The Newest Girlband (Last News-10 ) Hyunmei’s Story

AUTHOR : Yuyu a.k.a Younji

Cast :

  • The Rest of Super Junior member
  • The Rest of SHINee member
  • The Rest of Bigbang member
  • The Rest of SNSD member
  • So Hye Won (H:ART)
  • Lee Ji Hae (H:ART) a.k.a Kwon Ji yon
  • Kim Hee Mi (H:ART)
  • Berli (H:ART)
  • Lee Hyun Mei (H:ART)

Langit berawan tampak membuat seluruh kota Seoul terlihat suram di pagi hari. Member H:ART meringkuk di dalam van mereka dibalik selimut tebal. Meski pemanas telah dinyalakan, tetap saja suhu minus diluar menembus pertahan yang mereka miliki.

Rasanya malas sekali untuk sekedar membuka mata, tapi mereka bukanlah yeoja biasa yang bisa bersantai. Mereka adalah idola, mereka adalah H:ART.

“yaaaa, Hyunmei-ya! Angkatlah telponmu, berisik sekali.” Omel Berli. Berli menarik-narik ujung selimut Hyunmei yang duduk di kursi belakang bersama Heemi dan Jihae. Hyunmei menggeram pelan dan mengambil hpnya. Caller id yang sudah menelponnya sejak beberapa hari yang lalu masih saja tidak putus asa dan mencoba untuk menelponnya.

Apakah namja itu tidak punya kegiatan lain selain menganggu Hyunmei? Bukankah seharusnya namja itu punya segudang jadwal untuk dilaksanakan? Hyunmei kembali menggeram setelah panggilan tersebut terputus, tapi kembali berdering beberapa detik setelahnya. Hyunmei membalikkan hpnya, mencopot baterai dan menyimpan hp tanpa baterai itu ke dalam tas sekolahnya.

Mobil van H:ART terhenti di depan gerbang sekolah Hyunmei. Younji yang duduk di samping pengemudi membalikkan badannya untuk melihat Hyunmei yang bersiap-siap untuk turun.

“ingatlah, nanti kami akan menjemputmu pukul 11.” Tutur Younji sambil sesekali melihat buku agendanya, memastikan ia tidak salah jadwal.

“ne, araseo eonni. Annyeong!” Hyunmei meloncat turun dari van dan melambai pada para eonninya yang sudah melaju pergi dengan van.

Hyunmei mendesah pelan. Masuk sekolah rasanya lebih berat daripada latihan. Bukannya ia mengalami bullying, hanya saja mendapatkan tatapan dan bisikan-bisikan dari orang-orang sekitarnya—terutama para yeoja—sangatlah tidak menyenangkan.

***

“tidak bisakah kau berhenti menggangguku sedetik saja, Tuan Cho?” tegas Hyunmei dengan menekan kalimat terakhirnya.

“kau bilang aku mengganggumu, huh?”

“ne, tidak taukah kau kalau aku baru saja mau tidur ketika hp ku berdering karena kau?” omel Hyunmei. Bukan itu sebenarnya yang membuat ia kesal. Sejak pagi sama sekali tidak ada panggilan masuk dari Kyuhyun, tidak juga pesan singkat yang ditinggalkan untuk dirinya. Padahal biasanya Kyuhyun akan mengirimkan berjuta-juta pesan di kotak masuk Hyunmei kalau ia tidak mengangkat telponnya. Tapi hari ini tidak ada nama Kyuhyun di kotak masuknya dan itu membuat dia uring-uringan seharian.

Dan sekarang, ketika Hyunmei sudah putus asa dan berusaha untuk terlelap, namja itu justru menelponnya.

“yaaaaa, apa kau tidak tau kalau aku—BRUAAAAAK! Srt… srrrt..” Suara Kyuhyun dari seberang telpon terputus. Hyunmei menghentikan tangannya diudara yang hendak mengucek mata mengantuknya ketika mendengar suara dentuman yang sangat keras dari tempat Kyuhyun. Detik selanjutnya, tidak terdengar suara apapun kecuali suara berisik saluran telpon yang terganggu dan suara teriakan-teriakan.

“yeoboseyo? Yeoboseyo?? Yaaa, Cho Kyuhyun!!” teriak Hyunmei yang sekarang sepenuhnya terjaga.

“Mei? Ada apa sih?” Jihae yang tidur di samping Hyunmei ikut terbangun karena suara teriakan dari Hyunmei.

“tadi Kyuhyun menelponku, tapi setelahnya terdengar suara dentuman keras dan sekarang suaranya sama sekali tidak terdengar.” Jelas Hyunmei berusaha untuk setenang mungkin.

“mungkin dia hanya mengerjaimu, seperti tentang kecelakaan Donghae minggu lalu.”

Jihae kembali menutupi tubuhnya dengan selimut sementara Hyunmei mencoba untuk mempercayai kata-kata Jihae, meski sebenarnya ia masih saja tetap merasa khawatir.

Hyunmei memejamkan matanya, mencoba untuk kembali ke alam mimpi yang ia datangi sebelum Kyuhyun menelponnya. Tapi mimpi buruk justru menghantuinya sepanjang malam namun tidak bisa diingatnya dengan jelas ketika ia terbangun di pagi hari.

Hyunmei melangkah keluar dari kamarnya dengan malas, masih dengan penampilan acak-acakan dan menghempaskan diri di meja dapur.

“Mei? Kau sudah bangun?” Heemi mematikan kompor dan memperhatikan Hyunmei dengan seksama, meragukan apakah Hyunmei benar-benar telah bangun atau sekedar ngelindur.

Hyunmei hanya mengangguk, terlalu malas untuk membuka kedua matanya.

“wah, tumben sekali kau sudah bangun.” Berli tidak kalah kagetnya dengan Heemi begitu melihat maknae mereka duduk manis di dapur. Berli keluar dari dapur dan menuju ruang nonton tanpa mempedulikan jawaban Hyunmei.

Sudah menjadi kebiasaan di dorm bahwa Heemi dan Berli adalah dua orang yang bangun paling pagi, sedangkan ketiga penghuni kamar lain di dorm itu yang paling malas bangun.

Berli menyalakan tv, sekedar untuk mencari kesibukan di pagi hari. Begitu tv menyala, siaran berita pagi yang muncul dilayar. Awalnya Berli tidak tertarik dan sudah memposisikan jarinya diatas remote, bersiap untuk mengganti siaran, tapi huruf-huruf yang terangkai di layar mampu menghentikan Berli dan membuat matanya terbelalak ngeri.

“Mei! Hyunmei-ya! Cepat ke sini!!” panggil Berli setengah berteriak.

“ada apa eon?” Hyunmei berlari kecil menghampiri Berli yang masih terbelalak, diikuti Heemi sambil melepaskan celemeknya.

“Supershow 3 yang diadakan di Singapore pada tanggal 29 Januari 2011 di Singapore Indoor Stadium berhasil menarik puluhan ribu ELF untuk menyaksikan konser tersebut. Antusiasme dari para ELF terlihat jelas dengan banyaknya mobil yang mengikuti van Superjunior sesaat setelah konser berakhir. Salah satu mobil tersebut melaju cukup kencang untuk mengejar van sang idola namun naas karena mobil salah satu fans tersebut justru menyenggol badan van, membuatnya kehilangan keseimbangan dan mengakibatkan tabrakan beruntun 7 mobil fans lain yang berada tepat dibelakang van tersebut. Meski Kim Heechul dan Leeteuk yang berada di van tersebut dikabarkan baik-baik saja, namun perwakilan SM Entertainment berjanji akan melakukan check up pada kedua member tersebut. Superjunior dikabarkan kembali ke Seoul dini hari dan Leeteuk langsung dilarikan ke rumah sakit sesampainya dibandara Incheon. Sampai berita ini disiarkan, masih belum ada kepastian apakah masih ada korban lain baik dari pihak fans maupun dari Superjunior.”

Suara pembawa acara terus keluar dan masuk dalam pikiran Hyunmei. Itukah suara mengerikan yang didengarnya semalam sebelum saluran telpon mereka terputus?

***

“kau bilang aku mengganggumu, huh?” Kyuhyun kembali membuka matanya yang hampir saja tertutup sempurna karena rasa kantuknya.

“ne, tidak taukah kau kalau aku baru saja mau tidur ketika hp ku berdering karena kau?” omel Hyunmei. Ia sungguh tidak mengerti, mengapa yeoja satu ini tidak bisa bersikap manis sedikit saja?

Seharian ini Kyuhyun sama sekali tidak punya kesempatan untuk menyentuh hp nya dan menghubungi Hyunmei, tapi begitu konser selesai, dengan segera ia menelpon Hyunmei namun justru tanggapan dingin seperti biasa yang diberikan yeoja itu. Tidakkah yeoja itu juga merindukan dirinya?

“yaaaaa, apa kau tidak tau kalau aku—“

BRUAAAAAAAK! Suara dentuman keras dari arah belakang membuat Kyuhyun terkesiap, melupakan apa yang sedang ia lakukan detik itu juga. Ia bersama member Superjunior lainnya dengan cepat menoleh ke belakang, melihat mobil van yang ditempati Leeteuk dan Heechul keluar dari jalur, sementara mobil-mobil lain kembali membuat suara dentuman keras akibat badan mobil yang saling bertabrakan. Butuh waktu hingga beberapa menit hingga suara dentuman itu menghilang.

Van yang ditumpanginya terhenti, Kyuhyun dengan segera meloncat keluar dari van yang ia tumpangi dan menghampir van yang sekarang sudah agak hancur di sisi kanan.

“hyung! Gweanchana?” dengan panik Kyuhyun menggedor pintu van. Member Superjunior lainnya ikut membantu Kyuhyun membuka pintu yang macet, Leeteuk dan Heechul keluar dari van dengan terbatuk-batuk—keadaan mereka sangat kacau.

“hyung gweanchana?” ulang Kyuhyun sambil menatap Leeteuk dan Heechul bergantian. Heechul melambai-lambaikan tangannya ke udara masih sambil terbatuk, memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja sementara Leeteuk berusaha mengumpulkan oksigen disekitarnya dan memasukkannya ke dalam paru-paru.

Sirine mobil polisi mendekat, mengamankan tempat kejadian. Karena sekarang hanya tersisa 2 van, mau tidak mau 5 member Superjunior harus berbagi satu van meski agak sedikit menyesakkan karena ukuran van agak kecil.

Sementara Donghae dan Siwon sibuk menanyakan dan memperhatikan kedua member tertua itu, Kyuhyun mengamati mereka tanpa bersuara.

Meski Leeteuk terus meyakinkan bahwa ia baik-baik saja, tapi manager mereka memutuskan mereka harus berangkat secepatnya. Kali ini, demi menghindari kejaran dari para fans, Superjunior dipaksa untuk menumpangi pesawat dini hari, pesawat terpagi hari itu.

Kepulangan Superjunior yang mendadak dan terlalu cepat tidak bisa diduga oleh para fans karena begitu mereka sampai di bandara Incheon, tidak ada satupun fans yang menjemput mereka. Leeteuk menghela nafas lega, mereka tidak perlu kejar-kejaran dengan fans lagi.

Dua van Superjunior telah menanti mereka, manager memutuskan untuk langsung ke rumah sakit sebelum mengantar mereka pulang ke dorm karena wajah Leeteuk memang terlihat agak pucat.

Heechul dan Leeteuk masuk ke dalam ruangan, mendapatkan perawatan seksama. Semua member Superjunior—kecuali Kyuhyun—ikut masuk karena merasa tidak nyaman jika harus menunggu diluar.

Setelah kesembilan hyungnya masuk ke dalam ruangan, Kyuhyun terduduk di kursi di samping pintu ruangan tersebut. Kakinya memang lemas sejak tadi, bahkan sejak kecelakaan itu ia merasa tidak bisa menggerakkan otot-otot tubuhnya. Nafas Kyuhyun memburu, terasa sesak karena hidungnya kini tidak bisa lagi menghirup udara dengan benar.

“CHO KYUHYUN, GWAENCHANA??” Kyuhyun mengangkat kepalanya yang terkulai lemas begitu mendengar suara teriakan. Hyunmei berlari-lari kecil di koridor rumah sakit—seorang diri.

“kau baik-baik saja? Apa kau terluka?” Hyunmei berhenti tepat dihadapan Kyuhyun dan mulai sedikit gemas karena Kyuhhyun tak kunjung menjawab pertanyaannya. Hyunmei memperhatikan Kyuhyun dari atas hingga ke bawah, terlihat baik-baik saja—tidak terluka.

“uh, sepertinya kau baik-baik saja. Apakah Leeteuk oppa di dalam? Aku ingin melihat keadaannya.” Hyunmei bersiap untuk masuk ke dalam, tapi Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyunmei.

Telapak tangan Kyuhyun bergetar di pergalangan tangan Hyunmei.

“kau baik-baik saja kan?” Hyunmei mulai mengkhawatirkan Kyuhyun. Mungkinkah namja itu sebenarnya terluka?

“Kyuhyun-ah, sebaiknya kau pulang dulu. Kau belum tidur sejak kemarin kan? Ah, halo Hyunmei.” Ucap Sungmin pada Kyuhyun lalu memberi salam pada Hyunmei.

“ani, aku ingin mengetahui kondisi Leeteuk Hyung dan Heechul hyung dulu.” Bantah Kyuhyun bersikeras.

“geogjonghajima, dokter mengatakan mereka baik-baik saja, tidak ada yang serius. Tapi mungkin masih harus melakukan beberapa tes. Jadi kau pulang lah dan istirahat.” Pinta Sungmin lagi.

“tapi hyung…”
”Hyunmei-ya, bisa kau tolong antar makhluk keras kepala ini pulang ke dorm? Gomawo!” belum lagi Hyunmei menyanggupinya Sungmin kembali menghilang ke dalam ruangan.

Hyunmei memperhatikan wajah Kyuhyun dengan cermat, memang tidak ada luka sekecil apapun, tapi kulit putihnya memucat. Kantung matanya pun terlihat jelas, pasti ia sangat kelelahan, batin Hyunmei.

“di mana van kalian? Aku akan menemanimu ke dorm.” Hyunmei menarik tangan Kyuhyun dengan pelan dan mengajaknya berdiri. Kyuhyun tidak menolak dan mengikuti Hyunmei ke tempat parkir dan duduk dalam van.

Van mulai bergerak pelan. Kyuhyun menyenderkan kepalanya ke belakang dan tetap menjaga agar matanya terbuka meski ia benar-benar mengantuk sekarang. Hyunmei menyadari Kyuhyun berkedip dengan malas, terasa berat untuk membuka matanya.

“tidurlah, akan kubangunkan setelah sampai di dorm.”

“aku… Setelah kecelakaan di Singapore itu, kenangan burukku kembali muncul. Sama seperti Heechul hyung, aku merasa tidak aman untuk menutup mataku, aku takut kalau kejadian itu akan terulang lagi.” Kyuhyun bergidik pelan, membayangkan kecelakaan yang hampir merengut nyawanya beberapa tahun silam. Hyunmei bisa merasakannya, namja yang berada di sampingnya yang biasanya selalu menjahili dia sekarang benar-benar resah dan takut.

“gwaenchana, ada aku. Kau bisa tidur dengan tenang.” Hyunmei meletakkan tangannya di pundak Kyuhyun. Kyuhyun menoleh dan tersenyum kecil pada Hyunmei.

“justru karena ada kau di sini, aku lebih tidak boleh menutup mataku. Kalau terjadi sesuatu aku tak akan bisa melindungimu pabo.”

Wajah Hyunmei bersemu merah. Apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun? Untuk apa namja itu ingin melindungi dirinya?

Honestly I didn’t know at first,

Though there was a coincidental meeting

Until now more than happiness

I learned a lot more about pain

Hyunmei terkesiap dari lamunannya begitu mendengar suara merdu Kyuhyun melantunkan lagu. Kyuhyun menyenderkan kepalanya diatas pudak Hyunmei dan masih terus menjaga matanya terbuka.

I had a lot of tears

But I’ll only give you laughter

I finally found my other half

My heart is racing like this

I found you, my love, the person l’ve been looking for

I want to embrace you passionately

Stay still and close your eyes

So that I can kiss you

I love you, I love you

I found you, the one person to stay beside me

I had closed my heart

But to you I’ll give my heart

I finally found my other half

My heart is racing like this

The person who embraced my wounded heart and painful scar

I want to give you even more love always

Thank you for coming to my side…

Kyuhyun selesai bernyanyi bersamaan dengan sampainya mereka di dorm Superjunior. Hyunmei yang takut Kyuhyun akan tumbang karena kelelahan dengan senantiasa memegangi lengan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil, senang karena Hyunmei memperhatikan dirinya.

“yang mana kamarmu?” tanya Hyunmei bingung harus memapah Kyuhyun ke kamar yang mana. Kyuhyun menunjuk satu pintu dan Hyunmei membantu Kyuhyun masuk ke kamar, lalu merebahkan Kyuhyun diatas tempat tidur empuk miliknya.

“kalau begitu aku pulang dulu ya—OMOOO~!” teriak Hyunmei setelah Kyuhyun menarik Hyunmei terjatuh diatas tubuhnya. Hyunmei mengerjap berkali-kali balas menatap mata Kyuhyun yang dekat dengannya.

“kurasa aku tidak mengantuk lagi.” Ucap Kyuhyun dengan nada rendah yang menggoda. Dengan satu kali gerakan Kyuhyun membalikkan posisi mereka. Kyuhyun menahan kedua tangan Hyunmei diatas kepalanya.

“Kyu-kyuhyun-ya. Jangan bercanda lagi, kau tau ini tidak lucu.” Hyunmei tergugup. Jika Kyuhyun berniat melakukan hal yang macam-macam, ia tau ia pasti habis. Tidak ada seorang pun di dorm ini! Kyuhyun menyunggingkan evil smilenya yang justru membuat Hyunmei kembali bersemu merah.

“sudah lama aku menahannya, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Aku.. menginginkanmu.” Bisik Kyuhyun ditelinga Hyunmei.

Hyunmei baru saja akan menyuarakan kebingungannya tepat ketika bibir Kyuhyun menyentuhnya. Hyunmei terkesiap. Kyuhyun melumat bibir Hyunmei tanpa mempedulikan pemberontakkan Hyunmei. Hyunmei mencoba untuk mendorong Kyuhyun menjauh meski sia-sia karena Kyuhyun masih mengunci kedua tangannya yang sama sekali tidak bisa bergerak dibawah tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menjilati bibir bawah Hyunmei, mencoba mencari akses untuk memasuki mulut yeoja itu. Kesal karena Hyunmei tidak juga membuka mulutnya, Kyuhyun menggigiti bibir Hyunmei dengan pelan.

“aah~” ringis Hyunmei yang sedikit membuka mulutnya. Lidah Kyuhyun dengan senang hati memasuki mulut Hyunmei, menjelajahi setiap rongga mulut yeoja yang sekarang terlihat menyerah atas perlakuan Kyuhyun. Kyuhyun melepaskan kedua tangan Hyunmei setelah yakin ia tidak akan dipukuli. Alih-alih memukulnya, Hyunmei justru melingkarkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, menyentuh rambut halus milik namja itu. Perlakuan Hyunmei membuat Kyuhyun semakin terbakar. Masih sambil terus menjelajahi rongga mulut Hyunmei, tangan Kyuhyun merayap masuk dibalik baju Hyunmei dan mengelus perut datar Hyunmei, membuatnya mendesah pelan.

Tiba-tiba saja tubuh Kyuhyun menidih Hyunmei, tidak bergerak sama sekali. Dengan ragu-ragu Hyunmei mengintip namja itu, Kyuhyun benar-benar kelelahan dan tertidur. Hyunmei menghembuskan nafas lega. Hampir saja ia kehilangan kendali. Hyunmei menyentuh kedua pipinya yang memanas.

“omo~~! Apa yang baru saja kulakukan? Apa yang baru saja kami lakukan? Omo, omo, omo!!” Pekik Hyunmei panik. Hyunmei membenarkan posisi tidur Kyuhyun, menyelimutinya agar tetap hangat lalu berlari keluar dari dorm Superjunior masih dengan pikirannya yang kacau balau.

***

“Mei-ya, bagaimana keadaan Kyuhyun? Dia baik-baik saja kan?” tanya Hyewon sambil membaca majalah di samping Hyunmei. Hyunmei tidak merespon, pandangannya yang terpaku ke layar tv terlihat kosong. Hyewon menatap Jihae yang hanya bisa mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.

“yaaa, kenapa kau, huh?” Berli mengguncang tubuh Hyunmei, menyadarkannya dari dunianya sendiri.

“apa? Ada apa?” tanya Hyunmei kaget.

“Hyewon eonni tanya bagaimana keadaan Kyuhyun?” ulang Heemi.

“uh, baik-baik saja. Dia hanya kelelahan.” Begitu nama Kyuhyun disebut wajah Hyunmei langsung memanas, dan tentunya hal itu tidak luput dari pengamatan member H:ART lainnya.

“apa ada sesuatu yang terjadi pada kau dan evil maknae itu?” selidik Jihae yang mencondongkan tububhnya ke arah Hyunmei.

“a-aniya! Tidak ada yang terjadi!” kilah Hyunmei selagi ia bisa berkata-kata. Hp Hyunmei berdering, sebuah pesan singkat masuk ke hp nya dengan id Evil Kyu tertera di layar hp. Jihae mencoba merebut hp Hyunmei, tapi dengan cepat Hyunmei melarikan diri ke kamar dan menguncinya.

Hyunmei kembali menatap layar hp nya dan tersenyum sebelum menekan tombol ‘baca’.

FROM : Evil Kyu

Mulai sekarang jangan pernah berada di dekatku lagi. Apapun yang telah terjadi diantara kita, anggap saja tidak pernah terjadi. Jangan salah paham, dan mengharap terlalu banyak dariku. Kita, tidak lebih dari rekan satu perusahaan.

Senyum di wajah Hyunmei menghilang. Hp nya terjatuh ke lantai. Ia tidak percaya apa yang baru saja ia baca. Tidak mungkin, tidak mungkin Kyuhyun melakukan hal seperti itu padanya.

“candaan, pasti ini hanya candaannya saja. Bukankah dia suka sekali mengerjaiku?” ujar Hyunmei pada dirinya sendiri. Hyunmei mengambil hp nya yang terjatuh dan langsung menelpon Kyuhyun. Panggilan pertama tidak terjawab. Panggilan kedua dan seterusnya tidak masuk.

Hyunmei terisak pelan. Tubuhnya tak sanggup lagi berdiri. Hyunmei merosot jatuh dan terduduk. Hyunmei menyenderkan tubuhnya dibalik pintu yang masih terkunci.

***

Kyuhyun membanting hp nya diatas sofa dengan kesal. Panggilan ke 12 untuk hari ini—belum terhitung panggilan beberapa hari sebelumnya—yang tidak diangkat oleh Hyunmei. Kyuhyun tidak mengerti, beberapa hari yang lalu mereka masih baik-baik saja, Hyunmei bahkan membalas ciumannya. Bukankah itu sudah jelas jika Hyunmei juga menyukai dirinya? Lalu kenapa lagi sekarang Hyunmei tidak bersedia mengangkat telpon darinya?

Oke, mungkin Hyunmei sibuk karena kegiatan H:ART yang mulai memadat dari acara nyanyi hingga variety show akhir-akhir ini. Tapi dari hampir 100 panggilan yang diberikan Kyuhyun, tidak bisakah ia membalas hanya dengan pesan singkat saja? Apakah Hyunmei menghabiskan 24 jam untuk bekerja? Tidak bisakah Hyunmei balik menelponnya saat ia sedang istirahat?

Berbagai pikiran berkecamuk di benak Kyuhyun hingga ia tak menyadari managernya masuk ke dorm dan duduk di sampingnya.

“kenapa kau masih mencoba menghubungi Hyunmei? Bukankah sudah kukatakan jika kalian berpacaran itu tidak akan baik?” omel Manager.

“manager hyung, kau tidak perlu khawatir, aku tak akan membiarkan para fans mengetahui perasaan kami.”
Manager menghela nafas karena sifa keras kepala Kyuhyun yang selalu menyulitkannya.

“dengar Kyu, berapa kali pun kau menelponnya atau mencoba mencarinya, ia tidak akan pernah mau bersamamu. Mengertilah, ini yang terbaik untuk kalian.”
”apa maksudmu hyung?” Kyuhyun memelototi Manager, sesuatu melintas dibenaknya, tapi ia mencoba mengusir pikiran jelek itu. Tidak akan mungkin managernya tega melakukan hal yang ia bayangkan.

“dengar, aku sudah mengirim pesan pada Hyunmei menggunakan hp mu untuk melepaskanmu. Kau seharusnya berterima kasih padaku.”
emosi Kyuhyun memuncak. Jadi itu alasannya Hyunmei tidak lagi menggubrisnya? Bukan karena jadwalnya, bukan karena ia tak menyukai Kyuhyun, tapi justru karena ia mengira Kyuhyun tidak menginginkannya. Kyuhyun berdiri dengan spontan, ia mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.

“kau tidak seharusnya melakukan hal itu hyung! Kau tidak pantas memisahkan kami!” teriak Kyuhyun penuh emosi. Manager ikut berdiri dan berhadapan dengan Kyuhyun.

“ini semua demi kariermu, demi karier Hyunmei juga! Tidak akan baik kalau kalian berdua pacaran, apalagi kalian dari perusahaan yang sama.”
”persetan dengan semua itu! Kenapa hanya aku yang tidak boleh? Kibum hyung, Donghae hyung, Eunhyuk hyung, bahkan Jinki, mereka juga berpacaran dengan artis satu perusahaan, kau tidak melarang mereka, lalu kenapa kau harus melarangku!!?” Kyuhyun berjalan meninggalkan manager yang terlihat tidak kalah kesalnya dari dirinya. Kyuhyun masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras, tidak menghiraukan tatapan bingung dari Sungmin. Kyuhyun duduk di tepi tempat tidurnya dan mengeluarkan hp nya—kembali mencoba menelpon Hyunmei meski hasilnya tetap sama saja. Hyunmei tidak menjawab telponnya.

“aaaaargh!” erang Kyuhyun sambil menutup wajahnya sendiri. Ia tidak tau apa lagi yang harus dilakukannya. Jelas sekali bukan Kyuhyun yang mengirim pesan itu pada Hyunmei, tapi akankah yeoja itu percaya bagaimanapun Kyuhyun memohonnya untuk percaya?

***

“Mei-ya, kau tidak mengangkat telpon dariku?” cerocos Berli begitu Hyunmei masuk ke dalam van sepulang sekolah.

“mian eon, hp ku tertinggal di dorm.” Ucap Hyunmei memelas.

“lagi, huh?” Hyewon eonni memandang Hyunmei tidak percaya. Bagaimana tidak, Hyunmei selalu membawa hp ke mana-mana untuk surfing internet, tapi tiga hari terakhir ini Hyunmei justru meninggalkan hpnya di dorm, bukankah itu sangat aneh?

“aigooo, eonni! Kau bertingkah seperti orangtua.” Hyunmei menggeleng-geleng kepalanya. Berli dan Jihae hanya tertawa kecil menanggapi komentar Hyunmei sementara Hyewon yang berpura-pura menatap Hyunmei dengan galak hanya terus berjalan di koridor disusul para dongsaengnya.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang tangan yang muncul di belakang mereka. Tangan itu membekap mulut Hyunmei dan menarik tangan Hyunmei. Tidak ada member H:ART yang sadar kalau Hyunmei tidak lagi berjalan di belakang mereka.

“hmppf!” erang Hyunmei dari balik tangan yang mendekapnya. Orang misterius itu menarik Hyunmei masuk ke dalam ruangan sepi yang gelap. Orang yang Hyunmei yakini sebagai namja itu mengunci pintu, memastikan tidak ada seorang pun yang bisa masuk dan mengganggu mereka. Hyunmei mencoba melihat wajah namja misterius itu, tapi yang bisa ia lihat hanyalah siluet karena minim nya cahaya dalam ruangan itu.

Setelah yakin ia mengunci pintu dengan benar, namja itu melepaskan dekapannya di mulut Hyunmei. Namja itu menghentakkan kedua tangannya di sisi kepala Hyunmei, membuat Hyunmei sedikit tersentak.

“apa yang kau pikir sedang kau lakukan? Menghindariku? Kau pikir kau bisa melakukannya?” Namja itu berbisik dengan suara rendah di telinga Hyunmei. Hyunmei mendongak, memaksa matanya untuk terbiasa dengan cahaya redup di sana dan ia bisa mengenali sosok dihadapannya saat ini. Hyunmei memalingkan wajahnya. Hatinya kembali terluka hanya dengan melihat namja itu.

“tatap aku, Hyunmei.” Perintah Kyuhyun pada Hyunmei dengan nada yang melembut.

“apa mau mu Tuan Cho? Tidak puas kau bermain denganku sebelum ini?” tatap Hyunmei sinis. Ekspresi Kyuhyun kembali melembut. Sebelumnya ia memang sempat merasa kesal karena Hyunmei terus menghindarinya padahal ia hanya ingin menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dan meminta maaf pada Hyunmei. Tapi penolakan Hyunmei membuat emosi Kyuhyun memuncak. Ia merasa sangat marah, kenapa Hyunmei tidak bisa memberinya beberapa menit saja? Dan yang lebih membuatnya marah adalah karena Hyunmei bisa-bisanya mempercayai isi pesan yang tidak mungkin akan pernah ia tulis untuk Hyunmei. Karena Hyunmei tidak mempercayainya meski hanya sedikit.

Tapi sekarang melihat Hyunmei seperti ini—terluka—justru membuat Kyuhyun tidak tega untuk melampiaskan emosinya.

“Hyunmei-ya, dengarkan aku. Pesan singkat itu bukan dariku. Aku ..”
”bukan darimu? Lalu bagaimana bisa id mu yang tertera di hp ku?”

“makanya, dengarkan penjelasanku.”

“geumanhae, aku sudah terlalu muak dengan semua permainan konyolmu. Aku benci kau, Cho Kyuhyun.” Ujar Hyunmei dengan ketus. Hyunmei menghempaskan kedua tangan Kyuhyun dan keluar dari ruangan itu dengan mudah. Kyuhyun membeku di tempatnya. Kata-kata terakhir Hyunmei menancap di hatinya.

***

“aku pulang.” Hyewon masuk ke dorm dengan beberapa kantong makanan ditangannya. Berli, Heemi dan Jihae menatap Hyewon dengan pandangan memelas.

“waeyo?” tanya Hyewon bingung. Berli mengarahkan ibu jarinya ke arah kamar. Hyewon mengernyit dan membuka pintu kamar. Tidak ada apapun di sana, tapi samar-samar Hyewon mendengar suara isakan. Hyewon kembali menghampiri member H:ART dengan kening berkerut.

“Hyunmei?” tanya Hyewon bingung. Heemi mengangguk pelan.

“dia sudah bersembunyi di dalam lemari sejak tadi.” Heemi memandang pintu kamar dengan pasrah. Mereka bertiga sudah berusaha membujuk Hyunmei untuk keluar dan menceritakan masalahnya, tapi Hyunmei menolak.

“aku sudah bertanya pada Donghae, mungkin saja Kyuhyun tau sesuatu. Tapi Kyuhyun juga menolak untuk bicara.” Lanjut Berli.

Hyunmei meringkuk di dalam lemari, mencoba menghentikan tangisnya yang sama sekali tidak mereda. Ia tak berdaya. Setiap kali ia ingin berhenti menangis, ia justru kembali mengingat Kyuhyun dan merasa terluka.

Setelah sempat tertidur beberapa saat di dalam lemari, Hyunmei merasa tubuhnya pegal-pegal dan matanya juga sudah membengkak karena terus menangis. Jika ia tidak ingin diomeli Younji karena matanya itu, ia harus berhenti menangis sekarang. Hyunmei keluar lemari, beranjak ke ruang nonton dan mengarah ke kamar mandi. Sebisa mungkin Hyunmei tidak ingin menghiraukan para eonninya, karena mereka pasti akan mengintrogasi dirinya—ia terlalu lelah untuk menerima semua itu.

“Mei-ya…” suara tercekat Berli membuat Hyunmei berbalik dan menatap para eonninya. Hp milik Berli tertempel ditelinganya. Tidak hanya Hyunmei, tapi member H:ART lainnya juga memandang Berli dengan bingung.

“Kyuhyun, dia… dia mengalami kecelakaan…” lanjut Berli parau.

Mata Hyunmei membulat. Rasa cemas dan khawatir menyeruak dengan cepat ditubuhnya. Sedetik kemudian, Hyunmei mulai mencerna pa yang mungkin terjadi.

“eonni, kau tau kalau kau tidak akan bisa menipuku menggunakan trik yang sama yang Kyuhyun berikan padamu. Aku tidak akan percaya. Terserah saja kalau dia mau mati atau apapun.” Ujar Hyunmei setenang mungkin.

“kurasa Berli tidak berbohong.” Jihae meraih remote tv dan membesarkan volumenya. Semua perhatian di ruangan itu tertuju pada layar tv. Hyunmei tidak bisa lagi mendengar suara-suara disekitarnya, perhatiannya hanya tertuju pada sosok yang sekarang sedang bersimbah darah. Para medis berusaha memberikan pertolongan pertama pada Kyuhyun, selang infus tertancap di lengan kurusnya. Mata Kyuhyun terpejam rapat, wajahnya terlihat semakin pucat. Sungmin dan Leeteuk berlari-lari kecil di samping Kyuhyun, memanggil-manggil maknae mereka agar membuka matanya. Tapi tidak ada reaksi, Kyuhyun masih terkulai lemas tak sadarkan diri.

***

Donghae berjalan mondar-mandir di koridor sambil menggigiti kukunya. Ia sama sekali tidak bisa tenang, bukan hanya dia, tapi seluruh member Superjunior merasakan hal yang sama. Mereka sangat panik karena evil maknae mereka harus mengalami kejadian seperti ini lagi. Dari ujung koridor member H:ART berlari dengan riuh. Mereka memasuki rumah sakit dengan susah payah karena beratus-ratus ELF sudah memenuhi halaman rumah sakit.

“bagaimana dengan Kyuhyun?” Berli menggenggam tangan Donghae, membuat namja itu sedikit tenang. Donghae memandang Berli untuk waktu yang cukup lama, lalu beralih dan memandang Hyunmei yang tak bisa berkata apa-apa.

“akhir-akhir ini, Kyuhyun tidak bisa tidur dengan baik. Tadi kami baru saja akan pulang ke dorm, Kyuhyun tertidur di dalam mobil di sampingku. Padahal ia bahkan tidak pernah memejamkan matanya sedetik saja setelah kecelakaan di Singapore. Tadi, seorang pengendara motor melajukan motornya dengan kencang ke arah kami. Terpaksa hyung menghindari motor itu. Van kami menumbur pembatas jalan. Saat itu kami masih baik-baik saja, meski tubuh kami agak sakit-sakit. Aku dan yang lainnya keluar duluan dari van, lalu terdengar suara klakson,  tidak jauh dari van ada sebuah mobil yang juga sedang melaju. Dan kurasa kalian tau apa yang selanjutnya terjadi.” Donghae menatap pintu ruang operasi yang masih tertutup, lampu diatasnya masih menyala.

“dokter bilang mereka akan berusaha yang terbaik untuk Kyuhyun. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa saat ini.” Lanjut Donghae lirih.

Kaki Hyunmei melemas, ia tak lagi bisa menahan berat tubuhnya. Tubuh Hyunmei jatuh merosot begitu saja sebelum Heemi dan Jihae meraihnya. Hyunmei membekap mulutnya dengan erat. Isakannya semakin menjadi. Hyunmei menatap ruang operasi dengan ngeri.

“Hyunmei-ya, aku tau aku tidak punya hak untuk menjelaskan ini padamu. Tapi, Kyuhyun mungkin saja tidak akan memiliki kesempatan untuk menjelaskan hal ini padamu.” Sungmin menghentikan kata-katanya. Sungmin berjongkok di hadapan Hyunmei dan memandang mata merah di wajah Hyunmei.

“pesan singkat itu, bukan dari Kyu. Manager hyung yang mengirimnya menggunakan hp Kyu karena dia tidak ingin Kyu berpacaran. Kau pasti tidak tau, bagaimana marahnya Kyu waktu itu. Ia tidak henti-hentinya menjerit pada manager hyung. Hyunmei-ya, Kyu mungkin memang kekanak-kanakkan dan suka mengerjaimu, tapi percayalah kalau dia sangat mencintaimu.”

Hyunmei merasa sangat bodoh saat ini. Ia menyalahkan dirinya. Kalau saja dia tidak begitu keras kepala, kalau saja ia mau mendengarkan penjelasan Kyuhyun dan mempercayainya. Tapi ia tidak melakukannya, tidak ada satupun hal itu yang ia lakukan. Jika saja ia sedikit melunak, jika saja ia mempercayai Kyuhyun, Kyuhyun tidak akan tertidur di dalam van, Kyuhyun akan terhindar dari kecelakaan ini.

“sudahlah, Mei, sudah.” Hyewon memeluk Hyunmei dengan erat, tidak tega melihat maknae mereka menjadi seperti itu. Jihae dan Heemi ikut memeluk Hyunmei sementara Berli terlihat ragu, tapi ia bertahan di sisi Donghae, ia tau Donghae juga butuh kekuatan saat ini.

“jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kurasa, ini memang keputusan Kyuhyun sejak awal.” Ujar Sungmin yang sontak membuat semua orang menatapnya.

“setelah van mereka menabrak pembatas jalan, aku melihat Kyuhyun membuka matanya. Ia tau apa yang sedang terjadi, ia juga mendengar dan melihat ada kendaraan lain yang melaju ke arahnya, tapi ia sama sekali tidak bergerak. Ia hanya… memejamkan matanya.”

Ruang operasi terbuka, seorang dokter keluar dan membuka masker yang ia pakai. 17 orang yang berada di koridor berhambur mendekati dokter itu, mengajukan pertanyaan pada saat yang sama. Leeteuk maju ke depan dan mengisyaratkan yang lainnya untuk diam.

“bagaimana keadaannya, dok?” tanya Leeteuk dengan cemas.

“masa kritisnya sudah lewat, kalian bisa bernapas lega sekarang. Yang dibutuhkan hanyalah istirahat yang cukup dan ia akan pulih perlahan-lahan.”
”apakah kami boleh menjenguknya?” tanya Sungmin.

“Kyuhyun-ssi sudah bisa dipindahkan ke kamar biasa. Tapi untuk hari ini, mungkin hanya satu pengunjung saja yang diperbolehkan karena ia masih sangat lemah.” Dokter berlalu meninggalkan mereka yang sudah terlihat sedikit rileks.

“Hyunmei-ya, sebaiknya kau dulu yang melihat keadaannya.” Leeteuk menepuk pundak Hyunmei dengan lembut.

“jangan melakukan kesalahan bodoh lagi, Mei.” Ujar Hyewon.

***

Hyunmei melangkah dengan takut-takut ke dalam ruang inap Kyuhyun. Sosok Kyuhyun terlihat sangat lemah. Hyunmei duduk di samping Kyuhyun, ia menggenggam lengan Kyuhyun yang tidak tertancap selang infus.

“Kyuhyun-ah, irona…” ucap Hyunmei lirih. Kyuhyun masih belum bereaksi.

“Kyuhyun, neo jeongmal paboya. Kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau tidak menyelamatkan dirimu sendiri? Kenapa kau membuatku khawatir seperti ini?” isak Hyunmei. Daripada apapun yang pernah ia alami, malam ini lah ia merasa sangat takut. Ia menyesali hampir semua yang ia lakukan, kesalahan-kesalahan kecilnya pada Kyuhyun yang justru menyengsarakannya. Seandainya saja Kyuhyun tidak selamat, entah bagaimana ia bisa memaafkan dirinya sendiri. Hyunmei menunduk, menyandarkan kepalanya di telapak tangan Kyuhyun. Airmatanya menetes diatas tempat tidur Kyuhyun.

“semuanya karena kau…” suara yang terdengar sangat lemah berhasil ditangkap oleh pendengaran Hyunmei. Dengan tidak percaya Hyunmei mendongak dan mendapatkan Kyuhyun yang terbaring menatapnya dengan sayu.

“Ky-kyuhyun-ah, kau sudah sadar? Akan kupanggilkan dokter.” Hyunmei melepaskan genggamannya dan beranjak pergi, tapi Kyuhyun kembali menggenggam tangan Hyunmei dan menarik Hyunmei kembali terduduk dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.

“aku… tidak bisa bertahan… jika tidak ada kau.” Lanjut Kyuhyun masih dengan suaranya yang sangat lemah. Ia hampir-hampir tidak memiliki tenaga untuk berkedip dan bernapas, tapi ia tidak ingin Hyunmei meninggalkannya, maka ia terus memaksa dirinya untuk berbicara.

“jangan bicara dulu, kau masih sangat lemah. Lebih baik aku panggil dokter sekarang.” Ujar Hyunmei. Kyuhyun tidak melepaskan tangan Hyunmei. Dengan mata berairnya Kyuhyun menatap Hyunmei.

“jangan membenciku, kumohon.” Setetes cairan bening mengalir dari sudut mata Kyuhyun, napas berat Kyuhyun menderu di telinga Hyunmei meski ia berada tidak terlalu dekat dengan namja itu, “aku pernah.. mengalami hal ini sebelumnya.. ketika berada di ambang kematian.. yang kuingat adalah keluargaku.. dan Superjunior.. tapi kali ini.. hanya kau yang muncul pikiran.. dan penglihatanku.. aku..”

Hyunmei memotong perkataan Kyuhyun. Hyunmei merunduk dan mendaratkan ciuman hangat pada Kyuhyun.

“araseo, mianhae Kyu-ya.” Ujar Hyunmei. Kyuhyun memandang Hyunmei dengan ekspresi bingung.
”naddo saranghae…” lanjut Hyunmei.

Kyuhyun tersenyum lemah dan mendorong tubuh Hyunmei mendekat dan mendekapnya.
”tidak ada kesempatan bagimu untuk menyesal.” Bisik Kyuhyun di telinga Hyunmei. Hyunmei terkekeh pelan lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Kyuhyun.

“ne, aku tidak akan pernah melepaskanmu, Cho Kyuhyun.”

THE END

29/01/2011 – 25/02/2011

a/n ::.

Last Chapter =D

Tapi bukan ff terakhir dari author karena akan ada ff2 lainnya XDD

Mian karena chapter ini lama banget T.T

Banyak banget kendalanya dari kemarin ~~

But, finally~!

Komennya sangat dibutuhkan^^~

21 thoughts on “The Newest Girlband (Last News-10 ) Hyunmei’s Story”

  1. first???
    yeyeyeye,,,, lama banget ni part.. tp bagus banget..
    sedih pas kyu ngalamin kecelakaan….
    tp akhirnya happy ending…
    author daebak

  2. Wooowww😀
    keyens ! Kenapa ya aku ngerasa mei onnie ma kyu cocok banget ? -.-
    haha
    bener22 dpt feelnya onnie😀 sip sip😄

    oya , part hyunmin onnie ada gag onnie ?🙂

    1. waduh, saeng jangan jealous ya XDD
      moga2 ada deh, tapi belum tau kapan baru lanjut cerita hyunmin eonni ==’
      belum keluar idenya ni~
      tapi pasti bakal publish, tapi bakalan lama😄

  3. akhir’n publish jg,,,,!!!!ni ff yg plg q tunggu2 lho,,!!jd,ni bkn ff trakhir,,,??klo gitu,buruan publish’n y author,,pkok’n daebakk deh,,,!!!!

  4. onnniiieee !!! huaaaaa aku sedih kyu segitunya sama aku,,, >< aku jahat bgt wakakkakakakak😄

    daebak onn, aku udh tunggu2in nih ff yg tercinta buahahhahahhaha aku ampe keabisan kata2 nih😄

  5. ckckckkc

    Kyu syg bgd sama hyunmei ya, managernya rese !
    Eirgggg! Dimana2 pasti manager manager manager yg jadi penghalang! Aku benci manager! /plaak

    lanjjuut onn🙂

  6. mian onni,,
    komentnya bru disini~~~
    part yg laen blom dibaca,,

    oke!lgsg di koment!!!
    kasian KyuMei….
    manager.a jahat selalu!!!!
    pdhl sma” suka…

    trusss,,
    feel.a dpt bgt onni!!!
    aplgi wktu kyuhyun kecelakaan trus mei tau…
    wktu Mei nrima sms dri kyu juga…
    >x<b Daebak onni~~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s