Mianhaeyo YEOBO – – – Part 4

My Home. 12 Oktober 2010 – 07.02AM

Jungso POV

“Hyena, Jungso, ikut appa, ada yang ingin appa bicarakan..” Kata abboenim setelah beliau menyelesaikan sarapan paginya.

“Tapi appa, aku harus sekolah!” Sahut Hyena menolak.

“Sebentar saja!” Tegas abboniem. Beliau langsung meninggalkan kursinya dan berjalan menuju ruang kerjanya. Aku juga langsung meninggalkan kursiku dan menikuti abboniem, disusul Hyena dibelakangku. Aku tahu sebenarnya Hyena memperhatikanku dari tadi, tapi sengaja tak kuhiraukan. Sementara ommonim, beliau hanya diam saja, membuatku sedikit tak enak hati. Sepertinya akan ada kejadian tak mengenakan.

“Duduk!” Perintah abboniem.

“Kalian kenapa?” tanya abboniem tiba-tiba.

“Maksud appa?” Hyena balik bertanya, sepertinya dia tidak mengerti.

Appa tahu, kalian hampir dua minggu ini tidak berbicara. appa sengaja membiarkannya, karena appa pikir itu masalah suami istri dan appa sudah tidak bisa ikut campur lagi. Tapi ternyata kalian masih kekanak-kanakan. Ada yang bisa jelaskan pada appa, apa yang sebenarnya terjadi?”  tanya  abboniem lagi. Aku masih diam, begitu juga dengan Hyena, dia malah menundukan wajahnya. Baiklah, sepertinya ini tugasku sebagai seorang suami untuk menjelaskannya.

“Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal abboniem.” kataku hati-hati memulai pembicaraan.

Mwoya?” tanya abboniem.

“Aku ingin tinggal dirumahku sendiri dan aku juga akan mengajak Hyena.” kataku lagi.

“APA?” Hyena membuka suara, sepertinya dia cukup shock.

“Apa alasannya?” tanya abboniem.

“Sepertinya di umurku sekarang ini aku sudah seharusnya mandiri, karena itu juga aku memutuskan untuk menikah dan punya keluarga.” jawabku.

“Tapi Hyena masih anak sekolah,dia pasti belum bisa mengurusi rumah tangga sebagai seorang istri.” jelas abboniem.

“Betul. Pokoknya aku tidak mau pindah!” sahut Hyena.

Abboniem tidak perlu cemas, aku akan membantunya. Ini juga sebagai latihan. Kalau tidak dicoba, kami tidak akan pernah bisa mandiri..” kataku lagi.

“Baiklah. Ayah setuju. Kapan kalian pindah?” sahut abboniem setelah beberapa menit, sepertinya tadi dia  sedang berpikir tentang keinginanku.

Appa!” teriak Hyena sedikit keras. Aku sedikit terkejut dengan reaksinya. Abboniem menatapnya tajam.

Wae?” kata abboniem.

“Huh!” Hyena bangkit dari duduknya. Dia pergi tanpa mengatakan apa pun. Abboniem menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak perempuan satu-satunya itu.

“Itu memang kesalahan kami, dari kecil kami selalu memanjakannya karena dia anak perempuan satu-satunya. Jungso, bantu Hyena agar dia bisa lebih dewasa.” Pinta abboniem. Kentara sekali ada rasa cemas yang terlihat dari sorot matanya.

Ne abboniem, aku akan berusaha. Abboniem tidak perlu cemas.” Kataku berusaha meyakinkannya. Padahal aku juga sama cemasnya dengan beliau.

***

Hyena POV

“Heuh. Mereka menyebalkan sekali. Selalu memaksakan apa yang mereka inginkan dan tidak pernah mendengarku..” gerutuku. Aku langsung menutup pintu mobil sekeras-kerasnya. Kulihat Jungso keluar dari pintu rumah sambil memainkan kunci mobil. Cih. Muak sekali melihat raut wajahnya. Benar-benar tanpa dosa. Amarahku sudah sampai ubun-ubun, aku akan memuntahkannya kalau dia sudah masuk mobil nanti.

“Aku kira kau sudah duluan dan tidak berminat berangkat bersamaku..” katanya dingin tanpa menatapku sama sekali. Aku menghela napas panjang, omelan yang tadi sudah aku persiapkan tiba-tiba lenyap begitu saja. Aku langsung berbalik berniat membuka pintu mobil. Tapi Jungso malah menginjak gas mobil dengan cepat.

“YAK! Berhenti! Aku mau turun!” teriakku. Tapi Jungso sama sekali tak menghiraukannya. “Sebenarnya apa salahku? Kenapa Oppa selalu memaksakan apa yang Oppa inginkan? Aku lelah!” Kataku sambil menangis.

Jungso menepikan mobilnya. “Kau lelah?”

Ani. Maksudku, aku masih SMA, dan di umurku yang masih 18 tahun, aku sudah menikah. Urusan sekolah sudah membuatku pusing, ditambah aku juga harus menyembunyikan pernikahan ini, dan sekarang aku harus memikirkan rumah tangga? Aku belum siap!”

“Lalu? Kau ingin kita bercerai?”

Mianhae…” Aku terus menunduk. Aku sama sekali tidak punya keberanian untuk menaikan wajahku. Sementara aku dapat merasakan Jungso terus menatapku dari tadi.

Wae? Kalau kau bisa memberiku alasan yang tepat kenapa kita harus bercerai, maka aku akan menyetujuinya..” Katanya parau.

“Dari dulu aku selalu bermimpi menikah di usia 22 tahun, dan mempunyai anak satu tahun setelahnya. Aku ingin bisa membuatkan kopi di pagi hari untuk suamiku kelak. Dan bisa melihatnya makan masakanku dengan lahap, itu juga salah satu harapanku. Tapi sekarang lihat pernikahan ini? Apakah masih ada alasan untuk mempertahankannya?” Kini aku berbalik menghadapnya.

Jungso menghela napas lalu membalikan tubuhnya. Menatap lurus ke depan dengan tangan di letakkan diatas stir mobil. “Alasan itu masih belum cukup. Kau egois hanya memikirkan dirimu sendiri.”

Oppa! Kita sama sekali tidak saling mencintai. Apa itu belum cukup alasan untuk kita bercerai?” Sebenarnya aku sedikit takut berkata seperti ini. “Dan lagi, Oppa bilang aku egois? Bukankah Oppa bilang kita berbeda 10 tahun? Kenapa Oppa malah setuju dijodohkan dan menikah dengan anak-anak sepertiku? Oppa baru akan mempunyai anak ketika berumur 36 tahun, apa Oppa sanggup? Jebal, ayo kita bercerai. Dengan begitu Oppa bisa mencari perempuan yang lebih pantas untuk dijadikan istri. Oppa bisa lebih cepat untuk punya anak dan kalian bisa hidup bahagia…” Aku menghapus air mata yang terus mengalir dari mataku. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa menangis. Aku juga merasakan sesuatu yang aneh, ada rasa sakit ketika tadi aku mengungkapkan perasaanku.

Tapi tiba-tiba Jungso menarikku dalam pelukannya. Dia memelukku erat. Aku merasakan ada ketulusan disana. “Mianhae. Aku telah membuatmu tertekan. Tapi alasanmu tadi, semakin membuatku tidak bisa melepaskanmu.”

Aigoo, kenapa dia keras kepala sekali. Aku melepaskan pelukannya. “Oppa, kita sama sekali ti-dak…blemmmp.” Jungso langsung menciumku tanpa membiarkanku menyelesaikan kata-kataku. Ini ciuman pertamaku. Tapi aku tidak membalasnya.

Jungso pun melepaskan ciumannya lalu menatapku dalam. “Aku mencintaimu. Aku mencintaimu Hyena. Kau tidak perlu tahu itu dari kapan. Tapi bisakah kau percaya padaku dan kita mulai semuanya dari awal? Paling tidak, biarkan pernikahan ini bertahan sampai kau lulus sekolah.”

Aku menunduk. Lalu mengangguk kecil. Jungso menariku lagi dalam pelukannya. Tapi kali ini aku membalasnya. “Gomawo Jagi. Gomawo!” katanya riang.

Jungso tidak juga melepaskan pelukannya selama hampir 5 menit. “Oppa!” panggilku.

“Hmm?”

“Aku harus sekolah!” Bisikku pelan.

“Huh. Kau sama sekali tidak bisa diajak romantis Jagi.” Katanya murung sambil melepaskan pelukannya.

Mian. Tapi aku sudah terlambat sekolah.”Kataku menyesal.

Ara. Sekarang mari kita antarkan Nyonya Park ke sekolahnya.” Jungso lalu memutar kunci mobil.

Oppa.” Panggilku sebelum dia menginjak pedal gas.

Wae?

“Sabuk pengamanmu.”

“Ah ya. Gomawo mengingatkanku.” Jungso mengacak poni rambutku.

Seoul Senior High School. 12 October 2010 – 07.32AM

Jagi, sepertinya kau terlambat. Sekolahmu sudah sepi.” Jungso celingak-celinguk memperhatikan sekolahku.

“Tentu saja aku terlambat. Bel sudah berbunyi 7 menit yang lalu.” Kataku pura-pura cemberut.

Jungso sudah bersiap membuka pintu mobilnya. “Kajja, aku akan mengantarmu ke dalam agar kau tidak kena hukuman.”

“Lalu seluruh isi sekolah tahu kalau aku sudah menikah?” Jungso berbalik menatapku. Aku memasang senyumku. “Gwenchana Oppa. Aku akan baik-baik saja.”

Jeongmalyo?” tanyanya memastikan.

Keurae. Aku masuk dulu.” Aku berbalik berniat untuk membuka pintu mobil. Tapi Jungso menarik tanganku. “Wae?

Jungso mendekatkan tubuhnya, lalu mencium keningku. “Hati-hati. Nanti pulang sekolah aku jemput. Kita harus membereskan barang-barang.”

Ara.” Jawabku singkat lalu turun dari mobil.

***

Auditorium Seoul Senior High School. 12 October 2010 – 10.17AM

Aku baru selesai setengahnya mengepel auditorium sekolahku sementara keringat terus mengucur dari keningku. Ini adalah hukuman karena tadi aku datang terlambat. Tapi untunglah suasana hatiku saat ini sedang bahagia, jadi aku merasa hukuman ini tidak terlalu berat.

“Setengah lagi. Hwaiting!” aku menyemangati diriku sendiri.

“Tapi sepertinya kau sudah sangat kelelahan Nona.” Ucap suara dibelakang. Aku langsung berbalik.

“Kibum!” Pekikku kaget.

“Hai.” Sapanya singkat.

“Kau, sedang apa disini?”

“Sepertinya akan lebih cepat jika dikerjakan oleh dua orang.” Katanya sambil menunjukan tongkat lap pel.

“Tapi..”

“Sudahlah. Sekarang ayo kita mulai biar cepat selesai.”

***

Aku mendudukan diriku dikursi taman. Rasanya badanku mau remuk. Mengepel lantai auditorium sekolah sangat melelahkan. Tapi untunglah Kibum membantuku. Aku terus menggerak-gerakkan tubuhku agar otot-otot tidak kaku.

“Ini.” Kibum mengulurkan tangannya memberikan sesuatu.

Aku mengambil jus apel kaleng yang Kibum berikan. “Gomawo.” Kataku.

Kibum lalu duduk disampingku. “Sebenarnya apa yang terjadi sampai kau dihukum mengepel lantai auditorium?” tanyanya.

“Aku datang terlambat.” Kataku singkat.

Ara. Tapi apa yang membuatmu bisa terlambat. Tidak biasanya.”

Aku terdiam. Mengingat kejadian tadi pagi membuatku tiba-tiba tersenyum. Sementara Kibum malah melihatku aneh. “Kamu kenapa senyum-senyum begitu?”

Ani. Tidak ada. Ah, tadi aku hanya kesiangan bangun pagi.” Aku mencari alasan yang tepat dan masuk akal.

“Oh.” Kibum hanya ber-O-ria. “Kalau begitu bagaimana kalau setiap pagi aku jemput? Biar kamu nggak kesiangan.” Lanjutnya.

Andwae!” kataku sedikit berteriak. Kibum sedikit mundur karena kaget. “Maksudku, em, em, setiap pagi aku suka diantar Oppaku.”

Author POV

Kibum merasakan ada sesuatu yang aneh. Menurutnya penjelasan Hyena terkesan dipaksakan. Kibum tidak menuduh Hyena berbohong. Hanya saja itu membuatnya penasaran.

***

Bel pulang masih berbunyi sekitar sepuluh menit lagi. Hyena tetap terfokus pada pelajaran Bahasa Inggris. Satu-satunya mata pelajaran yang dia sukai. Karena menurutnya orang yang bisa berbicara bahasa Inggris amatlah sangat keren. Tapi tiba-tiba handphone bergetar. Perlahan dia membuka tasnya. Lalu melihat siapa si pengirim sms.

From : HaeRin

12 Oct 2010, 12:50:01

Hyena, kebetulan aku, KyuNa dan YuuLi sedang tidak ada acara. Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Hanya ke mall yang dekat sekolah. Otte?

Hyena sebenarnya mau. Dia sangat merindukan teman-temannya. Jarang sekali mereka punya waktu kosong. Tapi disisi lain Hyena sudah berjanji pada Jungso untuk membantu menge-pack barang-barang karena mereka akan pindah rumah. Hyena coba-coba meminta ijin Jungso. Kalaupun Jungso tidak mengijinkan dia tidak akan memaksa.

To : Jungso Oppa

12 Oct 2010, 12:58:12

Oppa sedang apa? Em, boleh tidak pulang sekolah aku jalan-jalan sebentar dengan teman-temanku? HaeRin, KyuNa dan YuuLi. Tidak jauh ko, hanya ke mall dekat sekolah. Tapi kalau Oppa tidak mengijinkan. Aku tidak memaksa.

Tidak lama kemudian, handphone Hyena bergetar. Sepertinya Jungso membalas smsnya. Hyena membacanya perlahan.

From : Jungso Oppa

12 Oct 2010, 12:59:54

Oke. Hati-hati. Tapi pulangnya tetap aku jemput. Hanya jalan-jalan. Jangan coba-coba nyari pacar. Ara?? ^_~ Kekeke~

Hyena tersenyum membaca sms Jungso. Dia merasa bahagia sekali. Tidak lupa Hyena juga membalas sms HaeRin.

To : HaeRin

12 Oct 2010, 12:00:29

Mian lama. Gurunya killer. Setujuuuu. Kita bertemu di depan kelasku ya.

“Kamu kenapa? Ko senyum-senyum gitu?” tanya Kibum yang memang satu bangku dengan Hyena.

“Aku akan jalan-jalan dengan teman-temanku.”

“Sebegitu bahagianyakah?” tanya Kibum.

“Tentu saja. Aku bukan sombong. Tapi mereka itu orang-orang penting. Kami jarang sekali punya waku kosong bersamaan.” Jawab Hyena dengan antusias.

Bel pulang  pun berbunyi. Hyena langsung membereskan buku-bukunya. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan ketiga sahabatnya. Dan benar saja ketika Hyena keluar dari pintu kelas, dia sudah disambut teriakan ketiga sahabatnya itu. Mereka berempat lalu berpelukan dan sama sekali tidak menghiraukan tatapan dari beberapa siswa lain.

“Hyena, aku duluan.” Pamit Kibum yang baru saja keluar dari kelas. Hyena melepaskan pelukannya.

“Kibum tunggu.” Kibum pun berhenti, lalu berbalik. “Aku kenalkan pada teman-temanku.” Sahut Hyena.

Merekapun berkenalan dengan Kibum. Kesan yang mereka dapat sama. Kibum itu Perfect!

Angel’s Mall. 12 October 2010 – 01.32AM

Mereka berempat sudah sampai di mall yang tadi mereka janjikan. Mall ini memang tidak jauh dari sekola. Hanya cukup naik bus satu kali. Mereka hanya memesan jus kesukaan masing-masing. Karena mereka hanya m=berniat untuk mengobrol ringan saja. Topik yang mereka bicarakan juga macam-macam. HaeRin akan berangkat ke Singapore untuk mengikuti Olimpiade matematika internasional minggu depan. KyuNa merasa cemas, apakah acara pentas seni sekolah yang akan dilaksanakan dua minggu lagi akan sukses atau tidak. YuuLi memberi kabar kalau dia sudah diterima di Tokyo Univesity Japan. Sementara Hyena, dia tidak bebicara apapun, Hanya mendengarkan teman-temannya. Hyena masih mencari waktu yang tepat untuk berbicara kalau dia sudah menikah kepada teman-temannya.

Disela tawa riang mereka berempat. Hyena merasa handphonenya bergetar.

From : Jungso Oppa

12 Oct 2010, 12:59:54

Jagi sudah selesai? Aku jemput sekarang.

Hyena kebingungan. Bagaimana cara dia pamit pada teman-temannya. Hyena merasa tidak enak. Tapi dia harus segera pulang. Entahlah, Hyena merasa ingin sekali cepat bertemu dengan suaminya itu.

“Hyena, wae?” tanya Kyuna.

“Eh?” Hyena malah melongo.

“Kau kenapa? Tidak enak badan?” YuuLi menambahkan.

Ani. Eum, apa aku boleh pulang duluan?” Kata Hyena hati-hati.

“Kenapa? Kau bosan?” tanya HaeRin.

“Betul. Kamu dari tadi juga diem aja.” Kyuna ikut menimpali.

“Bukan begitu. Aku senang ko. Tapi, umma menyuruhku pulang cepat. Katanya Haraboeji sakit.” Hyena menunduk. Bukan sedih. Tapi dia malu karena telah berbohong pada teman-temannnya.

“Oh. Kenapa tidak bilang dari tadi.” Kata mereka bertiga berbarengan.

“Aku duluan ya. Mian aku mengacaukan acara kita.” Hyena merasa menyesal sekali.

“Tidak apa-apa ko. Semoga kakekmu cepat sembuh.” Kata YuuLi.

Hyena langsung pamit pada mereka. Lalu berjalan menuju pintu utama mall. Begitu keluar Hyena sudah melihat mobil Jungso terparkir di depan. Senyumnya mengembang. Hyena tidak melihat sekitarnya. Ada orang lain disebrang yang memperhatikannya.

“Hye..” Kibum memanggil Hyena sambil melambaikan tangannya. Tapi Hyena sama sekali tidak melihat Kibum. Pandangan Kibum mengikuti kemana Hyena berjalan. Hyena berlari menuju mobil sedang hitam. Seorang laki-laki keluar dari pintu pengemudi lalu menyambut Hyena. Hyena tersenyum cerah ketika melihat laki-laki itu. Kibum penyipitkan pandangannya. Sepertinya Kibum merasa dia mengenal laki-laki itu.

“Dia. Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya?” Kibum mencoba mengingat-ngingat.

“Ah, di kantor appa. Jankaman, apa dia, dia Park Jungso?”

… to be continued …

bagaimana? mudah-mudahan pada suka ya . Oh iya , aku minta tolong nih, buar reader yang baca , tolong kasih komentar dong . aku suka cek di counter yang baca tuh lumayan , tapi yang ngasi komentar suka dikit . bukan apa-apa, tapi kadang-kadang semangat bikin ff tuh kadang suka muncul kalo liat yang ngasi komentar banyak . komentar kan juga pendapat kalin sekaigus masukan buat author . mohon bantuannya . Gomawo buat yang udah baca .

Iklan

19 thoughts on “Mianhaeyo YEOBO – – – Part 4”

  1. wohoo ,
    Kereeen !
    Part slanjutnya asap yoo ^^

    wah , jangan sampe kibum tau duluan deh kalo hye udah nikah ..
    Ntar kalo nyebar kasian hyena ..

  2. mian ru komen d part yg ni,, biez bc’x ngbut.. Sx lg mf yach.!
    Crta’x sru bgt,, jd pnsaran pa kibum bkal tu status’x hyena.? Tp ff’x kpndkan,, *d gtok author*,,
    next part jgn lm2 yach.!

  3. Wah , kurang panjangg eonniiii ~
    tapi keren kok !!
    Kenapa sih tu Kibum penasaran sama hyena ? Dia suka ma hyena ye ? –‘ ckck

    dtunggu lanjutannya eonni 🙂

  4. aigo-aigo-aigo-aigo!!!!
    Kibum liat Jung soo!!!
    ap yg akn t’jdi??
    aigo-aigo-aigo-aigo!!!!!
    bakal ketahuan gak??!!!
    aiiiissshh,,penasaran aku….
    >x< jgn lma" yach Tan!!!!
    (masih bingung saeng ap eonni =.='a)
    hehehe,,jdi pgl nma aj yach^^v

    1. sepertinya part selanjutnya akan agak lama .
      aku masih bingung sama karakter kibum mau dibikin gimana . T.T

      aku masih 17 th .
      hhi .
      kaya.nya aku dongsaeng deh . *maunya* he .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s