You are My Destiny (Chapter 1 of 13)

Anneyong . akhirnya aku kembali . apakah masih ada yang inget aku ? T_T. sebelum saya mau minta maaf sebesar-besarnya karena telah menghilang. banyak sekali masalah yang saya hadapi *curhat* dari mulai persiapan UN, banyak tugas, sakit, dan WP yang eror . tapi malem ini saya bertekad buat ngepost FF. saya kembali dengan ff baru, karena jujur ff saya yang Mianhaeyo yeobo sedang mandek, saya tidak tahu harus bikin cerita apa dengan kibum *reader: dasar autor abal2* oleh karena itu saya minta maaf . tapi kalo saya sudah dapet ide , pasti akan saya lanjutkan , bagi yang mau kasih saran juga boleh . hhe .

kembali ke ff ini , saya umumkan ff ini bukan milik saya karena bukan saya yang buat!! ff ini karya imie youngwoong yang saya baca disalah satu web. judul aslinya adalah My Lovely Kim Jaejoong dengan cast YunJae. *saya jadi YunJae Shipper skrang. hhi* karena saya merasa ff ini sangat bagus makanya saya share disini. aslinya ff ini berbahasa inggris, tapi saya translate ke bahasa indonesia agar bisa lebih dimengerti. jadi sekali lagi ff ini bukan milik saya, saya hanya membatu sharing dengan mentranslate ke bahasa indonesia. tapi saya mengharapkan kalau yang ingin mengcopy tetap menuliskan nama saya di creditnya , karena mentranslate bukan hal yang mudah bagi saya. Saya mengganti castnya juga menambahkan atau mengurangi sedikit cerita yang saya tidak menerti di cerita asli. tapi saya menjamin tidak ada yang berubah dari cerita aslinya. saya sengaja tidak menggunakan nama Choi Hyena yang adalah nama korea saya, karena bukan saya yang membuat ff ini . jadi saya berharap kalin bisa menempatkan diri kalian sendiri sebagai cast utama yaitu Park Hyo Ra, anggaplah park Hyo Ra itu adalah diri kalian.

satu lagi, apabila ada yang tidak setuju dengan ff ini , dengan alasan ff ini bukan murni bikinan saya, maka saya tidak akan melanjutkannya. saya tidak bermaksud mem-plagiat, saya hanya ingin mensharing saja . terimakasih . jangan lupa comment ya . gomawo semuanya .

***

Hyo Ra menatap tangannya sendiri, berpikir dengan sangat dalam. Ini bukan apa yang ia harapkan ketika ia memilih untuk melanjutkan hidupnya dengan seorang pria bernama Choi Siwon. Air mata terus mengalir di pipinya. Aku melakukan semua ini hanya untuk Umma …
Dia tahu bahwa ibunya akan selalu membuat pilihan yang tepat untuknya. Ibunya sangat tahu dia dengan baik, dan ia sangat yakin bahwa ibunya tahu siapa laki-laki terbaik untuk anaknya sendiri. Namun, sejak Hyo Ra dan Siwon menikah enam bulan yang lalu, Siwon tidak pernah berhenti ‘menyiksanya’ secara mental dan emosional. Siwon bahkan tidak pernah makan makanan yang telah dimasakan Hyo Ra, dan kadang-kadang Hyo Ra bisa merasakan bahwa Siwon sengaja pulang terlambat untuk menghindarinya. Hyo Ra terus bertanya-tanya apa kesalahan yang telah dilakukannya.


Hyo Ra ingin memberitahu ibunya tentang dia dan Siwon, tapi ia takut bahwa ibunya akan berpikir bahwa dia telah membuat pilihan yang salah untuk anaknya dan menyalahkan dirinya sendiri. Hyo Ra jelas tidak ingin itu terjadi, terutama setelah pukulan berat yang diterima ibunya yang harus menerima kematian ayah mereka. Ditamabah, sebagai istri yang dinikahi Siwon secara resmi, ia harus menjaga rahasia pernikahan mereka, apakah itu manis atau pahit. Dia tidak ingin reputasi Siwon rusak oleh kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Minho, adik Siwon yang penasaran dan cerdas selalu bertanya tentang Siwon dan pernikahan mereka, dan apakah mereka benar-benar bahagia. Hyo Ra khawatir jika anak itu bias merasakan bahwa pernikahan dia dan Siwon tidak berjalan dengan baik, dan memberitahu orang tua Siwon tentang hal itu. Untuk itu, Hyo Ra berusaha sekeras mungkin untuk membuat cerita tentang pernikahan mereka yang bahagia. Ini menyakitkan karena ia harus berbohong kepada orang-orang. Siwon memerlukan dia untuk menjadi pendukungnya. Di mata anggota keluarga mereka, mereka adalah ultimate couple, karena sangat serasi diatambah kepribadian yang cocok. Air mata Hyo Ra mengalir deras, membasahi tangannya yang memegang wajahnya. “Kapan kebohongan ini akan berhenti?” Hyo Ra bertanya pada dirinya sendiri. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana menyakitkan harus hidup dengan seorang pria bernama Choi Siwon, dan ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa ia masih mau bersama dengan laki-laki itu.
Sekarang, ia melihat Siwon berjalan dengan perempuan lain. Hyo Ra sedang memasukan belanjaan ke bagian belakang mobil ketika ia melihat mereka berpegangan tangan saat mereka berjalan keluar dari mall tersebut. Mereka terlihat sangat bahagia, Siwon menertawakan sesuatu yang dikatakan perempuan itu, sedangkan perempuan tadi menempel begitu erat di lengan Siwon. Hyo Ra menatap wajah perempuan itu, berusaha keras untuk mengingatnya. Dia begitu cantik …
Hyo Ra tidak bisa berhenti menatap mereka sampai mereka melaju pergi dengan mobil Siwon. Akhirnya Hyo Ra duduk di kursi mobil, satu tangan memegang kunci mobil dan tangan yang lain memegang jantungnya yang berdetak keras. Rasanya sangat sakit melihat Siwon dengan perempuan lain, apalagi perempuan itu cantik sekali. Hyo Ra tahu bahwa ia tidak secantik perempuan yang bersama Siwon tadi. Bahkan jika mereka dibandingkan, Hyo Ra tahu benar bahwa dia tidak akan menang.
Mengapa Aku menuduh Siwon seperti ini?
Hyo Ra menyeka air matanya, dan mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia tidak boleh melakukan hal ini, dia seharusnya bertanya pada Siwon terlebih dahulu sebelum membuat asumsi semacam itu. Mungkin perempuan tadi adalah salah satu rekan kerja Siwon, dan hubungan mereka tidak seperti apa yang Hyo Ra pikirkan. Hyo Ra mulai menyalakan mesin dan segera pergi dari tempat parkir. Membuang kesedihannya, ia mencoba fokus pada apa yang seharusnya ia lakukan. Malam ini, orang tua Siwon akan datang untuk mengunjungi mereka. Dia harus segera kembali ke rumah dan menyiapkan makanan untuk mertuanya.
Tiba-tiba, hatinya merasakan semburat kebahagiaan. Setidaknya, orang tua Siwon memperlakukan dia seperti anak mereka sendiri. Mereka begitu baik pada Hyo Ra, bahkan sebelum Hyo Ra menikah dengan Siwon. Minho sering menceritakan bagaimana ia iri dengan Hyo Ra karena orangtuanya memperlakukan Hyo Ra lebih baik daripada mereka memperlakukan dia. Hyo Ra tersenyum tipis ketika ia memikirkan anak kecil yang konyol itu. Hyo Ra sangat menyayangi keluarga Choi, baginya mereka seperti daging dan darahnya sendiri. Karena itu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan tejadi jika ia menyakiti hati mereka dengan memberitahu mereka bahwa ia tidak bahagia dengan anak mereka. Semua ini sudah ditentukan. Hyo Ra akan menerima semua permainan yang Siwon lemparkan padanya demi kedua keluarga mereka. Dia tahu bagaimana mertuanya menaruh harapan tinggi pada Siwon dan dia, dan ia tidak bisa memaksa dirinya untuk menghancurkan impian mereka. Hyo Ra mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Siwon akan berubah suatu hari nanti …

Siwon menekan klakson berulang kali, frustrasi sudah mendidih dalam darahnya. Mobil di depannya bergerak dengan kecepatan siput, dan itu menguji kesabarannya. Dia sudah terlambat, saat ia melirik jam tangannya yang menunjukan 07:30 p.m, dan orangtuanya akan tiba di satu jam lagi. Dia hampir menangis karena putus asa sekarang. “Sial, hanya tinggal memindahkannya saja!” Ia berkata kepada dirinya sendiri sambil membunyikan klakson lagi.

Yang terpenting adalah bahwa ia tidak terlambat tiba di rumah, atau telinganya akan dipenuhi omelan dari Ibunya lagi. Dia yakin bahwa Hyo Ra sudah di rumah menyiapkan makanan, jadi dia tidak khawatir sama sekali tentang makanan dan persiapan makan malam. Hyo Ra sudah mengatakan kepadanya melalui pesan teks bahwa ia akan membeli bahan makanan untuk malam ini. Apa yang ia khawatirkan saat ini adalah apakah ia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari ceramah orang tuanya.
Pikirannya tiba-tiba kembali ke Hyo Ra. “Perempuan itu, apakah dia bahkan seorang manusia? Dia begitu sabar …” Siwon bertanya-tanya dalam hatinya, lalu menghela napasnya dalam-dalam. Bagaimana mungkin Hyo Ra masih bersedia hidup dengannya, ketika dia sengaja membuat hidup seperti mimpi buruk untuknya?
Siwon tahu bahwa dia sengaja melakukan hal-hal itu untuk membuat Hyo Ra membencinya, dan itu adalah niatnya bahkan sejak hari mereka menikah. Tapi perempuan itu masih bersabar, setiap kali Siwon meledak dan mengamuk dengan penuh amarah, Hyo Ra akan bertanya apa kesalahan yang telah ia perbuat, berusaha sebaik-baiknya untuk meminta maaf bahkan ketika sudah jelas bahwa itu bukan salahnya. Siwon sadar bahwa Hyo Ra berusaha keras untuk melakukan yang terbaik dan memenangkan hatinya, tapi sayangnya, hatinya milik orang lain.
Siwon setuju untuk menikahi Hyo Ra karena keinginan orang tuanya, tapi ia tidak bisa memaksa dirinya untuk jatuh cinta pada perempuan itu. Siwon tidak tahu Hyo Ra, dan bahkan tidak tahu nama lengkap Hyo Ra. Dan Siwon tidak ingin memulai untuk mengetahui Hyo Ra, karena hati, pikiran dan jiwanya telah ia berikan kepada Yoona, cinta dalam hidupnya sejak masa-masa SMA.
Karena Hyo Ra, Yoona pernah meminta berpisah dengannya. Tapi Siwon tidak ingin kehilangan Yoona, sehingga ia meyakinkan Yoona bahwa kesetiaan dan cintanya tidak akan pernah terbagi. Hyo Ra bukan yang ia pilih, tetapi yang dipilihkan untuknya, sehingga itu berarti bahwa Hyo Ra tidak berhak atas cinta Siwon, bahkan sedikitpun. Itu sudah cukup baik bahwa Siwon telah setuju untuk menikahi Hyo Ra, tetapi ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa seluruh dirinya hanya untuk Yoona, selamanya.
Siwon tiba di rumah tepat pukul 8:20 p.m. Ia melihat Mercedes milik Hyo Ra sudah terparkir di depan rumah lalu ia menghela napas lega ketika dia tidak melihat mobil BMW milik orang tuanya. Siwon tahu bahwa jika ia cepat, dia bisa siap dalam waktu singkat. Siwon bergegas keluar dari mobil, dan dia langsung melihat Hyo Ra dengan wajah tersenyum menunggu di pintu rumah. Dia menghela napas.
“Welcome home, Oppa.” suara lembut Hyo Ra menyentuh telinganya, dia lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil tas kerja Siwon. Tapi Siwon mengabaikannya. Siwon malah berjalan melewatinya dan naik tangga lalu masuk ke kamarnya. Siwon tahu bahwa Hyo Ra sangat kecewa dengan sikapnya.
Kau telah membuat hidupku seperti neraka, Hyo Ra …

“Siwon, Hyo Ra … tidakkah kalian ingin pergi untuk berbulan madu? Ini sudah 6 bulan sejak pernikahan kalian, Umma belum mendengar rencana bulan madu apapun dari kalian berdua. Siwon, ajak Hyo Ra melihat tempat yang indah. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu … Umma merasa sangat menyesal pada Hyo Ra” kata Nyonya Choi ketika kami sedang menikmati makan malam. Siwon, yang duduk di samping Hyo Ra, terus melahap makanannya, pura-pura tidak mendengar apa-apa. Jantung Hyo Ra berdetak kencang mendengar kata-kata mertuanya, dan melihat bahwa Siwon tidak akan menanggapi, dia menjawab dengan rasa bersalah.
“Tidak apa-apa Umma … bulan madu bisa lain kali. Aku sudah merasa bahagia berada di sini seperti ini.”
Siwon, yang sedang mengunyah makanan, tiba-tiba menambahkan, “Aku juga ingin pergi untuk berbulan madu, tapi ada begitu banyak hal yang harus aku lakukan sekarang, proyek besar di Ilsan sangat memerlukan perhatianku. Aku berjanji setelah aku menyelesaikan proyek ini, aku akan mengajak Hyo Ra ke suatu tempat yang indah. Mungkin ke Paris atau Venesia. Aku dan Hyo Ra sudah membahas tentang hal ini, dan dia setuju bahwa kita harus menunggunya. Benarkan, Baby?”
Hyo Ra mengangguk dengan patuh sambil tersenyum terhadap ibu mertuanya. Nyonya Choi tersenyum kembali, lega ketika ia mendengar jawaban mereka.
“Umma, Siwon hyung hanya membuat alasan … kasihan Hyo Ra noona … ia tidak pernah pergi kemanapun setelah ia menikah dengan Siwon hyung … Hyung-ah, kau benar-benar tidak bisa memperlakukan istrimu dengan baik … sheesshhhh … Mestinya kau bahkan tidak menikah duluan …” Mulut pintar Minho seperti menghantam sebuah kabel sensitif Siwon dan Hyo Ra. Hyo Ra hanya  menatap piringnya, sementara Siwon melotot tajam pada adiknya.
“Pikirkan urusanmu sendiri, Minho. Atau kamu ingin tanganku yang membungkam mulutmu?”
“Haaa … itu berarti aku benar … Hyung adalah seorang suami yang buruk .. itulah sebabnya hyung begitu marah dengan kata-kataku … kalian tahu apa yang mereka katakan, kebenaran yang menyakitkan ..” kata-kata cerdik Minho menusuk ditempat yang tepat. Siwon menatap tajam pada adiknya lagi, tapi Minho pura-pura tidak memperhatikan tatapan kakaknya, sebelum ia merasa kakinya mulai ditendang oleh Siwon.

“Arghhh! Hyung! Ada apa dengan kekerasan fisik? Umma, lihat Siwon hyung … dia menendang kakiku di bawah meja …” Minho cemberut sambil menggosok kakinya. Sementara Siwon tersenyum penuh kemenangan, menjulurkan lidahnya pada Minho.

“Siwon, Minho … jangan bertengkar di meja makan. Aigoo kalian ini kekanak-kanakan sekali …” Ibu mereka berkata lembut sebelum menambahkan merenung, “Tapi Siwon-ah, apa yang adikmu katakan adalah benar … Kamu harus mengajak Hyo Ra untuk liburan, pergilah … jangan biarkan orang lain mengatakan bahwa anak Umma tidak menyayangi istrinya, dan tidak tahu bagaimana memperlakukan istrinya dengan baik …!”

“Ahhh, siapa yang peduli apa yang orang lain katakan? Aku sudah bilah, ini tidak bukan aku yang tidak ingin pergi, hanya saja aku agak sibuk sekarang … dan Umma, bulan madu tidak begitu penting … kita masih bisa bersama di sini, di rumah …” Siwon menjawab sambil bergerak-gerak kursinya dengan gelisah. Topik ini mulai menyentuh pada saraf nya …

Hyo Ra melihat reaksi Siwon dan ia merasa perlu untuk memberi suaminya dukungan.
“Itu benar, Umma … aku merasa begitu bahagia tinggal di rumah seperti ini dengan Siwon, iya kan… Oppa?” Siwon hanya mengangguk saat dia menyendokan beberapa kuah ke dalam piring Hyo Ra, untuk memberikan kesan bahwa mereka adalah pasangan bahagia.
Dari sisi lain meja Minho mulai terlihat gelisah. “Hyo Ra noona, hanya mengatakan bahwa Siwon hyung adalah orang yang pelit …”
“Minho, jangan mulai lagi, oke?” Siwon berkata mengancam, memberikan Minho tatapan pembunuh.
“Ckckkk .. Siwon hyung punya begitu banyak uang, tetapi ia malah menyimpannya di bawah tempat tidur … benar-benar keterlaluan …”
“Minho!”  Teriak Siwon dan menendang kaki Minho lagi. Ibu mereka hanya menatap Hyo Ra, keduanya tersenyum putus asa satu sama lain. Itu adalah kekacauan di meja makan untuk sementara waktu, sebelum ayah mereka tiba-tiba berkata dengan suara tegasnya.
“Choi Siwon! Choi Minho! Cukup!” Semua orang langsung tenang. Mr Choi benar-benar suatu kekuatan yang patut diperhitungkan, kepribadiannya yang keras namun bijaksana membuat dia menjadi seorang ayah yang terhormat untuk kedua anak-anaknya.
“Apakah Siwon selalu pulang terlambat?”, Mr Choi tiba-tiba bertanya pada anak menantunya. Siwon hampir tersedak ketika dia mendengar pertanyaan ayahnya. Dia melirik Hyo Ra, penasaran apa yang orang itu jawab. Hyo Ra tampak begitu tenang, tidak seperti Siwon yang hampir kencing di celana karena semua ketegangan ini.
“Tidak, Appa … kadang-kadang dia pulang terlambat, tapi Siwon akan selalu meneleponku terlebih dahulu untuk memberi tahuku, jadi Aku tidak akan menunggu … Aku mengerti bahwa kantornya cukup jauh, jadi itu akan memakan waktu lumayan lama untuk Siwon tiba di rumah. Ini akan membuatnya sedikit terlambat, terutama jika ada kemacetan lalu lintas … Aku tidak ingin dia terburu-buru kembali ke rumah … itu akan lebih baik jika ia hanya mengemudi perlahan tapi tiba di rumah dengan selamat … benarkan Oppa?” Hyo Ra tersenyum manis pada Siwon, yang sedikit mengangguk untuk mengkonfirmasi kata-kata istrinya.
“Baiklah, … Appa tidak suka kalau Siwon mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Menjadi seorang suami tidak hanya memberikan pasangan kalian dengan makanan dan tempat tinggal, tetapi juga cinta dan perhatian …Kalian harus menghabiskan banyak waktu bersama, untuk mengenal masing-masing. Hal ini tidak hanya istri yang harus setia kepada suami, tapi itu hubungan dua arah. Siwon, kau harus menyayangi Hyo Ra, karena kami dipercaya oleh keluarga Park untuk memiliki anak mereka yang berharga di keluarga kami .. dan Hyo Ra, jika Siwon melakukan sesuatu yang salah, jangan takut untuk mengatakan padanya … itu akan berjalan baik … Pernikahan bukan untuk orang-orang yang egois .. itu ikatan bersama antara dua orang yang telah berjanji untuk menyayangi satu sama lain sampai mati” kata Mr. Choi kepada Siwon dan Hyo Ra, yang menatap piring mereka, keduanya mengambil makna dibalik kata-kata yang diucapkan Mr. Choi.
Siwon merasa bersalah atas tindakannya terhadap Hyo Ra, tapi bagaimana ia bisa berhenti?
Hyo Ra berharap bahwa kata-kata ayah mertuanya itu akan menjadi katalisator untuk Siwon agar bisa caranya memperlakukan dia. Dia berharap untuk itu dengan segenap hatinya.
Hyo Ra tahu bahwa satu-satunya yang bisa diandalkannya adalah kebaikan Siwon. Siwon tidak pernah bertentangan dengan keinginan orangtuanya, dan ia sangat menghormati keduanya orangtuanya. Meskipun ia keras dengan Hyo Ra, ia tidak pernah berbalik orangtuanya, dan itu salah satu hal yang menyentuh hati Hyo Ra. Hyo Ra selalu berpikir bahwa seseorang yang baik pada orang tuanya maka akan menjadi orang yang baik juga, dan dengan demikian, ia menaruh harapannya pada Siwon.
Siwon juga diperlakukan dengan baik oleh keluarga Hyo Ra. Ibu Hyo Ra juga sangat menyayangi Siwon, dan dengan bangga memengenalkan Siwon ke sepupu mereka dan juga keluarga yang lain. Hyo Rim, adik Hyo Ra, benar-benar memuja Siwon. Siwon juga disukai oleh anggota keluarganya yang lain.
Malam itu mertuanya pulang dengan asumsi bahwa pasangan itu memang baik-baik saja. Hyo Ra juga berharap begitu, ia tidak ingin mereka khawatir. Hyo Ra tersenyum sendiri, setidaknya Siwon memperlakukan dia seperti seorang istri malam ini. Siwon membantunya untuk membersihkan meja dan mencuci piring, ia bahkan memuji masakan Hyo Ra.
Hyo Ra menyentuh pipi kanannya dan tersenyum senang. Apa yang paling tidak bisa dia lupakannya adalah Siwon memberikan ciuman lembut saat mereka membersihkan dapur.
Hyo Ra tahu bahwa Siwon menciumnya hanya untuk memberikan ibunya ilusi bahwa mereka bahagia, tapi ia tetap puas. Siwon selalu memperlakukannya baik di depan orang lain, dan ia berharap bahwa hal itu tidak akan lama sebelum dia mulai melakukannya ketika mereka sendirian, bersama-sama.
“Oppa … terima kasih atas pujianmu untuk masakanku… aku sangat senang karena Oppa menyukai apa yang aku masakan…”, Hyo Ra berkata dengan lembut, matanya mencari senyuman dari wajah Siwon. Mereka melambaikan tangan selamat tinggal kepada keluarga Siwon, dan hanya sedetik mobil mereka keluar dari pagar, senyum Siwon pun menghilang.
“Hmm … terserah …”
Jawaban dingin Siwon membuat hati Hyo Ra sakit, tapi dia terus tersenyum. Siwon berubah hanya dalam sekejap mata, seperti apa yang telah ia pikir. Harapan adalah hanya harapan …
Tiba-tiba, Hyo Ra ingat hal yang terjadi siang tadi. Dia ingin meminta penjelasan dari Siwon.
“Mmm … Oppa … boleh aku menanyakan sesuatu?” Hyo Ra bertanya sebelum melihat ke sisinya.
Siwon tidak ada di sana. Hyo Ra memandang sekeliling, dan melihat Siwon sudah berjalan ke dalam rumah. Hyo Ra memejamkan matanya, menarik napas dalam tapi kasar, mengepalkan tangan dan menggigit bibirnya yang gemetar. Siwon baru saja meninggalkan dia di luar sendirian tanpa memberitahu dia …
Hyo Ra berjalan kembali ke dalam rumah, menyeret kaki yang berat dan hati yang bahkan lebih berat. Ia menaiki tangga menuju ke kamar mereka, melewati ruang kerja Siwon. Hyo Ra mengintip ke dalam kamar yang kecil itu, dan melihat Siwon sudah berbaring dengan mata tertutup di sofa dekat meja kerjanya, selimut menutupi sebagian tubuhnya. Hyo Ra mendesah pelan. Ia tahu bahwa ia akan tidur sendirian lagi malam ini …
…….

28 thoughts on “You are My Destiny (Chapter 1 of 13)”

  1. wah.., ff ny bagus…
    hyora sabar bgt ama siwon oppa…
    jd penasaran ama cerita nya…
    lanjut… lanjut…

  2. lanjut… keren kok ceritanya… siwon sering bgt nih kebagian peran kyak gini d ff…
    lanjut dah pokoknya…

  3. kasihan hyora…..
    siwon oppa,,,u tu bruntung punya anae yg sbar kea hyora tp syangnya oppa menyia-nyiakannya…..
    minho dsitu orangnya ceplas-ceplos ya…….
    oia dstu gada cast POV nya ya unni?????

  4. aigo~
    onni… FF.a mmg keren…
    susah tuh ngenerjemahkn.a
    ONNI DAEBAK!!!!

    part 2.a jgn lama” ya onni^^

  5. br prtama baca ff yg cast nya bkn yoonwon… jujur, aq yoonwon shipper lho ._.v dn ff ini sukses buat aq pnasaran buat bca klanjutan part nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s