The Newest Girlband (News 5) Namja POV

AUHTOR : Yuyu a.k.a Youn Ji

Cast :

  • The Rest of Super Junior member
  • The Rest of SHINee member
  • The Rest of Bigbang member
  • The Rest of SNSD member
  • So Hye Won (H:ART)
  • Lee Ji Hae (H:ART)
  • Kim Hee Mi (H:ART)
  • Berli (H:ART)
  • Lee Hyun Mei (H:ART)
  • Lee Hyun Min (Solo Singer)

 

DONGHAE POV

“hyung! Kau terlibat skandal!” evil maknae kami menghambur masuk ke dalam kamar dengan koran ditangannya. Skandal? Skandal apalagi?

Kyuhyun menyerahkan lembaran koran itu padaku. Aku melihat gambar yang membuatku tidak mampu berkata-kata. Aku dan Berli.

Gosip macam apa ini? Ugh, bagus! Berli pasti semakin membenciku sekarang.

“hyung, kau benar-benar melakukannya dengan Berli?” tanya Kyuhyun yang mulai asyik dengan PSP kesayangannya.

“tentu saja tidak! Memangnya aku sudah gila?” jawabku.

“uhm, tapi kurasa para member H:ART lumayan juga.”
”bukan itu maksudku Kyu. Aku tidak bilang kalau aku keberatan digosipkan dengan Berli. Tapi masalahnya adalah aku tidak suka dengan gosip seperti ini. Gosip ini hanya akan mencemarkan nama baik kami berdua.” Jelasku. Kyuhyun mengangguk-angguk kecil tanpa melihatku.

“tunggu dulu! Kau bilang member H:ART lumayan? Nuguseyo?” tanyaku penuh selidik. Kyuhyun akhirnya mendongak dan melihatku, melepaskan pandangannya dari PSP.

“hmm, sebaiknya aku main di kamarku saja. Bye hyung!” Kyuhyun berlari turun dari tempat tidurku secepat mungkin.

Sial, siapa yang dia maksud lumayan? Bukan Berli kan?

***

Kelas mandarin. Harusnya ini menjadi kelas yang menyenangkan, aku bisa bertemu dengan Berli. Andai saja tidak ada gosip itu.

Berli berjalan santai bersama ketiga member lain tanpa si maknae.

Ayolah, katakan sesuatu, katakan sesuatu padanya Lee Donghae. Aku terus memberanikan diriku sendiri. Setidaknya kami harus membahas bagaimana caranya untuk menepis gosip itu agar tidak semakin meluaskan?

Belum sempat aku menyapanya, songsaenim masuk dan pelajaran dimulai. Aku sama sekali tidak bisa fokus pada apa yang dikatakan oleh songsaenim. pikiranku terus melayang-layang, ditambah lagi, fakta bahwa Berli juga terus diam sepanjang pelajaran, hebat! Kurasa dia tidak hanya membenciku sekarang, tapi dia pasti sedang mengutukiku karena membuat dia ikut terseret dalam gosip memalukan ini.

“hyung, kau kenapa? Kau kelihatan tidak bersemangat.” Kyuhyun menepuk pundakku pelan saat pelajaran selesai, aku memberesi buku-bukuku dalam diam dan tidak menggubris kata-kata Kyuhyun. Terlalu malas untuk menjawab.

“hmm, hyung. Maknae H:ART hari ini tidak masuk, kau tau kenapa?” tanya Kyuyun lagi sambil melihati kursi kosong yang seharusnya diduduki oleh Hyunmei. Kata-katanya sontak membuatku menatapnya dengan alis berkerut.

“mwo?” tanya Kyuhyun setengah terkejut.

“kau tertarik padanya?”

“a—aniya. Aku hanya penasaran saja.” Kyuhyun terlihat sedang mencoba untuk menutupi kegugupannya. Aku tersenyum senang, berarti dia tidak tertarik pada Berli, hal bagus untuk dirayakan.

“hyung, bisakah kau tanyakan pada Berli ada apa dengan Hyunmei?” Kyuhyun menyentuh lenganku pelan dan menunjuk Berli yang berjalan pelan meninggalkan kelas. Sesaat aku ragu, tapi ini kesempatan yang baik untuk berbicara dengannya.

Aku berlari kecil untuk menghampiri Berli.

“hei! Hmm, Berli-ssi.” Sapaku ragu. Semoga saja dia tidak mencuekiku.

“hmm?” balasnya cuek.

“Hyunmei, tidak ikut kelas tadi. Ke mana dia?”

“Hyunmei?” dia mendelik sebentar, lalu melanjutkan, “dia sakit, demam ringan, jadi sekarang dia sedang istirahat di dorm.”

”ah, araseo. Gomawo..” dengan cepat aku berlari kembali menghampiri Kyuhyun dan merangkul pundaknya, memberitaukan informasi yang ia inginkan.

Aku berbalik untuk melihat Berli, mendapati punggung Berli yang semakin menjauh dariku. Aku menghela nafas pelan.

Ada apa denganku? Kenapa aku hanya bertanya tentang Hyunmei? Harusnya aku juga bertanya kabarnya setelah gosip itu beredar. Lee Donghae paboya.

Apa aku harus mencari waktu untuk berbicara lagi dengannya? Tapi aku tidak mau mengambil resiko untuk membuat gosip lain beredar dan membuat Berli membenciku selama sisa hidupnya.

“hyung? Waeyo?” Kyuhyun berdiri berjarak satu meter dariku. Aku menyadari bahwa aku berhenti berjalan selama memperhatikan punggung Berli. Aku menggeleng pelan pada Kyuhyun dan menyusulnya.

KYUHYUN POV

“yaaaa, Kyu, oedisoyo???” suara Leeteuk hyung sedikit melengking ditelingaku, kujauhkan hpku untuk sementara agar suaranya tidak melukai gendang telingaku.

“aku akan pulang sekitar satu jam lagi hyung. Bye!” kataku dengan cepat dan langsung memutuskan saluran telpon, masih menunggu pintu untuk dibuka. Apa tidak ada orang? Tapikan dia sedang sakit, tidak mungkin dia berkeliaran, pikirku cemas.

“nuguseyo?” sebuah suara serak dan lemah terdengar dari dalam dorm, aku menghembuskan nafas lega dan sengaja tidak menjawab. Ia pasti tidak akan mau membuka pintu kalau tau aku yang datang.

Kepala Hyunmei menyembul dari balik pintu, ia terlihat sangat kacau, wajah pucat pasi, rambut berantakan, kalau dia tidak sedang sakit, pasti aku sudah tertawa terbahak-bahak.

“huh, mau apa kau?” Hyunmei membuka sedikit pintu, tidak terlalu lebar hingga aku tidak bisa menerobos masuk. Kudorong pintu agar terbuka lebih lebar dan melenggang masuk tanpa mempedulikan teriakan Hyunmei yang sangat pelan.

Kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan, “mana member lainnya?” tanyaku setelah duduk di sofa tanpa dipersilakan.

“para eonni ada jadwal, dan Heemi eonni serta Younji eonni sedang belanja, jadi kau ada perlu apa?” tanya Hyunmei lagi, dengan lebih galak.

“hmm, kudengar kau sakit, jadi aku menjengukmu.”

“bohong! Kau pasti mau mengerjaiku lagi kan?” tanya Hyunmei was-was.

“tsk, memangnya aku sejahat itu ya?” tanyaku sebal. Imageku sepertinya benar-benar jelek dimata yeoja aneh ini.

“ya, kau memang sangat jahat. Kau pikir kenapa mereka memanggilmu evil maknae?” tantang Hyunmei.

“sudahlah, aku malas berdebat denganmu. Aku akan menemanimu sampai salah satu eonni mu pulang.” Kataku, sebenarnya lebih terdengar sebagai perintah.

Hyunmei tidak menjawab dan hanya mendengus kesal lalu menghempaskan dirinya disofa disampingku.

“kenapa bisa demam? Kemarin kau baik-baik saja.”

“kehujanan.” Jawabnya singkat.

“oh…”

Oke, suasana selanjutnya adalah hening. Tidak ada satupun diantara kami yang mengeluarkan suara. Rasanya sangat canggung dan aku tidak suka.

“kau tidak mau pulang? Aku mau tidur, kepalaku pusing lagi.” Tanya Hyunmei sambil memegangi kepalanya.

“kalau begitu tidur saja, jangan pedulikan aku.”

“tapi—kyaaaa!” belum selesai Hyunmei menjawabnya, kulingkarkan keduatanganku padanya, menggendongnya masuk ke kamar.

Kubaringkan Hyunmei diatas tempat tidur perlahan-lahan dan wajahnya memerah, ia menatapku dan dengan tatapan apa-yang-kau-lakukan. Kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku, aku tertawa sekeras mungkin melihat wajahnya yang sangat menggemaskan.

“waeyo!?” tanya Hyunmei bingung.

“ani, kau terlihat sangat manis.” Jawabku disela-sela tawaku. Dan kalian tau? Wajahnya lebih memerah sekarang.

“tidurlah, kepalamu pusing kan?” tanyaku, Hyunmei memberengut karena aku memperlakukannya seperti anak kecil. Aku berhenti tertawa dan menatapnya dengan serius.

“jangan sakit lagi, kau membuatku cemas.” Kataku setengah berbisik. Tiba-tiba saja sebuah ide gila melintas dibenakku.

“hei, kau mau cepat sembuh?” tanyaku pada Hyunmei. Ia melihatku dengan bersemangat.

“sangat mudah, tularkan saja demammu pada orang lain.” Bisikku ditelinganya, ia sedikit menggeser letak kepalanya, mencoba menjauh dariku.

“bagaimana cara menularkannya?” tanya Hyunmei bingung.

“mau kupraktekkan?” tanyaku, belum sempat Hyunmei merespon, kurengkuh wajahnya dengan kedua tanganku dan menempelkan bibirku padanya. Ia sedikit meronta, keduatangan mungilnya bertumpu di dadaku, mencoba untuk mendorongku menjauh tapi itu justru membuatku lebih bersemangat. Aku melumat bibirnya, menggigitnya pelan sebelum aku mengakhirinya. Hyunmei menatapku dengan mata beningnya yang indah, ugh! Aku jadi menginginkan lebih.

“kau sudah menularkan demammu padaku, kau pasti akan segera sembuh.” Aku mengedipkan sebelah mataku dan mengerling nakal padanya. Aku keluar dari kamar sebelum pikiranku jauh lebih liar, begitu keluar dari kamar, kulihat Hyewon dan Younji noona menatapku dengan bingung.

“eh? Annyeong, Hyewon-ssi, Younji noona.” Sapaku seadanya.

“sedang apa kau di sini?” tanya Hyewon sambil memicingkan mata.

“kudengar Hyunmei sakit, jadi aku menjenguknya. Tidak apa-apa kan?” aku memasang senyum termanisku, tapi Hyewon tidak mempedulikanku dan justru berjalan masuk ke kamarnya.

“astaga Kyuhyun, aku tidak mau sampai anak-anakku terkena gosip juga.” Omel Younji noona.

“araseo noona, tidak akan ada gosip kok.” Kucoba untuk menyakinkan noona. Semua manager sama saja, overprotektif terhadap artis mereka.

“setidaknya kau kan bisa datang bersama member Superjunior lainnya, atau setidaknya bersama managermu, kenapa kau justru datang sendirian?”

“aduh noona, jangan khawatir. Sudah kubilang tidak akan ada gosip kan? Percayalah.” Kukeluarkan senyum mautku, oke, memang tidak mematikan seperti senyum Kibum hyung, tapi biasanya ini selalu bekerja untuk para gadis kan?
”tidak, tidak, tidak. Bagaimana aku bisa percaya pada evil maknae sepertimu?” omel Younji noona tanpa henti.

Astaga, aku tau sekarang kenapa Hyunmei juga cerewet, semua member H:ART ini kan hasil didikan Younji noona. Aku memutar bola mataku dan mendengarkan ceramah yang sangat panjang dari Younji noona selama hampir setengah jam sebelum akhirnya aku berhasil meloloskan diri.

ONEW POV

Perlahan-lahan kesadaranku kembali dari alam mimpi. Aku membuka mataku dan terlihat gelap. Kuturunkan selimut yang selalu kupakai untuk menutupi seluruh tubuhku sampai ke kepala. Kugosok-gosok mataku yang terasa berat dan meraih hp yang kuletakkan disamping bantalku.

Hebat, bahkan belum tepat pukul 5 dan lagi-lagi aku terbangun di pagi buta seperti ini. Aku mendesah pasrah, aku tidak bisa tertidur lagi meskipun mataku masih terasa berat untuk dibuka. Kulihat kiri-kananku, para dongsaengku masih tertidur pulas. Bahkan Jonghyun yang biasanya bangun pertama kalipun masih asyik mengingau.

Aku keluar dari kamar, menutup pintu sepelan mungkin dan beranjak ke dapur untuk meneguk segelas air hangat. Memoriku terus bermain-main pada kejadian yang terjadi kemarin.

Flashback

“hei ada apa?” tanyaku penasaran saat melihat keempat orang yeoja ini tersengal-sengal. Hyewon mengatur nafasnya perlahan dan mulai menceritakan apa yang terjadi.

“jinjja? Tadi kulihat Younji noona ada di dekat gudang peralatan, juga ada beberapa anggota Superjunior. Apakah mungkin Heemi di sana?” jelasku. Ketiga member H:ART langsung berlari ke tempat yang kusebutkan. Kulihat Hyewon juga mengambil ancang-ancang untuk mengikuti dongsaengnya, tapi aku menarik lengannya—menahan dia. Hyewon menatapku dengan ekspresi bingung.

“hmm..” aku ragu sesaat dan menggaruk bagian belakang kepalaku, “aku hanya ingin bilang, jangan memperhatikan dongsaengmu terus. Sesekali juga harus memperhatikan dirimu sendiri, araseo?” lanjutku, sambil mengacak rambutnya. Aku tersenyum pada Hyewon yang masih terus menatapku dan bersiap pergi, tapi kali ini dia yang menghentikan langkahku.

Ia menarik lenganku dan menundukkan kepalanya, “Jinki-ah, saranghae…” suaranya terdengar sangat pelan hingga aku sendiri ragu apakah yang aku dengar itu benar atau tidak.

Tapi Hyewon mendongak, menatapku dengan wajah memerahnya, membuatku yakin apa yang baru saja ditangkap telingaku.

Sesuatu dalam diriku merasa sangat senang, ingin sekali rasanya aku mendekap dia seerat mungkin dan menciumnya, menjadikan dia sebagai milikku seorang.

Tapi sebagian dalam diriku tidak bisa melakukannya, menolak untuk melakukannya.

“mianhae, Hyewon-ah. Aku sedang tidak memikirkan percintaan saat ini, satu-satunya yang kupikirkan adalah karierku dan SHINee serta dongsaengku. Sudah cukup gosip yang beredar tentang Jonghyun dan Sekyung, aku tidak berharap akan bertambah satu gosip lagi tentang kita.” Kusadari suaraku sedikit bergetar, aku sendiri bahkan tidak yakin dengan apa yang kukatakan. Apakah jawaban yang kuberikan padanya benar?

Hyewon tidak berkata apa-apa, tapi matanya berair. Ia tidak menangis, ia yeoja yang sangat kuat, aku tau itu.

“mianhae…” kataku sekali lagi, kusingkirkan tangannya yang masih memegangi lenganku. Aku meninggalkannya begitu saja, bahkan sebelum mendengar reaksinya.

Aku tidak sanggup jika harus melihat dia menangis dihadapanku, mianhae. Jeongmal mianhae Hyewon-ah.

Flashback End

“hyung? Kau sudah bangun?” Jonghyun menghampiriku yang sedang duduk termenung diruang makan. Aku mengangguk pelan padanya dan ia ikut bergabung denganku.

“waeyo? Mau ke apartemen Sekyung lagi?” tanyaku.

“aniya, setelah hal itu diketahui umum, mana bisa lagi aku bertemu dengannya sesuka hati. Mian hyung, karena gosip ini aku telah merepotkanmu.”

“jangan dipikirkan. Bersiap-siaplah, nanti kita akan syuting Starking.” Aku menepuk pundak Jonghyung sambil berlalu ke ruang nonton dan menyalakan tv, hanya sekedar untuk menatap kosong ke layar tv dan membiarkan pikiranku kembali melayang-layang.

***

“hyung, aku ke toilet dulu ya.” Taemin berlari kecil dan menghilang dibelokan. Aku dan Jonghyun berjalan beriringan ke ruang rias Starking.

Dua orang yeoja terlihat kesusahan membuka pintu, memang knop pintu itu sedikit macet. Kuputar knop dan mendorong pintu dengan agak sedikit bertenaga hingga akhirnya pintu terbuka.

Hyewon mendongakkan wajahnya dengan berseri-seri. Ia tersenyum, tapi senyuman itu segera memudar begitu ia melihatku. Aku menatapnya dengan ragu. Ini kali pertama kami bertemu lagi setelah dream concert.

“kamsahamnida, Onew-ssi.” Katanya dengan sedikit membungkuk sopan, aku terdiam, kesulitan mencari kata-kata untuk membalasnya. Ia menarik Jihae masuk ke dalam ruangan dan membiarkanku mematung di tempat.

“hyung?” Jonghyun menggoyangkan tubuhku pelan begitu melihatku hanya diam saja. Aku mengikuti Jonghyun masuk ke ruang rias dan duduk disofa. Tak jauh dari tempatku duduk, Hyewon duduk didepan meja rias dan seorang stylist mendekatinya untuk menaburkan beberapa alat make up.

Kata-kata Hyewon terus terngiang dibenakku, ‘kamsahamnida Onew-ssi’. Rasanya sangat menyedihkan mendengar dia mengucapkannya dalam bahasa formal, mendengar dia mengucapkan Onew-ssi, bukan Jinki seperti yang biasanya ia lakukan.

Aku tidak pernah terpikir bahwa kami akan seperti ini, sama sekali menjadi orang asing. Tatapannya yang sangat dingin membuatku tambah terluka. Andai saja dia tau betapa aku ingin sekali berada disisinya, jauh sebelum ia menyatakan perasaannya padaku.

SEUNGRI POV

Aku meregangkan tubuhku dan mencari-cari koran kemarin karena aku belum sempat membacanya. Ada berita apa lagi ya?

Mataku terbelalak lebar melihat berita dengan headline ‘Jihae (H:ART) bertunangan dengan G-Dragon (BigBang) ?’

Apa-apaan ini? Kuremas koran itu dengan kesal dan menggedor pintu kamar Jiyong hyung.

“hyung! Jiyong hyung! Buka pintunya!”

“waeyo? Kenapa kau berisik sekali sih!?” sembur Jiyong hyung saat membuka pintunya.

“apa maksudnya ini?” tanyaku sambil menyodorkan koran dihadapannya. Dia membaca sebentar, “oh, ketahuan paparazi ya?” tanyanya santai dan berbalik kembali ke kamarnya, membanting pintu tepat di depan wajahku.

“arggggh! Hyung! Kau tidak menjelaskan apapun padaku!” teriakku kesal sambil menggedor pintu kamarnya lebih keras.

“astaga Seungri, jangan berisik. Ini masih pagi sekali!” teriak TOP hyung.

Ugh, baiklah, kalau Jiyong hyung tidak mau menjelaskan apapun padaku, aku akan bertanya langsung pada Jihae.

Kupacu mobil dengan cepat menuju dorm H:ART. Sekarang masih jam 7 pagi, tapi persetan dengan semuanya. Aku sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

Kutekan bel dorm H:ART tanpa henti hingga sebuah suara dari dalam dorm menjawab dengan kesal, suara yang sangat kukenal.

“Seungri? Sedang apa kau disini?” tanya Jihae bingung.

“siapa sih eon, pagi-pagi begini sudah berisik.” Aku mengintip dari balik bahu Jihae, maknae mereka keluar dari kamar lengkap dengan piyamanya. Oke, kelihatannya aku memang datang terlalu pagi, tapi apa peduliku.

“ada apa?” tanya Jihae masih dengan kesal.

“hmm…” ayo, tanyakan saja apa yang ada dipikiranmu, Seungri. Kenapa rasanya susah sekali untuk bertanya?

“kalau kau tidak ada perlu, akan kututup pintunya.

“Tunggu!” kuulur tanganku untuk menahan pintu yang hampir ditutup oleh Jihae, “apa benar kau dan Jiyong hyung bertunangan?”

“astaga! Jangan bilang kalau kau juga percaya gosip itu!?” tanya Jihae tidak percaya.

“kalian terlihat sangat dekat, jadi kupikirkan mungkin saja.”
”tidak, Seungri. Mana mungkin aku bertunangan dengannya? Aku bahkan tidak mungkin jatuh cinta padanya!” erang Jihae frustasi.

“jadi, bagaimana kau bisa makan malam bersama orangtuan Jiyong hyung?” tanyaku masih penasaran.

“igeo… sudahlah, untuk apa aku menjelaskannya padamu? Jangan mengurusi urusanku terlalu banyak, Seungri.”

“tapi Jihae, kau tau kan kalau aku—“ belum selesai aku berbicara, Jihae dengan cepat memotong kata-kataku.

“oh, jangan katakan itu lagi padaku Seungri, berhentilah bercanda seperti itu, tidak lucu tau!”

aku terdiam tidak percaya mendengar kata-kata Jihae. Bercanda, pikirku. Sudah berapa kali ia menganggapku bercanda? Dan sudah berapa kali ia menyakitiku dengan pikirannya itu? Tak terhitung, tapi dia tidak pernah tau.

“aku tau aku sangat kekanak-kanakkan, aku tidak sedewasa Jiyong hyung. Aku tau kau sangat sebal karena setiap kali aku selalu menempelimu. Tapi aku tidak bercanda setiap kali aku mengatakan aku menyukaimu, tidak pernah sekalipun aku bercanda. Yah, bagaimanapun kau pasti akan lebih memilih Jiyong hyung daripada aku. Aku tau itu, dan seharusnya aku menerima kenyataan ini sejak awal. Aku hanya berpikir, setidaknya aku harus mencoba untuk mendapatkan hatimu kan? Tapi sudahlah, sekarang aku sudah sadarku. Maaf selama ini sudah mengganggumu. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Semoga berbahagia bersama Jiyong hyung. Sampai jumpa.” Aku mengoceh tidak jelas dan pergi dari hadapan Jihae begitu saja. Aku mendengar suara Jihae yang sedikit berteriak memanggilku tapi tidak kupedulikan. Aku meraih mobilku diparkiran dan dengan cepat membuka pintu mobil, membiarkan diriku merosot dikursi kemudi.

Wajah Jihae terus terbayang-bayang dibenakku, sama sekali tidak bisa mengusir bayangannya pergi.

“waktunya untuk menerima kenyataanya, Seungri.” Bisikku pada diriku sendiri lalu menyalakan mesin mobil dan memacunya kembali ke dorm Bigbang.

Semua hyungku tengah menonton ketika aku kembali, Jiyong hyung yang pertama kali menghampiriku dan menanyakan kemana aku tadi.

“hyung, tolong jaga dia baik-baik.” Kataku tanpa menjawab pertanyaannya. Jiyong hyung menautkan alisnya kebingungan dan menatap member lain, mereka hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti apa yang kubicarakan. Aku masuk ke kamarku, menutupnya dengan pelan dan mengunci pintu dari dalam.

Kudengar derap langkah mereka yang mendekati pintu kamar dan mulai menggedor-gedor agar aku membuka pintu. Kubenamkan wajahku dibalik bantal, tidak ingin mendengar suara riuh dari balik pintu.

KIBUM POV

Malam ini Donghae hyung memaksaku untuk menemani dia keluar dorm malam-malam. Entah apa yang sebenarnya ingin ia lakukan dan aku mau tidak mau menemaninya berjalan tanpa arah dibawah langit gelap.

“hyung, sebenarnya kau mau ke mana?” tanyaku mulai kesal karena kami hanya berjalan tanpa tujuan hampir satu jam. Donghae hyung menghela nafas pelan sebelum menjawabku.

“aniya, kita pulang saja.” Ajaknya. Aneh. Aku mengikuti Donghae hyung dan berbalik untuk pulang. Dari sudut mataku, bisa kulihat dua orang wanita memasuki supermarket diseberang jalan, Heemi dan Younji noona.

“hyung, kau duluan saja. Aku mau ke suatu tempat.” Kataku. Donghae hyung memicingkan matanya, tapi tidak bertanya lebih lanjut dan pulang. Aku masuk ke supermarket, mencari-cari sosok Heemi dan Younji noona.

Kulihat Younji noona berjalan keluar dan meninggalkan Heemi sendirian. Aku mendekati Heemi yang tengah melihati daftar belanjaannya dan menghela nafas pelan.

“kau akan bertambah tua kalau kau terus-terusan menghela nafas.” Kataku yang sedikit membuat Heemi terlonjak karena terkejut.

“Kibum-ssi…” katanya pelan

“tidak perlu seformal itu. Panggil saja Kibum. Belanja sendirian? Mau kutemani?” tawarku dan langsung menarik troly yang dipegangnya, menggantikan dia mendorongnya.

“mau beli apa saja?” tanyaku sambil mendorong troly, mau tidak mau Heemi mengikutiku dari belakang.

“hmm, banyak. Sayur-sayuran, cemilan, minuman dan peralatan kosmetik.” Jawabnya sambil melihat-lihat daftar belanjaan yang tadi dilihatnya.

“bagaimana dengan sawi ini?” tanyaku sambil mengangkat sebuah sawi dan menjulurkannya dihadapannya, dia berusaha keras menahan tawa.

“kau tidak sedang bercanda denganku kan? Sawi itu tidak segar, berlubang di mana-mana.” Diambilnya sawi yang kupegang dan meletakkan ke tempat semula. Aku ikut tertawa kecil karena senang melihat dia tertawa dan mulai meluncurkan trolynya lebih cepat, mendekat bagian minuman.

“hei, minuman ini enak. Kau mau?” tawarku lagi sambil mengangkat sebotol minuman. Dia melangkah cukup lebar untuk menghampiriku karena aku sudah jauh di depannya.

Aku menemani dia berbelanja semua kebutuhan yang mereka perlukan dan aku merasa sangat senang.

“yakin sudah dibeli semua?” untuk yang kesekian kalinya aku bertanya dan dia mengangguk mengiyakan. Aku tidak ada alasan lagi untuk menemaninya, pikirku.

“kita makan es krim dulu yuk?” ajakku, mencoba mencari alasan untuk bisa bersamanya sedikit lebih lama. Aku menarik tangan Heemi dan menyeretnya untuk berlari-lari kecil bersamaku ke sebuah kedai es krim di dekat supermarket. Kami duduk di meja kecil dan saling berhadapan. Aku terus melihatku memakan es krim, dia terlihat lucu.

“waeyo? Apa mukaku sangat aneh?” tanyanya sinis.

“aniya.. Heemi-ah, kau yakin kau tidak ingat siapa yang menguncimu digudang itu tempo hari?”
dia mendengus pelan mendengar pertanyaanku, yah, pasti ia kesal karena harus kembali mengingat kejadian itu.

“sudah kubilang aku tidak tau. Dia mendorongku dari belakang dan mengunci pintunya begitu saja.” Jawabnya sedikit kesal, aku tidak bertanya lagi karena tidak ingin membuat dia kesal dan kembali mengingat kejadian mengerikan itu.

Aku kembali menikmati es krimku dan tenggelam dalam pikiranku sendiri.

”Apa kita sudah kenal sebelumnya?” tanya Heemi kemudian. Aku berhenti menjilati es ku dan menatap Heemi. Sedih rasanya mendengar ia bertanya seperti itu. Tapi aku memang seharusnya mengerti.

“kau benar-benar ingin tau?” tanyaku. Heemi menganguk dengan cepat.

“ya, kita sudah kenal sebelumnya. Lama sekali, ketika kau masih kecil dan aku belum pindah ke california.” Jawabku. Aku berhenti berkata-kata dan menatap Heemi yang terlihat bingung.

“orangtuamu sudah meninggalkan? Kau tau kenapa? Pembunuhan.” Kataku pelan. Heemi mengernyit dan memegangi kepalanya yang kelihatannya kesakitan. Ia mengerang pelan dan meremas rambutnya sendiri dengar erat, sama seperti ketika ia berada di depan ruang rias Superjunior saat dream concert.

Aku menghampiri Heemi dengan cepat dan memeluknya. Apapun yang akan kukatakan padanya nanti, hanya akan membuat ia terluka, tidak hanya tubuhnya, tapi juga mentalnya. Tapi tidak ada cara lain, aku juga tidak mungkin membiarkan Heemi terus hidup dalam bayangan-bayangan buram tentang masa lalu, tentang aku.

To Be Continue . . .

A/n ::. Beberapa pertanyaan sudah terjawab kan?? =DD

Tinggal 6 chapter lagi XDD

Author memutuskan untuk membuat ceritanya terpisah-pisah supaya lebih fokus pada satu pasangan =D

The Newest Girlband (News 6) Hyewon Story

The Newest Girlband (News 7) Jihae Story

The Newest Girlband (News 8) Heemi Story

The Newest Girlband (News 9) Berli Story

The Newest Girlband (News 10) Hyunmei Story

The Newest Girlband (Extra News) Hyunmin Story

Tungguin ya, tungguin ya =DD

23 thoughts on “The Newest Girlband (News 5) Namja POV”

  1. kyuhyun narsis!!!!!
    Onew T.T sakit neh ditolak dirimu T.T sakiiit bgd rasana T.T /plak!

    donghae salah paham T.T berli ga benci donghae T.T

    Seungri manis bgd c >.< jadi gemes!! Tenang aja seungri, ji hae ga suka g.d kok! Kan aq cewekna g.d /plaaak *digeret onew*

    Hah? Keluarga hemi dibunuh?? Kibum tau??

    Wah,bukan ngejawab ini chingu,malah bikin penasaran!! Wew, kok udah mw abis??? /plaaaak

  2. ehm,,,,komen lg ya,,,
    td q baru inget,wktu kyuhyun POV,yg pas kyu ‘nularin demam hyunmei k dy’,,adegan itu mirip bgt ma slh satu komik d komk majlah nak*yos*i,,,,tp mskipun mirip,author bsa bkin adegan yg sama tapi dgn bungkus yg b’beda*mang’n permen pake bungkus?*
    yah,,,yg penting ni crita the best deh,,seneng q jadi’n,,,,(^.^b)

  3. Aisss….Seungri babo jangan menyerah dnk tuk dapetin Jihae >.<

    Hae juga babo bukannya ngomong ma BerLi. Keke~

    Onew kaLo suka kenapa dtoLak sich Hyewonnya!!!

    Aku suka cara Kyu tuch tuk meyembuhkan!!! *Praktek ma Hyuk ah (pLakkkk)*

    Kibum ternyata temen masa keciLnya Heemi. Emang apa yang t'jd ma kLrgnya Heemi???

    Dtunggu Lanjutannya bikin penasaran!!! jgn Lama2 ya updatenya😀
    Hwating ^^

  4. onnie lanjut ah !! jangan lama2 lanjutnya hehehe
    kyuuuu bisa aja deh *pukul kyu* haahha
    makin senyum2 sendiri saeng bacanya….

    kok onew kyk gitu ?? kenapa gak di terima aja sih !!!?

    donghae oppa,,, kok jadi diem2an sama berli onnie ????

    seungri oppa cemburu kekekkeke~~~

    kibum kok tau semuanya !???

    lanjut ah !!!

    terus klo di bagi kyk gitu onn, disetiap part nya gak ada kisah member lain gitu ya ?
    misal di part 10 bagian aku, ntar heemi onnie gak nongol gitu disitu ??

    lanjut deh,, cepetan loh !!! hahahahhaha *ketawa sendiri*

  5. Wooowww~
    meijingg :O
    jeLes deh kyuhyun cium mei eonni , tapi aku ikhLas (?) kekekeke~

    nice ff eon !🙂
    dtunggu Lanjutannya..

  6. Enak bgt hyunmei d kisseu ama kyu. Aku jga pengen ama hae.. *lah pan uda d part berapa gt*
    ga sabar nunggu part 9.. #plak
    part yg lain jga sih.. Hehe
    jgn lama2 ya eon..

  7. what the ??????? Kyuhyun gila !!! Oh nooo !! Sudah berapa kali dia selingkuh dari ku. Aishhh !!!

    yeeeeee, ceritanya jadi di pisah-pisah. Asikkk jadi gausah baca berkali-kali biar ngerti #maklum reader lemot

    ahhh nice ff !!! Lanjutkan !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s