KYUTEUK- Where are you? [One Shoot]

Cast       : Park Jungsu/Leeteuk

Cho Kyuhyun

Super Junior

Genre   : Brothership/Frienship

Author POV

Flash Back

Seorang anak laki-laki duduk di pojok kamarnya. Duduk dengan melipat kedua kakinya di depan dadanya sambil menundukkan kepala dalam tangkupan kedua tangannya. Dia menangis disana, ada rasa takut yang teramat sangat dalam tangisnya.

“Hyung, kapan kau pulang?” anak itu terus memanggil-manggil hyungnya. Terkadang dia menutup telinganya dengan kedua tangannya karena mendengar teriakan kedua orang tuanya yang sedang bertengkar di luar kamar. Suara pecahan piring terdengar dengan jelas oleh telinganya, itu semakin membuatnya takut.

“Kyuhyun-ah, buka pintunya. Ini aku, Jungsu hyung!” dengan cepat Kyuhyun membuka pintu kamarnya. Saat melihat Jungsu, dia langsung memeluk hyung satu-satunya itu. “Gwaenchana?” Kyuhyun tidak menjawab, dia terus menangis di pelukan hyungnya. “Sudahlah, kajja!” Jungsu menarik tangan Kyuhyun keluar kamar. Kyuhyun kembali menangis saat melihat keadaan rumah yang sudah sangat berantakan. Saat mereka akan melangkahkan kaki, tiba-tiba seseorang menarik tangan mereka.

“Aku akan membawa Kyunie.” Teriak eomma mereka.

“Aku akan membawa Jungsu. Buat apa anak tidak berguna itu? Dia tidak bisa apa-apa, bisanya hanya menyusahkan orang tua.”

“Hyuuunggg . . .” teriak Kyuhyun yang tidak mau dipishkan dari hyungnya.

“Kyunie . . .” teriak Jungsu yang juga tidak mau dipisahkan dari Kyuhyun.

Tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa, kekuatan orang tua mereka jauh lebih besar.

“Mianhae Kyunie-ah, setelah besar nanti aku akan mencarimu!” teriak Jungsu dari dalam mobil appanya.

Flash Back End

Kyuhyun POV

Itulah pertemuan terakhirku dengan hyungku satu-satunya. Hyungku yang paling aku sayang, hyungku yang selalu melindungiku. Aku tidak tahu sekarang dia dimana, bagaimana keadaannya. Bagaimana wajahnya sekarang? Saat kami dipisahkan umur kami masih sangat kecil, umurku 4 tahun sedangkan dia baru berumur 9 tahun. Aku dibawa eomma pergi keluar negeri, tepatnya tinggal di Jerman. Setahun setelah berpisah dengan appa, eomma menikah lagi dengan orang sana. Suami eomma sekarang lebih baik dari appa, dia juga sangat baik padaku. Dia menganggapku seperti anak kandungnya sendiri, aku senang akan hal itu. Karena eomma tidak akan mendapat penyiksaan lagi.

Saat ini, aku baru saja menginjakkan kakiku lagi di Korea setelah sekian tahun tinggal di Jerman. Aku menghirup udara Korea yang sudah tidak sesegar dulu lagi. Tujuanku kesini tentu saja untuk mencari Jungsu hyung. Aku memanggil sebuah taksi untuk mengantarkanku pada suatu tempat yang sudah lama aku tinggalkan.

“Kemana tuan?” Tanya supir itu. Aku menyebutkan sebuah alamat, supir itu langsung melajukan mobilnya. Akhirnya taksi yang aku naiki berhenti didepan sebuah rumah. Setelah membayar, aku langsung masuk kedalamnya. Dari luar, rumah itu tampak terawat. ‘Siapa yang merawatnya?’ pikirku. Tapi aku acuhkan, aku langsung memasuki halaman rumahnya yang penuh dengan bunga. ‘Apakah rumah ini sudah ditinggali oleh orang lain?’

“Ada yang bisa saya bantu?” sebuah suara mengagetkanku. Aku memutar badanku melihat siapa yang menyapa.

“Ne?”

“Ada yang bisa saya bantu?” ulang orang itu.

“Ehm . . . maaf, tapi siapa yang tinggal di rumah ini?” tanyaku akhirnya.

“Oh . . . tidak ada yang tinggal disini.”

“Lalu anda siapa?”

“Saya hanya orang yang dibayar untuk merawat rumah ini.”

“Siapa yang membayarmu?”

“Tuan Leeteuk.”

“Leeteuk? Siapa dia?”

“Anda tidak tahu tentang tuan Leeteuk?”

“Memangnya siapa dia?”

“Dia seorang penyanyi dan dancer. Anda pernah mendengar nama boy band Super Junior?”

“Super Junior?”

“Ne.” orang itu mengangguk.

“Ahjussi, saya boleh masuk kedalam?”

“…” ahjussi itu tampak bingung dengan permintaanku.

“Dulu saya pernah tinggal disini, jadi saya ingin mengenangnya. Bolehkan?” setelah mendapat penjelasan dariku, ahjussi itu mengerti dan mengatarku masuk kedalam.

“Kalau begitu saya tinggal dulu.” Ucap ahjussi itu meninggalkanku sendiri.

Saat aku masuk kedalam, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat. Semua tata letak barang tidak ada yang berubah, hanya beberapa barang yang sudah berganti dengan baru. Tapi tetap saja, letaknya sama dengan sebelumnya. Aku masuk jauh lebih dalam, benar-benar tidak ada yang berubah. Bahkan lemari yang berada di ruang tengah, yang bisa aku dan hyung pakai untuk main petak umpet masih ada. Aku tidak kuasa menahan tangisku, aku naik ke lantai atas. Tempat kamarku dan kamar hyung berada. Pertama aku memasuki kamarku, semuanya masih sama seperti dulu. Tangisku semakin keras. Lalu aku beralih pada kamar Jungsu hyung, dan aku dikejutkan lagi dengan suasana kamar yang sama persis seperti dulu. Bahkan tata letak foto yang dipajang di dindingpun sama seperti dulu. Sama sekali tidak berubah.

Selama satu jam lebih aku mengitari rumahku dulu. Tiba-tiba pikiranku teringat seseorang yang bernama Leeteuk. Siapa dia? kenapa dia mau mengeluarkan uangnya hanya untuk merawat rumah ini. Aku segera menemui ahjussi.

“Ahjussi, terima kasih sudah mengijinkan saya berkeliling rumah ini. Dan satu hal lagi, bolehkah saya meminta alamat tuan Leeteuk? Saya ingin berterima kasih padanya.”

“Anda cukup datang saja ke perusahaan SM Entairtainment, karena saya pun tidak tahu dimana tuan Leeteuk tinggal. Dia hanya berpesan, bila ada yang mencarinya silakan cari dia disana.”

“Kalau begitu, dimana letak perusahaan itu?” ahjussi itu menuliskan sebuah alamat di secari kertas. Setelah mendapatkannya aku langsung pergi menuju alamat yang diberikan ahjussi itu.

Selama diperjalanan, pikiranku benar-benar tidak tenang. Dipikiranku hanya ada nama tuan Leeteuk.

“Sudah sampai tuan.” Ucap supir taksi yang membuyarkan lamunanku.

Aku masuk kedalam gedung itu dan menemui resepsionis.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” sapa resepsionis itu.

“Ne, saya ingin bertemu dengan Leeteuk dari Super Junior.”

“Anda sudah mempunyai janji?” aku menggeleng, “Maaf kalau begitu, bila anda tidak mempunyai janji. Anda tidak bisa bertemu dengannya.”

“Kumohon, ini sangat penting. Kau bisa tanyakan dulu padanya, mungkin saja dia tidak sibuk sekarang.”

“Baiklah, saya akan menanyakannya.” Setelah menunggu beberapa menit resepsionis itu kembali, “Maaf, managernya bilang tidak bisa. Saat ini Leeteuk sedang berlatih dan tidak bisa diganggu.”

“Kalau begitu, buatkan janji supaya saya bisa bertemu dengannya!”

“Maaf, itu bukan kuasa saya. Bila anda mau membuat janji untuk bertemu, anda hubungi managernya saja.”

“Kalau begitu, saya minta nomor telponnya.” Setelah mendapatkan nomornya, aku langsung berniat menelpon manager tuan Leeteuk. Tapi niatku terhenti saat seseorang menepuk pundakku.

“Nugu?” tanyaku.

“Mianhae, karena telah mengagetkanmu. Aku Lee Soo Man, pemilik perusahaan ini. Aku melihat ada bakat menyanyi pada dirimu, kau mau bergabung dengan kami?”

“Ne?” aku masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya.

“Untuk lebih jelasnya, ayo kita ke kantorku!” aku hanya mengikuti tanpa tahu mau apa.

Aku masuk kedalam sebuah ruangan. “Silakan duduk!” ucap ahjussi itu. “Begini, aku melihat ada bakat menyanyi dalam dirimu. Jadi, aku mau mengajakmu bergabung dalam perusahaanku. Setelah detraining, kau akan aku masukkan kedalam grup Super Junior. Bagaimana?”

Mendengar ahjussi itu berkata tentang Super Junior, tanpa pikir panjang aku langsung menyetujuinya. Ahjussi itu memberikan surat kontrak kerja padaku. Akhirnya hari itu juga, aku resmi bergabung dengan SM.

“Tuan, bisakah saya bertemu dengan Super Junior?”

“Tentu, tapi setelah kau menyelesaikan trainingmu.”

“Kapan itu?”

“Tergantung pada dirimu, kalau kau bisa menyerap pelajaran-pelajaran saat training dengan cepat. Kau akan cepat lulus.”

“Baiklah kalau begitu, aku akan berusaha.”

Aku menjalani masa-masa trainingku di SM selama 3 tahun. Menurut seongsaenim, itu adalah rekor yang dijalani oleh artis SM. Karena artis-artis lainnya harus melakukan training minimal 5 tahun, dan aku menyelesaikannya hanya 3 tahun.

Hari ini, tuan Lee akan memperkenalkan aku pada member Super Junior sebagai member ketiga belas mereka. Aku benar-benar gugup, akhirnya setelah menunggu selama tiga tahun. Aku akan bertemu dengan tuan Leeteuk. Tuan Lee mengajakku masuk kedalam sebuah ruangan.

“Anak-anak, kenalkan ini Kyuhyun. Anggota baru kalian.”

“Selamat datang dan selamat bergabung dengan kami. Kami harap kau akan merasa nyaman.” Ucap seorang namja tapi memiliki wajah yang cantik.

“Leeteuk mana?” Tanya tuan Lee.

“Hyung sedang ada acara di Sukira.”

“Oh . . . baiklah kalau begitu. Kyuhyun, mulai sekarang mereka adalah temanmu, keluarga barumu. Jangan sungkan-sungkan pada mereka bila kau merasa ada kesulitan.”

“Ne, kamsahamnida!” ucapku seraya membungkuk.

“Kyuhyun-ah, kajja!” ajak seorang namja yang badannya cukup besar sambil menarikku.

“Kita mau kemana?” tanyaku ragu.

“Tentu saja dorm, tempat kita tinggal.”

Kami semua masuk kesebuah mobil van hitam.

Dorm

“Kajja!” kami memasuki sebuah ruangan yang aku yakini adalah dorm mereka, dan sekarang akan menjadi dormku juga.

“Ayo duduk, sekarang dorm ini akan menjadi milikmu juga. jadi tidak perlu sungkan.” Ucap seorang namja yang memiliki tubuh paling kecil dari semua.

“Mianhae, tapi aku belum tahu nama kalian.”

“Mwo?” sontak semua member kaget dengan pernyataanku barusan.

“Selama ini kau tinggal dimana? Dan pada masa training, memangnya kau tidak diberitahu tentang kami?” sungut orang yang tadi menyapaku pertama kali. Aku menggeleng.

“Baiklah kalau begitu, kami akan memperkenalkan diri kami. Aku Heechul.”

“Hankyung imnida.”

“Yesung imnida.”

“Kangin imnida.”

“Shindong imnida.”

“Sungmin imnida.”

“Donghae imnida.”

“Siwon imnida.”

“Kibum imnida.”

“Ryeowook imnida.”

“Masih ada 2 member lagi. Tapi mereka sedang siaran radio, nanti malam mereka pulang. Dan berapa umurmu?”

“Umurku 20 tahun.”

“Itu artinya dia lebih muda dariku.” Ucap Ryeowook.

“Memangnya kenapa?” Tanya Kangin heran.

“Itu artinya, dia akan mengambil posisiku sebagai magnae hyung.”

“Kau ini, itu saja dipermasalahkan.”

“Sudahlah Wookie, itu tidak penting. Kyuhyun-ah, seperti yang barusan kau dengar. Kau adalah magnae di grup kami, jadi kau harus memanggil kami hyung. Arasseo?” jelas Heechul hyung.

“Ne.”

“Kau akan sekamar dengan Sungmin. Sungmin-ah, ayo ajak dia masuk kedalam kamar.”

“Ne hyung. Kyuhyun-ah, kajja!” aku mengikuti Sungmin hyung dari belakang dan masuk kedalam kamarnya, dan sekarang akan menjadi kamar kami. “Kyuhyun-ah, kau istirahat saja. aku akan meninggalkanmu.” Aku mengangguk mengerti.

Aku membuka mataku, dan memandang jam yang terpajang di dinding kamar. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Aku berjalan keluar kamar, sebelum keluar langkahku terhenti didepan pintu. Pikiranku kembali teringat akan tuan Leeteuk, dan sekarang aku akan membiasakan diriku memanggilnya hyung. Aku membuka kenop pintu.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” ucap Kangin hyung pada seorang namja. Namja itu menatapku saat aku keluar kamar.

“Hyung . . .” ucap namja itu yang pa Kangin hyung.

“Oh, dia Kyuhyun anggota baru kita.”

“Annyeong haseyo, choneun Kyuhyun imnida. Mohon bantuannya!” ucapku menyapa namja itu.

“Ne, selamat datang di Super Junior. Aku akan mengajarkanmu dance, kau tahu kenapa? Karena aku adalah Dancing Machine Eunhyuk super Junior.” Ucapnya ramah.

“Ne, kamsahamnida hyung.”

“Kenapa bicaramu formal sekali? Mulai saat ini, kau tidak usah terlalu formal pada kami. Arasseo?”

“Ne.” aku mengangguk mengerti.

“Makan malam sudah siap!” ucap Sungmin hyung dari dapur.

“Kajja!” ajak Eunhyuk hyung.

“Donghae-ah, panggil Teuki hyung!” ucap Kangin hyung.

“Ne.” Donghae hyung segera berlari menuju salah satu kamar. Kutatap pintu kamr it uterus, aku benar-benar penasaran dengan sosok Leeteuk. Orang pertama yang keluar adalah Donghae hyung, diikuti oleh seorang namja yang aku yakini adalah Leeteuk hyung. Tapi ketika melihat sosoknya, ada perasaan bahagia yang menyelimutiku. Dadaku terasa sesak dan mataku terasa panas ingin menangis saat melihatnya.

Leeteuk POV

Ada apa ini? Aku merasa dadaku sesak saat melihat namja itu. Namja yang aku yakini sebagai anggota baru dalam grup ini. Ingin rasanya aku memeluknya erat, tapi kenapa? Kenapa aku ingin melakukannya?

“Hyung, ini Kyuhyun. Anggota baru kita.” Ucap Donghae memberitahuku. Kyuhyun? Namanya sama persis dengan dongsaengku. Tapi yang punya nama itu bukan hanya dongsaengku saja kan? Aku tidak memperdulikan perasaan ini, dan bersikap seperti biasa.

“Annyeong haseyo, choneun Kyuhyun imnida. Mohon bantuannya!” namja itu memberi salam padaku.

“Ne, selamat datang. Aku akan selalu berusaha membantumu.”

“Hyung, perkenalannya nati saja. Aku sudah lapar.” Rengek Eunhyuk.

“Ne, kajja.”

Hari ini kami melakukan pers conference untuk mengumumkan, bergabungnya Kyuhyun dalam grup kami.

“Kyuhyun-ah, kau tenang saja. cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wartawan.” Aku mencoba menenangkan Kyuhyun yang terlihat sangat gugup.

“Ne, gomawo hyung!” aku mengusap lembut kepalanya, dan perasaan itu datang lagi. Dan aku mengacuhkan perasaan itu lagi.

Pers conference dimulai, manager hyung mengatur acara.

“Baik, untuk pertanyaan pertama?” tawar manager hyung. Salah seorang wartawan mengangkat tangannya. “Silakan!”

“Bagaimana perasaan kalian mendapat anggota baru?”

“Tentu kami sangat senang, kami mempunyai dongsaeng satu lagi.” Jawab Leeteuk.

“Ryewook-ssi, saya dengar posisimu sebagai magnae sudah beralih pada Kyuhyun-ssi. Bagaimana perasaanmu?”

“Hahahaha . . . jawaban apa yang anda harapkan? Awalnya aku sedikit kecewa, tapi untuk apa aku kecewa. Para hyungku bilang, mereka akan tetap menganggapku sebagai magnae.” Wookie tersenyum lucu.

“Kyuhyun-ssi, bagaimana caranya anda bisa bergabung dengan SM?”

“Aku . . . aku . . .” Kyuhyun terlihat ragu untuk menjawabnya. Aku yang kebetulan duduk disampingnya langsung menggenggam erat tangannya. Kyuhyun yang merasakan pegangan tanganku langsung menatapku. Aku tersenyum sambil mengangguk, memberi isyarat kalau dia bisa melakukannya.

“Awalnya, aku datang ke SM untuk mencari seseorang. Tapi orang itu tidak bisa aku temui, dan pada saat itu pula tuan Lee melihatku dan menawariku untuk bergabung dengan SM.” Kyuhyun terlihat sangat tenang saat menjawabnya.

Kami melakukan pers conference kurang lebih selama dua jam. Setelah pers conference, kami langsung menghadiri sebuah acara. Selama di perjalan, aku duduk disebelah Kyuhyun. Entah kenapa aku selalu ingin berada disampingnya dan menjaganya.

“Kyuhyun-ah . . .” panggilku saat dia sedang menatap keluar jendela mobil. Dia menoleh, “Tenanglah! Ini memang acara live pertamamu, aku tahu kau sangat gugup. Karena akupun pernah merasakan itu. Kalau kau merasa gugup, tutuplah matamu, tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan, dan panggillah orang yang teramat kau sayangi. Misalnya eomma dan appamu.” Kulihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat kaget saat aku mengatakannya. “Kyuhyun-ah, waeyo?” tanyaku heran.

“Ani . . .” tiba-tiba saja dia memelukku erat.

“Tenanglah, hyung disini!” dia semakin memelukku erat. Aku bisa merasakan ada rasa rindu saat dia memelukku, begitupun denganku saat dia memelukku. Aku merasa harus sangat melindunginya.

Kyuhyun POV

Cukup lama aku memeluk Teuki hyung. Aku marasa sangat nyaman dan tenang saat memeluknya. Parasaan saat Jungsu hyung memelukku, kurasakan saat memeluk Teuki hyung.

“Jungsu-ah, mau sampai kapan kau memeluknya. Kita sudah sampai.” Aku sontak kaget saatmendengar suara Heehul hyung yang memanggil nama Jungsu. Tapi, siapa yang dimaksud Heechul hyung?

“Kyuhyun-ah, kita sudah sampai. Kau sudah merasa tenang bukan?” Tanya Leeteuk hyung sambil melepaskan pelukanku.

“Ne.” aku turun dari mobil bersama dengannya, lalu menyusul member-member lain yang sudah masuk kedalam.

Sebelum perform, Leeteuk hyung mengumpulkan kamu semua. Kami berkumpul dan membuat lingkaran. “Seperti biasa, kita berdoa semoga tidak ada kesalahan saat kita perform.” Kami semua menyatukan kami ditengah, “Urineun Super Juni . . .” teriak Leeteuk hyung.

“Oeo . . .” teriak kami bersama-sama. Kami semua naik ke atas panggung. Kudengar para penonton memberikan tepukan tangan dengan sangat meriah.

Selesai perform, kami kembali ke ruang tunggu untuk istirahat dan berganti pakaian. Kulihat Leeteuk hyung tertidur di sofa, dan Heechul hyung sedang duduk santai disampingnya. Aku mendekati Heechul hyung.

“Hyung!”

“Kyuhyun-ah, waeyo?”

“Tadi, kudengar hyung memanggil seseorang bernama Jungsu. Siapa itu?”

“Kau tidak tahu? Itu nama asli Leeteuk.”

“Memangnya nama aslinya siapa?” tanyaku tambah penasaran.

“Leeteuk hanya nama panggung, nama aslinya Park Jungsu.” Jawab Heechul hyung datar. Tapi tidak denganku, aku merasa seluruh tubuhku menjadi lemas seketika. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku dengar. “kyuhyun-ah, waeyo? Kenapa kau melamun?” Tanya Heechul hyung yang membuyarkan lamunanku.

“Ani, gwaenchana hyung!” aku segera berlari menuju toilet. Aku menangis disana, tidak kusangka. Orang yang selama ini aku cari-cari, ternyata ada didepanku. Aku terus menangis. Saat pulang ke dorm, aku belum mau membongkar jati diriku pada Leeteuk hyung, aku tidak ingin membuatnya terkejut dengan kedatanganku.

“Hyung, selamat malam!” ucapku saat teuki hyung hendak masuk kedalam kamar.

“”Ne, kau juga Kyunie!” Leeteuk hyung langsung masuk kedalam kamar.

Sesaat aku benar-benar terkejut, Leeteuk hyung memanggilku ‘Kyunie’. Tidak ada yang memanggilku Kyuni selain, appa, eomma, dan Jungsu hyung. Dugaanku pada Leeteuk hyung, bahwa dia adalah Jungsu hyung semakin kuat. Aku semakin yakin kalau dia adalah Jungsu hyung.

Keesokan paginya, kami semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.

“Kyuhyun-ah, mianhae! Tadi malam aku memanggilmu ‘Kyunie’.”

“Gwaechana, aku senang kau memanggilku seperti itu.”

“Hyung, kau masih belum menemukannya?” Tanya Donghae hyung.

“Ani, aku sudah mencarinya kemana-mana. Mungkin mereka sudah mengganti nama mereka.”

“Mencari siapa hyung?” tanyaku polos. Seketika itu pula, ekspressi wajah Leeteuk hyung berubah. Dia menjadi sangat sedih. Kemudian meninggalkan kami di meja makan.

“Hyung, apa aku salah bicara?” tanyaku pada Donghae hyung.

“Kau tidak salah, Teuki hyung memang seperti itu kalau ingat tentang dongsaengnya.”

“Ne, dongsaengnya yang selama ini dia cari. Kau tahu kenapa teuki hyung menjadi artis seperti sekarang?” Aku menggeleng. “Dia melakukan ini demi menemukan dongsaeng yang sangat dia sayangi. Saat kecil dia terpisah, karena orang tuanya yang bercerai. Malang sekali nasib Teuki hyung, setiap kami tour keluar negeri atau keluar kota. Dia selalu mencari dongsaengnya itu, dia selalu menggunakan waktu liburnya untuk mencari dongsaeng tersayangnya.”

“Memangnya, umur dongsaengnya itu berapa?” tanyaku terus menyelidik.

“Dia seumuran denganmu, dan kau tahu? Namamu dengan nama dongsaengnya sama.” Jawab Heechul hyung datar. “Awalnya, kami kira kau adalah dongsaeng Jungsu. Tapi ternyata bukan. Kau tahu, saat mengetahui kau akan bergabung dengan kami. Dia sangat bersemangat sekali, apalagi setelah tahu kalau namamu adalah Kyuhyun.”

“Berhari-hari, dia tidak bisa tidur karena itu.” Jelas Donghae hyung.

“Benarkah?” tanyaku tidak percaya. Member lain mengangguk kompak menjawab pertanyaanku. Tanpa terasa air mataku sudah mengalir dengan mulus di pipiku.

“Kyuhyun-ah, gwaenchana?” Tanya Sungmin hyung khawatir saat melihatku menangis. “Kau terharu ya, mendengar kisah Teuki hyung? Tenanglah!”

“Ne hyung.”

Bagaimana ini? Ternyata benar Leeteuk hyung adalah Jungsu hyung, haruskah aku mengaku kalau aku ini Kyunie, dongsaeng kandungnya yang selama ini dia cari?

“Mianhae, membuat kalian khawatir. Kalian sudah selesai sarapannya? Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang!” tiba-tiba Teuki hyung datang, matanya merah karena selesai menangis.

“Hyung, gwaenchana?” Tanya Donghae hyung.

“Ne, kajja! Manager hyung sudah menelponku. Dia menunggu kita di bawah.”

‘bukan saatnya aku mengatakan ini.’ Pikirku. Kami pun berangkat.

Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan malam saat kami sampai di dorm. Semua member langsung masuk ke kamarnya masing-masing.

“Donghae hyung!” panggilku sebelum Donghae hyung masuk ke kamarnya.

“Wae?”

“Hmm . . . bolehkah aku tidur di kamarmu untuk mala mini saja. Aku ingin tidur bersama Teuki hyung.”  

“Ada apa denganmu Kyuhyun? Tiba-tiba kau ingin tidur bersama Teuki hyung.” Selidik Donghae hyung.

“Hanya saja, ada yang ingin aku bicarakan dengannya.”

“Baiklah kalau begitu. Aku bilang dulu pada Teuki hyung.” Aku mengangguk setuju.

Leeteuk POV

“Hyung!” panggil Donghae saat masuk kedalam kamar.

“Waeyo?”

“Kyuhyun bilang ingin tidur denganmu, bagaimana?”

“Lalu kau?”

“Aku akan tidur di kamarnya bersama Sungmin hyung. Dia bilang ada yang ingin dia bicarakan dengamu.”

“Baiklah kalau begitu.”

Tidak berapa lama setelah Donghae keluar, Kyuhyun masuk.

“Hyung, bolehkah mala mini aku tidur disini.”

“Ye, kemarilah!” kulihat wajahnya sangat senang saat aku mengijinkannya tidur bersamaku. “Waeyo?”

“Hmm?”

“Kau tiba-tiba ingin tidur denganku, Donghae bilang kau ingin berbicara sesuatu denganku.”

“Mianhae, karena tadi pagi aku sudah membuat hyung menangis mengingat dongsaengmu.” Dia menundukkan kepala menyesal.

“Ah . . . kau ini. Gwaenchanayo, aku sudah melupakannya. Tidak apa-apa!”

“Aku sudah mendengarnya dari yang lain, kau masih belum menemukannya sampai sekarang.”

“Ne, tapi tidak apa-apa. Aku yakin, suatu saat nanti aku pasti bisa menemukannya. Aku akan terus berusaha.”

“Bagaimana kalau dongsaeng yang selama ini kau cari adalah aku?”

“Ye?” aku bertanya lagi, karena tidak percaya dengan apa yang diucapkannya barusan. Tiba-tiba dia memlukku dan menangis. “Kyuhyun-ah, waeyo?” aku mengelus rambutnya lembut.

“Hyung, aku merindukanmu!” ucapnya disela-sela tangis.

“Kyuhyun-ah, waeyo?”

“Kita tidak akan terpisah lagi, aku tidak akan membiarkan hyung pergi lagi.” Ucapnya lagi, aku masih tidak mengerti ada apa dengannya.

“Kyuhyun-ah, gwaenchanayo?”

“Hyung . . .” dia melepaskan pelukannya dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Sebuah kalung yang bandulnya berbentuk sayap malaikat. Aku benar-benar terkejut.

“Kyuhyun-ah, dari mana kau mendapatkan ini?” tanyaku sambil mendekatkan diriku dengan kalung itu.

“Hyung yang memberikannya padaku.”

“Maksudmu?”

“Aku Kyuhyun, dongsaengmu Kyunie.” Dia langsung memelukku lagi.

“Kyu . . . Kyunie . . . benarkah ini kau?” tanyaku tidak percaya. Dadaku terasa sesak, mataku memanas. Aku menangis, kepeluk erat Kyunieku. Tak akan kubiarkan dia lepas lagi dariku. Tuhan, terimakasih karena Kau telah mempertemukanku dengan Kyunie.

“Hyung, aku sangat merindukanmu!”

“Ne, aku juga sangat merindukanmu. Selama ini kau tinggal dimana?”

“Eomma membawaku ke Jerman. Sekarang eomma sudah menikah lagi dengan orang sana.”

“Bagaimana keadaannya sekarang?”

“Dia baik-baik saja, lalu bagaimana dengan appa?”

Aku menggeleng, “Molla, saat umurku 13 tahun aku kabur dari rumah. Setelah itu aku tidak tahu lagi bagaimana keadaan appa. Aku sudah berusaha mencarinya, tapi nihil.”

“Rumah kita yang dulu, aku sudah kesana. Gomawo, karena hyung masih mempertahankannya.”

Aku tersenyum, “Tentu saja. Sampai kapanpun, aku akan menjaganya. Ayo kita tidur, besok kita ada jadwal pagi.”

Kutatap wajah Kyuhyun saat sedang tidur, aku merindukan wajah lugunya.

“Kyunie-ah, ayo bangun sudah pagi.”

“Hyung?”

“Wae?” tiba-tiba Kyuhyun memelukku.

“Gomawo hyung!”

“Sudahlah, kajja! Kau tidak mau kan dimarahi manager hyung karena kita terlambat?”

Kami semua sudah siap, dan kini kami sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan.

“Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian.” Semua member langsung menatap penasaran, kecuali Kyuhyun. “Aku sudah menemukan dongsaeng kandungku.”

“Mwo? Kapan hyung?” Tanya Donghae.

“Tadi malam.”

“Secepat itukah?” kali ini Eunhyuk yang berbicara. Aku mengangguk yakin.

“Dimana dia sekarang?” Tanya Heechul.

“Bersama kita.” Semua member saling menatap.

“Siapa?” Tanya Kangin.

Aku langsung merangkul bahu Kyuhyun dan tersenyum kepada seluruh member. “Dia dongsaeng kandungku.” Jawabku mantap.

“Mwo?” ucap mereka bersamaan.

“Kyuhyun-ah, bagaimana bisa?” Tanya Sungmin.

“Tentu bisa, karena dia adalah Jungsu hyung.”

“Jauh-jauh mencari, ternyata ada di depan mata.” Celetuk Eunhyuk.

“Sudahlah, cepat makan! Kita sudah ditunggu manager hyung.”

Setelah mencari selama 15 tahun, akhirnya aku menemukan dongsaengku. Dongsaeng yang selama ini terpisah dariku, aku tidak akan pernah melepaskannya lagi. Aku akan selalu menjaganya. Kyunie-ah, jangan pergi lagi. Saranghae!!

The End

7 thoughts on “KYUTEUK- Where are you? [One Shoot]”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s