what I’m doing this is a mistake (oneshoot)

cast: kim hyera

lee jinki

Apa kau percaya dengan ada angel  yang berubah menjadi manusia biasa?

Yah…aku percaya

Karena aku adalah angel itu, angel yang berubah menjadi manusia

aku mungkin sudah tak bisa dibilang angel lagi

Mana ada seorang angel yang lemah

Yang tak mempunyai kekuatan apa-apa

Angel yang telah menjadi manusia biasa

Hanya karena kesalahanku yang dulu

Tuhan…maafkan aku

***

Kim Hyera POV

Kututup buku diaryku itu

“sampai kapan aku harus begini?” batinku. percuma walaupun aku menangis darahpun tuhan tak akan memaafkanku, karena dulu aku telah melukai seorang manusia

Flashback

Kim hyera POV

Ketika aku disuruh tuhan untuk mengelihat  keadaan sebuah keluarga, di suatu rumah yang sangat besar, aku pikir keluarga ini hidupnya tentram, tapi ternyata tidak.

“aku benci oemma!!” teriak seorang yeoja. Saat aku duduk di jendela di dekat mereka. Aku bisa melihat jelas yeoja itu sangat marah, dan sangat benci kepada oemmanya. Ya..pasti mereka takkan bisa melihatku

“a..a..apa yang appa lakukan noumi?” kata oemmanya dengan nada ketakutan.

“huh..apa oemma babo hah!! Tentu saja aku marah sama oemma, karena oemma memberi warisan appa kepada oppa!” kata yeoja itu lagi

“m..m..ian anakku, appa yang menyuruh oemma untuk mewriskan hartanya kepada oppamu” kata oemmanya lagi.

“cih…memangnya aku percaya…oemma itu seorang pembohong” hardik yeoja itu lagi

BRUKK!!

Tiba-tiba pintu di dobrak oleh seseorang yang sepertinya oppanya noumi

“oppa!! Apa yang kau lakukan disini?” tanya yeoja itu tersenyum ramah

“Apakah ia sedang berakting, pura-pura ramah begitu” kataku cekikikan

“YANG SEHARUSNYA ITU KAMU NOUMI, APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH!!” teriak jinki, sambil memeluk oemmanya yang sudah menangis

“baguslah kalau kalian sudah berkumpul, aku punya kejutan untuk kalian!!” kata yeoja itu sambil tersenyum licik. Saat itu juga ia mengeluarkan pisau lipatnya dari dalam saku.

“apakah ia akan membunuh oemmanya sendiri?” tanyaku yang sedang melihat dengan jelas adegan itu. “huh..untuk apa aku melihat beginian, pasti nanti malaikat pencabut nyawa akan kesini. Aku malas bertemu dengannya” batinku. Tetapi ketika aku hendak mengibarkan sayapku. Aku melihat oemmanya menangis.

“no..u..mi..sayang..l…e..paskan” kata oemmanya yang sudah terisak

“dongsaeng oppa..tolong lepaskan pisau itu” kata jinki memelas, sambil tetap memeluk oemmanya. Dan membuatku tidak jadi pergi, aku tidak kuat melihat seorang oemma yang menangis. Terlebih lagi itu karena anaknya. Ya…aku adalah angel yang menghormati seorang oemma, bagiku seorang oemma itu adalah segala-galanya, karena oemma mereka bisa terlahir kedunia ini. Tanpa mengetahui penderitaan dan pengorbanan oemma. oemma tidaklah mudah untuk melahirkan seorang bayi, lihat penderitaan mereka saat melahirkan bayi. Ada oemmanya yang selamat, ada juga oemmanya yang meninggal saat melahirkan anaknya. Belum lagi mereka harus menjaga anaknya hingga kelak anaknya dewasa. “Dan sekarang apa yang dilakukan yeoja bodoh itu, kenapa ia hanya memikirkan harta” kataku sambil menggelengkan kepalaku

“tidak!! Tidak akan oemma! aku harus membunuh kalian agar aku bisa mendapatkan warisan appa” kata yeoja itu semakin mendekati oemmanya.

“baiklah noumi oppa akan memberikan semua warisan itu kepadamu” kata  jinki sambil berjalan mundur

“noumi sayang oppakan sudah bilang kalau..”

“AWAS OEMMA!!” kata jinki memeluk oemmanya dan tusukan itupun menusuk tepat di jantung  jinki. dan seketika itu juga jinki meninggal

“jinki!!! Jinki!!” teriak oemmanya sambil menangis

“akhirnya” kata yeoja itu sambil mencabut pisau yang telah menusuk jinki

“mampus kau!!” kata yeoja itu.

“yak!! Noumi apa yang telah kau perbuat!! sadarlah nak!!! dia oppamu” kata oemmanya yang semakin menangis meratapi anak sulungnya dibunuh oleh anak gadisnya sendiri.

“kau harus mati juga oemma!!” katanya sambil mendekati oemma, oemmnya pun semakin mundur

”jangan sayang!! Kumohon jangan bunuh oemma!” katanya memelas kepada anaknya ia sudah tidak bisa mundur lagi karena sudah mentok dengan dinding kamar

“waeyo oemma? Apa kau takut mati!!” kata yeoja itu, yang langsung menusuk kaki oemmanya

“aaaaaahhhhhhkkkkk….hah..hah..sakit..” kata oemmanya. Dan saat itu juga aku tak tahan dengan semua ini, aku ingin pergi tapi rasanya kakiku tak bisa diajak kompromi, dan akhirnya ku urungkan niatku untuk pergi dan memilih duduk di dekat jendela

“bagaimana oemma apa kau merasa enakkan?” kata yeoja itu masih dengan tersenyum licik, sambil mencabut pisau itu lagi

“huh..huh…am..p…u…ni…oe..mm..a..n.n..o..u..mi” kata oemmanya yang menahan sakit di kaki kanannya

“oemma, oemma….tidak ingin kau menggunakan harta itu untuk keperluan pesta dengan teman-temanmu. Appa dan Oemma tau kalau kau selama ini menghabiskan uang dan kartu atm oemma hanya untuk pesta dan belanja barang-barang yang tak berguna. Apakah kau tau sayang, appa sendiri yang ingin warisannya di berikan kepada oppa, karena appa ingin membantu anak yatim dan orang yang tidak mampu untuk mendapatkan apa yang pantas di dapatkannya, tapi appa sudah terlebih dahulu meninggalkan kita, dan pesan appa kepada oemma untuk mewariskan hartanya dan menjalankan apa yang appa lakukan” kata oemmanya yang masih menangis dan memegangi kakinya yang terus keluar darah.” Ya tuhan aku ingin sekali menolong oemma itu, aku ingin melindunginya, walaupun aku bisa menyentuh mereka. tapi aku tidak mengurusi masalah keluarga ini, ternyata keluarga ini sangat mulia, tapi mengapa anak gadis mereka ini pikirannya jahat sekali.” batinku

“kau…AKU SUDAH TAK PERCAYA LAGI PADAM!!  AKU BENCI APPA,OEMMA, DAN OPPA!! AKU BENCI KALIAN!!” katanya sambil hendak menusuk tepat ke jantung oemmanya. aku sudah tidak kuat lagi melihat ini. aku langsung menghampiri gadis itu dan langsung mengambil pisau itu dari tangannya dan menghunuskan pisau itu tepat di jantung yeoja itu. dan seketika itu juga yeoja itu mati. “Ya tuhan apa yang telah aku perbuat” batinku. Aku melihat ibu itu terduduk menangisi kedua anaknya.

“si..s..i..a..pa..kk..a..mm..uu?” kata oemmanya masih dengan nada terisak.”Apa ia bisa melihatku? Itu tidak mungkin, apa jangan-jangan….” batinku, dan saat aku melihat tangaku yang penuh berlumuran darah dan sayapku perlahan merontok. Akupun tersadar apa yang telah aku perbuat, aku melupakan peraturan dimana angel tidak boleh mengurusi dan menyentuh ataupun membunuh manusia, kalau bukan dari perintah-NYA. Aku angel yang bodoh, yang telah melanggar semua itu dan aku pasti akan di musnahkan. Sebelum itu terjadi aku ingin menyembuhkan luka oemma itu, sebelum kekuatanku telah diambil. Karena kau mengetahui kalau  dari angel itu bisa menyembuhkan penyakit yang para dokterpun tak bisa menyembuhkannya

“s..si..a..pa..kau!?” tanya oemma itu lagi

“tenang saja, aku bukan orang jahat.” Kataku

“kenapa, kenapa kau membunuh anakku?” katanya berusaha tenang. Aku berjongkok dan memegang tangan oemma itu yang  gemeteran

“karena aku tau kau adalah orang yang sangat mulia” kataku

“ne?”  tanyanya melihatku, matanya merah dan membengkak karena menangis. “Sungguh ya tuhan, aku ingin memeluk ahjumma ini”

“apakah masih sakit kakinya?”  kataku mengalihkan pembicaraan

“ne..masih”  jawabnya sambil melihat kakinya yang berlumuran darah. Dan langsung saja aku mencabut pisau yang tertancap di tubuh yeoja tadi, dan sontak membuat ahjumma itu terkejut.

“apa..y..a…a..ng..kkk..a..u..l..a..k..u..kan?”  katanya takut saat melihatku hendak menggoreskan pisau itu di lengan kiriku. Aku tak perduli dengan ucapannya, dan seketika itu juga darah merembes dari lenganku

“nak!! apa yang kau lakukan!!”  jawabnya panik, ketika melihat darahku mengalir dari lenganku

“ukk” sedikit sakit, mungkin kekuatanku sudah sebagaian di ambil oleh-NYA.“ aku baik-baik saja ahjumma”  kataku langsung menggeserkan lenganku ke arah luka oemma itu. Agar darah itu mengalir ke luka itu. Tetapi ternyata tidak bekerja,”ottohke?” batinku

“tuhan aku mohon, jangan ambil dulu kekuatanku. biarkan aku menyembuhkan luka oemma  dan menghidupkan anak sulungnya ini, kumohon berikan kekuatan untuk menghidupkan anak sulungnya. Aku mohon tuhan…”  tanpa terasa air mataku jatuh.

“tidak apa-apa, jangan memasakkan” kata ahjumma itu sambil menghapus air mataku, dan tiba-tiba saja darahku berubah menjadi warna hijau dan menutup luka oemma itu. “terimakasih tuhan, karena kau telah memberi aku satu kesempatan lagi” kataku, dan oemma itu, ia tersenyum  kepadaku

“terimakasih nak” katanya

“aku punya satu kejutan lagi, ahjumma” kataku sambil menggoreskan lagi pisau itu di bagian lengan kananku

“ne?” katanya bingung, langsung saja aku menggeserkan tangan kananku ke dada jinki, anak sulung ahjumma itu. dan seketika itu juga lukanya tertutup dan aku mencoba menaruh jariku di hidungnya. Ternyata berhasil, dia hidup kembali

“hmm…” katanya

“mwo?? Anakku…jjinkkiii” kata ahjumma itu sambil memeluk anaknya

“oemma?” tanya jinki

“ne, jinki ini oemma” kata oemma itu sambil mengelus rambut anaknya

“oemma, aku sayang padamu dan juga appa” katanya lagi

“ne  oemma, appa sayang dan bangga padamu” kata oemma itu lagi

Dan aku merasa saatnya aku pergi, aku sudah merasakan diriku menjadi tipis seperti hantu, bahkan aku sudah tidak bisa berpijak lagi.

“terimakasih angel…” kata oemma itu, samar-samar aku mendengar perakatannya dan sebelum menghilang aku sempat bilang “jaga keluarga anda, aku menyangimu juga” kataku dan langsung soskku langsung menghilang

***

Yah…aku kira aku sudah dimusnakan, tetapi ternyata tuhan itu maha adil. Aku tetap mendapat hukuman menjadi sebagai manusia yang lemah. Tapi aku tak pernah menyesalinya, karena itu memang kesalahan.

Sekarang aku akan berusaha menjalani hidupku yang baru, sebisa yang aku lakukan….aku akan berusaha. Ya…aku akan tetap berusa menjalani hidupku yang baru. “Hwaiting hyera” kataku menyemangati diri

THE END

mian baru bisa ngepost >.<

gara-gara sibuk school, maklum pengurus osis

kritik dan saran dari raeder sangat di butuhkan

gomawo ya dah baca…..

15 thoughts on “what I’m doing this is a mistake (oneshoot)”

  1. @kwon kalau banyak yang minta insyaallah aku lanjutin ^^
    Mian aku balasnya di hp…>.<
    Mian chingu,chingu author dmn?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s