Somebody, Please Stop the Time… [part 1 of 2]]

AUTHOR: andri (maknae SSFF)

CAST: Mei eonni as Lee Hyunmei

Cho Kyuhyun

Lee Eunji

OTHER CAST: You can see by yourself later ^^

GENRE: Romance, Friendship

TYPE: Continue

LENGTH: 1 of 2

SUMMARY: Triangle Love (Cuma itu doang summarynya -.-)

DISCLAIMER: This FF is MINE! But Kyuhyun and the other cast is belongs to God! Don’t Bash please… ^^

Ini FF aku buatin khusus untuk Mei eonni~ hehe ^^ semoga suka ya eon , mianhe klo jelek -.- Happy Read all~

_Somebody, Please Stop the Time_

[Chapter 1] Old Friend

__Sekolah, kelas 6-1__

~Lee Hyunmei PoV~

“Mei, gwenchana?” tanya Amber, khawatir.

Aku tersenyum.”Eh, ya… gwenchana-yo. Tidak usah khawatir begitu,” jawabku.

“Ah, syukurlah~ kupikir kau sakit,” ucap Amber, lalu mengacak rambutku.

Aku menghela nafas pelan. Aku memang sakit, sakit hati. Patah hati, saat tahu teman yang paling dekat denganku, sekaligus orang yang kusayangi, menyatakan cintanya pada yeoja lain…

“Oh ya, mana Kyuhyun? Biasanya dia bersamamu,” ujar Amber, sambil melipat tangannya di dada. Dahinya berkerut heran.

“Mungkin jalan-jalan sama Eunji,” jawabku pendek.

Amber memandangku dengan tatapan bertanya, aku menghela nafas keras lalu menjawab tatapan matanya,”Lee Eunji, yeoja kelas 6-2.”

“Omo~ jangan-jangan mereka…?” Amber menggantungkan kalimatnya.

Aku menggelengkan kepalaku,”entahlah, mungkin saja,” sahutku, lalu berjalan keluar kelas. Aku tidak ingin mengingat atau membicarakan apa-yang-terjadi-dengan-mereka-berdua.

Seseorang melambaikan tangan tak jauh di depanku. Aku menyipitkan mata, lalu mendesah keras. Kenapa harus dia??

“Hei, Mei! Main dodge ball yuk?” ajak Kyuhyun, sambil tersenyum lebar.

“Ah… ne, baiklah,” jawabku.

Aku memegang telingaku yang dingin karena terkena angin musim dingin yang menyengat. Kyuhyun menyamakan langkahnya dengan langkah kakiku. Ia memakaikan topi kupluknya padaku. Aku memandangnya dengan wajah terkejut.

“Wae?” tanya Kyu, dia kelihatan tidak senang dengan ekspresiku.

“Seharusnya aku yang bertanya begitu, kenapa kau pakaikan topi kuplukmu yang jelek ini padaku?” tanyaku, berhasil membuat raut kesal menghilang dari wajahnya.

“Yaa~ biar jelek, tapi hangat kan!?”

“Iya sih, tapi kenapa kau memberikannya padaku? Kenapa bukan Eunji?” aku bertanya  balik. Ingin mendapat jawaban yang jelas.

“Untuk kenang-kenangan,” jawab Kyu, lalu memasukkan tangannya ke saku celananya.

Lalu, tiba-tiba dia seperti sadar akan sesuatu, dia memegang bahuku erat.”Darimana kau tahu soal Eunji?” tanyanya.

“Eh? Entahlah, aku hanya menebak,” elakku. Padahal aku melihat kejadian Kyu menyatakan cintanya pada Eunji, kemarin.

~Flashback~

Aku berlari mengejar Kyu yang sudah mulai menjauh. Kulihat Eunji, teman satu gedung apartmen Kyu, sedang berjalan bersamanya. Mereka berhenti, saling berhadapan. Aku yang melihat hal ini, langsung bersembunyi di samping sebuah toko. Kudengar pembicaraan mereka dengan jelas.

“Eunji, aku suka Eunji… aku ingin melindungi Eunji, sangat-sangat ingin melindungi Eunji. Aku tahu, Eunji menyukaiku, aku tahu. Sekarang, aku juga suka Eunji. Kita jadian ya?”

Hening, sementara air mataku mulai menetes. Setetes, demi setetes… lalu membanjiri pipiku.

“Ya, Kyu… ya! Aku mau,” jawab Eunji, membuat hatiku semakin teriris.

Tidak tahan lagi, aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Tidak ingin mengingat apapun yang dikatakan Kyu dan Eunji

~Flashback End~

“Mei~ kau melamun lagi!” seru Kyu, menepuk-nepuk pipiku pelan. Aku tersadar dari lamunanku, lalu menepis tangan Kyu pelan.

“Kalau dilihat Eunji, bisa jadi masalah tau…,” ucapku, lalu kembali berjalan mendahului Kyu.

“Oh ya, sepertinya, ini hari terakhir kita bermain bersama,” gumam Kyu.

“Wae?” tanyaku,”bukannya kita masuk SMP yang sama?”

“Aniyo, aku tidak jadi masuk SMP negeri. Aku ingin masuk SMP swasta,” jawab Kyu, yang langsung membuatku kecewa. Aku tersenyum miris,”karena Eunji kan?”

“Mwo?”

“Aniyo, tidak penting,” jawabku, lalu berlari keluar sekolah.

_Somebody, Please Stop the Time_

“Hei~ kalian berdua lama sekali sih?!” seru teman-teman sekelas, bersamaan.

“Miaanhae~ Kyu jalannya lambat sih, seperti kura-kura,” jawabku enteng, yang langsung disambut jitakan dari Kyu.

“Aku lebih cepat darimu tahu!” seru Kyu, kesal. Aku memeletkan lidah. Kyu merangkulku, lalu mengacak-acak rambutku, gemas.

“Hei, Kyuhyun! Kalau kau terlalu mesra dengan Hyunmei, nanti Eunji marah,” ucap Amber, dari belakang kami. Kami berdua menoleh.

“Ah, benar juga,” aku menimpali, lalu melepaskan diri dari Kyu.

“Kyuu~” panggil seseorang, Eunji.

“Ne?” tanya Kyu, dengan cepat berbalik ke hadapan Eunji. Dia tersenyum lebar, dan Eunji balas tersenyum. Aku berjalan menjauh, tidak berminat melihat adegan ‘mesra’ mereka.

“Kyu, pakai topi ini, biar gak dingin,” ucap Eunji.

“Gomawo, Eunji! Lihat aku main dodge ball ya!” ucap Kyu, lalu berlari kearah lapangan.

“Ne!” jawab Eunji semangat.

Aku melamun di tengah-tengah permainan. Sejak dulu, Eunji selalu mengejar Kyu… tetapi, Kyu seakan-akan tidak peduli. Lalu saat aku akan menyatakan perasaanku, Kyu malah menyatakan perasaannya pada Eunji. Saat itu, perasaanku benar-benar hancur…

“Mei! Jangan melamun!” seru Kyu, yang langsung menyadarkanku dari lamunanku, lagi.

Dukkk!! Bola itu mengenai hidungku. Aku duduk diatas tumpukan salju itu, merintih kesakitan,”auw~ hidungkuuu…”

“Mei?! Gwenchana-yo!?” tanya Kyu, berjongkok dihadapanku, lalu memegang pundakku, khawatir.

“Hi-hidungku…,” rintihku, dengan terbata-bata mengucapkan satu kata itu.

Kurasakan tubuhku melayang diudara. Kyu menggendongku! Aku gelagapan, lalu memukulnya pelan.”Apa yang kau lakukan?!” tanyaku, pelan.

Tanpa menghiraukan pertanyaanku, Kyu berteriak pada yang lain,”lanjutkanlah permainan tanpa kami! Aku akan membawa Mei ke UKS!”

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Cho Kyuhyun PoV~

-Di ruang UKS-

“Hidungmu tidak apa-apa kok, Mei,” ucapku.

“Tapi sakit!” seru Mei, ngotot.

“Ya sudah… aku tahu caranya agar hidungmu tidak sakit lagi,” gumamku.

“Bagaimana?” tanya Mei, penasaran.

“Pejamkan matamu, jangan mengintip,” perintahku, tegas. Sebenarnya, aku hanya ingin mengerjai Mei saja sih…

Dia benar-benar memejamkan matanya. Aku tersenyum lebar, lalu menoel hidungnya dengan jari telunjukku, lembut. Aku segera duduk tegak, ketika ia dengan cepat membuka matanya.

“Yaa! Kau menoel hidungkuuu!!” teriak Mei.

“Yang penting kau sembuh kan?” tanyaku, dengan senyum evil-ku.

Mei memegang hidungnya, lalu dia mengernyit.”Memang tidak sakit lagi, tapi… kau hanya menoel hidungku kan?,” ujarnya.

“Yaah, begitulah. Oh ya… Mei, biarpun kita pisah sekolah, jangan lupakan aku, ara?” ucapku, dengan penuh harap.

“Tentu saja,” jawab Mei, dengan senyum mengembang.

“Kyuhyun-ya?” tanya seseorang di balik pintu UKS.

Aku dan Mei menoleh kearah suara.”Eh… Eunji-sshi…,” ucap Mei, kaku.

“Kenapa Kyu dan Mei tidak melanjutkan pertandingan?” tanya Eunji, dengan gaya aegyonya.

“Mei kan lagi sakit, masa harus melanjutkan pertandingan?” Aku bertanya balik.

“Tapi… aku ingin melihat  Kyu main yang terakhir kalinya disini, besok kan upacara kelulusan?” ucap Eunji, intonasi suaranya naik satu oktaf, walaupun wajahnya tetap tenang.

“Kenapa Eunji egois, sih? aku kan—“

“Sudahlah Kyu… Eunji-sshi memang benar kok. Kita seharusnya melanjutkan pertandingan,” sahut Mei, lalu berdiri.”Aku duluan ya?”

Setelah langkah Mei tidak terdengar lagi, Eunji bertanya dengan suara pelan,”Kyu menyukaiku kan?” tatapan matanya tajam.

Aku memalingkan wajah.”Tentu saja. Kalau tidak, buat apa aku menyatakan perasaan padamu?” ujarku, kesal.

“Tetapi kenapa Kyu begitu peduli pada Hyunmei?!” tanya Eunji, mulai menunjukkan kekesalannya.

“Dia sahabatku, Eunji… seharusnya kau bisa mengerti,” jawabku, putus asa dengan sikap Eunji yang sangat-sangat egois.

“Ja-jangan…,” Eunji meneteskan air mata,”jangan pedulikan yeoja lain selain aku!”

Aku menggelengkan kepala. Bukan ini yang kuinginkan…

“Padahal… aku berharap banyak dari Kyu!” seru Eunji.

“Bukan begitu,” Aku menarik tangan Eunji, lalu memeluknya.”Mianhae…”

_Somebody, Please Stop the Time_

-Lapangan sekolah-

Yes! Game set! Kelas 6-1 menang dari kelas 6-2!” seru Mei, lalu ber-highfive denganku.

“Yeah! Aku gak akan pernah melupakan pertandingan yang ini,” timpalku gembira.

“Kyu, pulang yuk?” ajak Eunji, sambil merapikan topinya.

“Eh… tapi, hari ini aku sudah ada janji dengan—“

Dengan cepat Mei memotong ucapanku, dia tersenyum padaku.”Asyik nih~ pulang bareng pacar,” godanya, lalu melambai padaku.

Aku menatap punggung Mei yang menjauh dengan tatapan nanar. Padahal dia sudah berjanji padaku untuk pulang bersama di hari sebelum hari kelulusan…

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Lee Hyunmei PoV~

Aku berlari sekencang-kencangnya. Aku berhenti lalu berjongkok, memeluk lututku, meratapi kebodohanku. Seharusnya aku jujur pada Kyu, bahwa aku menyukainya. Tetapi melihat Eunji yang seperti itu, aku tidak bisa mengatakannya…

-keesokan harinya, upacara kelulusan-

“Kyu, kau mencolok sekali deh! Buat apa pakai seragam SMP negeri begitu?”

Kyu meringis.”Aku Cuma ingin Mei melihatnya untuk pertama dan terakhir kalinya,” jawabnya, yang membuatku tercengang.

“Eh? Aku?” tanyaku.

How ‘bout it? Cocok tidak??” Kyu bertanya sambil menunjuk seragamnya.

Aku tersenyum dan mengangguk, lalu mengacungkan kedua ibu jariku.”Sip! cocok banget~!”

Eunji melewatiku tanpa menyapa sama sekali. Aku sedikit bergidik, Eunji bersikap seakan-akan akulah penyebab dirinya dan Kyu bertengkar…

_Somebody, Please Stop the Time_

3 tahun kemudian…

“Mei!” panggil Amber sambil melambaikan tangan, di sampingnya ada Krystal. Sahabat baruku di SMP ini…

“Hai, Amber, Krystal~ ada apa?” tanyaku.

“Jalan-jalan yuk? Kali ini sajaaa… kita lupakan tentang ujian,” ujar Amber dengan puppy eyes.

“Ahh~ mianhae, aku harus menyerahkan formulir nih,” gumamku, memperlihatkan sebuah map kepada mereka berdua. Mereka mengangguk-angguk mengerti.

“Kau mau masuk High School mana?” tanya Krystal.

“Eh, Shinwa High School,” jawabku.

Amber mengerutkan dahi.”Bukannya… itu SMA swasta yang di masuki oleh Kyuhyun? Ternyata kau masih memikirkannya ya?” tanyanya.

Aku membuka lokerku dengan santai, lalu menjawab,”hah? Mana mungkiiin… lagian aku masuk ke sana atas rekomendasi songsaenim.”

Aku melambai kepada Krystal dan Amber, lalu menemui songsaenim. Setelah itu, aku langsung pulang ke rumah. Karena sudah kelas 3 dan sebentar lagi ujian, aku tidak boleh keluyuran di luar jam sekolah.

“Yaaa!! Berhentilah mendorongku, babo!”

Aku menoleh kearah suara. Omo… aku tidak bermimpi kan?? Itu Kyuhyun kan?

Hampir saja aku melambai, lalu teringat sesuatu. Apa… dia masih mengingatku? Setelah tiga tahun tidak bertemu.

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Cho Kyuhyun PoV~

-Shinwa High School, kelas 1E-

“Waahhh, sayang sekali Kyu, kau tidak bisa sekelas dengan Eunji…”

“Diam kau!” seruku, lalu tertawa.

Aku melihat seorang yeoja berdiri di depan pintu. Seakan tak mempercayai penglihatanku, aku mendekatinya perlahan.”Mei?” tanyaku.

“Hei, lama tak jumpa,” sapanya, sambil tersenyum kecil.

Aku langsung mengangkat kedua tanganku dan mencubit kedua pipi yeoja itu.”Beneran Hyunmei! Apa kabar??”

“Aaaww~ lepaskan dulu tanganmu, babo! Sakitt~!” seru Mei, keras.

“Eh, ne… mianhae,” ucapku, lalu memasukkan tanganku ke saku celana.

Sambil mengelus-elus pipinya yang memerah karena kucubit, ia menjawab pertanyaanku,”aku baik-baik saja… neo?”

Same to you,” jawabku.

“Oh, baguslah. Kupikir kau mati kesepian tanpaku,” ucap Mei, lalu memeletkan lidahnya.

“Mwo? Kau itu tetap saja pe-de, seperti dulu,” ujarku, lalu menoel hidungnya.

“Kebiasaanmu tetap tidak berubah, setiap bertemu denganku pasti menoel hidungku,” gumamnya, aku jadi kehabisan kata-kata untuk beradu mulut dengannya.

“Ahh~ ya sudah, aku kalah,” ucapku.

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Lee Hyunmei PoV~

Sepulang sekolah, Eunji sudah menunggu Kyu di depan kelas. Aku yang berada di samping Kyu menjadi salah tingkah.

“Eh, hai, Eunji-sshi… lama tak jumpa,” sapaku pada Eunji.

Eunji tersenyum.”Hai, Hyunmei-sshi…”

“Kalau begitu, aku duluan ya?” pamitku, lalu berjalan pelan menuju gerbang sekolah.

Aku tak ingin menjadi ‘orang ketiga’ diantara mereka berdua. Ternyata, perasaan yang selama tiga tahun ini menghilang, kembali muncul saat aku bertemu dengan Kyuhyun…

-keesokan harinya, sepulang sekolah-

“Mei, ke game centre yuk?” ajak Krystal dan Amber. Oh ya, Krystal dan Amber juga mendapat rekomendasi untuk masuk Shinwa High School, jadi kami bertiga sama-sama masuk ke Shinwa High School, walaupun kelas kami berbeda.

“Boleh! Siapa lagi yang ikut?” tanyaku.

“Kyuhyun, Eunji dan teman-teman yang lain,” jawab Amber.

“Wah, asyiik~ baiklah, ayo pergi!”

Game centre

“Mei, kau mau main apa?”

“UFO catcher! Aku ingin mengambil boneka keroro,” jawabku, tersenyum lebar. Amber dan Krystal bertukar pandang aneh. Mungkin mereka berpikir,’benar-benar innocent’ tentang image-ku yang menyukai boneka keroro 😀

Kufokuskan pikiranku pada boneka keroro yang ada di tengah-tengah UFO catcher. Namun yang kudapatkan malah boneka kucing.

“Aaaahhh~ siaaal~” aku dan Kyuhyun mengerang bersamaan.

Aku terkesiap, langsung memandang Kyuhyun yang ada di sebelahku, sama-sama memainkan UFO catcher. Aku meringis.”Kau kenapa, Kyu? Tidak bisa mendapat boneka yang kau inginkan?” tanyaku.

“Ne, huft…,” Kyuhyun mendesah pasrah.

“Mana Eunji?” tanyaku, berusaha terlihat biasa.

“Eunji sedang ke kamar mandi. Padahal ini kesempatanku untuk memberikannya boneka,” ujar Kyuhyun, raut wajahnya terlihat serius.

“Kau mau boneka apa? Sini, kuajari cara mengambil bonekanya,” ucapku.

Kyuhyun menunjuk salah satu boneka kucing yang imut.”Itu boneka yang kuinginkan,” jawabnya.

“Oh, itu sih gampang~”

Aku mulai berkonsentrasi untuk mengambil boneka itu. Dapat! Boneka itu langsung keluar dari mesin UFO catcher tersebut.

“Wah, Mei keren~ gimana caranya tuh?”

Aku tersenyum, lalu menjelaskan tips agar dapat mengambil boneka dari mesin UFO catcher. Kyu mengangguk-angguk mengerti.”Ara, ara… gomawo, Mei.”

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Cho Kyuhyun PoV~

-keesokn harinya, sepulang sekolah-

“Eunji, tunggu aku di gerbang sekolah ya? Aku mau mengambil tas dulu,” ucapku.

Eunji mengangguk sambil tersenyum. Aku melambai dan langsung berlari ke kelas. Disana, kulihat Mei yang sedang merapikan barang-barangna.

“Mei~! Syukur saja kau masih disini,” gumamku, Mei menoleh.”What’s up?” tanyanya.

“Aku membawakan ini untukmu, kau suka keroro kan? Jadi aku mengambilnya,” ujarku.

Mei menerima boneka itu.”Dasar~! Apa boleh buat, kuterima deh~”

Aku mengelus rambut Mei, lalu menjulurkan lidah.”Wajahmu persis kaya’ boneka,” ucapku.

“Kyu… saranghaeyo.”

Aku terdiam.”Aku tahu… saat kelas 6 SD, kau ingin mengatakannya bukan? Aku tahu, tetapi aku sudah menetapkan perasaanku. Aku gak bisa mengkhianati Eunji, jangan berharap banyak dariku.”

Aku meninggalkan Mei dengan langkah berat. Hatiku sangat sakit, tertekan saat mengatakan hal itu padanya.

To be Continue…

Gimana eon? Jelek ya?? Hehe~ satu part lagi akan membawa kita pada akhir kisah ini~ ditunggu ya:D

Iklan

15 thoughts on “Somebody, Please Stop the Time… [part 1 of 2]]”

  1. waahhh bagus nih hehehe ini dri komik please stop the time ya ? onnie suka bgt baca komik itu :p

    sedikit saran nih ya,, tulisannya dibanyakin enternya dikit ya sayang :p

    soalnya sidikit bingung klo di pembagian POV yg dienter cuma satu kali 🙂
    sisanya lanjutin ya 😉 sejauh ini udh bagus 😀

  2. nyaha!!!Mei ngajarin kyu cara maen UFO catcher.
    😀

    wah,,Kyu t’nyata udh tw klo Mei suka dia ya~
    cuma diem aja,,
    hiks,,kasian 😦

      1. komiknya 😀 wkwk
        apa ya terakhirnya? lupa saya-_- bwt another ending dong an dari komiknya, psti seru deh tuh u,u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s