The Last Time Part 14

Sebelumnya . . .

“Hyung . . .” aku berusaha merangkai kata-kata, agar hyungku itu tidak tersinggung. “Setelah kecelakaan minggu kemarin, entah kenapa aku selalu merasakan hal yang tidak enak akan menimpa dirimu. Aku selalu merasa akan kehilanganmu selama-lamanya. Setiap malam, akupun suka memimpikan hal-hal aneh tentang dirimu.”

“Apa itu?”

THE LAST TIME Part XIV

“Salah satunya, di mimpiku hyung memakai pakaian serba putih. Hyung berdiri di depan sebuah pintu yang juga berwarna putih. Aku dan member yang lain, tidak bisa menahan hyung. Kami terus memanggil hyung untuk kembali, tapi hyung hanya tersenyum dan masuk kedalam ruangan yang sangat terang. Lalu hyung tiba-tiba menghilang, dan pintu itu pun menghilang.”

“Kau jangan terlalu memikirkan sebuah mimpi, kau tahu sendiri kan. Mimpi itu hanya bunga tidur.”

“Kalau mimpinya hanya satu kali, aku tidak akan memikirkannya. Tapi aku sudah memimpikan hal itu selama seminggu ini. Jadi, aku mau mencoba. Semoga saja, bila aku tidur bersama hyung mimpi itu tidak akan datang lagi. Aku sudah lelah, setelah ,memimpikan hal itu. Aku selalu tidak bisa tidur. Kau lihat lingkaran hitam di bawah mataku kan?” sambil memperlihatkan mataku. Eeteuk hyung menatap kedua mataku.

“Ne, sekarang pejamkan matamu dan tidurlah! Mau aku matikan lampunya?” aku mengangguk.

“Hyuuuunggggg . . . .!!!” aku terbangun. Tubuhku basah karena keringat, kepalaku terasa sangat pusing.

“Gwaenchanayo?” ucap Eeteuk hyung yang terbangun karena teriakanku. “Kau bermimpi lagi?”

“Ne.” aku mengangguk lemas.

“Tenanglah, aku disini. Aku akan mengambilkan air untukmu.”

“Hyung!” aku memegang tangan Eeteuk hyung.

“Wae?”

“Aku ikut.” Aku berjalan mengikuti Eeteuk hyung dari belakang. Aku duduk di sofa ruang tengah. Eeteuk hyung menyalakan lampu ruang tengah. Keringat masih mengucur deras di pelipis dan tubuhku.

“Minumlah!” Eeteuk hyung memberikan segelas air putih yang dibawanya tadi. Dengan segera aku meminumnya. “Bajumu basah sekali, gantilah! Nanti kau bisa masuk angin. Pakai saja bajuku.” Kami berjalan masuk lagi kedalam kamar. Aku meminjam baju Eeetuk hyung. Setelah selesai, aku mendekati Eeteuk hyung yang duduk di pinggir kasur. “Tenanglah!” ucapnya sambil mengusap lembut punggungku. Aku langsung memeluknya dan menangis di pundaknya. “Tenanglah! Lihat, sudah jam 3 pagi. Tidurlah lagi!”

Aku menggeleng, “Aku tidak mengantuk.”

“Mau aku temani main game?” tawar Teuki hyung, aku mengangguk senang. Akhirnya kami pun bermain game sampai pagi. “Tapi ingat, jangan sampai manager hyung tahu. Dia bisa memarahi kita, terutama aku.” Aku mengangguk menyetujui.

Ryeowook POV

Aku terbangun dari tidurku. Karena aku harus menyiapkan sarapan untuk para member. Saat aku berjalan menuju ruang tengah, aku mendengar suara berisik. Tapi aku tidak tahu, suara itu berasal dari mana. Aku makin menajamkan pendengaranku, sampai akhirnya aku berhenti tepat di tengah-tengah ruang berkumpul para member. Suaranya berasal dari lantai atas, dan tepat diatas dorm ini adalah dorm para hyung.

“Siapa yang sudah menonton TV pagi-pagi begini?” kulirik jam dinding di ruang tengah. “Masih jam 6. Biasanya juga mereka bangun jam 8. Apalagi hari ini libur, tidak ada kegiatan. Aku pergi kesana atau tidak ya?” setelah kupikir-pikir, aku lebih baik memasak. Tidak ada yang membuatku tertarik kecuali memasak dan menyanyi.

Satu persatu member di lantai bawah sudah bangun, “Hyung, sedang apa kau disini?” tanyaku yang melihat Donghae hyung berada di dorm kami.”

“Aku semalam tidur disini, karena Kyuhyun memaksa ingin tidur bersama Teuki hyung. Aku mengalah dan tidur di kamarnya bersama Sungmin.” Aku mengangguk mengerti. “Kau masak apa?”

“Seperti biasa saja, sarapan di pagi hari.”

“Owh . . . aku tidak akan makan disini, jadi kau tidak perlu memasak banyak-banyak. Aku juga yakin, member di lantai atas tidak akan memakan masakanmu.”

“Wae?” protesku.

“Kau lupa? Kan ada Hankyung hyung, jadi pasti sekarang dia sedang membuat nasi goring Beijing untuk kita semua.”

“Ah, ne. aku lupa. Untung saja aku belum memasak, kalau begitu. Aku tidak akan memasak pagi ini.”

“Baguslah kalau kau mengerti.”

“Hyung, kau mau kemana?” ucapku ketika melihatnya akan keluar dorm.

“Aku mau kembali ke kamarku. Wae?”

“Aku ikut.” Aku langsung menyusul Donghae hyung yang sudah berada di mulut pintu.

‘’’

“Apa aku bilang, benar kan?” ucap Donghae hyung yang melihat Hankyung hyung sedang membuat nasi goreng Beijing.

Aku berjalan menuju ruang tengah, berniat menonton TV sambil menunggu nasi goreng matang. “Mwo?” aku kaget melihat Teuki hyung dan Kyuhyun sedang tidur disana. Di lantai pula, bukan di sofa. Kulihat tangan Kyuhyun masik memegang stik PS-nya. “Apa yang mereka lakukan?” gumamku.

“Mereka semalaman bermain PS.” Ucap Heechul hyung yang mendekatiku.

“Mwo? Pantas saja, tadi pagi aku mendengar suara TV.” Aku akhiranya membereskan bekas bermain mereka, dan menyelimuti mereka.

“Wookie, bangunkan mereka!” ucap Hankyung hyung setelah menyelesaikan nasi goring Beijingnya.

Aku segera membangunkan Teuki hyung dan Kyuhyun. Pertama-tama aku mebangunkan Teuki hyung yang tidak terlalu susah dibangunkan.

Leeteuk POV

Ah . . . lelah sekali. Aku merebahkan badanku di sofa ruang tengah. Member yang lain kembali ke kamarnya masing-masing karena terlalu lelah. Aku mencoba menutup mataku untuk tertidur. Tapi pikiranku langsung teringat dengan chemoteraphy yang harus aku jalani. Hari ini aku harus melakukan chemo. Aku segera mengambil kunci mobilku di dalam kamar.

“Hyung, kau mau kemana?” Tanya Donghae yang sedang berbaring di tempat tidurnya.

“Aku mau keluar sebentar. Kau mau titip sesuatu?”

“Kau tidak lelah? Bahkan untuk mandi saja, aku sudah tidak sanggup.” Aku menggeleng dan tersenyum, langsung keluar kamar.

Pandanganku fokus pada jalanan kota Seoul yang mulai sepi. Ya, aku selalu menjadwalkan chemoku pada malam hari agar tidak ada yang tahu. Aku melakukan chemo bersama dokter Han. Dokter yang selama ini merawatku.

“Hyung, kau darimana? Kau pucat sekali?” Tanya Shindong yang sedang mencari makanan di dapur.

“Aku tadi keluar sebentar. Benarkah wajahku pucat?” dia mengangguk yakin. “Mungkin, karena kelelahan. Ya sudah, aku mau istirahat dulu. Kau jangan terlalu banyak makan.” Aku langsung berjalan masuk kedalam kamar. Aku benar-benar lelah setelah menjalani chemo. Sebenarnya aku tidak mau menjalani chemo, lagi pula akhirnya aku akan mati juga. aku merebahkan badanku di tempat tidur. Donghae tidak terganggu dengan kedatanganku, dia sangat lelap.

Tok . . . tok . . .

“Hyung, kau sudah tidur?” Tanya Shindong dari luar kamar. Aku membukakan pintu untuknya.

“Waeyo?”

“Aku hanya ingin memberitahumu. Tadi Kangin hyung menelponku, dia bilang minggu depan dia akan wamil.”

“Oh, ne. Aku mengerti.” Shindong kembali ke kamarnya, aku menutup pintu kamar dan kembali ke kamarku.

Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Aku pasti akan sangat merindukannya. Tahun depan adalah jadwalku untuk mengikuti wamil, tapi masih bisakah aku mengikutinya? Aku mengusap kepalaku. ‘Sepertinya memang sudah saatnya.’ Batinku. Aku menutup mataku dan langsung tertidur.

Hari kami akan menemani Kangin untuk bertemu dengan para ELF. Kangin akan pamit untuk menjalani kewajibannya sebagai laki-laki Korea. Setelah pamit dari para ELF, kami semua menaiki mobil van yan sudah disediakan untuk mengantar Kangin. Satu persatu member memeluk Kangin, aku memeluknya terakhir karena aku ingin lebih lama memeluknya.

“Hyung, sampaikan salamku pada Hankyung hyung dan Kibum.” Pesannya padaku saat aku memeluknya.

“Ne, tentu saja. Aku pun titip salam untuk Boom hyung. Itu pun bila kau bertemu dengannya.” aku terus memeluknya lebih erat, dan menangis lebih keras. Aku takut, kalau ini akan jadi pelukan terakhirku untuknya. Entahlah, apa aku bisa bertahan menunggunya sampai lulus.

“Hyung, ada apa denganmu? Aku masih bisa menghubungimu.”

“Aku hanya ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya.”

“Ya! Kenapa kau bicara seperti itu. Waktu akan berjalan tanpa terasa, lagi pula tahun depan kau akan ikut WAMIL kan? Itu artinya kita bisa bertemu. Jadi kau tidak perlu berlebihan seperti ini.” Aku melepaskan pelukanku karena tidak ingin membuatnya curiga.

Tiba-tiba saja kepalaku sakit sekali dan badanku pun terasa sangat lemas, tapi aku harus bertahan. Aku melambaikan tanganku pada Kangin yang mulai memasuki tempat WAMIL. Setelah kangin tidak terlihat lagi, aku langsung berlari dan masuk kedalam mobil. Aku merebahkan tubuhku di jok belakang dan mengatur napasku yang tidak teratur.

“Hyung, kau kenapa?” Tanya Kyuhyun yang mengejarku.

“Gwaechanayo.”

“Wajah hyung pucat, dan napasmu juga tidak teratur. Lebih baik kita pergi ke dokter.”

“Aniyo, aku hanya kelelahan. Lebih baik sekarang kita pulang!” aku tidak banyak bicara lagi dan menutup mataku lalu tertidur. Aku bisa merasakan kekhawatiran dongsaeng-dongsaengku, tapi aku terlalu lelah untuk menanggapi mereka. Aku putuskan untuk diam saja.

Sungmin POV

“Kyunie, ada apa dengan Teuki hyung?” tanyaku khawatir.

“Molla, tadi dia langsung tidur seperti itu. Dan menyuruh kita langsung pulang.” Jelas Kyunie.

“Ya sudah.” Aku langsung meminta supir untuk melajukan mobilnya. Sepertinya Teuki hyung memang kelelahan dan ingin segera istirahat.

Semua member tertidur di dalam mobil karena terlalu kelelahan, tidak terkecuali diriku.

“Sungmin-ah, ayo bangun! Kita sudah sampai.” Ucap manager hyung. “Bangunkan hyung dan dongsaengmu yang lain!” perintahnya. Aku mengangguk. Kini giliran Teuki hyung yang aku bangunkan, sengaja aku membangunkannya yang paling terakhir. Tapi entah kenapa saat kutatap wajahnya yang sedang tertidur, aku melihat beban, sakit, kesedihan yang sangat mendalam. Ada apa dengannya? Teuki hyung tidak suka membagi apa yang dia rasakan pada kami, dia selalu menanggungnya sendirian.

To Be Continue . . .

5 thoughts on “The Last Time Part 14”

  1. teuki tabah yah…
    TTxTT
    aq gk bsa tbh kyk teuki,,
    skuat appn ushQ psti…
    *curcol*

    Part slnjt.a jgn lama ya Vay~~~
    Hwating^0^/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s