KyuTeuk – Remember Me! Part 1 [2 shoot]

Author                  : Vay ^_^

Cast                       : Leeteuk, Kyuhyun, Member Super Junior

PS :         –      Yang tulisannya miring berarti bahasa Inggris.

–          Aku awalnya gak mau bikin sequel kisah KyuTeuk, apa lagi triloginya. Tapi tiba-tiba aja ada Ide, jadi aku terusin deh. Mudah-mudahan pada suka. Dan disaranin wat para reader, untuk baca kisah KyuTeuk yang sebelumnya biar bisa agak nyambung.

Leeteuk POV

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu setiap orang. Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana orang-orang menghabiskan waktunya untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. Begitupun denganku dan dongsaengku Kyuhyun. Semenjak kami bertemu dengan appa, setiap akhir minggu kami selalu menghabiskan waktu kami di rumah bersama appa. Dan kini, appa juga telah mendapatkan kembali pekerjaannya dulu sebagai arsitek bangunan.

“Jungsu . . . Kyunie . . .!” terdengar suara appa memanggil kami. Aku segera berlari menuju pintu dan keluar kamar. Tepat saat aku melangkah keluar kamar, Kyuhyun pun baru keluar dari kamarnya.

“Good morning hyung!” sapanya padaku sambil tersenyum lebar.

“Good morning Kyu!” kubalas sapaannya dan tersenyum.

“Jungsu . . . Kyunie . . .!” terdengar lagi suapa appa memanggil kami. Aku dan Kyu saling menatap dan tertawa jail. Aku langsung berlari begitupun dengan Kyu.

“Hyung, kau curang!” teriak Kyu saat kami berlari di tangga rumah.

“Yang terakhir sampai harus membersihkan kamar yang duluan sampai.” Jawabku dengan nada tinggi karena kami masih berlari.

“Hyaaaaaaaa . . .” teriakku saat sampai di meja makan. “Lagi-lagi aku yang menang Kyu. Kau harus membersihkan kamarku.” Ucapku bangga.

“Hyung, kau curang. Kau tidak memberi aba-aba dulu padaku.”

“Salah sendiri kau melamun.” Ejekku padanya.

“Ya! Kalian ini, masih pagi tapi sudah bertengkar.” Ucap appa melerai kami. Aku dan Kyu segera duduk bersiap untuk sarapan. “Kalian berdua sudah cuci muka?” Tanya appa. Aku dan Kyu mengangguk cepat. “Baiklah aku percaya, sekarang cepat makan!” aku dan Kyu makan dengan lahapnya. Setiap kami pulang ke rumah, appa selalu memasak makanan untuk kami berdua.

“Appa, hari ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Ucapku sambil mengunyah makanan di mulutku.

“Eodie kayo?” Tanya appa.

“Appa akan tahu nanti.” Aku tersenyum puas membuat appa penasaran. Sebenarnya Kyu pun terlihat penasaran, tapi dia tidak menanggapiku karena terlalu asik makan. Selesai sarapan pagi kami semua bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang telah aku rencanakan. Aku duduk di kursi kemudi, Kyuhyun duduk di sampingku dan appa duduk di kursi belakang. Dia bilang agar bisa tidur dengan nyenyak. Aku tersenyum lalu menjalankan mobilku dengan kecepatan standar. Tempat yang akan kami kunjungi memang cukup jauh dari kota. Waktu yang kami tempuh cukup lama yaitu selama dua jam. Appa dan Kyuhyun yang memang lelah karena tadi malam dia tidur sampai larut, sejak satu jam lalu sudah tertidur karena merasa bosan. Dewi Fortuna memang sedang berpihak padaku, dengan tertidurnya mereka akan semakin melancarkan rencanaku pada mereka. Akhirnya setelah menempuh perjalan selama dua jam, kami sampai juga. Dengan hati-hati kuparkirkan mobilku agar tidak membangunkan appa dan Kyu. Sebelum keluar dari mobil, kuambil kain yang sudah kupersiapkan di daskbor mobil. Kubangunkan Kyu perlahan agar tidak membangunkan appa.

“Kyu . . . bangun Kyu! Kita sudah sampai.” Ucapku pelan di telinganya.

“Hmm . . .” Kyu sedikit mengigau tapi aku langsung menutup mulutnya. Dia yang sadar mulutnya kubekap langsung membuka mata lebar-lebar dan melotot padaku. Kutempelkan jari telunjukku di bibirku agar Kyu tidak berisik, dia mengangguk mengerti.

“Hyung, apa yang kau lakukan?” ucapnya berbisik.

“Nanti juga kau akan tahu, sekarang bantu aku!” jawabku sambil berjalan menuju pintu belakang mobil. Dengan sangat hati-hati kubuka pintu itu agar tidak membangunkan appa. Lalu dengan segera kututup mata appa. Appa yang sepertinya sudah akan bangun langsung memberontak dan membuatku sedikit kesulitan.

“Siapa kau?” teriak appa.

“Tenanglah appa, ini aku Jungsu. Appa tidak perlu khawatir.

“Jungsu? Apa yang mau kau lakukan?” Tanya appa heran.

“Nanti appa akan tahu.”

Setelah berhasil menutup mata appa dengan kain yang tadi aku bawa, aku dan Kyu menuntun appa untuk keluar mobil.

“Jungsu-ah, sebenarnya kau mau membawaku kemana?”

“Tenanglah appa, kau tenang saja. Yang jelas aku membawamu ke tempat yang pastinya akan membuat kita sekeluarga bahagia. Jawabku senang. Kulirik Kyu, dia masih serius memapah appa.

“Kita sudah sampai appa!” teriakku saat kami sampai. Kyu langsung menganga melihat pemandangan di depannya.

“Hyung, dari mana kau bisa menemukan tempat seindah ini?” Tanya Kyu masih terkagum-kagum.

“Appa, kau sudah siap?” godaku pada appa agar beliau semakin penasaran.

“Ya! Cepat buka ikatan ini!” segera kubuka kain yang menutup mata appa.

“Tadaaaa . . .!!” ucapku setelah melepaskan ikatan appa. Saat kubuka penutup matanya, appa tidak bergeming. Beliau diam terpaku melihat apa yang ada di depannya. Aku dan Kyu menunggu tanggapan appa. “Appa . . .” ucapku sambil memegang pundaknya. Appa menatapku, tapi kali ini matanya tidak kering, appa menangis dan langsung memelukku. “Appa, gwaenchana?” tanyaku khawatir.

“Kenapa kau membawaku kesini?” Tanya appa di sela tangisnya.

“Wae?”

Appa melepaskan pelukannya dan menatapku dengan matanya yang basah. “Kau hanya akan membuka luka lama.” Ucapnya.

“Appa, lupakan itu. Kini kita buka lembaran baru, beritahu Kyu tentang tempat ini padanya appa!”

“Memangnya ada apa dengan tempat ini?” Tanya Kyu bingung.

“Tempat ini sebenarnya tidak menakutkan, tapi danau ini terlalu menyimpan banyak kenangan. Kenangan indah keluarga kita, dulu kita sering berlibur kesini. Kyu waktu itu umurmu masih kecil, jadi kau mungkin tidak ingat.”

“Sudahlah, bagaimana kalau sekarang kita memancing?” teriakku mencairkan suasana.

“Ne.” jawab Kyu semangat. Appa hanya tersenyum.

Kami memancing bersama. Memang danau ini menyimpan semua kenangan indah keluargaku. Setiap berlibur, kami selalu pergi kesini. Aku dan appa memancing sedangkan eomma memasak untuk kami. Kyu, dia tentu ada di gendongan eomma.

“Aku terima telpon dulu.” Ucap Kyu tiba-tiba ketika kami sedang asik memancing, dia kemudian berbalik menjauhi kami.

Kyuhyun POV

Jungsu hyung mengajakku dan appa ke sebuah danau yang cukup jauh dari kota. Pemandangannya indah dan udaranya pun sangat sejuk. Appa bilang kita dulu sering kesini setiap liburan, tapi aku tidak ingat itu karena aku masih sangat kecil ketika itu. Aku, appa dan Jungsu hyung memancing di danau itu. Ketika kami sedang asik-asiknya memancing, tiba-tiba handphoneku berdering. Aku meminta ijin pada appa dan Jungsu hyung untuk menerima telpon. Kulihat hanya ada sederet nomor di layar handphoneku. Segera ku berbalik menjauhi appa dan Jungsu hyung.

“Yeoboseyo . . .!!”

My lovely brother . . .” kujauhkan handphone dari telingaku karena teriakan dari suara di seberang telpon.

Who are you? Tiba-tiba teriak seperti itu?” tanyaku dengan nada tinggi.

Kau tidak hapal suara adikmu sendiri?” teriaknya lagi.

Gina?” tanyaku heran. “Ada apa kau tiba-tiba menelponku?

“Ayo tebak sekarang aku ada dimana?” tanyanya riang.

“I don’t now, and I don’t care where you at. Sekalipun kau ada di Korea menyusulku, aku tidak perduli.” Jawabku santai.

“Oh my God. Ternyata otakmu memang benar-benar encer. Aku memang sedang ada di Korea bersama mami dan papi. Sekarang kau jemput kami di bandara!”

“What dou you said?”

“Kutarik lagi kata-kataku barusan, ternyata kau tidak sepintar itu. Baiklah aku ulang, aku sudah berada di Korea bersama papi dan mami. Kau sekarang harus menjemput kami di bandara.”

“Gina, cepat berikan telponnya pada mami!” perintahku.

“Hallo . . .” ucap sebuah suara lembut diseberang sana.

Mami, what are you doing? Why you don’t talk to me before it?”

“Marcus, you don’t miss me? I wanna give you surprise.” Ucap mami di seberang sana. Marcus adalah nama Inggrisku. Semenjak tinggal di Jerman, mami lebih suka memanggil nama Inggrisku disbanding dengan Koreaku.

“Off course I miss you.”

“Kalau begitu cepat jemput kami di bandara!”

“Mami, saat ini aku tidak sedang berada di Seoul. Aku sedang di luar kota.”

“Kau ada dimana? Baiklah aku maafkan kau kali ini. Kami akan menginap di hotel, setelah kau kembali ke Seoul. Kau harus segera menemui kami.” Ucap mami tegas.

“Ne, arraseo.”

“What?”

“No, I don’t say anything.” Elakku.

“Marcus, I now what you said. Ternyata bahasa Koreamu sudah sangat lancar.”

“Mami . . .”

“Fine, it’s ok. Kapan kau kembali ke Seoul?”

“I don’t now. Tapi saat aku kembali, aku akan segera menemui kalian. Beritahu aku dimana kalian menginap.”

“Ok, have a nice day.”

“Have a nice day too. And I’m sorry . . .!!”

Kuputuskan hubungan telponku dengan mami. Dan kembali bergabung dengan appa dan Jungsu hyung.

“Wah, appa hebat. Ikannya sudah banyak yang kena pancing.” Ucapku saat melihat ember yang kami bawa penuh dengan ikan.

“Kau dari mana saja Kyu, harusnya kau bisa melihat kehebatan appa dalam memancing.” Ucap Jungsu hyung bangga.

“Memangnya kalian sudah selesai memancing sehingga aku tidak bisa melihat kehebatan appa memancing?” tanyaku heran.

“Ye, kau tidak lihat ember itu? Sudah penuh dengan ikan. Kalau appa memancing lagi, mau di simpan dimana?”

“Appa, tunjukkan keahlianmu sekali lagi!” rengekku memohon.

“Sudahlah, hari sudah sore. Lain kali aku akan menunjukkannya padamu.” Ucap appa sambil menepuk pundakku.

“Hahahahaha . . .” terdengar suara tawa Jungsu hyung yang khas. Di tertawa puas melihat kesialanku. Aku hanya menegrucutkan bibirku.

Kami menginap di bungalow yang memang disewakan dekat danau itu. Malamnya kami bertiga membakar hasil pancingan kami tadi sore untuk makan malam. Aku dan Jungsu hyung tidak melakukan banyak hal, karena dalam hal ini appa yang lebih jago dan berpengalaman. Selain membantu makan, aku dan Jungsu hyung hanya membantu membuat sedikit keributan malam itu. Hahahaha . . .

Keesokan harinya kami kembali ke seoul pagi-pagi sekali, karena siangnya aku dan Jungsu hyung ada jadwal kegiatan. Setelah mengantar appa ke rumah, aku dan Jungsu hyung langsung kembali ke dorm. Saat kami sampai di dorm, seperti biasa keributan selalu menghiasi dorm kami.

“Ya! Wookie, cepat siapkan sarapannya!” teriak heechul hyung dari dalam kamarnya.

“Donghae, dimana kau simpan jam tanganku yang kemarin kau pinjam?” ucap Eunhyuk hyung yang mondar-mandir tidak jelas.

“”Heechul hyung, Heebum dan Baesang bertengkar lagi. Cepat pisahkan sebelum Ddangkoma menjadi stress.” Teriak Yesung hyung yang sedang melindungi hewan peliharaannya sekuat tenaga dari serangan Heebum dan Baesang.

“Ya! Kalian ribut sekali, bisa diam tidak? Aku sedang menonton TV.” Teriak Kangin hyung.

“Hyuk, mana kaset untuk latihan dance hari ini?” teriak Shindong hyung.

“Hyung, kau sudah pulang?” Tanya Hankyung hyung pada kami yang sedari tadi masih diam terpaku di pintu masuk melihat keributan yang di buat para member pagi ini.

“Ye, sepertinya kalian semua sedang sibuk?” canda Jungsu hyung. Aku dan Hankyung hyung hanya tertawa mendengar leluconnya.

“Bagaimana liburan kalian, menyenangkan?”

“Tentu hyung, Jungsu hyung mengajakku dan appa ke sebuah danau yang sangat indah. Kami memancing disana. Lain kali kita harus kesan bersama-sama, aku yakin kalian tidak akan menyesal.” Ucapku semangat.

“Jeongmal? Baiklah kalau begitu, di liburan kita yang selanjutnya kita harus kesana.”

“Makanan siap . . .!!” terdengar suara teriakan Wookie hyung dari dapur. Dalam sekejap semua member berhenti dari kegiatannya bahkan Heebum dan Baesang pun berhenti dari perkelahian mereka memperebutkan Ddangkoma. Kecuali aku, Jungsu hyung dan Hankyung hyung yang sedari tadi berdiri mengobrol di pintu masuk menyaksikan tontonan gratis dari para member. Hahahaha . . .

“Ayo hyung, kita juga harus sarapan.” Ajak Hankyung hyung. Kami pun berjalan menuju meja makan dan bergabung dengan member yang lainnya untuk sarapan.

“Kahalihan sudahah kembahali . . .” ucap Heechul hyung mulut penuh makanan.

“Ne.” jawabku senang.

Selesai sarapan, kami semua pergi menuju KBS TV karena ada acara yang menghadirkan kami sebagai bintang tamunya. Sambil menunggu kegiatan dimulai, seperti biasa aku selalu ‘pacaran’ dengan PSP kesayanganku. Kulihat yang lainnya masih sibuk make up. Ketika sedang asik bermain, tiba-tiba saja aku ingin buang air kecil. Aish, mengganggu saja. Kutinggalkan PSP dan segera menuju toilet.

Leeteuk POV

Lima menit lagi acara akan dimulai, kupanggil semua member untuk berkumpul. Dalam beberapa detik, mereka semua sudah berkumpul di dekatku. Tapi . . . kemana Kyuhyun dan Sungmin, mereka tidak ada.

“Hyuuung . . .!!” tiba-tiba terdengar sebuah teriakan. Kami semua menoleh ke arah sumber suara. Kulihat Sungmin masuk sambil berlari-lari. Dia langsung menghampiriku, kutahan tubuhnya yang hampir terjatuh.

“Waeyo?” tanyaku heran dan panik.

“Hyung . . .” Sungmin berusaha mengatur napasnya. “Hyung . . . Kyu . . . Kyuhyun pingsan.” Ucap Sungmin akhirnya.

“Mwo?” ucap kami bersamaan.

“Dimana?” tanyaku panik.

“Toilet.” Aku segera mengesampingkan tubuh Sungmin yang berada di hadapanku dan berlari menuju toilet.

“Kyu . . .!!” teriakku saat melihat tubuh Kyu yang terkapar tak sadarkan diri di lantai toilet. Kangin segera mengangkat tubuh Kyu ke punggungnya dan membawanya ke ruang tunggu.

“Super Junior 3 menit lagi.” Ucap salah satu staff.

‘Bagaimana ini, Kyu pingsan dan acaranya sebentar lagi dimulai.’ Batinku. “Kalian tetap harus tampil, aku akan membawa Kyu ke rumah sakit.” Putusku akhirnya.

“Tapi hyung?” ucap semua member kompak.

“Aku tidak bisa meninggalkan Kyuhyun. Manager hyung, bagaimana?” aku meminta pendapat manager hyung.

“Baiklah, aku terima saranmu. Kalian semua tetap harus tampil tanpa Leeteuk dan Kyuhyun. Sampaikan pada pemirsa kalau Kyuhyun sakit, dan Leeteuk harus menemaninya. Bagaimanapun, publik harus tahu keadaan Kyu.”

Akhirnya acara dimulai tanpa kehadiranku dan Kyuhyun. Aku dan manager hyung membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Selama perjalanan menuju rumah sakit, aku sungguh tidak bisa menahan tangisku karena terlalu khawatir akan keadaan Kyuhyun. Akupun sengaja belum memberitahu appa karena tidak ingin membuatnya khawatir. Aku harus memastikan dulu, apa yang sebenarnya terjadi pada Kyu. Saat kutatap wajah Kyu yang pingsan, kulihat wajahnya memerah. ‘Kyu, apa ini? Kenapa wajahmu terus memerah?’ batinku. “Hyung, tolong lebih cepat!” pintaku pada manager hyung yang berada di kursi kemudi.

=====================================================================================

“Bagaimana keadaannya? Kenap kulitnya terus memerah seperti itu?” tanyaku pada dokter yang memeriksa Kyuhyun.

“Tidak apa-apa, tidak parah. Setelah saya periksa, sepertinya Kyuhyun terkena alergi.”

“Alergi?” tanyaku heran. Dan dokter itupun hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Baiklah, kau tenang saja. Dia tidak apa-apa. Setelah saya berikan obat, dia akan segera pulih. Tapi sepertinya dia tetap harus di rawat disini sampai warna merah di tubuhnya hilang.” Jelas dokter itu. “Kalau begitu, saya permisi dulu.”

“Gamsahamnida.”

“Teuki, aku harus kembali ke KBS TV dan menjemput member yang lain. Kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku!” ucap manager hyung.

“Ne.”

Setelah mendengar penjelasan dokter tadi, aku menjadi sedikit lebih tenang. Tanpa pikir panjang, kuambil handphoneku dan menghubungi appa.

Life couldn’t get better (hey~)

Nan nol pume ango nara . . .

Kudengar alunan lagu Miracle saat aku sedang menjaga Kyuhyun. Kucari sumber suara, ternyata berasal dari handphone milik Kyuhyun. Kulihat hanya ada sederet nomor tanpa nama di layarnya. Aku pikir mungkin sangat penting, sehingga kuangkat panggilan telponnya.

“Yeoboseyo!” ucapku.

“Kau kemana saja? Kau belum kembali ke Seoul? Ternyata kau sekarang sudah benar-benar menjadi orang Korea sesungguhnya.” Ucap suara lembut diseberang sana. Aku yakin itu adalah suara perempuan, tapi siapa?

“Mianhae, aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Kyuhyun sedang sakit, jadi dia tidak bisa menerima telpon darimu. Kalau boleh aku tahu, siapa ini?”

“Sakit?” ucap suara diseberang sana dengan nada tinggi sehingga aku harus menjauhkan handphone Kyuhyun dari telingaku.

“Ne, tapi kondisinya tidak parah. Hanya kulitnya saja yang memerah.”

“Sekarang dia ada dimana?” tanyanya masih dengan nada tinggi.

“Dia sekarang di rawat di Seoul Hospital center.”

Tanpa berkata apapun orang itu langsung menutup telponnya. “Orang aneh.” Gumamku. Kutatap lagi wajah Kyuhyun yang sedang tidur. Dia seperti anak bayi.

Guderul mannal su issodon gon hengunijyo

Gyotheman issodo usul su ige mandunikkayo

Segera kuangkat panggilan telpon di handphoneku. Kulihat layarnya sekilas untuk melihat siapa yang menelpon.

“Yeoboseyo?”

“Bagaimana keadaan Kyu? Kami dalam perjalanan menuju rumah sakit.”

“Tidak perlu, kalian masih ada jadwal yang lain. Kyu tidak apa-apa, nanti malam saja kalian kemari. Arraseo?”

“Ne, baiklah kalau begitu.”

“Hati-hati di jalan!” pesanku pada Heechul sebelum dia menutup telponnya.

“Hyung . . .!”

“Kyu, kau sudah sadar?” ucapku senang.

“Aku . . .”

“Kau di rumah sakit. Tadi kau pingsan. Bagaimana keadaanmu sekarang, sudah merasa lebih baik?” dia mengangguk tersenyum. “Aku sudah memberitahu appa, tapi dia tidak bisa datang sekarang. Katanya sedang ada rapat.”

“Gwaenchana, aku baik-baik saja.”

“Kyu, kenapa kau bisa sampai pingsan di toilet?”

“Entahlah hyung, yang jelas tiba-tiba saja kepalaku sangat sakit dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.”

“Yang penting sekarang kau sudah merasa lebih baik.” Ucapku sambil membelai lembut kepalanya. “Oh ya, dokter bilang kau terkena alegi. Kau alergi pada sesuatu Kyu?”

“Ne, aku alergi kacang. Sepertinya, makanan yang di buat Wookie hyung tadi pagi mengandung kacang. Tapi aku tidak bisa merasakannya.”

“Mianhae, karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik.”

“Gwaenchana, lagi pula ini salahku juga karena tidak memberitahumu dari awal.”

“Yang aku tahu, sejak kecil kau tidak punya alergi pada apapun.”

“Mollayo, mungkin waktu aku kecil tidak terlalu terasa. Aku sudah mulai merasakan ini saat aku berumur sepuluh tahu.”

“Lain kali aku akan lebih memperhatikan makanmu.”

BRRAAKKK . . . . .!!

TBC . .

10 thoughts on “KyuTeuk – Remember Me! Part 1 [2 shoot]”

  1. huahahahahaha hiks hiks huweeekkkkkkk~~ *maaf maknae error*

    keren nih .
    aku penasaran siapa yg buka pintu😀
    “mami” na kyu yaa~??
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s