Love Sick (1 of 2)

LOVE SICK

Author      : Anis Eka Dewanti / @anispeverell

Kategori   : Two Shoot / [part 1]

Gendre      : Romence

Cast             :

  • Lee Hana
  • Lee Jinki
  • Choi Minho
  • Kim Jonghyun
  • Lee Taemin
  • Kim Kibum

Backsaund “The name I loved” by Onew. And “Quasimodo“ by Shinee

Ini FanFiction kedua yang aku buat, FanFict pertama ku judulnya FIRST KISS ACCIDENT, udah baca? Baca yah! (Promosi). Komentarin yak. Kalo bisa komntarnya yang membangun. Gak usah gak enak buat ngeritik FF buatan aku. Aku malah seneng kok kalo dikeritik, selama keritikannya bersifat membangun. Dari pada Silent Reader. Selamat menikmati^^

Lee Jinki Pov

Sejak SMP aku selalu menantikan untuk memasuki dunia SMA. Yang kunantikan adalah kesenangan kesenang nakal remaja atau sekedar dunia ABG yang sering ku lihat di tv. Banyak orang yang mengatakan bahwa dunia SMA adalah masa masa yang menyenangkan dan tak terlupakan. Tapi mana? Aku tidak menemukan apa pun yang mereka bilang? Hingga kini, saat kelulusan hanya akan memakan waktu dalam beberapa bulanpun, aku masih merasa hidup ku datar. Tak berwana. ohh itu sedikit berlebihan. Baiklah.. memang hidup ku sedikit berwarna. Warna itu hanya bersumber dari seorang yeoja yang bernama Kim Hana. Mencintainya bagaikan hidup ku diselimuti pelangi pagi. Berwarna dan hangat. Itu dimulai sejak aku kelas 1 SMA.

Flashback Mode On….
“Sebelum liburan semester ganjil dimulai, Ada tugas untuk kalian semua. Saya akan membagi kalian dalam beberapa kelompok. Pergilah ke suatu tempat wisata dan tulis perjalanan kalian itu dalam bahasa Inggris. Kelompok dibagi berdasarkan absen, kelompok satu absen 1-5 dan seterusnya” ucap Mrs. Lussy. “Tingnong..  Tingtongg..” terdengar bel istirahat. “Absen ku nomor berapa ya? Emm.. Lupa.” Ucap Taemin sambil mencoba mengingat nomer absennya. “Nomor absen mu 27 Taemin. Tepat dibawah ku.” Ucap ku mengingatkannya sambil merapihkan meja. “Wahh asyikkk.. berarti kita satu kelompok. Bagaimana kalu kita pergi ke kebun binatang saja? Aku ingin sekali melihat Buaya albino.” Ucap Taemin sambil tersenyum girang. “Enak saja. Memangnya di dalam kelompok ini hanya ada kau dan Jinki. Masih ada aku, minho dan Hana. Setidaknya mintalah pertimbangan kami.” Celetuk Jonghyun yang datang dari belakang bersama Minho dan Hana. “Oh Mianhae. Arraseo mau kemana kita?” tanya Taemin dengan wajah cemberut. “Bagaimana kalu kita pergi ke pulau Jeju?”, saran Jonghyun. “Oh itu memang ide yang bagus. Namun itu terlalu jauh dan mahal. Appa ku takan mengizinkan.” Jawab Hana. “Kebun binatang?” celetuk Taemin, namun tak ada yang menanggapi. “Tempat yang tidak jauh, tidak mahal, dan menyenangkan?” ucap minho berfikir. “Kebun binatang?” celetuk Taemin dan masih tak ada tanggapan. “Musium?” saran Jinki. “Ahh itu bukan tempat liburan anak muda. Aku tak mau.” Jonghyun menanggapi. “Itu kan hanya saran” balas Jinki dengan suara memelas. “Kebun binatang?” Celetuk Taemin lagi, dan lagi lagi tak ada yang menanggapi. “HEYYY!! MENGAPA KALIAN TIDAK ADA YANG MENANGGAPI PERKATAAN KU?” rengek Taemin sambil berteriak. “Arraaa.. araa Taemin. Oke aku setuju dengan mu” jawab Hana cepat, hanya untuk menyenangkan hati Taemin. “Aku sih terserah kalian sajalah” ucap Minho “Aku juga” sambung ku. “Ahh baiklah.. aku kalah. Dasar magnae, kau tak jauh berbeda dengan adik ku.” Keluh Jonghyun. “Biar saja.. aku kan anak akselerasi, biar aku paling muda, namun aku yang paling pintar di kelas ini” sombong Taemin sambil tersenyum bangga.

Akhirnya tiba juga hari dimana kami akan pergi ke kebun binatang. Kami sudah membagi bagi tugas, aku diberikan tugas untuk membawa kamera, kebetulan mereka tahu bahwa aku suka fotografi. Aku bertugas mengabadikan gambar perjalanan kami dari awal hingga akhir. Jonghyun bertugas membantu Hana untuk mempersiapkan bekal untuk kami. Minho bertugas menulis perjalanan kami dari awal hingga ahir dalam bahasa Korea, karena Minho lah yang pernah mendapatkan pendidikan jurnalistik dari sekolah. Sedangkan Taemin bertugas untuk mempersiapkan kendaraan untuk  menuju ke kebun binatang.

Taemin berjanji menjemput ku sekitar jam 9 am, namun sekarang sudah hampir jam 10, ia terlamat. Karena sampai sekarang ia belum menampakan batang hidungnya, aku hanya menunggu di taman rumah ku dan ku buka pagarnya lebar lebar. “Ayo hyung!! Minhae aku terlambat menjemputmu. Kami sempat kesasar untuk menuju ke sini. Ayoo Ayoo” teriak taemin yang menguluarkan kepalanya dari dalam jendela mobilnya. “Arasseo.” Jawab ku sambil berlari kecil. “Ammaa.. aku berangkat. Pintu gerbangnya tak ku tutup.” Teriak ku dengan keras agar suara ku terdengar oleh amma yang ada di dalam rumah.

Saat aku baru duduk di dalam mobil aku mendengar suara yang sudah sangat ku kenali, “Onew!! Hey ternyata kau adalah teman dongsaeng ku ya? Dunia memang sempit.” “Key??” jawab ku. “Hey kalian saling mengenal, tapi mengapa kau memanggil jinki dengan nama Onew dan apa itu key?” potong Taemin. “Ia adalah teman di kelas vocal ku. Kami semua memang diberi nama panggung. Key adalah nama panggung ku dan Onew adalah nama panggungnya. Aku malah sebelumnya tak tau nama aslinya adalah Jinki” jelas Key. “Mwo? Kelas vocal? Aku tak tau kau mengambil kelas vocal.” Ucap Jonghyun terkejut. “Bahkan kau akan lebih terkejut jika tahu bahwa aku dan Jinki ada di dalam kelas dance yang sama! Dan ia sangat terampil” seru Minho. “Dan percayakah kau bahwa ia adalah murid nomer  1 di tempat les kami, ia adalah saingan terberat ku.” Tambah key. “Wah tak ku sangka, Jinki yang pendiam dan pemalu ini ternyata sangat berbakat”puji Hana. “Sudahlah, aku rasa kalian berlebihan. Jangan buat aku malu. Oke? Dan key, menyetir sajalah dengan baik” ucap ku sambil mulai memfoto keadan di dalam mobil.

Tak terasa sudah jam 2 pm. Kaki ku sudah mulai pegal mengitari kebun binatang ini. Aku heran mengapa Taemin masih saja bersemangat untuk melihat lebih banyak binatang lagi, sedangkan kami semua sudah tampah kelelahan. “Brukk..” tiba tiba saja Hana terjungkal, hal itu membuat kita semua terkejut. Kotak makan yang dipegangnyapun terjatuh. Karena aku adalah orang yang terdekat dari tempatnya terjatuh dengan refles aku mencoba membangunakannya dan membantunya berdiri. “Aahhh~ kaki kiri ku terasa sakit.” Ucap Hana saat aku membantunya berdiri. “Sepertinya ia terkilir. Mari kita mencari tempat beristirahat. Aku sudah mulai lapar”, kata minho sambil mengambil kotak makan yag terjatuh tadi. “Ahh kan aku sudah mengajak kalian beristirahat sejak tadi. Coba kalian menuruti aku.” Keluh Jonghyun. “Mianhe aku dari tadi memaksa kalian untuk terus berjalan. Mianhe Hana. Sebagai permintaan maaf aku yang membawakan tas mu Hana” ucap Taemin dengan wajah penuh sesal. “Nggak apa apa. Ini bukan salah mu Taemin. Ini salah ku yang berjalan kurang hati hati. Ayo cari tempat istirahat. Kaja.” Ucap Hana dengan senyum manisnya yang agak dipaksakan, karena rasa sakit di kakinya yang ia rasakan. “Hana, naiklah ke punggungku. Aku akan menggedong mu” ucap ku sambil berjongkok di depan Hana. Awalnya Hana terlihat ragu, namun ia akhirnya naik ke punggung ku juga.

Agak sulit mendapatkan tempat kosong untuk kami beristirahat, karena sekarang sedang liburan, jadi banyak sekali orang yang berkunjung ke sini. Ahirnya kami mendapatkan tempat untuk berisitarat setelah berkeliling.  Kami semua langsung menyerbu makanan yang sudah di persiapkan Hana dan Jonghyun sebelum kami berangkat. Karena keadaan Hana yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kaki Hana sudah agak membaik setelah mendapat pertolongan pertama dari minho. Minho mengurut kaki Hana dengan baik, karena ia sudah terbiasa menyembuhakan temannya yang sedang cedera jika sedang berlatih sepak bola.

Aku agak tertarik dengan Hana. Ia memiliki kepribadian yang bukan hanya menarik, tetapi cantik. Aku baru melihat ada Yeoja semacam ini. Bukan karena wajah cantiknya yang membuat ku tertarik. Tetapi karena kepribadiannya. Aku tidak bisa berhenti memandangi foto foto Hana yang ku ambil hari ini. Foto saat ia membantu anak kecil yang sedang tersesat, foto saat ia berlari mengejar balon seorang anak kecil yang terbang. Foto saat ia membantu membangunkan anak kecil yang tersandung. Semua fotonya penuh dengan senyam. Tutur bicaranya pun halus, tak pernah aku mendengarnya berbicara kasar. Bagiku ia sempurna.

Flas Back Mode Off

Sejak saat itu aku mulai menyukainya, dan kurasa kini lebih dari itu. Hubungan kami pun semakin dekat, tapi tidak terlalu dekat. Hanya selayaknya teman baik saja. Aku menghargai komitmennya, untuk tidak memiliki “hubungan” dengan laki kali manapun. Aku menghargai penilaiannya, menurutnya pacaran tidaklah berguna di masa masa sekolah, menganggap hal itu adalah sebuah penghambat akan prestasi belajar. Aku percaya akan komitmennya, karena hal itu terbukti saat ia menolak cinta Jonghyun sekitar satu tahun yang lalu. Hubungannya dengan Jonghyun semakin menjauh setelah Jonghyun menyatakan cintanya. Dua hal itulah yang membuat ku tetap menyimpan perasaan ku ini. Saat ini aku sudah cukup puas untuk menjadi teman baiknya.

☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺

“Yoboseo?” akhirnya Hana mengangkat telfon genggamnya. “Annyeong Hana. Emm.. apa kau ada acara malam mini? Engg kalo tidak, aku ingin mengajak mu untuk makan malam di pembukan restoran daging ayah ku.” Tanya ku agak gugup. Ini pertama kalinya aku mengajaknya pergi. “Siapa saja yang kau ajak?”, tanyanya. “Hanya kau.”, jawab ku singkat. “Mianhae, aku sudah ada janji makan malam untuk malam ini. Sudah dulu ya, aku sedang perawatan di salon. Flippp”, bunyi suara telfon terputus. “Makan malam? Dengan siapa Hana akan pergi? Dari suaranya aku tahu bahwa ia sedang sangat senang.” Ucap ku pada diri sendiri, sambil memandangi fotonya yang menjadi background layar hp ku. Ahh jangan berfikir negative, batin ku.

Ini adalah senin pagi yang sangat cerah dan aku sudah tak sabar melihat “yeoja pelangi pagi” ku. Tiba tiba Jonghyun datang sambil melempar tas dibelakang meja ku. Aku mendengar ia menggerutu, “Munafik.. sungguh munafik. Berarti benar apa yang ku lihat malam sabtu lalu di Hongdae”. “Hey, ini masih terlalu pagi. Jangan menggerutu sepagi ini”, perotes ku padanya. “Tak bisa. Aku sungguh kesal, terkejut, dan tak percaya. Ohh Hanaaa kau sungguh membuat ku marah”, ucap Jonghyun kesal. Dengan refleks aku menghadap kebelakang mendengar nama Hana disebut Jonghyun. “Hana? Ada apa dengannya?” tanya ku cepat. “Kau tak akan percaya dengan ucapan ku, bahkan aku sendiripun tidak. Tetapi ini nyata”, ucap Jonghyun frustasi. Aku hanya terdiam, dan akhirnya Jonghyun melanjutkan ceritanya,”Sabtu malam lalu, aku pergi ke Hongdae menemani adik ku untuk bertemu temannya, lalu tanpa sengaja aku melihat seorang yeoja yang mengenakan short dress pink. Ia bersama seorang namja, dan mereka sangat mesra. Aku melihatnya hanya sekilas. Aku sempat berfikir gadis itu mirip Hana, tetapi aku teringat akan komitmen Hana dan mengingat bahwa Hana benci warna pink dan benci Dress. Jadi ku fikir itu bukan dia. Namun pagi ini aku akhirnya sadar bahwa aku benar benar melihatnya di Hongdae. Pagi ini motorku kuparkirkan di depan parkiran mobil, aku tak sengaja melihat kearah mobil Minho, ia masih di dalam mobil dan sedang bercumbu dengan seorang yeoja. Karena aku penasaran, aku menunggu mereka keluar dari dalam mobil. Sungguh tak bisa dipercaya bahwa yeoja yang keluar dari dalam mobil Minho adalah Hana.” Hati ku bagaikan disambar petir mendengar penjelasan Jonghyun, tak mungkin. Tidak mungkin. Aku tidak akan percaya sebelum melihatnya sendiri. “Aku memang sudah tak mencintainya. Tapi aku sungguh kecewa. Hana tak seperti apa yang ku fikirkan selama ini. Ternyata ia munafik. Sungguh munaa.. fik..”, ucapan Jonghyun terbata di bagian akhir saat menoleh ke arah pintu.

“Haaa..na? Sejak kapan kau berdiri disana?” tanya Jonghyun gugup. “Sudah cukup lama untuk mendengar penilaian mu tentang diri ku”, jawab Hana lirih. Hana berbalik badan lalu berlari sambil mengusap pipinya yang basah. Entah mengapa aku mengikuti Hana berlari. Tidak cukup sulit untuk mengejar Hana berlari, namun aku sengaja tetap berlari di belakangnya. Aku ingin tahu tempat mana yang akan ia tuju saat ia sedang bersedih. Ia berbelok diujung lorong, jalan yang Hana ambil adalah kalan menju lapangan basket. Ketika aku sudah berbelok ke lapangan di ujung lorong, tiba tiba kaki ku terasa terpaku. Aku sangat amat terkejut dengan apa yang ku lihat, dan hati ku terasa sangat perih. Hana sedang menangis di pelukan Minho. Minho yang terlihat bingung hanya membalas pelukan Hana dan mengelus rambut panjang Hana.

Dengan cepat aku bersembunyi dibalik dinding lorong. Aku sebelumnya tidak percaya dengan ucapan Jonghyun, namun sekarang sudah tak ada hal yang membuatku tidak percaya lagi, aku sudah melihatnya sendiri. “Cagiya, ada apa dengan mu? Berhentilah menangis dan ceritakan pada ku?”, suara minho  terdengar dari balik dinding. “Apa akuu salah menerima cinta mu? Memang mungkin aku memiliki janji untuk tidak berpacaran selama aku masih bersekolah, aku tahu aku melanggar janji ku sendiri. Namun perasaan ku sudah tak dapat ku bendung lagi saat kau menyatakan cinta mu satu bulan yang lalu, karena aku juga memiliki perasaan yang sama dengan mu sejak pesta Natal tahun lalu. Apa hanya karena itu aku pantas disebut manusia munafik?”, jelas Hana sambil terisak.

Kupaksakan kaki ku untuk berjalan. Aku harus pergi dari sini, sebelum salah satu diantara mereka menyadari kehadiranku, batin ku. Aku hanya berjalan tanpa memiliki tujuan, ternyata kaki ku berhenti di taman belakang. Aku duduk dibawah pohon cemara yang rindang. Udara pagi masih terasa sejuk, tetapi aku merasa pernapasan ku tercekik, seakan akan udara bumi hamper habis. Ku senderkan punggung dan kepalaku di batang pohon cemara, memang terasa tak nyaman, namun aku tak kuat mengangkat kepalaku sendiri. Kepalaku sangat berat memikirkan Hana.

“Tidak. Tidak boleh. Lelaki itu kuat. Aku kuat. Aku takan menangis.” Ucapku lantang sambil berusaha berdiri tegak. Kupaksan udara masuk ke rongga rongga pernapasan ku hingga tak ada ruang yang tersisa, lalu ku hembuskan dari mulut keras keras. Hal ini memang  tidak menghilangkan rasa sakit hati ku masih terasa sakit, namun setidaknya ini sedikit membantu.

Hari ini aku sama sekali tidak berkonsentarsi, aku tidak benar benar memperhatikan guru yang mengajar. Aku hanya melamun tak jelas dan mencoret coret buku catatan ku.. Tiba tiba aku merasa Jonghun mendorong punggung ku dari belakang, karena merasa terganggu aku membentaknya, “Apa yang kau lakukan? Jangan mengganggu.” “kyaa.. seharusnya kau yang mendapatkan pertanyan sedang melakaukan apa?!! Aku dari tadi memanggil nama mu untuk membaca halaman 136. Tapi sepertinya kau sedang sibuk melakukan sesuatu, sehingga tak mendengar panggilanku. Apa yang kau lakukan?”, bentak Mr. Jung, guru sejarah Korea ku. Dengan gelagapan aku menjawab, ”mencatat penjelas anda Mr. Jung.” “Bohong. Aku tak percaya. Bawa buku tulismu ke depan dan bacakan apa yang kau tulis, sekarang juga!”, perintah Mr. Jung “Tidakkk. Maakan aku Mr. Jung. Aku berjanji tidak akan mengulanginya”, aku membantah perintahnya, sambil menutup buku catatanku. “Aku akan memaafkan mu setelah kau membacakannya di depan. Cepat!!”, bentaknya lagi. “Apa kau tak mau? Beraninya!!! Jonghyun, ambil buku catatan Jinki, dan bacakan apa yang ditulisnya di depan!”, perintah Mr. Jung kepada Jonghyun. Jonghyun pun beranjak ke samping meja ku untuk mengambil buku catatanku. Ku pegang buku catatanku erat erat, namun perlawanan ku sia sia, akhirnya Jonghyun dapat mengambil buku catatanku. “Mianhae”, bisik Jonghyun.


☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺TO BE CONTINUE☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺

20 thoughts on “Love Sick (1 of 2)”

  1. ooohhh….
    jinjja??
    hana i2 sbnr.a gadis baik atau bukan sh??aq msh bingung….
    =.=’a mian,,skrg lgi babo.a minta ampuuuunn sampe gak ketulungan :p

    tapi,,sejauh ygQ ngerti…
    crta.a~Daebak!!!

    1. sebenarnya sih dia baik banget. tapi yang namanya anak muda sedang mengalami masa kelabilan tanpa pendirian. ini sebenarnya kisah nyata yang didramatisir dari aslinya. nahhh hana adalah sosok teman ku. makasih udah di komentarin chingu^^

  2. Hana bimbang yaa sama prinsip dan perasaannya??
    hahaaa~
    ABG jaman sekarang emang bgitu,,!!
    kemaren dy ngomong GAK MAU PACARAN,,!!
    tapi,, giliran cowok yg dy suka nembak,, eehh malah nglanggar prinsip-nya,,!!
    ckck~
    masa remaja itu indah + membingungkan yaa ??
    **ngomong apa siih??**
    Next Part jangan lama-lama yaa post-nya,,!!
    Lanjutkan!!

    1. bener bener… ABG itu gampang banget berubah fikiran. gak punya pendirian, entar ngomong A enar ngomong B, gampang tergoda pendiriannya. (ngomentarin ABG, berasa bukan ABG aja gue) sakit kan kalo jadi temennya yang suka sama cowok yang sama.. hiksss..
      part 2 nya tergantung dari adminnya nerbitinnya kapan. soalnya udah ku kirim bareng yang part 1, tapi aku minta buat di kasih jeda penerbitan.

    1. hahaa iya kasian sebenarnya. gue make karakter Onew soalnya mukanya pas aja dapet karakter semacam ini^^
      baca pat 2 nya ya chingu…

    1. aduh mudah mudahan gak kecewa sama lanjutannya deh. takut deh pada kecewa karena ceritanya gak seperti yang para pembaca mau…

  3. huaaa,, my lovely Onew. Kessiaan, sini ama aku ajah oppa! Kekekeke

    Crita yg mnarik, apa Hana bkalin cinta yah nntiny ama Onew oppa? Aku harap iya, wlwpun skit hti. Hikhss

  4. Hana gak punya pendirian !!
    Aku gak suka chara yeoja disini :p soalnya beneran munafik /duak
    mian , aku hanya menyuarakan (?) pkiranku .
    Wkwkwk
    *digampar gara22 komen geje*

    anyway busway , ceritanya bagus 😀 menariik , bikin penasaran 😀 cuma ada beberapa miss spell sih 😄 wkwk
    part 2nya jangan sampe ada miss spell ya /plak *reader banyak maunya*
    aku suka kok ma ff ini . Sip sip (?) *geje* /plak

    lanjuutt author ! Aku menunggu dengan setia (?) wkwkw 😀

    ma’f ni jadi komen kepanjangan 😄

    1. hhaahaa maaf ya banyak miss spell nya. pembaca yang teliti ini. gak papa kok chingu mau komntar apa aja. kebebasan berpendapat. selo aja chingu mau komntar lebih panjang lagi juga bolehh… seneng deh baca komntarnyaa.. buat ff selanjutnya ku usahain gak ada miss spell lagi. catatan tuntuk ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s