[DongYu Couple & KyuJi Couple] Valentine’s Day Couple~

Author : Lee Diatami

Starring : Lee Donghae, Cho Kyuhyun

Genre : Romance, a little humor, friendship

Special for Andri_SparKYU :*

~oOo~

Untuk kesekian kalinya, gadis manis berpipi chubby di ujung jalan itu menengok jam tangannya. Berkali-kali dia mendengus keras. Mengomel dan ngedumel sendiri dengan suara pelan. Mengutuk, menyihir, dan menyumpahi sebuah nama yang terus dia sebuti dalam omelannya. Namun anehnya, dia tetap bertahan walaupun gerimis mulai membasahinya.

Kembali menengok jam tangannya. Mulutnya mulai komat-kamit seperti membaca mantra ajaib yang bisa menurunkan hujan uang. Kalau saja benar-benar hujan uang, dia pasti sudah betah menunggu satu jam seperti ini ditengah gerimis dan cuaca dingin. Sekali lagi, satu jam menunggu ditengah gerimis dan bercuaca dingin! Menunggu lelaki tak berguna yang sudah 3 bulan ini dia pacari. Astaga, lelaki macam apa itu yang berani membuat seorang gadis menunggu selama itu?

Lee Donghae, awas kau nanti!

Tepat pada saat kondisi emosinya tengah di atas maksimum, matanya menangkap seorang laki-laki yang setengah berlari ke  arahnya dengan tudung jaket menutupi kepalanya, seperti menghindari orang-orang di sekitarnya. Tapi dia begitu yakin bahwa laki-laki itulah yang dia cari. Ketika mata mereka bertemu, baru saja laki-laki tersebut hendak akan menyapanya dengan sejuta senyuman, sebuah sambitan hak tinggi menyambit wajahnya. Laki-laki tersebut mengerang.

“Hei kau, Lee Donghae! Apa yang kau kerjakan sih? Aku capek tau nunggu disini! Satu jam aku menunggu di tengah cuaca dingin!” Gadis tersebut langsung mengeluarkan semua unek-uneknya. Cuek walaupun orang-orang disekitarnya memandang ke arah mereka berdua, terlebih melihat keadaannya dengan kaki sebelah tidak memakai alas kaki.

Lee Donghae diam dan malah garuk-garuk kepalanya yang ditutupi tudung jaketnya. “Ng.. itu aku lagi anu..”

“Anu anu apa? Kau jangan coba-coba ngeres di saat seperti ini! Oh! Jangan-jangan kau keenakan nonton anu anu ya, makanya jadi telat begini?” semburnya.

“Aduh, bukan gitu. Jangan di potong dong kalau pacarmu lagi ngomong, Yui,” ujar Donghae agak gemas.

“Sudah ah! Kencannya batal aja. Aku sudah tidak mood lagi!” Yui berlalu dan dengan sengaja menyenggol lengan Donghae.

“Loh? Mau pergi kemana, Yui? Aku udah capek-capek kesini, masa batal sih,” Donghae mengejar Yui.

Eunji menghentikan langkahnya lalu berbalik. “Apa kau bilang? Capek? Oh dewa neptunus! Helooow! Yang capek juga aku. Dari sejam lalu sudah menunggu kau disini. Kemarin katanya ‘Yank, tunggu aku di ujung jalan deket tukang bakso itu, ya’. Gitu kan? Eh, kau sendiri yang telat,” ujar Yui dengan ekspresi menyindir super tajam, setajam golok.

Donghae menghela napas putus asa. Dia tau, kalau dia memang salah. Dia juga tau, kalau dia sudah ingkar janji. Dan dia sangat tau, sudah membuat gadis ini menunggu lama. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Jujur saja, dia memang tidak handal soal wanita. Tapi dia mengerti, semua tentang gadis manis berpipi bakpao yang selalu membuat gemas di depannya ini. Namun sayangnya, dia tidak pintar mengekspresikannya. Dia itu dongo, tapi bukan homo lho. Dia sangat sayang dengan gadis bermulut blak-blakan macam Yui ini.

Melihat Donghae tidak juga berkata apa-apa dan hanya terdiam sambil menunduk, membuat Yui menyerah menunggu tindakan selanjutnya dan langsung meninggalkan Donghae di tempat. Dasar laki-laki homo! umpatnya dalam hati. Yui melangkahkan kakinya cepat. Namun perlahan-lahan melambatkan langkahnya. Sedikit menengok ke belakang. Sekecil, setitik, sekuman pun tidak di lihatnya sosok Donghae berusaha mengejarnya. Tidak ada tanda-tandanya laki-laki tersebut mendekatinya. Hati Yui seolah meremuk. Sangat kecewa.

Kenapa dia tidak mengejarku?

Namun Yui bukan tipe cewek yang berharap banyak dari seorang Lee Donghae yang payah itu. Buat apa? Mengharapkan laki-laki yang cuek dengan pacarnya sendiri dan membiarkan gadisnya sendiri menunggu lama tanpa alasan yang jelas. Padahal kalau saja dia menjelaskan baik-baik, Yui pasti akan memaafkannya.

Donghae menghela napas panjang. Lee Donghae, apa kau tau betapa aku sayang padamu?

Sementara Donghae yang masih terdiam di ujung jalan, hanya bisa memandangi dengan mata nanar melihat punggung mungil gadisnya menjauh. Dia menolak untuk mengejar gadis bodoh itu, dia tau pasti sama saja. Diomelin. Diteriakin. Dilemparin. Atau bahkan, bisa dibunuh.

Donghae menghela napasnya, lalu memegang perutnya. Masih terasa nyeri. Dia baru saja dari rumah sakit untuk check up penyakit diarenya yang kambuh. Inilah salah satu alasannya kenapa dia bisa telat. Dan ada satu alasan penting yang dirahasiakannya.

Donghae merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Sebuah kotak berwarna biru dengan pita putih. Terlihat imut dan cantik. Donghae menghela napas berat. Padahal dia sudah keliling semua toko perhiasan hanya untuk mendapat yang terbaik untuk gadis bodoh bernama Yui. Ditengah cuaca dingin dan perut melilit gara-gara diarenya, Donghae tetap pergi mencari hadiah untuk Yui. Namun Donghae menyerah dengan penyakitnya dan pergi ke rumah sakit. Dia melakukan ini demi gadisnya itu.

Tapi apa yang kaubalas dari pengorbananku, Bodoh? Donghae mengerang dalam hati.

Donghae kembali memasukan kotak biru berpita putih itu ke dalam sakunya. Menghela napas kembali lalu berjalan mengikuti jalan berbatu di depannya.

~oOo~

Kyuhyun menatapi pacar hyungnya tersebut yang sedang menceritakan kencannya dengan membabi liar.

“Kau tau, apa jawabannya? Dia malah bilang anu anu yang.. Ih, ngeres banget pokoknya! Dia tidak mengerti perasaanku,” Yui menghela napas. “Huh, kok bisa ya aku suka dengan laki-laki yadong seperti dia?” Lalu meneguk minuman sodanya.

Yui melanjutkan. “Aku pasti di pelet olehnya!” Yui berkata dengan lantang dan yakin.

Kyuhyun yang sedari tadi menyimak cerita Yui akhirnya buka mulut, “Hyung telat pasti ada alasan yang jelas. Kau tau kan, schedulenya itu padat? Kau tak ingat kalau dia itu artis? Aku juga seperti dia. Tapi.. aku selalu menepati janji kencanku sih,” jelas Kyuhyun panjang lebar sok menggurui. Kyuhyun terdiam agak lama, lalu melanjutkan dengan hati-hati, “Tapi kau sayang kan dengannya?”

Yui menoleh cepat ke arah Kyuhyun. “Aku mulai meragukan itu.”

Kyuhyun menghela napas. “Kau yakin?”

Gantian Yui yang menghela napas, namun lebih panjang. “Jangan omongin laki-laki payah, yadong, dan homo itu lagi!”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Yak! Kenapa kau menyebuti hyungku dengan sebutan homo?”

Yui menatap Kyuhyun, berharap pengertiannya. “Jika seorang laki-laki membiarkan gadisnya di tengah cuaca dingin dan tidak menjelaskan apa-apa, itu bukannya seorang homo?”

“Hah? Homo bagaimana?” Kyuhyun tidak kunjung mengerti.

“Begini saja, kalau kau tidak ingin aku menyebutinya homo.. aku akan menyebutinya brengsek saja!”

“Yak!” Kyuhyun meneriaki Yui, protes.

“Apa? Apa? Kau mau bilang apa heh? Laki-laki di dunia ini hanya 2 jenis, kalau tidak homo, ya brengsek,” tutur Yui menjelaskan.

“Err.. lalu aku?” tanya Kyuhyun hati-hati.

Yui menatapi Kyuhyun dengan seksama. “Aku ragu kalau kau ini.. sejenis dengan hyungmu itu. Brengsek,” jawab Yui agak sinis.

“Yak!” Kyuhyun agak emosi.

“Buktinya ini Valentine’s day, tapi kenapa kau tidak pergi kencan dengan Eunji? Kau malah duduk enak disini bersamaku. Bukannya itu laki-laki brengsek?” Yui menatap Kyuhyun intens. Kyuhyun terdiam. Agak membenarkan apa yang dikatakan Yui. Tapi dia menolak disebut brengsek. Tentu saja. Dia laki-laki setia pada kekasihnya sendiri.

Kyuhyun mencemberutkan wajahnya. “Kau juga sih, kenapa meneleponku dan bilang ingin bicara penting, padahal aku sedang bersama manajer membicarakan scheduleku tentang comeback Suju M. Tentu saja aku datang,” jelas Kyuhyun lalu menatap Yui, “Kau juga..” Kyuhyun takut-takut. “juga sama-sama brengsek.”

Yui memukul kepala Kyuhyun. “Yak!!” kini giliran Yui yang berteriak.

~oOo~

“Aku baru saja akan menjelaskan, dia sudah memotong dan menyemburku dengan berbagai tuduhan! Ini namanya tidak adil!” Donghae melempar dengan kasar kaleng minumannya ke tanah. Lalu menginjaknya dengan emosi.

Dia melanjutkan. “Dan dia bilang aku yadong. Huh, dikiranya aku ini Hyukjae!”

Eunji menghela napas singkat. Lalu berkata, “Kenapa oppa tidak mengejarnya?”

Donghae menoleh ke arah Eunji, menatapnya sambil berkacak pinggang. “Kalau aku mengejar dan menghampirinya, kau kira dia akan luluh padaku? Tidak. Dia pasti akan mengomeliku lagi.”

“Tapi oppa belum mencobanya. Seandainya oppa mengejarnya, siapa tau dia akan melunak pada oppa,” kata Eunji agak menggurui.

Donghae menghela napas. “Tapi aku tidak mengejarnya, Eunji-ya,” lirih Donghae.

“Itu membuktikan oppa memang payah,” sahut Eunji sambil meminum kopi expressonya.

Donghae berdecak kesal. “Yak!”

“Apa? Aku tidak salah ngomong kan?” tanya Eunji takut-takut melihat ekspresi Donghae.

“Aish!” Donghae merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah kotak biru. “Sia-sia saja aku membuang uangku demi dia,” erangnya lalu melempar kotak tersebut yang tepat mengenai Eunji. Eunji terkesip lalu memungut kotak tersebut.

“Yak! Kenapa oppa membuangnya?” seru Eunji namun Donghae tidak menyahut. Eunji mendesah, “Bukan sia-sia. Waktunya saja kurang tepat. Cobalah bertemu lagi hari ini.”

“Aku tidak yakin dia mau. Tadi dia sudah bilang kalau dia tidak mood kencan,” ujar Donghae dengan suara agak sedih namun bertampang gengsi.

“Oppa pesimis sekali,” ujar Eunji.

Donghae tidak mempedulikan omongan Eunji. “Aku juga punya jadwal latihan dengan Suju M nanti. Aku tidak tau, apa aku bisa bertemu dengannya hari ini. Kecuali saat ini saja,“ beber Donghae.

Eunji mendesah. “Aku ingin duduk. Ayo kita ke outdoor café itu,” tunjuk Eunji ke seberang jalan, tepatnya ke sebuah kafe dengan setting diluar.

Donghae hanya mengikuti Eunji saja. Dia juga lelah daritadi berdiri dan ngomel-ngomel seperti Ibu-ibu nggak dapet arisan. Sebaris kata-kata Eunji tadi terngiang dalam otaknya. ‘Seandainya oppa mengejarnya, siapa tau dia akan melunak pada oppa.’ Donghae menghela napas. Setengah menyesal, setengahnya lagi kesal. Dia mulai berpikir bahwa dia benar-benar payah. Tangani satu wanita saja dia tidak becus, apalagi kalau kelak dia ingin poligami?! Donghae mendengus kesal. Kalau saja dia bertemu dengan Yui, apa yang akan diakatakan?

Maaf? Eh, untuk apa minta maaf? Aku tidak salah, oke?

Baru saja pikirannya melayang-layang tentang gadis bodoh itu, matanya sudah menangkap sosoknya. Duduk di kursi pojok café outdoor yang kebetulan di singgahinya. Donghae agak tercengang. Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Dia mengerang dalam hati. Tapi Yui tidak sendiri, dia bersama dengan seseorang. Laki-laki? Kyuhyun?

Donghae membelalakan matanya. Lalu menoleh ke arah Eunji. “Kenapa kau tidak bersama Kyuhyun sekarang?”

Eunji melirik sekilas ke arah Donghae. “Katanya dia ada urusan dengan manajernya.”

“Kau yakin?” Donghae manatapnya intens.

Eunji mengangguk. “Aku percaya padanya.”

Donghae menatap Eunji agak iba. Seandainya dia tau kalau Kyuhyun sekarang bersama dengan gadis lain. Betapa hancur dan sakit hatinya. Dan bodohnya.. 2 hal itu yang terjadi pada diri Donghae sendiri! Sakit. Dan agak sesak.

Donghae berusaha menguasai dirinya. Dia menarik tangan Eunji menuju kursi di depan meja Yui dan Kyuhyun. Donghae terus mengawasi Yui yang masih ngobrol dengan Kyuhyun, berharap Yui melihat ke arahnya. Lalu pandangan mereka bertemu. Entah apa yang akan terjadi. Mungkin Yui akan memohon ampun sambil sujud-sujud bahwa dia telah berselingkuh. Tapi tidak. Khayalan Donghae terlalu tinggi. Yui tidak melihat ke arahnya. Terlalu fokus terhadap Kyuhyun. Hatinya agak mencelos kecewa.

“Kita duduk disini,” ujar Eunji lalu duduk, membelakangi meja Yui dan kekasihnya, Kyuhyun.

“Ne..” jawab Donghae datar dan duduk di depannya. Menghadap langsung ke meja Yui, yang kebetulan Yui menghadap ke arahnya. Namun tidak melihat ke arahnya. Tetap fokus dengan Kyuhyun.

“Oppa mau~”

Aku memotong cepat. “Kumohon Eunji, jangan melihat ke belakang, oke?”

Eunji menatap Donghae bingung. “Hah? Waeyo?” Baru saja di bilangin, Eunji malah hendak akan menoleh ke belakang. Cepat-cepat Donghae mencubit pipi Eunji agar tidak menoleh ke belakang.

“Sudah kubilang jangan menoleh,” ujar Donghae gemas.

Eunji tertawa. “Oppa aneh sekali.”

Donghae ikutan tertawa, berusaha senormal mungkin agar Eunji percaya padanya. Diam-diam Donghae menghela napas berat dan terdengar sedih. Donghae tersenyum getir melihat tawa Eunji.

Cukup dia saja yang patah hati. Jangan orang lain, terlebih dongsaengnya ini. Karena dia tau, patah hati benar-benar menguras jiwa.

~oOo~

Yui membelalak ketika sudut matanya menangkap sosok yang amat dikenalnya sedang duduk tepat di depan mejanya.

Si ikan brengsek itu! Kenapa dia disini? Yui mengalihkan pandangannya dari Donghae ke gadis di depannya. Walaupun si gadis membelakanginya, dia tau betul itu siapa. Teman sekampusnya. Lee Eunji, yang notabenenya kekasih Kyuhyun.

Si ikan brengsek itu! Ngapain dia dengan Eunji? Kumohon jangan bilang mereka diam-diam kencan di belakangku, eh salah di depanku?

“Yui-ya, ada apa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, membuyarkan pandangannya.

Yui menatap Kyuhyun intens. “Kau akan kencan dengan Eunji?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, menyadari topik pembicaraan yang tiba-tiba berubah arah. Padahal mereka tadi masih membicarakan harga cabe naik.

“Ne. Nanti jam 5 sore, sekitar sejam lagi,” jawab Kyuhyun santai, agak curiga dengan Yui.

“Oh,” Yui menanggapi singkat. “Kyu, kumohon padamu jangan menoleh ke belakang.”

Kyuhyun mengernyit. “Waeyo? Memangnya ada apa~” Sia-sia Yui memperingati, Kyuhyun malah hendak menoleh ke belakang. Buru-buru di sambarnya telinga Kyuhyun oleh Yui dan menariknya dengan kasar.

“Yak! Sudah kubilang jangan menoleh. Kau ini bawel sekali,” runtuk Yui gemas.

“Ne, ne,” Kyuhyun akhirnya menurut. “Memangnya ada apa?”

“Ada wanita seksi pake bikini doang,” jawab Yui asal sambil meneguk sisa sodanya.

“Ne?” Kyuhyun meninggikan suaranya dan dengan gerakan nafsu menoleh ke balakang. Yui telat mengambil tindakan. Kyuhyun terlanjur menoleh ke belakangnya. Namun Yui secepatnya menarik telinga Kyuhyun.

“Yak!” teriak Yui. “Kau ini dibilangin tidak menurut juga. Kau tidak mengerti bahasa manusia ya?” sembur Yui membabi liar.

Kyuhyun menatap Yui dengan tatapan aneh. “Itu Donghae hyung?”

Yui berdecak kesal. Padahal dia berusaha untuk tidak menarik perhatiannya ke meja di depannya. Begitu sakit jika melihatnya. Begitu remuk hatinya. Mungkin saja kan, Donghae telat kencan dengannya gara-gara gadis itu. Yui ingin menangis sebenarnya, tapi dia tau ini bukan tempat yang pas. Yui berusaha mengontrol emosinya.

Yui menarik napas dalam-dalam. “Makanya kusuruh kau jangan melihat kesana,” ujarnya datar sambil menunduk.

Kyuhyun menatap Yui agak iba. Dia akhirnya menurut untuk tidak menoleh ke belakang. Kyuhyun tau, pasti sakit rasanya melihat Donghae bersama gadis lain. Kyuhyun menghela napas, ikutan sedih. Siapa ya gadis itu? Kyuhyun seperti tidak asing dengan lekak-lekuk gadis itu. Gadis itu memang membelakanginya. Namun entah mengapa seperti.. Eunji. Ah, tidak mungkin! Eunji gadis baik-baik dan setia kepadanya.

“Kau tau gadis itu?” tanya Kyuhyun hati-hati.

Yui terkesip dengan pertanyaan Kyuhyun. “A-ani. Aku tidak tau,” giliran Yui yang menjawab hati-hati.

Kyuhyun angguk-angguk gaje. “Sepertinya tidak asing.”

Yui agak tersentak. “Ne? Kau gila! Kita tidak mengenalnya,” sergah Yui.

“Aku juga tidak tau siapa itu,” ujar Kyuhyun. Yui menghela napas lega. Setidaknya Kyuhyun tidak tau bahwa gadis itu adalah kekasihnya sendiri. Sungguh malang nasibmu kawan, pikir Yui giliran menatap iba ke arah Kyuhyun.

“Mm.. apa yang kaupikirkan sekarang?” tanya Kyuhyun.

Yui menghela napas singkat, berusaha bertampang cuek. “Biasa saja. Tenang aku baik-baik saja. Aku tidak ingin memusingkan si ikan brengsek itu,” ujarnya santai. Padahal jujur, dia tidak ingin bersantai-santai saat melihat laki-laki yang disayanginya bersama gadis lain, apalagi temannya sendiri! Terlebih sempat di lihatnya Donghae mencubit pipi Eunji mesra lalu mereka tertawa bahagia. Tawa Donghae yang kadang di lihatnya jika sedang berkencan dengannya. Yang Yui ingat selama mereka pacaran, adalah tampang cuek Donghae. Hubungan mereka memang masih seumur anak janggung. Tapi mereka tidak pernah mengukir sejarah kebahagiaan mereka satupun. Yui mendengus.

Seperti bisa membaca pikiran, Kyuhyun menggenggam jemari Yui. “Jangan lihat ke sana.”

Yui tersenyum lebar. “Memangnya kenapa? Sudah kubilang aku baik-baik saja,” ujar Yui sambil memasang wajah cerah. “Baiklah. Apa yang kita lakukan sejam ini sebelum kau pergi kencan? Aku ingin jalan-jalan. Temani aku, yaaa..” Yui memasang wajah puppy eyes.

Kyuhyun mengangguk menyanggupi. Kyuhyun bermaksud baik menemani kawannya ini, yang tentu saja dia tau sedang patah hati. Yui memang berusaha tegar di depan Kyuhyun. Tapi dia tetap wanita yang lemah. Dan Kyuhyun tidak masalah meminjamkan bahunya untuk kawannya ini.

~oOo~

Donghae tetap mengawasi Yui yang duduk di meja depannya, dan tetap menyimak cerita Eunji mengenai kekasihnya, Kyuhyun. Donghae terkesip ketika Yui dan Kyuhyun tiba-tiba bangkit hendak pergi.

“Kita harus pergi sekarang,” ujar Donghae tiba-tiba, memotong omongan Eunji.

Eunji menatap bingung ke arah Donghae. “Waeyo? Kita baru saja sampai. Pesanan kita saja belum datang,” protes Eunji.

“Aku mendadak ingin jalan-jalan,” jelas Donghae pendek dengan tatapan masih memperhatikan Yui yang sudah berlalu keluar kafe. Napas Donghae agak tercekat begitu dilihatnya Yui sedang merangkul Kyuhyun mesra. Donghae geram. “Ah, sudahlah! Lupakan pesanannya!” Donghae buru-buru menarik beberapa lembar uang dan melemparkannya ke atas meja. “Aku ingin melihat sesuatu yang menarik.”

Donghae melangkah terburu-buru keluar dari kafe tanpa mempedulikan Eunji yang hanya bisa menurut dan mengekor dari belakang.

Mereka sudah berjalan jauh. Donghae bisa melihat seluet tubuh Yui masih merangkul Kyuhyun. Hatinya panas. Perih melihat pemandangan itu. Namun dia tidak bisa menghentikan langkahnya untuk tidak mendekati Yui. Dia ingin melihat kepastian. Dia masih ragu.. masa iya Yui selingkuh di belakangnya? Tapi hatinya tidak mampu untuk menegaskan itu semua.

Di belakang Donghae, Eunji masih mati-matian menjajarkan langkahnya dengan Donghae, namun dia tidak mampu. Napas Eunji tersengal-sengal. Dia akhirnya menghentikan langkahnya.

“Oppa.. aku.. tunggu.. aku..” ujar Eunji terbata-bata. “Oppa..” ringisnya.

Donghae menyadari bahwa langkah di belakangnya tiba-tiba terhenti. Dia berbalik dan melihat Eunji sedang menjongkok dengan wajah menunduk. Donghae berlari kecil menuju Eunji, agak cemas. “Ji-ya, gwaenchanayo? Mianhae, aku tadi..—“ Donghae berusaha mencari alasan lain. Tentu saja dia tidak ingin Eunji tau tentang Yui dan Kyuhyun.

“Kita sebenarnya mau kemana?” tanya Eunji masih dengan napas tersengal. Eunji memang gadis yang lemah. Cepat lelah. Tapi dia bersyukur memiliki Kyuhyun yang setia menjadi tenaga tambahannya.

Donghae memalingkan pandangannya ke suatu tempat. Mencari-cari Yui dan Kyuhyun yang lenyap dari pandangannya. Dia kehilangan jejak. Donghae menghela napas lalu tersenyum getir. “Hanya jalan-jalan. Kau mau kemana?”

Eunji menatap Donghae tidak percaya. “Heh? Kenapa tanya balik! Oppa sendiri yang mengajakku,” ujar Eunji agak emosi.

Donghae mengelus puncak kepala Eunji. “Mianhae. Aku tadi.. agak kehilangan kendali,” lirih Donghae. Tentu saja dia hilang kendali begitu melihat gadisnya pergi  sambil merangkul laki-laki lain. Dengan mesra pula. Tidak ada laki-laki mana pun yang tidak panas melihat gadisnya bersama laki-laki lain di kafe lalu tiba-tiba rangkul-rangkulan dan pergi!

“Mmm.. bagimana kalau kita kesana,” ujar Eunji sambil menujuk ke suatu tempat. Donghae mengikuti arah tunjukannya.

Donghae mengernyit. “Taman bermain?”

Eunji mengangguk semangat. “Ne!”

Donghae tersenyum tanda setuju lalu membantu Eunji berdiri. Tidak ada gunanya mencari Yui dan Kyuhyun. Entah sudah ada dimana mereka sekarang.

Donghae menghela napas berat lalu memandang ke arah Eunji. “Kau mau gandengan denganku?”

“Mwo?” Eunji agak melotot.

“Tenang saja. Jangan kaget gitu,” ujar Donghae sambil tersenyum lebar. Eunji tidak kunjung menanggapinya, Donghae lalu meraih jemari Eunji dan menggenggamnya.

Eunji bingung. Apalagi ketika dia mendengar Donghae tersenyum lebar dan berkata, “Ayo, kita kencan!” Eunji bingung bukan kepalang. Namun dia tidak menolak. Eunji menatapi wajah Donghae yang terlihat misterius. Diluar dia nampak sangat ceria, tapi didalamnya, Eunji tau ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Samar-samar Eunji melihat dari sinar mata Donghae yang meredup dan terlihat sedih.

~oOo~

“Yui-ya, apa ini tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun agak kaget dengan perlakuan aneh dari Yui, yang tiba-tiba saja merangkulnya.

“Tentu saja tidak apa-apa! Kau pikir siapa yang akan marah kalau kurangkul kau seperti ini?” tutur Yui lantang. “ELF? Tenang saja, tidak ada yang mengenalimu.”

“Bukan para ELF maksudku. Tapi Eunji dan.. Donghae hyung, pastinya. Hyung pasti marah melihat kita sekarang,” ujar Kyuhyun dengan tampang ketakutan.

“Tenang saja. Aku sudah mengaturnya,” ujar Yui dengan tatapan berkilat-kilat. “Kita hanya jangan melihat ke arah mereka, agar mereka mengira kalau kita tidak menyadari keberadaan mereka,” jelas Eunji enteng, mengeratkan rangkulannya agar terlihat makin mesra.

“Kenapa harus begitu?”

“Tentu saja harus! Aku curiga dengan Donghae, dia pasti pura-pura tidak melihatku di kafe tadi. Dia malah makin mesra dengan gadis itu. Dia pasti sengaja kan? Huh, laki-laki brengsek! Dia kira, dia saja yang bisa. Aku juga bisa! Iya kan, Kyu?” Yui melirik ke arah Kyuhyun meminta dukungan. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk pasrah daripada lehernya dicekik oleh Yui.

Yui melanjutkan kembali dengan semangat berkoar-koar. “Dia pura-pura tidak melihatku, aku juga akan pura-pura tidak melihatnya! Akan kubikin dia panas, sepanas mungkin. Huh,” Yui menarik napas. “Kalau dia memang sayang padaku, dia pasti sudah menghampiri kita dan menghajarmu, Kyu.”

“Yak!!” Kyuhyun menoleh cepat ke arah Yui yang hanya bisa tertawa puas melihat ekspresi lucu dari si Gaemkyu ini.

“Itu hanya kalau. Dia tidak menghampiri kita kan? Ya sudahlah,” Yui menarik napas dengan susah payah lalu menghela napas berat. Dadanya terasa sesak. Bernapas saja rasanya sakit seperti ini, pikir Yui. “kau aman,” lanjut Yui pelan.

Kyuhyun menyadari perubahan raut wajah Yui dan langsung berpikir cepat untuk mengatasi keadaan. Kyuhyun melirik kiri-kanannya. Dan matanya mengarah ke suatu tempat, taman bermain. Sepertinya bukan ide buruk. Kyuhyun tau bahwa taman bermain adalah obat ampuh untuk kawannya ini.

“Yui-ya, bagaimana kalau kita bermain?” tanya Kyuhyun dengan senyum lebar.

Yui mengernyit. “Mwo?”

“Itu, disana..” tunjuk Kyuhyun ke arah taman bermain tersebut.

Tanpa pikir panjang, Yui mengangguk semangat. “Ne!!” Taman bermain adalah tempat yang paling disukainya. Yui pernah berharap suatu saat bisa pergi kencan ke taman bermain bersama kekasihnya. Tapi Yui tidak yakin bahwa harapannya itu terkabul. Mengajak Donghae? Astaga, kencan hari ini saja dia telat tanpa alasan. Huh, laki-laki payah!

~oOo~

Entah apa yang direncanakan Tuhan hari ini. Hingga membuatnya kembali bertemu dengan Yui di taman bermain yang di singgahinya bersama Eunji. Donghae kembali memusatkan pandangannya ke arah seluet tubuh mungil itu sedang berjalan menuju penjual gula kapas dengan tatapan lembut. Dan rindu. Semenit tidak melihat Yui, Donghae tidak yakin dia mampu. Dan dia baru menyadarinya sekarang. Melihat gadis yang disayanginya pergi kencan dengan laki-laki lain mampu menguras jiwa dan raganya. Kendali otaknya sudah di luar kontrolnya karena gadis ini. Hatinya bergetar setiap melihat senyum manis gadisnya.

Kenapa aku tidak bisa membuatnya tersenyum setiap hari? Aku malah membiarkannya tersenyum untuk laki-laki lain.

Donghae menghela napas panjang. Berusaha mengontrol emosinya dan menahan rasa sakit luar biasa di hatinya. Dia tidak pernah merasa selemah ini. Tidak melakukan apa-apa melihat gadisnya bersama laki-laki lain.

Kenapa aku tidak menghampiri mereka berdua?

Donghae tidak berani menganggu kesenangan gadis yang disayanginya. Mungkin jika bersama dengan Kyuhyun, dia akan bahagia, sekilas Donghae berpikir demikian. Mungkin dia memang tidak ditakdirkan bahagia bersamaku, Donghae berpikir makin sarkartis. Tapi Yui bersama laki-laki yang tidak tepat. Kyuhyun adalah kekasih Eunji, yang tidak lain adalah teman Yui. Donghae pikir, ini semua sangat salah. Dia harus memperbaikinya. Jangan ada yang patah hati lagi selain dirinya. Cukup dia saja. Tidak tega rasanya patah hati ini dibaginya dengan 2 dongsaengnya itu, Kyuhyun dan Eunji.

Donghae akhirnya melangkahkan kakinya menuju Yui yang sedang berdiri di depan antrian wahana Bianglala, tanpa Kyuhyun di sebelahnya. Ditariknya tangan Yui agar melihatnya. Yui terlihat kaget melihat kedatangan Donghae.

“Donghae, apa yang~”

“Yu, kita harus bicara,” Donghae menatap langsung ke manik mata Yui dengan tatapan tegas, namun penuh cinta.

Yui hanya melirik sekilas ke arah Donghae tanpa membalas tatapannya, “Mau bicara apa lagi? Sudah kubilang kan, aku tidak mood kencan.”

“Tapi kau mau kencan dengan Kyuhyun!” geram Donghae agak kesal.

“Kencan? Oh, kau.. melihatnya,” ujar Yui berusaha bertampang cuek.

“Kau tau Kyuhyun itu siapa? Dia itu kekasih temanmu!”

Yui menghela napas, emosinya terpancing. “Begitu juga dengan kau! Kau juga kencan dengan Eunji kan? Dia kekasih Kyuhyun, ingat?” Yui balas membentak.

Donghae tercengang dengan kata-kata Yui barusan. Tidak dapat berkata apa-apa lagi. Donghae memang salah, dia mengajak Eunji kencan untuk melampiaskan kekesalannya terhadap Yui.

Yui menarik napas dalam-dalam, bersiap untuk menyelesaikan ini semua. “Kita cukup sampai disini saja, Hae.”

Donghae menatap Yui nanar. Donghae menelan ludah. Tenggorokannya terasa perih sekali. Dadanya pun sakit sekali. “Kau harus memikirnya baik-baik dulu, Yu,” ujar Donghae, lalu menarik jemari Yui menuju Bianglala dan masuk ke dalam salah satunya. Bianglala itupun mulai berputar pelan.

Donghae dan Yui terdiam. Hening untuk beberapa saat. Yui duduk di salah satu sisi, sementara Donghae masih berdiri di dekat pintu. Keduanya sama-sama menunduk. Sibuk bergulat dengan hati masing-masing.

Donghae duduk di depan Yui. Jarak mereka begitu dekat. Namun hati mereka seolah berjauhan. Sama-sama gengsi untuk memulai kedamaian. Namun Donghae berusaha menarik kembali hati Yui kepadanya. Donghae berkata pelan, “Apa.. aku masih punya kesempatan?”

Yui diam.

“Kau benar, aku memang laki-laki payah. Aku tidak pintar menangani wanita,” ujar Donghae jujur. “Tapi kau tau, saat mataku melihat seorang gadis yang sangat istimewa di mataku, aku akan membuatnya menjadi milikku,” Donghae berkata dengan yakin.

“Dan gadis yang sangat istimewa itu kau, Yui. Aku akan membuatmu jadi milikku,” Donghae berkata tegas dengan kepala mendongak menatap Yui yang tidak membalas tatapannya. “Aku ingin menjadikanmu milikku yang terakhir.”

Sementara itu Yui tak henti-hentinya dia menarik napas panjang. Berusaha menahan luapan air matanya yang mendesak ingin keluar dari sudut-sudut matanya yang mulai sembab.

“Aku berjanji akan membuatmu tersenyum dan tertawa setiap hari. Tersenyum manis untukku dan bukan buat laki-laki lain. Aku akan berkata-kata romantis kepadamu setiap hari sampai kau merasa mual,” Donghae tersenyum lebar mendengar kata-katanya sendiri.

Yui tertawa kecil, diikuti rembesan air matanya. Yui mengelap air mata di pipinya cepat-cepat.

“Aku berjanji tidak akan terlambat kencan agar kau tidak menyebutiku laki-laki yadong lagi,” lanjut Donghae setengah tertawa.

Yui ikut tertawa di dalam tangisnya. Dia ingin tertawa, tapi juga ingin menangis.

Donghae menghela napas, hatinya terasa agak lega. “Aku berjanji untuk selalu ada di sampingmu,” Donghae berkata dengan tatapan lembut. Dan mampu menyedot hati Yui sepenuhnya.

Donghae mendekatkan wajahnya ke arah Yui yang masih menunduk dengan isak tangisnya yang tertahan. Donghae menyeka air mata Yui dengan lembut, “Aku berjanji menjadi orang yang pertama menyeka air matamu dan yang pertama menghiburmu.”

Detik itulah Yui tidak bisa menahan air matanya lagi. Yui menangis sejadi-jadinya di hadapan Donghae dengan suara lantang. Menangis sejadi-jadinya seperti anak bayi.

Donghae kaget dengan kelakuan Yui sampai kelimpungan sendiri, “Aish, Yu, kenapa tangismu makin menjadi-jadi?”

“Aku.. aku.. tidak pernah menyesal mencintaimu. Aku selalu bahagia jika bersamamu!” Yui berkata ditengah tangisnya. Lalu memeluk Donghae erat.

“Kau harus menepati janjimu itu, Ikan bodoh! Awas saja kau bohong, kucincang kau jadi 10!” ancam Yui masih ditengah tangisnya yang mulai mereda.

Donghae tertawa. “Ne, aku janji, Sayang.”

“Ne.. Eeerr, Sayang..” ujar Yui malu-malu. Yui memelan suaranya untuk kalimat selanjutnya, “Saranghae.”

Donghae tersenyum lebar. Untuk pertama kalinya, dia mendengar gadisnya mengatakan cinta kepadanya. “Ne, nado.”

~oOo~

Another Story

Kyuhyun kelimpungan ketika tau Yui sudah tidak ada di depan wahana Bianglala lagi. Padahal dia hanya pergi sebentar untuk ke WC. Namun perhatiannya tidak lagi kepada Yui yang menghilang, ketika dilihatnya seorang gadis tengah menatapnya. Kyuhyun terkesip mendapati kekasihnya, Eunji, sudah ada di depan matanya.

“Eunji-ya?”

“Kyuhyun Oppa?”

Keduanya berkata berbarengan.

“Mm.. Oppa, sama siapa kesini?” tanya Eunji akhirnya, mendahului Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak dan buru-buru mencari alasan. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia sedang jalan-jalan bersama Yui. Itu bisa membahayakan percintaannya dan kawannya sendiri. “Aku bersama manajerku. Kebetulan lewat sini, hanya ingin mampir sebentar,” ujar Kyuhyun sambil cengengesan. “Lalu kau sendiri?”

Kini giliran Eunji yang buru-buru cari asalan cemerlang. “Mmm.. aku bersama teman. Tapi temanku tiba-tiba saja menghilang,” jawab Eunji dengan mantap. Tidak mungkin dong Eunji bilang bahwa dia bersama dengan Donghae. Fatal akibatnya. “Lalu emana manajermu oppa?” tanya Eunji lagi.

“Eh.. tidak tau kemana. Tiba-tiba saja dia hilang, baru saja kutinggal sebentar,” cerita Kyuhyun. “Ah, sudahlah jangan pikirin orang-orang yang hilang itu,” ujar Kyuhyun, lalu melanjutkan. “Mmm.. bagaimana kalau kita kencan berdua saja?” usul Kyuhyun dengan mimik wajah lucu sambil mengedipkan matanya genit.

Eunji tertawa kecil melihat ekspresi wajah Kyuhyun. “Ayo saja. Kita naik Bianglala, ya?” Ajak Eunji lalu menggandeng tangan Kyuhyun manja mendekati Bianglala tersebut dan menaiki salah satunya. Bianglala pun mulai berputar pelan, mengajak 2 sejoli yang bernasib sama (sama-sama diperdaya oleh Dongyu couple xD) memandang langit senja yang begitu indah.

Eunji memandang keluar jendela. “Lihat pemandangannya indah sekali,” ujar Eunji sambil tersenyum lebar.

Kyuhyun mengikuti arah pandangannya. “Ne. Sunset.” Lalu ikutan tersenyum.

Eunji tidak sengaja menemukan sesuatu di dalam saku jaketnya. Sebuah kotak. Dia lalu mengeluarkan kotak berwarna biru dengan pita putih tersebut. Eunji terkesip begitu mengenali kotak itu.

“Astaga, punya Donghae oppa,” gumamnya pelan.

“Ne?” Kyuhyun menatapnya bingung. “Kotak itu milik Donghae hyung? Kenapa bisa ada padamu?”

Eunji berusaha mengingat alasan kenapa kotak ini bisa padanya. Terbesit di ingatannya bahwa Donghae melempar kotak ini tepat ke arahnya. Eunji memungutnya lalu tanpa sadar memasukan kotak ini ke dalam saku jaketnya.

“Err.. Donghae hyung lupa mengambilnya,” jawab Eunji.

“Ah, dasar hyung itu,” sungut Kyuhyun sambil geleng-geleng kepala. “Apa itu penting? Untuk.. Yui ya?”

Eunji mengangguk. “Tentu saja.”

Kyuhyun mendesah. “Semoga saja dia tidak membutuhkan kotak itu sekarang. Siapa tau saja ketika sedang berdua dengan Yui dan dia ingin memberikan kotak tersebut, begitu disadarinya bahwa kotak itu tidak ada padanya!” Kyuhyun berujar sambil ngakak setan xD. Eunji terkekeh.

“Semoga saja dia tidak membutuhkannya. Tapi kotak ini penting baginya. Donghae oppa sedang ada masalah dengan Yui,” beber Eunji.

Kyuhyun membulatkan matanya, seolah kaget padahal dia sudah tau masalah Dongyu couple itu. “Ne? Kenapa? Apa gara-gara melihat Yui bersama dengan laki-laki lain?” Kyuhyun tertawa keras.

“Atau mungkin Yui melihat Donghae oppa bersama gadis lain?” Eunji ikut-ikutan menimpali. Lalu keduanya tertawa keras berbarengan.

“Kira-kira siapa ya gadis yang bersama Donghae itu?” tanya Kyuhyun iseng-iseng.

Eunji mengangkat bahu. “Tidak ada yang tau.”

Keduanya tersenyum. Masih belum menyadari bahwa Dongyu couple memperbudak mereka berdua XDD

~oOo~END~oOo~

Ngumpet dipunggung donghae #plak~ masih sempat kah? masi valentine’s day kan? kekekekkk~ mianhae kalo telat banget nih ff-_- ini superspesial dibuat utk maknae sushiff Andri :* dan spesial bwt readers sushiff😀

15 thoughts on “[DongYu Couple & KyuJi Couple] Valentine’s Day Couple~”

  1. bwahahahahaha….itu Kyu sama ceweknya pada polos ya?? bisa-bisanya dibegoin begitu,,,mana gak sadar kalo lagi ngomongin diri sendiri😄

    lucu lucu

  2. hahahaha😀 si Donghae kasian amat tuh telat kencan gara” diare. Gak keren aja penyakitnya #plak
    lagian tuh si kyuji polos amat yah gak sadar gitu udah dibegoin, wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s