The Newest Girlband (New 3)

AUHTOR : Yuyu a.k.a Youn Ji

Cast :

  • The Rest of Super Junior member
  • The Rest of SHINee member
  • The Rest of Bigbang member
  • The Rest of SNSD member
  • So Hye Won (H:ART)
  • Lee Ji Hae (H:ART)
  • Kim Hee Mi (H:ART)
  • Berli (H:ART)
  • Lee Hyun Mei (H:ART)
  • Lee Hyun Min (Solo Singer)

 

BERLI POV

Omo~~! Aku tertidur! Rasanya badanku pegal sekali. Tunggu dulu… kenapa tempatku bersandar terasa hangat? Kuangkat kepalaku perlahan-lahan dan melihat seorang namja duduk dengan santai sambil membolak-balikkan majalahnya disebelahku. Namja ini!? Aku tertidur dibahunya? Maldoandwae!

“hai, kau sudah bangun?” tanya Donghae dengan sebuah senyum terukir diwajah putihnya. Kutatap dia dengan tajam.

“aku kan sudah minta maaf tentang semalam, jangan marah lagi padaku.” Ujarnya setengah memohon. Diletakkannya majalah yang tadi ia pegang diatas pangkuannya. Badannya sedikit dimiringkan ke arahku. Aku membuang muka dan sengaja tidak mau berbicara ataupun melihatnya. Enak saja dia minta maaf. That’s my first kiss! Stupid guy! Urgh~ Kenapa lagi dia bisa duduk di sampingku? Bukankah kata Hyunmei yang duduk di sini harusnya Cho Kyuhyun? Kucondongkan badanku sedikit ke belakang untuk melihat ke arah Hyunmei dan Heemi. Di kursi sebelahnya, Cho Kyuhyun tertidur sambil mendengarkan lagu dari ipod. Cho Kyuhyun juga meminta bertukar kursi dengan Donghae? Tau begini Hyunmei tidak perlu pindah!

***

“Berli, kau kenapa? Melamun saja. Ada masalah?” tegur Heemi yang tiba-tiba muncul disampingku.

“eobseoyo.” Jawabku mencoba sedatar mungkin. Heemi jelas tidak percaya dan melihatku dengan tajam, tapi kuabaikan. Sudah beberapa hari sejak kami kembali dari Taiwan, dan kenapa namja itu terus membayang-bayangiku? Huh! Aku menghempaskan diri diatas sofa disebelah Heemi yang sekarang asyik mengotak-atik hp anycall nya.

Lee Sihyun! Apa yang terjadi pada dirimu? Aku memaki diriku sendiri. Donghae bukan satu-satunya pria tampan yang kukenal. Banyak pria tampan lainnya yang bahkan tergila-gila padaku, tapi apa artinya? Mereka semua tidak bisa menarik perhatianku. Kenapa justru namja yang menyebalkan seperti dia yang terus muncul dalam benakku?

Oke, kembalilah ke kehidupan nyata, Sihyun. Aku terus memikirkannya pasti karena dia sangat menyebalkan, ya. Tidak lebih.

“loh, eonni mau ke mana?” Hyunmei mendongak dari layar komputer dan menatapku.

“aku mau ke supermarket dulu, tidak akan lama.” Jawabku cepat sambil memakai jaket dan masker penyamaran, untuk berjaga-jaga saja.

Setiap kali kesal ataupun merasa bingung, aku suka sekali berjalan-jalan dibawah langit malam, terasa menenangkan.

“Yaa, ternyata kau hobi sekali keluyuran malam-malam.” Seseorang menepuk pundakku dari samping. Oh, gosh!

“kenapa kau ada di sini juga? Sialnya aku.” Gerutuku pelan.

“jangan begitu, aku tidak sedang mengikutimu kok, hanya kebetulan.” Donghae terkekeh pelan melihat reaksiku. Sebisa mungkin, kucoba untuk mendiaminya, aku kembali berjalan, seolah-olah aku tidak bertemu dengannya. Donghae terus mengikuti, berjalan disampingku dengan diam.

“hei, bukankah itu Lee Donghae?”
”Donghae oppa? Jinjja?”

dua orang yeoja berseragam SMA menunjuk-nunjuk ke arah kami. Astaga, apalagi kali ini?

“aissssh..” Donghae bergumam tidak jelas, lalu menarik tanganku—lagi—dan berlari dari kejaran dua orang yeoja yang sekarang jumlahnya bertambah. Donghae menarik tanganku berlari ke sana kemari, dia menyeretku masuk ke dalam sebuah gedung terang benderang yang tidak aku tau apa tepatnya tempat ini, tapi fans nya berhasil terkecoh. Tidak ada seorang pun yang sadar bahwa kami bersembunyi disini.

“kalian mau pesan kamar?” seorang wanita berusia akhir 20an berdiri di sebuah meja yang terlihat seperti meja resepsionis. Aku dan Donghae serentak menoleh ke sekeliling, mencari tanda-tanda, di mana kami berada.

Aku hampir saja tersedak cairan dalam mulutku sendiri ketika melihat gambar-gambar yang terpajang disepanjang dinding gedung. Donghae tersenyum kecil kepada wanita itu dan menarikku keluar.

“mianhae, tadi aku tidak tau gedung apa itu.” Katanya pelan setelah kami berada diluar gedung tersebut.

“wajar saja fansmu tidak merangsek masuk, siapa sangka kalau ternyata kau masuk ke Love Motel. Lain kali jangan sembarangan menarikku untuk ikut bersamamu.” Omelku yang langsung berlalu pergi dengan kesal. Apa-apaan dia menarikku masuk ke Love Motel? Urgh, hari-hariku kelihatannya mulai suram.

JIHAE POV

“Jihae-ah, rapi sekali. Mau ke mana pakai gaun begitu?” tanya Hyewon eonni yang berlalu santai ke dapur dan meneguk segelas air putih.

“ada acara makan malam eon. Mungkin agak malam baru pulang.” Sahutku sambil merapikan kalung mutiara yang melingkar dileherku.

“bolehkah aku ikut?” tanya Hyunmei bersemangat ketika aku mengucapkan kata makan malam.

“tidak, manis. Acara keluarga.” Balasku cepat dan meraih tas tanganku, bersiap-siap keluar dorm.

“jangan lupa bawa kunci, dan jangan pulang terlalu larut.” Hyewon eonni mengantarku sampai ke depan pintu, aku tersenyum kecil untuk mengiyakan.

“uh, mau ke mana eon?” tanya Berli yang sepertinya baru saja pulang dari supermarket. Dia suka sekali ke supermarket malam-malam begini.

“kenapa kau? Kelihatan kacau sekali.” Aku mengabaikan pertanyaannya dan justru balik bertanya.

“memang kacau, eon. Aku habis ikut lomba lari.” Katanya dengan nada jengkel dan langsung menerobos masuk ke dalam.

“nan kalke.” Aku melambai pelan pada Hyewon eonni yang masih berdiri didepan pintu.

Diujung jalan, kulihat Jiyoung bersandar dipintu mobilnya dan melambai padaku.

“sudah lama?” tanyaku sambil berlari kecil.

“ani, putri kecilku sangat cantik.” Katanya sambil menatapku dengan takjub.

“Berhentilah bersikap seperti orangtua, Jiyoung.” Omelku apa adanya. Jiyoung membukakan pintu mobil untukku, dan menutupnya tepat setelah aku duduk dengan nyaman. Jiyoung melangkah lebar memutari bagian depan mobilnya dan duduk dikursi kemudi.

“aku tidak bersikap seperti orangtua, tapi kau memang putri kecilku.” Jiyoung terkekeh pelan sambil menjalankan mobilnya. “dan, tidak bisakah kau memanggilku oppa? Kapan yang terakhir kali aku mendengarmu memanggilku oppa?” lanjutnya tanpa melihatku.

Perjalanan selama 15 menit berlalu begitu saja. Mobil terhenti di depan restauran mewah. Lagi-lagi Jiyoung turun lebih dulu dan membukakan pintu untukku. Kami berjalan beriringan dengan santai, sambil sesekali bercanda. Seorang pelayan menghampiri kami dan tersenyum ramah, dia mengantarkan kami ke meja yang telah dipesan untuk 4 orang. Sepasang suami istri tengah duduk dan menunggu kami untuk bergabung dengan mereka.

“eomma, aku tidak terlambat kan?” tanya Jiyoung sambil memposisikan diri dihadapan mereka.

***

Hari ini, H:ART akan rekaman single terbaru kami. Aku berjalan menyusuri koridor SME, sebuah pintu ruangan yang sedikit terbuka menarik perhatianku untuk sedikit mengintip. Omo!

“Eunhyuk oppa…” panggilku pelan, tapi cukup untuk didengarnya. Eunhyuk oppa menoleh dan tersenyum melihatku.

“annyeong, Jihae-ah. Sedang apa di sini?” Eunhyuk oppa mengecilkan volume lagu No Other yang mengalun memenuhi seisi ruangan beberapa detik lalu.

“hari ini ada rekaman. Oppa sendiri? Sedang latihan?” tanyaku sambil duduk disampingnya.

“ne, hari ini jadwalku kosong. Jadi aku menyempatkan diri untuk latihan sebentar.” Bisa kulihat peluh-peluh keringat membanjiri wajah dan lehernya. Kucari-cari saputangan di dalam tas ku dan mendaratkannya diwajah Eunhyuk oppa, membantunya mengeringkan keringat.

“gomawoyo, Jihae. Kau benar-benar yeoja yang baik.” Sahut Eunhyuk oppa sambil mengacak rambutku. Omo! Eunhyuk oppa, kau membuatku terbakar. Aku tidak bohong, wajahku memanas sekarang.

“ah, Hyunmin unnie..” panggilku saat melihat Hyunmin eonni berdiri diambang pintu, hampir berbalik pergi kalau saja aku tidak memanggilnya. Eunhyuk oppa menjauhkan tangannya dariku dan menoleh untuk melihat Hyunmin eonni. Eunhyuk oppa berdiri dan menghampiri Hyunmin eonni, berkata dengan sangat pelan lalu tersenyum padanya dan pergi.

“eonni mau latihan juga?” tanyaku sembari menghampiri Hyunmin eonni.

“ah, ani. Hanya kebetulan lewat saja.”

HYUNMIN POV

Siapa yang tidak tau kalau jadwalku sangat padat? Dalam sehari saja aku harus bolak-balik ke sana kemari sampai larut malam. Dan demi namja bodoh itu aku sampai merelakan waktu istirahatku yang hanya ada sejam demi untuk bertemu dan mengobrol sebentar dengannya.

Lalu apa yang kudapatkan? Aku merasa seperti orang tolol, berkorban sebanyak ini, tapi aku justru memergoki namjachinguku sedang asyik-asyikan dengan yeoja lain. Dengan langkah gontai aku melangkah ke roof top SME, tempat biasa aku dan dia bertemu selain diruang latihan dance kesayangannya.

Eunhyuk berdiri di sana dan tersenyum lebar padaku, seperti orang bodoh saja.

“waeyo? Marah padaku lagi?” tanya Eunhyuk dengan manja.

“sudah jelas kan? Kalau kau sedang asyik merayu yeoja lain, untuk apa kau perlu repot-repot menyuruhku ke sini?” jawabku dengan nada jengkel yang sangat kentara. Eunhyuk terkekeh pelan, membuat dia terlihat lebih memesona.

“aku tidak sedang merayunya, jagiya. Bagiku, dia sudah seperti yeodongsaeng, sama seperti Hyunmei. Jangan cemburu lagi, araseo?” Eunhyuk maju dan memelukku. Sesuatu yang selalu sulit untuk kutolak, kehangatannya.

“Hyunmin-ah, saranghae…” bisiknya pelan ditelingaku, lalu mendaratkan bibirnya padaku dan berhasil membuatku mati lemas.

HYUNMEI POV

“gawat, gawat, aku telat!” dengan panik, aku berlari-lari kecil di koridor, hari ini jadwal rekaman, tapi karena ada ujian disekolah, aku jadi datang agak terlambat. Bisa-bisa diomeli oleh Berli eonnie lagi nih, gawat deh.

“eh?” lariku melambat, nyaris terhenti. Seorang namja duduk menyandar dengan sebuah majalah fashion menutupi wajahnya. Kuamati perlahan-lahan, mendudukkan diriku sendiri disampingnya sambil masih terus menatap namja itu tanpa berkedip.

Kulihat tangannya bergerak, mengangkat majalah itu dan meletakkannya dipangkuannya. Pria menyebalkan ini, batinku bersiap-siap untuk beranjak pergi.

“tunggu!” dia menarik tanganku, menghempaskan tubuhku kembali terduduk disofa.

“waeyo?” tanyaku dengan kesal, sengaja tidak mau melihat wajahnya—yang pasti akan membuatku kembali mengaguminya.

“tolong aku… aku hampir mati kelaparan…” suaranya terdengar sangat lemah, dan tiba-tiba saja tubuhnya bersandar padaku, tidak bertenaga.

“yaaa, tunggu sebentar. Akan kubelikan sesuatu untukmu.” Kupegangi tubuhnya dengan hati-hati, kembali menyenderkan dia ke kursinya sendiri. Dan lagi-lagi aku melesat dengan sangat cepat ke cafetaria untuk membeli beberapa makanan, karena aku tidak tau apa kesukaannya. Sebuah kantong besar kujinjing dengan agak susah payah—mengingat tubuhku yang mungil ini tidak cocok untuk menenteng barang-barang yang terlalu berat. Dengan sedikit perjuangan, aku kembali ke tempat tadi, tempat namja kelaparan itu.

“igeo, pilihlah apapun yang kau suka.” Kukeluarkan beberapa makanan yang kubeli secara asal-asalan dan menyodorkannya pada namja itu.

“mpfhh!” kulirik namja itu, sebuah tawa tertahan diujung bibirnya, lalu akhirnya meledak dan aku hanya bisa bengong melihat dia tertawa terbahak-bahak.

“kau terlalu lugu. Aku tidak mungkin mati kelaparan. Dasar pabo!” katanya santai masih sambil memegangi perutnya sehabis tertawa terpingkal-pingkal.

“Yaaaa! Cho Kyuhyun! Jangan bercanda denganku, ini tidak lucu!” aku berteriak cukup keras, sungguh, dia sangat menyebalkan. Apa dia tidak tau kalau aku sedang buru-buru karena harus rekaman? Omo~! Benar! Aku kan hampir terlambat, apalagi yang kulakukan disini? Mati aku, semuanya pasti sudah mengomel sekarang. tanpa berkata apa-apa lagi aku melanjutkan ‘pelarianku’ yang tadi.

***

“eonni! Apa kau dengar kata-kataku barusan?” aku berteriak dengan jengkel. Hari ini aku mampir ke rumah Hyunmin eonni setelah sepulang sekolah. Tapi apa yang dilakukan oleh eonni ku? Dia hanya melamun saja.
’ah, mian.” Jawab eonni pelan. Aku mendekati eonni yang sekarang duduk diruang makan, wajah eonni terlihat sangat lelah, seperti banyak hal yang sedang dipikirkannya.

“eonni waeyo?” aku menarik kursi disamping eonni dan duduk di sanan. Eonni mendesah pelah.

“seharusnya aku tidak percaya pada playboy seperti dia. Harusnya sejak awal aku tidak pernah mau didekati dia.”

“tentang Eunhyuk oppa? Kenapa lagi dia? Selingkuh?” tanyaku panjang lebar.

“hmm, entahlah, apakah itu bisa dibilang selingkuh atau tidak. Tadi pagi lagi-lagi aku memergokinya sedang berduaan dengan Jihae. Aku tidak tau lagi bagaimana untuk mempercayainya.”
”tunggu dulu! Jihae, maksud eonni, Jihae eonni?” tanyaku tidak percaya. Hyunmin eonni menggangguk pelan, tidak melihat ke arahku.
”Jihae kan cantik, dia lebih muda dariku tapi dia terlihat lebih dewasa. Tidak seperti aku yang masih kekanak-kanakkan. Wajar saja sih kalau Eunhyuk menyukainya.”

“memangnya, Eunhyuk oppa bilang kalau dia menyukai Jihae eonni? Memangnya Jihae eonni juga bilang kalau dia menyukai Eunhyuk oppa?”

“tidak kedua-duanya. Tapi aku bisa melihat dengan jelas—dari sorot matanya—kalau Jihae menyukai Eunhyuk.” Ada sebersit kesedihan yang ikut meluncur beriringan dengan kata-kata Hyunmin eonni. Aku memang tidak terlalu mengerti perasaan cinta yang sering mereka humbar-humbarkan. Tapi kalau ternyata perasaan cinta itu bisa begitu cepat beralih dan membuat pihak lain terluka, lebih baik tidak jatuh cinta kan? Eunhyuk oppa, kau akan mati kalau kau berani mencampakkan Hyunmin eonni, batinku.

HEEMI POV

“Heemi-ah, kau mau ke mana?” Hyewon eonni muncul dari balik pintu dan langsung menegurku begitu aku mau keluar dari ruangan.

“aku hanya ingin mencari udara segar saja eon. Aku sedikit gugup.” Jawabku seadanya.
”mau kutemani?” tanya Hyewon eonni lagi.

“gwaenchana eon, aku sendirian saja.” Aku tersenyum kecil, mencoba meyakinkan Hyewon eonni.

“ah, geure. Tapi ingat ya, 20 menit lagi kita harus tampil.” Suara Hyewon eonni terdengar semakin menjauh karena aku sudah berjalan menjauh dari ruang rias kami. Hari ini, kami akan tampil dalam dream concert, acara terbesar yang pernah kami hadiri, tentu saja aku sangat gugup. Apalagi hari ini kami akan menyanyikan single terbaru yang belum pernah kami nyanyikan sebelumnya. Aku melangkah pelan-pelan tanpa tujuan, hanya sekedar mencari angin segar, seperti kataku pada Hyewon eonni tadi.

Sebuah ruangan bertuliskan SUPERJUNIOR berhasil menarik perhatianku. Superjunior, namja misterius itu. Kalau aku masuk, apakah aku akan bertemu dengannya? Tapi ide ini sedikit gila. Untuk apa aku tiba-tiba saja masuk ke ruang rias Superjunior? Yang ada mereka pasti akan menganggapku aneh.

Kubuang jauh-jauh pikiranku untuk masuk ke dalam , aku bersiap melangkah menjauh sebelum aroma itu kembali tercium. Aroma yang mencuat dari tubuh namja misterius yang tidak bisa kulihat wajahnya waktu itu. Dengan cepat kubalikkan badanku kembali menghadap pintu Superjunior. Seorang namja berdiri disana sambil terus memandangiku.

Kelabat-kelabat bayangan aneh bermunculan dibenakku bersamaan dengan rasa sakit di kepalaku. Bukan semacam sakit kepala biasa ataupun migran, tapi sakitnya berhasil membuatku pening dan kehilangan keseimbangan. Dua tangan kokoh dengan sigap menahanku agar tidak terhempas ke lantai. Aroma itu kembali masuk ke hidungku mengingat jarak kami yang sangat dekat saat ini. Kupejamkan kedua mataku, seolah sekitarku akan berputar-putar tak tentu arah jika aku membuka mataku.

Beberapa menit berlalu, dan rasa sakit itu sudah berkurang, agak ragu kubuka mataku dan melihat sekeliling, aku berada didalam ruangan, sejak kapan? Namja itu kah yang membawaku masuk?
tok! Tok! Tok! Suara pintu diketuk sebentar dan detik selanjutnya, seorang yeoja muncul dari baliknya.

“annyeong, Heemi-ssi. Kau baik-baik saja? Kudengar dari oppa kau sedang tidak sehat.” Dia, kalau tidak salah member SNSD, Seohyun. Aku tersenyum kecil membalas sapaannya, terlalu tidak bertenaga untuk menjawab.

“kau terlihat pucat sekali. Oppa menyuruhku untuk mengantarmu ke gudang peralatan, dia menunggumu di sana.” ajak Seohyun sambil menyodorkan tangannya, membantuku berdiri. Oppa? Yang dia maksud adalah namja itu? Siapa namja itu? Kenapa aku merasa aku mengenalnya, padahal aku sama sekali tidak tau siapa dia. Dan lagi, kelabatan-kelabatan aneh itu.

Aku mengikuti Seohyun yang sekarang membimbingku ke tempat yang ia maksud. Sekeliling kami semakin sepi, atau bisa kubilang hanya ada kami berdua? Gudang peralatan berada cukup jauh dari ruang rias, sementara 10 menit lagi aku harus tampil, member yang lain pasti sudah menungguku dengan cemas.

“Seohyun-ssi, apakah masih lama? Sebentar lagi kami harus tampil.” Kataku mencoba untuk mencari tau apakah tempat yang ia maksud masih jauh atau tidak.

“kita sudah sampai kok.” Seohyun berbalik dan tersenyum padaku sembari menunju sebuah pintu di depannya. Benarkah namja itu menungguku di sana?

HYEWON POV

“dimana Heemi? Bukankah dia bilang dia akan segera kembali?” tanyaku panik setelah mendapat pemberitauan dari staf bahwa selanjutnya adalah giliran kami tampil. “sudah mencoba untuk menelpon dia?” tanyaku pada member lain.

“eon, hp Heemi eonni ada di sini.” Sahut Hyunmei sambil mengangkat hp milik Heemi. Oh my, kenapa Heemi tidak membawa hp sih?
”sekarang bagaimana eon?” Berli mengikuti mondar-mandir dengan tidak tenang.

“bagaimana kalau kita cari bersama-sama?” usul Jihae yang bersiap-siap untuk keluar. Kulirik jam tanganku dengan gerakan yang sangat cepat.

“andwae! Kalian tidak boleh ke mana-mana!” Younji eonni muncul sambil berkacak pinggang, “ yang perlu kalian lakukan sekarang adalah putuskan siapa yang akan menyanyikan bagian Heemi.”

“kami tidak akan bisa bernyanyi kalau kami tidak tau apa yang terjadi pada Heemi, eon.” Balas Berli sedikit kesal, wajar sih, dia kan sangat dekat dengan Heemi dan sekarang Heemi tiba-tiba saja menghilang, dia pasti panik.

“benar, eon. Bagaimana kalau Heemi eonni diculik? Atau.. atau apapun lainnya yang berbahaya.” Lanjut Hyunmei yang ikut mengerumuni Younji eonni. Younji eonni membuka mulutnya, bersiap untuk memarahi mereka berdua, tapi langsung kupotong.

“benar kata Younji eonni. Sebaiknya kita putuskan siapa yang akan menyanyikan bagian Heemi. Bagaimanapun kita tetap harus tampil, dan aku yakin Younji eonni akan menggantikan kita mencari Heemi, ya kan?” tanyaku sambil melirik Younji eonni yang menangguk meyakinkan kami.

Terdengar suara riuh tepuk tangan, penampilan MBLAQ baru saja berakhir, giliran kami lagi yang tampil. Kupastikan memberku yang sudah berkurang satu tidak berkurang lagi. MC meneriakkan nama kami bersamaan dengan kemunculan kami diatas panggung. Bisa kulihat MC itu agak bingung karena melihat kami hanya berempat. Suara penonton pun terdengar berbisik-bisik, sedang bertanya-tanya ada apa dengan kami. Tidak ada pemberitaan bahwa Heemi mengalami cedera ataupun tidak bisa ikut tampil dalam Dream Concert, tapi sekarang tiba-tiba saja formasi H:ART berkurang.

Aku melirik Berli, Hyunmei, dan Jihae yang masih terlihat tidak tenang. Aku juga tidak tenang, aku juga mengkhawatirkan Heemi. Anak itu tidak pernah seperti ini, dia tidak pernah menghilang ataupun membuat kami khawatir sebelumnya. Tapi, show must go on kan?

Musik mulai mengalun dan kami berempat menarik nafas pada saat yang bersamaan, mengesampingkan semua kekhawatiran kami dan menghibur para fans yang telah menantikan kami…

(Hyewon) You had said that you didn’t want me to find out

How good you treat her

(Hyunmei) You said you would understand my disappointment

It couldn’t be relieved with just tolerance

(Berli) I thought that I showed up at a perfect time

You and her were about to break up

(Jihae) I thought you no longer had any hope for her

You were not going to let her hurt you again

(ALL) I thought my gentleness could give you the universe

I thought I was able to fill the void in your relationship

Focusing on being by your side

Making up for all her mistakes

Maybe I was too naïve

I thought miracle would happen

(Berli) I thought you would eventually realize

Her heart was no longer on you

You continue to be indifferent to my caring

(Hyunmei) My assumption is just that I assumed

(ALL) I thought my gentleness could give ou the universe

I thought I was able to fill the void in your relationship

Focusing on being by your side

Making up for all her mistakes

Maybe I was too naïve

I thought miracle would happen

(Jihae) She made you cry

But you still forgave her with a smile

Turned out you already decided

Who you wanted to be with

I thought I was strong enough

But I was disappointed each day

If you had given me less hope

Then hope wouldn’t have become so excessive

(ALL) I thought my gentleness could give you the universe

I thought I was able to fill the void in your relationship

Focusing on being by your side

Making up for all her mistakes

Maybe I was too naïve

I thought miracle would happen

(Hyunmei) But I lost with so much despair

If you had given me less hope

(ALL) Then hope wouldn’t have become so excessive

Tepuk tangan penonton memberikan kepuasan tersendiri, mengesampingkan masalah hilangnya Heemi secara mendadak. Kembali ke belakang panggung, kami mulai berlarian ke ruang rias kami, ingin memastikan apakah Heemi sudah kembali atau belum. Tidak ada diantara kami berempat yang bahkan melambatkan lari kami hanya sekedar untuk menarik napas, rasa-rasanya kami bahkan tidak ingat bahwa kami masih perlu bernapas.

Berli yang berlari paling depan membuka pintu ruang rias, dan hasilnya nihil. Tidak ada Heemi disana, Younji eonni pun tidak ada. Apakah Heemi masih belum diketahui keberadaannya?

“hei ada apa?” suara Jinki tiba-tiba saja membuat konsentrasiku buyar. Masih dengan napas yang tersengal-sengal aku membuka mulutku mencoba untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

“jinjja? Tadi kulihat Younji noona ada di dekat gudang peralatan, juga ada beberapa anggota Superjunior. Apakah mungkin Heemi di sana?” jelas Jinki setelah aku menceritakan tentang Heemi yang menghilang tiba-tiba. Ketiga member lainnya kembali berlari, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Aku mengambil ancang-ancang, bersiap untuk mengikuti mereka dan memastikan bahwa Heemi benar-benar telah ditemukan, tapi Jinki menarik lenganku—menahanku. Kutatap Jinki dengan ekspresi bingung.

“hmm..” Jinki terlihat bingung dan menggaruk bagian belakang kepalanya, “aku hanya ingin bilang, jangan memperhatikan dongsaengmu terus. Sesekali juga harus memperhatikan dirimu sendiri, araseo?” lanjutnya, kali mengacak pelan rambutku. Hal yang selalu ia lakukan padaku yang sudah menjadi kebiasaannya. Melihat kebaikan dan kelembutannya, aku merasa sangat bahagia. Jantungku berdegub sangat cepat hanya karena hal itu, bodoh kah? Jinki tersenyum manis padaku dan bersiap melangkah pergi, tapi kali ini aku yang menghentikan langkahnya.

“Jinki-ah, saranghae …”

aku tau ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku padanya, tapi perasaanku padanya bergejolak tak tertahankan. Rasa sukaku padanya bertambah berkali-kali lipat setiap menitnya dan aku ingin dia tau apa yang kurasakan padanya.

To Be Continue . . .

17 thoughts on “The Newest Girlband (New 3)”

  1. di goyang asikkk di goyang asikkk !!! #digamparKYU
    onnie lanjutannya jangan lama2 *gelayutan di lengan yuyounji onnie*
    hadoh kyu ada2 aja dah -____- biasanya juga malah kekenyangan tuh -.-
    hyuk oppa jahat ih !!! kok selingkuh !!! *ngasah piso*
    lanjut deeehhh bagus nih,, udh menghayati bgt bacanya tba2 lgsg TBC ngeeekk~~ =.=

  2. Wah….Heemi kemana itu??? Kok g baLik2???

    Omona…..Hyewon mengungkapkan perasannya beneran tuch??? Kira2 dterima g ya???

    Jihae beneran suka ma Hyuk kah???

    Keren Saeng…mianhae aku g bisa comment setiap part ya 😀
    Dtunggu Lanjutannya ya 🙂
    Hwating ^^

  3. chingu!!!! *demo pake toa di depan monas* curang ikh update ga bilang2 😦

    wew,hyewon! inget heemi! inget heemi! /plak!

    heemi knp itu? kok ga balik2 setelah dibawa seohyun?

    brb baca next chapter *mumpung g da bos di kantor* /plak!

  4. aigo~~
    heenim bqn pusing member lainnya~~
    Lanjutkan Heenim!!!!//plkplkplk
    wkwkwkwkwkwkwkwk….

    Tmbh seru eonni~~~
    lucu bgt wktu donghae narik berlin ke dlm love motel…
    wkwkwkwkwk,,
    aigo~~bnrn dhe,,
    ide eonni emg d^^b

  5. Gomawo ya.. 🙂 tiba2 nama onnie neplok di ff ini. Hehehe~
    Bagus cerita nya. Hyuk emang playboy tuh (″ˉ зˉ)
    Mian ya kalo gak bisa komen di smua ff nya 🙂 udah lama bgt gak buka blog lg nih. Gak sempet share ff juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s