The Newest Girlband (New 4)

AUHTOR : Yuyu a.k.a Youn Ji

Cast :

  • The Rest of Super Junior member
  • The Rest of SHINee member
  • The Rest of Bigbang member
  • The Rest of SNSD member
  • So Hye Won (H:ART)
  • Lee Ji Hae (H:ART)
  • Kim Hee Mi (H:ART)
  • Berli (H:ART)
  • Lee Hyun Mei (H:ART)
  • Lee Hyun Min (Solo Singer)

 

AUTHOR POV

“jinjja? Tadi kulihat Younji noona ada di dekat gudang peralatan, juga ada beberapa anggota Superjunior. Apakah mungkin Heemi di sana?”

Setelah mendengar kata-kata itu, tanpa pikir panjang Berli langsung berlari ke gudang peralatan yang disebutkan, diikuti Hyunmei dan Jihae tepat dibelakangnya.

“eonni! Apa yang sebenarnya terjadi?” buru Jihae bahkan sebelum mereka berhenti berlari.

“aku juga sedang menanyakan hal yang sama padanya.” Younji menunjuk seorang pria berpakaian putih hitam dihadapannya, “jadi Kibum-ssi, bisa kau jelaskan apa yang terjadi sembari kita menunggu para staf datang dengan kunci gudang itu?”

Ketiga personal H:ART menatap Kibum dengan penuh harap, menantikan kejadian yang sebenarnya menimpa Heemi.

“tadi, aku melihat dia sedang berdiri di depan ruang rias kami. Tapi tiba-tiba saja dia kesakitan dan terus memegangi kepalanya. Aku membawa dia masuk ke ruangan kami, sementara kau keluar untuk mengambilkan minuman hangat. Begitu aku kembali, ruang rias sudah kosong. Kupikir dia sudah kembali ke ruangan H:ART. Dan tadi aku bertemu Younji noona, baru aku tau kalau ternyata Heemi belum kembali.” Jelas Kibum bertepatan dengan seorang staf yang muncul ditengah-tengah mereka.

“kami tidak bisa menemukan kuncinya, padahal kuncinya selalu digabungkan dengan kunci yang lain, tapi kenapa hanya kunci gudang saja yang hilang?” tanya staf itu kepanikan.

“ottokhae?” Berli mengoyang-goyangkan tubuhnya sendiri untuk meredam kepanikannya, sementara Hyunmei hanya bisa memeluk lengan Younji dengan sangat erat.

“hyung, bantu aku mendobrak pintunya.” Pinta Kibum pada Siwon yang daritadi ikut mendengarkan penjelasak Kibum. Siwon mengangguk setuju. Mereka mengambil ancang-ancang dan mendobrak pintuk kayu itu pada hitungan ketiga.

Benar saja, Heemi ada di sana, sedang meringkuk di dinding sambil memeluk lututnya sendiri. Keadaanya terlihat kacau, rambut dan gaunnya berantakan. Kibum mendekati Heemi perlahan, orang-orang disekeliling mereka menjaga jarak—tidak ingin mengganggu mereka berdua.

“Heemi-ah…” panggil Kibum sambil menyentuh tangan Heemi yang bergetar hebat.

“JANGAN SENTUH AKU!!” teriak Heemi sekeras mungkin hingga membuat semua orang yang mendengarnya tersentak kaget, terutama H:ART dan Younji. Tidak pernah sekalipun mereka mendengar Heemi berteriak, apalagi sekeras itu.

Kibum bergerak mundur beberapa senti setelah mendengar teriakan Heemi, lalu maju lagi dengan perlahan.

“Heemi, tenanglah. Aku bukan orang jahat.” Bujuk Kibum

“ANDWAE! ANDWAE!!” Heemi menjulurkan tangannya sepanjang mungkin, mencoba menghalau siapapun yang ingin mendekatinya, kepalanya masih tertunduk, menolak untuk memandang ke depan ataupun ke sekelilingnya. Pemandangan yang cukup miris bagi Kibum. Ia tidak suka melihat wanita itu menangis dan ketakutan seolah-olah tidak ada hari esok baginya. Kali ini tanpa ragu Kibum mendekat, merangkul dan mendekap Heemi ke dalam pelukannya.

Awalnya Heemi menolak, lagi-lagi ia menjulurkan tangannya dan berteriak histeris. Tapi Kibum tidak mau kalah, ia mengeratkan pelukannya dan mencoba menenangkan Heemi.

“tenanglah, ini aku. Ini Kibum.” Bisiknya tepat ditelinga Heemi, Heemi berhenti berteriak dan bergerak-gerak. Selama beberapa waktu Heemi mencoba mencerna suara yang menyusup masuk ke telinganya, terasa familiar dan menenangkan.

Setelah mendengar kata-kata itu, Heemi menjadi sedikit lebih sadar. Organ-organ tubuhnya seolah kembali bekerja normal. Ia kembali menghirup udara masuk dan keluar melalui hidungnya, diikuti dengan aroma yang juga terasa familiar. Ia tidak tau apa atau bagaimana ia bisa merasa begitu familiar dengan orang ini, yang diinginkannya saat ini adalah terus berada di dalam dekapannya. Heemi merasakan rasa aman, ia merasa yakin tidak akan ada hal buruk yang menimpanya jika orang ini ada didekatnya.

Kibum menyadari perubahan suasana hati Heemi yang jauh lebih tenang sekarang, dengan hati-hati ia menggendong Heemi dengan bridal style. Heemi mengalungkan kedua lengannya dileher Kibum dan membenamkan wajahnya yang masih terisak dipundak Kibum.

“Heemi baik-baik saja? Aku sudah menelpon ambulance.” Sahut Hyewon yang baru saja sampai dan menghampiri mereka.

“tadi Heemi eonni sangat histeris, tapi sekarang sudah jauh lebih baik.” Jelas Hyunmei yang juga sudah terlihat lebih tenang.

“eon, kau dari mana saja?” tanya Jihae.

“ah, tadi ada sedikit urusan.” Sahut Hyewon sambil lalu dan merangkul Berli yang kelihatannya masih cukup shock.

 

JIHAE POV

“hari ini kita hanya latihan satu jam kan? Habis ini aku masih ada pemotretan. Kalian ada jadwal apa?” tanya Hyewon eonni saat kami sedang berjalan menuju ruang latihan. Berli masih berkutat dengan keinginannya agar Heemi tidak ikut latihan gara-gara kejadian kemarin, sementara Heemi sendiri bersikeras bahwa dia baik-baik saja. Hyunmei berjalan di paling depan dan asyik mendengarkan lagu. Sepertinya hanya aku yang tersisa untuk menanggapi Hyewon eonni.

“aku dan Heemi tidak ada jadwal sampai nanti malam kita manggung. Berli harus syuting Strong Heart dan Hyunmei sepertinya juga akan syuting, kalau tidak salah dia jadi cameo di salah satu drama.” Jawabku seadanya sambil menyejajarkan langkahku dengan Hyewon eonni.

“oh, hwaiting ya.” Sahut Hyewon eonni sambil tersenyum lebar.

“eon, apa yang terjadi kemarin?” tanyaku penasaran.

“eh?”
”sejak kemarin kau kelihatan senang sekali, selalu bersemangat. Apa sesuatu yang baik terjadi? Harusnya kau berbagi dengan kami.” Godaku, jelas sekali mood Hyewon eonni sangat baik.

“aniya, tidak ada apa-apa kok.” Balas Hyewon eonni yang sedikit berlari kecil untuk menghampiri Hyunmei dan berjalan disampingnya.

Latihan berlangsung cukup santai. Kami tidak ingin Heemi sampai kelelahan, dia masih terlihat sangat pucat.

“Hyewon, bisa ikut aku sebentar? Lee Sooman-ssi ingin bicara dengan kita.” Younji eonni muncul dari pintu ruangan yang tidak tertutup. Kami menatap Hyewon eonni yang jelas bingung, ada apa sampai-sampai ia dipanggil oleh Sooman songsaenim? Sambil menyeka keringatnya, Hyewon eonni beranjak pergi bersama Younji eonni.

Kami berempat duduk menyadar di cermin.

“gomawo…” kataku begitu Hyunmei menyodorkan sebotol air mineral untukku. Pembicaraan-pembicaraan ringan berlalu begitu saja untuk melewatkan waktu sampai Hyewon eonni kembali, tidak bisa dipungkiri, kami penasaran ada apa. Apakah single kami menembus rekor?

Akhirnya, setelah kurang lebih 30 menit, Hyewon eonni kembali dengan wajah tertunduk. Tanpa aba-aba kami mengerumuni Hyewon eonni bersamaan. Aku melirik ke arah pintu, melihat Younji eonni yang berdiri di depan pintu dan melihat kami, lalu menggeleng pelan dan berlalu pergi. Ada apa sih?
”eonni, waeyo?” Berli menyuarakan pertanyaan yang masih menggantung di pikiranku.

“Jihae-ah…” panggil Hyewon eonni pelan. Entah kenapa aku justru merasa takut.

“ne?” jawabku was-was.

“beberapa malam lalu, waktu kau bilang kau makan malam dengan keluargamu, apakah itu benar?” tanya eonni yang menatap lurus ke mataku.

“tentu saja, mana mungkin aku membohongi eonni.” Jawabku setengah bingung, sebenarnya mengarah ke mana pembicaraan ini?

“lalu, bagaimana bisa paparazi mendapatkan fotomu yang sedang makan malam dengan G-Dragon dan orangtuanya pada hari dan malam yang sama?” tanya Hyewon eonni tegas. Kurasakan tatapan tiga pasang mata lainnya yang menatapku tajam. Kugigiti bibir bawahku sedikit, bingung harus menjawab appa.

“igeo…” aku bergerak-gerak gelisah, masih memikirkan jawaban apa yang harusnya kukatakan.

“kau berbohong Jihae, pada kami. Tapi itu tidak penting, permasalahannya sekarang adalah kau dan G-Dragon digosipkan memiliki hubungan serius, mereka memberitakan kau dan G-Dragon telah bertunangan.”

“MWO? Bertunangan dengannya? Mana mungkin!” teriakku.

“eonni, jadi siapa yang sebenarnya kau sukai? Kalau kau dan G-Dragon memang bertunangan, untuk apa kau mendekati Eunhyuk oppa?” pertanyaan, atau yang lebih terdengar sebagai pernyataan ditelingaku jelas membuatku terkejut. Kenapa Hyunmei mengungkit-ungkit tentang Eunhyuk oppa?

“apa maksudmu, Hyunmei?” lagi-lagi Berli menyuarakan pertanyaan dipikiranku. Hyunmei terdiam selama beberapa detik, terlihat enggan menjelaskan kata-katanya. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk angkat bicara.

“Eunhyuk oppa dan Hyunmin eonni, mereka berpacaran. Dan gara-gara eonni mereka jadi sering bertengkar sekarang!” tuding Hyunmei, agak keras.

“mwo? Mereka pacaran?” tanyaku tidak percaya.

“Ne, jadi eonni berhentilah mengganggu hubungan mereka, toh eonni juga sudah punya G-Dragon kan?” jawab Hyunmei masih terdengar pedas. Aku membuka mulutku, mencoba untuk mengeluarkan kata-kata, tapi tidak ada yang bisa kukeluarkan. Terlalu terkejut dengan fakta bahwa Eunhyuk oppa dan Hyunmin eonni berpacaran.

“Hentikan, Hyunmei!! Kau tidak berhak berkata seperti itu pada Jihae, bagaimanapun dia lebih tua darimu, bagaimanapun dia juga eonnimu!” Hyewon eonni balas berteriak pada Hyunmei yang tidak menyangka jika leader kami akan berteriak seperti itu. Hyewon eonni meskipun orang cuek dan terkesan galak, dia selalu baik dan sabar pada kami. Apakah gosip yang menyebar tentang aku itu benar-benar mempengaruhi eonni sampai seperti itu?

“eonni, aku tau kau dan Jihae eonni sangat dekat, jadi wajar saja kalau eonni membelanya. Tapi eonni kan tidak perlu berteriak padaku.” Balas Hyunmei tidak senang.

“berhentilah bertingkah, dan jangan menimbulkan gosip baru tentang pertengkaran konyol kalian.” Kata Hyewon eonni sambil menghembuskan napas dengan kasar. Dihempaskannya dengan geram koran yang dari tadi dipegannya. Heemi yang berdiri ditengah-tengah kami memungut koran itu dan memabaca artikel dihalaman terdepan.

“Heemi, kau benar-benar tidak tau siapa yang menguncimu di gudang itu?” tanya Hyewon eonni. Heemi mendongakkan kepalanya untuk menatap Hyewon eonni dan mengangguk pelan.

“OMO! Berita ini tidak benar! Aku dan Donghae sama sekali tidak melakukan apa-apa.” Teriak Berli setelah membaca gosip yang melibatkan dia dan Lee Donghae yang terlihat baru keluar dari sebuah motel.

Apa-apaan paparazi zaman sekarang? Tidak hanya gosip aku dan Jiyoung, tapi juga Berli dan Donghae. Dan apa aku sudah menyebutkan tentang Heemi yang kemarin terkurung di gudang? Juga kedekatannya dengan Kibum? Tsk, dasar paparazi tidak punya kerjaan.

“aku tidak peduli apakah gosip itu benar atau tidak, tapi kumohon pada kalian bertiga—Jihae,Berli dan Heemi—untuk tidak menambah parah gosip ini. Dan kau, Hyunmei, aku tidak mau sampai mendengar ada gosip yang mengatakan kalian berdua tidak akur. Aku tidak mau mendengar gosip lainnya dari kalian. Araseo?” tegas Hyewon eonni terakhir kali sebelum ia melangkah keluar dari ruang latihan, menyisakan kami berempat yang diselimuti kesunyian.

 

HYUNMEI POV

Menyebalkan, kenapa Hyewon eonni selalu saja memihak Jihae eonni sih? Aku terus saja menggerutu tidak jelas pada diriku sendiri. Aku tidak suka jika keadaannya jadi seperti ini, pilih kasih. Setelah selesai manggung, kami kembali ke dorm. Suasana menjadi sedikit canggung diantara kami semua. Tidak ada yang berani menegur Hyewon eonni, takut kena semprot lagi. Aku sendiri, terlalu marah untuk berbicara dengan siapapun. Amarahku tidak pernah memuncak seperti ini, hingga rasanya airmataku siap tumpah kapan saja. Karena apa? Sedih atau marah? Sedih karena eonni seperjuanganku ternyata orang yang sangat tidak—entahlah, aku tidak tau apa istilahnya. Atau marah karena tidak ada seorangpun eonniku yang berpihak padaku, mencoba mengerti pemikiranku?
Aku masuk ke dalam sebuah lemari di kamar kami—Jihae eonni, Hyewon eonni dan aku—dan menyembunyikan diriku selama beberapa saat. Aku menangis sepuasnya tanpa seorangpun yang tau. Pikiran-pikiran tidak mengenakkan selalu saja membayangi benakku dan membuatku menangis tidak henti.

Sebersit sinar memaksaku untuk memicingkan mata, pintu lemari dibuka, aku tau itu. Dengan cepat kuhapus sisa-sisa airmata yang masih menempel diwajahku. Hyewon eonni berjongkok dihadapanku dan melihatku dengan tenang.

“sudah kuduga, kau sedang menangis di sini.” Kata Hyewon eonni pelan. Aku tidak menggubrisnya karena takut aku justru akan berteriak padanya begitu aku membuka mulutku.

“aku bukannya membela Jihae atau apapun. Hanya saja, Hyunmei-ah. Percintaan itu masalah hati. Kau tidak bisa menyalahkan Jihae karena menyukai Eunhyuk oppa. Kalau Eunhyuk oppa memang menyukai Hyunmin, ada seberapa banyak Jihae yang menyukainya pun, pasti tidak akan membuat Eunhyuk oppa goyah, iyakan?”

aku diam mendengarkan kata-kata Hyewon eonni, memang ada benarnya. Tapi…

“tapi kau lebih memikirkan Hyunmin daripada Jihae, aku bisa mengerti. Bagaimanapun kan dia adalah eonni kandungmu. Tapi, cobalah untuk mengerti perasaan Jihae juga, ara?” tanya Hyewon eonni lembut, sama sekali tidak ada kekesalan ataupun kemarahan di nada suaranya, tidak seperti tadi pagi.

“eonni, kau tidak marah lagi?” tanyaku ragu-ragu.

“mianhae, tadi aku terlalu emosi dan membentak kalian semua. Keluarlah, jangan bersembunyi di dalam lemari terus, kau bisa pingsan karena pengap.” Kata Hyewon eonni setengah bercanda. Anehnya, aku justru tertawa mendengar kata-katanya dan mengikuti sarannya.

***

Apakah hari ini hari tersialku? Member H:ART dan Younji eonni tidak bisa menjemputku. Aku terpaksa harus pulang sekolah sendiri, dan sekarang justru hujan lebat. Argh! Sialnya. Aku berlari-lari kecil mencari perlindungan untuk tetap pulang dalam keadaan kering. Sebuah café menjadi persinggahanku. Aku berdiri tepat di depan café, berlindung dari hujan sambil terus memandangi langit. Kapan hujannya akan reda ya?
Tiiin! Tiiin! Tiiin! Suara klakson mobil yang menyebalkan membuatku menoleh dengan kesal. Seorang pria dari balik kaca mobil tersenyum mengejek padaku.

Ya ampun. Sudah kubilangkan hari ini hari tersialku? Kupalingkan wajahku, pura-pura tidak melihat Kyuhyun yang tidak henti-hentinya membunyikan klakson mobilnya.

Sebuah lengan yang mencengkeram tanganku dengan kuat, memaksaku untuk menghadapnya.

“waeyo?” tanyaku kesal.

“naiklah, akan kuantar kau pulang.” Jawab Kyuhyun tanpa basa-basi dan langsung menyeretku masuk ke mobilnya. Aku menatapnya dengan heran begitu dia sudah duduk dibalik kemudi dan memakai seatbelt nya.

“apa?” tanya Kyuhyun dengan santai, “jangan melihatku seperti itu, seolah-olah aku akan menculikmu saja. Ini hanya ucapan terimakasih untuk makanan tempo hari. Yah, anggaplah begitu. Pasang seatbelt-mu.” Ocehnya bahkan tanpa memberikan waktu padaku untuk mencerna dan merespon rentetan kata-katanya.

“aisssh.” Kyuhyun berdecak waktu melihatku bergeming, masih terus menatapnya dengan heran. Dicondongkan tubuhnya ke arahku, yang pasti membuatku bergerak mundur dan menempel pada sandaran tempat dudukku. Kyuhyun melihat reaksiku dan menyeringai kecil, lalu memasangkan seatbelt-ku.

Setelahnya suasana sangat hening. Kyuhyun, entah sedang fokus pada jalanan didepannya atau sibuk dengan pikirannya sendiri. Yang pasti aku sibuk mereka ulang ingatanku ketika wajahnya berada didekatku, aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya yang pelan.

 

BERLI POV

“aku pulang.” Sapaku setelah membuka pintu dorm. Dua kantong belanjaan berisi cemilan kujinjing bersamaan ditangan kananku, sementara tangan yang lain melepas sepatu yang kupakai.

“eon, apa yang kau beli?” tanya Hyunmei antusias sambil mendekatiku dan membantuku membawa satu kantong belanjaan dan meletakkannya di meja.

Heemi meletakkan buku yang dibacanya dan ikut memperhatikan kami yang mulai membongkar-bongkar isi kantong belanjaan. Dengan cepat Jihae eonni menyerobot dua gelas es cokelat dan menyerahkan segelas pada Heemi yang diterima dengan senang hati.

“Hyewon eonni belum pulang?” tanyaku sambil menyapukan tatapanku sekeliling ruangan yang sepertinya tidak ada tanda-tanda Hyewon eonni.

“baru saja pulang. Di kamarnya sejak 5 menit lalu.” Tunjuk Jihae eonni. Aku menggerutkan keningku tidak percaya. Benarkah? Kenapa sepertinya sunyi sekali? Kalau Hyewon eonni mulai mengunci dirinya di dalam kamar, itu berarti dia sedang menulis lirik lagu, dan biasanya ia juga ikut memainkan gitarnya.

Aku beranjak dan membuka pintu kamar dengan pelan. Hyewon eonni memang ada di kamar, tapi dia sudah tertidur, bahkan tidak repot-repot untuk mandi atau sekedar mengganti pakaiannya saja. Aku kembali bergabung dengan mereka, menyesap sendok demi sendok es krim di malam musim panas.

“Hyewon eonni kelihatan sangat kelelahan.” Kataku tanpa maksud apa-apa.

“ne, benar. Dia selalu saja sibuk sejak Dream Concert.” Imbuh Jihae eonni mengiyakan.

“dia bahkan tidak pernah makan bersama kita lagi. Apakah eonni makan dengan benar? Lihat dia, sangat kurus sekarang.” omel Heemi karena sudah beberapa kali ia memasakkan makanan untuk eonni tapi sama sekali tidak tersentuh.

“semalam, aku mendengar suara isakan.” Kata Hyunmei dengna wajah horor.

“Hyunmei!” teriak kami bertiga bersamaan. Hyunmei hanya memasang wajah bingung.

“jangan cerita seram di saat seperti ini. Aku mau tidur saja ah.” Rengekku.

“aissh, bukan cerita seram eon. Maksudku, semalam sepertinya aku mendengar Hyewon eonni menangis. Jihae eonni tidak dengar?” Hyunmei berpaling dan menatap Jihae eonni yang terlihat sedang berpikir keras, lalu akhirnya menyerah dan mengangkat bahu. Sejak kapan kedua orang ini berbaikan?
”sepertinya semalam Hyewon eonni pulang jam 3 pagi. Waktu itu aku terbangun dan mendengar Hyewon eonni diam-diam menangis.” Lanjut Hyunmei.

“apakah mungkin karena gosip kita?” Heemi bersuara setelah sejak beberapa saat yang lalu ia hanya menjadi pendengar saja.

***

Kelas mandarin, Lee Donghae.

Sejak gosip yang sangat tidak mengenakkan itu mencuat, aku mencoba menjaga jarak sejauh mungkin darinya.

Tapi sebenarnya tidak juga. Diam-diam aku berharap akan bertemu dengan dia lagi kalau aku keluar malam. Sayangnya, kenyataan tidak seindah itu. Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi kecuali jika kami tidak sengaja bertemu di SME ataupun menjadi pengisi acara di tempat yang sama.

Selebihnya, ia memalingkan wajahnya dan berjalan menjauh setiap kali melihatku.

What’s the hell is wrong? Ia menjadi aneh. Tapi aku yang jadi lebih aneh. Kenapa aku merasa kesal karena dia tidak menegurku?
Saat ini—detik ini juga—aku duduk disebelahnya dalam kelas mandarin, tapi dia sama sekali tidak menoleh padaku sedikitpun, tidak seperti kelas-kelas sebelumnya.

Bahkan sampai jam pelajaran ini habis, dia tidak mengucapkan sepatah katapun padaku, bahkan tidak menyapaku—padahal dia menyapa member lain.

“hei! Hmm, Berli-ssi.” Akhirnya, Tuan Lee Donghae ini berbicara dengaku.

“hmm?” balasku, mencoba bersikap cuek. Mana boleh kubiarkan dia tau kalau aku merasa sangat senang?

“Hyunmei, tidak ikut kelas tadi. Ke mana dia?” tanya Donghae pelan.

“Hyunmei?” aku mendelik sebentar, lalu melanjutkan, “dia sakit, demam ringan, jadi sekarang dia sedang istirahat di dorm.”
”ah, araseo. Gomawo..” Donghae tersenyum padaku dan berlalu menghampiri Kyuhyun yang kulihat berdiri beberapa meter dariku, lalu mereka berdua berjalan pergi.

Pertanyaan Donghae kembali terngiang di kepalaku. Hyunmei? Kenapa dia menanyakan Hyunmei padaku?

 

HYEWON POV

Kuregangkan otot-ototku yang rasanya sudah mati rasa. Kupijat tengkuk leherku perlahan, sekedar untuk meregangkan urat-urat yang mengencang. Aku benar-benar beraktivitas gila-gilaan akhir-akhir ini.

“kau terlihat lebih tua 20 tahun sekarang, eon.” Ejek Jihae saat kami masih berjalan beriringan ke ruang rias untuk syuting Starking. Aku tertawa pelan menanggapinya, separah itu ya?
”eon, aku serius. Kau bekerja gila-gilaan belakangan ini, matamu terlihat sembab terus. Berapa jam kau tidur semalam?” kali ini suara Jihae lebih serius. Aku berpikir, mencoba menghitung-hitung berapa jam aku tidur semalam.

“ehmm, sekitar 5 jam?” tanyaku balik.

“4 jam 25 menit, eon.” Jawab Jihae kesal. Aku kembali tertawa menanggapi kesewotan Jihae.

“semakin banyak job, berarti semakin banyak uang yang masuk, Jihae. Mengertilah.” Jawabku sesantai mungkin.

“aku tau kau sangat mencintai uang melebihi apapun, tapi kesehatanmu sendiri juga penting.”

Tidak, kau salah. Ada satu hal lain yang aku cintai melebihi apapun. Satu-satunya harapan yang menjadi sumber kekuatanku untuk bertahan, tapi semua alasan itu sudah lenyap sekarang. Jika aku tidak mengandalkan kecintaanku yang lain untuk terus bertahan, aku pasti tidak akan sanggup.

“urgh, kenapa pintunya tidak bisa terbuka?” keluh Jihae, menyadarkanku dari lamunanku dan membantunya untuk membuka pintu. Knop pintu itu susah sekali dibuka. Hampir saja aku menyerah, sebuah tangan yang besar menggenggam knop pintu tersebut, memutarnya dengan sedikit bertenaga dan pintu terbuka.

Aku mendongakkan wajahku dengan berseri-seri, ingin berterimakasih pada orang yang telah membantu membuka pintu itu sehingga aku tidak perlu repot-repot menendangnya hinnga rusak. Senyumanku tiba-tiba saja memudar. Seorang namja berdiri menatapku dengan ragu.

“kamsahamnida, Onew-ssi.” Kataku dengan sedikit membungkuk, dia hanya diam saja memandangku, kesulitan mencari kata-kata yang tepat untuk diucapkan dan aku menarik Jihae untuk masuk ke dalam ruangan. Jihae melihatku dengan bingung, tapi kuabaikan karena terlalu sibuk untuk menenangkan pikiranku sendiri.

***

Satu hari sudah berlalu lagi. Dengan kesibukan yang bahkan tidak membiarkanku untuk berpikir sejenak. Tapi memang itulah yang kubutuhkan. Aku tidak butuh waktu kosong untuk membiarkan pikiran liarku mengacaukan seluruh hari-hariku. Setelah kelas mandarin, syuting Starking dan beberapa CF hari ini, aku pulang ke dorm yang masih cukup sepi. Ke mana yang lain, batinku.

Seharusnya Heemi tidak ada jadwal malam ini, dan tentu saja maknae kami pasti sedang tertidur di kamar karena demam yang menyerangnya sejak pagi ini.

Baru satu langkah kuambil, Younji eonni muncul dibelakangku.

“eonni?” sapaku setengah bertanya.

“aku dan Heemi berbelanja bulanan, tapi aku khawatir Hyunmei sendirian, jadi aku pulang duluan.” Jelas Younji eonni sambil melepas sepatunya dan ikut masuk ke dorm.

“perlu aku temani Heemi?” tanyaku sambil bersiap-siap keluar.

“aniya, aku yakin dia akan baik-baik saja. Kau istirahat saja. Jadwalmu kan padat sekali hari ini.” Younji eonni menepuk pundakku pelan lalu mendorongku dari belakang.

“eh? Annyeong, Hyewon-ssi, Younji noona.” Sapa Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar kami—aku, Jihae dan Hyunmei.

“sedang apa kau di sini?” tanyaku sambil memicingkan mata.

“kudengar Hyunmei sakit, jadi aku menjenguknya. Tidak apa-apa kan?”

kuabaikan jawaban Kyuhyun. Selama dia tidak macam-macam pada Hyunmei sih aku tidak keberatan. Tapi sepertinya Younji eonni tidak sependapat denganku. Mungkin karena dia merasa tiga gosip yang menyebar tentang H:ART sudah cukup untuk membuatnya pusing dan dia tidak mau menambah gosip baru antara Kyuhyun dan Hyunmei di media. Kubiarkan Younji eonni menceramahi Kyuhyun panjang lebar sementara aku masuk ke kamar, melihat Hyunmei masih berbaring dengan patuh diatas tempat tidurnya.

“sudah lebih baikan?” tanyaku sambil lalu dan merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku yang sangat nyaman.

“eh? N-ne. sudah lebih baikan eon.” Jawab Hyunmei tergagap, berhasil menarik perhatianku untuk melihatnya dengan seksama.

“benarkah? Kenapa wajahmu lebih merah dari tadi pagi?” tanyaku lagi. Hyunmei hanya diam dan menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala dengan selimut kuningnya.

 

HEEMI POV

“Hyunmei, ayo dimakan buburnya. Kau kan harus minum obat.” Omelku karena Hyunmei bersikeras tidak mau meminum obat.

“aku tidak memberimu racun, Hyunmei. Kau harus minum obatmu dan cepat sembuh. Masih banyak jadwal yang menunggu kita.” Omelku lagi karena yang sebelumnya tidak berhasil. Hyunmei mungkin sudah capek mendengar omelanku sejak satu jam lalu, ia menyerah dan memakan buburnya terlebih dahulu sebelum meminum obat yang telah kusiapkan.

Yah, mereka tidak memanggilku eomma tanpa alasan kan?

“eon, bolehkah aku keluar dari kamar sekarang? aku bosan terus berbaring di sini hampir seharian.” Rengek Hyunmei sambil meneguk air minumnya.

“jangan berlebihan. Aku bahkan belum meninggalkanmu lebih dari beberapa jam saja sejak kelas mandarin tadi.” Balasku sengit, Hyunmei kembali memberengut.

“Heemi eonni gak ada jadwal hari ini?”

“ani, aku kosong. Jadi aku bisa merawatmu seharian.” Kuambil gelas dan mangkuk yang kini telah kosong dan membawanya ke dapur, samar-samar bisa kudengar suara Hyunmei menggerutu pelan.

***

“Tidak apa-apa nih Hyunmei dibiarkan sendiri aja di rumah eon?” tanyaku sambil berkeliling di supermarket dan melihat-lihat apa saja yang bisa kami beli.

“benar, aku sedikit mengkhawatirkannya sih. Tapi aku juga tidak bisa membiarkanmu berbelanja sendirian.” Jawab Younji eonni yang terlihat dilemma.

“tenang saja eon, tidak akan ada yang menculikku kok. Lebih baik eonni pulang dan lihat keadaan Hyunmei saja, aku lebih cemas padanya.” jawabku mencoba meyakinkan Younji eonni. Ia terlihat menimbang-nimbang sesaat dan akhirnya menyetujui kata-kataku. Dengan cepat Younji eonni meninggalkanku sendiria dan kembali ke dorm untuk mengawasi Hyunmei.

Aku kembali berkeliling, mencari barang-barang atau makanan yang kira-kira akan kami butuhkan satu bulan ke depan. Belanja bulanan sendirian tidak menyenangkan sesungguhnya, aku harus membawa berkantong-kantong belanjaan yang super berat seorang diri ke dorm kami.

Aku menghela nafas pelan membayangkannya.

“kau akan bertambah tua kalau kau terus-terusan menghela nafas.” Aku terlalu asyik melihat ke sekelilingku hingga tidak memperhatikan orang di depanku.

“Kibum-ssi…” kataku pelan, juga ada rasa malu ketika melihatnya. kenapa? Karena,

  1. Aku memeluknya waktu itu, ingat? Padahal kami sama sekali asing, tapi aku justru memeluknya dengan sangat erat.
  2. Aku melibatkan dia dalam gosip yang seharusnya tidak perlu. Kami bahkan baru bertemu waktu itu, dan aku sudah menyeretnya dalam gosip panas.
  3. dan yang terpenting, hampir saja troly belanjaanku menabraknya!

“tidak perlu seformal itu. Panggil saja Kibum. Belanja sendirian? Mau kutemani?” tawarnya, belum sempat aku merespon, dia sudah menarik troly itu dari tanganku dan menggantikanku mendorongnya pelan.

“mau beli apa saja?” tanya Kibum sambil mendorong troly dengan santai.

“hmm, banyak. Sayur-sayuran, cemilan, minuman dan peralatan kosmetik.” Jawabku sambil melihat-lihat daftar belanjaan yang sudah kubuat.

“bagaimana dengan sawi ini?” Kibum mengangkat sebuah sawi dan menjulurkannya dihadapanku, aku berusah keras menahan tawa.

“kau tidak sedang bercanda denganku kan? Sawi itu tidak segar, berlubang di mana-mana.” Kuambil sawi yang dipegannya dan meletakkan ke tempat semula. Kibum ikut tertawa kecil dan mulai meluncurkan trolynya lebih cepat, mendekat bagian minuman.

“hei, minuman ini enak. Kau mau?” tawarnya lagi sambil mengangkat sebotol minuman. Aku melangkah cukup lebar untuk menghampirinya karena dia sudah jauh di depanku.

Kibum terlihat bersemangat menemaniku belanja, padahal aku tidak tau apa yang asyik dengan belanja seperti ini hingga dia harus sesenang itu.

“yakin sudah dibeli semua?” untuk yang kesekian kalinya Kibum bertanya dan aku mengangguk mengiyakan.

“kita makan es krim dulu yuk?” ajaknya. Aku mengernyit bingung, kenapa dengan pria ini? Dia menarik tanganku dan menyeretku untuk berlari-lari kecil bersamanya ke sebuah kedai es krim di dekat supermarket. Kami duduk di meja kecil dan saling berhadapan. Kibum terus melihatku dan jujur saja membuatku sedikit risih.

“waeyo? Apa mukaku sangat aneh?” tanyaku sinis.

“aniya.. Heemi-ah, kau yakin kau tidak ingat siapa yang menguncimu digudang itu tempo hari?”
aku mendengus pelan mendengar pertanyaannya, pertanyaan yang selalu diajukan oleh hampir semua orang yang kukenal.

“sudah kubilang aku tidak tau. Dia mendorongku dari belakang dan mengunci pintunya begitu saja.” Jawabku sedikit kesal, Kibum tidak bertanya lagi karena menyadari kekesalan dari nada suaraku.

Itu bohong besar. Aku tau siapa yang mengunciku, aku tau orang itu yang membohongiku dan menyuruhku ke gudang. Tapi kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang dikunci di sana?

Dan, apa yang membuat bayangan-bayangan aneh itu muncul dibenakku begitu aku terkurung di gudang yang sangat gelap itu? Bayangan-bayangan yang berhasil membuatku pusing, seperti ketika aku melihat Kibum, tapi kali itu, bukan hanya pusing, kepalaku sakit sekali bahkan rasanya sampai mau pecah. Dan Kibum… Kenapa aku merasa nyaman berada di dekatnya?
”Apa kita sudah kenal sebelumnya?” tanyaku begitu saja. Kibum menghentikan kegiatannya yang sedang menyeruput es krim vanila nya yang hampir meleleh dan menatapku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan.

 

To Be Continue . . .

 

A/n :

masih bingung apa yang terjadi dengan Hyewon-Onew?

Gimana dengan Jihae? Ada apa dengan makan malam waku itu?

hubungan apa yang dulu dipunyai Kibum dan Heemi?

Kenapa Donghae jadi cuek dengan Berli?

Atau kok bisa Kyuhyun tiba-tiba nongol di dorm H:ART?

Nantikan di part selanjutannya : The Newest Girlband (News 5) Special Namja POV

=DDD comment sangat dibutuhkan chingu^^~

20 thoughts on “The Newest Girlband (New 4)”

  1. Huaaaaaa aku baru baca part1 sampe part4 nya hari ini. Seruuu bangeettttt author. Kerennnn. Tapi ada kritik nih. Masalah dalam ff ini, ditumpuk-tumpuk . Trus aku ga hafal member h:art jadi bingung gtu. Suka ketuker-tuker. Saran aja yaaaa, gimana kalo masalahnya diselesain satu-satu, trus baru ada yg lain. Jadi ga terlalu membingungkan reader lemot kayak aku. Yahhh gtu aja deh pokonya nice ff. Hwaiting !!!

  2. Eonni… Aku akan sangat menunggu news 5 nya.. Secara gtu kan namja p.o.v

    news 5 nya buruan ya eon. Eh, ASAP ajj deh. Hehe *gaje mode:on*🙂

  3. onnie !!!! *teriak pake toa* onnieeeeeeee lanjootttt !!! senyum2 sendiri baca ni FF
    kekekkekek~~ baca FF ini jadi ada ide buat lanjutin FFku
    onnie lanjut,,lanjut,lanjjutttttt !!
    penasaran sama ceritanyaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~
    lanjuuuuuuuuuuttttttttt !!!! azza azzaaa fighting !!!!
    FFnya keren onn,,kerrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnn !!! *teriak2 geje brg kyu*
    lanjut yaaaaaa *nari2 sama kyu pake pompom*

  4. keeeeerrrrrreeeeeeennnnnn,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!kasih empat jari deh,,,,news 5’n cepet y,,,,ni crita sukses bkin q gila stadium 3 gr2 senyam senyum ndiri,,,,lanjut trus deh,,,pokok’n keren ajib,,g kalah keren ma kyuppa,,

  5. chingu!!! *tereak2 pake toa mesjid* aish! motongnya bikin penasaran sumpah! mw baca lanjutannya cepetan!! *maksa* /plak!

    btw,aku baru nyadar ternyata youn ji (manager h:art) baik bgd ya,perhatian bgd kalo diperhatiin.

    hems,aku udah punya sedikit byangan tentang onew hye won,roman2na ga enak soalnya. pokokna lanjut lah xD

  6. chingu!!! *tereak2 pake toa mesjid* aish! motongnya bikin penasaran sumpah! mw baca lanjutannya cepetan!! *maksa* /plak!

    btw,aku baru nyadar ternyata youn ji (manager h:art) baik bgd ya,perhatian bgd kalo diperhatiin.

    hems,aku udah punya sedikit byangan tentang onew hye won,roman2na ga enak soalnya. pokokna lanjut lah xD.

  7. aigo~~
    eonni,,aq sgt pnsrn dgn kjdian i2 smw….
    tpi,,yg dorong heenim wktu itu…
    yg bareng heenimkan wktu itu???
    yg spa tuh…seohyun…or???
    diakan???!!!!!!!
    trus-trus!!!!koq jihae sodarahkan ma G-dragon!!!!
    btul gk??!!!! aaarrrrrrgggghhhh!!!!penasaran!!!!!!!!!!
    lanjut-lanjut,,
    mei sqt krna maen hjn kn????(ap hbgn.a coba??)
    kn ektu i2 kyu yg nganterin~~~
    khekhekhe,,

    LANJUT EONNI!!!!!!
    CERITANYA MAKIN SERU *turn off capslock*
    Hwating eonni!!!!! ditungggu part 5.a~~
    pasti seru tuh,, versi namja~~~

  8. Anyio…..Jihae g tunangan ma Jiyong!!!!

    Kyu kayaknya muLai demen ma Mei nich!!! Keke~

    Heemi dkurung ma itu bukan sich???? Wah…Kibum jadi perhatian bgt!!! Ada apa dengan mereka ya???

    Hyewon bukanna wkt itu menyatakan perasaannya ama Onew ya??? Kok dia jd dingin ma Onew sich???

    BerLi kok yg dicuekkin ma Hae kan hrsnya sebaLiknya. Keke~

    Wah, g sabar bagian POV Namjanya??? Dtunggu Lanjutannya ya Hwatíñg ÍÍ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s