How Can You Do This To Me? What’s My Fault?

Author: andri_gaemgyu

Cast: Lee Eunji => Cho Eunji

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Kim Kibum (Super Junior)

Genre: romance, sad

Disclaimer: don’t own the chara, just own the fan fict~ hehe

~~~~~

Annyeong, Yeorobun. Chonun Lee Eunji imnida, euhm… Cho Eunji maksudnya. Aku ingin menceritakan sedikit pengalamanku pada kalian ^_~ pastinya ini akan jadi pelajaran, yang mungkin berharga bagi kalian. Selamat membaca ceritaku ya~

~~~~~

~Sabtu, 20 Maret 2010-

“Chagiya… aku pergi dulu,” ucap Kyuhyun oppa.

Aku segera menghampirinya.”Cepat pulang ya,” pintaku, lalu memeluknya dengan erat. Sangat erat.

“Yak~ chagiya… neon wae irae?” tanya Kyuhyun oppa.

“Aku… hanya tidak ingin kehilanganmu,” jawabku, semakin erat memeluknya.

“Hahaha… aku tak akan meninggalkanmu. Saranghae, chagiya…” ucap Kyuhyun oppa, lalu mengecupku lembut.

“Na ddo,” jawabku.

Saat dia melepaskan pelukannya. Aku tiba-tiba menarik tangannya. Aku merasa, aku tidak boleh melepaskan tangannya hari ini. aku merasa… sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.

“Wae, chagy?” tanya Kyuhyun oppa.

“Aku…” tiba-tiba aku menitikkan air mata.”Aku… aku tidak ingin kau meninggalkanku…” ucapku, lalu memeluknya kembali.

“Chagiya… aku tidak akan kemana-mana. Aku akan selalu bersamamu… aku berjanji,” kata Kyuhyun oppa, sambil menampakkan senyum khasnya.

“Gomawo, oppa… gomawo~”

~~~~~

Aku dan Kyuhyun oppa adalah sepasang suami istri. Pernikahan kami baru berjalan selama 2 tahun. Pernikahan yang masih sangat muda J namun kami bahagia. Pagi ini… aku merasakan hal yang sangat ganjil. Aku merasa dia akan meninggalkanku… entah kemana. Aku jadi sedikit khawatir…

Ddrrtt… drrtt… ponselku bergetar pelan diatas meja. Kegiatan membacaku jadi terhenti sebentar. Kualihkan pandanganku dari buku yang kubaca kearah ponselku. Nomor tak dikenal. Siapa ya?

“Yeoboseyo?” tanyaku, lalu kembali memandang bukuku.

Terdengar suara dari seberang.”Ini aku, Ahra. Ini Eunji kan?”

“Ye, eonni. Wae?” ujarku, perasaanku mulai tidak enak.

“Kyu… Kyu masuk rumah sakit…”

“Mwo? Aku akan segera kesana!”

~~~~~

-Rumah sakit-

Aku segera menghampiri meja resepsionis dan bertanya pada petugas disana…

“Mmm… annyeong, aku ingin bertanya… Cho Kyuhyun ada dimana?” tanyaku.

“Oh, tunggu sebentar, agashi…”

Petugas resepsionis itu melihat daftar pasiennya, lalu mendongak kearahku.”Tuan Cho Kyuhyun ada di ruang UGD.”

Aku merasa sesak. Ada apa ini? kenapa?

“Ka-kamsahamnida…” kataku, lalu berlari ke ruang UGD.

~~~~~

“Saeng!” seru seorang yeoja, Cho Ahra, kakak Kyuhyun.

“Eonni… bagaimana keadaan Kyuhyun oppa?” tanyaku.

“Dia…” Ahra eonni menitikkan air mata, lalu memelukku.”Dia… dia meninggal…”

Aku membelalak mendengarnya. Cho Kyuhyun? Kyuhyun oppa? Nae chagiya? Meninggal…? Tidak mungkin. Ini tidak mungkin terjadi.

“Andwae! Andwae! Kyuhyun oppa tidak mungkin meninggal!” seruku.

Tangisku pecah. Pandanganku mengabur, yang terakhir kuingat adalah senyuman Kyuhyun lalu semuanya gelap.

~~~~~

“Dongsaeng-ah…” panggil Ahra eonni.

“Mmm…?” aku mengedipkan mataku perlahan.

Aku memandang berkeliling, mencari wajah yang kurindukan. Ia tak ada. Kyuhyun oppa tak ada di sampingku. Kemana dia? Aku merindukannya.

“Kyuhyun oppa dimana? Bogoshippeo…” ucapku.

“Eunji-sshi…”

Aku memandang berkeliling lagi. Banyak wajah yang tak kukenali. Apa mereka teman-teman Kyuhyun oppa?

“Eunji-sshi… mianhae, kami tak dapat melakukan apa-apa…”

“Gwenchana-yo… aku hanya ingin melihatnya,” gumamku.

“Dia…” Ahra eonni menarik tanganku dan menuntunku turun dari tempatku berbaring. Dia membawaku ke sebuah kamar.

“Eonni?” tanyaku.

“Kyu ada di sini, masuklah…”

Aku mengangguk, lalu masuk ke dalam kamar itu. Di sana, kulihat seseorang yang amat kukenali. Wajahnya pucat, damai. Tak ada senyum di wajah itu. Aku membelainya pelan, memainkan helai-helai rambutnya, menelusuri wajahnya, lalu memegang tangannya. Dingin. Tak ada tanda kehidupan.

“Oppa… wae? Kenapa meninggalkanku?” tanyaku. Aku mulai menangis.

“Oppa… saranghae… saranghae… saranghae!” ujarku lalu menangis sambil memeluknya. Aku merindukannya. Merindukan senyumnya, tangannya dan dekapannya yang hangat. Suaranya yang indah… semuanya. Aku merindukan semua yang ada padanya.

“Oppa! Andwae!!”

~~~~~

Kyuhyun oppa tidak menderita penyakit apa pun. Menurut teman-teman kantornya, dia sangat berbeda hari ini. Dia yang biasanya jagoan basket, hari ini tidak memasukkan satu bola pun. Kata-kata terakhirnya adalah,”Sehabis main basket, aku akan menelepon istriku.”

Selesai main basket, dia berjalan ke tribun penonton. Setelah beberapa lama berjalan, ia terjatuh sambil memegang dadanya.

Temannya yang mengantarnya ke rumah sakit mengatakan bahwa Kyuhyun oppa sempat menyebutkan namaku, sebelum menghembuskan nafas terakhir. Di rumah sakit, Kyuhyun oppa di vonis terkena serangan jantung. Apa mungkin?

~~~~~

~22 Mei 2010~

“Oppa… tumben datang kemari,” ucapku saat melihat seorang namja di depanku.

“Mmm… boleh kan? Aku hanya ingin berkunjung,” jawab namja itu, lalu menampilkan senyum khasnya.

“Yah~ boleh saja sih, ayo masuk,” ujarku, mempersilakan namja itu.

Namja itu adalah Kim Kibum. Tetanggaku di rumah orang tuaku. Namja ini sangat dekat denganku, namun istrinya tidak menyukaiku. Entah kenapa…

“Bagaimana kabarmu, Eunji-ah?” tanya Kibum oppa.

“Ngg… baik-baik saja,” jawabku sekedarnya, lalu tersenyum.

“Oh ya, aku membawa sesuatu untukmu,” ucap Kibum oppa, lalu memberikan sebuket bunga mawar putih.

“Kamsahamnida, oppa…” kataku, lalu menerima bunga itu.

“Mmm… apa… Rihyo tidak marah jika oppa datang kemari?” tanyaku, sambil memperhatikan rangkaian bunga itu.

“Rihyo tidak tahu kalau aku datang kemari,” jawabnya, lalu menggeleng.

“Mwo? Kenapa kau tidak memberitahunya?” tanyaku.

“Kalau kuberitahu, dia pasti akan melarangku kemari.”

“Tapi oppa—“

“Sudahlah, santai saja, oke?”

Aku hanya mengangguk, mengiyakan.

~~~~~

Semakin lama, Kibum oppa semakin sering datang ke rumah. Bahkan ia sering memberikanku bingkisan dan aku tak bisa menolaknya. Aku takut hubungan kami akan dianggap ‘keluar jalur’. Bagaimana nantinya jika Rihyo tahu? Mulut Rihyo itu pasti tidak akan berhenti memakiku *maaf bahasanya kasar* dan aku pasti akan di fitnah. Tapi… mau bagaimana lagi? Aku tak mampu menolak pemberian Kibum oppa.

“Oppa… berhentilah membawa bingkisan seperti ini… aku jadi merepotkan,” ucapku.

“Tidak merepotkan, kok… tenang saja,” jawab Kibum oppa, enteng.

“Ahh… baiklah, arasseo,” gumamku.

Kibum oppa memperhatikan ponselnya.”Rihyo menelepon… tunggu sebentar.”

Setelah berbicara dengan Rihyo, Kibum oppa menautkan kedua alisnya.”Eunji-ah… Mianhae-yo, aku harus pergi. Rinhyo memintaku menjemputnya.”

“Mmmm… ye, oppa. Gwenchana-yo,” ucapku.

“Gomawo, annyeong,” kata Kibum oppa, lalu meninggalkan rumahku.

Aku iri dengan Rihyo. Begitu besar perhatian Kibum oppa pada Rihyo, namun dia masih saja menganggapku merebut Kibum darinya. Hmm… andai Kyuhyun oppa ada di sampingku, dia pasti akan memperlakukan aku seperti  itu.

Air mataku mulai mengaliri pipiku. Bogoshippeo, oppa… saranghae…

~~~~~

“Saeng,” panggil Ahra eonni. Dia memang tinggal di rumah ini sejak Kyuhyun oppa… eum… meninggal.

“Ye?” jawabku, mengalihkan pandanganku dari berkas-berkas Kyuhyun oppa. Ya, aku sedang memilah barang-barang Kyuhyun oppa.

“Kulihat Kibum semakin sering ke sini yah?” gumam Ahra eonni.

“Mmm… yah, seperti itulah, eonni,” jawabku, lalu tersenyum padanya.”Ada apa?” tanyaku.

“Ani, aku rasa… kau harus sedikit menjaga jarak dengannya.”

“Wae?” tanyaku, tidak mengerti.

“Aduh… dongsaengku tersayang, jika orang-orang berpikiran negative tentang hubunganmu dengannya, bagaimana? Kau yang akan terkena imbasnya tau,” ujar Ahra eonni.

“Ah~ aku juga sudah memikirkan tentang itu,” gumamku sambil memilin-milin rambutku.

“Apakah… dia menyukaimu, saeng?” tanya Ahra eonni.

“Mwoya ige?” aku balik bertanya, kaget.

“Yah… who knows?” ujar Ahra eonni, lalu tersenyum.

“Arrggh~ eonni… don’t say such a foolish things,” kataku, lalu kembali berkonsentrasi pada apa yang kukerjakan.

“Yah~ oke,” gumam Ahra eonni, lalu membantuku.

~~~~~

~24 Oktober 2010~

Ddrrtt… ddrrrtt… ponselku bergetar. Aku mengambilnya, lalu melihat nama yang meneleponku. Kibum oppa? kuangkat tidak ya? Ah~ kuangkat saja.

“An—“

Lalu seseorang berteriak keras dari telepon itu.”Kau kurang ajar!! Murahan! Tidak tahu malu! Kau benar-benar tidak puas mengganggu suamiku?! Sh*t!

“Ap—Rihyo? Naega wae irae?” tanyaku.

“Jangan pernah ganggu suamiku lagi! Kurang ajar! Kau tahu? Suamiku jadi tidak betah di rumah karena kau! Mengertilah sedikit, jangan mengganggu suami orang! Kasihan suamimu tahu!” seru Rihyo.

“Kau… aku membencimu selamanya, wanita murahan!” seru Rihyo, lalu memutuskan sambungan telepon.

Aku membekap mulutku, lalu menangis sesenggukan. Apa yang telah kulakukan? Rihyo berkata begitu seolah aku benar-benar makhluk rendahan. Dia juga menyinggung Kyuhyun oppa… ada apa sebenarnya?

“Saeng… ada apa?” tanya Ahra eonni ketika melihatku menangis.

“Rihyo… istri Kibum oppa meneleponku, dan memakiku…,” jawabku, lalu memeluk Ahra eonni.

“Sssh… jangan menangis, ini cobaan untukmu, chagy… kau pasti kuat,” ucap Ahra eonni, menyemangatiku.

“Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku.

“Jangan pernah berhubungan dengan Kibum lagi,” jawab Ahra eonni, lalu memelukku erat.

~~~~~

~malam harinya~

Aku membuka e-mailku dan menemukan sebuah e-mail dari akun Rihyo. Aku takut membaca e-mail itu, namun aku harus mengetahui isinya.

From: Rihyo

To: Eunji

Kupikir setelah kau menikah, kau akan berubah. Ternyata tidak ya? Kau tetap saja mengganggu suamiku. Hebat. kau pakai apa sih untuk memikat suamiku? Aku tidak menyangka, suamiku telah berkorban banyak untuk seorang murahan sepertimu. Kau selalu meminta uang padanya kan? Jujur saja, Kibum bilang sendiri padaku.

Kalau saja kau tidak mendekati suamiku, aku tidak akan seperti ini padamu. Aku bisa menyeretmu ke pengadilan, Eunji. Camkan kata-kataku.

Aku menghela nafas. Kibum oppa… kenapa kau berbuat seperti ini padaku? Kau begitu jahat, oppa…

~~~~~

Aku hancur. Ya, aku hancur karena kehilangan Kyuhyun oppa, sekarang karena Rihyo dan Kibum oppa. Kenapa masalah datang bertubi-tubi padaku? Hatiku belum sepenuhnya sembuh dari kehilangan Kyuhyun oppa, sekarang terluka lagi karena Kibum oppa. Apa aku memang di takdirkan untuk menderita?

“Saeng… ada yang mencarimu,” ucap Ahra eonni.

“Nugu?” tanyaku.

“Ngg… Rihyo dan Kibum,” jawab Ahra eonni, wajahnya terlihat khawatir.

“Ah, ara. Aku akan menemui mereka,” gumamku.

“Aku akan menemanimu,” sahut Ahra eonni.

“Gomawo, eonni…”

Di ruang depan, Rihyo dan Kibum oppa sudah duduk, menungguku. Rihyo menatapku dari atas ke bawah, lalu tersenyum meremehkan. Kibum oppa terlihat diam saja, menunduk.

“Annyeong,” sapaku.

Keduanya terdiam, lalu Rihyo membuka pembicaraan.”To the point saja, aku tak ingin berlama-lama di sini.”

“Silakan,” kataku, menunggu Rihyo berbicara.

“Apa hubunganmu dengan Kibum?” tanya Rihyo.

“Hanya teman,” jawabku, singkat.

Rihyo tersenyum sinis.”Benarkah? aku tak percaya. Pembohong,” ujarnya.

“Buat apa aku berbohong, Rihyo? Aku tak akan mendapat apa-apa jika berbohong,” jawabku. Aku menahan diri agar tidak melawannya.

“Oh ya? Jadi, jika kau hanya berteman dengan Kibum… kenapa dia memberikan uang padamu?” tanya Rihyo.

“Aku tak pernah menerima uang darinya,” kataku,”jika bingkisan, aku pernah menerimanya.”

“Ahhh~ kau berbohong lagi, Eunji…”

“Aku bersumpah, demi Tuhan aku tak pernah menerima uang darinya,” kataku, mulai habis kesabaran.

“Aku tidak percaya. Who knows? Only you,” Rihyo menunjukku, tepat di depan mataku.”And him,” lanjutnya, sambil menunjuk Kibum.

“Yah~ aku di sini, hanya ingin bilang… aku ingin kau mengganti uang yang di berikan Kibum padamu,” gumam Rihyo, lalu menarik tangan Kibum.

“Sampai jumpa.”

“Kibum oppa…,” ucapku, lalu Kibum oppa menoleh.”You’re devil,” kataku, lalu masuk ke dalam rumah.

~~~~~

Kyuhyun oppa, aku membutuhkanmu…

Oppa, aku merindukanmu…

Oppa, bawalah aku pergi bersamamu… aku ingin bersamamu selamanya…

~~~~~

Nah~ sampai disini… kalian sudah dapat pesan dari ceritaku kan? Yang pertama, berpikirlah dulu sebelum menerima pemberian orang. Kedua, lihatlah latar belakang orang itu, apakah ia benar-benar tulus, atau ada sesuatu di balik pemberiannya itu. Ketiga, jika memang ragu menerima pemberian orang itu, tolaklah dengan tegas… jangan sampai menyesal di kemudian hari, seperti aku. Oke?

Baiklah, sampai disini ya? Annyeong, yeorobun ^^

END

Maaf ya, aku buat critanya ngegantung >.< abisnya aku bingung endingnya mo gimana. Hehehe~ ini crita kubuat, gara-gara dapet mimpi begini *masyaaLLah* makanya endingnya gejeh, soalnya di mimpi noh aku ngga dpt endingnya (?) huhu. Sekali lagi mianhae-yo.

KRITIK N SARAN DI BUTUHKAN J PLIS KOMEN. HEHEHE

6 thoughts on “How Can You Do This To Me? What’s My Fault?”

  1. Chingu aku suka sama ff mu ini, dari cara penulisan, tata bahasanya, alurnya gak bikin pusing, tapi tapi chingu, aku sebel, ceritanya gantung. Terlanjur menghayati nih chingu.

  2. hahaha.. critanya terlalu pendek tpi singkat sii chingu.. tapi bagus sii, bermakna kok.. hehehe..cma ya gitu, agak ngegantung,, hahaha. tpi gapapa, gomawo ya Ffnya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s