Pasangan Aneh !! [One Shoot]

Author  : Vay ^_^

Cast       : Kangin, Ryeowook, Leeteuk, Super Junior

Genre   : Romace (may be), friends

Length  : One Shoot

Hari itu, aku sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Aku masuk ke sebuah toko buku yang biasa aku kunjungi. Aku melihat kesekelilingku, aku melihat seseorang dengan dandanan yang aneh, dari kejauhan aku terus memperhatikannya. Dia benar-benar mencurigakan bagiku. Dia membuka sedikit kaca mata hitamnya, aku menatap matanya yang sipit memperhatikan kesekelilingnya. Semakin aku memperhatikannya, semakin aku penasaran. Dia membeli sebuah buku, aku mengambil sebuah majalah yang berada dihadapanku dan segera membayarnya ke kasir. Aku terus mengikuti orang itu. Sampai akhirnya orang itu naik ke sebuah mobil. Aku akhirnya menyerah mengejarnya, karena percuma saja. itu bukan urusanku. Aku menghentikan sebuah taksi, dan menyebutkan alamat rumahku pada sang supir. Sampai pada lampu merah pertama, kulirik mobil yang ada disampaing taksiku. Ternyata mobil orang mencurigakan tadi. Orang itu mulai melepaskan satu persatu aksesoris yang dia pakai. Kacamata, topi, kumis (kumis?), dan rambut. Kini rambutnya tidak hitam legam, tapi sudah berganti menjadi cokelat. Setelah orang itu benar-benar melepas semua aksesoris di wajahnya, aku benar-benar bisa melihat wajahnya. Dan aku sangat terkejut saat kulihat Leeteuk Super Junior yang ada dibalik itu semua.

“Pak, ikuti mobil hitam itu!” kataku cepat pada supir taksi saat lampu sudah berwarna hijau. Mobilnya berhenti disebuah gedung tinggi, yang aku yakini adalah sebuah gedung apartemen. Setelah membayar taksi, aku langsung berlari masuk kedalam dan mengejarnya. Aku bersikap biasa agar tidak dicurigai. Aku berada di satu lift bersama dengannya. aku tidak menunjukkan kalau aku seorang ELF. Saat dia keluar dari lift, akupun keluar. Saat dia berhenti di depan sebuah pintu, ku berusaha terus jalan agar dia tidak curiga.

“Sekarang aku tahu dimana kau tinggal.” Gumamku didepan pintu yang dimasuki Leeteuk tadi.

Seminggu setelah aku tahu kediaman Super Junior, aku datang lagi kesana. Aku menekan bel apartement mereka. Tak lama seorang laki-laki bertubuh mungil keluar membukakan pintu untukku.

“Annyeong . . .!!” sapaku ramah.

“Annyeong . . . ada perlu apa?” tanyanya ramah.

“Aku mau bertemu dengan Kangin-shi, apa dia ada?”

“Hyung sedang tidak ada, kau darimana?”

“Aku teman SMA-nya.” Jawabku.

“Kau mau menunggunya atau mau menitip pesan saja padaku?”

“Kalau diijinkan, aku mau menunggu saja.”

“Kalau begitu, masuklah!” laki-laki mungil itu mempersilakan. Akupun masuk kedalamnya. Keadaan dorm benar-benar bersih, aku tidak heran karena ada Sungmin-shi dan Ryeowook-shi yang selalu membersihkannya.

“Silakan duduk. Di dorm sedang tidak ada siapa-siapa hanya ada aku sendiri.”

“Ne, tidak apa-apa.”

“Kau mau minum apa?” tawarnya.

“Jus Strawberry saja.”

“Seleramu bagus juga, seperti Teuki hyung. Sebentar aku ambilkan.” Laki-laki itu meninggalkanku menuju dapur. Beberapa saat kemudia dia kembali dengan minuman yang aku pesan tadi.

“Kamsahamnida!”

“Tidak perlu seformal itu, lagipula kau lebih tua dariku. Harusnya aku yang lebih hormat padamu.”

“Ne.”

“Kami pulaaang . . .” terdengar suara beberapa orang laki-laki masuk kedalam dorm. Aku menyiapkan diriku kalau-kalau diantara mereka ada Kangin. Sepertinya mereka tidak terlalu memperhatikan keberadaanku yang sedang duduk karena mereka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.

“Kira-kira Kangin-shi, datang jam berapa?” tanyaku. Laki-laki itu tidak langsung menjawab pertanyaanku, dia melirik jam dinding di depannya.

“Masih jam 4 sore. Mungkin 2 jam lagi. Waeyo?”

“Ani, hanya saja aku masih ada janji. Kalau begitu sampaikan saja kalau aku datang kesini. Katakan, ‘Kau tidak lupa kan janjimu?’ katakan itu padanya. Aku pulang dulu. Annyeong . . .!” aku segra pamit dan meninggalkan dorm Super Junior sebelum laki-laki mungil itu sadar kalau dia belum menanyakan namaku.

Kangin POV

“Hyung, tadi ada orang yang mencarimu.” Ucap Ryeowook saat kami sedang makan malam.

“Nugu?” tanyak penasaran.

“Molla, dia hanya berpesan padaku untuk mengatakan ‘Kau tidak lupa kan janjimu?’ hanya itu.”

“Siapa namanya?”

“Molla.” Ryeowook menggeleng.

“Aish, kenapa kau tidak tanyakan namanya? Babo~!” ucapku kesal. Ryeowook terlihat menyesal dan menundukkan kepalanya. “Sudahlah, gwaenchanayo! Kau tidak perlu sedih seperti itu.” Ryeowook mengangkat wajahnya dan tersenyum. Terkadang anak itu kelewat polos dan selalu membuatku kesal karena kelakuannya itu.

Hari ini giliranku yang tidak ada jadwal, jadi aku diam di dorm. Kudengar sura bel, aku berjalan untuk membukakan pintu. Dan aku benar-benar terkejut melihat siapa yang datang.

“Ya! Untuk apa kau datang kesini?”

“Bisa tidak? tidak usah berteriak-teriak seperti padaku? Aku tidak tuli Kim Yong Woon.” Orang itu melenggang masuk sebelum aku ijinkan.

“Kau tidak bisa sopan sedikit?”

“Padamu? Cih . . .” dia berdecak dan langsung duduk di ruang tengah.

“Kau kan bisa memberitahuku dulu sebelum datang kesini. Lagi pula darimana kau tahu aku tinggal disini. Aku tidak pernah memberitahumu.”

“Untuk apa? Kau pasti beralasan kalau kau sibuk, kau tidak di dorm. Kau tahu kan aku pintar, untuk menemukanmu di tempat seperti ini mudah sekali bagiku.” Orang itu menunjuk dadanya sendiri karena bangga. “Aish . . . kau jorok sekali.” Ucapnya saat sudah berada didapur. Sejak kapan dia berjalan kesana? Aku tidak pernah sadar. Dia mulai membersihkan dapur yang kotor karena ulahku saat memasak ramen. “Ya! Sudah berapa kali aku bilang, kau jangan makan ramen terus. Kau mau sakit?”

“Ya! Bisa tidak kalau bebicara padaku tidak berteriak seperti itu?” aku tidak kalah berteriak.

“TIDAK BISA!” dia balik membentakku.

“Aish . . . harus kuapakan orang itu? Kalau Leeteuk hyung tahu, aku bisa mati.”

“Dimana kamarmu?” tanyanya ketus padaku.

“Untuk apa?”

“Beritahu tidak?”

“Kalau tidak?”

“Aku akan masuk ke setiap kamar.”

“Mwo? Itu kamarku.” Aku menunjuk sebuah pintu yang berada di pojok ruangan. Dia pun kini dengan seenaknya masuk kedalam kamarku. Aku tutup telingaku rapat-rapat sebelum dia melihat keadaan kamrku.

“Ya! KIM YONG WOON!” benar dugaanku. Aku melangkah malas menghampirinya. “Sudah berapa kali aku bilang?”

“10.234 (sepuluh ribu dua ratus tiga puluh empat) kali kau mengatakannya.” jawabku santai.

“Kau menghitungnya?” tanyanya sambil melongo ke arahku.

“Kau pikir?”

“Aish sudahlah, sudahlah!” dia mendorongku keluar dari kamar, sementar dia mengunci pintu kamar dari dalam.

“Ya! Apa yang kau lakukan didalam? Buka pintunya!” aku menggedor pintu kamarku keras agar dia keluar.

“Kau diam saja di luar. Dan jangan buat dapur berantakan lagi!” perintahnya.

“Dapur? Ada apa di dapur?” aku berjalan menuju dapur. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Aku ingat benar keadaan dapur tadi, tapi sekarang? Sudah bersih dan lantainya pun sudah mengkilat lagi. Aku kembali ke ruang tengah dan memutuskan untuk menonton TV saja.

“Kami pulaaang . . .” aku benar-benar terkejut saat mendengar suara Teuki hyung pulang. Dan yang lainnya juga.

“Kangin-ah, waeyo?” Tanya Teuki hyung yang melihatku kaget setengah mati melihat kedatangannya.

“A . . .ani . . . aniyo . . . hyung sudah pulang. Bagaimana hari ini?”

“Lelah.” Jawabnya singkat langsung duduk disampingku.

“Yang lainnya mana?”

“Di luar, entah sedang apa mereka.”

“Hyuuuunnnnnnggggggg . . .” teriak Ryeowook saat masuk kedalam. Entah mimpi apa aku semalam, hari ini telingaku rasanya mau pecah.

“Waeyo Wookie-ah?” Tanya teuki hyung penasaran.

“Hyung lihat, tadi saat kami masuk. Kami menemukan ini.”

“Apa itu?” tanyaku. Wookie membukanya.

“Mwo?” ucapku dan member lain bersamaan.

“Kelihatannya enak hyung.” Ucap Eunhyuk.

“Ye, sepertinya dari fans.” Ucap Siwon.

“Ah . . . kalian menemukannya ya? Pantas saja tadi aku merasa ada sesuatu yang tertinggal. Aku lupa!”

“Kau kan?” ucap Ryeowook.

“Ne, aku yang kemarin datang.”

“Jadi dia yang kemarin datang?” tanyaku pada Wookie dan dia mengangguk yakin.

“Jadi ini bukan pertama kalinya kau datang?”

“Ne.” jawabnya tanpa dosa.

“Kangi-ah, siapa dia?” selidik Teuki hyung.

“Dia teman SMA Kangin hyung.” Aku menatap Ryeowook kaget.

“Ani, aku bukan hanya teman SMA-nya. Tapi aku juga pacarnya.”

“Mwo?” ucap semua member kompak.

“Choneun Lee Min Jee, kalian bisa memanggilku Min Jee.” Ucap sambil tersenyum.

“Hyung, mianhae!” aku meminta ampun pada Teuki hyung.

“Hyung, kekasihmu manis juga. kukira hanya teman biasa, tadinya mau kujadikan pacarku.” Ucap Ryeowook polos. Aku langsung memukul kepalanya.

“Ya! Kenapa kau memukul kepalanya?” Min Jee langsung mengelus lembut kepala Wookie, dan kulihat Wookie menikmatinya.

“Ya! Sebenarnya yang jadi pacarmu itu siapa? Aku atau dia?”

“Ya tentu saja kau babo! Dia kan dongsaengku juga sekarang.”

“Mwo? Kau berani bilang aku babo di depan mereka?” aku langsung menarik tangan Min Jee masuk kedalam kamarku.

“Kangin-ah, lepaskan tanganku. Sakit!” teriaknya saat kami sudah didalam kamar. Kukunci kamarku agar tidak ada yang mengganggu.

“Aku tidak suka kau member perhatian pada laki-laki lain selain aku.” Aku berjalan semakin mendekatinya dan memojokkannya di sudut tembok.

“Kangin-ah, kau membuatku takut.” Lirihnya.

“Kau mengerti yang kukatakan barusan?” ucaku lembut di telinganya. Dia mengangguk sambil memejamkan matanya. Dia selalu melakukan itu bila ketakutan. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, saat itu aku ingin mencium bibir mungilnya untuk meminta maaf.

Tok . . . tok . . . tok . . .

“Aish . . .” decakku kesal. “Siapa yang menggangguku, lihat saja! Siapa?”

“Ini aku.” Suara Teuki hyung. Aku membuka pintu kamarku.

“Waeyo?”

“Aku tidak mengganggu kan?” ‘sangat hyung.’ Gerutuku dalam hati. “Cepat keluar! Ada manager hyung.”

“Mwo? Tapi hyung tidak bilang soal Min Jee kan?”

“Ani, cepat keluar!”

“Ne.” aku kembali mendekati Min Jee, “Min Jee-ah, kau diam disini dulu. Aku tidak mau manager hyung tahu kau ada disini.” Dia mengangguk mengerti. Setelah pertemuanku dengan manager hyung selesai, aku langsung mengajak Min Jee keluar kamar dan bergabung dengan yang lain.

“Noona tenang saja, ini akan kami rahasiakan dari manager hyung.” Ucap Kyuhyun.

“Ternyata, kalau di depan Min Jee nuna Kangin hyung benar-benar tidak bisa berkutik.” Ucap Eunhyuk.

“Apa kau bilang barusan?” ingin sekali rasanya aku memukul Eunhyuk.

“Ani . . . ani . . .” jawabnya cuek.

“Sudah malam, kuantar pulang!”

“Nuna, sering-sering main kesini ya!” ucap Ryeowook.

“Ne, annyeong . . .!!”

“Hyung tunggu dulu!” hadang Wookie.

“Apa lagi?” tanyaku malas.

“Nuna, maksud pesan nuna waktu itu apa?”

“Pesan?” Min Jee tampak berpikir. “Oh . . . waktu itu Kangin sudah janji akan memperkenalkanku pada kalian. Tapi dia selalu mengelak, akhirnya aku sendiri yang datang kesini.”

“Oh, jadi begitu. Lalu kenapa nuna mau dengan Kangin hyung yang sangar seperti itu?”

“Karena aku mencintainya.” Jawab Min Jee lancer. Ada rasa kebahagiaan dihatiku saat mendengarnya.

“Lalu . . .”

“Aish anak ini, sudah lain kali saja tanya-tanyanya. Kalau kau bertanya terus, dia tidak akan pulang.” Segera kupotong omongan Ryeowook dan menarik tangan Min Jee keluar dorm.

Author POV

“Ya! Kangin-ah, kau jangan tarik-tarik tanganku. Sakit!” teriak Min Jee saat dimulut pintu.

“Makanya kau harut menurut padaku!” teriak Kangin untuk menjawabnya.

“Dasar pasangan aneh!” gumam Ryeowook. Disambung gelengan kepala dari member-member lain.

THE END

PS :

Mian ni ff gaje (sumpah gaje banget!!) tadinya aku mau bikin kisah romantic Park Jungsu sama Park Seung Won, tapi aku lagi bosen sama cerita yang tokohnya Leeteuk jadi melenceng deh ke Kangin. Alnya jarang banget ff yang pemain utamanya Kangin. Jadi kali ini aku mewujudkannya.

12 thoughts on “Pasangan Aneh !! [One Shoot]”

  1. Min Jee… seandainya tuh cewe jadi aku. aku ngga bakaln pulang dari dormnya oppadeul…!!!!
    *ngarep banget deeehh… ^^

    wlopun agak mlenceng, tp bagus kok… ^^

  2. nyaha~
    lucu-lucu-lucu-lucu-lucu-lucu-lucu-lucu-lucu bnggeeeeeetttt!!!!!!
    gak nyangkah pasangannya bisa aneh bgt kyk gini….
    hahaha,,tapi kayaknya seru juga kalo punya pasangan kayak kangin~~
    nyehehe~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s