The Last Time Part 17 End

sebagai author yang baik nech, aku kirim ff ni ampe akhir deh. tapi jangan lupa komen ya!! aku pengen tahu tanggapan kalian mai ff ini. ok chingu!! Vay ^_^

Part 16 Part 15 Part 14 Part 13 Part 12 Part 11 Part 10 Part 9 Part 8 Part 7 Part 6 Part 5 Part 4 Part 3 Part 2 Part 1

Sebelumnya . . .

“Noona, bagaimana keadaan Teuki hyung?”

Untuk beberapa saat dia diam, “Dia baik-baik saja. Waeyo?”

“Noona, jangan bohong padaku. Aku tahu tentang penyakit Teuki hyung. Kumohon, beritahu keadaan Teuki hyung yang sebenarnya.” Kudengar suara tangis noona. Aku menjadi semakin khawatir. “Noona, katakana padaku!” kali ini aku berbicara cukup keras. Aku benar-benar takut.

THE LAST TIME Part XVII

“Jungsu . . . Jungsu . . . dia . . . dia kritis.” Ada sedikit rasa lega. Paling tidak, Teuki hyung belum meninggalkanku untuk selama-lamanya. Aku langsung memutusk sambungan telpon. Hari itu juga aku berangkat menuju Seoul.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kini aku sudah berdiri di depan sebuah rumah sakit. Tempat dimana Teuki hyung dirawat. Kulangkahkan kakiku masuk kedalamnya. Keadaan rumah sakit sudah benar-benar sepi, hanya ada beberapa suster dan dokter jaga yang berlalu-lalang.

“Suster, dimana ruangan tuan Park Jungsu?”

“Sebentar, saya cek dulu. Beliau berada di ruang 17, ruangannya berada di lantai 2.”

“Oh, kamsahamnida.”

Kini aku sudah berada di depan pintu bernomor 17. Aku mengintip dari balik jendela pintunya. Kulihat Teuki hyung sedang terbaring disana. Alat bantu pernapasan terpasang di hidungnya. Alat pendeteksi jantungpun terpasang di tubuhnya. Tanpa terasa, air mata mengalir di pipiku. Aku benar-benar tidak berani masuk kedalam. Aku terduduk lemas di depan pintu kamar Teuki hyung sambil menangis.

“Donghae-ah . . .” kurasakan seseorang memegang pundakku. Kuangkat wajahku untuk melihatnya.

“Noona . . .” ternyata noona Teuki hyung.

“Kapan kau datang?”

“Baru saja.”

“Ayo, masuklah. Jungsu pasti senang melihatmu, tapi sekarang dia sedang tidur.” Noona menarik tanganku. Sebenarnya aku tidak mau masuk, tapi aku sangat ingin melihat keadaan Teuki hyung. Kulihat tubuhnya yang terbaring lemas dari dekat, aku semakin tidak bisa menahan tangisku. Kugenggam tangannya.

Aku merasa seseorang mengelus lembut rambutku. Kuangkat kepalaku dan kubuka mataku. “Hyung, kau sudah bangun?” kulihat Teuki hyung tersenyum. Tangisku kembali pecah.

“Ya! Kenapa kau menangis?” ucapnya lirih.

“Kau sudah janji bukan, kalau sesuatu terjadi padamu. Kau akan memberitahuku? Kenapa kau ingkar?”

“Kalau aku memberitahu keadaanku padamu. Kau pasti akan meninggalkan keluargamu dan menemaniku disini. Kau tidak bosan?” aku menggeleng cepat-cepat.

“Aku tidak akan pernah bosan. Selama itu bersamamu.”

“Donghae-ah, dua hari lagi Sungmin ulang tahun, kau harus datang kesana. Tapi kumohon, jangan beritahu mereka tentang keaadaanku. Arasso?” aku diam tidak menjawabnya.

2 hari kemudian.

“Hyung, aku tidak mau kesana. Aku ingin menemanimu saja disini.”

Teuki hyung menggeleng, “Kumohon, datanglah kesana. Dan ingat, jangan beritahu keadaanku pada mereka. Manager hyung akan menemanimu kesana.”

Terpaksa aku mengikuti keinginannya. Aku dan manager hyung pergi ke rumah Sungmin hyung.

Sungmin POV

Eomma sudah banyak memasak makanan, tapi sahabat-sahabatku belum ada yang datang. Apa mereka membatalkan janji mereka untuk datang di hari ulang tahunku? Aku menunggu dengan gelisah di ruang tamu. Ini sudah hampir tengah hari, tapi mereka belum juga datang.

“Hyung, kau kenapa?” Tanya dongsaengku.

“Mereka belum datang.”

“Mungkin mereka terkena macet, tenanglah! Sekarang lebih baik kita jalan-jalan saja dulu di halaman depan. Kajja!” ajaknya sambil menarik tanganku, dan akupun menurut.

Kami berjalan-jalan cukup lama di taman. “Sepertinya akan hujan besar.” Ucapku sambil menatap langit yang mendung.

“Ne, kalau begitu kita kembali ke rumah hyung.” Aku mengangguk setuju.

“Sepi sekali, eomma . . . eomma . . .” aku masuk kedalam mencari eomma. Tapi tidak ada. “Eomma kemana?”

“Molla.” Jawab dongsaengku singkat. “Hyung, aku mau pinjam bukumu yang kemarin kau beli.”

“Ambil saja di kamar.”

“Ani, tolong ambilkan! Aku mau ke dapur.”

“Kau ini.” Terpaksa aku mengambilkannya.

“SURPRISE . . .!!!” saat kubuka pintu kamarku, aku mendapatkan kejutan yang benar-benar tidak kuduga. Sahabat-sahabatku hadir, bahkan Hankyung hyung dan Kibum pun datang. Aku senang sekali, satu persatu dari mereka memelukku untuk memberiku selamat. Tapi saat itu juga aku merasa sedih.

“Ya! Kenapa kau sedih seperti itu?” ucap Shindong.

“Teuki hyung, Kangin hyung. Mereka tidak ada.”

“Hyung, ini dari Teuki hyung.” Donghae memberikan sebuah kotak berwarna biru padaku.

“Lalu, dia sendiri mana?” ucapku kesal.

“Dia tidak bisa datang. Dia masih di Perancis.”

“Dia bohong padaku, dia sudah berjanji padaku akan datang. Hankyung hyung saja bisa datang, kenapa dia tidak bisa.”

“Hyung-ah, mengertilah keadaannya.” Ucap Donghae.

“Ne, lagipula dia memang yang paling jarang bukan mendapatkan hari libur. Jadi biarkanlah kali ini saja.” Ucap Eunhyuk.

“Tidak bisa, dia sudah berjanji.”

“Hyung, mengertilah keadaan Teuki hyung.” Donghae berteriak padaku. Aku dan yang berada di ruangan itu kaget dengan respon Donghae.

“Kau tidak perlu berteriak seperti itu.” Aku balik meneriakinya.

geunyang naega manhi apeun geotman arayo

eodiseo eotteoke jakkuman maechineunji nado moreujyo

Suara dering handphone Donghae memecah keheningan. Donghae keluar dari kamarku untuk mengangkat telpon.

“Hyung . . .!” Donghae menatap manager hyung lekat-lekat. Matanya merah dan mulai menangis.

“Donghae-ah, ada apa?” Tanya Heechul hyung sambil mendekatinya.

“Hyung, kita harus segera ke rumah sakit.” Ucap Donghae terisak.

“Rumah sakit? Siapa yang sakit?”

“Teuki hyung . . . Teuki hyung kritis.”

“Mwo?” ucap kami bersamaan.

Tanpa menunggu penjelasan Donghae terlebih dahulu, kami semua langsung berangkat menuju rumah sakit.

Kami semua berlari mengikuti Donghae. Kondisi Donghae terlihat tidak baik. Aku pun merasa takut, apa yang terjadi pada Teuki hyung? Kami sampai di depan sebuah kamar, kulihat orang tua Teuki hyung dan noonanya sedang menangis.

“Noona, bagaimana keadaan Teuki hyung?” ucap Donghae. Air matanya mengalir deras. Sementara kami yang tidak tahu apa-apa, masih bingung. Noona menggeleng.

“Noona, sebenarnya apa yang terjadi pada Jungsu?” Tanya Heechul hyung.

Noona Teuki hyung menjelaskan semuanya pada kami.

“Kanker Otak.” Kami semua benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan noona. Dan itu sudah berjalan hampir satu tahun ini. Seketika tangis kami semua pecah. Kulihat Eunhyuk dan Donghae yang memang sangat dekat dengan Teuki hyung menangis meraung-raung. Seketika itu pula aku teringat Kangin hyung. Haruskah aku memberitahunya? Kulangkahkan kakiku mendekati Heechul hyung.

“Hyung, haruskah kita memberitahu Kangin hyung?” kulihat Heechul hyung berpikir sejenak. Aku akan memintakan ijin, agar Kangin bisa datang. Siwon-ah, temani aku!”

Heechul hyung dan Siwon pergi untuk menjemput Kangin hyung. Tidak lama, dokter keluar.

“Bagaimana keadaan Jungsu dok?” ucap ahjumma. Dokter itu menggeleng.

“Keadaannya sangat kritis, dia ingin bertemu dengan kalian.” Dengan segera kami semua berhamburan masuk kedalam kamar Teuki hyung.

Leeteuk POV

Kulihat orang tuaku, noona, dan dongsaeng-dongsaengku masuk kedalam kamarku. Kulihat wajah mereka sangat sedih. Tapi aku harus tetap tersenyum.

“Sungmin-ah, kau sudah menerima kado dariku?” lirihku. Dia mengangguk. “Mianhae, karena aku tidak bisa datang di hari ulang tahunmu. Sebagai gantinya aku akan bernyanyi untukmu.”

“Saengil chukkae hamnida . . . saengil chukkae hamnida . . . saengil chukkae dear Sungmin . . . saengil chukka hamnida.”

“Ya, kenapa kau malah menangis?” Sungmin langsung memelukku dan menangis. “Aku lelah, aku ingin tidur.” Ucapku kemudian menutup mataku.

Hankyung POV

“Aku lelah, aku ingin tidur.” Ucap Teuki hyung kemudian menutup matanya. Ada rasa penyesalan dalam diriku. Selama ini aku selalu merepotkannya, dan kini dia berjuang sendiri melawan penyakitnya. Kudekati tubuhnya, kemudian kugengganm erat tangannya. Aku sangat merindukan tangannya yang selalu menyemangatiku. Kutatap lekat-lekat wajahnya yang putih pucat.

“Hyung, mianhae!” ucapku lirih.

Setelah menunggu kurang lebih selama 2 jam, akhirnya Heechul hyung dan Siwon kembali. Kangin dan Boom hyung bersama mereka.

“Dimana Teuki hyung?” Tanya Kangin cemas.

“Tenanglah, dia di dalam sedang istirahat  masuklah!” Kangin dan Boom hyung masuk kedalam kamar. Kami semua menunggu di luar.

“Kalian diminta masuk kedalam.” Ucap Kangin yang keluar dari kamar. Kami semua menurut dan masuk kedalam.

“Aku senang kalian semua bisa berkumpul disini. Boom hyung, kau terlihat tampan dengan potongan rambut seperti itu.” Ucap Teuki hyung tersenyum. Teuki hyung menatap kami satu persatu. “Gomawo, karena kalian telah menjadi keluarga kedua untukku. Mianhae, aku selalu merepotkan kalian. ” suara Teuki hyung semakin kecil. “Heechul, kuserahkan posisiku padamu. Kau bersedia kan?”

“Ani, aku tidak menerimanya. Kenapa kau berbicara seperti itu? Memangnya kontrakmu sudah habis?”

“Heechul-ah, kumohon!”

“Ani, sampai kapanpun kau yang akan menjadi leader kami. Tidak akan ada yang menggantikan posisimu.”

“Terserahmu sajalah, aku tidak akan pernah bisa menang darimu.”

“Hyung, minggu depan adalah ulang tahunku. Kau harus memberiku selamat pada saat itu.” Ucap Kangin yang kini terduduk di samping tempat tidur dan tidak hentinya mengeluarkan air mata.

Teuki hyung tersenyum, “Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu. Kau akan mendapatkannya saat itu. Tahun ini, kalian semua akan mendapatkan hadiah dariku. Meskipun aku tahu, saat itu mungkin aku . . .”

“Tidak, pada saat ulang tahun kami semua tiba. Hyung pasti bisa datang dan mengucapkan selamat pada kami.” Ucap Eunhyuk.

“Kangin-ah, setelah kau lulus nanti jangan lupa jaga Hongki. Selama kau WAMIL, dia sangat merindukanmu.”

Tiba-tiba tubuh Teuki hyung kejang, kami semua panik. Kulihat Siwon segera berlari keluar kamar. Tidak lama kemudian, dokter datang.

“Sebaiknya kalian semua tunggu di luar.” Ucap Dokter itu. Kami semua menurut. Semua member menangis, tidak terkecuali diriku. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter keluar. “Mianhae . . .” lirih dokter itu.

“Tidak mungkin, dokter bohong kan?” ucap Kangin sambil menarik kerah baju dokter. Kangin terlihat sangat marah. Shindong berusaha melepaskan Kangin. Kulihat Donghae dan Eunhyuk langsung berlari masuk kedalam kamar. Aku dan yang lainnya mengejar mereka. Kulihat tubuh Teuki hyung sudah tertutup kain putih. Donghae dan Eunhyuk menangis di atas tubuh Teuki hyung.

“Hyung-ah, kau sudah janji pada appaku. Kau akan menjagaku, tapi kenapa kau malah pergi?” ucap Donghae disela-sela tangisnya.

“Donghae-ah, tenanglah!” aku berusaha menenangkan Donghae. Sementara Sungmin, berusaha menenangkan Eunhyuk. kudengar teriakan Kangin di luar kamar. Shindong masih berusaha menenangkannya.

Eunhyuk POV

Hari ini tanggal 4 April 2011, genap umurku 26 tahun. Aku bahagia karena masih bisa menghirup udara dunia ini. Kini aku bersama kesebelas temanku, sahabatku, keluargaku sedang merayakan ulang tahunku di depan sebuah gundukan tanah. Tempat peristirahatan abadi orang yang sangat kami sayangi dan cintai.

“Hyung, hari ini adalah hari ulang tahunku. Gomawo untuk hadiahnya.” Ucapku sambil mengangkat segelas minuman di depan batu nisannya. “Tubuhmu memang tidak hadir bersama kami untuk merayakan ulang tahunku, tapi aku yakin jiwamu selalu hadir di hati kami. Tidurlah dengan tenang hyung, jangan khawatirkan kami. Karena kini, Heechul hyung yang akan menggantikanmu menjaga kami. Hyung . . . saranghae!” Butiran air mata mulai mengalir pipi kami semua.

Kurasakan sebuah tangan di bahuku, aku mendongakkan kepalaku. Donghae.

“Ayo kita pulang!” ucapnya. Kuanggukan kepalaku, kami semua berdiri untuk meninggalkan tempat itu.

Teuki hyung, sampai kapanpun kau akan menjadi hyung terbaik kami. Tidak akan ada yang bisa menggantikanmu. Semoga kau tenang disana. Saranghae!

THE END

11 thoughts on “The Last Time Part 17 End”

  1. huuuaaaaaaaa~
    nangis guLing guLing bacanya !!!! ><
    hua, oppa ngga boLeh meninggaL T_T ntar siapa yg ngurusin eviL maknae itu?
    hiks hiks

    untung cuma ff -,-
    kLo bneran , ngga bkLn brenti nangis deh .

    eonni ffna keren😀

  2. teukie oppa~~
    huhuhu

    nangis aq wktu bca yg pas di ultah.a sungmin
    teuki blg lelah,,mw tdr
    huhuhu…
    T^T
    double lgi srg.a

    NICE FF vay~*sksd*
    dTggu krya slnjt.a
    d(T^T)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s