I Wanna You Know Part 1

Hari ini aku dan dongsaengku berencana membeli segala keperluan kami untuk sekolah, karena lusa adalah hari pertama kami masuk sekolah. Kami baru pindah ke kota Seoul ini, sebelumnya kami sekeluarga tinggal di Tokyo, Jepang. Tapi karena urusan bisnis appa, kami harus pindah ke Seoul. Namaku Jonghyun dan adikku Taemin. Aku kelas 3 SMA dan adikku kelas 3 SMP.

“Hyung, aku mau ice cream!” pinta Taemin padaku. Mataku mengikuti arah telunjuknya.

“Pergilah, aku akan menunggu disini.”

“Ani, antar aku!” pinta Taemin menarik-narik bajuku. Karena aku tidak mau malu, akhirnya kuturuti permintaannya.

“Baiklah, tapi jangan tarik-tarik bajuku!” kuturuti langkahnya dari belakang. Setelah membeli ice cream kami kembali berjalan-jalan mencari keperluan kami. Saat sedang jalan-jalan, tiba-tiba seseorang menabrak tubuh kecil Taemin sampai dia terjatuh.

“Mianhamnida . . . mianhamnida . . .!!” ucap orang itu sambil membantu Taemin berdiri. Kulihat wajah Taemin yang kesal karena ice creamnya yang jatuh.

“Gwaenchanayo, dia tidak apa-apa.” Aku berusaha meyakinkan orang itu agar tidak terlalu merasa bersalah.

“Mianhamnida, aku akan mengganti ice creamnya.” Orang itu akhirnya menatapku. Entah kenapa, saat pertama kali aku melihatnya. Hatiku . .  . entahlah aku tidak bisa menggambarkan hatiku saat ini. Yang jelas, aku tidak mau melayangkan pandanganku ke arah lain.

“Taemin-ah, nanti kita beli lagi. Sudahlah, jangan cemberut seperti itu!” pintaku tanpa mengalihkan pandanganku darinya.

“Namaku Kang Ha Won.” Orang itu memperkenalkan diri. Akhirnya aku tersadar.

“Namaku Jonghyun dan ini adikku Taemin.” Ha Won tersenyum.

“Mian, aku harus pergi sekarang. Aku sedang di tunggu temanku. Sekali lagi mian karena telah menjatuhkan ice cream milikmu.”

“Ne, gwaenchanayo!” jawabku dan Ha Won langsung pergi meninggalkan kami.

“Hyung, kenapa kau membiarkannya pergi. Dia harus mengganti ice creamku.” Protes Taemin.

“Sudahlah, lagi pula dia tidak sengaja. Aku yang akan menggantinya. Kaja!”

Kini aku sedang berbaring di tempat tidurku. Aku berusaha untuk tidur karena aku merasa lelah sekali, tapi setiap aku memejamkan mata. Pikiranku selalu teringat pada Ha Won. Mudah-mudahan, suatu hari nanti aku akan bertemu dengannya.

“Hyuuunggg . . . ayo banguuuun!!” dalam sekejap aku bangun dari tidurku. Aku mengusap-usap telingaku yang rasanya mau pecah.

“Waeyo?” jawabku malas-malasan.

“Kau tidak akan sekolah?” Taemin memarahiku dengan suara cemprengnya.

“Ya! Kau tidak bisa kalau tidak berteriak-teriak di telingaku?”

“ANI!” Jawabnya keras kemudian lari keluar dari kamarku. Kulirik jam dinding kamarku, mataku langsung terbuka lebar saat melihat jam. Aku segera berlari ke kamar mandi.

“Kau sudah mandi hyung?” ucap Taemin ketus saat aku sampai di ruang makan.

“Apa maksudmu?” mataku mendelik padanya.

“Ani . . .” dia langsung melahap roti buatan eomma.

“Eomma, aku tidak sarapan di rumah. Aku sudah terlambat.” Pamitku.

“Bagaimana dengan adikmu?” panggil eomma menghentikan langkahku.

“Dia sudah besar eomma, lagi pula sekolahnya tidak jauh. Ya sudah, aku berangkat eomma. Bye!!”

Aku segera berlari menuju kantor kepala sekolah setelah memarkirkan motorku. Syukurlah, bel masuk baru berbunyi tepat saat aku berdiri di depan pintu kantor kepala sekolah. Aku mengetuk pelan, setelah mendapatkan ijin untuk masuk dari pemilik ruangan. Aku langsung memeutar kenop pintu kantornya.

“Annyeong . . .” sapaku sebelum masuk lebih dalam.

“Annyeong, kau murid pindahan itu kan? Bagus, kau tepat waktu.”

“Ne, kamsahamnida songsaenim!”

“Ayo, aku antar kau ke kelasmu!” kepala sekolah beranjak dari duduknya dan mengajakku ke kelas yang akan aku tempati selama setahun ini. Kepala sekolah membawaku ke kelas yang letaknya tidak jauh dari ruangan miliknya. Setelah mendapatkan ijin dari songsaenim yang sedang mengajar, kepala sekolah masuk kedalam kelas. Aku mengikutinya dari belakang dengan penuh percaya diri. “Nah, sekarang kau perkenalkan dirimu pada teman-temanmu. Aku kembali ke ruanganku. Kim songsaenim, terima kasih!” kepala sekolah langsung keluar dari ruangan kelas dan kembali ke ruangannya.

“Silakan memperkenalkan dirimu!” Kim songsaenim mempersilakanku.

“Ne, kamsahamnida. Annyeong haseyo, chonun Jonghyun imnida. Aku pindahan dari Tokyo, Jepang. Mohon bantuannya, bangapseumnida!”

“Jonghyun, kau duduk disana.” Kim songsaenim menunjuk sebuha kursi yang terletak di pojok kelas dan langsung bersebelahan dengan jendela kelas. ‘Park songsaenim tahu saja, kalau tempat seperti itu adalah tempat favoritku di dalam kelas.’ Batinku.

“Ne, kamsahamnida.” Aku langsung berjalan menuju bangku yang di tunjuk Kim songsaenim. Setelah aku duduk, Kim songsaenim langsung melanjutkan pelajarannya yang sempat tertunda karena kedatanganku bersama kepala sekolah. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh kelas, melihat wajah-wajah teman baruku. Pandanganku terhenti pada bangku kedua dari depan. Seorang siswi yang memiliki wajah yang sangat familiar untukku. Aku terus memandangnya, karena ingin memastikan kalau siswi itu memang orang yang aku kenali.

“Jonghyun!” panggil songsaenim dan berhasil membuyarkan konsentrasiku.

“Ne songsaenim. Anda memanggilku?”

“Ne, coba kau kerjakan soal di depan ini.” Aku segera beranjak dari dudukku dan maju kedepan untuk menyelesaikan soal yang diberikan Kim songsaenim. Aku kira soalnya akan sulit, tapi ternyata soal yang diberikan songsaenim sangat mudah. Karena aku sudah mempelajarinya waktu kelas 2 SMA dulu di Tokyo. Setelah selesai menyelesaikan soal yang diberikan songsaenim, aku kembali ke bangkuku. Tak lupa aku melirik siswi yang aku yakini adalah gadis yang aku temui di mall lusa kemarin. Saat aku menatapnya, dia pun menatapku. Akhirnya tatapan kami bertemu, aku tersenyum padanya. Begitupun dengannya.

Saat jam istirahat, aku langsung mendekati gadis itu.

“Hai, aku Jonghyun!” kuberikan tanganku agar dapat berjabatan dengannya.

“Hai, namaku  Kang . . .”

“Kang Ha Won.” Jonghyun langsung memotong pembicaraan Ha Won.

“Bagaimana kau bisa tahu namaku? Oh, pasti kau sudah menanyakan namaku pada teman-teman yang lain.”

“Ani, kau sendiri yang memberitahu namamu padaku.”

“Mwo? Kapan?” dia tampak bingung dan mengingat sesuatu.

“Ice cream.” Aku memberikan clue agar dia mengingatnya.

“Aha~ aku ingat sekarang. Kau yang kemarin lusa aku tabrak kan?”

“Ani, yang kau tabrak adikku. Bukan aku.”

“Ah . . . ya aku ingat sekarang. Mianhamnida, adikmu tidak apa-apa kan?”

“Ah, jangan formal seperti itu. Kita kan seumuran.”

“Ne.”

“Aku tidak menyangka kalau kita akan satu sekolah, bahkan satu kelas. Aku kira kau lebih muda dariku.”

“Ne, aku juga tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi dan menjadi teman sekelas.”

“Kau sudah makan? Sebagai perkenalan aku akan mentraktirmu makan, bagaimana?”

“Ha Won!” seorang namja memanggil Ha won dari mulut pintu kelas kami. Aku dan Ha Won langsung menoleh.

“Jonghyun-ah, aku harus pergi. Permisi!” Ha Won langsung pergi meninggalkanku dan mendekati namja yang memanggilnya tadi. Namja itu sempat mendelik padaku tapi dia langsung pergi smabil menarik tangan Ha Won.

“Siapa namja itu? Angkuh sekali gayanya.” Aku berbicara sendiri.

“Dia namja chingu Ha Won.” Seseorang menjawab pertanyaanku. Aku langsung menoleh ke sumber suara. Aku menatapnya bingung. “Aku Ki Bum, kau bisa memanggilku Key. Teman-teman yang lain biasa memanggilku seperti itu.”

“Aku Jonghyun.” Kami saling menjabat tangan.

“Aku sudah tahu namamu, kau sudah memperkenalkan diri bukan?”

“Tidak secara pribadi bukan?” aku dan Key tertawa. “Lalu siapa namja yang memanggil Ha Won tadi?”

“Namanya Choi Minho. Dia memang angkuh, karena ayahnya salah satu pemegang saham yayasan sekolah.” Aku mengangguk mengerti. “Dia anak kelas A, Ha Won dan Minho sudah berpacaran sejak mereka kelas 1.”

“Sudah lama juga.” aku menanggapi dan dijawab dengan sebuah anggukan dari Key.

“Hei, kau mau aku antar keliling sekolah?” tawar Key dan aku langsung mengangguk setuju.

Sudah seminggu aku bersekolah di Seoul High School. Dan aku sudah mendapatkan seorang sahabat, dia Key. Kami menjadi semakin dekat karena kami memliki hobi yang sama yaitu di bidang music. Kadang kami selalu pergi ke tempat karaoke berdua sekedar untuk melampiaskan hobi kami. Hubunganku dengan Ha Won, kami berhubungan teman biasa. Aku tidak bisa lebih dekat dengannya karena setiap waktu aku ingin mengobrol dengannya, Minho selalu datang dan mengajak Ha Won untuk pergi dengannya. Aku tentu saja tidak bisa mencegahnya, siapa aku berani mencegah Ha Won untuk bertemu dengan namja chingunya.

“Hari ini aku akan memberikan tugas kepada kalian. Dan tugas ini akan dikerjakan secara kelompok, aku akan membagi kelompok. Tidak boleh ada yang protes dengan pembagian kelompok yang aku tentukan. Kelompok 1 : Park Seung Won, Park Jungsu, dan Kim Jongwoon, Kelompok 2 : Kang Ha Won, Kim Ki Bum, dan Jonghyun, Kelompok 3 : . . .” Kim songsaenim mengumumkan nama-nama kelompok sampai kelompo 10.

“Kita sekelompok Jonghyun.” Ucap Key berbisik padaku. Aku mengangguk senang.

Setelah kim songsaenim keluar, aku dan Key menghampiri Ha Won.

“Ha Won-ah!” panggil Key. Ha Won menoleh dan tersenyum pada kami.

“Kita sekelompok, kapan kita mulai kerja kelompok?” Tanya Key.

“Ha Won!” panggil Minho yang berada di mulut pintu kelas kami.

“Tunggu sebentar!” dia berlari menghampiri Minho dan berbicara padanya. Setelah beberapa menit, Ha Won kembali dan Minho pergi. Pergi?

“Mantra apa yang kau gunakan sehingga dia mau pergi?” ledek Key.

“Ani, aku bukan penyihir. Aku hanya meminta ijin karena aku harus membicarakan tugas kelompok dengan kalian, dan dia mengerti.”

“Tumben.”

“Sudahlah, jadi kapan kita akan mulai kerja kelompok?” tanyaku agar Key tidak meneruskan ledekannya pada Ha Won.

“Bagaimana kalau mulai hari ini? Setelah pulang sekolah nanti kita kerjakan di rumahku. Kalian belum tahu rumahku kan?” saran Key.

“Aku setuju, dan lusa nanti kita kerjakan di rumahku. Eommaku ingin mengenal teman-temanku.” Ucapku.

“Dan lusa selanjutnya, kita kerjakan di rumahku.” Ucap Ha Won semangat.

“Aku setuju.” Ucapku dan Key bersamaan.

Aku dan Key menunggu Ha won di parkiran motor. Ha Won sedang meminta ijin pada Minho karena akan mengerjakan tugas kelompok di rumah Key. Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Ha Won datang.

“Minho mengijinkanmu?” Tanya Key.

“Ne, kaja!” ajaknya.

“Kau mau naik motor siapa?” tanyaku. Kulihat dia tampak berpikir.

“Denganmu saja Jonghyun, aku tidak percaya padanya.” Ucap Ha Won sambil mendelik pada Key.

“Mwo? Apa maksudmu?” Key tidak terima.

“Sudahlah, kaja!” ajakku menghentikan pertengkaran kecil mereka.

Rumah Key tidak terlalu jauh dari sekolah, jadi dalam waktu 10 menit kami sudah sampai di rumah Key.

“Ayo masuk!” ajak Key setelah kami memarkirkan motor di halaman rumahnya yang luas. “Duduklah dulu!” Key mempersilakan saat kami di ruang tamu.

“Jonghyun, kau sependapat tidak kalau rumah ini sangat . . .” bisik Ha Won.

“Besar.” Aku melanjutkan kata-katanya. Dia mengangguk.

“Ini minumlah!” Key kembali dengan 3 gelas jus jeruk dengan nampan di tangannya. “Cobalah, aku sendiri yang membuatnya.”

“Kau yakin tidak menaruh racun didalamnya?” ucapku.

“Ya! Memangnya aku penjahat?”

“Key, kau serius yang membuat ini?” Tanya Ha Won masih tidak percaya.

“Ye, waeyo?”

“Ini benar-benar  . . .”

“Enak.” Aku melanjutkan kata-kata Ha Won lagi.

“Benarkah? Aku sudah lama ingin menunjukkan hasil masakanku kepada orang lain. Tapi di rumah selalu tidak ada orang, paling hanya hyungku saja. itu juga kalau dia sedang pulang. Malam ini kalian makan malam disini ya? Aku akan memasak makanan yang enak-enak, pokoknya kalian tidak akan aku ijinkan pulang seblum mencoba masakanku. Ara?” aku dan Ha Won mengangguk cepat. Aku benar-benar takut melihat kenantusiasan Key.

“Aku pulang.” Ucap seseorang yang masuk kedalam rumah Key.

“Hyung.” Ucap Key langsung menghambur memeluk orang itu. Key mengajak orang yang dipanggilnya hyung itu masuk dan memperkenalkannya pada kami.

“Hyung?” ucapku heran tak percaya melihat orang yang datang itu.

“Jonghyun?” orang itu tak kalah heran saat melihatku.

“Kalian saling kenal?” Key membuyarkan lamunan kami.

“Hyung!” aku langsung memeluk orang itu. Aku sangat merindukannya.

“Rumahku sangat sepi semenjak kalian pindah.”

“Onew hyung, bagaimana kabarmu?” tanyaku.

“Aku baik-baik saja, bagaimana Taemin, ahjumma dan ahjussi?”

“Hyung, sebenarnya siapa yang dongsaeng kandungmu? Aku atau dia?” Key sepertinya tidak terima melihat kedekatanku dengan Onew hyung.

“Tentu saja kau.” Onew hyung langsung memeluknya.

“Jadi, jelaskan padaku. Ada hubungan apa antara kalian?”

“Dia tetanggaku di Tokyo. Dia dan dongsaengnya Taemin selalu bermain di rumahku. Aku sudah menganggapnya dan Taemin seperti dongsaengku sendiri.”

“Lalu aku?”

“Tentu kau tetap menjadi dongsaeng kesayanganku. Disana tidak ada dirimu, untuk ada mereka. Jadi hidupku disana tidak sepi.”

“Jadi kalian saudara kandung?” tanyaku memastikan. Mereka mengangguk yakin. “Dunia beanr0benar sempit.”

“Lalu kalian sendiri, kenapa bisa saling kenal?”

“Kami teman satu kelas hyung. Kebetulan sekali, aku pindah ke sekolah tempat dongsaeng hyung sekolah.” Jelasku.

“Ne.” Onew hyung mengangguk senang. Lalu pandangannya beralih pad Ha won yang sedari tadi diam.

“Dia teman sekelas kami hyung, kami baru saja akan mengerjakan tugas kelompok.” Jelas Key yang mengerti arti tatapan Onew hyung.

“Baiklah kalau begitu, kalian teruskan belajarnya. Aku mau istirahat ke kamar. Key, appa dan eomma?”

“Seperti biasa hyung.” Jawab Key tiba-tiba lemas.

“Baiklah, aku mengerti.” Onew hyung langsung masuk ke bagian dalam rumah.

“Kaja, kita langsung diskusi saja.” ajak Key. Aku dan Ha Won langsung mengangguk.

Kami baru menyelesaikan tugas kami pada jam 8 malam. Aku dan Ha Won pamit untuk pulang.

“Key, Onew hyung sedang istirahat ya?” tanyaku saat akan pulang.

“Ne, mau aku bangunkan?”

“Ani, salam saja padanya. Akhir minggu nanti aku dan Taemin akan main kesini, boleh kan?”

“Tentu saja, hyung pasti senang bertemu dengan dongsaengmu itu.”

“Ya! Kalian mau mengobrol sampai kapan?” protes Ha Won.

“Sabar tuan putri!” ucapku. “Key, kami pulang dulu.” Aku dan Ha Won melambaikan tangan dan kutancap gas motorku meninggalkan rumah Key.

Kurasakan tangan Ha Won yang melingkar di perutku. Mungkin dia takut karena aku terlalu kencang, sehingga aku sedikit menurunkan kecepatan motorku.

“Apa yang kau lakukan?” teriak Ha Won agar aku bisa mendengarnya.

“Mwo?”

“Kau, jangan pelankan kecepatan motormu. Aku tidak suka.”

“Baiklah!” segera kutancap gas motorku. Sepanjang perjalanan menuju rumah Ha Won, dia terus melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku ingin sekali waktu berhenti dan Ha Won terus memelukku seperti ini.

“Gomawo Jonghyun, kau telah mengantarku sampai rumah.”

“Ne, tentu saja aku harus mengantarmu pulang. Aku akan mati dibunuh Minho kalau memebiarkanmu pulang sendiri.”

“Hahahahaha . . .” kami tertawa.

“Ya sudah, hati-hati di jalan. Sampai bertemu besok di sekolah.”

“Ne.” kutancap gas motorku dengan kencang meninggalkan rumah Ha Won.

Langsung kurebahakan tubuhku di tempat tidur. Sampai tiba-tiba aku bangun karena Taemin masuk kedalam kamarku.

“Ya! Bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk?”

“Tidak bisa!” dia balas membentakku. “Hyung . . .!” dia langsung memasang wajah innocentnya. Dan mengeluarkan puppy eyesnya. Aku sudah tahu kalau dia melakukan ini pasti ada maunya.

“Apa yang kau inginkan?” tanyaku ketus.

“Kenapa hyung tahu aku mau minta sesuatu?”

“Aku ini hyungmu, dan aku sudah hidup bersamamu selama 15 tahun, bagaimana tidak aku mengenalmu?”

“Hehehehe . . .”

“Jadi?”

“Malam ini aku ingin sekali makan ice cream. Antarkan aku ke toko di ujung jalan sana. Please!” dia mengatupkan tangannya memohon padaku.

“Taemin-ah, kau sudah besar. Lagi pula aku baru sampai, aku lelah.”

“Hyung serius tidak mau mengantarku?”

“Ne.” aku mengangguk yakin.

“Eommaaaaaaaa . . .” tiba-tiba Taemin berteriak memanggil eomma namun segera kubekap mulutnya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu.” Kulepaskan tanganku dan langsung tersenyum penuh kemenangan. Aku memang tidak akan pernah menang darinya kalau ada eomma. Dia selalu mengadu, dan akhirnya aku dimarahi eomma karena tidak mau mengalah darinya.

To Be Continue . . .

8 thoughts on “I Wanna You Know Part 1”

  1. Wowie~
    vay eonni tumben buat ff ttg shinee #pLak, readersoktau#
    nice ff eon , part 2 cpetan yya \^o^/ hwaiting !

  2. hahahaha,,
    taemin ego…
    wkwkwkwk….

    Wah~jonghyun jdi tkh utama,,
    jrg bgt bsa bca FF tokoh jonghyun^^
    Daebak Vay Eonni!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s