My Dream Part 5

Tahun ini adalah tahun keempatku kuliah di Universitas Seoul. Dan di tahun ini pula aku menyusun skripsiku sebagai syarat untuk kelulusanku. Dan hari ini adalah tepat tiga tahun hubunganku dengan Min Ah. Selama berhubungan dengan Min Ah, aku tidak pernah bertemu dengan Siwon sebagai kekasih adiknya. Menurut Min Ah, Siwon berada di Amerika untuk melanjutkan kuliahnya. Dan Shany? Dia tetap di Seoul, sebagai gadis yang sudah terikat tali pertunangan. Aku dan dia sudah jarang bertemu. Sekalipun di kampus karena jadwal kuliah kami yang berbeda.

Selama tiga tahun berhubungan dengan Min Ah, sepertinya hatiku sudah bisa menerimanya. Perasaanku pada Min Ah bukan lagi kasihan tapi sudah berubah menjadi cinta. Hari-hariku bersama Min Ah jauh lebih berwarna dibandingkan saat bersama Shany. Mungkin karena hubungan kami yang hanya seumur jagung.

Kali ini aku ingin memberi kejutan pada Min Ah, sebagai tanda hari jadi kami. Aku berjalan-jalan di pusat perbelanjaan kota Seoul. Mencari hadiah yang cocok untuknya. Aku ingat kalau dia sangat menyukai grup boyband Superjunior. Aku berinisiatif untuk mencari miniature dari grup boyband itu. Ditambah dengan bunga mawar putih kesukaannya.

Tiba-tiba ada yang menarikku. Aku kaget, orang itu memakai jubah dan topi yang menutupi wajahnya. Aku melawan tapi genggaman orang itu sangat kuat. Aku dibawanya ke gang sempit yang berada diantar toko. Orang itu kemudian membuka topinya.

“Junsu-ah!” ucapku langsung memeluknya. “Kenapa kau ada disini? Bagaimana?”

“Hei hei . . . sabarlah! Bagaimana keadaanmu? Eomma dan appamu?”

“Aku baik-baik saja. Kau?”

“Ne, aku baik.” Pletak, tiba-tiba Junsu memukul kepalaku.

“Awww . . . apa yang kau lakukan?” ucapku sambil mengusap-ngusap kepalaku yang sakit.

“Bocah nakal. Kau kenapa tidak mengundangku?”

“Mengundangmu untuk apa?”

“Bocah tengik, bukankah nanti malam kau akan bertunangan?”

Ya, hari ini adalah tepat tiga tahun aku bersama Min Ah dan nanti malam adalah perayaannya. Sekaigus acara pertunangan kami.

“Kau yang bocah tengik.” Ucapku kemudian membalas memukul kepala Junsu. Kulihat dia meringis sakit. “Kau, sudah menjadi artis tapi tidak pernah menghubungiku. Bagaiman aku bisa menghubungimu, nomor handphonemu saja aku tidak punya. Aku pernah menghubungimu, tapi tidak aktif.”

“Hehehe . . .” ucapnya tanpa merasa bersalah. “Mianhae, aku salah. Aku sudah berganti nomor. Aku lupa memberitahumu.”

“Darimana kau tahu aku akan bertunangan?”

“Appamu yang menceritakannya padaku? Bukankah dia menanam saham di SM? Aku pernah bertemu dengannya.”

“Ne. lalu kenapa kau tidak meminta nomor handphoneku padanya?”

“Mianhae, waktu itu aku buru-buru.”

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang melakukan fan meeting. Karena aku bosan, aku berjalan-jalan sendiri dan melihatmu keluar dari toko itu. Dan sekarang aku bertemu denganmu disini.” Ucapnya tertawa.

“Hei, kau ada di kemanagementnan SM kan?”

“Ne, wae?”

“Boleh aku meminta bantuanmu?”

“Mwo? Asal jangan aneh-aneh!”

“Ne, aku hanya minta kau bantu aku untuk meminta tanda tangan Superjunior. Kau mau kan?”

“Hei, bukankah appamu bekerja di SM. Kenapa tidak meminta bantuannya?”

“Aku mana sempat. Dia begitu sibuk. Kau tahu kanbagaimana hubunganku dengannya?”

“Ne, aku tahu. Baiklah, ayo kita berangkat sekarang.”

“Kemana?”

“Ke SM, kau katanya mau meminta tanda tangan anggota Superjunior.”

“Ne, ayo!” aku langsung menarik tangan Junsu.

“Hei, kau jangan asal tarik tanganku. Aku harus pakai topiku dulu.”

“Ne, mianhae! Aku lupa sekarang kau seorang artis.”

Aku melihat gedung SM didepan mataku. Tinggi menjulang tinggi. Selama kuliah di Seoul aku hanya melewatinya.

“Ayo!” ucap Junsu sambil menarik tanganku. Aku mengikuti langkahnya yang cepat.

Kami naik lift sampai lantai 12. Saat ini kami sudah di depan sebuah pintu yang lebih mirip pintu apartement. Junsu menekan bel dekat pintu itu.

“Siapa?” ucap seseorang lewat microphone.

“Ini aku hyung. Junsu.”

Tidak lama, pintu terbuka. Seorang namja berdiri disana dengan.

“Kau Junsu, ada apa? Ayo masuk!” ucap namja itu.

“Ayo masuk!” ucap Junsu. Saat aku masuk banyak sekali sepatu dan sandal. Meskipun tersusun rapi, tapi aku agak pusing juga melihatnya. Aku dan Junsu membuka sepatu dan berganti memakai sandal.

“Ayo duduk!” namja itu mempersilakan kami. Tampak Junsu tidak segan, mungkin karena sudah terbiasa. “Kalian mau minum apa?”

“Aku . . . jus jeruk saja. Kalau dia susu strawberry saja hyung.”

“Mwo?” kataku kaget. “Ani, aniyo . . . samakan saja dengan Junsu.” Ucapku malu.

“Baiklah, kalian tunggu sebentar ya!” namja itu meninggalkan kami menuju dapur.

“Hei Junsu ada apa? Tiba-tiba kau dating?” tiba-tiba seseorang dating dari belakang kami sambil mengacak-ngacak rambut Junsu.

“Hyung . . .” ucap Junsu manja sambil membereskan rambutnya. Seorang namja lagi. Tubuhnya sedikit lebih tinggi dari namja yang tadi.

“Ada apa? Dan dia . . .” ucapnya sambil mengarahkan kepalanya padaku.

“Dia temanku, namanya Lee Hyukjae. Aku kemari mau membantunya.”

“Mwo?”

“Kekasihnya seorang ELF, dan dia ingin meminta tanda tangan kalian untuk kekasihnya. Hari ini, hari jadi mereka dan nanti malam mereka akan bertunangan.” Jelas Junsu.

“Ne, aku mengerti.” Ucap namja itu ramah.

“Siapa namamu tadi?” ucap namja yang menyambut kami tadi. Dia dating dengan dua gelas minuman pesanan kami tadi di tangannya.

“Lee Hyukjae imnida. Hyung bisa memanggilku Eunhyuk.” Ucapku memperkenalkan diri.

“Hyung, kita belum memperkenalkan diri.” Ucap namja yang tadi mengacak-ngacak rambut Junsu.

“Ne, aku lupa.”

“Urineun Super Junior oeo . . .” ucap mereka bersamaan sambil mengangkat kelima jari tangan kanan mereka.

“Annyeong haseyo! Aku adalah pria berbakat dalam hal apa saja, panggil aku Leeteuk. Dan aku adalah leader Superjunior.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah hankyung dari super junior, pria paling tampan yang ada di Suju.”

Aku menahan tawa dalam hati. Lucu sekali cara mereka memperkenalkan diri. Kami mengobrol cukup lama sebelum aku mendapatkan tanda tangan mereka.

“Kekasihmu paling suka siapa di SUJU?” ucap Leeteuk antusias.

“Aku kurang mengetahui siapa yang dia suka. Tapi dia sering menyebutkan nama Ku . . . Un . . . Yu . . . Kyu . . . Yun . . . Hun . . .” ucapku berusaha mengingat.

“Kyuhyun?” ucap Hankyung.

“Ne.” jawabku cepat sambil mengangguk senang.

“Ah, dia maknae kami.” Ucap Leeteuk.

“Hyung, yang lainnya dimana?” ucap Junsu.

“Mereka sedang latihan. Ayo kita kesana! Kita akan beri hadiah terindah untuk kekasihmu.” Ucap Hankyung sambil merangkulku.

Kurasakan kehangatan mereka. Mereka baik sekali. Padahal aku baru bertemu dengan mereka sekali ini, tapi mereka tidak canggung-canggung. Seperti sudah mengenalku lama. Leeteuk dan Junsu mengikuti kami dari belakang.

Hankyung membuka sebuah pintu. Saat kulihat didalamnya ada namja-namja yang sedang berlatih dance dengan diiringi music yang sering kudengar dijalan dan dirumah Min Ah.

“Hyung kau dating?” ucap seorang namja yang mendekati kami.

“Kenalkan, dia teman Junsu?” ucap Hankyung memperkenalkan diriku.

“Lee Hyukjae imnida.” Ucapku memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo! Aku adalah koki special dari super junior, Ryeowook imnida.” Ucap namja itu. Lagi-lagi aku menahan tawaku lagi karena melihat cara memperkenalkan diri mereka yang lucu.

Saat kami dating, mereka menghentikan kegiatan mereka. Kami duduk melingkar.

“Kita kedatangan tamu. Dia teman Junsu. Kekasihnya seorang ELF, dan dia ingin memberi hadiah dihari jadian mereka. Dan nanti malam adalah hari pertunangannya. Kalian bisa membantu kan?” jelas Leeteuk.

“Ne, kita harus membantunya.” Ucap seorang namja antusias yang belum aku ketahui namanya.

“Rencanaku, kita membuat video saat kita latihan dance. Bagaimana?”

“Ne, aku setuju hyung.” Ucap Ryeowook.

Aku benar-benar pusing melihat mereka. Banyak sekali anggota Super Junior. Mereka ada 13 orang. Aku membisikkan sesuatu pada Junsu. Setelah mendengarnya, dia langsung mengatakannya pada Leeteuk.

“Hyung!” ucap Junsu sambil membisikkannya pada Leeteuk.

“Ne, aku mengerti.” Leeteuk mengangguk mengerti. “Sebelum itu, kalian perkenallkan diri kalian dulu.” Ucap Leetuk kepada anggota lainnya.

“Annyeong haseyo! Aku adalah orang yang sudah ditakdirkan terkenal semenjak lahir, Kim Heechul imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah pria dengan suara paling indah di super junior, Yesung imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah pria yang terkenal hanya diantara wanita berusia 40 sampai 50 tahun, Kangin imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah pria yang paling bertalenta di Superjunior, Shindong imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah penerus generasi pria-pria cantik dari Super Junior, Sungmin imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah the gesture man dari Super Junior, Siwon imnida.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah Kim Ki Bum dari Super Junior.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah magnae dari Juper Junior! Kyuhyun imnida.”

“Jadi dia yang disukai Min Ah.” Ucapku dalam hati saat kyuhyun selesai memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo! Aku adalah Zhoumi imnida. Dari Super Junior-M.”

“Annyeong haseyo! Aku adalah Henry imnida. Dari Super Junior-M.”

Setelah mereka semua memperkenalkan diri mereka, aku pun memperkenalkan diriku.

“Annyeong haseyo! Namaku Lee Hyukjae, kalian bisa memanggiku Eunhyuk.”

“Sebenarnya dia punya nama panggilan lain.” Ucap Junsu.

“Mwo?” ucap Sungmin.

“Monkey.” Junsu tertawa.

“Junsu-ah, jangan mempermalukanku!” ucapku kesal.

“Mwo?” ucap mereka bersmaaan kemudia tertawa. Saat ini pasti wajahku merah karena malu.

“Sudah-sudah, kalian tidak lihat wajahnya sudah merah. Sekarang kita buat videonya.” Ucap Leetuk menghentikan tawa mereka.

Mereka meletakkan handycam di meja yang ada didepan mereka. Music mulai mengalun, mereka memulai dancenya. Aku dan Junsu menonton disudut ruangan. Mendengar dan melihat mereka menari, tanpa terasa kaki dan tanganku bergerak. Leeteuk yang sepertinya melihatku, menghentikan tarian mereka.

“Ada apa hyung?” protes Kyuhyun. Leeteuk tidak menjawab.

Leeteuk semakin mendekatiku, aku jadi salah tingkah dibuatnya. Kini dia berdiri dihadapanku.

“Ada apa hyung?” ucapku gugup.

“Kulihat, tadi tangan dan kakimu ikut bergerak saat kami menari. Kau suka menari?”

“Aniyo.”

Leeteuk menarik tanganku ketengan ruangan. “Kau jangan bohong,” Leeteuk kemudian menyetel tapenya lagi. Music mengalun kembali. Tanpa disuruh, otakku menggerakkan kaki dan tanganku. Aku seperti terbang bebas. Aku sangat menikmati gerakan tubuhku ini. Tak pernah kurasakan sebahagia ini. Semua yang melihatku berdecak kagum dengan gerakanku. Aku pun tidak tahu darimana gerakan-gerakan ini dating. Aku terus menari sampai music selesai. Semua memberi applause kepadaku, termasuk Junsu.

“Eunhyuk-ah, aku baru pertama kali ini melihatmu dance sebagus tadi.” Ucap Junsu kagum.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena malu.

“Hyung aku punya ide.” Ucap Sungmin.

“Wae?” ucap Heechul.

“Bagaimana kalau Eunhyuk ikut dengan kita menari. Pasti kekasihmu akan bangga padamu.” Jelas Sungmin pad kami semua.

“Aku setuju.”

“Aku setuju.”

Semua member setuju dengan usulan Sungmin, termasuk Junsu.

“Ah, aniyo hyung. Aku tidak bisa.” Tolakku.

“Kau masih menolak. Padahal kami semua sudah lihat bagaimana caramu menari tadi. Kau hebat.” Puji Kangin.

Mereka semua memaksaku. Akhirnya kuturuti permintaan mereka. Hari itu aku bersama Super Junior ditambah Junsu membuat video danceku untuk Min Ah. Kami baru selesai pukul lima sore.

@@@@@

“Hyukjae-ah, kau darimana saja? Aku menelpokmu tapi tidak aktif. Min Ah terus menanyakanmu.” Ucap Donghae kesal saat aku masuk kedalam rumah.

“Aku membeli hadiah untuk Min Ah. Handphoneku mati.”

“Kau ini. Malam ini kau akan bertunangan tapi kau malah berkeliaran. Ayo cepat mandi!”

“Ne, kau seperti eommaku saja. Cerewet.” Ucapku kemudian berlari menuju kamar untuk mandi.

Aku dan Donghae pergi bersama menuju rumah Min Ah. Sebelum itu, tentu saja kami menjemput dulu Min Jee dirumahnya. Selama diperjalanan banyak sekali yang ada dipikiranku saat ini. Terutama, saat bertemu Min Ho dan Min Jee disana. Aku yakin, mereka ada disana.

“Eunhyuk-ah. Kwaench’anayo? Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan.” Ucap Donghae menyadarkan lamunanku. “Bersikaplah seperti biasa saat bertemu mereka. Anggap mereka sebagai calon kakak iparmu. Jangan ingan masa lalu. Hari ini adalah hari yang membahagiakan, kau akan menyesal kalau kau tidak menikmatinya. Lupakan masa lalumu, dan raihlah masa depan bersama Min Ah.” Aku hanya terdiam mendengar nasihat Donghae. Jarang sekali Donghae mengatakan kata-kata bijak seperti itu.

Aku turun dari mobil dengan percaya diri. Semua pasang mata memandangku. Kulihat eomma dan appa sedang mengobrol dengan eomma Min Ah. Disampingnya, Min Ho dan Shany. Aku sempat pesimis untuk mendekati mereka, tapi Donghae menarik tanganku untuk menyapa mereka.

“Annyong haseyo!” ucap Donghae menyapa mereka.

“Ah, anakku kau sudah dating.” Ucap eomma sambil memelukku. Kulirik Shany, dia bertambah cantik dari sebelumnya. Dia tersenyum saat melihatku dating. Dia sepertinya sudah melupakan semuanya.

“Hyukjae-ah,” seseorang memanggilku. Aku menoleh kearah suara. Ah, Junsu. Kukira dia tidak akan dating. Semua orang yang dating memandangnya. Tentu saja, yang dating adalah Junsu DBSK. Seorang penyanyi terkenal. Termasuk Donghae.

Junsu langsung memelukku dan memberi salam pada eomma dan appa.

“Junsu-ah, bagaimana kabarmu?” ucap eomma sambil memeluknya.

“Eomma, bagaimana kabarmu. Mianhae, aku tidak menengokmu.”

“Appa pernah bilang, kalau dia pernah bertemu denganmu di SM. Apa itu benar?”

“Ne, itu benar.”

“Junsu-ah, apa kabarmu?” ucap Donghae sambil memeluknya.

“Donghae-ah, kau ada disini? Bukankah kau ada di Amerika?”

“Ne, itu sudah empat tahun yang lalu. Aku memaksa pindah ke Seoul lagi.”

“Junsu, kenalkan. Ini oppa Min Ah tunanganku dan dia Shany tunangannya. Dan ini eomma Min Ah.” Ucapku memperkenalkan keluarga Min Ah.

“Junsu, kenalkan! Dia Min Jee, kekasihku.” Ucap Donghae.

“Donghae-ah, kau memang selalu pintar memilih gadis.”

“Apa maksudnya?” ucap Min Jee sedikit cemburu.

“Ah, jagi-ah jangan dengarkan ucapannya.”

Kulirik Shany sesaat. Dia seperti tidak percaya kalau aku mempunyai teman seorang penyanyi.

“Hyukjae-ah, lalu mana tunanganmu?”

“Dia . . .”

“Hyukjae-ah, Min Ah ada di kamarnya.” Ucap eomma Min Ah.

“Ne, aku akan menjemputnya.” Ucapku kemudian menuju kamar Min Ah yang berada di lantai dua. Kuketuk pintu kamar itu. Tidak lama kemudian, Min Ah membuka pintu kamarnya. Dia memakai gaun berwarna putih. Dikepalanya, dipasang mahkota. “Jagi-ah, kau cantik sekali.”

“Oppa juga keren.” Ucapnya. Wajahnya memerah saat aku mengatakannya.

“Ayo kita turun.”

“Ne.” aku menggandeng tangan Min Ah. Persis seperti seorang pangeran dan putri.

Aku memasukkan cincin kedalam jari manisnya. Begitupun dengan dirinya. Acara puncak sudah kami lalui. Ini waktunya aku memberikan kejutan pada Min Ah. Aku berdiri diatas panggung. Semua menatapku penasaran. Aku tersenyum pada Min Ah untuk menenangkanku.

“Selamat malam semuanya, maaf bila aku mengganggu sebentar. Min Ah, terima kasih kau sudah mewarnai hari-hariku selama tiga tahun ini. Malam ini, tepat tiga tahun kita berhubungan. Maka dari itu, aku ingin mempersembahkan sesuatu padamu.”

“Hyukjae-ah . . .” ucap Junsu tiba-tiba kemudian membisikkan sesuatu padaku.

“Wae?”

“Sebelum Monkey ini mempersembahkannya, aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk sahabatku.”

Sambil aku menyiapkan kejutanku untuk Min Ah, Junsu menyanyi untuk kami berdua. Dia bernyanyi lagu Begin miliknya bersama DBSK. Semua yang dating memberikan applause untuknya. Suara Junsu memang bagus. Kini giliranku. Aku menyalakan video yang aku rekam hari ini bersama Super Junior. Video mulai diputar.

“Annyong haseyo! Urineun Super Junior oeo . . .”

“Annyong . . . Min Ah saengil chukaehamnida! God Bless You . . .” ucap Leeteuk

“Min Ah, kau tahu? Kekasihmu Hyukjae dating kepada kami untuk meminta tanda tangan kami. Kau pasti bangga padanya.” Lanjut Heechul.

“Min Ah, lihatlah kami akan menari untukmu. Hyukjae bilang, kau menyukai lagu Marry U. maka dari itu kami akan bernyanyi dan menari untukmu.” Ucap Kyuhyun.

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

 

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

 

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

 

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre

I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

 

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh

Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

 

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

 

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)

 

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

 

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang

Naui geudae jikyuhjulgeyo

Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo

Woori suhro saranghagiro geuppuniya

Nawa gyuhrhonhaejullae? I do

“Min Ah, saengil chukaehamnida . . . saranghaeyo! Semoga kamu menyukai kejutanku ini.” Ucapku dalam video itu.

Semua memberikan applause atas kejutanku untuk Min Ah. Min Ah mencium pipiku saat video berakhir. Junsu naik ke panggung.

“Apa yang mau dia lakukan?” ucapku.

“Ehem . . . Hyukjae, aku tidak menyangka kau romantic sekali. Ha ha ha . . . Min Ah, Hyukjae punya sesuatu lagi untukmu. Hyukjae, ayo kemari!” ucap Junsu.

“Apa yang kau lakukan?”

“Sudahlah, ayo naik saja!” Kemudian aku menurutinya. “Hyukjae, kau berdiri disini saja.” Kini aku berdiri di tengah panggung.

“Apa yang mau kau lakukan?” ucapku khawatir dengan tingkah Junsu.

“Teman-teman ayo keluar.” Ucap Junsu.

Beberapa saat kemudian, suara para tamu undangan mulai ricuh. Aku menolehkan kepalaku, ternyata para member Super Junior. Mereka dating.

“Kalian . . .” ucapku heran.

“Yang kau lakukan tadi hadiah untuk kekasihmu. Dan ini adalah hadiah dariku untuk kalian.” Ucap Junsu sambil merangkulku.

“Apa maksudmu?” ucapku menatap heran Junsu.

“Teman-teman, kuserahkan pada kalian.” Ucanya sambil menatap jahil pada member Super Junior.

“Eunhyuk-ah, kau masih ingat tarian tadi siang bukan?” ucap Leeteuk.

“Mwo?”

“Music!”

Lagu Don’t Don mulai mengalun. Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti mereka. Aku mengambil posisiku. Dan tubuhku mulai bergerak.

Saat aku sedang menari, kulihat wajah appa yang sepertinya tidak senang. Aku tahu itu, Karen dari dulu appa tidak pernah mengijinkanku untuk menari. Lain dengan eomma yang selalu mendukungku. Lalu kulihat Min Ah yang tidak percaya melihatku menari bersama idolanya. Super Junior. Kulirik Donghae, kulihat tangan dan kakinya pun bergerak. Aku tahu diapun menyukai menari. Dia adalah sahabat dan teman menariku selain Junsu. Aku turn dari panggung sambil menari, kemudian kutarik tangan Donghae dan mengajaknya keatas panggung. Donghae sepertinya senang dengan apa yang aku lakukan. Setelah berada di panggung, kulihat Donghae mulai menggerakkan tubuhnya dengan bebas. Lagu pun selesai. Aku menutup lagu itu dengan sebuah solo dance dariku. Sekali lagi, aku mendapatkan applause yang meriah. Malam itu sangat membahagiakan untukku. Karena aku mendapatkan Min Ah sebagai tunanganku dan Junsu sahabatku, aku bisa bertemu dengannya hari ini. Dan menjadi suatu kebangganku untukku pula bisa menari bersama Super Junior.

 

TBC . .

8 thoughts on “My Dream Part 5”

  1. bgus ffny..
    Wah, min ah enak bgt ya bsa ktmu suju..😥

    10 jempol deh bwt ffnya..
    Next part di tunggu ya..

  2. Anyoeng,, aku reader bru dsini..mohon bntuannya ya!!

    Haha, donghae ma kunyuk koq ga disebutin jd member suju sich..

    tumben kyu ga ngenalin pke “aku member dg umur di bawah rta_rta member lain” enak bnged pny tunangan kya kunyuk deh.. Lnjut thor,nice ff..

  3. hohoho paling suka deh kalo liat hyuk+hae lg dance.

    Btw, ntu yg jd cast.nya kan hyuk+hae, trus sapa dong yg jd hyuk+hae d grup suju. Hehe🙂.

    Over all, hyuk so sweet banget deh. Jadi pengen jd min ah deh…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s