Bamboo Forest |Trailer|

AUTHOR: andri (maknae SSFF)

CAST: Lee Eunji (author), Cho Kyuhyun.

OTHER CAST: The rest of Super Junior member (plus Zhoumi and Henry), Jung Yuuri (OCs), Han Yoonra (OCs), Choi Hyunri (OCs)

RATE: PG13 – PG15 (soalnya ntar ada adegan bunuh bunuhan :D)

TYPE: Continue

LENGTH: Trailer, 1 – ?

GENRE: Horror, Angst, Dark

DISCLAIMER: Only own the plot~

Annyeong haseyo yeorobuun~ kali ini aku ngpost ff yang horror . ini baru prolog sih, kalo banyak yang minat ya aku lanjutin , kalo ngga ya males deh aku lanjutin 😄 met baca 😀

 

^^^^^

 

~Lee Eunji PoV~

“Eunji! Kau sudah buat artikel tentang ini?!”

“Eunji! Jangan dengarkan dia! Kau harus buat berita tentang ini!”

“Hei, Eunji! Berhentilah melamun! Kerjakan ini!”

Aku menutup telingaku dengan kedua tanganku dan berteriak,”DIAM!!”

Kontan semua orang terdiam mendengar teriakanku. Orang-orang yang menyodorkan setumpuk kertas padaku seakan-akan berhenti bergerak. Aku membanting tasku di meja.

“Ya~! Hargai orang sedikit! Aku ini capek tau! Mau istirahat dan kalian…,” aku menunjuk orang-orang itu satu per satu,”malah menyuruhku mengerjakan banyak tugas! Kalian pikir aku robot?!” teriakku marah.

“Mianhae, Eunji… kami pikir kau manusia super, makanya kami menyuruhmu.”

Aku mendengus. Manusia super? Darimana mereka dapat pikiran seperti itu?

“Argh! Aku pergi!” teriakku, frustasi.

Belum sampai berapa meter aku melangkah, tanganku ditarik seseorang. Aku menoleh dengan berang, bersiap untuk menyembur orang yang menarik tanganku dengan kata-kata pedas milikku.

“Ya~! Berhenti—“

Aku terdiam seketika melihat siapa yang menarik tanganku. Cho Kyuhyun, bos kantor berita tempatku bekerja sekarang. Aku mendesah, meredam amarahku. Mana mungkin aku marah pada atasanku kan? Sudah pasti aku akan dipecat jika aku melakukan hal itu.

“Temui aku di ruanganku, sekarang,” ucapnya, lalu melepaskan genggaman tangannya dari tanganku. Aku mendengus, lalu mengikuti langkah namja itu.

Di dalam ruangannya, aku menjatuhkan diri di sofa terdekat. Dia duduk menghadapku, lalu bertanya dengan suara khasnya,”apa yang terjadi padamu?”

“Mwo?” tanyaku, tidak mengerti dengan pertanyaannya.

“Mmm…,” dia terlihat berpikir,”tulisanmu… tidak sebagus yang dulu. Kurasa ada sesuatu yang membuatmu kehilangan semangat untuk membuat tulisan yang bagus,” ungkapnya.

“Ah~” aku mendesah, lalu menyandarkan punggungku di sofa.”Aku… tidak tahu apa yang menggangguku, hanya…,” aku menggeleng,”itu tidak penting.”

“Tapi itu penting untukku! Karena kau…,” Kyuhyun terlihat agak bingung menguraikan apa yang ada dalam otaknya, aku menunggu dengan tidak sabar, sampai ia berkata,”karena kau adalah penulis terbaik yang dimiliki kantor ini.”

Aku tertawa keras.”Ada Hyunri yang tulisannya lebih bermakna dariku dan pastinya lebih baik,” ucapku.

“Tapi—“

“Sudahlah Cho Kyuhyun-sshi, aku hanya butuh istirahat, kau tahu? Sedikit refreshing bisa membuatku kembali seperti dulu,” sahutku.

“Benarkah? Kalau begitu, kita dan pegawai kantor lainnya harus pergi refreshing. Ya kan?” ujar Kyuhyun, ia mengeluarkan evil smirk-nya.

Aku mengangguk.”Ya, tentu saja. Semua pasti butuh refreshing.”

Semua pegawai di kantor ini hanya berjumlah 18 orang, dengan seorang bos, jadi jumlahnya 19 orang. Tetapi kantor berita yang di dirikan Cho Kyuhyun ini terbilang cukup berhasil, karena banyak peminatnya. Terlebih lagi, tulisan yang terdapat dalam beritanya actual, detail dan tidak membosankan. Makanya, banyak yang tertarik.

Okay, it’s settled then,” ucapnya.

“Yep, it’s settled,” sahutku.

 

^^^^^

 

“Berlibur kemana?” tanya Hyunri.

“Di vilaku, bagaimana?” usul Kyuhyun.

“Vilamu? Cukup untuk menampung kita semua?” tanya Hyukjae dengan nada bercanda.

“Tentu saja~ kalau tidak cukup, aku tidak akan mengusulkan vilaku itu,” jawab Kyuhyun, tenang.

“Untuk apa sih?” tanya Yoonra.

“Untuk refreshing dan… agar lebih mengenal alam,” jawab Kyuhyun. Aku meliriknya, untuk mengenal alam?

“Yah~ baiklah, aku juga butuh liburan~” ucap Jungsoo, lalu melirik satu per satu pegawai kantor ini. Semuanya mengangguk.

“Baiklah~ kalau begitu kita gunakan akhir minggu ini untuk berlibur,” gumam Kyuhyun.

“Arasseo~”

 

^^^^^

 

-Weekend, Kyuhyun’s villa, 03.00 pm-

“Wah~ tempatnya nyaman sekali,” gumam Yuuri, lalu menghirup nafas dalam-dalam.

“Ya, sepertinya menyenangkan,” timpal Hyunri.

“Omo! Aku lupa bawa kamera!” jeritku, panik. Henry yang ada di sebelahku menggelengkan kepalanya.”Yaa~ kau ribut sekali sih?” tanyanya, kesal.

Aku meringis.”Mianhae,” ucapku.

“Pakai kameraku saja, Eun~!” seru Yoonra, lalu melemparkan kameranya padaku. Untung saja aku menangkapnya, kalau tidak?

“Ya! Kau gila melemparkan kameramu!” seruku.

“Gwenchana, aku tahu kau penangkap yang handal,” sahut Yoonra tenang.

Ish… penangkap handal? Apa-apaan itu?

Kurasakan seseorang mengelus pundakku, aku segera berbalik. Tak ada siapapun. Halusinasiku? Tidak mungkin, rasanya terlalu nyata. Apa…

“Hei! Ayo cepat masuk, kita adakan pembagian kamar,” ujar Kyuhyun. Aku dan Henry mengangguk, disusul oleh yang lain.

Aku menggeleng pelan, mungkin memang halusinasiku.

“Disini ada lima kamar, dua diatas dan tiga dibawah. Jadi, bagaimana pembagian kamar yang baik?” gumam Kyuhyun.

“Kami berempat,” aku menunjuk diriku, Hyunri, Yoonra dan Yuuri,”di lantai atas, diikuti Henry, Zhoumi, Hankyung dan Heechul. Lalu di lantai bawah, Shindong, Eunhyuk, Donghae dan Siwon. Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook dan Yesung. Lalu kalian bertiga,” aku menunjuk Leeteuk, Kangin dan Kibum,”di kamar paling ujung, how about it?

“Baiklah, ide bagus.”

“Semua setuju?” tanya Heechul.

“Yee~” jawab semuanya, berbarengan.

Aku dan teman-temanku segera menaiki tangga menuju kamar kami. Di dalam kamar itu hanya ada dua tempat tidur, namun berukuran king size. Jadi, kami bisa tidur satu tempat tidur berdua.

Hyunri mengempaskan dirinya ke tempat tidur. Dia memeluk bantal dengan gemas.”Hyyaa~ Kyuhyun… ternyata dia sukses sekali ya? Villanya ini…”

“Kenapa kau tertarik?” tanya Yoonra iseng.

“Tertarik? Sepertinya! Siapa yang tidak tertarik dengan namja tampan seperti dia? Ditambah lagi, kekayaannya…”

“Ya~ kalian ini bergosip saja,” ucapku. Aku memang tidak suka membicarakan orang lain, jelas-jelas itu namanya bergosip!

“Iya, dia kan pemimpin, tunjukan sedikit respect kalian dong,” sahut Yuuri.

“Yah~ kami kan hanya mengagumi dia,” kilah Hyunri membela diri.

“Dengar-dengar, Kyuhyun bilang pekerjaanmu kurang memuaskan ya, Eunji?” tanya Yuuri, mengalihkan pembicaraan. Sepertinya dia juga tidak suka dengan topic pembicaraan Yoonra dan Hyunri.

Aku mengedikkan kepala.”Begitulah, dia bilang tulisanku kurang bagus,” jawabku.

Yuuri menghela nafas.”Sepertinya kinerjamu memang menurun hari-hari ini,” gumamnya. Aku mengangguk.”Ya, aku tahu.”

Ctak… ctak… kriik… kriikk…

Aku menoleh ke belakang, kearah jendela besar yang menghadap langsung kearah hutan bambu yang rimbun. Suara apa itu? Seperti… suara gunting?

Ctakk… ctakk…

“Hei, kalian dengar suara itu?” tanyaku.

“Suara? Suara apa?” tanya Yuuri.

“Seperti suara gunting yang dimainkan, kau tahu…,” aku menggantungkan kalimatku.

“Hanya halusinasimu, Eunji. Kau kan terlalu banyak bekerja akhir-akhir ini,” tegas Hyunri. Aku mengangguk, dengan ragu-ragu.

“Sudahlah, ayo kita gabung dengan yang lain. Terlalu banyak waktu yang kita buang di kamar ini,” ucap Yoonra, lalu keluar dari kamar mendahului kami.

“Aish, sh*t!” seru Yoonra, di koridor villa itu.

“Ada apa?” tanyaku.

“Kakiku terkena gunting menganga! Siapa orang bodoh yang meletakkan gunting dalam keadaan menganga seperti ini?! Di koridor villa lagi!” Yoonra mengomel. Aku memungut gunting itu dan memperhatikannya. Gunting yang sudah sangat tua.

“Maafkan saya, nona… saya tidak tahu ada gunting disana,” ucap seseorang dari tangga. Seorang nenek tua ringkih. Aku tersenyum padanya.”Tidak apa-apa, ini juga salah temanku karena dia tidak hati-hati,” ujarku.

“Bisa… saya pinjam guntingnya?” tanya nenek itu, hati-hati.

“Oh, tentu saja,” jawabku, lalu menyerahkan gunting itu.

“Nona, sebaiknya lukamu segera di obati, atau akan terkena infeksi,” ucap nenek itu, lalu meninggalkan kami berempat.

“Benar kata nenek itu, lukamu harus diobati Yoonra,” kata Yuuri, lalu memapah Yoonra menuruni tangga.

“Ah~ sakit,” rintih Yoonra saat aku mengobati lukanya.

Sebenarnya lukanya tidak dalam, hanya sayatan kecil… dia melebih-lebihkannya, pikirku kesal. Aku menempelkan plester kecil pada lukanya.

“Bagaimana? Lebih baik?” tanya Kibum.

“Ya, begitulah…,” ucap Yoonra.

Crak… crak… krikk… krakk!

“Suara apa itu?!” tanyaku panik. Suara itu semakin keras saja di telingaku.

“Suara apa, Eunji? Kami tak mendengar apapun,” ucap Yuuri, memegang bahuku, khawatir.

“Se-seperti… suara gunting dan…,” aku menahan nafasku ketika melihat sesuatu merangkak kearah ruang tamu.

“Kyaaaa!!!” teriakku keras.

 

To Be Continue~

Yeeiy~ chapter introduction selesai. How ‘bout it? Kalo banyak yang ngga suka aku gak bakal ngelanjutin ff ini kok 😀 komen yaa~

 

 

Iklan

12 thoughts on “Bamboo Forest |Trailer|”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s