[twoshot] Saranghae Na Dongsaeng… Jeongmal Saranghae.. Part 1

Annyeong~~ kali ini author Hyun Min datang dengan ff yang sedikit berbeda. Genre kali ini adalah sad FF. Moga moga reader semua suka ya.. FF ini dapet inspirasi nya lucu bgt. Hahahaha~ cuman aku dan anak ku, mei, yg tau. Hehehe~

Happy reading~~

Cast :

Lee Hyun Min

Lee Hyun Mei

Cho Kyu Hyun

Lee Hyuk Jae

Author PoV

“Onnie~~ onnie dimana??” teriak Hyun Mei.

“Onnie lagi di kamar, sayang” teriak Hyun Min dari dalam kamarnya. Hyun Mei terburu-buru berlari menuju kamar Hyun Min. Di buka nya pintu kamar Hyun Min dengan sedikit kasar.

“Ya~ buka pelan-pelan aja dong. Onn kan jadi kaget” ujar Hyun Min yang sedang sibuk menulis.

“Onnie a~~ apa benar onnie ingin pergi dari rumah ini??? Apa itu benar onnie??? Waeyooo~??? Apa karena aku selalu menyusahkan onnie sehingga onnie sebal???” tanya Hyun Mei bertubi-tubi. Raut wajahnya terlihat cemas dan panik. Hyun Min berhenti menulis dan menoleh pada Hyun Mei.

“Mei a~ tanya satu-satu dong…” jawab Hyun Min dengan lembut. Hyun Mei hanya diam saja dan memberikan pandangan ‘cepatlah jawab semua pertanyaanku itu’ kepada onnie nya.

“Ara… Ara… Onnie akan jelaskan” Hyun Min membenarkan posisi duduknya dan menghadap Hyun Mei.

“Jadi gini.. Onnie memang tidak tinggal di rumah ini lagi untuk sementara waktu…..” belum selesai Hyun Min berbicara, Hyun Mei telah memotong perkataannya. “Waeyo onnie~??? Waeyo ???”

Hyun Min tersenyum, “dengarkan dulu dong. Biarkan onnie melanjutkan penjelasan onnie dulu”

“Mianhae onnie…” ujar Hyun Mei.

“gwaenchana. Onnie lanjutin lagi ya… Onnie tidak tinggal di rumah ini lagi untuk sementara waktu karena onnie sudah mendapatkan pekerjaan baru.”

“jinjjayo ???” Hyun Mei terlihat girang.

“ne…” Hyun Min tersenyum. “Dan tempat kerja onnie lumayan jauh dari rumah kita. Jadi onnie memutuskan untuk kos di dekat kantor onnie. Mianhae sayang…” jelas Hyun Min dan buru-buru minta maaf ketika melihat perubahan wajah Hyun Mei.

“Kenapa onnie ninggalin aku ???” tanya Hyun Mei, sedih.

“Onnie nggak ninggalin Mei kok. Onnie pasti pulang setiap hari sabtu dan minggu” Hyun Min membelai rambut halus Hyun Mei.

“Mianhae sayang…..” ujar Hyun Min lagi.

“Sudahlah.. Aku ngerti kok onnie..” kata Hyun Mei sambil tersenyum.

Hyun Min PoV

Annyeong. Hyun Min imnida. Aku memiliki seorang dongsaeng bernama Hyun Mei. Kami tinggal bersama dengan ahjumma kami. Appa dan eomma kami berada di Amerika Latin untuk mengurusi usaha peternakan mereka. Hahaha…. Lucu sekali kalau harus memberitahukan pekerjaan orang tua kami. Mempunyai peternakan sampai sejauh itu. Tapi itu adalah pilihan mereka. Kami juga tidak mempermasalahkannya.

Akhirnya appa dan eomma menitipkan kami pada ahjumma. Hyun Mei sangat manja dan tidak bisa lepas dariku. Bukannya aku sombong. Hahaha…. Pasti itu yang ada di kepala kalian. Tapi kami benar-benar tidak terpisahkan. Dan seperti kejadian yang kalian ketahui barusan, kami terpaksa berpisah untuk sementara waktu.

“Mei a~ jaga diri baik-baik ya. Jangan pulang larut malam. Jangan lupa makan dan tidur teratur. Jangan begadang dan nonton sampai larut malam” kata ku memberi pesan kepada Hyun Mei.

“Ne… Ne… Arasseo.. Onnie jangan cemas deh. Aku pasti baik-baik aja kok”

“Onnie pergi dulu ya sayang. Kalau ada apa-apa, langsung telpon onnie. Hp onnie on 24 jam”

“Arasseo~~ udah ah.. Ntar onnie telat lho” ujar Hyun Mei sedikit kesal.

“Ara.. Annyeong” ku kecup pipi Hyun Mei dan melambaikan tangan setelah masuk ke dalam taksi.

“Annyeong onnie~~ jaga kesehatan ya~~” mata Hyun Mei mulai berkaca-kaca menatap kepergianku. Aku semakin tidak tega meninggalkannya. Ku berikan kecupan jarak jauh kepadanya sebelum taksi yang ku tumpangi berbelok. Aku hanya bisa menghela nafas dan menjadi sedikit ragu dengan keputusanku. Mungkin aku tidak perlu sampai seperti ini. Mungkin aku bisa bangun lebih pagi agar bisa berangkat ke kantor tanpa meninggalkan Hyun Mei sendirian. Aku tidak tahu, apa keputusanku ini tepat atau tidak.

Hyun Mei PoV

Ku tatap taksi yang di tumpangi Hyun Min onnie sampai berbelok di tikungan. Ku tahan air mata ku agar tidak menetes. Dari kecil aku memang tidak pernah berpisah dengan onnie ku. Ini pertama kalinya kami tinggal di tempat yang berbeda. Tapi aku juga tidak boleh egois. Aku tahu kalau onnie ku benar-benar serius menjalankan pekerjaannya.

Aku pun menghela nafas dan masuk ke dalam rumah. Aku harus serius belajar dan tidak bermain-main seperti dulu lagi. Akan ku tunjukkan bahwa aku bisa mandiri dan tidak mengecewakannya.

3 bulan kemudian…

Aku dan Hyun Min onnie sudah 3 bulan ini hidup terpisah. Onnie ku selalu sms tiap beberapa jam dan setiap malam selalu menelpon ku. Ia masih saja selalu cemas dan mengkhawatirkan ku. Dan setiap sabtu dan minggu ia juga pulang ke rumah.

“Onnie a~ onnie tidak perlu pulang setiap minggu. Simpan saja uang onnie untuk keperluan onnie sendiri. Jangan di habiskan seperti ini” saranku.

“memangnya nggak boleh ya kalau onnie mendatangi mu ? Onnie kan kangen sama kamu..” ujar Hyun Min onnie sambil cemberut. “Atau jangan-jangan kamu nggak kangen sama onnie mu ini ??” Aigoo~ terkadang onnie ku ini seperti anak kecil. Aku jadi ingin tertawa melihatnya nya bertingkah seperti anak kecil.

” Bukan seperti itu onnie ku sayang” ujar ku sembari tersenyum. “Aku hanya nggak ingin uang onnie habis hanya untuk pulang tiap sabtu minggu dan membawakan ku begitu banyak barang seperti ini” kataku sembari mengangkat kantong belanjaan yang banyak.

“Onnie kan mau bawa oleh-oleh buat kamu”

“Aigoo~ onnie kan cuman tinggal di kota sebelah saja. Kenapa harus bawa oleh-oleh segala sih ??”

“Nggak apa-apa kan. Onnie kan memang mau beli buat dongsaeng ku” ujar Hyun Min onnie.

Aku hanya bisa menghela nafas melihat onnie ku yang masih saja keras kepala ini. Kadang aku sendiri bingung. Hyun min onnie bisa berkelakuan seperti anak kecil. “Ara. Sekarang kita pergi ke mall yuk~” ajak ku.

Dan kami pun pergi bersama-sama.

Hyun Min PoV

Setibanya di mall, kami langsung menuju restaurant dim sum. Aku dan Hyun Mei sangat kelaparan. Ketika sedang asik makan dan bercanda, tiba-tiba ada seorang namja yang mendatangi kami dengan membawa nampan makanan.

“Cheosonghamnida. Boleh saya duduk di sini ? Karena tempat ini sudah penuh sekali. Tidak ada meja kosong lagi” ujar namja itu.

Aku dan Hyun Mei awalnya hanya tercengang melihat namja itu berdiri menatap kami. Bagaimana tidak, namja itu sangat tampan. Apalagi dengan senyumannya yang sangat menggoda. Kami berdua seperti terbius dengan senyumannya itu.

“Cheosonghamnida kalau saya mengganggu kalian” kata namja itu dan hendak beranjak pergi karena tidak ada jawaban dari kami.

“Ah.. Chakkaman !!” ujar ku sedikit berteriak setelah tersadar dari senyuman maut namja itu. Namja itu menoleh dan menatap ku.

“Anda boleh duduk di sini” ujar ku sambil tersenyum. Namja itu menarik kursi di sebelah Hyun Mei dan duduk di sebelahnya. Ku lihat wajah Hyun Mei yang tegang dan menjadi sedikit kikuk. Ia terlihat grogi. Aku terus menatap namja itu. Ia begitu tampan.

“Kamsahamnida” namja itu tersenyum. “ah.. Kyu Hyun imnida. Cho Kyu Hyun. Bangapseumnida”

“Ye.. Hyun Min imnida. Bangapseumnida” ucapku sambil tersenyum. “Dan ini dongsaeng ku. Hyun Mei. Lee Hyun Mei” Namja bernama Kyu Hyun itu mengangguk kepada Hyun Mei dan tersenyum. Hyun Mei terlihat tersipu-sipu malu.

Kami pun cepat akrab. Mengobrol dan bercanda bersama-sama. Ternyata Kyu Hyun adalah tipe orang yang humoris dan sedikit jahil. Ia mempunyai banyak lelucon yang membuat perut kami berdua sakit saking hebohnya tertawa. Ia sangat baik dan manis. Ya, sangat manis. Terlebih dengan evil smile nya yang membuat ku terbius dan tak henti menatapnya.

Setelah kami menghabiskan makanan kami, Kyu Hyun mengajak kani berjalan-jalan di mall tersebut. Kami pun berjalan-jalan dan mengelilingi mall tersebut sampai akhirnya hari cepat sekali berlalu ketika kami sadar sekarang telah larut malam. Kyu Hyun menawarkan diri mengantarkan kami pulang ke rumah. Kami akhirnya menerima tawaran itu karena kebetulan aku dan Hyun Mei berangkat menggunakan taksi.

Saat tiba di depan rumah, kami pun turun dari mobil setelah sebelumnya saling bertukar nomor HP.

“Gomapseumnida Kyu Hyun ssi” ujar kami sambil membungkuk.

“Ne. Cheonmaneyo. Cepatlah masuk. Udara di luar begitu dingin. Aku akan pergi setelah kalian masuk ke dalam rumah” kata Kyu Hyun.

“Ne..” Ujar Hyun Mei dan kami pun masuk ke dalam rumah setelah melambaikan tangan kepada Kyu Hyun sebelum menutup pintu.

Hyun Mei PoV

Ku hempaskan tubuh ku di kasur dan menatap langit-langit kamar. Aku masih bisa membayangkan senyuman namja itu. Aku sangat menyukai senyumannya. Ku pejamkan mataku dan mengingat kembali senyuman itu. Tanpa terasa aku pun tersenyum sendiri.

“Ya~ ngapain sih kok senyum-senyum sendiri ??” tanya Hyun Min onnie yang telah berbaring di sebelah ku.

“Ani.. Hehehe~” ujar ku sambil nyengir.

“Pasti kamu lagi mikirin Kyu Hyun si namja tadi itu ya ?” goda Hyun Min onnie. “Aniyo~~” aku pura-pura cemberut karena tebakan onnie ku yang tepat sekali.

“Ah masa ??? Tapi kelihatannya kamu tersipu-sipu malu ketika namja itu duduk di sebelah mu” Hyun Min onnie terus menggoda ku.

“Sapa bilang ??? Nggak kok” kupalingkan muka ku. Takut jika Hyun Min onnie melihat muka ku yang pastinya memerah.

“Mei a~ aku ini onnie mu. Aku sudah kenal dengan semua sifat-sifat mu. Aku tahu kalau dongsaeng ku sedang tersipu-sipu dan salah tingkah” ujar Hyun Min onnie yang aku tahu dengan jelas bahwa ia pasti sedang menyeringai. Ia senang sekali menggoda ku.

“Onnie a~~ aku ngantuk. Tidur dulu ya. Jaljayo~” kataku dan langsung menarik selimut sampai menutupi kepala ku.

“Ya~ ganti baju dulu dong. Masa langsung tidur ??”

“Biarin deh. Besok aja ganti nya” kataku dari dalam selimut. “Dasar kau ini. Ara.. Jaljayo~” Hyun Min onnie pun keluar dan masuk ke kamar nya.

Ku buka selimut yang menutupi muka ku dan menatap langit-langit kamar kembali dan tersenyum. Aku berharap dapat bertemu Kyu Hyun oppa lagi. Tiba-tiba HP ku berdering. Ada sms.</p>

From : Kyu oppa ^^

senang berkenalan dengan kalian. Moga-moga kita bisa ketemu lagi. Tidur yang nyenyak ya…

Jaljayo~ manis… ^^

Jantungku berdetak dengan cepat. Aku sedikit kaget ketika melihat namanya di layar HP ku. Aku tersenyum membaca sms dari nya dan menjadi sangat deg-degan ketika membaca kata-kata terakhirnya. Aku pun tertidur dengan memeluk HP ku.

Hyun Min PoV

Setelah mengganti baju dan membersihkan muka, aku pun merangkak naik ke atas kasur ku. Hari ini benar-benar mengasyikkan. Aku nggak menyangka bisa bertemu dengan namja tampan bernama Kyu Hyun itu. Ia sangat humoris dan juga pandai bergaul. Ia juga kelihatannya sangat baik. Aku sangat menyukai senyumnya yang manis itu. Evil smile nya yang selalu sukses membuat ku terpanah melihatnya. Ketika aku sedang asyik membayangkan senyumnya itu tiba-tiba HP ku bergetar. Kubuka sms yang aku terima itu.

From : Kyu Hyun oppa

Senang berkenalan dengan kalian. Moga-moga kita bisa ketemu lagi. Tidur yang nyenyak ya…

Jaljayo~ manis… ^^

Omo !! Ternyata sms dari namja itu ! Aku sedikit kaget ketika membukanya. Terlebih ketika Kyu oppa menyebutku seperti itu. Aku tidak tahu harus membalas apa. Jadi ku putuskan untuk tidur saja.

Keesokan harinya…

“Onnie a~ jaga kesehatan ya. Akhir-akhir ini aku lihat sepertinya onnie terlihat letih. Pasti kecapekan kerja. Jangan terlalu memaksakan diri. Istirahatlah yang banyak” Hyun Mei menasehatiku.

“Ne~ kamu juga banyak-banyak istirahat ya” kataku sambil menekan nomor telepon taksi. Belum sempat telepon ku tersambung, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah kami. Pengemudi mobil itu turun. Ia berjalan ke arah kami. Aku tahu siapa namja ini. Ia adalah Kyu Hyun. Kyu oppa berjalan ke arah kami dengan sangat keren (menurutku). Kacamata hitamnya sangat cocok dan membuatnya terlihat semakin tampan.

“Annyeong” sapa Kyu oppa sambil melepas kacamata nya dan memperlihatkan matanya yang bersinar indah.

“Annyeong” jawab ku dan Hyun Mei bersamaan.

“Kenapa pagi-pagi seperti ini kalian sudah di depan rumah ?” tanya Kyu oppa. Ia menatap koper yang ada di dekatku. “Dan kenapa ada koper ? Apa kalian akan pergi ?”

“Aniyo oppa. Hyun Min onnie akan kembali ke kos nya yang ada di kota sebelah karena besok ia sudah harus kerja kembali. Kami baru akan memesan taksi” Hyun Mei menjelaskan kepada Kyu oppa.

“Oh.. Arasseo” ia mengangguk-anggukan kepalanya. “Bagaimana kalau aku antar saja ?” ujar Kyu oppa menawarkan untuk mengantarku.

“Nggak usah oppa. Gwaenchana. Aku bisa pergi dengan taksi. Lagipula perjalanan kesana sedikit memakan waktu” ujar ku menolak halus tawaran Kyu opa.

“Gwaenchana.. Kamu tidak perlu sungkan” Kyu oppa tersenyum manis.

“Mmm…. Tapi….” jujur, aku bingung harus mengatakan apa lagi. Di dalam hati sebenarnya aku sangat senang sekali jika Kyu oppa mengantarkan ku ke tempat kos. Tapi aku juga merasa sungkan padanya.

“Kkaja~” tiba-tiba Kyu oppa telah mengangkat koper ku dan memasukkannya ke mobil. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya bisa menahan senyum ku. Hahaha…..

“Mei a~ kamu juga ikut ?” ajak Kyu oppa.

“Ah… Mianhae oppa. Aku tidak bisa ikut mengantarkan Hyun Min onnie. Besok aku ada ujian dan aku harus benar-benar belajar hari ini” kata Hyun Mei. Ia terlihat sedikit kecewa dan menyesal karena telah menolak ajakan dari Kyu oppa.

“beneran nggak mau ikut ?” tanya ku memastikannya.

“Ne onnie… Mianhae” ujar Hyun Mei, sedih.

“Ara. Kita berangkat sekarang ?” tanya Kyu oppa padaku. Ku anggukan kepala ku dan menatap Hyun Mei.

“Mei a~ hati-hati ya. Jaga kesehatan. Jangan lupa minum vitamin untuk menjaga kondisi tubuhmu. Jangan tidur larut malam dan hwaiting untuk ujiannya ya~” kataku menasehati Hyun Mei dan memeluknya.

“Ne onnie. Gomawoyo” Hyun Mei tersenyum dan memeluk ku erat.

“Onnie pergi dulu. Annyeong” aku pun berjalan dan masuk ke dalam mobil Kyu oppa. Ku lambaikan tangan pada Hyun Mei sampai ia tidak terlihat lagi. Sekarang hanya ada aku dan Kyu oppa. Berdua dalam satu mobil. Aku tidak tahu mengapa, tiba-tiba jantungku berdetak kencang. Aku menjadi gugup ketika menyadari hanya ada kami berdua di dalam mobil. Aku hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus mengobrol apa. Ku lirik Kyu oppa yang sedang serius menyetir mobil.

“Min a~” tiba-tiba Kyu oppa berbicara, membuat ku sedikit kaget.

“N,,,ne… Waeyo oppa ?” tanya ku.

“Ani. Ku lihat kamu lebih pendiam daripada dongsaeng mu ya. Dan sedikit pemalu” ujarnya yang membuat pipi ku panas.

“Jinjjayo ?” jantungku berdetak sangat cepat dan membuatku sedikit kesulitan untuk menjernihkan pikiran ku. Membuat ku sulit untuk berpikir.

“Ne. Kalian berdua sedikit berbeda. Hyun Mei terlihat lebih riang dan sedikit heboh. Sedangkan kamu lebih pendiam. Tapi kalian berdua sama-sama manis” kata Kyu oppa sembari tersenyum dan menatapku sekilas. Omo~ pasti muka ku sudah mirip seperti kepiting rebus. Aku gampang sekali tersipu-sipu hari ini.

Aku hanya bisa tersenyum, “oppa bisa saja” ujarku.

Dalam perjalanan, Kyu oppa mengajak ku untuk sarapan terlebih dahulu. Kami pun berhenti di sebuah depot yang kebetulan buka. Kyu oppa begitu perhatian dan baik. Meskipun ia sedikit jahil dan sering menggoda ku yang membuat ku tersipu malu terus menerus. Sepertinya ia tahu jika aku gampang sekali tersipu dengan godaan-godaan nya.

Setelah menghabiskan sarapan kami, perjalanan kami lanjutkan kembali. Aku sedikit mengantuk, tapi kuusahakan untuk tetap sadar. Tidak enak dengan Kyu oppa yang mengantarkan ku, sedangkan aku malah tidur. Tapi sepertinya Kyu oppa mengetahuinya.

“Kamu ngantuk ? Tidur saja. Gwaenchana. Nanti kalalu aku bingung mencari tempatnya, aku bisa tanya penduduk sekitar” ujar Kyu oppa, lagi-lagi dengan senyum khas nya.

“Aniyo. Gwaenchana. Aku tidak seberapa ngantuk kok” kataku sambil memeluk erat tas ku yang lebih mirip seperti boneka daripada tas.

Author PoV

Hyun Min terlihat sangat mengantuk. Ia tidur larut malam karena akhir-akhir ini ia terkena insomnia. Kyu Hyun melirik Hyun Min yang sudah setengah tertidur. Kepalanya menunduk-nunduk melawan rasa kantuknya. Ketika mobil yang mereka kendarai terhenti karena macet, Kyu Hyun menoleh ke arah Hyun Min yang sudah terlelap sambil memeluk tas yang mirip seperti boneka sapi itu.

“Mirip anak kecil kalau seperti ini. Nggak mirip dengan orang yang sudah bekerja” kata Kyu Hyun sambil membenarkan kepala Hyun Min yang menunduk dan menidurkan jok mobil agar Hyun Min bisa lebih nyaman. Di tatapnya wajah Hyun Min yang terlelap. Sangat polos dan seperti anak kecil. Kyu Hyun tersenyum dan membelai pipi Hyun Min sekilas. Kemudian mobil di depannya mulai berjalan dan Kyu Hyun pun melanjutkan perjalanan mereka.

Kyu Hyun PoV

Kami akhirnya sampai di tempat kos Hyun Min setelah sedikit bertanya kepada penduduk sekitar. Hyun Min masih saja tertidur dengan nyenyak sambil memeluk tas boneka sapi nya itu. Ku goyang perlahan pundaknya.

“Min a~ bangunlah. Kita sudah sampai” panggil ku perlahan. Takut membuatnya terkejut. Hyun Min masih saja terlelap. Sepertinya ia sangat mengantuk sekali. Ku coba menggoyangkan tubuhnya perlahan. Tapi ia tetap terlelap. Sepertinya aku tidak punya pilihan lain. Tidak tega melihatnya begitu pulas, akhirnya ku coba mencari kunci kamar kos Hyun Min di dalam tas nya dan membuka kamarnya. Setelah itu, perlahan-lahan ku gendong Hyun Min keluar mobil menuju kamarnya. Ternyata ia cukup berat juga. Setelah ku rebahkan di atas kasur miliknya, kuangkat tas nya dan ku masukkan ke dalam kamarnya.

Fiuh…. Akhirnya selesai juga. Ia masih saja terlelap dan sepertinya makin nyenyak. Aku semakin tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya kututup pintu kamar nya dan beranjak pergi dari tempat kos Hyun Min.

Author PoV

Hyun Min masih terlelap di dalam kamar kos nya ketika tiba-tiba pintu kamarnya di gedor keras oleh seseorang. Hyun Min terlonjak dari kasurnya dan seketika itu juga kepalanya menjadi pusing. Ia terkejut mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar kosnya. Padahal seharusnya ia masih berada di dalam mobil Kyu Hyun.

“Kenapa aku bisa ada di sini ?? Apa aku bermimpi ??” Hyun Min terheran-heran dan berusaha mengingat-ingat kembali. Ia melihat kopernya di sudut ruangan. Sepertinya ia tidak bermimpi. Ia yakin kalau terakhir kalinya tadi ia masih berada di dalam mobil Kyu Hyun. Gedoran di pintu kamar Hyun Min tidak berenti. Orang itu terus menerus meneriakkan nama Hyun Min.

“Min a~~~ buka pintunya~~! Ppaliii~~” teriak orang tersebut. Hyun Min sedikit kesal dan beranjak dari kasurnya menuju pintu.

“Chakkaman~~!!” di bukanya pintu tersebut dan seketika itu juga orang tersebut menerobos masuk ke dalam kamar Hyun Min.

“Min a~ apa yang terjadi ???? Kenapa kamu di gendong oleh namja ??? Apa yang telah ia lakukan kepadamu ???” tanya orang tersebut sambil memegang bahu Hyun Min dan mengguncang-guncangkannya.

“OPPA~~~!!!” teriak Hyun Min kesal. Kepalanya menjadi semakin pusing akibat ulah orang tersebut.

“Mianhae.. Min a~ bisa kamu jelaskan ??” tanya orang itu penarasan. Ia adalah Lee Hyuk Jae. Teman satu kantor dan satu tempat kos dengan Hyun Min. Hyuk Jae adalah namja yang baik. Ia selalu menemani dan menjaga Hyun Min. Terlebih dari serangan sengit dari teman-teman kantornya yang ingin menjatuhkan dirinya.

Hyun Min duduk di atas kasur. Hyuk Jae duduk di sebelah nya dan membulatkan matanya menunggu jawaban. Hyun Min menghela napas dan memegangi kepalanya yang pusing. Hyuk Jae mendekatkan kepalanya menunggu jawaban dari Hyun Min.

“Min a~” Hyuk Jae terlihat tidak sabar.

“Ara ! Ara ! Bentar dulu dong~! Kepala ku pusing nih~!!” ujar Hyun Min kesal. Hyuk Jae cemberut karena di bentak oleh Hyun Min.

“aku nggak tahu kenapa aku bisa tiba-tiba ada di dalam kamar ku. Tadi aku sangat mengantuk dan mungkin aku tertidur di mobil Kyu oppa” jelas Hyun Min. Hyuk Jae yang mendengar penjelasan kurang lengkap dari Hyun Min menjadi semakin penasaran. Ia menggeser duduknya merapat ke Hyun Min.

“Kyu oppa ?? Siapa dia ?? Namja yang menggendongmu tadi ??” tanya Hyuk Jae, penasaran.

“Gendong ?? Kyu oppa gendong aku ??” tanya Hyun Min, terkejut. Hyuk Jae menganggukkan kepalanya.

“Keudae. Namja itu menggendongmu”

“Jinjjayo ????” tanya Hyun Min tidak percaya.

” Ne~~! Aigoo~ kok nggak percaya banget sih ??!” Hyuk Jae jadi sedikit kesal.

“Jangan bentak aku dong~~!” Hyun Min cemberut dan melipat tangannya. Ia kesal karena Hyuk Jae membentaknya.

“Ara… Ara… Mianhae. Lanjutkan dong ceritanya” kata Hyuk Jae.

“Apa yang harus aku ceritakan lagi ?? Aku sendiri saja nggak tahu kenapa tiba-tiba ada di kamar ku” Hyun Min terlihat sedikit kesal. Hyuk Jae memperhatikan Hyun Min dari atas ke bawah, dari bawah ke atas. Mukanya terlihat cemas. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyun Min.

“Y,,,ya~~!! Waeyo ???” Hyun Min memundurkan kepalanya, risih.

“Apa kamu nggak merasa ada yang aneh ??” tanya Hyuk Jae. Hyun Min mengerutkan alisnya, bingung.

“Aneh apanya ??? Nggak tuh. Biasa saja” jawab Hyun Min santai.

“Apa kamu nggak merasa……”

“Ngomong yang jelas dong~!!” bentak Hyun Min sebal. Hyuk Jae makin mendekatkan wajahnya.

“Jangan-jangan dia sudah…. Mm….. Sudah ‘ngapa-ngapain’ kamu ?? Apa kamu nggak merasa ada yang mengganjal atau aneh mungkin…”

“Mwo ???!!” Hyun Min terkejut dan membelalakkan matanya. Ia menggeser duduknya sedikit menjauh dari Hyuk Jae.

“Nggak kok !! Kalau ada apa-apa kan aku pasti ngerasain juga !!”

“Jinjjayo ?? Menurut ku wajah namja itu sedikit yadong” jawab Hyuk Jae, santai. Hyun Min melirik tajam ke arah Hyuk Jae.

“W,,wae ??” tanya Hyuk Jae sedikit takut melihat lirikan Hyun Min.

“Ya~! Lebih yadong wajah mu !!” bentak Hyun Min.

“Min a~ jangan gitu dong….” ujar Hyuk Jae sambil cemberut.

“Sudahlah !! Aku capek. Mau tidur. Keluar gih~!” Hyun Min merebahkan tubuhnya di kasur dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Tetapi Hyuk Jae masih tidak bergerak, duduk di pinggir kasur. Hyun Min membuka selimut sampai se perutnya, “ya~~!! Kok belum keluar sih ??!”

“Arasseo… Aku keluar” kata Hyuk Jae sambil cemberut dan keluar dari kamar Hyun Min.

Hyun Min PoV

Sebenarnya kantuk ku sudah hilang ketika Hyuk Jae memberitahukan ku bahwa Kyu oppa menggendong ku sampai ke kamar. Hanya saja aku sedang malas sekali berbicara dengan Hyuk Jae. Ia selalu saja mencemaskanku secara berlebihan. Pada awalnya memang aku merasa senang karena ada yang memperhatikanku ketika pertama kali aku tinggal dan bekerja di sini. Tapi lama kelamaan aku merasa jika Hyuk Jae sedikit berlebihan mencemaskanku. Ah sudahlah.. Aku malas memikirkannya.

Tiba-tiba bayangan wajah Kyu oppa terlintas di pikiran ku.

Kyu oppa menggendong ku ?? Omo~

kupeluk guling dan tanpa sadar aku pun tersenyum-senyum sendiri. Kenapa aku bisa jadi senang seperti ini ?? Tiba-tiba HP ku bergetar. Ada sms.

From : Kyu Hyun oppa

Min a~ kamu sudah bangun ? Mianhae tadi aku terpaksa menggendongmu karena aku nggak tega melihatmu sangat nyenyak sekali.

Kyu oppa mengirimi ku sms. Sesaat aku tertegun dan tidak tahu harus membalas apa. Kemudian ku tekan reply.

To : Kyu Hyun oppa

Ne… Gwaenchana oppa. Gomawo sudah mengantarkanku. Dan mianhae aku sudah merepotkan oppa..

Ku kirimkan sms balasan ku. Kemudian kutatap langit-langit kamar. Pikiran ku melayang kembali membayangkan senyuman Kyu oppa. Aku jadi heran sendiri, mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya ?? HP ku bergetar kembali. Cepat sekali Kyu oppa membalas sms ku.

From : Kyu Hyun oppa

Cheonmaneyo ^^

Ani…. Nggak merepotkan sama sekali kok. Aku malah senang bisa membantu yeoja manis😉

Aiish~! Kyu oppa menggoda ku ! Jantungku berdegup kencang. Babo banget !! Cuman di goda seperti itu saja aku sudah gugup.

To : Kyu Hyun oppa

Aku berhenti sesaat. Bingung harus membalas apa. Akhirnya kuputuskan untuk tidak membalas sms nya.

1 bulan kemudian…

Sudah 1 bulan sejak aku mengenal Kyu oppa. Aku dan Hyun Mei menjadi akrab dengannya. Ia selalu datang ke rumah, baik ketika aku pulang ataupun pada hari biasa. Kalau ku amat-amati, sepertinya Hyun Mei menyukai Kyu oppa. Sering kali aku melihat wajahnya yang tersipu malu ketika Kyu oppa menggodanya dan mencuri-curi pandang pada Kyu oppa. Ada yang aneh di dalam hatiku ketika melihatnya. Tetapi perasaan itu tidak aku hiraukan. Mungkin itu hanya kebetulan saja.

Hyun Mei PoV

Akhir-akhir ini Kyu oppa sering mengunjungi ku. Hampir setiap hari ia datang atau mengantarku pulang dari sekolah. Aku tidak bisa bohong pada diri ku sendiri bahwa aku senang Kyu oppa menemani ku. Ia juga sering menemani ku jalan-jalan sehabis pulang sekolah. Mm… Sepertinya aku menyukai Kyu oppa. ^///^

Dan hari ini seperti biasanya, Kyu oppa menjemputku sepulang sekolah.

“Mei a~ kita ke mall yuk~” ajak Kyu oppa. Ia mengenakan kaos putih dengan celana jeans yang serasi serta kacamata hitam dan bersender pada mobil sport merahnya. Kyu oppa terlihat keren. Mm… Sepertinya aku salah. Maksudku sangat keren😀

Banyak teman-teman ku yang menoleh dan saling berbisik-bisik melihat kami.

“Bukannya kemarin kita sudah ke mall ?” tanya ku.

“Ne.. Tapi nggak apa-apa kan kalau sekarang pergi lagi ?” ujar Kyu oppa sambil tersenyum manis. Aku suka dengan senyumannya. >///<

“Ara..” kubalas senyumnya. Kyu oppa membukakan pintu mobil untuk ku.

“Gomawo” aku pun masuk ke dalam mobil. Kyu oppa berputar dan masuk ke dalam mobil juga. Kami pun segera berangkat menuju mall.

Mobil terus melaju menyusuri jalanan yang sedikit lengang. Kyu oppa berkali-kali menoleh kepada ku dan tersenyum. Aku jadi sedikit salah tingkah dan gugup.

“Waeyo oppa ?” tanya ku.

“Ani.. Oppa hanya gemas sekali dengan pipi mu. Lucu sekali” ujar Kyu oppa sambil tersenyum dan menatapku sekilas.

“Lucu ??? Kok gitu ??” tanya ku, bingung dan sedikit kesal. Apa aku terlihat seperti badut?! Sampai-sampai ia bilang aku lucu.

“Memang seperti itu kan. Wajahmu itu menggemaskan sekali. Rasanya ingin aku gigit pipi bakpau mu itu” kata Kyu oppa. Apalagi ini sekarang ?! Pipi bakpau ?!! Aigoo~ menyebalkan sekali. Aku tidak menjawab kata-kata Kyu oppa dan hanya melipat tanganku di dada serta cemberut. Kyu oppa menoleh, “mei a~ kamu marah ??”

Kupalingkan wajahku dan tidak menjawab pertanyaannya. Sebal dengan perkataannya tadi.

“Mei a~ mianhae.. Aku hanya bercanda kok. Jangan marah ya..” kali ini Kyu oppa bebicara lebih lembut. Sebenarnya aku juga tidak terlalu marah pada Kyu oppa. Tapi aku tidak mau menunjukkan kalau aku ini yeoja yang gampang sekali di permainin seperti itu.

“Jeongmal.. Aku hanya bercanda kok. Aku benar-benar suka dengan pipi mei yang imut banget” jelas Kyu oppa. Mwo ?! Hanya menyukai pipi ku saja ??! Jadi Kyu oppa hanya suka pada pipi ku saja ??! Padahal kalau aku boleh jujur, aku menyukai Kyu oppa. Tapi aku sedikit kecewa dengan perkataannya tadi. Dan sepanjang perjalanan, kami hanya terdiam saja.

Author PoV

Ketika mereka sampai di Mall, Hyun Mei masih saja diam dan tidak mau berbicara dengan Kyu Hyun. Ia terus saja cemberut dan berjalan sendiri. Kyu Hyun tidak tahu harus berbuat apa dan merasa bersalah. Ia hanya berjalan di sebelah Mei dan berfikir keras mencari kata-kata yang tepat untuk meminta maaf kepada Mei.

“Mei a~ apa kamu laper ? Kita makan dulu saja ya” Kyu Hyun menggandeng tangan Mei menuju restaurant. Hyun Mei membelalakan matanya ketika tiba-tiba tangannya di gandeng oleh Kyu Hyun. Ia hanya diam dan menurut saja. Sesampainya di restaurant, mereka duduk berhadapan dan masih saja terdiam. Kyu Hyun memegang kedua tangan Mei.

“Mei a~ mianhae.. Aku benar-benar hanya bercanda”

“Sudahlah oppa. Aku mengerti kok. Aku nggak apa-apa” ujar Hyun Mei sambil tersenyum. Ia sedikit luluh ketika menatap pancaran mata Kyu Hyun yang benar-benar serius.

“Gomawo” Kyu Hyun tersenyum, “mmm…. Mei a~ ada yang ingin aku bicarakan”

“Ne.. Apa itu oppa ?” tanya Hyun Mei. Jantungnya berdegup kencang karena Kyu Hyun masih tidak melepas genggaman tangannya.

“Mmm…. Gini….” Kyu Hyun terlihat gugup dan menggenggam erat tangan Mei. Setelah menarik nafas panjang, Kyu Hyun tersenyum kepada Mei.

“Mei a~……”

Hyun Min PoV

“Bwahahahaha~ jeongmal michyeosoyo !!” teriak ku sambil tertawa terbahak-bahak mendengar Hyuk oppa bercerita.

“Aku sendiri nggak tahu harus bagaimana lagi. Jadi aku rayu saja ahjumma pemilik restaurant itu. Ternyata ahjumma itu malah mengejar-ngejar ku” Hyuk oppa memanyunkan bibirnya.

“Hahaha~ salah sendiri, siapa suruh tidak bawa dompet. Lagipula kan caranya nggak perlu sampai merayu seperti itu kan” kataku sambil menahan tawa ku. Perut ku terasa kaku karena terlalu keras tertawa. Air mata ku pun keluar saking kerasnya tertawa. Hyuk Jae benar-benar namja yang lucu. Aku masih saja tertawa sambil memegangi perut ku. Aku tidak bisa membayangkan wajah Hyuk oppa yang syok ketika ahjumma itu ternyata lebih agresif kepadanya.

“Min a~ sudahlah. Keliahatannya kamu senang sekali mendengarku di kejar-kejar ahjumma genit itu” protes Hyuk oppa.

“Hahaha~ mianhae oppa. Aku hanya nggak bisa membayangkan bagaimana wajah oppa ketika itu. Pasti aneh sekali. Hahahaha~” aku tertawa kembali sampai guling-guling di kasurku. Hyuk oppa semakin cemberut.

“Kok bisa aneh sih ?? Aku ini kan tampan sekali” kata nya dengan begitu percaya diri. Aku kembali terbahak-bahak. Seketika itu juga Hyuk oppa memegang kedua lengan ku dan mendekapku. Aku tersentak dan berhenti tertawa. Kaget sekali dengan perbuatannya. Ia menatapku tajam dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sekarang wajahnya persis di atas wajahku. Jantung ku berdegup kencang seiring dengan semakin dekatnya wajah Hyuk oppa di atas wajahku. Ku telan ludah ku dengan susah payah.

“Min a~” bisiknya.

“W,,,wae ???” tanya ku sedikit panik. Suara ku tercekat.

“Dengarkan dan perhatikan baik-baik” ujar Hyuk oppa, masih dengan suara yang berbisik. Aku tidak dapat berkata apa-apa lagi. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku.

“Lihatlah, aku ini sangatlah tampan. Kamu harus melihat dan memperhatikannya baik-baik. Aku serius” ujarnya. Seketika itu juga ku dorong tubuhnya sampai ia jatuh terjengkang di lantai kamarku. Wajahku begitu panas dan memerah. Aku pikir tadi ia akan menciumku atau berbuat sesuatu yang lain. Ternyata ia hanya ingin berkata demikian.

“Min a~! Kamu kasar sekali deh !! Sakit sekali !!” protes Hyuk oppa, kesal sambil menggosok-gosok pantatnya.

“Sudahlah !!! Keluar saja !! Aku malas !! Cepat !!” teriak ku. Aku sendiri nggak tahu kenapa aku menjadi marah padanya.

“Kok malah kamu yang marah sama aku ??! Harusnya kan aku yang marah padamu !! Kamu yang mendorongku sampai terjatuh di lantai !!” kata Hyuk oppa, emosi.

“SUDAHLAH !! JANGAN MENERIAKI AKU !! KELUAR !!” teriakku, tidak kalah emosinya.

“Ara !! Ara !! Aku keluar !! Jangan bentak-bentak gitu dong !!” Hyuk oppa keluar dari kamar ku dan membanting pintu.

“TUTUP PELAN-PELAN !!!” teriak ku lagi. Sebal sekali padanya. Kutarik nafas panjang untuk menenangkan diri ku. Aku masih bingung mengapa tiba-tiba aku bisa marah pada Hyuk oppa. Lebih baik aku menenangkan diriku. Hari sudah malam dan besok aku sudah harus bekerja kembali. Ketika hendak berbaring di kasur ku, HP ku bergetar. Hyun Mei menelpon ku.

“Yeoboseyo mei a~” sapa ku.

“Yeoboseyo onnie~” sapa Hyun Mei dengan girang.

“Sepertinya kamu senang sekali. Pasti hari ini kamu sedang gembira” tebak ku.

“Nggak seharian sih. Tapi memang sekarang aku lagi senang sekali” kata Hyun Mei. Ia begitu bersemangat. Aku menjadi semakin penasaran.

“Apa yang membuat mu begitu senang ?? Ceritakan pada onnie” ujar ku. Duduk sambil tersenyum dan bersiap menyimak cerita dari dongsaengku.

“Onnie a~~ Kyu oppa….” kata-katanya terputus dengan jeritan kesenangan dari Hyun Mei. Ku jauhkan sedikit HP ku dari telinga. Keras sekali ia menjerit.

“Mei a~ ceritakan dulu dong. Onnie kan jadi makin penasaran. Ada apa dengan Kyu oppa ??” tanya ku. Penasaran sekali.

“Kyu oppa tadi menembak ku onnie~!!” kata Hyun Mei sambil sedikit menjerit kesenangan. Tiba-tiba aku merasa seperti tersambar petir. Aku mematung sejenak. Berusaha mencerna perkataan Hyun Mei tadi. Apa aku tidak salah dengar ?? Apa benar Kyu oppa menembak Hyun Mei ?? Aku masih terdiam dan tidak berkata apa-apa.

“onnie ?” panggil Hyun Mei pelan karena aku masih saja terdiam.

“Oh,,, ne… Jinjjayo ??” tanya ku. Sedikit kaku.

“Neeee~~~ Kyu oppa menembak ku tadi siang~” pekik Hyun Mei, ia sangat gembira sekali. Tunggu sebentar. Ada yang aneh. Aku merasakan keanehan di dalam hatiku. Mengapa hatiku terasa perih ?? Mengapa aku tidak bisa ikut memekik senang ketika mendengar cerita Hyun Mei ?? Seharusnya aku senang dan ikut gembira ketika dongsaengku menemukan cinta nya. Apakah aku ini benar-benar onnie nya ?? Mengapa aku bersikap seperti ini ?? Banyak sekali pertanyaan di kepala ku dan dada ku terasa sesak.

“kalau begitu, ceritakan bagaimana tiba-tiba Kyu oppa menembakmu” ujar ku. Berusaha tenang dan ikut terdengar gembira. Dan Hyun Mei pun menceritakan mulai dari di jemput nya ia di sekolah sampai Kyu oppa menembaknya di restaurant. Selama mendengar cerita dari Hyun Mei, tanpa terasa air mata mengalir di pipi ku. Aku tidak tahu mengapa aku menangis mendengar ceritanya. Ia begitu bersemangat dan riang sekali menceritakannya. Aku merasa tidak berguna menjadi onnie nya. Padahal dongsaengku sedang bahagia, tapi mengapa aku malah menangis ?? Apa yang aku lakukan sekarang ?? Mengapa aku tidak bisa berhenti menangis ??

Ku usahakan agar tangis ku tidak menimbulkan suara. Air mata ku terus menetes tanpa terdengar isak tangis dari bibir ku. Hati ku terasa perih mendengar cerita Hyun Mei. Ku tahan sebisa mungkin jangan sampai terdengar suara ingus dan isak tangisku. Hyun Mei masih saja menceritakan secara detail kejadian tadi siang dengan menggebu-gebu. Aku masih bisa menimpalinya dengan tertawa dan menggodanya. Tapi tidak dapat aku bohongi diri ku sendiri bahwa sekarang aku menangis. Menangis mendengar ceritanya. Mulutku tertawa mendengar ceritanya, tetapi hati ku menangis. Air mata ku mengalir deras di pipi ku. Kalau ada yang melihat ku saat ini, mungkin orang itu akan mengatakan kalau aku ini gila. Tertawa dengan air mata yang mengalir deras di pipi ku.

“Begitu onnie ceritanya” ujar Hyun Mei dengan nada yang riang.

“Waahh~ chukkae~ sekarang dongsaeng ku sudah besar. Sudah punya namjachingu” ujar ku sambil menghapus air mata di pipi.

“Ne~ sekarang onnie tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi. Sekarang ada Kyu oppa yang pastinya selalu menjagaku” kata Hyun Mei sambil terkekeh senang.

“Ne.. Sekarang onnie bisa lega” ujar ku. Hati ku terasa sakit perih dan sesak mendengar perkataannya.

“Keudae~” Hyun Mei tertawa riang.

“Hahaha~” tawa ku, masih dengan air mata yang menetes. “Sekarang sudah larut malam. Tidurlah. Besok kamu masih masuk sekolah kan.”

“Ne onnie. Onnie juga tidur ya. Istirahat yang banyak. Jangan capek-capek” Hyun Mei menasehatiku. Aku semakin sedih dan merasa menjadi onnie yang paling bodoh. Bisa-bisa nya aku menangis ketika dongsaeng ku sedang bahagia. Hyun Mei sangat baik dan perhatian terhadapku.

“Ne. Jaljayo sayang~” kata ku.

“jajayo onnie” Hyun Mei pun menutup sambungan telepon kami.

Kupeluk guling ku dan menangis semakin menjadi. Hati ku sakit sekali. Saranghae na dongsaeng.. Jeongmal saranghae… Mianhaeyo…

~To Be Continued~

Bagaimana ?? Geje nggak ?? Hehehehe~ Moga moga kalian sukaya.. Jangan lupa komen dan komen nya jangan nyampah !!

Jujur, oke ?😀

Gomawo udah baca FF kuu~~~

XOXO

15 thoughts on “[twoshot] Saranghae Na Dongsaeng… Jeongmal Saranghae.. Part 1”

  1. kyaa~~ akhirnya di post juga FF ini~~ hehehe

    AKU CEMBURU SAMA EOMMAAAAA~~!! KYU LEBH DEKET SAMA EOMMA~~~

    KYU APA YANG KAU LAKUKAN KEPADAKU —–>> “Mirip anak kecil kalau seperti ini. Nggak mirip dengan orang yang sudah bekerja” kata Kyu Hyun sambil membenarkan kepala Hyun Min yang menunduk dan menidurkan jok mobil agar Hyun Min bisa lebih nyaman. Di tatapnya wajah Hyun Min yang terlelap. Sangat polos dan seperti anak kecil. Kyu Hyun tersenyum dan membelai pipi Hyun Min sekilas.

    Tidak tega melihatnya begitu pulas, akhirnya ku coba mencari kunci kamar kos Hyun Min di dalam tas nya dan membuka kamarnya. Setelah itu, perlahan-lahan ku gendong Hyun Min keluar mobil menuju kamarnya. Ternyata ia cukup berat juga. Setelah ku rebahkan di atas kasur miliknya, kuangkat tas nya dan ku masukkan ke dalam kamarnya.

    Fiuh…. Akhirnya selesai juga. Ia masih saja terlelap dan sepertinya makin nyenyak. Aku semakin tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya kututup pintu kamar nya dan beranjak pergi dari tempat kos Hyun Min.

    KYU MALEM INI KAMU GAK DAPET JATAH !!!! TIDUR DILUAR !!! SHIRREO~~~!
    HAHAHHAHAA FF YANG SERUUUUUUUU~~

    AAAHHAHAHAYY LANJJJOOOTTTTTT !!! LANJOOOOOTTTTT~~!!!
    LANJJOOOTTT~~~!!!!!! CEPETAN DILANJOOTTTT~~!!!! *teriak2*

  2. aigo~~~
    aq ngerti perasaan zen eonni,,
    lmyn menguras air mata tuh…
    T^T

    Lanjutan.a yach eonni^^
    Hwating~~

  3. zen… boleh kritik?? soal teknis aja si.. warna tulisan FF ijo muda silo banged dimataku, setiap mau baca pasti ku ctrl A biar mataku bs bc hiks hiks smua FF disini pake warna gitu yak, hiks

    sekarang komen cerita : wohohhoo triangle love.. kesia kamu zen *hug zen* cupcupcup. kyu juga ngasi harapan gitu siii… gmn hyunmin kaga klepek2 wakakk jadi gemes sendiri… sedih, sakit ati pas tau ternyata kyu nembak mei… *meres handuk* part 2 ya zen, aye tunggu, oia, bisa request tulisan nya jadi item? //plakplak sape lu protes2!!!//

    1. hahaha~ blh kok onn.. ^^ menerima saran dan kritik. Ara.. Ntar coba di ganti deh. Biarin ga sakit mata..
      Maksudnya sih supaya reader yang baca ff nya ga ngantuk /plak😄 ahahaha~

      Huhuhuhu~ *hug balik* iya tuh onn… Kasian ya.. *narsis* /plak
      Ahahaha~ sampe meres anduk ?? Berarti ff ku berhasil😀 bikin org mewek. Ehehehe~
      Gomawo onn udah mau baca😀

  4. Mian baru bisa komeen T^T

    aku suka crtanya eon🙂
    keren banget dhaa ..
    Kyuu , kamu ni ngasi harepan aja -,- dasar *gejeh*

    Lanjutkan ya eonn😄

  5. OMO…….Zen senang skali nyiksa diri sndiri d FF *PLAK*
    aku ksian ma hyun min, slh kyu yg ngasih prhatian lbih ma hyun min *cekik leher kyu*
    knpa d sini aku lbh suka kyu ma hyunmin, pdhl couple kyu kan mei hahaha……*d ckik mei*
    ky.a c kyu da niat lain ngedeketin mrka bdua, ptut d curigai thu c kyu…..?????
    Zen, kalo kyu ma mei kasian hyunmin, truz kalo kyu ma hyunmin ga tega ma mei………dah ja kyu buat aku aja *bungkus kyu truz bw pulang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s