Step to EunHyun World

Step to EunHyun World^^

AUTHOR: andri_sparkyu

CAST: Lee Eunji

Cho Kyuhyun à Park Kyuhyun

OTHER CAST: Park Jungsoo as Kyuhyun father

Park Hyunna as Kyuhyun sister

Kim Heechul as a paramedic

Hangeng as a police

GENRE: Friendship, Fantasy

LENGTH: one shot

SUMMARY: seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang sendirian dan kesepian bertemu, dan membuat dunia baru, dunia milik mereka berdua😀

DISCLAIMER: Super Junior belongs to ELF, but the fanfict is mine! ^^ don’t like? DON’T READ. Gomawo^^

^EunHyun World^

-Kyuhyun PoV-

“Mwo?? Pindah?! Aku tidak mau!” tolakku keras.

“Tapi Kyu… tak ada gunanya lagi kau dan appa ada disini, eomma sudah tidak mempedulikan kita…,” jelas appaku.

“Andwae! Kita harus menunggu eomma!” seruku.

Appa memegang bahuku.”Dengar, dengarkan aku, Park Kyuhyun!!” seru appa, saat aku memalingkan wajahku darinya.

“Jika kita pindah dari sini, maka kau tidak perlu sedih memikirkan eommamu! Disini terlalu banyak kenangan eommamu untuk disingkirkan… jadi, kau harus terima keputusan appa!”

Akhirnya aku mengangguk, pasrah. Eommaku meninggalkan appa dan aku, entah kemana. Eomma membawa adikku, Hyunna. Memikirkannya membuatku rindu pada Hyunna…

^EunHyun World^

Tibalah aku di pinggiran kota. Hanya ada dua rumah disini, salah satunya adalah rumahku. Aku mendengus pelan. Tak akan ada teman disini. Bayangkan! Berarti tetanggaku hanya satu keluarga disini! Aku tidak heran juga sih, mengingat di belakang rumahku terlihat hutan lebat yang subur.

“Bagaimana Kyu? Cukup besar kan??” tanya appa, aku hanya mengangguk.

“Sangat besar untuk dua orang~” jawabku akhirnya.

“Yah~ yang penting kita nyaman, ayo masuk,” ajak appa, sambil menggandeng tanganku.

“Oh ya, tetangga kita disamping adalah keluarga Lee. Kapan-kapan kita coba bertamu ya, mereka pasti ramah kok,” gumam appa.

“Oh, apakah disana ada yang sebaya denganku?” tanyaku.

Appa mengangkat bahu.”Entahlah… appa juga belum bertemu dengan mereka,” jawab appa. Aku mendesah kecewa.

“Tenang saja, di sekolah baru, kau pasti menemukan teman yang baik.”

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Eunji PoV~

“Eunji, kau sedang apa?” tanya eomma.

Aku mengalihkan pandanganku dari jendela, lalu menjawab, yang terdengar seperti pertanyaan,”eh… melihat tetangga baru, eomma…?”

“Oh~ keluarga Park sudah datang rupanya,” sahut appa.

Aku mengernyitkan dahi.”Err… keluarga Park?” tanyaku.

“Iya, tetangga baru kita sayang…,” jawab appa, lalu mengelus rambutku lembut.

“Hmmm~” aku mengangguk, lalu kembali menatap kearah jendela.

Aku akan punya teman rumah! Wow~ seorang namja pula. Tapi… sepertinya dia tidak ramah… wajahnya terkesan sangat angkuh…

^EunHyun World^

-keesokan harinya-

“Eunji, sudah siap? Bus sekolahmu sudah menunggu tuh,” ucap eomma.

“Nee~ aku sudah siap kok!” seruku. Aku menghampiri meja makan dan mengambil bekalku, lalu mencomot sepotong sandwich.

“Aku pergi~”

Aku segera berlari keluar dari rumah, dengan sandwich di mulutku. Yah~ inilah kebiasaan jelekku, tidak pernah sarapan di rumah dan selalu memakan sandwich di jalan. Aneh ya? Hehe. Aku menoleh ke rumah keluarga Park. Namja dari keluarga Park itu juga menuju bus ini, berarti dia satu sekolah denganku?? Asyik!

“Hai,” sapaku pada namja itu.

Ia hanya tersenyum kecil dan mengangguk. Tampannyaaa~ aish! Jangan sampai aku naksir dia. Aku hanya ingin berteman!

Selama perjalanan, aku selalu menoleh ke belakang, dimana anak itu duduk. Aku penasaran, kenapa ia begitu pendiam sedangkan namja yang lain pada ribut semua? Dia… apa dia punya kelainan?

“Sudah sampai anak-anak!”

“Nee~ gomawo!” seru kami semua gembira.

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Kyuhyun PoV~

-sepulang sekolah-

“Hei, tunggu!!”

Aku mendesah pelan, lalu menoleh ke belakang. Ternyata yeoja yang tadi pagi. Dia menghampiriku dengan senyum lebar.

“Hei, annyeong~ Lee Eunji imnida!” ucapnya semangat, sambil mengulurkan tangannya.

Dengan ragu-ragu aku membalas uluran tangannya.”Park Kyuhyun imnida,” sahutku.

“Bangapseumnida, Kyu-sshi!” seru Eunji dengan penuh semangat, lalu menepuk bahuku pelan. Dia melambai dengan senyuman lebar, lalu berlari menuju rumahnya.

Kenapa… kenapa yeoja ini… mirip eomma? Aish~ padahal, padahal aku tidak mau terlalu mengingat eomma…

“Appa…,” panggilku, sambil membuka pintu kamar appa.

“Ne?” tanya appa yang sedang membaca buku.

“Aku…,” aku menelan salivaku, lalu melanjutkan,”aku sudah berkenalan dengan anak keluarga Lee… dan… yeoja itu mirip eomma…”

“Mwo?!” tanya appa tak percaya.

“Ne… matanya, hidungnya, bibirnya, bentuk wajahnya… hanya saja, rambut yeoja ini pendek dan ia seumuran denganku,” jawabku.

“Benarkah? Tidak disangka ya Kyu,” gumam appa, lalu tersenyum padaku,”dia pasti bisa jadi teman yang baik, sering-seringlah bermain dengannya.”

^EunHyun World^

Hari ini, aku bertemu lagi dengan yeoja itu. Dapat kusimpulkan sifat yeoja ini, dia sangat periang… juga sangat eksentrik! Tidak kusangka sifatnya jauh berbeda dengan eommaku.

“Hei, mau main?” tanya Eunji.

“Main? Main apa?” aku balik bertanya.

Eunji hanya tersenyum misterius.”Ayo ikut~! Kita akan menjelajahi hutan!”

“Eh? Apa tidak berbahaya??” tanyaku khawatir.

“Entahlah, tapi tidak ada salahnya mencoba kan?” ujar Eunji.

Aku berpikir sebentar. Benar juga kata Eunji. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu kan?? Akhirnya aku mengangguk.

“Baiklah, kkaja!”

Eunji menarik tanganku dengan erat. Hangat. Aku balas menggenggam tangannya, lalu berlari dengan mengikutinya.

Sesampainya di pinggir hutan, kami menganga.

Ada sungai yang sangat lebar disana, dengan arus deras.

“Ottokhae?” tanyaku frustasi.

“Ah! Lihat~!” seru Eunji sambil menunjuk sebuah tali tambang besar berwarna putih, yang di ikat di sebuah batang pohon yang kokoh, tepat di tengah sungai.

“Hei! Berbahaya!” seruku.

“Tenang saja, Kyu~ this is fun!” ucap Eunji, sambil tersenyum lebar.

Perlahan dia berkeliling, mencari sesuatu untuk menarik tali tambang itu ke pinggir. Akhirnya dia mendapatkan ranting bercabang yang cukup panjang.

“Ayo kaitkan tambangnya kesini, Kyu~” pinta Eunji, sambil menyodorkan ranting itu padaku. Aku menghela nafas, menyerah.

“Baiklah~”

Aku mengaitkan tali tambang itu perlahan ke ranting itu. Lalu menariknya cepat. Yeah! Dapat!!

“Wohoo~ Kyu hebat!” seru Eunji, lalu mengambil ranting yang ada di tanganku, dan meletakkannya di samping semak-semak rimbun.

“Kita akan membutuhkannya jika akan kemari lagi,” ucapnya, dengan senyum mengembang.

“Nde, kau benar… kau mau duluan?” ujarku, sambil menyodorkan tali tambang itu dan diterima Eunji dengan senang hati.

“Gomawo~”

Dia memegang tali tambang itu dengan erat, lalu mulai berayun. Setelah beberapa lama berayun, dia sampai di seberang.

Your turn!” serunya, lalu mendorong tali tambang kearahku.

Aku menarik nafas dalam-dalam, lalu berayun dengan tali tambang itu. Rasanya menyenangkan! Aku mendarat di seberang dengan sempurna, lalu tersenyum lebar pada Eunji.

“Wow~ rasanya menyenangkan,” ucapku gembira.

“Yep! Sangat!” sahut Eunji, lalu menarikku lagi menuju ke dalam hutan.

Kami mendapati hutan ini sangat sepi. Tak ada tanda-tanda hewan yang hidup disini, namun disini begitu subur…

“Hei, hei, Kyu! Look!” seru Eunji sambil menunjuk keatas.

Sebuah rumah pohon, namun sudah rusak. Yang tersisa hanya lantai dan sedikit dindingnya. Aku mengerutkan dahi, apa yang membuat Eunji begitu excited?

“Waeyo?” tanyaku.

“Ayo naik! Dari sana kita pasti dapat melihat keseluruhan hutan,” ucap Eunji, la segera memanjat pohon itu. Aku mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di rumah pohon itu, aku dan Eunji duduk di lantainya. Memandang setiap sudut hutan dengan seksama. Indah sekali!

“Wow~ keren,” kata itu terucap begitu saja dari mulutku.

“Kau tahu? Aku sedang membayangkan di bawah sana adalah sebuah desa yang makmur, sungai yang bersih dan hutan yang lebat…,” gumam Eunji.

Aku memandang Eunji dengan tatapan bertanya, tetapi otakku segera membayangkan apa yang dikatakan Eunji. Benar saja, aku melihat semua yang dikatakan Eunji di bawah sana. Imajinasiku berkembang.

“Dan kita berada di istana,” gumamku.

“Bagaimana kalau kita menamai istana ini?” sahut Eunji.

“Ide bagus, hmmm…,” aku mulai berpikir.

“EunHyun world?” gumam Eunji, lalu menatapku.

“Eunhyun?” tanyaku.

“Err… singkatan dari nama kita berdua, bagaimana?” ujar Eunji.

Aku mengangguk semangat.”Bagus! setiap hari kita akan kesini kan? Menambahkan dekorasi pada rumah pohon ini…”

“Tentu saja!”

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Eunji PoV~

“Aku pulang,” ucapku.

“Darimana saja sayang?” tanya eomma.

Aku meringis.”Aku berkeliling dengan Kyuhyun, main-main,” jawabku.

“Kyuhyun?” tanya appa.

“Itu, namja dari keluarga Park…,” jawabku.

“Oh~ kau sudah berteman baik dengannya??” tanya eomma.

“Ne! dia anak yang sangat menyenangkan!” jawabku semangat.

Aku menatap jendela. Ada dua orang yeoja yang berjalan menuju ke rumah Kyuhyun. Yang satunya seperti ahjumma, sedangkan yang satunya sepertinya lebih muda dariku. Apakah itu eomma dan adik Kyuhyun??

“Ada apa, Eun?” tanya appa.

Aku menoleh kearah appa, lalu menggeleng.”Aniyo… tidak penting appa… hhehe,” jawabku, lalu terkekeh.

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Kyuhyun PoV~

Ting tong… terdengar suara bel rumah di bunyikan. Aku mengernyit. Siapa yang bertamu? Apakah Eunji? Tidak mungkin, kami baru saja berpisah setelah bermain seharian. Lalu siapa ya?

“Kyu, buka pintunya,” ucap appa.

“Ne,” jawabku singkat.

Aku membuka pintu, lalu melihat seseorang di balik pintu. Hyunna. Di belakang Hyunna, kulihat eomma dengan mata sembab, seperti habis menangis.

“Hyunna…? Eomma?” tanyaku.

“Oppa!” seru Hyunna, lalu segera memelukku erat. Aku membalas pelukannya.

“Eomma, masuklah,” ucapku, mempersilakan eomma masuk.

Aku segera ke ruang kerja appa.

“Appa… Hyunna dan eomma ada di ruang tamu,” kataku, pelan.

“Ige mwoya? Hyunna dan eomma?” tanya appa.

“Ne, cepatlah keluar appa…”

Appa segera menuju ruang tamu. Disana, appa terkesiap melihat Hyunna dan eomma. Berantakan, dengan mata sembab.

“Ada apa?” tanya appa, datar.

“Appa… bogoshippeo…!” seru Hyunna, lalu memeluk appa erat.

“Hyunna…,” ucap appa, lalu balas memeluk Hyunna. Appa kelihatan sangat merindukan Hyunna. Aku memandang eomma. Pandangan matanya begitu sendu. Tanpa sadar aku langsung memeluknya erat.

“Eomma… jangan menangis, aku akan menjagamu,” ucapku pelan.

“Kalian berdua kenapa?” tanya appa lagi, namun dengan nada yang lebih hangat.

Eomma menarik nafas dalam-dalam, lalu mulai menceritakan apa yang terjadi padanya dan pada Hyunna, bagaimana dia mendapatkan alamat rumahku yang baru dan kenapa matanya sembab begitu.

Appa menghela nafas.”Kau memang ditakdirkan untuk bersamaku, jangan pergi lagi,” ujar appa, lalu memeluk eomma.

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Eunji PoV~

“Hei, Kyu! Bagaimana kalau kau membuat bel? Untuk rumah pohon itu,” ujarku.

“Bel? Mm… sepertinya aku bisa melakukannya,” jawab Kyu.

“Bagus! Besok kutunggu di tempat biasa ya! Oh ya, yeoja yang kemarin itu siapamu?” tanyaku.

“Oh, itu eomma dan dongsaengku,” jawab Kyu, lalu tersenyum.

“Yak~ kapan kau akan mengenalkannya padaku??”

“Bagaimana kalau… nanti sepulang sekolah? Besok dia juga mulai bersekolah di sekolah kita,” ujar Kyu.

“Mmm… okay! Oh ya, orang tuaku ingin mengajak keluargamu makan malam, bagaimana?”

“Wow~ benarkah? Awesome! Kapan?” tanya Kyu, excited.

“Nanti malam, mungkin? Aku tidak tahu pasti. Heheh~ kita lihat saja nanti,” jawabku enteng.

^EunHyun World^

“Aku pulang~!” seruku, semangat.

“Hei, kau baru pulang mau keluar lagi?” tanya eomma.

“Ne! aku ingin berkenalan dengan dongsaeng Kyu, daagh~ eomma!”

Aku berlari menuju rumah keluarga Park, disana sudah ada Kyuhyun dengan yeod0ngsaengnya. Dongsaengnya tersenyum manis padaku.

“Annyeong~!” sapaku.

“Annyeong, eonni… Hyunna imnida,” ucapnya.

“Eunji imnida, bangapta,” aku menjawabnya dengan semangat sambil mengulurkan tangan, dia membalasnya dengan gembira.

^EunHyun World^

“Hwah~ indahnya,” gumamku.

Kyuhyun mengangguk setuju.”Dengan begini, aku tidak akan bosan di rumah pohon ini,” sahutnya, sambil tersenyum lebar.

Kami berdua menambahkan hiasan-hiasan pada rumah pohon itu… ternyata menyenangkan. Hari ini, kami pulang telat, padahal orang tuaku sudah mengundang keluarga Kyuhyun untuk makan malam di rumah.

“Berpakaianlah yang rapi, Eunji~ bajumu terlalu berantakan!” protes eomma.

“Tapi ini style-ku eomma~ biar sajalah,” sahutku.

“Terserah saja, yang penting sopan,” kata appa, menengahi.

Keluarga Kyuhyun datang agak telat karena Kyu baru pulang bermain. Mereka semua tersenyum lebar. Mataku tertuju pada Hyunna dan Kyuhyun. Mereka berdua kakak-beradik yang sangat serasi. Aku tersenyum kearah Hyunna, dan dia membalasnya hangat.

“Nah, karena keluarga Park sudah datang, mari kita makan malam.”

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Kyuhyun PoV~

“Bagaimana? Bagus tidak?” tanyaku pada eunji, sambil memperlihatkan lonceng buatanku.

“Bagus sekali, Kyu~ sepulang sekolah ini, kita langsung pasang di rumah pohon itu ya!”

“Tentu saja,” jawabku, lalu melihat kearah langit, mendung.

“Sepertinya akan hujan,” gumam Eunji, ikut menatap langit.

-sepulang sekolah-

“Yak~ kenapa hujaan~!?” seru kami berdua bersamaan.

“Eunji, kau pegang dulu loncengnya, okay? Besok kita pasang bersama,” ucap Kyu, lalu memberikan lonceng yang dibuatnya padaku.

“Ye, annyeong, Kyu!”

Semalaman aku menatap lonceng yang diberikan Kyu padaku. Lonceng itu bagus sekali, ada ukiran nama Eunji dan Kyuhyun. Aku tersenyum sendiri melihatnya.

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Kyuhyun PoV~

“Hyunna, kau mau kemana?” tanyaku.

“Main dengan Eunji eonni! Hehe, annyeong oppa!” seru Hyunna, lalu berlari keluar rumah.

Aku mengernyit.”Main dengan Eunji?”

Apa maksudnya? Padahal Eunji sudah berjanji akan bermain denganku hari ini. ah~ sudahlah, mungkin dia bermain dengan Hyunna hanya hari ini.

“Kyu? Tumben kau ada di rumah?” tanya eomma.

Aku tersenyum.”Hari ini Eunji bermain dengan Hyunna, antara yeoja dengan yeoja, mana mungkin aku main bersama mereka?” ujarku, lalu terkekeh. Eomma tersenyum,”benar juga.”

^EunHyun World^

Hampir setiap hari Hyunna bermain dengan Eunji. Apa Eunji sudah lupa padaku? Lonceng itu juga belum terpasang di rumah pohon itu. Apa yang sebenarnya Eunji rencanakan? Melupakanku?

Aku melihat mereka berdua sedang berjalan menuju belakang rumah, jalan menuju hutan. Apa yang mereka lakukan? Kenapa Eunji membawa Hyunna kesana?!

Saat hari mulai sore, Hyunna kembali ke rumah. Hyunna tersenyum senang. Aku mendengus pelan. Hyunna menghampiriku dengan langkah gembira.

“Hei oppa!” sapanya.

Aku hanya tersenyum setengah, senyum sinis.”Kau habis darimana?” tanyaku, ketus.

“Err…” Hyunna gelagapan,”jalan-jalan oppa.”

“Oh,” hanya itu yang keluar dari mulutku.

^EunHyun World^

-keesokan harinya, sepulang sekolah-

“Hei, Kyu…!” sapa Eunji.

Aku meliriknya sinis.

“Kyu, kita jadi—“

“Berhentilah menggangguku, Lee Eunji! Bermainlah dengan sesama yeoja, Park Hyunna! Aku tahu, aku yang seorang namja tidak bisa dijadikan teman curhat yang baik kan? Tidak perlu sungkan mengatakannya, Lee Eunji!” seruku.

“Tapi, Kyu—“

“Jauhi aku, jangan pernah ganggu aku lagi!” seruku, lalu meninggalkannya. Aku sudah ada janji dengan teman namjaku untuk bermain basket di rumahnya.

~End of PoV~

^EunHyun World^

~Eunji PoV~

Apa maksud Kyu? Kenapa dia begitu marah? Dia sudah tidak mau berteman denganku lagi? Kenapa…??

Air mata membasahi pipiku. Padahal ia sahabat pertama yang aku miliki. Sahabat yang bisa mengerti aku. Kenapa dia begitu marah padaku?? Apa salahku hingga dia berkata kasar seperti itu??

“Baiklah Kyu… aku akan memasang lonceng ini sendiri,” gumamku, lalu melempar tasku ke sembarang arah. Aku tidak peduli.

Aku berlari sekencang-kencangnya kearah hutan. Ditengah jalan, hujan turun dengan deras, tetapi aku tidak menghentikan langkahku. Aku terus berlari hingga sampai di depan sungai. Air sungai itu bertambah volumenya, sepertinya…

Aku mengambil ranting yang biasanya kupakai untuk menarik tali tambang itu ke pinggir sungai. Air mataku terus mengalir. Aku tidak peduli bagaimana nasibku nantinya. Setelah mendapatkan tali tambang itu, aku mulai berayun pelan. Kurasakan pegangan tanganku mengendur karena tali tambang yang licin.

“AH!”

~End of PoV~

^EunHyun PoV^

~Kyuhyun PoV~

Sepulang dari rumah temanku, aku melihat sebuah ambulans dan sebuah mobil polisi. Aku segera berlari menghampiri eomma yang sedang membekap mulutnya, ekspresinya ketika sedang kaget. Ada raut kesedihan di wajahnya.

“Eomma, ada apa?” tanyaku.

“Kyu!” seru eomma, lalu memelukku erat.

“Waeyo?” tanyaku, mulai was-was.

“Temanmu… temanmu Lee Eunji…”

“Waeyo?!” tanyaku sekali lagi. Nada suaraku naik beberapa oktaf.

“Eunji terjatuh di sungai di belakang rumah yang memisahkan hutan dengan rumah kita dan… dan…,” eomma tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Dia menangis tersedu-sedu.

Aku melepaskan pelukan eomma dan bertemu dengan seorang paramedis, aku mengguncang bahunya pelan.

“Ahjussi, Lee Eunji masih hidup kan?!” tanyaku.

Ahjussi itu tersenyum sedih, dia mengusap rambutku pelan.”Terimalah kenyataan bahwa temanmu itu telah tiada, nak…”

“Ahjussi bohong!” seruku, lalu berlari kearah polisi yang berjalan menuju orang tua Eunji, aku menarik tangannya keras.

“Mwo?” tanyanya kaget.

“Ahjussi, temanku belum masih hidup kan? Iya kan?” tanyaku, kali ini suaraku tidak keras, melainkan lemah dan tidak bertenaga.

“Maaf, nak… temanmu sudah tiada,” jawab ahjussi itu dengan nada sedih, lalu melepaskan  tangannya pelan dari tanganku.

Aku membeku.

Aku mendengar suara appa Eunji yang berbicara dengan kedua ahjussi yang kutemui tadi.”Kamsahamnida, Heechul, Hangeng, kalian banyak membantu…”

“Ne, cheonman… maaf, kami tidak bisa membantu banyak…”

“Eomma Eunji akan ke rumah sakit bersamamu, aku akan menyusul…”

“Baik.”

Aku berlari kearah hutan. Air mata membasahi pipiku. Aku telah berbuat salah pada Eunji. Aku belum minta maaf padanya. Aku bersalah padanya karena marah dengan alasan aku iri pada Hyunna yang terus dekat dengan Eunji!

Sesampainya di depan sungai itu, aku terduduk lemas. Tidak ada tali tambang lagi disana. Di depanku, kutemukan lonceng yang kuberikan pada Eunji.

Ketika hendak berlari menerjang sungai itu, tanganku ditarik seseorang. Appaku. Melihat appaku, aku kembali menangis. Aku memeluknya erat.

“Appa… aku bersalah pada Eunji… aku pantas mati!” seruku.

“Tidak tidak! Eunji pasti menginginkanmu hidup!”

“Tapi—“

“Sudahlah, Kyu… appa yakin, Eunji pasti menyayangimu dan tidak ingin kau meninggal…,” ucap appa lembut, lalu mendekapku erat.

^EunHyun World^

Aku berdiri di depan makam Eunji. Aku tersenyum sedih, lalu menggenggam lonceng yang ada di tanganku dengan erat. Entah kenapa lonceng ini tidak hilang dan berada di pinggir sungai, tetapi aku mensyukurinya, karenanya aku mendapat kenangan terakhir dari Eunji.

“Eunji… mianhae, aku terlalu egois…,” aku menghela nafas panjang,”tapi aku berjanji padamu, sekarang aku akan lebih sering mengajak Hyunna bermain ke hutan…”

“Kau tahu? Sungai itu telah di buatkan jembatan oleh appa dan teman-temannya, jadi kami berdua bisa bermain dengan bebas di hutan.”

“Gomawo, Eunji-ah… kau sahabat terbaikku, aku menyayangimu…”

The end.

I’M FAIL! Mian~ ini ff jelek banget ya? Huhu~ another failed ff from me >.< mudahan reader gak pada bosen baca ffku yaa…

oya ini ff terinspirasi dari Film Bridge to Terabithia , makanya agak-agak sama gmnaa gtuu~

Gomawo buat yg uda baca n komen^^

12 thoughts on “Step to EunHyun World”

  1. oh pantes jadi keinget bridge to terabithia.
    haha.
    yahhh author kok ga hepi ending sih??
    hiks.hiks.
    kan kasian si kyuu~

  2. tumben saeng,,sad ending….
    or???

    yang tabah ya Kyu…
    mgkn bkn jodohmu kali//plkplk*digampar saeng*
    khekhekhe,,makanya~~~bikin yg happy ending donk~~
    biar jadi jpdph sejati :p

    abaikan koment diatas saeng,,
    Di Tunggu Karya selanjutnya ya^0^/
    Hwating Yeodongsaeng!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s