Han Saram Maneul {part 3}

Han Saram Maneul {part 3}

Author: andri_sparKYU

Cast: andri (maknae SSFF) a.k.a Lee Euni

Cho Kyuhyun

Other cast: the rest of Super Junior member

Disclaimer: same like always ^^

+++++

“Oppa! Aku ingat kata-kata Teukie oppa,’umur hanyalah sebuah angka’. Jadi, apa salahnya jika aku menyukaimu yang 9 tahun lebih tua dariku?!” ujar Eunji.

“Eun-a…”

“Aku… saranghae oppa,” ucap Eunji, lalu meninggalkan Kyuhyun.

Shit! Aku salah lagi. Apa yang harus kuperbuat? Aku memang tak pantas dengan Eunji, dia masih kecil. Dia seharusnya kuanggap sebagai dongsaeng, tak lebih. Tapi…

Han Saram Maneul {part 3}


~Cho Kyuhyun PoV~

Aku mengejar Eunji dan ingin meluruskan semuanya. Tak bisa begini terus, bisa-bisa dialah yang sakit hati.

“Eun-a!” panggilku, sambil tetap mengejarnya.

Aku menarik tangan Eunji, dia memberontak.”Lepaskan aku oppa.”

“Andwae, kau harus dengarkan aku dulu.”

Dia berhenti memberontak, dia memandangku nanar. Aku menghela nafas, lalu menggeleng.”Aku hanya ingin bilang padamu, Eun-a… ‘saranghae’ itu adalah kalimat sensitive, kau tahu? Kau tidak boleh sembarangan mengucapkannya. Apalagi kau masih kecil, masih SMP.”

“Lalu?” tanyanya.

“Lebih baik kita tidak meneruskan hubungan kita. Maksudku, tidak usah ada kontak lagi diantara kita. Karena, aku tidak—“

“Baik kalau itu mau oppa,” ucap Eunji dingin, lalu melepaskan tangannya dengan sekali setakan. Dia berlari menjauh dariku.

+++++

-Dorm Super Junior, jam 06.40 pm-

“Yeoboseyo?” tanyaku.

“Kyuhyun? Ini nomormu kan? Ini aku Hyeongsin.”

“Ah, ne… ada apa?” tanyaku.

“Apa Eunji bersamamu?”

“Tidak, Eunji tidak bersamaku,” jawabku, berusaha cuek. Tapi tak bisa. Aish~ aku kembali memikirkan Eunji.

“Ah, yah~ baiklah, Kyu… gomawo. Annyeong.”

“Annyeong.”

Aku duduk termenung di sofa. Pikiranku melayang-layang memikirkan dimana Eunji sekarang. Ah~ payah.

Aku mengambil kunci mobilku, lalu berjalan keluar dorm. Setelah sampai di depan pintu, sebuah teriakan nyaring mengagetkanku. Wookie.

“Kyu! Kau mau kemana?! Sekarang sudah waktunya makan malam!” seru Wookie.

Aku tersentak. Makan malam? Argh~ sekarang aku memikirkan apa dia sudah makan atau belum. Kemana babo yeoja itu?

“Aku mau mencari Eunji! Aku pergi ya!” seruku lalu keluar dari dorm.

~End of PoV~

+++++

~Lee Eunji PoV~

Aku duduk di sebuah taman. Melemaskan kakiku. Aku menatap jam tanganku, jam 7.40. Apa yang kuharapkan? Kyu oppa tidak mungkin menjemputku, lalu kenapa aku tidak mau pulang? Seakan-akan aku harus menunggu seseorang disini. Aku menatap langit. Kelam. Tak ada bintang sama sekali.

Perlahan-lahan, air mata menuruni pipiku. Membentuk dua sungai kecil. Aku memang anak kecil. Baru ditolak Kyu oppa saja, aku sudah menangis. Kyu oppa pasti tidak suka aku menangis seperti ini. kyu oppa pasti tidak suka yeoja yang cengeng. Kyu oppa pasti… tangisku semakin keras.

Zrasssshh~ hujan turun. Seakan-akan langit ikut menangis bersamaku. Aku tidak beranjak dari situ. Membiarkan tubuhku basah terkena air hujan.

“Eun-a!!” seru seseorang. Aku menoleh, Hyeongsin eonni dengan… jangan katakan itu Kyuhyun oppa…

“Eonni…,” panggilku, suaraku bergetar.

“Babo saram! Kau membuatku khawatir setengah mati tahu!” seru Hyeongsin eonni sambil memelukku.

“Kenapa eonni bersama dia?” tanyaku.

“Kyu? Oh~ dia menjemputku tadi, untuk sama-sama mencarimu.”

Aku hanya mengangguk. Hyeongsin eonni menuntunku ke dalam mobil Kyu oppa. Sesampainya di dalam mobil, Kyu oppa memandangku dengan pandangan khawatir.

“Gwenchana?” tanyanya.

“Nde, nan gwenchana-yo,” jawabku.

Selama perjalanan, kami semua terdiam. Sampai akhirnya aku mengajak eonniku berbicara.”Eonni… aku ingin tinggal di Jepang bersama eomma.”

“Mwo? Wae-yo?” tanya eonni.

“Aku hanya rindu eomma,” jawabku.

“Eun-a… kau kan bisa mengunjungi eomma saat liburan, ya?” bujuk eonni.

“Aniyo, eonni. Aku tidak mau menunggu lagi…,” jawabku.

“Apa…?” Hyeongsin eonni menggantung kata-katanya, lalu menatapku dan Kyu oppa bergantian.

“Yak~ sudah sampai,” ucap Kyu oppa. Aku menatap keluar. Ya, memang sudah sampai rumah kami dan hujan sudah reda.

“Gomawo,” ucapku dan eonni bersamaan.

“Nde, cheon. Emm… oh ya, jika kau ingin berangkat ke Jepang, kabari ya?” ujar Kyu oppa.

“Akan kuusahakan,” jawabku, lalu membungkuk.

“Sampai jumpa, Kyu,” ucap eonni, lalu menggandengku masuk kedalam rumah.

~End of PoV~

+++++

~Author PoV~

Seminggu setelah kejadian tersebut, Eunji siap untuk meninggalkan Seoul. Kelihatannya, tekadnya sudah benar-benar bulat untuk meninggalkan Seoul, walaupun Hyeongsin berkali-kali membujuknya agar ia tetap tinggal.

“Hei, pesawat kita take of jam tiga,” ucap Hyeongsin pada Eunji.

“Ne, aku tahu~” jawabku, lalu melihat jam di dinding kamarku. Jam 2.10 pm.

“Sudah memberitahu Kyuhyun?” tanya Hyeongsin.

Eunji menggeleng.”Tidak usah memberitahunya, eonni. Nanti niatku untuk pergi ke Seoul malah berantakan gara-gara dia,” jawab Eunji. Suaranya terdengar murung.

“Ah, nde… arasseo,” gumam Hyeongsin, lalu tak mengatakan apa-apa lagi.

~End of PoV~

+++++

-bandara internasional Incheon-

~Lee Eunji PoV~

Sesekali aku menghadap ke belakang. Mengharapkan Kyu oppa datang tanpa kuberitahu. Tapi, itu mustahil kan? Memang aku dan Kyu oppa memiliki telepati? Aku tersenyum sendiri dengan pikiranku.

“Eun-a, ayo…,” ucap Hyeongsin eonni.

Mianhae eonni… eonni jadi repot gara-gara aku… tapi, aku benar-benar harus meninggalkan Seoul, daripada aku harus sakit hati karena Kyuhyun oppa.

Hyeongsin eonni mengambil cuti di kantornya, karena harus mengantarku. Mengantarku? Ya, tentu saja. Aku kan masih kecil, mana boleh naik pesawat sendirian tanpa pendamping. Eonni pasti akan kesepian jika aku pergi. Aku memang egois.

Selama di dalam pesawat, eonni hanya diam. Dia terlihat sedikit murung, namun saat melihatku dia tersenyum.”Yak, kau tidak mengantuk?”

Aku menggeleng.”Ani, eonni sendiri?” tanyaku.

Eonni terkekeh.”Menurutmu bagaimana? Tentu saja aku mengantuk.”

“Ya sudahlah… eonni tidur saja,” ucapku.

~End of PoV~

+++++

~Cho Kyuhyun PoV~

Kenapa…? Kenapa lagi aku ini…? aku merasa harus pergi sekarang. Ke bandara. Tapi, mana mungkin aku meninggalkan hyung-hyungku. Apa… apa Eunji sudah pergi? Kenapa ia tak mengabariku? Ah~ babo. Mana mungkin ia mengabariku… karena aku bilang, aku dan dia tidak usah saling mengabari lagi.

“Kyu, ada apa?” tanya Sungmin hyung.

Aku menggeleng pelan.”Ani, hyung. Hanya perasaanku sedang tidak enak.”

“Kyu,” ucap Teukie hyung, aku menoleh,”seharusnya kau tidak memendam perasaanmu sendirian. Kami ini keluargamu.”

“Tapi—“

“Soal apa sih? sampai kau yang usil kehilangan mood seperti ini,” ujar Hyukkie hyung.

Aku menggeleng lagi.”Maybe, just maybe. I’m fallin’ in love, hyung,” aku mengakui perasaanku. Jujur, aku memang bingung dengan perasaanku sekarang.

“Ahh~ arasseo. Aku beritahu sesuatu, Kyu… cinta itu tidak memandang umur dan umur hanyalah angka, umur itu tidak penting,” ujar Teukie hyung.

“Hah~ bilang saja kalau kau tidak mau mengakui umurmu yang sudah tua itu,” sindir Heechul hyung pada Teukie hyung. Kami semua meledak tertawa.

“Kenapa kau tidak mengatakannya sekarang pada yeoja itu, Kyu?” tanya Yesung hyung.

“Aniyo… dia sudah pergi, tak mungkin mengatakannya sekarang,” jawabku, lalu tersenyum.

“Pergi?” tanya hyung-hyungku bersamaan.

“Yep, pergi ke Jepang… ia akan menetap di sana,” jawabku.

“Ah! Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Shindong hyung.

Aku tersenyum lebar.”Telepati, hyung.”

~End of PoV~

+++++

-Bandara Internasional Haneda, Tokyo-

~Lee Eunji PoV~

Aku merentangkan tangan. Tersenyum puas. Akhirnya sampai juga aku di Jepang. Aku menoleh kearah eonni yang membawa koperku. Aku tidak membawa banyak barang. Cuma baju-baju kesayanganku dan barang-barang kesayanganku.

Aku mengambil alih koper itu, lalu bertanya pada eonni dengan senyum lebar.”Sekarang, rumah eomma dimana??”

“Di kawasan Roppongi,” jawab eonni.

Roppongi? Aku menganga. Aku pernah dengar kawasan Roppongi. Roppongi adalah kawasan elit di Tokyo. Di Roppongi banyak perusahaan-perusahaan terkenal, perumahan elit. Disini juga terkenal klub malamnya. Hii~ aku jadi merinding memikirkannya.

“Omo~” tanpa sadar aku berteriak. Aku tinggal di tempat yang begitu elit???

~End of PoV~

+++++

~Cho Kyuhyun PoV~

“Kyu, hari ini kau sama sekali tidak main game ya?” tanya Heechul hyung, sambil menggoyang-goyangkan psp-ku.

“Gak minat,” jawabku pendek, lalu berbaring di sofa.

“Kyu,” panggil Sungmin hyung.

Aku menoleh.”Ne? ada apa hyung?” tanyaku.

“Jika kau memang menyukai yeoja itu… kenapa kau tidak mengejarnya?” ucap Sungmin hyung. Aku tersentak mendengarnya. Benar juga kata Sungmin hyung.

“Tapi hyung… masalahnya aku sama sekali tidak tahu dimana dia tinggal, lalu dia bersekolah dimana…,” gumamku.

“Lalu, apa gunanya kau punya banyak teman?” tanya Donghae hyung.

“Maksud hyung…,” aku menggantung kalimatku, menunggu kepastian.

“Eonninya Eunji, babo!” ujar Donghae hyung.

“Ah! Benar juga, kalau begitu… aku akan meneleponnya sekarang.”

Aku segera mencari kontak nama Hyeongsin, lalu meneleponnya. Terdengar nada sambung. Aku menunggu dengan tidak sabar, sampai akhirnya teleponku diangkat.

“Annyeong,” sapaku.

“Annyeong, Kyu. Ada apa?”

“Mmm… begini, aku ingin tanya alamatmu di Jepang,” jawabku,”boleh kan?”

“Oh tentu sa—“

Aku mendengar suara Eunji di telepon… seperti,”Eonni! Aku ingin bicara dengan Kyuhyun oppa!”

“Oppa, jangan telepon eonniku lagi. Karena kau yang memintaku untuk tidak menghubungimu. Annyeong oppa.”

Telepon itu di matikan begitu saja. Aish… anak kecil memang labil. Sebentar marah, sebentar nangis, sebentar baik. Aku harus bagaimana?? Arrghh~ aku mengacak-acak rambutku frustasi.

“Kyu, bagaimana?” tanya Sungmin hyung.

“Nihil,” jawabku sambil menggeleng.

“Bagaimana hyung? Aku jadi frustasi! Baru pernah seorang yeoja—anak-anak pula—yang membuatku seperti ini,” ujarku lalu kembali mengacak-acak rambutku.

Para hyung hanya mengangkat bahu. Tak bisa berkata apa-apa. Aku menggeleng frustasi. Argh… Eun-a… lihat saja, kau akan membayarnya nanti.

~End of PoV~

+++++

~Lee Eunji PoV~

Kenapa aku merinding ya? Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang berpikiran jelek tentangku. Aku bergidik pelan.

“Eun-a, eonni harus pulang besok. Banyak kerjaan. Tidak apa-apa kan?” ujar eonni.

Aku mengangguk.”Nde… oh ya eonni… aku akan kembali ke Seoul jika liburan. Selama eonni sendirian, jangan melakukan yang aneh-aneh ya!”

“Anak-anak! Ayo makan malam!!”

Sambutan appa dan eomma sungguh luar biasa. Sepertinya mereka kangen berat dengan aku juga eonni. Dasar orang tua.

“Ahh~ secepat itu kah kau mau pulang??” tanya appa, saat mendengar rencana eonni yang akan pulang besok.

“Ne, appa… karena banyak yang harus kulakukan di kantor,” jawab eonni.

“Ahh~ padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan besok,” ucap eomma.

“Eomma~ saat liburan, kau bisa mengajakku jalan-jalan,” sahut eonni, lalu tersenyum pada eomma.

“Tapi… liburan itu kapan??”

“Saat natal sampai tahun baru.”

+++++

Saat menggonta-ganti channel, tiba-tiba eonniku mengambil remote dan mengalihkan channelnya ke KBS tv. Bintang tamunya… aigo~ kenapa harus Super Junior??

“Eonni~ ganti channelnya,” pintaku.

“Aniyo, eonni mau nonton ini,” tolak eonni.

Akhirnya aku ikut menonton, walaupun dengan agak malas-malasan.

Kyuhyun oppa ditanyai oleh salah seorang MC di acara itu,”Kyuhyun, kudengar dari hyung-hyungmu… kau agak kurang bersemangat hari-hari ini. Boleh tahu alasannya?”

Kyuhyun oppa tertawa.”Yah~ karena seorang yeoja,” jawabnya blak-blakan.

“Oh? Kenapa?”

“Karena ia meninggalkanku, rasanya… separuh jiwaku hilang,” jawabnya.

“Oh… siapakah yeoja beruntung yang menjadi soulmate-mu itu?”

“Mmm~ untuk saat ini, aku tidak mau memberitahunya,” gumam Kyu oppa, lalu tersenyum. Seperti biasa, evil smile.

Mataku memanas. Jadi ini sebabnya? Dia menyukai seorang yeoja? Kenapa tidak menceritakannya padaku, jadi aku tidak perlu banyak berharap pada babo namja seperti dia.

“Eun-a, gwenchana?” tanya eonni, mencoba memegang bahuku.

“Gwenchana,” jawabku, lalu menepis tangan eonniku.

“Aku tidur dulu, eonni. Selamat malam.”

~End of PoV~

To be continue~

Gimana? Gimana? Tambah geje ya? Wkwkwk… komen yah? Biar aku tahu ni ff geje, jelek, aneh ato ngga😀 hehehe

18 thoughts on “Han Saram Maneul {part 3}”

  1. aigo-aigo~~~
    cuit-cuit~~
    msh so sweet!!
    >///< snym" sndri bca.a~~

    gk nygkh kyu bsa gitu~~~
    jdi klhtn kyk ank kcl bnrn dhe dy~~
    dilema krna cinta~~
    wkwkwkwkwkwk😀
    *abaikan komen ini*

    khekekhe,,
    Lanjutannya kapan saeng?
    Hwating ya~~
    Jia you!!!^0^/
    byr tmbh smgt bkin FF.a nih eonni kasih kecupan hangat
    *saeng :huuuueeeek!!!!*
    ooohh~~~ sebegitu terharukah engkau dengan ciuman ku ini??
    wkwkwkwkwkwk
    aigo~~pnjg amt koment.a~~
    udh ah,,abaikan saja koment ini ya saeng^^v

    1. masa aku mo abaikan komen dari eonni tercinta (?)
      XDD
      kecupan hangat? mwo??
      aku Lebih miLih dcium kyu :p
      *dtimpukin buku sma yuu eonni*

      kyu kya anak kciL bneran?
      astagah~
      dia itu uda tua eonni :p
      #diLirikkyugaragarangmngindia#

      gomawo ye eonni dah baca n komen + Like😀

      1. khekhekhe~~
        eonni gk mungkin nipuk saeng pake buku….
        malahan entar ditipuk pake bibir eonni~~
        biar tobat :p
        qiqiqiqiqiqi^^v *peace*
        just kiding,,so abaikan saja~~
        (soalnya lagi sinitng nih,,jdi bcra.a rada” extrim gitu:)

        yap^^kyu kyk ank”
        kn kelihatannya lbh muda~biar sejajar ma saeng
        :p khekhekhe~

        nde~~cheon saeng^^

  2. cakep cakep cakep,,!!tp pas kyuppa blang k mc ‘sparuh jiwa q hilang’ q mlah ktawa,,,jd inget anang,,,,wkwk*bayangin kyuppa nyanyi sparuh jiwa q pergi smbil nyilangin kdua jari tlunjuknya*wkwkwk,,,,crita’n seru kok,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s