The Newest Girlband (News 1)

a/n ::. sebelumnya author mau minta maaf dulu karena baru publish chapter 1 nya sekarang >.< karena belakang ini author depresi berat ditambah lagi harus ngerjain laporan ;P Happy Reading chingudeul^^~~

 

AUHTOR : Yuyu a.k.a Youn Ji

Cast :

  • The Rest of Super Junior member
  • The Rest of SHINee member
  • The Rest of Bigbang member
  • The Rest of SNSD member
  • CL (2NE1)
  • So Hye Won (H:ART)
  • Lee Ji Hae (H:ART)
  • Kim Hee Mi (H:ART)
  • Berli (H:ART)
  • Lee Hyun Mei (H:ART)
  • Lee Hyun Min (Solo Singer)

The Newest Girlband (Character)

 

BERLI POV

“hei, irona, ppali! Dasar kalian pemalas!” teriakku di salah satu kamar dorm H:ART. Kamar ini milik Hyewon eonnie, Jihae eonnie dan Hyunmei. Sementara kamarku dan Heemi ada di sebelah. Karena tidak mendapat respon dari ketiga penghuni kamar ini, dengan kesal aku menyenggol mereka dengan ujung kakiku.

“hoaaaam, eonnie pagi-pagi udah berisik deh.” Sahut si maknae Hyunmei sambil menguap, kemudian bangkit dan duduk bersila diatas tempat tidur.

“bangunkan dua eonnie mu itu, susah sekali sih.” Omelku sambil berjalan keluar dari kamar mereka. Aroma makanan yang menggugah selera langsung menyambutku di ruang makan.

“waaah, kelihatannya sangat nikmat. Selamat makan!” kataku begitu duduk dan bersiap mengambil sendok dan garpu.

“tunggu member yang lainnya dulu.” Sergah Heemi yang langsung merampas alat makanku, aku hanya bisa memandangi makanan itu dengan mata lapar.

Tidak lama, Hyunmei dan Jihae eonnie sampai di ruang makan. Wajah mereka terlihat lebih segar setelah mandi.

“loh, mana Hyewon eonnie?” tanyaku karena tidak melihat Hyewon eonnie. Mereka hanya menggeleng pasrah, Hyewon eonnie memang yang paling susah dibangunkan. Tapi wajar saja sih, beberapa bulan yang lalu album perdana kami keluar. Sambutannya cukup baik, dan lagi kami sibuk mempromosikan album tersebut sampai-sampai kami hanya bisa tidur paling lama 4 jam. Apalagi Hyewon eonnie yang merangkap sebagai leader, pastinya lebih menderita.

Kami berempat memutuskan untuk makan tanpa menunggu Hyewon eonnie, kalau harus menunggu Hyewon eonnie, kurasa kami tidak jadi sarapan, tapi makan siang.

“eh, kau surfing internet lagi, Mei?” kulihat Hyunmei sedang duduk di depan meja komputer sambil senyum-senyum sendiri.

“iya, eon. Lagi cari-cari video di Youtube, nih ada video kita diacara kemarin. Komentar mereka lucu-lucu.” Balas Hyunmei dengan tatapan yang terus terkunci dilayar komputer.

Ding! Dong! Ding! Dong! Kudengar bel dorm berbunyi, tapi Hyunmei terus asyik sama kegiatannya dan gak berniat membuka pintu. Heemi dan Jihae unnie pun sedang asyik menonton tv. Mau tidak mau aku yang harus membuka pintu.

“Younji eonnie.” Younji eonni berdiri diambang pintu dengan pakaiannya yang rapi. Beberapa paperbag digenggaman Younji eonni terlihat seperti akan terjatuh, kubantu mengambil beberapa paperbag sambil mempersilakan eonni masuk.

“Younji eonni, annyeong.” Sapa semua member—kecuali Hyewon eonni—yang menghentikan kegiatan mereka selama beberapa detik.

“mana Hyewon?” tanya Younji eonni sambil melihat sekeliling. Kami hanya bisa menggeleng sebagai jawaban. Younji eonni terlihat kesal, paperbag nya diletakkan begitu saja di meja ruang makan dan berjalan ke kamar Hyewon eonni.

“cepat ganti baju kalian, kita akan berangkat sebentar lagi. Ada acara yang harus kita hadiri.” Perintah Younji eonni sebelum masuk ke kamar Hyewon eonni.

 

HYEWON POV

Mataku masih terasa sangat berat, tapi aku mendengar suara berisik dan sesuatu yang mengguncang-guncang tubuhku. Apakah ada gempa? Dengan terkejut aku membuka mataku, menatap sekeliling. Tidak ada gempa ataupun bencana alam lainnya, tapi Younji eonni, manager H:ART sedang berkacak pinggang sambil menatapku kesal.

“aaah, eonni. Ada apa sih pagi-pagi sudah ke sini?” kataku dengan malas-malasan dan kembali membenamkan diriku dibalik selimut.

“irona, kalian harus ke kantor—SME building—hari ini, jam sebelas.”

“mwooooo!!?” teriakku tidak percaya. Kuambil jam tanganku yang tergeletak begitu saja di meja, 20 menit lagi jam 11. aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap. Semua member dan Younji eonni sudah menungguku tidak sabar di ruang tengah.

“aah, perutku lapar.” Ocehku tidak karuan selama kami berada di dalam van dalam perjalanan ke kantor.

“salah sendiri tidak bangun pagi.” Timpal Berli.

“aku kan harus tidur yang banyak, aku ini masih dalam masa pertumbuhan.” Balasku tidak mau kalah.

“ya ampu eon, eonni tuh udah tua, udah gak bertumbuh lagi. Yang masih bertumbuh itu Hyunmei, bukannya eonni.” Mulut tajam Heemi membuatku tidak mampu menjawab.

“kajja, ayo turun.” Ajak Younji eonni sesampainya kami di kantor. Ada apa sih tiba-tiba kami disuruh ke kantor? Padahal hari ini kami seharusnya kan tidak ada jadwal.

Kami berlima berjalan mendahului Younji eonni yang asyik berbicara ditelpon. Kami sampai di sebuah ruangan yang belum pernah kami masuki sebelumnya. Karena aku yang berjalan paling depan, jadi aku yang membuka pintunya. Bersamaan dengan pintu yang terbuka, terdengar suara gaduh dari dalam ruangan.

“SURPRISE!!!!” kami semua membelalakkan mata tidak percaya. Di dalam ruangan yang cukup besar itu, ada Super Junior sunbae, SHINee sunbae dan SNSD sunbae. Mereka semua tersenyum lebar melihat kedatangan kami. Kami yang tidak mengerti apa-apa hanya memandang ke belakang, mendapati Younji eonni yang juga tersenyum lebar.

“Ini pesta untuk debut kalian. Mereka yang merencanakannya.” Kata Younji unnie sambil menunjuk para sunbae di dalam ruangan.

Hanya butuh beberapa menit hingga semua orang larut dalam suasana pesta kecil-kecilan ini. Kulihat Hyunmei langsung mendekati Hyunmin eonni—oenninya Hyunmei—yang sedang ngobrol dengan Eunhyuk oppa, Heemi dan Berli pun asyik berbincang-bincang dengan SNSD sunbae, serta Jihae yang sekarang entah ada di mana. Perutku yang sejak pagi belum terisi langsung meronta begitu melihat makanan yang ada diruangan. Mengobrol dengan mereka bisa menunggu, tapi perut kosongku tidak bisa menunggu lagi untuk diisi. Aku melihat-lihat makanan tersebut dan memilih beberapa yang ingin kumakan.

“ah, enaknya.” Kataku pada diriku sendiri dengan suara pelan.

“jinjja? Kau seperti orang kelaparan.” Sebuah suara berkarisma yang sangat kukenal membuatku nyaris tersedak.

“hei, makannya pelan-pelan saja, nih.” Dengan tangan kanannya dia menyodorkan segelas minuman dan tangan kirinya menepuk-nepuk punggungku pelan.

“go-gomawo, Jinki-ah.” Kataku setelah meneguk minuman yang diberikannya. Sebuah senyum terukir dibibirnya.

“chukkae, akhirnya kalian debut juga. Bagaimana rasanya jadi leader?”

“haaa, baru menjadi leader selama beberapa bulan, tapi aku sudah merasa sangat berat.” Kataku putus asa.

“jangan seperti itu, jalan yang harus kalian lalui kan masih panjang. Jangan menyerah secepat ini dong. Kalau ada masalah atau butuh nasihat, kau bisa cari aku. Atau Leeteuk hyung dan Yunho hyung yang sudah lebih berpengalaman dariku, araseo?” aku hanya mengangguk malu dan sedikit menundukkan wajahku. Kurasakan tangan Jinki mengelus puncak kepalaku. Omo! Jantungku rasanya mau meledak.

Mungkin Jinki tidak menyadarinya, tapi aku sangat menyukainya. Sejak pertama kali kami bertemu ketika masih training, sampai saat ini. Dialah motivasiku—selain uang—yang membuatku mampu bertahan sampai aku debut bersama dongsaeng-dongsaengku sebagai H:ART.

 

HYUNMEI POV

“waaaah, Hyunmin eonni, kau juga datang?” tanyaku girang dan langsung menghambur dalam pelukan Hyunmin eonni.

“ne, tentu saja aku harus ikut merayakan debut kalian. Apalagi kalian juga merayakan debut soloku tahun lalu.” Hyunmin eonni balas memelukku.

“ah, Eunhyuk oppa. Apa kau masih mengejar-ngejar Hyunmin eonni?” tanyaku tanpa basa-basi. Kulihat wajah Eunhyuk oppa dan Hyunmin eonni memerah bersamaan.

“omo! Jangan-jangan kalian.. “ kata-kataku menggantung untuk melihat reaksi mereka.

“ssst. Ini masih rahasia. Kau tau sendirikan kita tidak diperbolehkan untuk menjalin hubungan?” Eunhyuk oppa meletakkan jari telunjuknya di depan mulutnya sendiri. Aku menutup mulutku dengan kedua tangan dan mengangguk mengerti.

Setelah puas menganggu Hyunmin eonni dan Eunhyuk oppa, aku mengambil segelas minuman untukku sendiri. Tapi karena tidak hati-hati aku justru menumpahkannya ke bajuku sendiri. Huh, dengan sedikit menggerutu aku berjalan keluar dari ruangan dan menuju toilet. Aku menunduk mencoba untuk membersihkan noda dibajuku dengan tangan, dan BRUKK! Aku merasa menabrka sesuatu hingga membuatku terhempas.

“aaah, cheongsohamnida.” Kataku sambil membungkuk berkali-kali.

“aissssh, kalau jalan lihat ke depan dong, jangan menunduk terus. Untung saja aku tidak terluka.” Ujar namja yang kutabrak. Aku mendongakkan kepala untuk melihat namja ketus itu. Namja itu mengenakan kaos v-neck berwarna ungu tua, kacamata hitam dan topi.

“kenapa melihatku terus? Mau minta tandatangan?” tanyanya lagi. Aku mendelik dan tertawa kecil mendengar kata-katanya, sementara dia hanya mengerutkan keningnya dan menatapku dengan tatapan aneh.

“memangnya siapa kau? Sampai-sampai aku harus minta tanda tanganmu?”

“mwoo? Kau tidak kenal Cho Kyuhyun dari Super Junior?” kali ini namja itu melepaskan kacamata hitamnya.

Aku menggeleng kecil, “ sepertinya kau tidak cukup terkenal.” Kataku sinis dan berjalan meninggalkannya. Meski sudah membelakanginya, aku bisa merasakan tatapan tajamnya yang menusuk, hingga rasanya tatapan itu bisa menembus kulitku.

Huh! Siapa yang tidak kenal dia? Cho Kyuhyun, tentu saja aku kenal. Aku bahkan sangat menyukai suaranya yang manis dan lembut itu. Tapi sayangnya sikap dia tidak seperti suaranya itu. Sikapnya menjengkelkan sekali, gak apa-apa kan kalau aku kerjai dia seperti tadi? Biar tau rasa tuh namja sombong.

 

HEEMI POV

“aduh, kenapa aku jadi gugup ya?” kulihat Berli sedang meremas-remas tangannya. Kami sedang berada di belakang panggung, menanti giliran kami untuk tampil dalam Mcore.

“Hyewon eonni, kau tidak gugup?” tanya Hyunmei yang tidak kalah gugup dari Berli.

“eh? Gugup kok.”

“bohong. Dari tadi eonni senyum-senyum terus lihat penampilan SHINee.” Sahutku yang diikuti anggukan dari ketika member, Hyewon eonni hanya bisa nyengir gak jelas.

“selanjut, masih dari SME, sebuah girlband yang baru saja debut akan membawakan lagu andalan mereka secara live untuk pertama kalinya. Mari kita sambut, H:ART!!” teriak MC acara yang berarti bahwa giliran kami tampil sekarang. Kami berpapasan dengan SHINee yang turun dari panggung. Kulihat Onew memberikan semangat pada Hyewon eonni, dan wajah Hyewon eonni memerah. Pasti ada sesuatu nih.

“Heemi-ssi, fighting.” Sahut Minho yang tiba-tiba saja ada di sampingku, disusul oleh Key Jonghyun, Taemin dan Onew di belakangnya.

Lampu panggung sedikit meredup ketika kami mengambil posisi. Aku dan semua member—yang sama gugupnya—mencoba setenang mungkin dan memberikan pertunjukan terbaik kami. Intro mulai mengalun diiringi lampu panggung yang mulai menerang. Hyewon eonni yang merupakan lead dancer mengambil posisi ditengah dan mulai menggerakkan tubuhnya sesuai irama, lima detik setelah sesi solo dance Hyewon eonni, aku dan Hyunmei sebagai sub dancer yang mengapit Hyewon eonni dikiri dan kanannya mulai ikut menari mengimbanginya. Sebelum menyanyikan lirik lagu, Jihae eonni dan Berli yang berada di ujung melengkapi gerakan kami.

[Berli] Watch the fireworks with yourself, Go for a drive along with yourself
Face your weakness break up with it, Travel by yourself, Dream by yourself
[Hyunmei] Drink a can of icy cold beer; irrigate your long awaited dimples
Let smiles return to the pinks on your lips
(Jihae) Who said that girls don’t have ROCK ‘N ROLL
[Hyewon] I tell myself when I am the only one left, who will be my hero?


[ALL] Cannot see, cannot find, cannot find your HERO
Why don’t you become your own sky supporting SHERO
You can be, I can be, the one who will pass through hell and high waters for oneself

(S-H-E-R-O)


[Heemi] Like an empress brandishing her arrogant cloak
First turn around, first free yourself, first say goodbye, first breakway
The world is behind his back so it was actually that vast
[Hyunmei] Use a strong and a gentle and a firm fist,
To knock out the beat to a brand new life

[ALL] Cannot see, cannot find, cannot find your HERO
Why don’t you become your own sky supporting SHERO
You can be, I can be, the one who will pass through hell and high waters for oneself

(S-H-E-R-O)

(RAP)
(Jihae) In my chronicles, it has been written
To revise History into Herstory
In my memoir, happiness will extend a long time
[Berli]Then let me start building my kingdom today, I am an empress an ordinary

(S-H-E-R-O)

[ALL] Cannot see, cannot find, cannot find your HERO
Why don’t you become your own sky supporting SHERO
You can be, I can be, the one who will pass through hell and high waters oneself, cower no more
[Heemi] Do not need, do not search, do not wait, who needs a HERO
Come forward. become your own sky supporting SHERO
[Hyewon] You can be, I can be, the one who will pass through hell and high waters for oneself

(S-H-E-R-O)
[Hyunmei] Like an empress brandishing her own cloak

[ALL] S-H-E-R-O

(SHERO by S.H.E)

Lampu kembali diredupkan setelah penampilan kami selesai. Nafas kami masih sedikit tersengal-sengal sehabis menari dan bernyanyi. Tapi tepuk tangan dan sambutan dari fans membuat kami merasa baik-baik saja. Sebuah senyum terkembang diwajah kami berlima setelah turun dari panggung dan berjalan ke ruang ganti. Awalnya memang terasa sangat gugup, tapi setelahnya kami merasa nyaman dan merasa menyanyi diatas panggung itu sangat menyenangkan.

Aku berjalan dibelakang mereka berempat sambil menyeka keringatku dengan handuk kecil. Aku sedikit menunduk ketika menyeka bagian belakang leherku. Seseorang melewatiku dan tercium aroma yang kukenal. Aku menoleh untuk melihat orang yang memiliki aroma itu. Seorang namja bertubuh mungil memunggungiku dan berjalan ke panggung. Aku menatapnya selama beberapa saat, berharap bisa melihat wajah namja itu, tapi dia sama sekali tidak menoleh kebelakang.

“Heemi-ssi? Kenapa kau bengong di sini?” seseorang menepuk pundakku, Lee Donghae.

“ah, aniya.” Jawabku singkat.

“masih demam panggung ya? Tadi aku melihat penampilan kalian, sangat bagus. Good job.” Katanya sambil menunjukkan jempolnya.

“kamsahamnida.” Kataku sopan dan sedikit membungkuk.

“tidak perlu sesopan itu padaku. Ah, aku harus segera ke panggung, sekarang giliran kami lagi. Annyeong.” Donghae tersenyum padaku dan berlalu pergi. Member Superjunior lainnya menyusul dan naik ke panggung. Jadi, namja mungil tadi juga member Superjunior? Tapi, siapa dia? Kenapa aku merasa mengenal aromanya?

Kugelengkan kepalaku, mencoba mengembalikan pikiranku yang sudah melayang-layang dan membuat kepalaku sakit.

“loh, mana Jihae eonni?” diruang ganti, hanya ada 3 member dan Younji eonni.

“dia ada urusan mendadak. Setelah ini kalian tidak ada jadwal lagi, kalian boleh pulang dan istirahat.” Kata Younji eonni sambil membuka agendanya.

 

JIHAE POV

“ada apa sih menyuruhku ke sini?” omelku pada namja yang ada dihadapanku.

“huh, kenapa galak gitu sih? Aku kan kangen padamu!” sahutnya sambil memeluk.

“Kwon Ji Young!!!” aku berteriak dan melepaskan pelukannya, sebuah pukulan mendarat mulus di kepalanya. Jiyoung meringis pelan sambil mengelus kepalanya yang kupukul.

“ugh, kau ini kasar sekali sih padaku. Dan harusnya kau memanggilku oppa, bukannya Jiyoung.”
”arrrrgh! Jadi kau menyuruhku ke sini hanya untuk mengajakku ribut?”

“aniya, ada orang yang bawel terus dan menyuruhmu datang ke dorm bigbang.” Jiyoung menunjuk ke dalam dormnya. Terdengar suara teriakan yang samar-samar dan derap langkah yang cepat dan semakin mendekat.

“Jihae! Bogoshipo!” peluk namja berkemeja biru kotak-kotak itu. Belum sempat aku bereaksi, Jiyoung sudah menarik namja itu menjauhiku.

“yaaaa, aku kan hanya berjanji untuk membawa Jihae ke sini, tapi tidak pakai acara peluk-pelukan begitu dong!” cerca Jiyoung yang kini membuat Seungri manyun.

“ada apa sih?” tanyaku bingung.

“nih, si Jiyoung kalah taruhan denganku. Sebagai hadiah, dia janji akan mengajakmu main ke dorm bigbang.” Jelas Seungri dengan wajah sumringahnya. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Jiyoun dan si maknae ini.

Aku masuk ke dorm dan disuguhi oleh makanan yang sangat banyak oleh Seungri. Dia mau membuatku gemuk, huh?

“Jihae-ah, tadi aku melihat aksi panggung kalian, kau keren sekali.” Kedua jempol Seungri terangkat tinggi, dan ekspresi wajahnya membuatku tidak bisa menahan tawa.

“waeyo?” tanyanya polos.

“ah, aniya. Neo, neomu neomu kyeopta.”

“hah, harusnya kau bilang aku tampan, bukannya lucu.”

“waeyo?” kali ini giliran aku yang bertanya padanya.

“pokoknya aku ingin menjadi tampan dimatamu supaya kau hanya melirikku, bukan Jiyoung atau namja lainnya. Neo, dekoya. Kau milikku, araseo?”

“mworago!!?” teriakanku sontak membuat seisi penghuni dorm langsung menghampiri kami.

“yaaaaa, Seungri-ah, apa yang kau lakukan padany?” tanya Jiyoung galak.

 

To Be Continue . . .

 

26 thoughts on “The Newest Girlband (News 1)”

  1. kereeennn
    >///<
    eonni~

    omo~
    gk tw msti comment ap lgi,,
    Part 2.a smga cpt keluar…
    Jia You!! jiejie!!!
    *btul gk bhsa.a??? bru bljr*

  2. Bagussssssss kerennnnnnn nice ff! Asik ada big bang nya juga, nanti mungkin ada cinta segitiga antara jihae-jiyoung-chaerin(cl) hahahaha #sotaumodeon part 2 jangan lama-lamaaaaaa ehey

  3. wew, annyeong new reader here ^__^

    wah, enak bgd yah jadi mereka deket sama shinee 😦 aku juga mau 🙂

    lanjut cepetan yah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s