, kudekatkan wajahnya padaku dan memaksa dia menatapku.

“naddo saranghae.” Kataku pelan, tapi bisa didengar jelas oleh Sarang. Ekspresi pertama Sarang yang kutangkap adalah matanya yang membelalak, detik selanjutnya, mulutnya terbuka lebar membentuk huruf O.

tawaku meledak melihat reaksinya yang sangat sangat sangat lucu.

“m-mwo?” tanya Sarang bingung.
” aku bilang aku juga menyukaimu.” Ulangku.

“ta-tapi.. aku kan tidak pernah bilang kalau aku menyukai oppa.” Kata Sarang kebingungan.

“siapa bilang? Kau pernah mengatakanya padaku.” Jawabku masih menahan tawa karena melihat reaksinya yang semakin menjadi-jadi.

“ka-kapan?”

“hmmm, waktu kau mabuk. Kau bilang bahwa kau sangat menyukai. Bagaimana mungkin kau bisa lupa?” omelku.

“aku ..”

“jangan bilang kalau kau tidak mau mengakuinya. Jangan berbohong padaku.” Dengan cepat aku memotong kata-katanya sebelum dia sempat mengubah keputusannya.

“tapi oppa, bukankah kau masih menyukai Eun Joo unnie?” Sarang terlihat agak ragu ketika menyebutkan nama noona.

“siapa yang bilang? Chullie? Younie? Atau aku pernah mengatakannya padamu?” balasku sengit.

“aniya, geundae.. bukankah kau kembali ke sini karena dia?”
”kalau yang itu memang benar. Aku memutuskan untuk datang ke sini memang karena noona.” Raut wajah Sarang terlihat sedih ketika aku mengatakannya.

“tapi itu karena aku ingin menyuruh noona berhenti menungguku. Aku sudah berubah, bukan Teukie yang menyukainya lagi, tapi Teukie yang menyukai Sarang.” Lanjutku pelan.

“jinjja? Oppa menyukaiku? Tapi kenapa?” tanya Sarang masih tidak percaya.

“hmm, aku juga tidak tau kenapa aku lebih menyukaimu, padahalkan Eun Joo noona jauh lebih cantik darimu.” Godaku. Sarang langsung memberengut dan menunjukkan wajahnya masamnya yang lagi-lagi berhasil membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

“jangan cemburu, jagiya. Meskipun noona lebih cantik, tapi aku hanya menyukaimu seorang saja, ara? Dan jangan tanya kenapa aku menyukaimu. Aku menyukaimu karena kau adalah Lee Sarang, itu saja, tidak ada alasan lain.” Lanjutku.

“lalu kenapa oppa ingin pindah kamar? Kupikir oppa membenciku, makanya oppa ingin menjauhiku.”

“bagaimana mungkin aku membencimu? Dan aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Harusnya kau tau itu. Sejak aku sadar bahwa aku menyukaimu dan kau juga menyukaimu, kita sebaiknya jangan tidur di kamar yang sama. Aku takut kalau aku tidak bisa mengendalikan diriku dan aku tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan padamu.” Aku menyeringai nakal padanya. Sarang hanya tertunduk malu, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat sekarang ini.

“Sarang-ah, kita tidak bisa membiarkan hubungan kita diketahui oleh teman-teman sekolah karena aku masih harus menyamar sebagai yeoja selama satu tahun lebih. Tapi aku berjanji, setelah persyaratan konyol ini berakhir, aku pasti akan membiarkan semua orang tau bahwa kau adalah milikku, araji?”

Sarang mengangguk-angguk cepat kemudian melingkarkan kedua lengannya di leherku.

“oppa saranghae.” Bisiknya. Aku balas memeluknya. Selama beberapa menit kami tetap diam dalam posisi kami, merasa nyaman dan tidak ingin mengakhirinya. Tapi pada akhirnya, aku melepaskan pelukan Sarang dariku, menarik wajahnya mendekatiku, jarak yang sangat dekat, hanya 1 cm lagi maka aku akan bisa melumat bibir mungilnya lagi, tapi …

“ya, ya, ya, ya! Cukup sampai di situ saja ya.” Chullie tiba-tiba saja muncul dan menarik tubuhku menjauhi Sarang, sementara Younie duduk di samping Sarang.

“kalian membuatku iri saja.” Ledek Eun Hye yang tengah berdiri di depan pintu.

“kenapa kalian mengangguku sih? Kalian kan sudah punya pacar sendiri-sendiri. Seharusnya kalian senang melihatku bahagia, bukannya malah menggangguku.” Omelku berpura-pura kesal, atau aku memang sungguh kesal pada para sahabatku yang sangat ‘baik’ ini?

“itu kan karena kami peduli padamu, dan aku takut Sarang tidak akan pulang dalam keadaan sehat.” Goda Younie. Oh my, bahkan Younie pun ikut-ikutan menjadi iblis setelah pacaran dengan Chullie.

“waaah~ sepertinya kita harus menyiapkan jadwal untuk double-date, Teukie.” Cerocos Chullie.

“mwo? Double-date?” teriak Younie dan Eun Hye berbarengan.

“yaaa! Apa maksudmu? Harusnya kan triple-date!” omel Eun Hye pada Chullie.

“loh? Kau mau date dengan siapa?” tanya Chullie berpura-pura polos.

“benar, Jin Ki kan sedang tidak ada di korea, bagaimana kalian bisa date?” tanyaku yang membuat Eun Hye kesal

“huh, awas saja kalian berdua. Kalau Jin Ki pulang akan kusuruh dia untuk mengomeli kalian karena menindasku.”

“sudahlah, Eun Hye, jangan pedulikan mereka.” Younie mencoba menenangkan Eun Hye.

“benar unnie, kita tinggalkan saja mereka, kajja, kita makan!” teriak Sarang sambil menarik Eun Hye dan Younie keluar dari kamar. Sementara aku dan Chullie hanya bisa meneriaki mereka dan akhirnya mengikuti mereka ke dapur.

 

THE END …

 

A/N : hehe, tamat, finally~ tapi mian kalo part yang ini pendek and geje pula >.< author lagi kehabisan ide neh~

&& lagi kejer tayang buat tamatin semua ff series and mulai dengan ff ttg Girlband itu^^~

dont be silent readeer^^

Iklan

11 thoughts on “There’s an Angel [Wings 7] Last”

  1. 1st??
    Hehe.. Chingu bkin sequelny dong pas s teuki nkah ma sarang.. Hehehe.. Tpi klo g mw jga g papa ko.. Cma sran jah..
    Co cwitt s sarang ma teuki.. Hehehehe..

  2. akhirnya happy ending, teukie oppa so sweet banget deh. Jadi cemburu deh ma sarang.
    Author, ffnya keren. Aku sukaaaa bacanya ^^,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s