[FF Project] Let Me be Your Friend for The Last Time

Author: shiningONEW

Cast : Sungmin ( Super Junior ), Kang In ( Super Junior )

Other Cast : The Rest of Super Junior member

Genre : Friendship

Length : oneshoot

Aku bukanlah orang yang memiliki banyak teman, tapi bukan karena aku tidak supel. Aku ini seseorang ceria, kalem, dan ramah kepada siapapun. Tapi banyak orang yang tidak terlalu menyukai diriku. Aku ini lebih banyak sisi “yeojanya” dibandingkan sisi namjanya. Bagaimana tidak, aku menyukai warna pink, warna keramat bagi sebagian besar namja. Hampir semua barangku itu bernuansa pink. Dan saking kalemnya, aku juga sampai dipanggil “pretty boy”. Kalian pasti sudah mengenalku kan? Ya. Aku adalah Lee Sungmin,Super Junior.

“Min.. kenapa kau bengong?”,tanya Leeteuk hyung bingung.

“Anhi, hyung..”.Aku sama sekali tidak sadar kalau aku sekarang sedang ada diskusi bagaimana bisa memberikan suatu kejutan pada Kang In hyung yang akan berangkat wamil minggu depan.

“gwaenchanayo?”,tanyanya lagi. Wajahnya keliatan khawatir.

“Gwaenchana, hyung.. lanjutkan saja..”. Aku pun tersenyum dan diskusi pun berlanjut. Aku berusaha untuk berkonsentrasi dalam diskusi, tapi aku tak bisa. Aku tak kuat menahan kesedihanku. Kang In hyung akan berangkat wamil. Ia adalah hyung kesayanganku ( Leeteuk hyung yang pertama J ) karena ia kuat dan pemberani. Aku sayang padanya karena ia selalu berusaha melindungi hyung-hyungnya atau dongsaeng-dongsaengnya.

Tetapi sampai sekarang, aku tetap tak bisa dekat dengannya. Karena sifat kuatnya itu, aku tidak bisa dekat dengannya. Karena itu aku sedih. Aku ingin dekat dengan hyung, tapi sifatku berlawanan dan sepertinya ia juga menyadari itu. Aku tidak tahu harus bagaimana kalau aku berada di depan Kang In hyung.

“Sungmin, bagaimana? Kau setuju tidak?”,tanya Eunhyuk padaku.

“Mwo? Setuju apa?”. Aku benar-benar bingung. Aku tidak mau memberikan kejutan itu, aku hanya ingin dekat dengan Kang in hyung untuk terakhir kalinya, sebelum ia pergi wamil.

“Kita akan membuatkanya pesta perpisahan.. membawa kue , menghias dorm, dan sebagainya.. 2 orang membeli kue.. tapi harus ada 1 orang dari kita yang mengajak Kang In pergi dari dorm.. Bagaimana?”,kata Leeteuk hyung sabar. Ia memang tahu bahwa aku tidak konsentrasi belakangan ini.

“Lalu siapa 1 orang yang hyung sebut tadi?”

“Mm.. aku berencana aku atau Shindong saja.. yang lainnya ada yang mau?”, tanya Leeteuk hyung. Aku yakin sebagian dari kami tidak mau karena kalau pergi dengan Kang In hyung, tak jamin bisa pulang dengan selamat ( mianhae ELF.. canda ). Mwo? Mengajak Kang In hyung pergi? Mm. Ni bisa dijadikan cara supaya aku bisa dekat dengan hyung terakhir kalinya. Lalu aku berpikir ulang sejenak.

Setelah beberapa saat kami hidup dalam diam, aku memutuskan untuk menghentikan keheningan ini. “Bagaimana kalau aku saja, hyung?”. Semua langsung menatapku tak percaya. Mereka semua tahu kalau aku tidak dekat dengan Kang In hyung. Jangankan tidak dekat, ngobrol pun tak pernah, nomor hapenya pun aku tak punya. Maka, semuanya tak berani menjawab kata-kataku.

“Yasudah kalau itu memang maumu.. Kau saja yang menemani Kang In, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Yesung, kalian bersihkan dorm, sedangkan sisanya itu menghias dormnya, aku dan Shindong yang akan membeli kuenya.. bagaimana?”, kata Leeteuk hyung dengan bijaksana. Kalau Leeteuk hyung sudah berbicara, semuanya hanya akan menerimanya. Bukan karena mereka takut, tapi mereka semua menghormati Leeteuk hyung. Leeteuk hyung adalah leader terhebat yang pernah kami punya dan kami semua sangat menghargainya sebagi leader. Kami akan menuruti semua kata Leeteuk hyung karena Leeteuk hyung banyak berkorban demi kami semua. Kami sangat menyayanginya.

Beberapa hari kemudian, kami semua sudah mengerti dan siap untuk melaksanakan tugas kami masing-masing. Ke-9 hyung dan dongsaeng yang lain sudah memberi peralatan untuk pesta perpisahan. Leeteuk hyung dan Shindong hyung akan membeli kue tersebut sehari sebelum pesta perpisahan. Hanya aku yang masih belum mengerti apa yang harus aku lakukan. Aku takut kalau jadinya malah aku gagal membawa pergi hyung dan akhirnya pesta juga akan gagal. Tidak, aku tidak mau gagal. Aku harus cerita pada seseorang.

@Yesung and Ryeowook’s room

“Wook-ah.. apakah kau sedang sibuk?”. Aku masuk dan duduk di pinggir tempat tidur Ryeowook, dongaeng kesayanganku.  Ternyata Ryeowook sedang menciptakan lagu.

“Aku mengganggumu ya, wook-ah?”, tanyaku lagi.

“Anhi, hyung.. chankamman.. sebentar lagi aku selesai..”. Aku mengangguk tanda mengerti dan akhirnya aku hanya melihat-lihat kamar Ryeowook. Kemana Yesung hyung? Tumben dia tidak bermain dengan kura-kura kesayangannya.

Ketika aku sedang asik melihat-lihat, Ryeowook selesai menciptakan lagu, menutup keyboardnya, dan duduk di sampingku. “Waeyo, hyung? Ada masalah?”, tanya Ryeowook. Sepertinya ia memang tahu kalau aku ada masalah.

“Anhi.. eh.. maksudku, ne.. aku bingung, wook-ah..”

“Waeyo, hyung? Ceritakanlah padaku..”.

“Begini.. kau tahu sendiri.. aku dan Kang In hyung tak pernah bisa dekat satu sama lain.. tapi aku harus membawa hyung pergi jalan-jalan dari dorm.. apa yang harus aku lakukan? Aku bingung.. aku takut rencana kita gagal gara-gara aku..”

“Lah, kan kau sendiri hyung yang mau.. kenapa kau harus bingung?”. Betul juga kata Ryeo.  Aku yang minta kenapa malah aku yang bingung.

“Aku hanya ingin berusaha dekat dengan hyung, Ryeo.. tapi aku bingung bagaimana caranya..”

“Mmm.. Aku juga bingung, hyung.. aku sendiri tak pernah dekat dengan Kang In hyung.. bagaimana kalau kau tanya pada Leeteuk hyung.. bagaimana? Mianhae aku tak bisa membantumu..”. Iya ya, Ryeo sendiri tidak begitu dekat dengan Kang In hyung. Aku harus bertanya pada Leeteuk hyung karena cuma Leeteuk hyung yang dekat dengan semua member Super Junior sejak kami debut.

Setelah itu, aku langsung pergi ke kamar Leeteuk hyung dan berharap akan mendapatkan jawabannya.

@Leeteuk and Donghae’s room

“Haish.. kau ini hyung.. jangan meledekku terus…”, kudengar suara Donghae dan suara Leeteuk hyung yang sedang tertawa. Aku pun masuk dan duduk di sebelah Leeteuk hyung di kasurnya.

“Hyung..”,panggilku tak bersemangat. Entah kenapa tiba-tiba aku ingin sekali mengurungkan niatku untuk mengajak pergi Kang In hyung. Melihat wajahku yang tak bersemangat ini, Leeteuk hyung dan Donghae langsung memandangiku dengan serius.

“Waeyo hyung?”, tanya Donghae padaku. Apa aku harus menceritakannya ya? Aku masih bingung. Ah. Lebih baik aku tanyakan saja daripada aku harus kebingungan terus.

“Begini, hyung, hae.. Kalian tahu kan bagaimana hubunganku dengan Kang In hyung..”

“Keurae.. waeyo hyung? Biar aku tebak.. Kau tak tahu bagaimana mendekatkan dirimu dengan Kang In hyung pada saat kalian pergi nanti?”. Donghae memang orang yang paling sensitif dalam hal perasaan. Aku benar-benar beruntung memiliki dongsaeng seperti dirinya.

“Ne, Hae.. aku tak tahu harus berkata apa dan harus bagaimana.. aku ingin dekat dengan Kang In hyung untuk terakhir kalinya sebelum ia masuk wamil.. ”. aku hampir menangis saat mengatakannya. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya menunduk. Kini air mata sudah mengumpul di mataku dan kini bersiap untuk jatuh. Aku rasa aku akan menangis sekarang.

Tiba-tiba aku merasakan ada yang memegang kepalaku dan mengusapnya. Ketika aku mendongak, Leeteuk hyung sedang menatapku dan mengacak rambutku pelan.

“Sungmin-ah.. Lakukan apa yag bisa kau lakukan.. Lakukan apa yang ingin kau lakukan bersamanya.. Lakukan apa yang membuatmu nyaman bersamanya.. Kalau perlu, kau sampaikan perasaanmu padanya bahwa kau menyayanginya sebagai hyung.. aku tahu bahwa sifat kalian saling berlawanan dan itu membuat kalian menjauh satu sama lain.. tapi bukankah perbedaan itulah yang membuat kita berkumpul sekarang ini? Menjadi 1 grup Super Junior. Lakukanlah yang terbaik, min.. lakukan segalanya yang bisa kau lakukan sebelum kau menyesal.. Jangan berpikir bagaimana aku harus bertindak, apa yang harus kau katakan.. jangan pedulikan itu.. lakukanlah semua yang kau bisa.. Ceritakan semua yang ingin kau ceritakan padanya.. Aku yakin, selama ini kalian tidak bisa dekat karena selalu memikirkan perbedaan itu dan berpikir bahwa kalian tidak mungkin cocok satu sama lain.. tapi itu salah.. justru dengan itulah kalian bisa berteman dekat.. anggaplah Kang In seperti kami semua yang ada di sini.. aku yakin kau bisa.. ”. Aku hanya tercengang mendengar perkataan Leeteuk hyung. Aku tidak pernah berpikir sampai di situ. Aku hanya berpikir,apa yang harus aku katakan di depan Kang In hyung, dan sebagainya.. aku selalu berpikir bahwa Kang In hyung itu berbeda dengan hyung yang lain sehingga aku tak tahu harus bagaimana.

Tiba-tiba aku menangis. Aku sedih dengan sikapku selama ini. Ini yang membuatku jauh dengan Kang In hyung. Leeteuk hyungpun memelukku dan kulihat bahwa Donghae mulai terharu dengan suasana ini. Aku pun mengucapkan terima kasih kepada Leeteuk hyung dan Donghae, lalu aku pergi ke kamarku.

Aku lega setelah menceritakan, ah, bukan menceritakan, meminta nasihat dari Leeteuk hyung dan Donghae. Kedua orang itu membuatku tenang. Sekarang aku mengerti apa yang harus aku lakukan.

@Hari H Pesta Perpisahan – 4 Juli 2010

Semua orang sudah siap akan tugasnya masing-masing. Leeteuk hyung dan Shindong hyung sudah membeli kue untuk pesta perpisahan nanti. Ke-9 hyung dan dongsaengku pun sudah siap untuk menghias dorm kami. Sekarang semua bergantung padaku, apakah aku bisa melaksanakan tugas ini dengan baik atau tidak.

Aku melihat para hyungku dan para dongsaengku sudah memberi tanda padaku untuk mengajak Kang in hyung keluar. Aku pun menggangguk walaupun dalam hati aku masih belum yakin. Setelah itu, aku mencari di mana Kang in hyung. Ah, itu dia. Ia sedang membaca majalah otomotif milik Yesung hyung.

“Hyung, temani aku pergi membeli perlengkapan makanan untuk seminggu yuk.. Untuk terakhir kalinya..”. Tenggorokanku terasa tercekat saat aku mengucapkan kalimat yang terakhir. Aku sedih karena ini akan menjadi hari terakhir aku pergi dengannya.

Sepertinya Kang in hyung melihat raut wajahku yang sedih ini sehingga ia menggangguk ketika kuajak pergi. Tak butuh waktu lama untuk kami bersiap-siap. Sekitar 10 menit kemudian, aku dan Kang In hyung sudah keluar dari dorm dan pergi ke supermarket naik mobilnya. Di dalam mobil, tak ada satupun dari kami yang membuka pembicaraan. Akhirnya aku memutuskan untuk membuka pembicaraan.

“Hyung..”,panggilku ragu.

“Hm..”, ia hanya menjawab pelan. Akupun nyaris tak mendengar gumamannya itu.

“Hyung sudah siap untuk pergi wamil?”

“Ne.. Waeyo?”

“Anhi.. Mm… Maksudku..Err..”

“Apa yang mau kau katakan, sungmin-ah?”. Tak terasa kami sudah sampai di supermarket tujuan kami,tapi kami tidak langsung turun. Aku dan Kang In hyung duduk di mobil sambil menungguku melanjutkan kalimatku.

“Begini, hyung.. aku ingin dekat denganmu seperti dengan hyungku yang lain.. tapi aku tidak bisa.. aku selalu bingung harus berkata apa setiap aku bertemu denganmu.. aku tahu kalau sifat kita berlawanan, tapi aku mau kita saling melengkapi satu sama lain sebagai Super Junior dengan perbedaan itu.. Aku mau setidaknya kita bisa membagi cerita satu sama lain di hari terakhir kita bersama.. aku tahu ini keliatannya agak berlebihan, tapi aku serius, hyung.. Aku ingin kita mengenal satu sama lain lebih dekat lagi karena aku tidak mau menyesal nantinya.. aku tidak tahu kapan aku akan bertemu denganmu lagi, hyung.. mungkin waktu kau keluar dari wamil, giliranku yang masuk wamil.. yang terpenting sekarang adalah setidaknya aku ingin sekali bisa dekat denganmu.. Aku menyayangimu seperti hyung kandungku sendiri, Kang In hyung.. ”. aku pun menatap Kang in hyung. Kang In hyung hanya melihatku lalu beralih ke stir mobil. Ia seperti menghela nafas panjang. Aku tahu ia akan mengatakan sesuatu.

“Sungmin-ah.. apakah kau tahu? Akupun berpikiran begitu.. aku ingin sekali dekat denganmu, mengerjaimu seperti aku mengerjai Eunhyuk atau Shindong.. Tapi aku tidak bisa, aku canggung bila aku berada di dekatmu.. Dan setelah aku mendengar perkataanmu tadi, aku jadi sadar bahwa aku harus membuka diriku untuk orang dengan sifat seperti apapun. Aku juga menyayangimu Sungmin-ah.. Aku harap kita bisa menjadi “teman“ ya Sungmin-ah..”. Kang In tersenyum padaku dan menjabat tanganku. Akhirnya aku mengutarakan semuanya. Semua yang aku pendam selama ini. Memang belum semuanya, setidaknya aku sudah menceritakannya hampir 98%. Aku senang bahwa Kang In hyung juga berpikiran yang sama denganku.

Setelah itu, kami sama-sama turun dari mobil dan masuk ke dalam supermarket. Di dalam supermarket, aku bercerita banyak padanya, menanyakan pendapat-pendapatnya tentang pernyataanku, ia juga mengajakku untuk fitness bersamanya karena aku sendiri juga ingin sekali fitness, dan sebagainya. Suasana tegang di antara kami pun mencair sejak saat itu. Aku jadi lebih enak untuk berbicara dengannya. Sekarangpun dia sudah bisa menjitak kepalaku jika aku berkata salah. Aku tertawa senang walaupun jitakannya itu sakit. Setidaknya aku bisa dekat dengannya di hari terakhir aku bersamanya.

Tak terasa kami belanja lama sekali sampai-sampai sekarang hari sudah sore hampir malam. Akupun melirik jamku. MWO?! Jam6 sore! Aku sudah belanja 4jam! Aku harus cepat pulang. Aku pun mengajak Kang In hyung pulang.

Dalam perjalanan, kami tertawa bersama. Aku baru tahu kalau aku tidak memiliki nomor hapenya dan ia pun sama halnya denganku. Lalu kami bertukar nomor hape. Setelah itu, aku meng-SMS Leeteuk hyung.

To : Leeteuk hyung J

Hyung, aku dan Kang In hyung sedang dalam perjalanan pulang.. Kalian bersiap-siaplah..

Message Sent. Baguslah. Beberapa menit kemudian, aku sampai di dorm dan aku menyuruh Kang In hyung membantuku mengeluarkan barang-barang. Setelah itu, kami memasukkan identitas kami ke dalam mesin pengenal kami. Tak berapa lama, pintupun terbuka dan semuanya gelap. Aku hanya tersenyum melihatnya. Kang in hyung pun berteriak-teriak..

“HAI KALIAN SEMUA! Dimana kalian? Kenapa gelap begini? Kalau sampai kalian berniat macam-macam padaku, akan kuhabisi kalian..”. Ia mulai menaikkan lengan bajunya dan itu berarti buruk. Akupun menenangkannya. Beberapa saat kemudian,bersamaan dengan bunyi terompet yang hampir merusak gendang telinga itu, lampu pun menyala dan kami terkejut dengan semua hiasan ini. Semua serba biru ( sapphire blue ), semua dipenuhi balon sapphire blue, dan tiba-tiba Leeteuk hyung membawa kue itu ke hadapan Kang In hyung.

“A-ada apa ini, hyung?”, tanya Kang In hyung terbata-bata. Sepertinya ia masih bingung.

“ini pesta perpisahan dari kami, dongsaeng-ah.. Kami tak mau kau masuk wamil tanpa kenangan apapun..”, Kang In hyung, yang aku kira tidak bisa menangis, langsung memeluk Leeteuk hyung dan menangis. Melihat itu, kami semuapun ikut memeluk mereka. Ternyata tidak aku saja yang sedih, Donghae, Ryeowook, Eunhyuk, Kyuhyun jga menangis. Aku tahu mereka semua sedih. Kita semua pasti tidak mau kehilangan Kang In hyung yang siap melindungi kami setiap saat. Kami pun hanyut dalam suasana itu.

Setelah suasana tenang, kami pun duduk di meja makan. Ternyata Ryeowook memasak semua masakan kesukaan Kang In hyung. Sepertinya Kang In sangat terharu. Ia pun memeluk Ryeowook sekali lagi. Kang In hyung dan Ryeowook pun duduk dan mulai makan. Kami makan dalam hening. Semua hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Kini tak ada yang mencoba untuk memecah keheningan ini.

Setelah acara makan yang sangat hening itu, Kyuhyun, Heechul, dan Kang In pun pergi bersama dan bermain game di kamar Kyu. Aku lihat mereka sangat senang. Setelah mereka main game, kita berfoto-foto, bercanda ria, main kartu, dan sebagainya. Malam itu kami habiskan untuk bermain bagaikan anak kecil, menghabiskan waktu bersama dengan Kang In hyung yang bisa dihitung berapa waktu yang tersisa.

Keesokan harinya, kami semua bangun dalam keadaan kusam dan mengerikan. Kami semua memiliki kantong mata yang sangat tebal karena kami memang hanya tidur selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu, kami semua bersiap-siap untuk pergi ke pertemuan pelepasan Kang In hyung. Sebagian dari kami juga membantu Kang In hyung membawa perlengkapannya. Setengah jam kemudian, kami semua siap dan langsung pergi menuju tempat pelepasan Kang In hyung.

@pertemuan pelepasan Kang In

Saat kami datang, semua ELF yang berasal dari korea maupun bukan korea, sudah berkumpul dan duduk di tanah yang gersang dengan matahari yang sangat menyengat. Betapa terharunya aku melihat ini semua, mereka rela panas-panasan demi kami. Aku saja sudah terharu, apalagi Kang In hyung. Seperti tebakanku, matanya dan telinganya mulai merah menahan tangis. Aku mengelus pundaknya pelan berusaha untuk menenangkannya.

Kami pun turun dari mobil dan berdiri memanjang. Kang In hyung maju dan mengucapkan beberapa kalimat.

“Para ELF.. gomawoyo atas semua perhatian dari kalian semua.. Aku sangat terharu.. Aku tahu kalau aku memiliki banyak kesalahan pada kalian.. Mianhaeyo.. jeongmal mianhae..”. Aku lihat ia mulai meneteskan air mata, lalu menghapusnya cepat.

“Aku tak tahu harus berkata apa lagi pada kalian.. Aku juga tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan kalian kepada kami.. Aku hanya ingin berkata, terus cintailah Super Junior! Kami akan selalu memberikan yang terbaik dan aku.. aku berjanji kalau aku akan kembali lagi suatu saat nanti..”. Setelah mengatakan itu, ia duduk di tanah dan menundukkan kepalanya kepada para ELF. Para ELF yang melihat itu sontak menangis. Mereka tak kuat menahan kesedihan mereka. Kami, Super Junior, juga mulai tak kuat menahan ini semua. Setelah itu, Kang In hyung memeluk masing-masing dari kami. Kami semua menangis. Kami tak kuat bila harus kehilangan Kang In hyung walaupun itu hanya 2 tahun setengah, tetapi tetap saja itu berat bagi kami.

Tiba-tiba Kang In hyung berhenti di depanku. Ia menatapku dan berkata,”Gomawo, Sungmin-ah.. Setidaknya akhirnya kita bisa menjadi teman dan aku tidak menyesal karena hal itu..”. Aku pun menangis mendengar hal itu. Aku memeluk Kang In hyung.

“Aku menyayangimu, hyung.. sangat menyayangimu..”

“Aku juga, min-ah.. sudah jangan menangis.. kau seperti anak kecil..”. Ia pun mengelus kepalaku. Ia mengatai aku anak kecil padahal ia sendiri menangis.

Beberapa saat kemudian, kami semua pamit dan para ELF tambah menangis karena itu berarti ini terakhir kalinya mereka melihat Kang In hyung dan mereka tidak akan melihatnya selama 2 tahun setengah. Kami semua langsung mobil dan mengantarkan Kang In hyung ke bandara.

@bandara..

“Hyung.. jeongmal gomawoyo karena kau sudah sabar menghadapiku selama ini..”, kata Kang In hyung sebelum masuk ke dalam airport.

“Gwaenchana.. memang itulah tugasku menjadi hyung bagi kalian..”

“Hyung, saeng-ah.. jagalah diri kalian masing-masing dengan baik..”, katanya smabil menahan tangis.

“Ne,Kang In-ah.. Berjanjilah padaku kalau kau akan kembali menjadi namja yang lebih jantan dan baik hati..”, kate Leeteuk hyung dan Heechul hyung.

“Ne, aku berjanji..”. Kami pun berpelukan untuk terakhir kalinya. Setelah itu, ia masuk ke dalam airport. Sebelum masuk, ia sempat memandangi kami satu per satu, lalu ia masuk. Aku yakin ia menangis di dalam karena ia tampak seperti mengusap wajahnya. Kami pun memandangnya sampai ia pergi dari hadapan kami. Itulah terakhir kali kami bertemu dengannya. Kami harus menunggu sampai 2 tahun setengah untuk bertemu sesosok tegar itu lagi, Kim Young Woon. Aku yakin ia akan baik-baik saja dan ia juga akan berubah menjadi namja yang lebih jantan dan lebih baik. Sampai berjumpa lagi, hyung.

— FIN —

Iklan

12 thoughts on “[FF Project] Let Me be Your Friend for The Last Time”

      1. ooh.. yaudah kalo emang bisa.. aku sii pertamanya ga baca harus brapa halaman, jadi aku pikir segini aja uda kepanjangan.. hahaa.. yaudah deh, gomawo ya chingu

  1. Yeiiyy …
    Keren ! Daebak !!
    Gmna yya ? Friendshipnya ngena bangett 😀
    sipp banget deh 🙂
    dtunggu karya seLanjutnya chingu^^
    hwaiting ! \^o^/

  2. kereeeeennnnn banngeeeetttttt. Sungmin nya nangis ??? Ahh aku pngen liat umin nangis. Belum pernah liat soalnya. Ihhh keren banget deh. Menggambarkan suju banget, aduh friendship nya dalem lah bagus pokonyaaaaaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s