Somebody, Please Stop the Time [part 2 of 2]

AUTHOR: andri (maknae SSFF)

CAST: Mei eonni as Lee Hyunmei

Cho Kyuhyun

Lee Eunji

OTHER CAST: You can see by yourself later ^^

GENRE: Romance, Friendship

TYPE: Continue

LENGTH: 1 of 2

SUMMARY: Triangle Love (Cuma itu doang summarynya -.-)

DISCLAIMER: This FF is MINE! But Kyuhyun and the other cast is belongs to God! Don’t Bash please… ^^

Ini FF aku buatin khusus untuk Mei eonni~ hehe ^^ semoga suka ya eon , mianhe klo jelek -.- Happy Read all~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Cho Kyuhyun PoV~

-keesokan harinya, sepulang sekolah-

“Eunji, tunggu aku di gerbang sekolah ya? Aku mau mengambil tas dulu,” ucapku.

Eunji mengangguk sambil tersenyum. Aku melambai dan langsung berlari ke kelas. Disana, kulihat Mei yang sedang merapikan barang-barangna.

“Mei~! Syukur saja kau masih disini,” gumamku, Mei menoleh.”What’s up?” tanyanya.

“Aku membawakan ini untukmu, kau suka keroro kan? Jadi aku mengambilnya,” ujarku.

Mei menerima boneka itu.”Dasar~! Apa boleh buat, kuterima deh~”

Aku mengelus rambut Mei, lalu menjulurkan lidah.”Wajahmu persis kaya’ boneka,” ucapku.

“Kyu… saranghaeyo.”

Aku terdiam.”Aku tahu… saat kelas 6 SD, kau ingin mengatakannya bukan? Aku tahu, tetapi aku sudah menetapkan perasaanku. Aku gak bisa mengkhianati Eunji, jangan berharap banyak dariku.”

Aku meninggalkan Mei dengan langkah berat. Hatiku sangat sakit, tertekan saat mengatakan hal itu padanya.

~End of PoV~

~Lee Hyunmei PoV~

Aku harus menyatakan perasaanku. Katakan sekarang, atau tidak selamanya. Ayo Mei, kau harus memilih. Kyu ada di depanmu sekarang, katakanlah!

“Kyu… saranghaeyo,” ucapku, sambil memainkan boneka keroro itu ditanganku. Aku gugup sekali sampai tidak dapat menatapnya. Aku tahu, aku salah karena telah menyatakan perasaanku pada Kyuhyun saat dia masih bersama Eunji… tetapi aku juga tak mungkin menahan perasaan ini.

“Aku tahu… saat kelas 6 SD, kau ingin mengatakannya bukan? Aku tahu, tetapi aku sudah menetapkan perasaanku. Aku gak bisa mengkhianati Eunji, jangan berharap banyak dariku,” ucap Kyu, dingin. Cukup untuk menghancurkan hatiku.

Aku duduk di salah satu kursi, memeluk boneka itu dengan erat, menangis. Kumohon, seseorang hentikanlah waktu, agar aku tetap bersama Kyuhyun selamanya. Aku sangat menyukaimu Kyu, tetapi hanya perasaanku yang tidak berubah…

_Somebody, Please Stop the Time_

Dua bulan setelah kejadian itu, waktu pun terus berjalan. Namun hatiku tetap berhenti di hari itu.

Training camp? Di sekolah?” tanyaku.

“Ne, untuk mempererat hubungan persahabatan dengan SMA tetangga. Kita juga akan main dodge ball! Tahun lalu kita kalah siih…”

“Tahun ini kami, kakak kelas, mengharapkan kalian berdua, Kyuhyun, Hyunmei…”

“Mwo? Nae?” tanyaku, sambil menunjuk diriku sendiri.

“Arasseo~! Serahkan saja pada kami, sunbaenim~!” seru Kyu bersemangat, sambil menggenggam tanganku, meninju udara kosong.

“Ya  kan?” tanya Kyu padaku.

“Er, eh… ya,” jawabku, pelan.

“Hei, Eunji~ cari Kyuhyun ya?”

Aku langsung menarik tanganku dari genggaman Kyu. Tidak lagi menatap wajah tanpa dosa yang sudah melukai hatiku. Aku tahu, walau pahit… aku dan Kyu harus bertemu setiap hari.

-Hari Minggu, training camp-

“Oi, Kyuhyun~! Kau sehat? Tahun ini pun, kami pasti menang!” seru seorang namja.

Kyu tersenyum evil.”Tahun ini kami gak akan kalah, Key! Kerahkan seluruh tenagamu,” sahut Kyu, lalu memeletkan lidah.

“Ada apa dengan mereka berdua?” tanyaku.

“Katanya sih, mereka rival sejak SMP, itu yang kutahu dari teman sekelas sih,” jawab Amber.

“Oh, begitu…,” gumamku.

-Pertandingan dodge ball

Aku menahan lemparan keras dari namja yang bernama Key. Aku mendengus, perasaan Key ini selalu mengincarku deh… karena sebal, aku melempar bola itu sekuat tenaga sampai…

“Kim Kibum, out!

“Aigooo~ Mei keren!!”

Aku tersenyum lebar, sementara Kyu mengacungkan ibu jarinya kearahku.

Peace!” aku mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahku membentuk huruf “V”.

Key merengut kesal.”Kau membuatku keluar lapangan? Berani juga,” ucapnya. Key mengambil bola, lalu melemparnya kepadaku (Key jahat -.-).”Kubalas kau~!”

Aku melindungi wajahku dengan kedua tangan. Habislah aku…

“Ya~! Key! Kau tahu kan kalau kau sedang main bersama yeoja? Dia bukan tandingan lemparan kerasmu ini! Babo saram~” cerocos Kyu.

“Ah…” desahku. Jadi teringat masa lalu, saat main dodge ball di SD…

“Hal semacam ini sering terjadi di SD, aku jadi terkenang,” ucap Kyu, lalu tersenyum padaku.

Pikiran kami… sama?

-selesai permainan dodge ball-

“Hebat! Kita menang mudah!”

“Kita harus menang di lomba berikutnya!”

“Lomba berikutnya apa?” tanyaku.

“Ehhh… lomba nyanyi,” jawab Krystal.”Yaaa~! jangan bilang kau tidak bisa menyanyi?!” tanya Krystal, membulatkan matanya.

“Aniyo! Aku bisa kok! Suaraku bahkan lebih bagus daripada kau,” jawabku, dengan entengnya.

Krystal menghela nafas, lalu menggeleng.”Pe-de syndrome milik Mei mulai keluar deh~”

“Ayo, semua! Kita lanjutkan di gedung olahraga!” seru Kyu semangat.

Saat melangkah, kurasakan kaki kananku nyeri. Aigo~ apa terkilir ya? Aku meringis kecil, lalu memaksakan diriku berjalan menuju gedung olahraga.

-Gedung olahraga Shinwa high school

Aigoo~ kakiku sakit sekali! Meii… kenapa kau babo sekali sih? sampai terkilir begini, rutukku dalam hati.

Kurasakan tanganku ditarik dan di letakkan melingkar di pinggang Kyuhyun.

“Kakimu terkilir saat main dodge ball, kan? Sudahlah, aku akan menopangmu,” ujar Kyuhyun.

Aku meringis,”haha… ketahuan deh~”

“Tentu saja,” ucap Kyu, lalu memeletkan lidahnya.

“Go… gomawo,” kataku. Kurasakan jantungku berdegup kencang sekali. Aku memejamkan mata, berusaha mengurangi rasa gugupku, tapi mustahil~

“Dasar~ jangan menahan diri sampai jantungmu berdegup kencang begitu, babo,” gumam Kyu. Blush~! Dasar Kyu! Sekarang wajahku memanas karena kata-katanya.

~End of PoV~

-Di tribun penonton-

~Lee Eunji PoV~

“Ada apa dengan mereka berdua? Lucu sekali!” ujar Key,”apa salah satu dari mereka akan pindah ke sekolah kita?” tanyanya pada teman-temannya, lalu tertawa.

“Ah…” apa yang mereka lakukan? Aku menggigit bibirku keras.

“Eunji, are you alright?” tanya Key, khawatir.

“Eh, ne… aku tidak apa-apa,” jawabku.

-Selesai pertandingan, di UKS-

Aku berhenti di depan UKS, kulihat Hyunmei sendirian, mengoleskan sesuatu pada kakinya yang terkilir. Dengan perlahan aku membuka pintu UKS.

“Eunji? Hai,” sapa Mei, ringan. Dia bersikap seakan-akan tidak ada yang terjadi.

“Jangan akrab dengan Kyuhyun!” seruku, amarahku meledak.

“M-mwo?” tanya Mei, raut wajahnya berubah.

“Apa kau bersikap seakrab itu… untuk memisahkan kami?” tanyaku.

“Eh…? Aku bukan bermaksud—“

“Kalau begitu… kalau begitu kenapa kau diperlakukan selembut itu dan merasa gembira setelah mendapat boneka darinya, seperti apa yang kurasakan?!” tanyaku.

~End of PoV~

~Lee Hyunmei PoV~

““Kalau begitu… kalau begitu kenapa kau diperlakukan selembut itu dan merasa gembira setelah mendapat boneka darinya, seperti apa yang kurasakan?!” tanya Eunji. Darahku seakan membeku. Jadi Eunji tahu soal boneka itu… dan soal aku menyatakan perasaanku pada Kyu?

“Aku bukan bermaksud seperti itu… lagipula, Kyu sudah menolakku, maka…,” aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. Bukan… bukan… yang kukatakan itu bohong…

“Padahal saat aku berdua dengan Kyuhyun, kau merasa segan dan tidak mendekatinya. Tapi saat kami berpisah, kau akrab dengannya secara diam-diam! Sikapmu rendahan sekali!” seru Eunji, air mata bergulir di pipinya. Membuatku semakin merasa bersalah.

“Kenapa… sekarang kau satu sekolah dengan kami?!”

Eunji berbalik dan membuka pintu UKS.”Aku… aku tidak ingin bertemu dengan Mei!” ucapnya dingin, lalu meninggalkan ruangan itu.

Aku menekuk wajahku dan menangis. Aku tak bisa menyangkal semuanya, bahwa aku menyukai Kyu dan berharap Kyu akan berpisah dengan Eunji. Sebenarnya perasaanku yang terhenti mengharapkan hal itu terjadi….

~End of PoV~

-Koridor sekolah-

~Author PoV~

“Mei? Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun, lalu memegang tangan Hyunmei. Hyunmei mengibaskan tangannya tanpa menatap Kyuhyun.”Sikapmu ini… membuatku berharap padamu, jadi hentikanlah, Kyu!” seru Hyunmei, lalu memeletkan lidahnya. Menahan tangisnya.

“Karena tidak boleh membuatmu berharap padaku, jadi tidak boleh bersikap baik?” tanya Kyuhyun, nada suaranya putus asa.

“Jelas tidak boleh,” jawab Hyunmei, lalu berjalan menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun kembali menarik tangan Hyunmei.”Buatlah aku cemas!” pinta Kyuhyun, sambil memegang pipi Hyunmei.

Hyunmei menggeleng keras, lalu berlari meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada dinding koridor.

“Kenapa… kenapa sekarang aku bersikap seperti ini sih?” gumam Kyuhyun, lalu mengacak-acak rambutnya, frustasi. Jika seperti ini maka aku akan melukai Eunji dan Mei, pikir Kyuhyun.

“Obrolan kalian berat ya? Seperti habis memakan parfait ukuran jumbo,” ucap Key, yang berjalan kearah Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun, mengerutkan dahinya.

“Ah~ aniyo. Oh ya… aku punya berita bagus deh,” ujar Key.

_Somebody, Please Stop the Time_

-Keesokan harinya, ruang guru-

“Songsaenim, kumohon… kudengar disini ada sistem pertukaran pelajar dengan sekolah sahabat,” ucap Hyunmei. Ia mendengar hal itu dari Key.

“Tapi tidak bisa secepat itu. Lagipula, kenapa kau begitu ingin pindah? Prestasimu disini sangat bagus. Apa ada sesuatu yang mengganjal?”

“Aku… punya alasan sendiri untuk pindah,” jawab Hyunmei.

Terdengar suara pintu ruang guru terbuka, Hyunmei menoleh untuk melihat siapa yang masuk. Ternyata Kyuhyun.

“Er… kalau begitu aku permisi, songsaenim,” ucap Hyunmei, lalu keluar dari ruang guru.

“Mei!” panggil Kyuhyun, menahan langkah Hyunmei.

“Ada apa, Kyu?” tanya Hyunmei.

“Kenapa kau ingin pindah?!” Kyuhyun balik bertanya.

“Tunggu dulu, Kyu—“

“Apa alasanmu?!” desak Kyuhyun, frustasi.

Hyunmei terdiam. Kyuhyun mendesah,”Entah… entah apa jadinya jika Mei tidak ada disini!”

~End of PoV~

~Lee Hyunmei PoV~

”Entah… entah apa jadinya jika Mei tidak ada disini!”

Aku mendesah pelan. Yang benar saja…

“Kan ada Eunji?” tanyaku, mencoba bersikap kasual.

Kyu terdiam, lalu berkata,”Benar… saat itu, Eunji terus berkata bahwa ia menyukaiku, padahal aku memikirkanmu. Tapi aku tidak bisa membuat Eunji menangis, sehingga aku harus menjaganya.”

Tetapi kau bisa membuatku menangis, Kyu.

“Saat kita berpisah selama 3 tahun, perasaanku padamu terhapus. Tetapi kita bertemu lagi,  aku tahu… aku paling bisa bersikap wajar saat bersamamu, tetapi di sisiku ada Eunji. Aku tidak bisa mengkhianatinya. Makanya aku berusaha menekan perasaanku,” ucap Kyu, raut wajahnya putus asa.

Kyu menarik tanganku, dan meletakkannya di dadanya.”Tapi, semakin aku berusaha menekan perasaanku, aku semakin tidak bisa menghentikannya,” ujarnya.

“Aku… aku tidak bisa merelakanmu, Kyu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Tapi aku tahu, aku tidak boleh seperti itu. Karena itu aku ingin pergi, karena aku menyukaimu!” seruku, lalu mendorong Kyu menjauh. Tapi Kyu memelukku.

“Jangan… kumohon jangan pergi,” bisik Kyu di telingaku.

Kata-kata yang kejam dan penuh dosa itu, kembali menghentikan perasaanku pada Kyu saat dia mengatakan tidak suka padaku…

“Kalau… kalau begitu, kau mau membalas perasaanku? Aku kan… menyukaimu,” ucapku.

Kyu melepaskan pelukannya.”Maaf, aku tidak bisa mengkhianati Eunji.”

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

-Keesokan harinya-

~Cho Kyuhyun PoV~

I’am Key! Yang pindah ke kelas sebelah!” seru Key bersemangat.

“Baguslah,” gumamku. Dimana Mei? Kenapa dia belum muncul juga? Sebentar lagi bel masuk berbunyi. Kurasakan Eunji memandangku penasaran, tetapi aku menghiraukannya.

“Kenapa kau tidak bersemangat, Kyu? Apa karena aku sekelas dengan Eunji?” goda Key.

Aku mendengus pelan.

“Ah, Mei! Kau hampir telat!”

“Ahahaha,” kudengar tawa Mei,”aku kesiangan~”

Aku langsung menghela nafas lega. Dia masuk! Syukurlah~

~End of PoV~

~Kim Kibum (Key) PoV~

Saat melihat Hyunmei datang, Kyu langsung menghela nafas lega. Aku sangat terkejut melihat reaksinya. Apa… Kyu menyukai Mei?

“Hei, Eunji~ ayo kembali ke kelas!” ajakku.

“Eh? Ya baiklah,” jawab Eunji, agak canggung.

“Kyu! Nanti saat istirahat, aku akan kembali lagi bersama Eunji!” seruku.

-Koridor sekolah-

“Hei, Eunji?” panggilku.

“Ne?” jawab Eunji.

“Kau itu yeojachingunya Kyu kan? Jadi, Hyunmei bukan yeojachingunya?” tanyaku.

Eunji hanya tersenyum kecil.

“Kenapa Kyu sama sekali tidak peduli dengan Mei yang seperti itu ya?” ujarku, sama sekali tidak memperhatikan perubahan raut wajah Eunji.

“Entah… entahlah,” ucap Eunji pelan.

Aku menatapnya.”Wae? Kau… tersinggung dengan ucapanku ya?” tanyaku, waswas. Kumohon, Tuhan! Jangan biarkan dia membenciku.

“Ah, aniyo~ aku hanya… berpikir hal yang sama denganmu,’kenapa Kyu tidak peduli dengan Mei yang seperti itu?’ kurasa memang perlu dipertanyakan,” jawabnya, kurasa dia jujur.

“Lalu… akankah kau melepaskan Kyu?” tanyaku.

Eunji menggeleng.

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

~Lee Eunji PoV~

“Kyu, double date yuk?” ajak Key. Aku menoleh kearah Key dengan pandangan heran. Mei yang ada disana juga memandang Key dengan tatapan yang sama.

Double date? Kau mau pergi dengan siapa?” tanya Kyu, mengerutkan dahinya.

“Aku dengan Eunji,” jawab Key, mantap.

“Mwo?! Kau… kau dengan Eunji?” tanya Kyu, lalu menatapku.

“Eh, aku sih… fine saja,” ucapku, asal.

“Serius? Lalu aku?” tanya Kyu.

“Dengan Mei,” jawabku dan Key bersamaan.

“Mwo?!” tanya Mei dan Kyu, keras.

Rahang Kyu mengeras. Dia terdiam sambil menatapku dengan tatapan ada-apa-sebenarnya? Tetapi aku pura-pura tidak melihatnya.

“Eun… kau bercanda kan?” tanya Kyu.

Aku menggeleng dan aku yakin, gelengan kepalaku memperburuk suasana. Kyu memandangku putus asa, berusaha mendapatkan jawaban. Usahamu menyia-nyiakan tenaga, Kyu. Aku tak akan memberitahumu.

“Jadi bagaimana?” tanya Key, tenang, seolah tak terjadi apa-apa.

“Baiklah, double date hari sabtu, di taman bermain biasa, jam 4 sore,” jawab Mei, sengit.

“Sudah jelas kan? Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, I’m excited,” gumam Key, lalu dia menghampiriku. Dia menatapku, expressionless, lalu mengelus puncak kepalaku lembut.

“Aku akan menjemputmu besok,” ucapnya.

Aku mengangguk pelan,”gomawo, Key…”

~End of PoV~

_Somebody, Please Stop the Time_

-Hari Sabtu, jam 4 Sore-

~Lee Hyunmei PoV~

“Dimana mereka?” tanya Kyu.

“Entahlah,” jawabku. Aku menatap Kyu, sorot matanya… tidak menunjukkan sarat kekhawatiran yang mendalam, terhadap apa yang sedang Eunji lakukan sekarang, bersama Key, di bonceng dan…

“Mianhae, apa kalian lama menunggu?” tanya Key, yang datang sambil menggenggam tangan Eunji. Nafas Eunji tersengal-sengal. Aku ingat, Eunji tidak boleh terlalu capek, atau dia akan pingsan. Kudengar… dia anak yang rentan terhadap penyakit. Seperti kulit bayi yang mudah robek dan terluka.

“Eunji-ah, gwenchanayo?” tanyaku, entah apa yang kupikirkan sampai aku bertanya seperti itu pada orang yang pernah membentakku.

“Gwenchana,” jawabnya, pelan. Hanya satu kata itu saja, dia susah payah mengucapkannya.

“Eunji-ah, kau capek? Apa kita tidak usah melanjutkan double date ini?” tanya Key, dia terlihat khawatir. Tunggu… apa Key menyukai Eunji?! Omo~

“Andwae! Kita lanjutkan saja,” jawab Eunji.

Setelah beberapa lama berdebat, akhirnya kami setuju untuk melanjutkan double date ini. Taukah kalian tujuan pertama kami? Labyrinth.

“Kau yakin?” tanya Kyu pada Eunji.

“Ya, sangat yakin,” jawabnya, cukup lantang untuk yeoja yang kelihatan rapuh sepertinya.

“Baiklah~”

Aku menghela nafas pelan, lalu berjalan memasuki labyrinth itu. Kupikirkan lagi kata-kata Eunji yang aku “iya”kan dengan babonya. “Bagaimana kalau kita buat sedikit tantangan? Sebelum jam lima harus menemukan couple sendiri, yang lebih cepat menemukan, diperbolehkan meminta sesuatu dari couplenya, saat itu juga.”

Yang sekarang kupikirkan adalah, akankah aku dapat menemukan Kyu sebelum dia menemukanku? Karena ada sesuatu yang ingin kuminta darinya. Dan jawabannya adalah, aku bisa! Kyu hanya beberapa meter dihadapanku, terlihat sedikit bingung dengan labyrinth ini.

“Kyu! Aku menemukanmu!” seruku, lalu menepuk pundaknya.

“Yaa~! Kau mendahuluiku,” ucapnya, lalu menggelengkan kepalanya, tidak percaya akan dikalahkan olehku. Ekspresinya selalu membuatku terhibur…

“Baiklah, apa permintaanmu?” tanya Kyu, lembut.

“Cium aku, jika aku tidak bisa memilikimu, maka ciumlah aku, untuk pertama dan terakhir kalinya,” jawabku lancar. Ouh Shit! Bukan ini yang ingin kuminta! Kenapa aku malah mengatakannya?

“Baiklah,” Kyu menyanggupi permintaanku. Dia menarik pinggangku dan melumat bibirku.

~End of PoV~

~Lee Eunji PoV~

Aku melihatnya. Ya, aku melihat kejadian itu dengan jelas. Kyuhyun mencium Hyunmei. Oh Tuhan… aku menyesal telah melihatnya.

Perlahan, air mata turun membasahi pipiku. Pahit memang, tetapi… inilah yang dirasakan Hyunmei, 3 tahun yang lalu, saat melihatku bersama Kyu.

“Jangan… kumohon, jangan melihatnya,” ucap seseorang di belakangku.

Aku bergeming. Aku tetap menangis sambil menatap dua orang di kejauhan itu, sampai tanganku ditarik. Aku menunduk, menyembunyikan air mataku.

“Eunji-ah, kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku,” ucap Key, lembut.

“Waeyo ige?” tanyaku, suaraku terdengar serak.

“Karena akulah yang mengerti dirimu, bukan Kyuhyun,” jawab Key.

“Tapi—“ Key meletakkan jari telunjuknya di bibirku.”Ssst… you don’t believe me? Bagaimana caranya agar kau percaya padaku?” tanyanya.

Aku menyingkirkan tangannya.”Buat aku melupakan Kyuhyun,” jawabku, lalu memeluknya erat. Hangat. Kehangatan seperti ini tidak pernah kudapatkan dari Kyuhyun. Apa karena dia melakukannya… karena ingin membuatku senang?

“Gomawoyo, Key-ah… you change everything,” ucapku.

_Somebody, Please Stop the Time_

-Di salah satu café, di taman ria, jam 5.30 sore-

“Eunji, ada yang ingin kubicarakan denganmu,” ucap Kyu padaku, aku yang sedang mengaduk-aduk milkshake-ku, mendongak.”Mwo?” tanyaku, polos.

Key dan Mei terlihat sedang mendebatkan sesuatu di meja sebelah, jadi mereka pasti tidak akan mendengar apa yang aku dan Kyu bicarakan.

“Boleh aku memulai duluan?” tanyaku.

“Eh? Kau ingin mengatakan sesuatu?” Kyu duduk di hadapanku, lalu menatapku, bersiap mendengarkanku.

“Aku kecewa,” ucapku, menghela nafas keras, lalu melanjutkan,”padamu yang mengkhianati hubungan kita. Tapi…” aku tersenyum pada Kyu,”aku yakin, she’s much better than me.”

“Eunji… apa kau—?“

Aku mengangkat kedua tanganku, berharap dia tidak membicarakan hal itu, dan dia mengerti.

“Aku rasa, sudah banyak kebaikan yang kau berikan untukku dan kurasa itu cukup untukku. Aku sangat menghargai perasaan simpatimu padaku,” ucapku,”aku ingin kita menyudahi hubungan ini, gomawo, Kyu.”

“Eunji… gomawo sudah mau mengerti perasaanku,” ujar Kyu, dia menggenggam tanganku. Aku tersenyum.

“Yaa~! Kyuhyun!” seru Key.

“Mwo?” tanya Kyu.

“Jangan pegang-pegang yeojaku,” sergah Key, aku menatapnya tajam,”err… maksudnya, calon yeojachinguku,” tambah Key. Aku tersenyum menahan tawa. Dasar Key, apa saja bisa di lakukannya untuk mengubah mood orang lain.

“Yah~ kami akan meninggalkan kalian berdua,” ucapku, lalu menarik tangan Key keluar dari café tersebut.

“Yaa~! Kau bilang apa pada Kyu?” tanya Key.

“Minta putus,” jawabku, singkat. Sudah tak ada beban lagi dalam pikiranku, I’m Free~ ^^

“Jadi, sekarang aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, jauh lebih cinta daripada cintamu pada Kyuhyun,” ujar Key, sumringah.

“Coba saja,” ucapku, lalu memeletkan lidah.

~End of PoV~

~Lee Hyunmei PoV~

“Yaa! Apa yang kau bicarakan dengan Eunji? Kalian putus? Wae?” aku membombardir Kyu dengan pertanyaanku.

“Yah~ karena aku mencintaimu dan tidak bisa melupakanmu,” jawab Kyu, tanpa beban. Orang ini… santai sekali!

“Lalu?! Apa Eunji tidak marah?!” tanyaku (lagi).

“Err… nope,” jawab Kyu.

“Sekarang bagaimana?” aku menunduk, suaraku menjadi sangat pelan.

Would you be my girlfriend?

Aku memalingkan wajah.”Aku tidak mau,” jawabku,”tidak mau kehilangan seorang Cho Kyuhyun untuk kedua kalinya.”

“Tidak akan, I promise.”

“Aku pegang janjimu, Cho Kyuhyun,” gumamku.

“Ada satu kata yang tak pernah kuucapkan padamu kan?” ujar Kyu.

“Mwo?”

Saranghaeyo,” bisik Kyu ditelingaku. Terdengar amat manis dan aku menyukainya. Untuk sekarang dan selamanya, dirinya, kata-katanya, suaranya adalah milikku

Kyuhyun will be always by my side

I always thinking about him

Dreaming about him

Talking about him

That’s why we’ll always connected

He’s always thinking about me, even if I’m away

And now, time will start again for me and him

THE END~

Akhirnyaa~ selesai juga ni ff. panjang banget ya? Wkwkwk, sabar ya~ ini hampir 2 kali yang kemaren😄 jangan bosen baca ff aye ya~

Mian lama di publis, soalnya dari hari rabu kemaren aye sakit >.< ngga bisa ngapa-ngapain alias drop banget~ jadi, fakta tuh kalo Eunji tu rentan terhadap penyakit :p anyway, di koment ya! Satuu komen aja berharga banget dh buat aku😀

12 thoughts on “Somebody, Please Stop the Time [part 2 of 2]”

  1. hahahhaha kyyyyuuuuu~~~~~ >< *peluk kyu* andri saeng gomawo ya ff nya😀
    hehehe onnie gak bisa ngmgn apa2 lagi kekekek~ onnie yg tadinya lg bad mood baca ff ni jd gak bad mood lagi😀 hehehe ggooommaawooooo~~~~ :*

  2. “kyu melumat bibirku” (kutip dikit dari ff) kkkk~ Ih andri bahasanya xD sumpah ini rasanya kayak agak NC #koplak
    tapi akhirnya semua berakhir happy ending! *tepuk kaki~ (?)
    *komen gaje-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s